BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Perkuliahan daring pada saat ini merupakan kebijakan yang tepat dan telah dilaksanakan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Kebijakan ini dilaksanakan berdasarkan dengan SE (Surat Edaran) Rektor yang dilaksanakan sejak Maret 2020 sampai sekarang. Perkuliahan daring yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar dilaksanakan oleh dosen dengan persiapan
sepertimenyiapkan RPS, materi atau bahan perkuliahan, mengupload materi perkuliahan, laptop dan jaringan yang memadai. Implementasi Perkuliahan daring di Universitas Muhammadiyah Makassar sudah efektif menggunakan fasilitas media pembelajaran secara online.Hasil penelitian yang penulis lakukan memiliki perbedaan dengan hasil penelitian sebelumnya oleh Hanum & Yanuarita (2020) yang menyatakan proses belajar daring di Kabupaten Jombang masih belum mencapai tingkat efektivitas yang diharapkan. Keterbatasan sarana dan prasarana penunjang menjadi salah satu kendala yang menyebabkan ketidakefektifan belajar daring.Menurut Arief S. Sadiman media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan perhatian, dan kompetensi serta perhatian mahasiswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.Media pembelajaran online adalah media yang dilengkapi dengan beberapa fitur pembelajaran sehingga pengguna dapat mengakses, mengendalikan media tersebut disesuaikan dengan kebutuhannya.Implementasinya di lapangan, perkuliahan daring yang telah dilaksanakan menggunakan beberapa media daring seperti Google Meet, Zoom, Google Class Room, Group WA dan SPADA menuntut mahasiswa untuk ikut serta aktif, tidak hanya menerima materi yang diberikan oleh dosen pengampu saja namun dapat mencari tambahan referensi. Hal ini dikarenakan dalam perkuliahan daring substansi materi dimungkinkaan masih terbatas terkait dengan media yang dipergunakan.Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Muhammadiyah Makassar dimungkinkan tidak mengikuti secara aktif perkuliahan daring tersebut.Hal ini sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh Hamzah & Nina yang menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran perlu proaktif, mahasiswa didorong untuk lebih aktif bukan hanya mengandalkan materi dari dosen saja.Dalam kegiatan pembelajaran dikampus, mengacu hal tersebut maka mahasiswa dengan adanya perkuliahan daring ini dituntut untuk proaktif tidak hanya mengandalkan materi-materi dari dosen pengampu mata kuliah saja.Hal ini merupakan manfaat dari perkuliahan daring yaitu bersifat mandiri dan menimbulkan interaksi yang tinggi.
2. Komunikasi Antar Organisasi dan Penguatan Aktivitas
Komunikasi dan interaksi menjadi hal yang penting dalam setiap pelaksanaan perkuliahan daring mulai dari komunikasi atau interaksi pimpinan universitas dengan fakultas, interaksi fakultas dengan prodi, prodi dengan dosen serta dosen dengan mahasiswa.Untuk itu agar pelaksanaan perkuliahan daring ini dapat berjalan efektif. Pihak universitas memberikan pelatihan media pembelajaran khususnya pelatihan SPADA yang dilaksanakan selama enam kali pelatihan yang dilakukan tiga kali dalam satu semester, pelatihan juga dilakukan oleh pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan memberikan pelatihan mengisi absen online. Interaksi menjadi hal yang penting dalam setiap proses perkuliahan daring yang disampaikan oleh dosen dan mahasiswanya. Hal ini sesuai konsep dari pembelajaran yang merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar di
tingkat perguruan tinggi dilakukan oleh pihak dosen sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau mahaiswa. Dalam proses perkuliahan yang dilakukan secara daring ini dari hasil penelitian yang penulis lakukan, informan dari Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara bahwa interaksi yang diperoleh dari perkuliahan daring interaksi yang terjalin belum efektif dibandingkan dengan interaksi secara langsung atau offline.Hal ini dikarenakan kurangnya keakraban yang terjalin selama perkuliahan daring antar dosen dengan mahasiswa yang menggunakan perantara media dalam penyampaian pesan pembelajarannya.
Pada pembelajaran komponen pembelajaran di perguruan tinggi yang terpenting adalah adanya dosen dan mahasiswa yang saling berinteraksi, saling mendukung, saling menunjang dengan tujuan agar capaian pembelajaran dapat tercapai atau tercapai hasil belajar yang maksimal selama pelaksanaan perkuliahan daring ini diterapkan. Menurut Bafadal pembelajaran merupakan proses dari kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien. Jogiyanto menyatakan bahwa pembelajaran merupakan proses dari adanya interaksi sehingga menimbulkan dampak atau perubahan yang sifatnya sementara. Dari tujuan pembelajaran tersebut jika dilihat dari hasil penelitian yang telah penulis peroleh dapat diperoleh hasil bahwa perkuliahan daring di Universitas Muhammadiyah Makassar interaksi yang terjalin antar dosen dan mahasiswa masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan waktu yang terbatas dalam penyampaian materi secara daring, terhambatnya sinyal sehingga mahasiswa ada kemungkinan tidak mengikuti
perkuliahan secara utuh dari dosen, tempat tinggal mahasiswa yang kurang kondusif.Hasil penelitian yang peneliti lakukan ini juga mendukung hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Raimanu (2020) yang menyatakan bahwa sebagian besar mahasiswa belum memiliki kesiapan infrastruktur yang memadai untuk perkuliahan daring.kemudian responden lebih menyukai pembelajaran gabungan antara self-paced learning dan video conferencing.
