• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Pada bagian ini akan dibahas mengenai hasil-hasil penelitian secara umum berupa hasil analisis kualitatif dan hasil analisis secara kuantitatif. Berdasarkan indikator yang telah diterapkan yaitu indikator keberhasilan kinerja dari penelitian ini adalah nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Tala-Tala Kabupaten Bantaeng meningkat dari siklus ke siklus berikutnya. Berdasarkan KKM (kriteria ketuntasan minimal), jika mendapat skor minimal 70 secara klasikal dan terdapat 80% siswa yang tuntas dari keseluruhan siswa. Hasil ini akan memberikan gambaran tentang hasil belajar membaca cepat siswa setelah diterapkan metode Super Quick Reading pada kelas V SDN 20 Tala-Tala Kabupaten Bantaeng.

Seperti yang diungkapkan oleh Hidayanti (2016) yang berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat dengan Menggunakan Metode Speed Reading dan Talking Stick pada Kelas III SDN I Banyu Urip Kecamatan Gerung dengan hasil penelitian yaitu pada siklus I kecepatan rata-rata siswa 39 kata per menit, pada siklus II terdapat peningkatan menjadi ratarata 75 kata per menit. Pada siklus I siswa yang mampu membaca minimal 75 kata per menit adalah 34,7 %, pada siklus II naik menjadi 83,3 %. Dalam memahami isi bacaan pada siklus I siswa yang mempunyai nilai diatas 70 ada 17,3 %, pada siklus II naik menjadi 50 %. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa melalui penerapan metode Speed Reading dan Talking Stick mampu meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa.

Sejalan dengan itu Soraya B (2016) yang berjudul Efektifitas Penerapan Metode Membaca Cepat Terhadap Kemampuan Memahami Isi Bacaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Peserta Didik Kelas V SD Muhammadiyah Berua II Makassar Tahun Ajaran 2016/2017. Dalam penelitian ini, ada dua pembagian kelas yakni kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa penerapan metode membaca cepat berpengaruh terhadap kemampuan memahami isi teks bacaan. Hal ini juga ditunjukkan dari hasil nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen adalah sebesar 61,75 setelah diberi perlakuan dengan metode membaca cepat nilai post-test kelas eksperimen mengalami peningkatan menjadi 83,75. Sedangkan hasil nilai rata-rata pre-test kelas kontrol adalah sebesar 68,25 setelah diberi perlakuan dengan metode konvensional nilai post test kelas kontrol mengalami peningkatan menjadi 75,50.

Meskipun kedua kelompok menunjukkan adanya peningkatan akan tetapi pada nilai post-test lebih tinggi peningkatannya dibandingkan nilai pre-test.

Kemudian juga pada penelitian yang dilakukan oleh Rosmawarni Ismi F (2012) yang berjudul Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Melalui Metode Speed Reading Pada Siswa Kelas V MI Al-Hidayah Ngadirojo Ampel Boyolali Tahun Ajaran 2012/2013. Dalam penilitan ini, dilakukan dengan menggunakan 3 siklus, maka hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan jika dibandingkan antara hasil tes pada pembelajaran pra siklus (belum menggunakan metode speed reading) dengan hasiltes pada pembelajaran siklus I dan siklus II yang telah menggunakan metode speed reading. Rata-rata

60

kemampuan membaca pada prasiklus = 68,4 kpm; rata-rata pada siklus I = 81,4;

dan rata-rata pada siklus II = 106,7 kpm.

Hasil analisis data menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar membaca cepat siswa kelas V SDN 20 Tala-Tala Kabupaten Bantaengyang diajar melalui penerapan metode Super Quick Reading. Pada siklus I keterampilan membaca cepat mencapai nilai 22,2% dengan nilai rata-rata sebesar 56,67 dan siklus II keterampilan membaca cepat mencapai nilai 88,9% dengan nilai rata-rata sebesar 83,33. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar membaca cepat siswa yang diajar melalui penerapan metode Super Quick Reading mengalami peningkatan nilai dari siklus I ke siklus II.

