• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL PENELITIAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Pengaruh penggunaan media LCD pembelajaran dan media OHP/OHT terhadap prestasi belajar siswa.

Prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran menurut

I.G.K.Wardani (2001:2.32) diantaranya adalah kesesuaian/kecocokan dengan

materi, dan kesesuaian dengan tingkat kesulitan, tingkat kemampuan belajar dan

pola belajar siswa. Artinya tidak semua media cocok atau sesuai dengan semua

jenis materi dan semua karakteristik siswa.

Media LCD dan OHP memiliki karakteristik, keunggulan dan kelemahan

masing-masing ketika diaplikasikan dalam proses pembelajaran. LCD (Liquid

Crystal Display) adalah media pendidikan yang berupa peralatan elektronik yang

dapat memproyeksikan program-program dari komputer, VCD, maupun DVD

pada layar. Sebagaimana karakteristiknya sebagai media berteknologi tinggi, LCD

memiliki berbagai keunggulan untuk menyampaikan pesan-pesan atau materi

pembelajaran. Sedangkan Overhead Projector (OHP) dan Overhaed Tranparancy

(OHT) dapat dipergunakan kembali secara berulang-ulang dan dapat

diberhentikan setiap waktu sesuai dengan yang dikehendaki karena kontrol

sepenuhnya ada di tangan komunikator, sehingga tidak perlu adanya operator

pembantu.

Dengan demikian jelas bahwa dalam penerapan media LCD, dan

OHP/OHT, akan berpengaruh berbeda terhadap prestasi belajar siswa, karena

media-media tersebut memang memiliki karakteristik yang berbeda. Apalagi jika

diimplementasikan bersamaan dengan metode pembelajaran yang berbeda, akan

commit to user

Hasil penelitian ini menunjukkan nilai F-hitung sebesar: 5,198 dengan taraf

signifikansi (sig.) = 0,025, yang berarti signifikan. Karena hasil analisis varians

menunjukkan nilai yang signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan

prestasi belajar kewirausahaan yang dicapai siswa merupakan pengaruh dari

penggunaan media (LCD dan OHP/OHT), bukan oleh karena faktor lain. Dengan

kata lain masing-masing media tersebut memberikan pengaruh yang berbeda

terhadap prestasi belajar siswa.

Nilai rata-rata (mean) yang diperoleh untuk kelas yang dikenai perlakuan

dengan media LCD sebesar: 64,77, sedangkan yang dikenai perlakuan dengan

media OHP/OHT sebesar: 54,07. Perbedaan nilai rata-rata (mean) tersebut

menunjukkan bahwa besarnya pengaruh penggunaan media LCD dan OHP

berbeda secara signifikan, dengan keunggulan pada penggunaan media LCD.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya belajar siswa dapat

disesuaikan dengan media yang digunakan guru. Media LCD yang secara teoritis

memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan media OHP/OHT, nampak sesuai

dengan kenyataannya. Siswa ternyata dapat menerima pesan-pesan atau materi

pembelajaran dengan lebih baik melalui penggunaan media LCD dibandingkan

media OHP.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa suatu media pembelajaran digunakan

tanpa memperhatikan karakteristik siswa dan karakteristik media pembelajaran itu

sendiri, maka hasil pengajaran akan jauh dari sasaran. Hal tersebut dapat

dimengerti, mengingat dalam penggunaan media LCD disamping pesan dapat

disampaikan dengan lebih jelas, lengkap, dan penampilan yang menarik, juga guru

commit to user

menambahkan narasi berupa penjelasan atau keterangan. Jadi materi tayangan

ditambah penjelasan guru menjadi sangat luas dan lengkap.

Sebaliknya, penggunaan media OHP/OHT, justru yang nampak dominan

adalah penjelasan guru. Transparansi (OHT) yang ditayangkan hanya menambah

atau memperjelas apa yang disampaikan guru. Selain pesan atau materi

pembelajaran kurang dapat disajikan secara lengkap dan menarik, penggunaan

OHP juga dirasakan seperti penjelasan biasa yang dilakukan guru saat tidak

menggunakan media.

Hasil penelitian ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh IGK

Wardani (2001:2.59), bahwa media OHP/OHT memiliki beberapa

keterbatasannya. Yaitu memerlukan persiapan yang baik, terutama, terutama bial

mempergunakan teknik-teknik penyajian yang lebih kompleks, dan menuntut

perhatian dan penataan letak (layout) proyektor dan layar, agar tidak terjadi

distorsi proyeksi.