Menurut psikolog Fiona Damanik, yang merupakan psikolog dari Student Support Universitas Multimedia Nusantara yang menyatakan pembelajaran daring awalnya mungkin disambut dengan baik namun lama kelamaan mahasiswa mulai jenuh.Hal ini terjadi karena adanya perubahan kebiasaan yang terjadi pada mahasiswa.Mahasiswa yang menjalankan perkuliahan daring kembali jenuh dengan rutinitas yang harus dilakukan setiap hari.Mahasiswa banyak yang kehilangan kefokusan dalam pembelajaran daring karena minimya faktor yang mendorong mahasiswa fokus dalam belajar seperti kesenangan terhadap pembelajaran yang dilakukan dan adanya aturan yang mengharuskan mengikuti perkuliahan daring tersebut setiap waktu.
Efektivitas dari perkuliahan daring di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar ini dilihat komunikasi atau interaksi antar agen pelaksana, dan sikap atau respon para agen pelaksana sudah berjalan dengan efektif. Hal ini diperoleh dari Capaian Pembelajaran yang sudah tercapai.Hal ini didukung dari hasil wawancara peneliti
dengandosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang menyatakan bahwa pencapaian pembelajaran dalam perkuliahan daring ini sudah tercapai dengan melihat poin-poin pada rancangan pembelajaran semester yang sudah tercapai.Hal ini didukung pula dari hasil wawancara peneliti dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang menyatakan bahwa dengan mengikuti perkuliahan daring mahasiswa dapat mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan baik.Hanya saja terkait kemampuan mahasiswa dalam menerima dan memahami materi masih kurang maksimal dikarenakan mahasiswa terbiasa dengan pembelajaran tatap muka dan kurangnya waktu untuk ruang diskusi selama menggunakan media daring.
3. Kondisi Sosial dan Ekonomi Mahasiswa
Dalam implementasi kebijakan perkuliahan daring di Universitas Muhammadiyah Makassar lingkungan sosial dan ekonomi mahasiswa juga menjadi kendala dalam pelaksanaan kebijakan ini.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sinyal internet disetiap daerah berbeda-beda sehingga menjadi kendala utama dalam perkuliahan daring.Hal ini dikarenakan banyak mahasiswa yang berada di daerah dan sulit mendapatkan sinyal internet sehingga terhambat dalam menerima materi yang diberikan oleh dosen.Hambatan tersebut diantaranya adalah materi yang diterima terlambat, keterlambatan dalam mengumpulkan tugas, pada saat mengikuti kuliah tiba-tiba sinyal hilang dll. Hal ini di dukung pula oleh ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara yang menyatakan bahwa hambatan teknis yang terkait sinyal internet ini adalah hambatan yang tidak dapat
dikendalikan dan menjadi maklum karena belum semua daerah dapat menikmati fasilitas dengan baik terutama diluar kota Makassar. Lingkungan tempat tinggal mahasiswa yang kurang kondusif, kurang kuatnya sinyal di daerah pelosok dan mahalnya biaya kuota adalah tantangan tersendiri dalam pelaksanaan perkuliahan daring. Begitu juga dengan hasil penelitian yang telah peneliti peroleh diperoleh hasil bahwa pada perkuliahan daring di Universitas Muhammadiyah Makassar hambatan yang dialami adalah lingkungan tempat tinggal yang kurang kondusif, dan sinyal internet yang masih belum dapat diakses oleh mahasiswa dengan baik. Hal ini dikarenakan banyak mahasiswa yang berada di daerah yang sinyal internetnya kurang maksimal.Tentu saja hal ini berdampak pada keaktifan dari mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Makassar.Hasil penelitian yang peneliti peroleh ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Gian Huryadhi (2021) pada implementasi kebijakan pendidikan pada masa pandemi Covid 19 terdapat beberapa faktor penghambat yaitu tidak maksimalnya pembelajaran dari rumah dikarenakan orangtua yang kurang mendampingi anaknya, minimnya antusias siswa, serta kendala kuota sinyal internet yang kurang memadai terutama di desa-desa.
