HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Dari data hasil wawancara dan observasi
Pada penelitian ini mengungkapkan bahwa persiapan guru PPKn dalam proses pembelajaran adalah dengan menyusun Silabus dan RPP pada setiap tahun ajaran baru dengan memasukkan nilai-nilai moral yang ingin dicapai dari setiap materi SK atau KD. Hal ini juga menunjukkan peran guru sebagai pengajar karena salah satu yang menjadi komponen penting guru sebelum melakukan proses belajar mengajar adalah adanya RPP yang bertujuan untuk mengarahkan kegiatan peserta didik atau siswa dalam upaya mencapai KD setiap pertemuannya. Seperti yang dikemukakan oleh ibu AR selaku guru PPKn bahwa dalam proses penyusunan Silabus dan RPP, nilai-nilai moral sudah termuat didalamnya. Dari hasil wawancara dan observasi kemudian dilakukan cross check dengan dokumentasi Silabus dan RPP yang dimiliki oleh ibu AR sebagai guru mata pelajaran PPKn Kelas VIII tahun ajaran 2019/2020 diketahui bahwa pada dasarnya Silabus dan RPP tersebut sudah mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam penyusunannya. Dengan menyertakan nilai budaya dan karakter bangsa yang diharapkan tercapai melalui masing-masing KD. Serta dari Silabus dan RPP yang dimiliki guru dapat diketahui bahwa ketika mengajar guru sudah menyampaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan SK-KD. Walaupun memang ditemui dalam kegiatan inti terkadang masih tidak sesuai dengan RPP yang dibuat oleh guru.
a) Peran Guru PPKn
Peran guru PPKn melalui proses pembelajaran PPKn dalam membentuk moralitas siswa tidak lepas dari peran guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, fasilitator dan evaluator. Hal-hal kecil yang dilakukan oleh guru memiliki dampak yang begitu besar bagi perkembangan perilaku siswa. Misalnya saja, guru dalam membentuk moral kejujuran saat melaksanakan ulangan, segala kecurangan yang terjadi tidak akan ditolerir oleh guru. Kedisplinan yang ditunjukkan guru dalam perilaku sehari-hari, dengan datang tepat waktu dan kesiapan materi oleh guru dengan didukung kesiapan materi dari siswa pula. Hal yang paling efektif untuk membentuk moralitas pada siswa adalah guru sebagai teladan. Perilaku dan sikap pendidik dalam memberikan contoh dapat dilakukan juga melalui pengintegrasian kedalam kegiatan sehari-hari baik itu formal maupun nonformal yang berwujud kegiatan rutin atau kegiatan insidental: spontan atau berkala. Misalnya, lingkungan yang bersih, rapi dan teratur, datang tepat waktu dan berpakaian rapi, hikmat ketika upacara, tertib ketika beribadah.
b) Metode Pembelajaran
Penggunaan metode belajar yang tepat akan memberikan hasil yang baik pada siswa. Dengan metode dan sistem penilaian yang tepat diharapkan pembelajaran PPKn dalam membentuk moralitas pada siswa dapat di dukung oleh lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
keteladanan, pembelajaran, pemberdayaan dan pembudayaan, penguatan, dan penilaian.
c) Perilaku Siswa dan Nilai-nilai Moral dalam Proses Pembelajaran PPKn Hasil penelitian terhadap peran pembelajaran PPKn dalam membentuk moral pada siswa dapat dilihat dari perilaku siswa yang meliputi, bagaimana cara bersikap, bagaimana cara berpikir, dan bagaimana cara berperilaku. Secara deskriptif hasil penanaman nilai-nilai moral dalam proses pembelajaran PPKn dapat diuraikan sebagai berikut:
(1) Sikap dan mau menerima nilai-nilai moral yang coba guru tanamkan melalui proses pembelajaran PPKn dengan memberi respon atau tanggapan terhadap pertanyaan guru, berani memberi tanggapan terhadap pernyataan teman, mempertanggung jawabkan pernyataan yang telah dilontarkan, bersikap terbuka dan tanggap terhadap
(2) permasalahan sosial maupun politik.
(3) Pola berpikir siswa semakin luas dan kritis dengan bertambahnya pengetahuan dan wawasan terkait permasalahan sosial maupun politik.
