• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN,

B. Pembahasan

Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa mahasiswa angkatan 2011 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang sedang menyelesaikan skripsi memiliki daya juang yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa dari tiga puluh mahasiswa yang diteliti, hanya terdapat satu mahasiswa yang masuk kedalam kategori rendah, dua belas mahasiswa masuk kedalam kategori tinggi dan sisanya yakni sebanyak tujuh belas mahasiswa masuk kedalam kategori sedang. Tingginya tingkat daya juang yang dimiliki oleh dua belas mahasiswa angkatan 2011 Universitas Sanata Dharma yang sedang menyelesaikan skripsi dapat didukung oleh terpenuhinya seluruh aspek-aspek yang terkait dengan daya juang yang dimiliki oleh mahasiswa angkatan 2011 tersebut.

Aspek yang dapat mendukung tingginya tingkat daya juang yang dimiliki oleh para mahasiswa angkatan 2011 adalah control, origin dan

oleh kedua belas mahasiswa angkatan 2011 tersebut dalam menyelesaikan skripsi. Aspek control (kendali) sendiri merupakan kemampuan mengendalikan perasaan terhadap permasalahan ataupun kesulitan yang dihadapi. Permasalahan ataupun kesulitan yang dialami oleh mahasiswa angkatan 2011 ialah dalam menyelesaikan tugas akhir (skripsi). Dari sudut aspek inilah, dua belas mahasiswa angkatan 2011 secara jelas mampu mengendalikan perasaannya ketika sedang menghadapi ataupun mengalami kesulitan dalam menyelesaikan skripsi. Dapat dilihat dari salah satu contoh item yang terdapat dalam angket yang berkaitan dengan aspek

control (kendali) yakni ketika mengalami hambatan komunikasi dengan

dosen pembimbing skripsi, dua belas mahasiswa angkatan 2011 tersebut mampu mengatasi dengan cara mengendalikan perasaannya dan terlihat melingkari rentan skor pada pilihan item di skor keempat.

Sedangkan pada aspek O2; Origin (asal-usul) dan Ownership

(pengakuan) dua belas mahasiswa angkatan 2011 tersebut juga mampu memenuhinya. Origin (asal-usul) merupakan hal yang menjadi sebuah pertanyaan dalam diri individu ketika mengalami suatu kesulitan atau

permasalahan dengan menanyakan “siapakah yang menyebabkan?”

pertanyaan inilah yang seringkali muncul ketika sedang mengalami suatu kesulitan. Biasanya bagi individu (mahasiswa angkatan 2011) yang memiliki daya juang yang tinggi mereka akan menyadari bahwa masalah yang datang ataupun yang sedang dialami terjadi karena kesalahan diri sendiri dan bukan kesalahan orang lain. Namun, berbeda dengan individu

(mahasiswa angkatan 2011) yang memiliki daya juang rendah seringkali menyalahkan pihak luar ketika sedang mengalami suatu kesulitan dalam hidupnya. Dilihat dari aspek inilah,dua belas mahasiswa yang memiliki tingkat daya juang tinggi mampu menyadari bahwa kesulitan yang dialami terkait dengan penyelesaian skripsi terjadi karena faktor internal atau diri sendiri. Hal ini dapat dibuktikan pada contoh item “Anda ketinggalan

sebuah informasi penting berkaitan dengan kesempatan untuk anda

melakukan bimbingan”. Pada item ini, dua belas mahasiswa tersebut melingkari angka satu pada rentan skor yang tersedia.

Sedangkan aspek ownership (pengakuan) merupakan penyeimbang dari origin yang akan memaksimalkan pembelajaran dari sebuah kesalahan, yakni dengan cara memikul sebuah tanggung jawab. Rasa tanggung jawab terlahir dari origin (pengakuan) atas akibat-akibat yang ditimbulkan dari suatu kesalahan ataupun kesulitan. Dilihat dari aspek ini, kedua belas mahasiswa yang memiliki tingkat daya juang tinggi mampu memberikan pengakauan terhadap kesuliatan ataupun permasalaahn yang dialami dengan rasa tanggung jawab. Hal ini dapat

dilihat dari contoh item “Anda mengalami hambatan komunikasi dengan dosen pembimbing anda”, terbukti dua belas mahasiswa tersebut melingkari angka empat pada rentan skor yang tersedia.

Aspek yang ketiga adalah aspek reach (jangkauan). Salah satu aspek ini juga dapat mempengaruhi tingginya tingkat daya juang yang dimiliki oleh dua belas mahasiswa angkatan 2011 yang memiliki daya

juang tinggi. Reach (jangkauan) merupakan bentuk jangkauan yang mempertanyakan sejauh mana kesulitan akan melibatkan bagian-bagian lain dari kehidupan. Dalam aspek inilah individu dituntut untuk memberikan respon terhadap peristiwa yang sedang terjadi. Mahasiswa angkatan 2011 yang memiliki daya juang rendah seringkali akan melibatkan permasalahan ataupun kesulitan yang sedang dialaminya kedalam sisi lain kehidupan dan biasanya mahasiswa angkatan 2011 yang memiliki daya juang rendah terutama dalam aspek ini akan selalu merasa bahwa dirinya adalah orang yang tidak mampu dan memiliki kekurangan sehingga tidak bisa menyelesaikan permasalahan ataupun keluar dari kesulitan yang dialami. Namun, mahasiswa angkatan 2011 yang masuk dalam kategori tinggi dalam tingkat daya juang ini berhasil memenuhi aspek reach (jangkauan). Hal ini dapat dilihat dari contoh item “Dosen pembimbing tidak peduli dengan penjelasan anda” dan dua belas mahasiswa tersebut melingkari angka lima pada rentan skor yang tersedia. Dalam hal ini terbukti bahwa dua belas mahasiswa tersebut mampu menjangkau kesulitan- kesulitan yang sedang dialami dan tidak mengikutsertakan masalah yang sedang dialami kedalam aspek kehidupan lainnya. Selain itu, dua belas mahasiswa angkatan 2011 tersebut juga tidak hanya merasa bahwa dirinya tidak mampu, tetapi lebih mencari tahu solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dengan meyakini bahwa dirinya mampu.