Berdasarkan uraian di atas, nampaknya faktor karakteristik siswa sangat

besar pengaruhnya dalam hal efektifitas penggunaan media. Semakin guru dapat

menyajikan pesan-pesan atau materi pembelajaran dengan menarik melalui

kemasan sebuah media, akan semakin tinggi pula minat dan perhatian siswa, dan

dampaknya siswa akan semakin memahami materi atau semakin meningkat

prestasi belajarnya. Hal tersebut juga akan menjadikan siswa lebih memahami

serta memaknai isi pesan didalam media yang digunakan guru. Dengan kata lein

media bukan sekedar sebagai alat, melainkan juga menjadi sarana untuk

commit to user

2. Perbedaan prestasi belajar siswa antara yang memiliki sikap kewirausahaan tinggi dengan yang rendah.

Sikap merupakan suatu kecenderungan untuk mendekat atau menghindar,

posotif atau negatif terhadap berbagai keadaan sosial, apakah itu institusi, pribadi,

situasi, ide, konsep dan sebagainya (Gerungan, 2000: 54). Lebih lanjut

dimeukakan bahwa sikap merupakan suatu keadaan internal atau keadaan yang

masih ada dalam dari manusia. Keadaan internal tersebut berupa keyakinan yang

diperoleh dari proses akomodasi dan asimilasi pengetahuan yang mereka

dapatkan.

Wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani

mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa

berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha,

tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir,

2007: 18).

Tumbuhnya sikap kewirausahaan pada siswa diduga juga akan

mempengaruhi pencapaian prestasi belajarnya. Tinggi atau baiknya sikap

kewirausahaan siswa akan menggambarkan bagaimana motivasi dan usaha siswa

untuk melakukan sesuatu, termasuk perilaku berwirausaha. Motivasi inilah yang

akan mendorong siswa untuk menguasai sebanyak mungkin pengetahuan

kewirausahaan. Jadi tinggi rendahnya sikap kewirausahaan siswa akan

mempengaruhi pula tinggi rendahnya prestasi belajar matapelajaran

kewirausahaan siswa.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh

commit to user

sikap kewirausahaan tinggi dengan yang memiliki sikap kewirausahaan rendah.

Hal tersebut dibuktikan dengan nilai F-hitung sebesar: 76,166, dengan taraf

signifikansi (sig.): 0,000.

Dilihat dari pencapaian nilai rata-rata (mean) yang diperoleh juga

menunjukkan adanya perbedaan. Siswa yang memiliki sikap kewirausahaan

rendah hanya mencapai nilai rata-rata prestasi belajar kewirausahaan sebesar:

46,37, sedangkan siswa yang memiliki sikap kewirausahaan tinggi memperoleh

nilai rata-rata (mean) prestasi belajar kewirausahaan sebesar: 66,74.

Hasil analisis tersebut mendukung teori yang dikemukakan Merdith (2002)

yang menyatakan bahwa salah satu ciri sikap wirausaha adalah rasa percaya diri.

Percaya diri merupakan paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi

tugas atau pekerjaan, yang bersifat internal, sangat relatif dan dinamis dan banyak

ditentukan oleh kemampuannya untuk memulai, melaksanakan dan

menyelesaikan suatu pekerjaan. Kepercayaan diri akan mempengaruhi gagasan,

karsa, inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja, kegairahan

berkarya. Kunci keberhasilan dalam bisnis adalah untuk memahami diri sendiri.

Oleh karena itu wirausaha yang sukses adalah wirausaha yang mandiri dan

percaya diri.

Siswa yang memiliki sikap kewirausahaan tinggi adalah siswa yang juga

memiliki rasa percaya diri tinggi. Siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi

selalu optimis, sehingga dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi pula.

Sebaliknya, siswa yang tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi cenderung

lemah dan psemistis dalam menghadapi sesuatu, termasuk dalam belajar.

commit to user

3. Interaksi antara penggunaan media (LCD–OHP) dan sikap kewirausahaan (tinggi-rendah) terhadap prestasi belajar siswa.

Wirausaha yang sukses menurut Suryana (2003: 14) pada umumnya adalah

mereka yang memiliki kompetensi yaitu: seseorang yang memiliki ilmu

pengetahuan, keterampilan dan kualitas individu yang meliputi sikap, motivasi,

nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/kegiatan.

Kompetensi tersebut dapat diupayakan diantaranya melalui kegiatan pembelajaran

yang dirancang secara kreatif dan inovatif, misalnya melalui penggunaan media

pembelajaran.

Penggunaan media dalam pembelajaran menurut Hamalik (2003:

200-2001), pada dasarnya merupakan sarana lain pada proses pembelajaran, baik

sebagai penjelas dari bahan ajar maupun dibuat secara mandiri untuk keperluan

siswa. Dengan media pembelajaran, bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya

sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa

menguasai tujuan pembelajaran lebih baik.

Penggunaan media pembelajaran diasumsikan akan meningkatkan

aktivitas, partisipasi dan responsi siswa terhadap proses pembelajaran.

Peningkatan partisipasi akan meningkatkan kebermaknaan pembelajaran,

sedangkan peningkatan responsi menunjukkan kepekaan dan perhatian siswa yang

meningkat terhadap materi yang sedang dipelajarinya. Penggunaan media dalam

pembelajaran pada dasarnya juga merupakan sarana lain pada proses pengajaran,

baik sebagai penjelas dari bahan ajar maupun dibuat secara mandiri untuk

commit to user

maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan

siswa menguasai tujuan pengejaran lebih baik.