4. Disposisi Implementor
Perkuliahan daring merupakan perkuliahan secara jarak jauh yang memanfaatkan teknologi sehingga memudahkan bagi dosen dan mahasiswa untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar.Dalam
implementasinya sesuai dengan hasil penelitian yang penulis dapatkan perkuliahan daring ini mendapatkan dukungan dari pihak universitas, fakultas dan juga program studi. Diantaranya adalah adanya kuota gratis dari pemerintah yang didapatkan oleh mahasiswa dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.Menurut penulis, terkait adanya kebijakan kuota internet ini adalah kebijakan yang baik yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan dosen karena penggunaan kuota internet selama kuliah daring sangat besar karena mahasiswa mengikuti beberapa mata kuliah yang semua dilaksanakan secara daring.Dukungan selanjutnya adalah adanya pelatihan oleh pihak Universitas dan Fakultas kepada dosen sehingga membantu dosen dalam mengaplikasikan media pembelajaran selama perkuliahan daring.Oleh karena itu dengan adanya bantuan dari pihak kampus sangat membantu.Dukungan dari agen pelaksana (Pimpinan Universitas) dengan aktor aktor yang teribat (LP2AI, Fakultas dan Prodi) ini memberikan hasil yang sangat maksimal dengan meraih penghargaan Anugrah SPADA 2021.Hasil penelitian yang penulis lakukan ini juga mendukung hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Sadikin (2020) yang menyatakan bahwa pembelajaran jarak jauh mendorong munculnya perilaku social distancing dan meminimalisir munculnya keramaian mahasiswa sehingga dianggap dapat mengurangi potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan perguruan tinggi. Implementasi kebijakan menurut Van meter dan van horn dalam Daddy Mulyadi (2018) Sumber daya, Komunikasi antar organisasi dan penguatan aktivitas, kondisi
sosial dan ekonomi serta disposisi implementor. Dari semua aspek tersebut sudah terlaksana dengan baik.Tetapi ada beberapa aspek yang harus dibenahi untuk menunjang pelaksanaan perkuliahan daring yang lebih efisien dan efektif.
88
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Perkuliahan Daring di Universitas Muhammadiyah Makassar penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Sumber daya, Proses pelaksanaan perkuliahan dilakukan oleh dosen dengan
memberikan materi dan tugas kepada mahasiswa menggunakan media seperti SPADA, Zoom, Google Meet, Google Classroom dan WA Group.
2. Komunikasi Antar Organisasi dan Penguatan Aktivitas, sudah dilaksanakan oleh para agen pelaksana, capaian pembelajaran hasilnya juga sama dengan perkuliahan tatap muka hanya saja interaksi antar dosen dan mahasiswa yang belum maksimal dikarenakan kurangnya waktu untuk ruang diskusi selama menggunakan media daring.
3. Sosial dan Ekonomi Mahasiswa, dalam pelaksanaan perkuliahan daring lingkungan tempat tinggal mahasiswa belum optimal mendukung pelaksanaan perkuliahan daring dikarenakan sinyal internet yang masih terbatas disetiap daerah.
4. Disposisi Implementor, adanya dukungan dari pemerintah dengan memberikan layanan gratis kuota internet, adanya dukungan dari pihak Universitas dan Fakultas dengan memberikan pelatihan media pembelajaran kepada dosen khusunya media pembelajaran SPADA.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas terkait Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Perkuliahan Daring di Universitas Muhammadiyah Makassar penulis memberikan saran sebagai berikut :
1. Diharapkan kepada Pemerintah khususnya Kemendikbud untuk melanjutkan pembagian bantuan kuota data internet untuk dosen dan mahasiswa serta diharapkan pembagian kuota internet ini lebih merata dalam pembagiannya baik kepada dosen maupun mahasiswa
2. Diharapkan bagi pihak Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar dalam pelaksanaan perkuliahan daring ini dapat meningkatkan pemberian bantuan kuota/potongan BPP bagi mahasiswa yang kurang mampu sebagai bentuk dukungan dalam proses perkuliahan daring.
3. Diharapkan kepada seluruh mahasiswa agar mengikuti perkuliahan secara efektif karena sebagai sasaran dalam pelaksanaan perkuliahan daring ini oleh karena itu perlu kembali ditingkatkan demi tercapainya tujuan pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Arief S Sadiman, dkk. 2006. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo, hlm. 7 Agustino, L. (2008). Dasar-Dasar Kebijakan Publik. Alfabeta.
Daddy, M. (2018). Studi Kebijakan Publik dan Pelayanan Publik. Alfabeta.
Deddy, M. (2015). Studi Kebijakan Publik dan Pelayanan Publik: Konsep dan Aplikasi Proses Kebijakan Publik dan Pelayanan Publik. Alfabeta.
