• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Statistik Deskriptif

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah audit tenure, independensi auditor, rasio hutang dan pertumbuhan penjualan berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap manajemen laba discretionary accruals

pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011-2013. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan real

estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode

pengamatan yaitu tahun 2011-2013. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan. Sampel yang diperoleh sebanyak 30 perusahaan sehingga jumlah pengamatan (n) sebanyak 90 yaitu 30 x 3 tahun pengamatan.

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Setelah melakukan uji asumsi klasik, maka dilakukan uji hipotesis yaitu dengan analisis regresi liniear berganda, uji signifikansi simultan (uji F), uji signifikansi parsial (uji t), dan juga dilakukan uji koefisien determinasi. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi yang dilakukan diperoleh nilai adjusted R Square sebesar 0,487 atau sebesar 48,7 % yang menunjukkan bahwa pengaruh variabel audit tenure, independensi auditor, rasio hutang, dan pertumbuhan penjualan terhadap manajemen laba Discretionary accruals sebesar 48,7%, sedangkan sisanya 51,3% dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian.

Berdasarkan hasil uji statistik F (Simultan) diperoleh nilai F hitung sebesar 22,111, nilai signifikansi 0,000 dan F tabel sebesar 2,479 atau dengan kata lain F hitung > F tabel yaitu 22,111 > 2,479 dengan nilai signifikansi sebesar,

0,000 < 0,05. Maka dapat dimpulkan bahwa variabel audit tenure, Independensi auditor, rasio hutang, dan pertumbuhan penjualan secara bersama-sama atau

secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba

discreationary accruals.

Berdasarkan hasil regresi uji T di atas, dapat terlihat bagaimana pengaruh

audit tenure, independensi auditor, rasio hutang, dan pertumbuhan penjualan

terhadap manajemen laba Discretionary accruals pada perusahaan property dan

real estate yang terdaftar di BEI periode 2011-2013, hipotesis pertama yang

diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Pengaruh audit tenure (X1) terhadap Manajemen laba discreationary

accruals (Y)

Audit tenure yang diproksikan dengan menjumlahkan panjangnya masa

perikatan audit atau Kantor Akuntan Publik (KAP) menunjukkan nilai t hitung sebesar 0,134, t tabel sebesar 1,98, dan signifikansi sebesar 0,894. Karena t hitung < t tabel yaitu 0,134 < 1,98 dan, tingkat signifikansi 0,894 > 0,05 maka secara parsial variabel audit tenure tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap manajemen laba Discretionary accruals.

Dengan demikian bahwa hipotesis yang diajukan ditolak yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil penelitian tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Thuneibat et al., (2010) yang menunjukkan bahwa audit

tenure berpengaruh positif dan signifikan terhadap discretionary accruals.

2. Pengaruh Independensi auditor (X2) terhadap manajemen laba

Discretinary accruals (Y).

Independensi auditor yang diproksikan dengan variabel dummy, angka 1 digunakan untuk mewakili perusahaan yang menggunakan auditor yang

sama dalam 3 tahun, yang berarti tidak memiliki sikap independen. Angka 0 digunakan untuk perusahaan yang mengganti auditornya dalam waktu kurang dari 3 tahun, yang berarti memiliki sikap independen. menunjukkan nilai t hitung sebesar 1,240, t tabel sebesar 1,98, dan signifikansi sebesar 0,218. Karena nilai t hitung < t tabel,

yaitu 1,240 < 1,98 dan tingkat signifikansi 0,218 > 0,05 maka secara parsial variabel independensi auditor tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap manajemen laba Discretionary accruals. Dengan demikian bahwa hipotesis yang diajukan diterima yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh I Guna dan Herawaty (2010) yang menyatakan bahwa Independensi auditor tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.

3. Pengaruh rasio hutang (X3) terhadap manajemen laba Discretinary

accruals (Y).