Sikap kewirausahaan merupakan faktor lain yang juga diduga kuat

pengaruhnya terhadap prestasi belajar matapelajaran Kewirausahaan. Sikap

kewirausahaan lebih menggambarkan hal-hal yang tidak nampak, sedangkan

prestasi belajar kewirausahaan lebih merupakan hasil pengukuran pengetahuan

(kognitif) mengenai kewirausahaan.

Secara asumtif, penggunaan media pembelajaran dan tumbuhnya sikap

kewirausahaan pada diri siswa diduga akan menumbuhkan minat dan ketertarikan

siswa untuk mempelajari materi, yang pada gilirannya akan meningkatkan prestasi

belajarnya.

Hasil penelitian ini diketahui bahwa untuk hasil analisis varians interaksi

antara penggunaan media dan siksp kewirausahaan (A*B) diperoleh hasil F-hitung =

11,690, dengan taraf signifikansi (sig.) = 0,001. Hasil ini menunjukkan bahwa

penggunaan media dan sikap kewirausahaan secara bersama-sama terbukti

berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan hasil uji lanjut (uji Scheefe) juga menunjukkan bahwa 5 dari

6 sel menunjukkan adanya perbedaan mean yang signifikan. Hanya sel A2B1 x

A2B2 (Sikap Kewirausahaan RENDAH, media LCD dengan Sikap

Kewirausahaan RENDAH, media OHP) menunjukkan nilai yang tidak

signifikan. Artinya tidak terdapat perbedaan mean antara siswa yang memiliki

sikap kewirausahaan rendah, dan diajar dengan media LCD dengan yang memiliki

commit to user

Untuk memperjelas hasil analisis tersebut perlu diperhatikan perbedaan

nilai rata-rata (mean) prestasi belajar yang dicapai masing-masing kelompok

siswa, sesuai dengan peringkatnya, sebagai berikut:

Peringkat pertama, kelompok yang menggunakan media LCD dan

memiliki sikap kewirausahaan tinggi, yaitu memperoleh rata-rata (mean) prestasi

belajar sebsar: 72,27.

Peringkat kedua, kelompok yang menggunakan media OHP dan

memiliki sikap kewirausahaan tinggi, yaitu memperoleh rata-rata (mean) prestasi

belajar sebsar: 59.38.

Peringkat ketiga, kelompok yang menggunakan media OHP dan

memiliki sikap kewirausahaan rendah, yaitu memperoleh rata-rata (mean) prestasi

belajar sebsar: 47,37.

Peringkat keempat, kelompok yang menggunakan media LCD dan

memiliki sikap kewirausahaan rendah, yaitu memperoleh rata-rata (mean) prestasi

belajar sebsar: 44,79.

Penggunaan media LCD dengan sikap kewirausahaan tinggi menunjukkan

hasil yang paling baik. Temuan tersebut sesuai dengan asumsi teori yang telah

dikemukakan sebelumnya, bahwa media pembelajaran harus dapat digunakan

untuk menstimulasi siswa dalam belajar. Dengan demikian media pembelajaran

yang ditampilkan harus menarik perhatian siswa, sehingga siswa senang

mengutak-atik dan ingin menelaah konsep lebih jauh pesan dalam media

pembelajaran tersebut (Djamarah, 2002:143). Media LCD terbukti dapat

commit to user

Hasil-hasil analisis yang dipaparkan di atas juga diperkuat oleh besarnya

nilai koefisien determinasi, yaitu perbandingan jumlah ‘sum of square’ antara

“Corrected model” dan “corrected total” berupa output koefisien determinasi

adalah: 0,550 (dipakai Adjusted R squared/yang disesuaikan). Hasil tersebut

menjelaskan bahwa dua variabel, yaitu penggunaan media dan sikap

kewirausahaan dapat menerangkan pengaruh sebesar: 55,00% terhadap

pencapaian prestasi belajar siswa. Artinya masih terdapat faktor lain sebesar

45,00% yang dijelaskan oleh faktor atau variabel lain yang tidak teridentifikasi

atau tidak diteliti.

Sumbangan dua variabel tersebut sudah cukup besar dan berarti, mengingat

bahwa prestasi belajar yang dicapai siswa memang dipengaruhi oleh banyak

faktor. Sebagaimana asumsi teori yang menyatakan bahwa prestasi belajar yang

dicapai peserta didik tergantung pada apa yang dipelajari, bagaimana bahan

pelajaran itu dipelajari dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar.

Perbedaan dalam prestasi belajar yang dicapai peserta didik disebabkan beberapa

faktor, diantaranya: Kematangan akibat kemajuan umur, latar belakang pribadi

masing-masing, sikap dan bakat terhadap suatu bidang pelajaran, jenis mata

pelajaran yang diberikan dan sebagainya.

Untuk lebih memperjelas hasil analisis tersebut dilakukan uji scheefe

untuk melihat perbandingan mean antar kelompok, hasilnya sebagaimana tabel

berikut:

Dokumen terkait