BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.5 Pembahasan Hasil Penelitian
4.5.1 Pengaruh Net Profit Margin terhadap Harga Saham
Net Profit Margin (NPM) merupakan rasio profitabilitas yang menunjukkan seberapa besar persentase laba bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi. Dalam hal ini perusahaan mampu menekan biaya-biaya sehingga mendapatkan laba yang tinggi. Net Profit Margin adalah perbandingan laba bersih dan penjualan. Semakin besar NPM, maka kinerja perusahaan akan semakin produktif, sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut.
Bagi para investor, rasio ini juga menjadi bahan pertimbangan dalam penilaian kondisi emiten (perusahaan), karena semakin besar kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba, maka secara teoritis harga saham perusahaan tersebut di pasar modal juga akan meningkat. Selanjutnya informasi mengenai rasio-rasio keuangan tersebut dapat digunakan oleh investor dalam mengambil keputusan berinvestasi, membeli, mempertahankan, atau menjual saham yang dimiliki (Harahap, 2010:304).
Hasil penelitian ini tidak sependapat dengan uraian di atas, dimana penelitian ini menyebutkan bahwa peningkatan NPM tidak memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan harga saham, dibuktikan dengan nilai thitumg dan tingkat signifikan. Dengan demikian, hipotesis ke-1 penelitian ini
“Diduga bahwa Net Profit Margin berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia” tidak terbukti kebenarannya.
4.5.2 Pengaruh Debt Equity Ratio terhadap Harga Saham
Debt To Equity Ratio (DER) merupakan rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana modal pemilik dapat menutupi utang-utang kepada pihak luar. Nilai DER yang tinggi menunjukkan ketergantungan permodalan perusahaan terhadap pihak luar dan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hal ini akan mengurangi hak pemegang saham (dalam bentuk dividen), juga menyebabkan berkurangnya minat investor terhadap saham perusahaan karena tingkat pengembaliannya semakin kecil. Untuk keamanan pihak luar rasio terbaik jika jumlah modal lebih besar dari jumlah utang atau minimal sama (Harahap, 2010:303).
Hasil penelitian ini tidak sependapat dengan uraian di atas, dimana penelitian ini menyebutkan bahwa peningkatan DER tidak memberikan kontribusi yang nyata terhadap harga saham, dibuktikan dengan nilai thitung dan tingkat
signifikan. Dengan demikian hipotesis ke-2 penelitian ini “Diduga bahwa Debt Equity Ratio berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia” tidak terbukti kebenarannya.
4.5.3 Pengaruh Current Ratio terhadap harga saham
Current Ratio merupakan rasio likuiditas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan aktiva lancar untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Jika hutang lancar melebihi aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, berarti perusahaan tidak mampu menanggung tagihan hutang jangka pendeknya yang dijamin oleh aktiva lancarnya. Apabila rasio ini 1:1 atau 100%, ini berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua utang lancar. Rasio yang lebih aman adalah jika berada diatas 1 atau diatas 100%. Artinya aktiva lancar harus jauh diatas jumlah utang lancar (Harahap, 2010:301).
Current Ratio yang tinggi akan menimbulkan kepercayaan investor untuk menginvestasikan modalnya ke perusahaan. Karena perusahaan dinilai memiliki kemampuan untuk melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya, sehingga dapat meningkatkan permintaan saham perusahaan tersebut. Sehingga peneliti menduga bahwa Current Ratio akan berpengaruh lebih dominan terhadap harga saham dalam penelitian ini.
Hasil penelitian ini sependapat dengan uraian tersebut di atas, dimana penelitian ini menyebutkan bahwa peningaktan CR memberikan kontribusi yang nyata terhadap harga saham, terbukti dari nilai thitung dan tingkat signifikan.
