• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

F. Pembahasan Hasil Penelitian

Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY di kalangan Siswa Kelas XII IPS/IIS SMA Negeri di Gunungkidul Tahun Ajaran 2015/2016 secara umum dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh Citra Merek (Brand Image), dan Persepsi Biaya Pendidikan terhadap Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY, hasil tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Citra Merek (Brand Image)

(X1)

Persepsi Biaya Pendidikan (X2)

Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY

(Y) 1 = 0,578 21 = 0,334

2 = 0,108 22 = 0,012 (1,2)= 0,579 2(1,2)= 0,335

Gambar 13. Ringkasan Hasil Penelitian dengan Nilai Determinasi Keterangan:

: Garis egresi Sederhana : Garis egresi Ganda

:Koefisien korelasi Citra Merek (Brand Image) terhadap Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi

FE UNY sebesar 0,578

: Koefisien determinasi Citra Merek (Brand Image) terhadap Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi

FE UNY sebesar 0,334

:Koefisen korelasi Persepsi Biaya Pendidikan terhadap Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi

FE UNY sebesar 0,108

:Koefisien determinasi Persepsi Biaya Pendidikan terhadap Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi

FE UNY sebesar 0,012

:Koefisien korelasi Citra Merek (Brand Image), dan Persepsi Biaya Pendidikan terhada Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY sebesar 0,579

: Koefisien determinasi Citra Merek (Brand Image) dan terhadap Persepsi Biaya Pendidikan Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY sebesar 0,335

1. Pengaruh Citra Merek (Brand Image) (X1) terhadap Minat Melanjutkan Studi pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY (Y) di kalangan Siswa Kelas XII IPS/IIS SMA Negeri di Gunungkidul Tahun Ajaran 2015/2016

Indikator yang tercakup dalam variabel Citra Merek (Brand Image) (X1) adalah reputasi Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY tingkat program studi, reputasi tingkat institusional, dan kinerja akademik Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY. Dari ketiga indikator tersebut yang tercakup dalam 19 butir pernyataan positif dan rata-rata 151 atau 72% responden mayoritas menyatakan setuju jika Citra Merek (Brand Image) merupakan variabel yang mempengaruhi minat calon mahasiswa dalam memilih Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY. Sementara itu sisanya 29 (14%) responden menyatakan sangat setuju, 27 (13%) menyatakan tidak setuju dan hanya 3 (1%) yang menyatakan sangat tidak setuju jika Citra Merek (Brand Image) merupakan variabel yang mempengaruhi minat calon mahasiswa untuk memilih Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY.

Berdasarkan data tersebut dan dianalisis dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 21, diperoleh harga koefisien korelasi (rx1y) sebesar 0,578 dan koefisien determinasi ( sebesar 0,334. Setelah dilakukan uji t diperoleh thitung sebesar 10,296 pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,97149. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Citra Merek (Brand

Image) terhadap Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY, sehingga hipotesis 1 didukung.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai Citra Merek (Brand Image) maka semakin tinggi pula Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY, begitu sebalikanya jika semakin rendah nilai Citra Merek (Brand Image) terutama pada citra Prodi Pendidikan Akuntansi maka akan semakin rendah pula Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY. Hasil tersebut memperkuat deskripsi teoritik yang disampaikan oleh Buchari Alma dan Ratih Hurriyati (2009:57) bahwa ketika perguruan tinggi mampu menciptakan image positif, maka masyarakat dapat membuat keputusan untuk mendaftarkan putra-putri mereka masuk perguruan tinggi yang bersangkutan. Selain itu juga menguatkan teori yang dikemukakan oleh Sutisna (2001), yang menjelaskan bahwa ada beberapa manfaat apabila suatu institusi atau perusahaan menampilkan citra positif, dengan citra positif terhadap suatu produk atau jasa itulah, maka akan timbul suatu kepercayaa. Lebih lanjut lagi Aaker (dalam Vranessevic: 2003) mengemukakan bahwa “ketika brand image dikelola dengan abik dengan cara memberikan perhatian lebih serta penciptaan merek yang kuat, hal tersebut akan menjadikan merek suatu produk menciptakan image dari produk itu sendiri di benak pikiran konsumen dan menjadikan motivasi dasar bagi konsumen dalam memilih suatu produk”.