Siswa mampu memberi tanggapan terhadap permasalahan sosial maupun politik yang guru sampaikan. Hal ini terlihat dari respon atau tanggapan aktif dari hampir semua siswa saat guru menyuguhkan suatu permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan pelajar maupun politik yang terjadi di tingkat nasional melalui RUU KUHP yang kontroversial.
Pembentukan nilai moral dalam pembelajaran PPKn dapat diketahui melalui indikator pencapaiannya antara lain:
(1) Nilai Religius, contohnya: Siswa selalu menjawab salam yang diberikan oleh guru setiap sebelum memulai dan mengakhiri pelajaran, siswa juga menghormati guru dengan bersikap sopan dan satun selama proses pembelajaran berlangsung.
(2) Nilai Kejujuran, contohnya: Ketika melaksanakan ulangan harian PPKn peserta didik atau siswa mengikuti himbauan guru untuk mengerjakan ulangan dengan mandiri, percaya diri dan dengan kemampuan sendiri karena guru juga tidak akan mentolerir dengan adanya berbagai kecurangan yang terjadi dan langsung mendapatkan nilai nol.
(3) Nilai Kepedulian, contohnya: siswa selalu mejaga kebersihan lingkungannya baik sekolah maupun di dalam kelas sendiri, sehingga kelas selalu bersih.
(4) Nilai Demokratis, contohnya: Saat diadakan forum diskusi kepada temannya yang mengemukakan pendapat siswa yang lain menghargai pendapat temannya, walaupun salah dan sudah dibenarkan oleh guru mereka tidak mencemoohnya.
(5) Nilai Nasionalis, contohnya: Saat proses pembelajaran terjadi siswa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dalam berkomunikasi terhadap teman maupun guru.
(6) Nilai Kepatuhan pada Aturan Sosial, contohnya: siswa berusaha mematuhi aturan yang telah disetujui dengan pihak madrasah atau (7) sekolah dengan misalnya saja tidak membawa hp, tidak merokok, tidak
membolos, dan berusaha datang ke sekolah tepat waktu.
(8) Nilai Keberagaman, contohnya: siswa dalam berteman mereka tidak membeda-bedakan antara teman yang satu dengan yang lain.
(9) Nilai Kesadaran akan Hak dan Kewajiban diri dan orang lain, contohnya: Belajar dengan sungguh-sungguh sebelum ulangan, menghormati guru sebagai orang yang lebih tua.
(10) Nilai Bertanggung jawab, contohnya: siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru saat guru tidak dapat datang mengajar karena adanya suatu alasan tertentu.
2. Data yang diperoleh melalui angket dan dokumentasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran PPKn terhadap moralitas siswa MTs Aisyiyah Sungguminas, yang dilaksanakan pada kelas VIII b yang terdiri dari 32 siswa. Dalam penelitian ini pembelajaran PPKn ditinjau dari hasil uts siswa yang didapat melalui teknik dokumentasi kemudian diolah dengan aplikasi spss (statistical product and sevice solutions) maka secara deskriptif hasil rata-rata pembelajaran PPKn yaitu 76,31. Sedangkan data untuk menegtahui moralitas siswa diperolah melalui penyebaran angket yang telah diisi oleh siswa kelas VIII b yakni berjumlah 32 siswa dan diolah menggunakan aplikasi spss maka hasil rata-rata moralitas siswa yakni 63,6.
Berdasarkan analisis statistik inferensial, maka diperoleh Sig. = 0,044<
. = 0,05. Maka secara inferensial pembelajaran PPKn terhadap moralitas siswa memiliki pengaruh yang signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan
secara statistik hipotesis H ditolak, ini berarti terdapat pengaruh pembelajaran PPKN terhadap moralitas siswa.