Dengan demikian hipotesis ke-3 penelitian ini “Diduga bahwa Current Ratio berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia” terbukti kebenarannya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1KESIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan secara empiris adakah pengaruh Net Profit Margin (NPM), Debt Equity Ratio (DER), dan Current Ratio (CR) terhadap harga saham pada perusahaan food and beverages yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Net Profit Margin berpengaruh secara tidak signifikan terhadap Harga Saham perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Debt Equity Ratio berpengaruh secara tidak signifikan terhadap Harga Saham perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
3. Current Ratio berpengaruh secara signifikan terhadap Harga Saham perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
5.2 SARAN
Bagi investor maupun calon yang akan melakukan investasi di pasar modal, agar mempertimbangkan berbagai macam faktor yang mempengaruhi harga saham, seperti Net Profit Margin, Debt Equity Ratio, Current Ratio.
Bagi Emiten yang akan meningkatkan harga saham di pasar modal, maka bias menempuh langkah memperbaiki kinerja keuangan dengan cara menambah penjualan sehingga mendapatkan laba peusahaan. Sehingga investor akan semakin tertarik untuk menginvestasikan dananya pada perusahaan.
Bagi peneliti selanjutnya, kesimpulan diatas dapat menggunakan faktor- faktor internal lainnya yang kemungkinan mempengaruhi harga saham selain Net Profit Margin, Debt Equity Ratio, Current Ratio. Mengingat harga saham banyak dipengaruhi berbagai macam variabel.
Akuntansi, Badan Penerbit Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jawa Timur.
Ariefianto, Moch Doddy, 2012, Ekonometrika: Esensi dan Aplikasi dengan menggunakan Eviews, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Darmadji, Tjiptono dan Fakhruddin, Hendry M, 2011, Pasar Modal di Indonesia. Edisi Ketiga, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Fahmi, Irham, 2012, Pengantar Pasar Modal, Penerbit Alfabetha, Bandung.
Gujarati, Damodar N dan Porter, Dawn C, 2010, Dasar-dasar Ekonometrika, Edisi 5, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Kasmir, 2010, Pengantar Manajemen Keuangan, Edisi pertama, Penerbit Kencana, Jakarta. Keown, Arthur J, dkk, 2008, Manajemen Keuangan: Prinsip dan Penerapan, Edisi
Kesepuluh, Jilid 1, Penerbit Indeks.
Margono, 2010, Metodologi Penelitian Pendidikan, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Riyanto, Bambang, 2010, Analisis Laporan Keuangan, Penerbit BPFE UGM, Yogyakarta. Riyanto, Bambang, 2010, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Penerbit BPFE UGM,
Yogyakarta.
Sunariyah, 2011. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, Edisi Keenam, Penerbit STIE YKPN, Yogyakarta
Syafri Harahap, Sofyan, 2009, Analisa Kritis atas Laporan Keuangan, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Tandelilin, Eduardus. 2010, Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi, Edisi Pertama, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Widoatmodjo, Sawidji, 2009, Pasar Modal Indonesia: Pengantar dan Studi Kasus, Penerbit Ghalia Indonesia, Bogor Selatan.
Maskun, Ali, 2012, Pengaruh Current Rasio, Return On Equity, Return On Aseet, Earning Per Share Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Food and Beverage yang Go Publik di BEJ. Jurnal Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis, Volume 3(2); 211-222 Stella, 2009, Pengaruh Price To Earnings Ratio, Debt To Equity Ratio, Return On Asset Dan
Price To Book Value Terhadap Harga Pasar Saham. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Volume 11(2); 97-106
SKRIPSI
Fiebrianty, Widya, 2013, “Pengaruh Dividen Payout Ratio, Debt Equity Ratio, Profitabilitas Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”.
Rachmawati, Lilik, 2009, “Analisis Pengaruh Beberapa Faktor Fundamental dan Resiko Sistematis Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Go Publik Di Bursa Efek Indonesia”.
Zainul, Muhammad Lutfi, 2010, “Pengaruh Profitabilitas dan Rasio Modal Saham Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Food And Beverages Yang Go Publik di Bursa Efek Indonesia”.
WEBSITE
www.idx.com www.ICMD.com