• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen PROFITABILITAS, LEVERAGE PERUSAHAAN, DAN (Halaman 53-57)

Tabel 4.12 Hasil Penelitian

Variabel Hubungan Signifikansi

ROA Berpengaruh Negatif Signifikan EPS Berpengaruh Positif Signifikan DER Berpengaruh Positif Signifikan DAR Berpengaruh Negatif Tidak Signifikan DPS Berpengaruh Negatif Tidak Signifikan DPR Berpengaruh Positif Tidak Signifikan

1. Pengaruh Return On Asset Terhadap Harga Saham

Dalam penelitian ini, ROA dinyatakan memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap harga saham perusahaan sector barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 20142018. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil koefisien regresi sebesar -0.312 dan p-value yang lebih kecil dari 5% (0.002<0.05). Hasil tersebut sejalan penelitian yang dilakukan oleh Damayanti dan Malianti (2016), Zaki, Islahuddin, dan Sabri (2017), dan Ratnasari (2018) yang menyatakan bahwa ROA memiliki pengaruh sifnifikan terhadap harga saham. Akan tetapi hasil uji statistik bertentangan dengan teori yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap harga saham.

2. Pengaruh Earning Per Share Terhadap Harga Saham

Dalam penelitian ini, EPS dinyatakan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap harga saham perusahaan sector barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2018. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil koefisien regresi sebesar 1.001 dan p-value yang lebih kecil dari 5% (0.000<0.05). Hasil tersebut sejalan penelitian yang dilakukan oleh Suwandi dan Wijayanti (2017), Adipalguna dan Suarjaya (2016), dan Ariyanti, Topowijono, dan Sulasmiyati (2016) yang menyatakan bahwa EPS memiliki pengaruh yang sifnifikan terhadap harga saham. Hasil uji statistik ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap harga saham.

Universitas Pertamina - 43

3. Pengaruh Debt To Equity Ratio Terhadap Harga Saham

Dalam penelitian ini, DER dinyatakan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap harga saham perusahaan sector barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2018. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil koefisien regresi sebesar 0.400 dan p-value yang lebih kecil dari 5% (0.002<0.05). Hasil tersebut sejalan penelitian yang dilakukan Damayanti dan Malianti (2016) yang menyatakan bahwa DER memiliki pengaruh yang sifnifikan terhadap harga saham. Akan tetapi hasil uji statistik bertentangan dengan teori yang menyatakan bahwa leverage akan menurunkan harga saham karena meningkatkan risiko bagi investor.

4. Pengaruh Debt To Asset Ratio Terhadap Harga Saham

Dalam penelitian ini, DAR dinyatakan memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap harga saham perusahaan sector barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2018. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil koefisien regresi sebesar -0.312 dan p-value yang lebih besar dari 5% (0.293>0.05). Hasil tersebut tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Ariyanti, Topowijono, dan Sulasmiyati (2016) yang menyatakan bahwa DAR memiliki pengaruh yang sifnifikan terhadap harga saham. Hasil uji statistik ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh dapat menurunkan harga saham karena meningkatkan risiko bagi investor.

5. Pengaruh Dividend Per Share Terhadap Harga Saham

Dalam penelitian ini, DPS dinyatakan memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap harga saham perusahaan sector barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2018. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil koefisien regresi sebesar -0.137 dan p-value yang lebih besar dari 5% (0.438>0.05). Hasil tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitri dan Purnamasari (2018) yang menyatakan bahwa DPS memiliki pengaruh yang sifnifikan terhadap harga saham. Hasil uji statistik ini sesuai dengan irrelevancy theory yang menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak relevan untuk mempengaruhi harga saham.

6. Pengaruh Dividend Payout Ratio Terhadap Harga Saham

Dalam penelitian ini, DPR dinyatakan memiliki pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap harga saham perusahaan sector barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2018. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil koefisien regresi sebesar 0.135 dan p-value yang lebih besar dari 5% (0.509>0.05). Hasil tersebut tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ratnasari (2018) yang menyatakan bahwa DPR memiliki pengaruh yang sifnifikan terhadap harga saham. Hasil uji statistik ini sesuai dengan

irrelevancy theory yang menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak relevan untuk

mempengaruhi harga saham.

7. Return On Asset Berpengaruh Negatif Terhadap Harga Saham.

Dalam hasil oleh data statistik yang dilakukan, Return On Asset (ROA) dinyatakan berpengaruh negatif terhadap harga saham. Hasil tersebut tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap harga saham. ROA yang berpengaruh negatif menandakan perubahaan total asset pada perusahaan yang lebih lambat

Universitas Pertamina - 44 dari perubahan pendapatan bersih. Selain itu, ROA yang negatif dapat menjadi indikasi bahwa perusahaan belum mengelola asset yang dimiliki secara maksimal. Berikut contoh perbandingan pertumbuhan net income dan total aset salah satu sampel perusahaan dalam penelitian ini.

Grafik 4.1 Pertumbuhan Net Income UNVR

Sumber: Annual Report UNVR (data diolah)

Dapat dilihat bahwa nilai net income dari UNVR secara keseluruahn mengalami

trend yang positif, akan tetapi pertumbuhan dari net income pada tahun 2014, 2015, dan

2017 tidak bisa melampaui pertumbuhan asset yang dimiliki perusahaan, sehingga ROA yang dihasilkan akan bernilai lebih kecil.

Grafik 4.2 Pertumbuhan Total Aset UNVR

Sumber: Annual Report UNVR (data diolah) 10.72% -1.27% 9.21% 9.61% 30.04% -5.00% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00% 30.00% 35.00% 2014 2015 2016 2017 2018

Growth Net Income UNVR

12.41% 10.15% 6.46% 12.90% 3.26% 0.00% 2.00% 4.00% 6.00% 8.00% 10.00% 12.00% 14.00% 2014 2015 2016 2017 2018

Universitas Pertamina - 45 Dapat dilihat dari pertumbuhan total asset, pada tahun 2014, 2015, dan 2017, memiliki nilai yang lebih besar dari pertumbuhan net income. Hal tersebut bisa mengindikasikan bahwa penggunaan asset perusahaan dari perusahaan masih belum optimal pada tahun tersebut. Hasil ROA yang negatif dapat mengindikasikan bahwa banyak perusahaan dalam sektor barang konsumsi yang memiliki pertumbuhan net income yang lebih lambat apabila dibandingkan dengan pertumbuhan total asset.

8. Debt to Equity Ratio (DER) Berpengaruh Positif Terhadap Harga Saham

Dalam hasil oleh data statistik yang dilakukan, Debt to Equity Ratio (DER) dinyatakan berpengaruh positif terhadap harga saham. Hasil tersebut tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa leverage perusahaan berpengaruh negatif terhadap harga saham. DER yang berpengaruh positif menandakan bahwa sampel perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kemampuan untuk melakukan mitigasi risiko, sehingga investor menganggap bahwa penambahan hutang perusahaan hanya dilakukan untuk pengembangan perusahaan. Sebagai contoh, Unilever yang selama 4 tahun terakhir menambah beban hutangnya malah mengalami kenaikan harga saham, karena investor menganggap unilever menambah beban hutang untuk pengembangan perusahaan dan memiliki kemampuan mitigasi risiko karena produknya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, pengembangan perusahaan yang dilakukan oleh UNVR dengan menggunakan hutang dapat dibuktikan dengan peningkatan net income perusahaan dari tahun ke tahun.

Universitas Pertamina - 46

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, kesimpulan yang

Dalam dokumen PROFITABILITAS, LEVERAGE PERUSAHAAN, DAN (Halaman 53-57)

Dokumen terkait