Dalam penelitian ini didukung dengan teori Djahiri (1994/1995:10) yang menyebutkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki dua tujuan yang utama, yakni tujuan secara umum dan juga khusus, tujuan umum, pendidikan kewarganegaraan memiiki tujuan untuk memberi dukungan supaya pencapaian pendidikan nasional mencapai sebuah keberhasilan dan ajeng (tetap). Tujuan khusus, pendidikan kewarganegaraan secara khusus bertujuan untuk membentuk moral yang diharapkan dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Alfajrin Dharma Pertiwi (2017) bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Moralitas Siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Patuk Gunungkidul. Prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Patuk Gunungkidul dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah tinggi yaitu rata-rata sebesar 64,4% dari rentang kelas interval antara 60-80 yang artinya termasuk dalam kategori tinggi sehingga menunjukkan bahwa Prestasi Belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan termasuk baik. Sedangkan Moralitas siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Patuk Gunungkidul adalah sedang yaitu rata-rata sebesar 44,4% dari rentang kelas interval antara 66-84 yang artinya termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa Moralitas Siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Patuk Gunungkidul termasuk cukup baik. Nilai r square atau Koef determinasi
sebesar 0,687 yang artinya 68,7% Moralitas siswa dipengaruhi oleh variabel Prestasi Belajar, sedangkan sisanya sebesar 31,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dianalisis dalam uji hipotesis ini. Semakin baik Prestasi Belajar siswa maka Moralitas siswa semakin baik, atau semakin rendah Prestasi Belajar siswa maka Moralitas siswa semakin buruk.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran PPKn dengan moralitas siswa kelas VIII b MTs Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa.
Moralitas siswa dipengaruhi oleh pembelajaran PPKn yang didukung pada strategi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, serta adanya kegiatan positif dari sekolah seperti shalat dhuha, jumat ibadah, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti osis, ipm, pramuka, dan kegiatan-kegiatan ekstra yang lain yang dapat membentuk karakter siswa. Pembelajaran PPKn siswa kelas VIII b MTs Aisyiyah Sungguminasa adalah tinggi yaitu rata-rata sebesar 76,31 yang artinya termasuk dalam kategori tinggi sehingga menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn termasuk baik. Sedangkan Moralitas siswa kelas VIII b MTs Aisyiyah Sungguminasa adalah sedang yaitu nilai rata-rata (mean) sebesar 63,6, yang artinya termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa Moralitas Siswa kelas VIII b MTs Aisyiyah Sungguminasa termasuk cukup baik.
Berdasarkan hasil data output SPSS diketahu nilai t hitung variabel pembelajaran PPKn (X) adalah sebesar 2,107. Karena nilai t hitung 2,107 > t tabel 2,042, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terhadap variabel moralitas siswa (Y).
Dari hasil analisis menunjukkan Sig. = 0,044< . = 0,05.
58
Hasil Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pembelajaran PPKn terhadap moralitas siswa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin baik pembelajaran PPKn, maka akan semakin baik pula moralitas siswa.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian mengenai pengaruh pembelajaran PPKn terhadap Moralitas siswa kelas VIII b MTs Aisyiyah Sungguminasa, maka peneliti dapat mengemukakan saran yang dapat disampaikan, yaitu:
1. Bagi Siswa VIII b MTs Aisyiyah Sungguminasa diharapkan agar mengikuti proses pembelajaran PPKn dengan baik, lebih menghargai setiap guru yang sedang mengajar dengan tidak mengobrol dan sibuk sendiri didalam kelas sehingga mampu memahami materi yang telah disampaikan oleh guru dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan agar siswa memiliki kecerdasan secara emosional dan intelektual, sehingga moralitas siswa juga semakin baik karena PPKn memuat tentang sisi nilai yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Bagi guru agar dapat memberikan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya sekedar materi tapi juga dapat memberikan contoh dan menjadi panutan bagi para siswa karena usia remaja sangat mudah untuk meniru dan mencontoh setiap perbuatan yang sering dilihatnya dari pada menyerap materi yang mungkin dianggap kurang menarik, sehingga menjadi pembelajaran bagi guru untuk lebih kreatif dalam menyajikan materi dengan tujuan awal agar siswa tertarik terlebih dahulu untuk mempelajarinya yang berdampak dengan memiliki karakter yang baik dan mampu mengamalkan sila dari Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari, guru juga diharapkan lebih peka dan tidak enggan untuk menegur siswa apabila mereka melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan norma yang ada sehingga dengan demikian hal tersebut tidak menjadikebiasaan yang tidak baik bagi para siswa dan dapat dilakukan secara terus-menerus.