• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen TESIS. Oleh. AHMAD JUFRI HARAHAP /Akt (Halaman 92-98)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.7. Pembahasan Hasil Penelitian

5.7.1. Pengaruh kapasitas sumber daya manusia terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah

Pengujian pengaruh variabel kapasitas sumber daya manusia terhadap variabel nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah menggunakan uji t dan diperoleh hasil tingkat signifikansi variabel KSDM sebesar 0,829 yang lebih besar dari α = 0,05 dan koefisien regresi 0,027. Hal ini menunjukkan bahwa KSDM berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah.

Faktor pengalaman bekerja sebagai pegawai pembuat laporan keuangan dan sebagai kasubbag keuangan/pejabat penatausahaan keuangan SKPD lebih diutamakan daripada latar belakang pendidikan dan hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Indriasari (2008) dimana hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kapasitas sumber daya manusia tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah Pemerintah Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir. Hal ini disebabkan kondisi kapasitas sumber daya manusia masih kurang dari sisi jumlah maupun kualifikasinya. Dari sisi jumlah beberapa SKPD yang ada hanya memiliki satu pegawai akuntansi. Dari sisi kualifikasi, sebagian besar pegawai subbagian keuangan/akuntansi tidak memiliki latar belakang pendidikan akuntansi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak pegawai yang tidak memiliki latar belakang pendidikan akuntansi, yaitu sebanyak 71 orang (68,3%) dan pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi hanya 33 orang (31,7%). Karena banyaknya pegawai yang tidak memiliki latar belakang

pendidikan akuntansi, maka untuk pembuatan dan penyajian laporan keuangan SKPD, dalam hal ini laporan keuangan dibuat oleh pegawai bagian akuntansi pada SKPKD/Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sehingga diperlukan perekrutan kembali pegawai baru yang berpendidikan akuntansi untuk mendukung kinerja yang optimal dalam meningkatkan nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara.

5.7.2. Pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah

Pengujian pengaruh variabel pemanfaatan teknologi informasi terhadap variabel nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah menggunakan uji t dan diperoleh hasil tingkat signifikansi variabel PTI sebesar 0,925 yang lebih besar dari α = 0,05 dan koefisien regresi 0,011. Hal ini menunjukkan bahwa PTI berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi sudah digunakan dalam pembuatan laporan keungan namun belum optimal dalam pembuatan laporan keuangan secara online. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih terkendala dengan pelaporan keuangan yang terintegrasi secara online disebabkan belum tersedianya sistem dan jaringan internet yang terhubung pada setiap SKPD dan kendala dana yang terbatas untuk membangun sistem dan jaringan yang terintegrasi secara online. Sehingga informasi pelaporan keuangan belum dapat diakses setiap waktu dan hanya dapat diinformasikan setelah selesai pembuatan laporan keuangan pada akhir tahun anggaran.

Pengaruh pemanfaatan teknologi informasi secara parsial berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah sesuai dengan penelitian terdahulu dari Indriasari (2008) dimana hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah Pemerintah Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir.

5.7.3. Pengaruh pengendalian intern akuntansi terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah

Pengujian pengaruh variabel pengendalian intern akuntansi terhadap variabel nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah menggunakan uji t dan diperoleh hasil tingkat signifikansi variabel PIA sebesar 0,000 yang lebih kecil dari α = 0,05 dan koefisien regresi 0,734. Hal ini menunjukkan bahwa PIA berpengaruh positif signifikan terhadap variabel nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian intern akuntansi telah dilaksanakan dengan baik. Sistem dan prosedur akuntansi keuangan daerah telah diterapkan dalam pembuatan laporan keuangan. Setiap transaksi yang terjadi di pemerintah daerah harus didukung dengan bukti transaksi yang valid dan sah.

Selain terdapat bukti yang valid dan sah, transaksi tersebut harus dicatat dalam buku catatan akuntansi, kelengkapan formulir dan dokumen transaksi serta catatan akuntansi. Pemisahan tugas secara tegas dengan deskripsi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang jelas dalam rangka menghindari terjadinya kolusi, kecurangan, dan korupsi.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Indriasari (2008) dimana hasil penelitiannya menujukkan bahwa pengendalian intern akuntansi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah Pemerintah Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir.

5.7.4. Pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintahan terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah

Pengujian pengaruh variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan terhadap variabel nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah menggunakan uji t dan diperoleh hasil tingkat signifikansi variabel PSAP sebesar 0,018 yang lebih kecil dari α = 0,05 dan koefisien regresi 0,220. Hal ini menunjukkan bahwa PSAP berpengaruh positif signifikan terhadap variabel nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah.

Penerapan standar akuntansi pemerintahan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah karena pegawai bagian pembuat laporan keuangan dan pejabat penatausahaan keuangan setiap SKPD sebagian besar yang pernah mengikuti diklat pengelolaan keuangan/akuntansi daerah sudah memahami dan menerapkan standar akuntansi pemerintahan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005.

Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan sehingga dapat meningkatkan nilai informasi pelaporan keuangan daerah. Kesalahan dalam penyajian laporan keuangan dapat dihindari dengan menerapkan Standar Akuntansi Pemerintahan. Keseragaman dari

bentuk dan format laporan keuangan yang dijadikan acuan sangat berpengaruh dengan nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah.

5.7.5. Pengaruh pengelolaan aset daerah terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah

Pengujian pengaruh variabel pengelolaan aset daerah terhadap variabel nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah menggunakan uji t dan diperoleh hasil tingkat signifikansi variabel PAD sebesar 0,967 yang lebih besar dari α = 0,05 dan koefisien regresi 0,004. Hal ini menunjukkan bahwa PAD berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah.

Pengelolaan aset daerah berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah karena responden pada setiap SKPD belum seluruhnya memahami dan menerapkan pengelolaan aset daerah berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Penelitian ini menunjukkan masih adanya pengelolaan aset daerah yang belum sesuai dengan pengelolaan barang milik daerah seperti pemanfaatan aset yang tidak sesuai dengan fungsinya, perawatan dan pemeliharaan aset yang masih minim akibatnya aset banyak yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik, belum adanya kebijakan akuntansi tentang penghapusan aset yang nilainya besar, padahal aset tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi (afkir) sehingga berpengaruh pada nilai aset tetap yang dicatat dalam neraca terlalu besar dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Hal ini dapat mempengaruhi menurunnya nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah.

5.7.6. Pengaruh audit internal sebagai variabel moderasi terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah

Pada hasil penelitian ini, secara simultan audit internal merupakan variabel moderating yang dapat memoderasi hubungan antara kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, pengendalian intern akuntansi, penerapan standar akuntansi pemerintahan, pengelolaan aset daerah terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji residual yang memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,010 lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti berpengaruh secara signifikan dan memiliki koefisien regresi yang bernilai -0,116 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel audit internal merupakan variabel moderating yang dapat memperkuat hubungan antara kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, pengendalian intern akuntansi, penerapan standar akuntansi pemerintahan, pengelolaan aset daerah dengan nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah.

Audit internal berupa pengawasan program dan kegiatan pada SKPD, pemeriksaan dokumen dan bukti transaksi, pemeriksaan secara rutin bukti pendapatan (surat tanda setoran) dan surat pertanggung jawaban (spj) belanja pada SKPD, evaluasi atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan review atas laporan keuangan yang dibuat oleh SKPD sebelum diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Audit internal secara rutin dan optimal yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Provinsi Sumatera Utara dapat meningkatkan nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara.

BAB VI

Dalam dokumen TESIS. Oleh. AHMAD JUFRI HARAHAP /Akt (Halaman 92-98)

Dokumen terkait