• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.7 Pembahasan Hasil Penelitian

Sesuai dengan hasil jawaban responden atas pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan terkait dengan variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian, dan hasil pengujian secara statistik terhadap hipotesis yang diajukan, maka dapat disesuaikan beberapa hal yang merupakan temuan-temuan dalam penelitian.

R Square sebesar 0,881 berarti 88,1% faktor-faktor Keputusan Pembelian bika ambon Ahun di kota Medan dapat dijelaskan oleh Merek, Kemasan, Layanan Pelengkap, Jaminan dan Label Halal. Sedangkan sisanya 11,9% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4.7.1 Pengaruh Merek Terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan uji T Terlihat bahwa variabel Merek (X1) mempunyai nilai thitung (3,247) >ttabel (1,991)yang berarti Hoditolak dan Ha diterima. Sedangkan nilai signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai signifikan 0,002<

0,05.Dengan demikian dapat disimpulkan variable Merek (X1) berpengaruh positif dansignifikan terhadap Keputusan Pembelian bika ambon Ahun Medan pada α = 5%.

Hal ini sejalan dengan pendapat ahli Kotler (2008:152) menyatakan bahwa atribut produk adalah dimana salah satunya adalah merek yang merupakan suatu komponen dari sifat-sifat produk yang menjamin agar produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginanpembeli.Merek, merupakan nama, istilah, tanda, simbol atau lambang, desain, warna, gerak atau kombinasi atribut produk lain yang diharapkan dapat memberikan identitas dan differensiasi terhadap produk lainnya. Hal ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya Vivi Rahmawati (2015), Hasil penelitian menunjukkan bahwa merek berpengaruh secara langsung signifikan terhadap keputusan pembelian.

4.7.2 Pengaruh Kemasan Terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan uji T Terlihat bahwa variabel Kemasan (X2) mempunyai nilai thitung (2,638) >ttabel (1,991)yang berarti Hoditolak dan Ha diterima.

Sedangkan nilai signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai signifikan 0,010< 0,05.Dengan demikian dapat disimpulkan variable Kemasan (X2) berpengaruh positif dansignifikan terhadap Keputusan Pembelian bika ambon Ahun Medan pada α = 5%.

Hal ini sejalan dengan pendapat (Mowen & Minor, 2002:

312)Kepercayaan konsumen (consumer beliefs) adalah semua pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen dan semua kesimpulan yang dibuat konsumen tentang obyek, atribut, dan manfaatnya.Obyek dapat berupa produk, orang perusahaan dan segala sesuatu dimana seseorang memiliki kepercayaan atau sikap. Atribut (attributes) adalah karakteristik atau fitur yang mungkin dimiliki atau tidak dimiliki oleh obyek. Terdapat dua jenis atribut, pertama atribut intrinsik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat actual produk, yang kedua atribut ekstrinsik segala sesuatu yang diperoleh dari aspek eksternal produk, seperti nama merek, kemasan, dan label. Hal ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya Vivi Rahmawati (2015), Hasil penelitian menunjukkan bahwa merek berpengaruh secara langsung signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya Vivi Rahmawati (2015).

4.7.3 Pengaruh Layanan Pelengkap Terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan uji T Terlihat bahwa variabel Layanan Pelengkap (X3) mempunyai nilai thitung (0,850) <ttabel (1,991)yang berarti Hoditerima dan Ha ditolak. Sedangkan nilai signifikan lebih besar dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai signifikan 0,398> 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan variable Layanan Pelengkap (X3) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Keputusan Pembelian bika ambon Ahun Medan pada α = 5% artinya tidak ada pengaruh Layanan Pelengkap terhadap Keputusan pembelian konsumen di toko bika ambon Ahun Medan.

Hal ini tidak sejalan dengan para ahli yaitu Swasta dan Sukotjo (2008:18)

menyatakan bahwa suatu sifat yang kompleks, baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestasi perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan. Dari definisi tentang produk diatas pada dasarnya semua pendapat memberi suatu makna yaitu produk adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia, baik yang dapat diraba atau nyata maupun tidak dapat diraba atau jasa atau layanan. Hal ini juga tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya Vivi Rahmawati (2015), Hasil penelitian menunjukkan bahwa merek berpengaruh secara langsung signifikan terhadap keputusan pembelian.