Dalam dunia pemasaran sekarang ini, merek (brand) telah menjadi elemen yang sangat krusial yang berkontribusi terhadap kesuksesan sebuah organisasi pemasaran, baik perusahaan bisnis maupun penyedia jasa, organisasi lokal maupun global. Sebagai salah satu organisasi penyedia jasa, khususnya dalam bidang jasa pendidikan, program studi harus dapat memberikan kekuatan asosiasi merek, dimana informasi terkait dengan nilai-nilai (kualitas, manfaat, prospek, keunggulan, kekuatan, keunikan ataupun resiko) dari program studi tersebut. Dengan kombinasi elemen-elemen tersebut dapat menciptakan Brand Image yang kuat bagi konsumen yang akan terasosiasi kuat dalam benak pikiran konsumen yang menyebabkan suatu produk itu mempunyai daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Hasil penelitian ini juga memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ike Mety Wulandari (2013) yang berjudul “Pengaruh Brand Image dan Lokasi terhadap Keputusan Calon Mahasiswa Melanjutkan Studi di Perguruan Tinggi (Studi Kasus pada Siswa Kelas XII SMAN Jurusan IPS di Kota Jember)”. Hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh positif antara variabel Brand Image terhadap keputusan calon mahasiswa yang ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi positif sebesar 0,373 dengan C.R sebesar 2,084 dan probabilitas (p) sebesar 0,037.

2. Pengaruh Persepsi Biaya Pendidikan (X2) terhadap Minat Melanjutkan Studi pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY (Y) di kalangan Siswa Kelas XII IPS/IIS SMA Negeri di Gunungkidul Tahun Ajaran 2015/2016

Indikator tercakup dalam variabel X2 adalah biaya pendaftaran, biaya SPP per semester dan pengeluaran yang berkenaan saat menempuh perkuliahan. Dari ketiga indikator tersebut tercakup dalam 5 item pernyataan. Indikator pertama yang dijelaskan pada item 1 dan 4. 126 responden atau sebesar 60% menyatakan setuju biaya pendaftaran tidak terjangkau dan 135 responden atau 64,29% menyatakan tidak setuju jika biaya pendaftaran bukan menjadi pertimbangan ketika akan memilih Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY, sehingga bisa dikatakan biaya pendaftaran dinilai tidak terjangkau dan menjadi salah satu pertimbangan ketika akan memilih Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY. Untuk indikator kedua sebanyak 122 reponden atau 58,10% dari total responden menyatakan tidak setuju jika biaya pendidikan per semester dalam hal ini adalah SPP dengan sistem UKT tidak mahal, atau bisa dikatakan bahwa sebagian besar responden menganggap biaya SPP per sesmester tergolong mahal. Selanjutnya pada indikator ketiga yang dijelaskan dengan 2 item pernyataan nomor 3 dan 5, dimana responden sama-sama menyatakan setuju yaitu 117 responden atau 55,71% dan 106 reponden atau 50,48%, jika orang tua dapat memenuhi biaya kebutuhan selama kuliah dan biaya

hidup bukan menjadi salah satu penghalang yang mempengaruhi Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY.

Berdasarkan data tersebut dan dianalisis dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 21, diperoleh harga koefisien korelasi (rx1y) sebesar 0,108 dan koefisien determinasi ( sebesar 0,012 dengan signifikansi sebesar 0,120 (lebih besar dari 0,05). Setelah dilakukan uji t diperoleh thitung sebesar -1,563 pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,97149. Berdasarkan hasil analisis tersebut dengan desain penelitian dan sampel yang saya pilih, saya gagal menolak hipotesis yaitu bahwa terdapat pengaruh negatif namun tidak signifikan antara Persepsi Biaya Pendidikan terhadap Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY, sehingga hipotesis 2 tidak didukung untuk tingkat kepercayaan 95%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai Persepsi Biaya Pendidikan maka justru akan semakin rendah Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY, begitu sebalikanya jika semakin rendah nilai Persepsi Biaya Pendidikan maka akan semakin tinggi pula Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY. Hasil tersebut memperkuat deskripsi teoritik yang disampaikan oleh Kahneman and Tversky 1979 (dalam Wirawan, 2007 dalam

