• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Koefisien Determinasi (Adjusted R

5.2 Pembahasan Hasil Penelitian

Pengaruh Pemahaman Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel pemahaman akuntansi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil tersebut dapat dilihat dari analisis penelitian yaitu thitung > ttabel atau nilai sig < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa nilai sig 0,778 > 0,05 dan nilai thitung

0.284 < ttabel

Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yag dilakukan oleh Safrida (2010) tentang pengaruh pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem informasi akuntansi keuangan daerah, dan peran internal audit terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah (studi empiris pada pemerintah kota Banda Aceh). Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengaruh pemahaman akuntansi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah. Tidak sejalannya penelitian ini diduga karena adanya perbedaan tempat, waktu dan objek penelitian yang digunakan.

2,019. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nova (2010) tentang pengaruh pemahaman akuntansi, komitmen karyawan dan peran internal audit terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah yang menunjukkan bahwa pemahaman akuntansi tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

Tidak berpengaruhnya pemahaman akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Deli Serdang mungkin disebabkan karena kasubbag keuangan, bendahara pengeluaran dan bendahara penerimaan di SKPD

tersebut walaupun tidak semua memiliki latar belakang pendidikan berbasis akuntansi tetapi mereka tetap mampu menjalankan perannya sebagai kasubbag dan bendahara serta dengan adanya aplikasi khusus seperti SIMDA dan SIMAK BMD dapat memudahkan mereka dalam membuat laporan keuangan.

Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan

Variabel pemanfaatan teknologi informasi menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai signifikannya sebesar 0.043 yang berarti lebih kecil dari 0.05 dan nilai thitung yang lebih besar dari ttabel

Dengan adanya fasilitas jaringan sistem informasi akuntansi yang dirancang khusus untuk proses penyusunan laporan keuangan mulai dari pencatatan jurnal, buku besar sampai kepada laporan keuangan semua telah tersistem dengan menggunakan komputerisasi akan mengurangi tingkat kesalahan dalam perhitungan dan menghemat waktu dalam proses penyusunannya. Dengan demikian laporan keuangan yang dihasilkan dapat memenuhi informasi yang diharapkan dan mampu meningkatkan kualitas hasil dan tersedianya laporan keuangan yang tepat waktu.

yaitu 2.084 > 2.019. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan. Dengan kata lain, semakin baik pemanfaatan teknologi informasi maka semakin baik pula kualitas laporan keuangan.

Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mahaputra (2014) yang menunjukkan hasil bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh

terhadap kualitas laporan keuangan. Namun bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diani (2014) tentang pengaruh pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem informasi akuntansi keuangan daerah dan peran internal audit terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah yang menjelaskan bahwa variabel pemanfaatan teknologi informasi tidak memiliki pengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.

Hasil ini juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah yaitu kewajiban pemanfaatan teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi diharapkan dapat membantu dalam proses pelaporan keuangan sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan yang handal dan tepat waktu. Pemerintah daerah berkewajiban untuk mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan mengelola keuangan daerah, dan menyalurkan informasi keuangan daerah kepada pelayanan publik.

Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan

Variabel sistem pengendalian intern pemerintah menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai signifikannya sebesar 0.007 yang berarti lebih kecil dari 0.05 dan nilai thitung yang lebih besar dari ttabel yaitu 2.813 > 2.019. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang sama dengan penelitian yang dialukan oleh Basukianto (2015) dengan menggunakan variabel sistem pengendalian intern sebagai salah satu variabel independennya hasil penelitiannya menjelaskan terdapat pengaruh sistem pengendalian intern

terhadap kualitas laporan keuangan, akan tetapi penelitian yang dilakukan oleh Nuryanto (2013) menunjukkan hasil yang berbeda yaitu sistem pengendalian intern tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.

Dengan adanya penerapan pengendalian intern yang memadai akan memberikan keyakinan yang memadai atas kualitas atau keandalan laporan keuangan karena sistem pengendalian intern (SPI) memiliki fungsi untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektifitas dan efisiensi dalam proses akuntansi terutama dalam menciptakan keandalan laporan keuangan. Sehingga penerapan sistem pengendalian intern mampu meningkatkan reliabilitas, objektivitas informasi dan mencegah inkonsistensi dan memudahkan proses audit laporan keuangan yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas laporan keuangan. Jadi dengan semakin bagus sistem pengendalian intern pemerintahnya maka akan semakin baik kualitas laporan keuangannya.

Hasil ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah nomor 30 Tahun 2008 tentang SPIP. Sistem pengendalian intern (SPI) memiliki fungsi untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektifitas dan efisiensi dalam proses akuntansi terutama dalam menciptakan keandalan laporan keuangan. Sehingga penerapan sistem pengendalian intern mampu meningkatkan reliabilitas, objektivitas informasi dan mencegah inkonsistensi dan memudahkan proses audit laporan keuangan.

Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Variabel komitmen organisasi menunjukkan bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai signifikannya sebesar 0.677 yang berarti lebih

besar dari 0.05 dan nilai thitung yang lebih kecil dari ttabel

Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maksyur (2015) tentang pengaruh kualitas sumber daya manusia, komitmen organisasi, sistem pengendalian intern dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas keuangan menunjukkan bahwa variabel komitmen organisasi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.

yaitu 0.419 < 2.019. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya loyalitas dan tanggung jawab pegawai terhadap organisasi. Proses pelaporan keuangan yang berkualitas tidak akan terselenggara tanpa adanya dukungan sistem dan perilaku dari anggota organisasi dalam hal ini pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang. Perilaku dari pegawai ditunjukkan dengan komitmen organisasi untuk menghasilkan laporan pertanggungjawaban yang berkualitas.

Pengaruh Pemahaman Akuntansi, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Dan Komitmen Organisasi Secara Simultan Secara simultan pemahaman akuntansi, pemanfaatan teknologi informasi, sistem pengendalian intern pemerintah dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah kabupaten Deli Serdang. Hasil penelitian ini tidak dapat dibandingkan karena tidak terdapat penelitian yang sama persis variabel independennya dan variabel dependennya.

Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Sebagai Variabel Moderating Variabel moderating yaitu kualitas sumber daya manusia memiliki nilai koefisien sebesar -0,020, yakni bernilai negatif, namun tidak signifikan (0,779 > 0,05). Hal ini berarti variabel kualitas sumber daya manusia tidak mampu memoderasi hubungan antara pemahaman akuntansi, pemanfaatan teknologi

informasi, sistem pengendalian intern pemerintah dan komitmen organisasi dengan kualitas laporan keuangan yang artinya variabel kualitas sumber daya manusia bukan merupakan variabel moderating. Hal tersebut bisa saja terjadi karena sumber daya manusia yang diberdayakan belum mampu memberikan kontribusi secara optimal dalam upaya pencapaian tujuan organisasi, masih kurangnya pelatihan dan pengalaman yang dimiliki pegawai serta latar belakang pendidikan yang dimiliki pegawai tidak sesuai dengan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait