• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH ADINDA ANDARESTHA SIHOMBING (Halaman 83-88)

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015-2019

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.5 Pembahasan Hasil Penelitian

Pembahasan atas hasil penelitian statistik yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

4.5.1 Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil pengujian variabel pendapatan asli daerah (PAD) berdasarkan tabel 4.7 memperoleh hasil nilai t-hitung sebesar 18.702, lebih besar dibandingkan dengan nilai t-tabel yaitu 1.66412, dan nilai signifikansi dari variabel pendapatan asli daerah sebesar 0.000, lebih kecil dari 0.05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti pendapatan asli daerah secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan asli daerah, maka semakin meningkat laju pertumbuhan ekonominya karena jika pendapatan asli daerah meningkat, maka dana yang dimiliki oleh pemerintah daerah akan lebih tinggi dan tingkat kemandirian daerah serta pertumbuhan ekonomi daerah akan meningkat pula. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Azis (2016) dan Pungky (2015) yang menyatakan jika pendapatan asli daerah berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun hal ini bertentangan dengan penelitian dari Ni wayan dan I dewa (2017) yang

menyatakan jika pendapatan asli daerah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

4.5.2 Pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil pengujian variabel dana alokasi umum (DAU) berdasarkan tabel 4.7 memperoleh hasil nilai t-hitung sebesar 0.162, lebih kecil dibandingkan dengan nilai t-tabel yaitu 1.66412, dan nilai signifikansi dari variabel dana alokasi umum sebesar 0.872, lebih besar dari 0.05, maka H0 diterima dan H2 ditolak, yang berarti dana alokasi umum tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan oleh dana alokasi yang diterima oleh daerah tidak digunakan untuk kegiatan yang bertujuan pemerataan pertumbuhan ekonomi antar daerah, sehingga peran dan alokasi umum tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaiknya pemerintah memprioritaskan pengalokasian dana alokasi umum pada bidang-bidang yang langsung bersentuhan dengan kepentingan publik, seperti infrastruktur atau fasilitas-fasilitas yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga dana yang diterima daerah menjadi tepat sasaran. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ni wayan dan I Dewa (2017) yang menyatakan jika dana alokasi umum tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, namun hal ini bertentangan dengan penelitian dari Rahmah (2016) dan Pungky (2015) yang menyatakan jika dana alokasi umum berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

4.5.3 Pengaruh Dana Bagi Hasil terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Hasil pengujian variabel dana bagi hasil (DBH) berdasarkan tabel 4.7 memperoleh hasil nilai t-hitung sebesar 2.816, lebih besar dibandingkan dengan nilai t-tabel yaitu 1.66412, dan nilai signifikansi dari variabel dana bagi hasil sebesar 0.006, lebih kecil dari 0.05, maka H0 ditolak dan H3 diterima, yang berarti dana bagi hasil secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Semakin besar pembagian dana bagi hasil yang didapat oleh kabupaten/kota maka semakin besar dana yang dapat digunakan oleh kabupaten/kota untuk tujuan pembangunan daerah sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi (PDRB). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang Rahmah (2016) yang menyatakan jika dana bagi hasil berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun hal ini bertentangan dengan penelitian dari Azis (2016) yang menyatakan jika dana bagi hasil tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

4.5.4 Pengaruh Belanja Langsung terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil pengujian variabel belanja langsung (BL) berdasarkan tabel 4.7 memperoleh hasil nilai t-hitung sebesar -0,794, lebih kecil dibandingkan dengan nilai t-tabel yaitu 1.66412, dan nilai signifikansi dari variabel belanja langsung sebesar 0,429, lebih besar dari 0.05, maka H0 diterima dan H4 ditolak, yang berarti belanja langsung tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan karena penganggaran belanja langsung dalam rangka pelaksanaan program dan

kegiatan pemerintah daerah yang manfaat capaian kinerjanya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam kualitas pelayanan publik dan keberkepihakan pemerintah daerah kepada kepentingan publik belum tepat sasaran dan efisien sehingga tidak berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Frits, Debby, dkk (2019) yang menyatakan jika belanja langsung tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, namun hal ini bertentangan dengan penelitian dari Rudibdo dan Hadi (2017) yang menyatakan jika belanja langsung berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

4.5.5 Pengaruh Belanja Tidak Langsung terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil pengujian variabel belanja tidak langsung (BTL) berdasarkan tabel 4.7 memperoleh hasil nilai t-hitung sebesar 1.455, lebih kecil dibandingkan dengan nilai t-tabel yaitu 1.66412, dan nilai signifikansi dari variabel belanja langsung sebesar 0.150, lebih besar dari 0.05, maka H0 diterima dan H5 ditolak, yang berarti belanja tidak langsung tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Tidak berpengaruhnya variabel belanja tidak langsung mengindikasikan bahwa belanja tidak langsung pada kenyataannya bukanlah faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan. Pemerintah hendaknya melakukan perhitungan, serta mempertimbangkan dengan lebih matang dan cermat tentang pengalokasian dana atau anggaran belanja pemerintah untuk kegiatan ekonomi produktif untuk memacu perkembangan sektor ekonomi secara keseluruhan sehingga dapat

menunjang pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rudibdo dan Hadi (2017) yang menyatakan jika belanja tidak langsung tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, namun hal ini bertentangan dengan penelitian dari Jory, Josep, dkk (2020) yang menyatakan jika belanja tidak langsung berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

4.5.6 Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil, Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan hasil pengujian yang dapat dilihat pada tabel 4.8 diperoleh nilai F-hitung sebesar 368.473, lebih besar dibandingkan dengan F- tabel 2.49 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000, lebih kecil jika dibandingkan dengan 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana bagi hasil, belanja langsung dan belanja tidak langsung secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga H0 ditolak dan H6

diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa ketika pendapatan asli daerah berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, maka dana alokasi umum dan dana bagi hasil juga akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi karena nilai dana alokasi umum dan dana bagi hasil pada umumnya lebih besar dibandingkan kontribusi pendapatan asli daerah.

Kemudian, pengeluaran pemerintah yang berbentuk belanja langsung dan belanja tidak langsung juga akan turut memberikan dampak secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi.

BAB V

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH ADINDA ANDARESTHA SIHOMBING (Halaman 83-88)

Dokumen terkait