4.7.4 Pengaruh Jaminan Terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan uji T Terlihat bahwa variabel Jaminan (X4) mempunyai nilai thitung (3,056) >ttabel (1,991)yang berarti Hoditolak dan Ha diterima. Sedangkan nilai signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai signifikan 0,003<

0,05.Dengan demikian dapat disimpulkan variable Jaminan (X4) berpengaruh positif dansignifikan terhadap Keputusan Pembelian bika ambon Ahun Medan pada α = 5%.

Hal ini sejalan dengan penelitian Dwi,Jumeri dan Affan (2014) dimana hasil Penelitian menunjukkan label jaminan mutu pada produk olahan pangan nabati dan hewani yang meliputi label halal memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, sehingga produsen dapat mempertimbangkan pencantuman label.

4.7.5 Pengaruh Label Halal MUI Terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan uji T terlihat bahwa variabel Label Halal MUI (X5) mempunyai nilai thitung (11,580) >ttabel (1,991)yang berarti Hoditolak dan Ha diterima. Sedangkan nilai signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai signifikan 0,000< 0,05.Dengan demikian dapat disimpulkan variable Label Halal (X5) berpengaruh positif dansignifikan terhadap Keputusan Pembelian bika ambon Ahun Medan pada α = 5%.

Hal ini sejalan dengan penelitian Wahyu dimana hasil penelitian bahwa Label halal yang terdapat pada kemasan produk kosmetik wardah memiliki hubungan yang signifikan terhadap keputusan membeli. Ditunjukkan dengan nilai 0,666 > r tabel (0,207).

Hal ini sejalan dengan pendapat ahli yaitu Label merupakan bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dan penjual.

Sebuah label bisa merupakan bagian dari kemasan, atau bisa pula merupakan artikel (tanda pengenal) yang menempel atau melekat pada produk. Secara garis besar terdapat tiga macam label (Stanton, et al (1994) dalam Wahyu (2013: 16),

Hal ini juga sejalan dengan peraturan pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang label halal dan iklan pangan menyebutkan label adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan kedalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan.Setiap orang yang memproduksi pangan yang dikemas dalam wilayah Indonesia untuk diperdangankan wajib mencantumkan label di dalam, dan atau di kemasan pangan. Label dimaksud

tidak mudah lepas dari kemasan pangan yang mudah di lihat dan dibaca.

Menurut peraturan Pemerintah Pasal 10 Nomor 69, setiap orang yang memproduksi atau memasukkan pangan yang dikemas ke dalam wilayah Indonesia untuk diperdangankan dan menyatakan bahwa pangan tersebut halal bagi umat Islam, bertanggung jawab atas kebenaran tersebut dan wajib mencantumkan keterangan atau tulisan halal pada label.

4.7.6 Pengaruh Merek, Kemasan, Layanan Pelengkap, Jaminan dan Label Halal MUI Terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan uji F terlihat bahwa nilai Fhitung sebesar 114,464 sedangkan pada tingkat kepercayaan 95% (α =0,05) adalah 2,333. Ini berarti

Fhitung114,464> Ftabel2,333 yaitu Ha diterima dan Ho ditolak. Untuk tingkat signifikansinya 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa variabel Merek, Kemasan, Layanan Pelengkap, Jaminandan Label Halal MUI secara bersama-sama (secara serempak) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian bika ambon Ahun.

Hal ini sejalan dengan pendapat ahli Kotler (2008: 231)bahwa produk adalah suatu sifat yang kompleks dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestasi perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembelian untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan. Batasan produk adalah suatu yang dianggap memuaskan kebutuhan dan keinginan. Produk dapat berupa suatu benda (object), rasa (service), kegiatan (acting), orang (person), tempat (place), organisasi dan gagasan dimana suatu produk akan mempunyai nilai lebih dimata konsumen, jika memiliki keunggulan dibanding dengan produk lain yang sejenis.

nilai Ftabel

Hal ini juga sejalan dengan Swasta dan Sukotjo (2008:18) menyatakan bahwa suatu sifat yang kompleks, baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestasi perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan. Dari definisi tentang produk diatas pada dasarnya semua pendapat memberi suatu makna yaitu produk adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia, baik yang dapat diraba atau nyata maupun tidak dapat diraba atau jasa atau layanan.

Dengan adanya atribut yang melekat pada suatu produk yang digunakan konsumen untuk menilai dan mengukur kesesuaian karakteristik produk dengan kebutuhan. Bagi perusahaan dengan mengetahui atribut-atribut apa saja yang bisa mempengaruhi keputusan pembelian maka dapat ditentukan strategi untuk mengembangkan dan menyempurnakan produk agar lebih memuaskan konsumen.

BAB V

Dokumen terkait