www.beritaiptek.com) atau yang sering disebut teori Prospect Theory. Menurut teori ini, reaksi individu terhadap suatu rangsangan akan lebih sensitif apabila individu tersebut merasa dirugikan dibanding ketika dia sedang merasa diuntungkan. Dalam konteks ini, konsumen dalam hal ini

adalah calon mahasiswa akan sensitif terhadap perubahan harga apabila mereka merasakan harga (biaya) sedang mahal dibandingkan ketika mereka merasakan harga sedang murah. Selain itu, menurut Agung Bawantara (2007: 5) mengemukakan bahwa “Ada 3 (tiga) pertimbangan dalam memilih program studi yaitu berdasarkan minat dan bakat, disesuaikan dengan kemampuan intelektual serta diselaraskan dengan kemampuan finansial keluarga”.

Kuliah di perguruan tinggi melibatkan berbagai komponen biaya yang cukup besar. Mulai dari uang pendaftaran, uang kuliah pokok, uang praktikum, uang buku, uang fasilitas kemahasiswaan, dan lain-lainnya. Besarnya biaya kuliah tersebut harus disesuaikan dengan sejauh mana kemampuan mereka menyekolahkan. Serta berdasar data penelitian yang diperoleh data mengenai kondisi ekonomi orang tua dimana bahwa diketahui bahwa petani merupakan perkerjaan mayoritas responden yaitu 31% dengan penghasilan dominan < Rp1.000.000 yaitu 42% diikuti 23% penghasilan orang tua responden berada pada kisaran Rp1.000.000 – Rp1.500.000. Dengan kondisi ekonomi kelurga tersebut besarnya biaya pendidikan khususnya biaya pendidikan di perguruan tinggi akan menjadi hal yang sensitif, mengingat kondisi reponden.

Hasil penelitian ini juga melemahkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Karina Pradityas Putri yang berjudul “Analisis Pengaruh Brand Image, Biaya Pendidikan, dan Fasilitas Pendidikan Terhadap Keputusan Mahasiswa Melanjutkan Studi Pada Program Diploma III

Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel biaya pendidikan (X2) memiliki nilai koefisien sebesar 0,107 (bertanda negatif) dengan tingkat signifikansi 0,120 (>0,05) dan thitung = 2,183, sehingga disimpulkan bahwa “Variabel Biaya Pendidikan memiliki pengaruh terhadap variabel Keputusan Melanjutkan Studi” atau hipotesisi yang pada penelitian yang dilakukan oleh Karina Pradityas Putri dapat diterima, namun pada penelitian yang saya lakukan menunjukkan pengaruh yang negatif.

3. Pengaruh Citra Merek (Brand Image) (X1) dan Persepsi Biaya Pendidikan (X2) terhadap Minat Melanjutkan Studi pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY (Y) di kalangan Siswa Kelas XII IPS/IIS SMA Negeri di Gunungkidul Tahun Ajaran 2015/2016

Berdasarkan hasil analisis regresi ganda yang diperoleh hasil koefisien korelasi (Ry(1,2)) sebesar 0,579, koefisien determinasi sebesar 0,335, sedangkan Fhitung sebesar 52,202 dan Ftabel sebesar 3,039508 (Fhitung > Ftabel) pada taraf signifikansi 5%, nilai signifikansi ketiga variabel secara bersama-sama sebesar 0,000 dimana (0,000<0,050) hal ini berarti bahwa variabel Citra Merek (Brand Image) dan Persepsi Biaya Pendidikan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY, sehingga hipotesis III didukung. Semakin tinggi Citra Merek (Brand Image), dan Persepsi Biaya Pendidikan maka akan semakin tinggi pula Minat

Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY dan sebaliknya.

Melalui analisis regresi ganda juga dapat diketahui bahwa koefisien determinasi sebesar 0,335. Hal ini berarti bahwa 33,5% Minat Melanjutkan Studi Pada Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY dipengaruhi oleh Citra Merek (Brand Image), dan Persepsi Biaya Pendidikan. Sedangkan, sisanya sebesar 66,5% dipengaruhi oleh faktor lain, baik itu berasal dari dalam diri siswa maupun faktor yang berasal dari luar diri siswa yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Dokumen terkait