Pada siklus I peneliti lebih mendorong siswa untuk mencintai pelajarannya terlebih dahulu, selama kegiatan pembelajaran berlangsung siswa yang sebelumnya menanggapi pelajaran dengan tidak serius, mulai ada kemauan untuk mengikuti pelajaran. Hal ini disebabkan adanya tugas yang diberikan pada setiap akhir pertemuan sampai pada akhir siklus I telah dapat terlihat kesenangan pada siswa untuk mengikuti pembelajaran tersebut. Akibatnya hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata 56,67 dan jika dimasukkan ke dalam kategori skala lima berada pada kategori rendah.

Setelah diadakan refleksi kegiatan pada siklus I, maka dilakukan beberapa perbaikan kegiatan yang dianggap perlu, salah satunya memperbanyak kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan dan berpendapat. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan semangat belajar siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada siklus II.

Pada siklus II, terlihat bahwa kemauan Siswa untuk belajar mengalami peningkatan, dimana siswa yang dulunya belum mampu menjawab pertanyaan yang ditanyakan peneliti, kini sudah mulai berlomba-lomba untuk menjawab pertanyaan. siswa juga sudah percaya diri untuk mengeluarkan pendapatnya dan menjelaskan serta memaparkan jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Setelah diberikan tes akhir siklus II, nilai rata-rata yang dicapai adalah 83,33 dan jika dimasukkan ke dalam kategori skala lima berada pada kategori tinggi dibandingkan dengan akhir siklus I.

Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa dengan menerapkan metode Super Quick Reading pada kelas V SDN 20 Tala-Tala Kabupaten Bantaeng mengalami peningkatan dan Setelah melihat hasil penelitian yang telah dianalisis dapat diketahui bahwa hasil belajar membaca cepat siswa kelas V SDN 20 Tala-Tala Kabupaten Bantaeng setelah diterapkan metode Super Quick Reading dalam pembelajaran membaca cepat ternyata mengalami peningkatan. Hal ini dapat kita lihat pada nilai rata-rata siswa setelah penerapan metode Super Quick Reading siklus I dan siklus II mengalami peningkatan dari 56,67 menjadi 83,33. Jika dimasukkan ke kategori skala lima peningkatan hasil belajar membaca cepat meningkat dari rendah ke tinggi.

Selain itu terjadi pula perubahan pada pola belajar siswa di mana semakin banyak siswa mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peneliti, dan semakin banyak siswa yang mengerjakan tugas yang yang diberikan. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran dengan menerapkan metode Super Quick Reading semula kaku dengan langkah-

62

langkahnya akhirnya siswa dapat tertarik dan senang dengan model tersebut.

ketertarikan dan dorongan siswa yang dimiliki tersebut, maka dengan sendirinya meningkatkan hasil belajar membaca cepat. Dan hasil penelitian ini dapat membuktikan bahwa dengan menerapkan metode Super Quick Reading dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran membaca cepat. Meskipun kita ketahui bahwa tidak semua guru mampu melaksanakan dan menerapakan pembelajaran ini, akan tetapi hal ini dapat dijadikan salah satu alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran membaca cepat.

Hasil analisis deskriptif aktivitas kemampuan membaca cepat siswa kelas V SDN 20 Tala-Tala Kabupaten Bantaeng. Jika dibandingkan hasil observasi siklus I dan siklus II, persentase rata-rata jumlah siswa yang aktif dalam membaca cepat (super) meningkat dari 55,6% menjadi 83,3%, siswa yang aktif dalam menyusun pertanyaan (quick) meningkat dari 59,4% menjadi 94,4%, siswa yang aktif dalam membaca bacaan (reading) meningkat dari 59,4% menjadi 94,4%.

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi, maka disimpulkan bahwa penelitian dihentikan pada siklus II, target penelitian sebesar 85% sudah terpenuhi.

63

BAB V

Dokumen terkait