Eko, K. (2017). Efektifitas model pembelajaran daring pada perkuliahan bahasa indonesia di perguruan tinggi. Jurnal Pendidikan Dan Sastra Dalam Bahasa Indonesia/ILE & E/, 3, 1.
Firman. 2020. Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19. Vol 2 No 2 (2020): Indonesian Journal of Educational Science (IJES), hlm. 1.
fitri. (2020). Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (Daring) Bagi Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19. Universitas Islam Indonesia.
Gian Huryadhi. (2021). Implementasi kebijakan Pendidikan No 4 Pada masa Pandemi Covid-19 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat Tahun 2020. Universitas Muhammadiyah Mataram.
Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo. 2011. Teknologi Komunikasi & Informasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, hlm. 70.
Hartanto, W. (2016). Penggunaan E-Learning Sebagai Media Pembelajaran. 3.
Hanum, F., & Yanuarita, H. A. (2020). Efektivitas Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) Selama Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Jombang. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 4(4). https://doi.org/10.36312/jisip.v4i4.1559 Ibrahim Bafadal. 2005. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi
Aksara, hlm. 11.
Jogiyanto. 2007. Sistem Informasi Keperilakuan. Edisi Revisi. Yogyakarta: Andi Offset, hlm. 12
Kadji, Y. (2015). Formulasi dan Impelementasi Kebijakan Publik. UNG Press.
Kartika. (2018). Model pembelajaran daring. Jurnal Pengasuhan Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 27.
Manongga, K. A., Kasenda, V., & Monintja, D. K. (2021). Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Penerapan Pembelajaran Daring Di Kabupaten Kepulauan
Talaud. Jurnal Governance, 1(1), 1–8.
Mustofa, Chodzirin, & Sayekti. (2019). Perumusan Pola Belajar Daring Sebagai Upaya Menekan Ketimpangan Mutu pendidikan Tinggi. Jurnal Teknologi Informasi, 1, 154.
Novita Arnesi dan Abdul Hamid K. 2015. Penggunaan Media Pembelajaran Online –Offline dan KomunikasiInterpersonal Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris.Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 2, No. 1, Juni 2015, hlm. 88.
Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Santoso, P. B., Wijayanti, L. M., Choi, C.
H., & Putri, R. S. (2020). Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar.EduPsyCouns:
Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(1), 1–12.
Raimanu, G. (2020). Persepsi Mahasiswa terhadap implementasi pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 (studi pada Mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Sintuwu Maroso). Jurnal Ekomen, 19(2), 1–9.
Sahya, A. (2016). Ilmu Administrasi Negara Kajian Konsep, Teori dan Fakta dalam Upaya Menciptakan Good Governance. Pustaka Setia.
Sadikin, A., & Hamidah, A. (2020). Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19. Biodik, 6(2), 214–224. https://doi.org/10.22437/bio.v6i2.9759 Suharno. (2013). Dasar-Dasar Kebijakan Publik: kajian proses dan analisa
kebijakan. UNY Press.
Suradji, M. (2018). Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Bidang Kesiswaan, Kepegawaian dan Keuangan di SMA Muhammadiyah 1 Gresik. 1(2), 127–151.
Widodo, J. (2018). Analisis Kebijakan Publik : Konsep dan Aplikasi Analisis Proses Kebijakan Publik. Media Nusa Creative.
L A M
P
I
R
A
N
Lampiran 1 : Surat Izin Penelitian 1. Surat Pengantar Penelitian Fakultas
2. Izin Penelitian LP3M Universitas Muhammadiyah Makassar
Lampiran 2 : Foto Dokumentasi
Wawancara bersama Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Aktivitas Instruksioanal (LP2AI) Bapak Nasrun, S.Pd., M.Pd
Wawancara bersama Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik IbuDr. Hj.
Ihyani Malik, S.Sos, M.Si
Wawancara bersama Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara BapakDr. Nur Wahid, S.Sos., M.Si
Wawancara bersama Dosen Ilmu Administrasi Negara Bapak Dr. Jaelan Usman, M.Si
Wawancara bersama Dosen Ilmu Pemerintahan Bapak Ahmad Harakan, S.IP., M.H.I.
Wawancara bersama Dosen Ilmu Pemerintahan Bapak Hardianto Hawing, S.T., M.A.
Wawancara bersama Dosen Ilmu Komunikasi Bapak Syukri, S.Sos., M.Si.
Wawancara bersama Dosen Ilmu Komunikasi Ibu Arni, S.Kom., M.I.Kom
Wawancara bersama Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Diva Fhadillah Azzahra
Wawancara bersama Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Busri
Wawancara bersama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Muh Yusril
Wawancara bersama Mahasiswa Ilmu PemerintahanMuslihah Muhayyan
Wawancara bersama Mahasiswa Ilmu KomunikasiIrmawan Putra Dawan
Penghargaan Perguruan Tinggi Swasta Klaster 1 Pembelajaran Daring
Bukti Bebas Plagiasi