• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH ANKANA RATNA BULAN TRISNA (Halaman 67-72)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Uji Normalitas Pendekatan Grafik Normal Probability Plot

4.6 Pembahasan Hasil Penelitian

Dari hasil pemaparan dan pembahasan pada masalah yang telah di uji pada program spss, maka rumusan pertanyaan dan hipotesis dalam penelitian ini telah terjawab dan diketahui hasilnya.

4.6.1 Pengaruh Celebrity Endorse Terhadap Keputusan Pembeliam

Diketahui nilai koefisien dari variabel celebrity endorse adalah 0,178, yakni bernilai positif, yang berarti memiliki hubungan yang positif dengan keputusan pembelian. Jika variabel celebrity endorse naik sebesar satu-satuan, maka keputusan pembelian konsumen akan meningkat 0,178. Dalam hal ini menunjukkan bahwa celebrity endorse mampu meningkatkan keputusan pembelian.

Hasil uji t (parsial) dalam penelitian ini menunjukkan bahwa celebrity endorse berpengaruh positif dan signiikan terhadap keputusan pembelian. Nilai thitung 3.405 > ttable 1.292 artinya positif dan nilai p-value pada kolom sig 0.001 <

0.1 artinya signifikan. Hal ini menjelaskan bahwa celebrity endorse berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Maybelline pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sumatera Utara.

Hal ini dapat dibuktikan sesuai dengan jawaban yang didapat dari

53

kuesioner yang telah disebar dimana mayoritas yang menjawab sangat setuju 48 (59,3%) bahwa Pevita Pearce dan Velove Vexia tampil percaya diri saat mengiklankan produk Maybelline sehingga saya tertarik untuk membeli produk tersebut. 40 (49,4%) konsumen tertarik dengan Maybelline karena endorsernya tampil dengan baik untuk mengiklankan produk, dan mayoritas kurang setuju sebesar 11 (13,6%) Pevita Pearce dan Velove Vexia cocok menjadi bintang iklan Maybelline. Dari pertanyaan kuesioner tersebut dapat disimpulkan bahwa pemakaian selebriti dalam sebuah iklan sering digunakan untuk mendukung penjualan suatu produk, terutama dalam produk kecantikan yang sangat erat kaitannya dengan model yang cantik sebagai orang yang mewakili produk tersebut. Produk kecantikan sudah begitu marak di pasaran dan semakin banyak persaingan, oleh karena itu pentingnya suatu perusahaan untuk memberi informasi tentang produknya ke pasaran lebih kreatif, menarik serta mudah diingat untuk menarik hati para konsumen.

Menurut Shimp (2007, hal. 212), celebrity endorser adalah memanfaatkan seorang artis, entertainer, atlet dan public figure yang mana banyak diketahui oleh orang banyak untuk keberhasilan dibidangnya masing-masing dari bidang yang didukung. Jika celebrity endorser digunakan untuk mempromosikan suatu produk maka konsumen dapat tertarik untuk membeli produk tersebut.

4.6.2 Pengaruh Sosial Media Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Diketahui nilai koefisien dari variabel sosial media marketing adalah 0,718, yakni bernilai positif, yang berarti memiliki hubungan yang positif dengan keputusan pembelian. Jika variabel sosial media marketing naik sebesar satu-satuan,maka

keputusan pembelian konsumen akan meningkat 0,718. Dalam hal ini menunjukkan bahwa sosial media marketing mampu meningkatkan keputusan pembelian

Hasil uji t (parsial) dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sosial media marketing berpengaruh positif dan signiikan terhadap keputusan pembelian. Nilai thitung 22.217 > ttable 1.292 artinya positif dan nilai p-value pada kolom sig 0.000 <

0.1artinya signifikan. Hal ini menjelaskan bahwa sosial media marketing dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Maybelline pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sumatera Utara.

Hal ini dapat dibuktikan sesuai dengan jawaban yang didapat dari kuesioner yang telah disebar dimana mayoritas sebanyak 37 (62,7%) setuju bahwa Maybelline selalu menjaga kepercayaan konsumen dalam membeli produk melalui media sosial, 54 (66,7%) sangat setuju Maybelline menggunakan media sosial yang mampu meyakinkan konsumen, 51 (63%) setuju bahwa Maybelline menggunakan lebih satu media sosial dalam bisnisnya, 38 (46,9%) sangat setuju bahwa Media sosial yang digunakan Maybelline mampu memudahkan konsumen, 42 (51,9%) setuju bahwa Maybelline melayani konsumen yang membeli melalui media sosial secara profesional, dan 43 (53,1%) setuju bahwa (Maybelline selalu tanggap untuk menangani complain dari konsumen melalui media sosial) dari beberapa hasil pertanyaan kuesioner dapat disipmpulkan Sosial media marketing adalah sebuah proses yang mendorong individu untuk melakukan promosi melalui situs web, produk, atau layanan mereka melalui saluran sosial online dan untuk berkomunikasi dengan memanfaatkan komunitas yang jauh lebih besar yang

55

memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan pemasaran daripada melalui saluran periklanan tradisiona

Menurut Tuten (2008, hal. 19) Sosial media marketing mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. Sosial media marketing merupakan bentuk periklanan secara online yang menggunakan konteks kultural dari komunitas sosial meliputi jejaring sosial, dunia virtual, situs berita sosial, dan situs berbagi pendapat sosial untuk menemui tujuan komunikasi. Dengan berkembangnya internet dan media sosial maka jika perusahaan melakukan pemasaran melalui sosial media konsumen akan tertarik untuk membeli produk tersebut.

4.6.3 Pengaruh Celebrity Endorser dan Sosial Media Marketing Terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan hasil penelitian secara simultan (uji F) yang menunjukkan bahwa celebrity endorser dan sosial media marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Nilai Fhitung>Ftabel diperoleh 325.698 > 3.96 artinya positif.

Sementara nilai p-value diperoleh pada kolom sig 0.000 < 0.05 artinya signifikan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa celebrity endorse dan sosial media marketing secara simultan dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Maybelline pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sumatera Utara.

Hasil yang paling mendekati peneltitian dengan penelitian terdahulu adalah penelitian yang dilakukan Juliana (2009) yang berjudul “Pengaruh Celebrity Endorser Dan Brand Image Terhadap Purchase Intention Produk Kosmetik Etude House Pada Mahasiswi Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan Karawaci”.

Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa K Celebrity Endorser Dan Brand Image secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention Produk Kosmetik Etude House Pada Mahasiswi Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan Karawaci. Hal ini mendekati karena hasil uji koefisien determinasi sebesar 74,3% sedangkan hasil penelitian kita sebesar 89%.

yang dimana penelitian sudah diatas 50% karena semakin tinggi nilai koefisien determinasi maka semakin baik pula penelitian kita.

BAB V

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH ANKANA RATNA BULAN TRISNA (Halaman 67-72)

Dokumen terkait