Aspek terakhir yang dapat dipenuhi oleh dua belas mahasiswa angkatan 2011 yang memiliki tingkat daya juang tinggi adalah endurance (ketahanan). Pengertian dari aspek endurance ini adalah sebuah dimensi yang mempertanyakan sejauh mana kesulitan dan penyebab dari kesulitan itu akan berlangsung. Hal ini dapat dilihat dari contoh item “Dosen

pembimbing anda tidak peduli dengan penjelasan anda” ketika menjawab item ini dua belas mahasiswa tersebut melingkari angka tiga dalam rentan skor yang tersedia.

Selain menunjukkan hasil yang tinggi, terdapat pula mahasiswa angkatan 2011 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang sedang menyelesaikan skripsi masuk dalam kategori sedang. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa aspek tingkat daya juang yang belum tercapai saat pengisian angket. Tujuh belas mahasiswa angkatan 2011 yang masuk kedalam kategori sedang dikarenakan mahasiswa tersebut belum bisa memenuhi beberapa aspek yang ada dalam tingkat daya juang. Dilihat dari hasil perhitungan skor pada angket yang telah dibagi dan diisi oleh mahasiswa angkatan 2011, tujuh belas mahasiswa tersebut rat-rata belum bisa memenuhi ataupun memperoleh skor rendah dalam perhitungan aspek control dan reach. Hal ini dikarenakan tujuh belas mahasiswa tersebut belum bisa memberikan respon terhadap peristiwa yang sedang terjadi. Mahasiswa angkatan 2011 yang masuk dalam kategori sedang juga masih belum bisa mengendalikan perasaan ketika mengalami suatu kesulitan terutama dalam menyelesaikan

skripsi. Mahasiswa angkatan 2011 yang masuk dalam kategori sedang juga seringkali mengikutsertakan masalah ataupun kesulitan yang terjadi kedalam aspek kehidupan yang lain.

Hasil perhitungan skor dari pengisian angket yang telah dibagikan kepada mahasiswa angkatan 2011 juga menunjukkan hasil tingkat daya juang yang rendah. Hal ini dikarenakan salah satu dari mahasiswa angkatan 2011 belum mencapai keempat aspek tingkat daya juang, yakni pada aspek control terungkap bahwa mahasiswa yang masuk kedalam kategori rendah belum bisa mengontrol diri ketika mengalami suatu kesulitan dalam menyelesaikan skripsi. Sehingga saat pengisian angket mahasiswa tersebut melingkari angka satu pada rentan skor yang tersedia. Pada aspek origin dan ownership, mahasiswa tersebut juga belum bisa mengakui bahwa kesulitan yang dialami berasal dari faktor internal atau dari dalam diri sendiri, tetapi cenderung menyalahkan pihak luar.

Dalam aspek reach, mahasiswa yang berada pada kategori rendah belum bisa menjangkau peristiwa sulit yang sedang dialami, sehingga seringkali melibatkan kesulitan yang dialaminya kedalam semua aspek kehidupan bahkan menganggap bahwa dirinya tidak mampu. Dalam aspek

endurance, mahasiswa yang memiliki kategori rendah cenderung belum

bisa melihat seberapa lama kesulitan yang dialami akan berlangsung dan sejauh mana kesulitan itu akan mempengaruhi kehidupannya. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang dilakukan terhadap mahasiswa angakatan 2011, hasilnya cukup baik. Hal ini dikarenakan mahasiswa

angkatan 2011 mampu memahami pernyataan dalam angket yang diberikan, walaupun ada salah satu mahasiswa angkatan 2011 yang masuk dalam kategori rendah.

Faktor yang mempengaruhi tinggi, sedang dan rendahnya tingkat daya juang yang dimiliki oleh para mahasiswa angkatan 2011 yang sedang menyelesaikan skripsi ialah faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap daya juang yang dimiliki oleh para mahasiswa angkatan 2011, selain karena adanya aspek-aspek tingkat daya juang yang mempengaruhi. Kemampuan mahasiswa angkatan 2011 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dalam mempertahankan tingkat daya juang yang ada dalam dirinya saat menyelesaikan skripsi tergolong cukup mampu hal ini karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni 1) Mahasiswa harus mampu mengendalikan perasaannya ketika menghadapi bahkan mengalami suatu kesulitan dalam hidupnya 2) Mahasiswa menyadari bahwa kesulitan yang dialami semata-mata bukanlah faktor yang berasal dari luar diri melainkan dari dalam diri 3) Mahasiswa menyadari bahwa sejauh mana ia dapat menjangkau kesulitan yang sedang dialaminya tersebut sehingga mahasiswa tersebut mampu bertahan dan menyelesaikan kesulitan yang tengah dihadapinya.

C. Usulan Program Bimbingan dalam Meningkatkan Daya Juang

Dokumen terkait