Rasio hutang yang diproksikan dengan total hutang dibagi total aset menunjukkan t hitung sebesar -0,239, t tabel sebesar 1,98, dan signifikansi sebesar 0,812. Karena nilai t hitung < t tabel yaitu -0,239 < 1,98 dan tingkat signifikansi 0,812 > 0,05 maka secara parsial variabel rasio hutang tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap manajemen laba

Discretionary accruals. Dengan demikian bahwa hipotesis yang diajukan

ditolak yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Naufal Aditya (2013) yang

menemukan bahwa Debt to Assets berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba.

4. Pengaruh Pertumbuhan Penjualan (X4) terhadap manajemen laba

Discretionary accruals (Y)

Pertumbuhan Penjualan yang diproksikan dengan pendapatan tahun ini dikurang pendapatan tahun sebelumnya dibagi pendapatan tahun sebelumnya menunjukkan nilai t hitung 8,990, t tabel sebesar 1,98, dan signifikansi sebesar 0,000. Karena nilai t hitung > t tabel yaitu,

8,990 > 1,98 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka secara parsial variabel pertumbuhan penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba Discretionary accruals. Dengan demikian bahwa hipotesis yang diajukan ditolak yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Siti Nayiroh (2012) yang menemukan bahwa pertumbuhan penjualan menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan antara pertumbuhan penjualan perusahaan dengan praktik manajemen laba.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijabarkan sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil antara lain sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil pengujian signifikansi simultan (uji F) di atas maka kesimpulannya adalah diperoleh hasil bahwa nilai F hitung sebesar 22,111 dan F tabel sebesar 2,479 dan nilai signifikansi 0,000 atau dengan kata lain F hitung > F tabel yaitu 22,111 > 2,479 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel audit tenure, independensi auditor, rasio hutang, dan pertumbuhan penjualan secara bersama-sama atau secara simultan berpengaruh positif dan signifikan dalam mempengaruhi manajemen laba discreationary accruals.

2. Berdasarkan hasil pengujian signifikansi parsial (uji t) di atas di peroleh bahwa :

a. Variabel audit tenure yang diproksikan dengan menjumlahkan panjangnya masa perikatan audit atau Kantor Akuntan Publik (KAP) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap manajemen laba

Discretionary accruals. Dengan demikian bahwa hipotesis yang

diajukan ditolak yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak, yang artinya tidak berpengaruh.

b. Variabel Independensi auditor yang diproksikan dengan variabel dummy, angka 1 digunakan untuk mewakili perusahaan yang

menggunakan auditor yang sama dalam 3 tahun, yang berarti tidak memiliki sikap independen. Angka 0 digunakan untuk perusahaan yang mengganti auditornya dalam waktu kurang dari 3 tahun, yang berarti memiliki sikap independen, tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap manajemen laba Discretionary accruals. Dengan demikian bahwa hipotesis yang diajukan diterima yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak, yang artinya tidak berpengaruh.

c. Rasio hutang yang diproksikan dengan total hutang dibagi total aset tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap manajemen laba

Discretionary accruals. Dengan demikian bahwa hipotesis yang

diajukan ditolak yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak, yang artinya tidak berpengaruh.

d. Pertumbuhan penjualan yang diproksikan dengan pendapatan tahun ini dikurang pendapatan tahun sebelumnya dibagi pendapatan tahun sebelumnya menunjukkan variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba Discretionary a ccruals. Dengan demikian bahwa hipotesis yang diajukan ditolak, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya berpengaruh.

5.2 Keterbatasan

1. Jangka waktu yang digunakan dalam penelitian ini hanya 3 tahun sehingga hasil penelitian yang diproleh belum maksimal.

2. Variabel yang digunakan hanya audit tenure, independensi auditor, rasio hutang, dan Pertumbuhan penjualan.

3. Populasi penelitian hanya meneliti di sektor property dan real estate.

5.3 Saran

1. Peneliti lain disarankan untuk menambah tahun penelitian sehingga data yang diperoleh lebih akurat.

2. Peneliti lain disarankan untuk menambah variabel penelitian yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

3. Peneliti lain disarankan untuk menambah populasi di pasar modal yang lain misalnya Bursa Efek Malaysia dan Bursa Efek Singapura.

Dokumen terkait