• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH EDWARD PRIMA PUTRA TARIGAN (Halaman 91-97)

HASIL DAN PEMBAHASAN

3. Uji Lagrange Multiplier

4.7 Pembahasan Hasil Penelitian

Pembahasan atas hasil pengujian statistik yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

4.7.1 Pengaruh Profitabilitas (X1) terhadap Konservatisme Akuntansi (Y)

Hasil pengujian variabel Profitabilitas (ROE) Berdasarkan tabel 4.7 Regresi Common Effect Model memperoleh hasil nilai t-hitung sebesar 0,460779 lebih kecil dibandingkan nilai t-tabel yaitu 1,65474 dan nilai Probabilitas dari variabel Profitabilitas sebesar 0,6456 lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi tidak akan cenderung untuk memilih metode akuntansi yang konservatif. Hal ini disebabkan perusahaan ingin memberikan signal kepada investor dan juga masyarakat bahwa perusahaan

di masa depan adalah positif sehingga ketika laba sedang tinggi perusahaan tidak perlu mempertimbangkan prinsip konservatisme dan juga memperlihatkan penggunaan modal sendiri untuk menghasilkan laba yang sangat efektif.

Hasil tersebut tidak sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Hipotesis penelitian menjelaskan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak. Hasil penelitian ini berbeda yang dilakukan peneliti sebelumnya, Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian dari Yuliani (2013), Kusmuriyanto dan Radyasinta (2014) dan Albert, dkk (2017) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan positif dari Profitabilitas terhadap Konservatisme Akuntansi, dan penelitian yang dilakukan Dita (2017) menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh dan signifikan negatif terhadap konservatisme akuntansi.

4.7.2 Pengaruh Leverage (X2) terhadap Konservatisme Akuntansi (Y)

Hasil pengujian variabel Leverage (LEV) Berdasarkan tabel 4.7 Regresi Common Effect Model memperoleh nilai t-hitung sebesar 0,726040 lebih kecil dibandingkan dengan nilai t-tabel yaitu 1,65474 dan nilai signifikansi dari variabel Leverage sebesar 0,4689 lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Leverage tidak berpengaruh dan signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi. Dalam teori akuntansi positif menyatakan bahwa dalam keadaan ceteri paribus, perusahaan yang mempunyai rasio leverage yang tinggi akan lebih memilih untuk menggunakan prosedur akuntansi yang dapat mengganti pelaporan laba untuk periode mendatang ke periode sekarang.

Pelaporan laba yang tinggi akan menunjukkan kinerja perusahaan yang positif.

Oleh sebab itu, meskipun perusahaan berukuran besar namun memiliki tingkat leverage yang tinggi pula, maka penerapan prinsip konservatisme akan berkurang.

Hasil tersebut tidak sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Hipotesis penelitian menjelaskan bahwa Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi, sehingga dapat disimpulkan H2 ditolak. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya dari Samuel dan Juliarto (2014) yang menyimpulkan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, sedangkan penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ni Wayan dan Ni Made (2015) yang menyimpulkan bahwa leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi.

4.7.3 Pengaruh Sales Growth (X3) terhadap Konservatisme Akuntansi (Y)

Hasil pengujian variabel Sales Growth (SG) Berdasarkan tabel 4.7 Regresi Common Effect Model memperoleh hasil nilai t-hitung sebesar 1,228491 lebih kecil dibandingkan dengan nilai t-tabel yaitu 1,65474 dan nilai sigifikansi dari variabel Sales Growth sebesar 0,2211 lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05.

Hal ini menunjukkan variabel Sales Growth tidak berpengaruh signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak menerapkan prinsip konservatisme akuntansi pada saat sales growth perusahaan meningkat, hal tersebut dilakukan untuk memperlihatkan bahwa perusahaan sedang mengalami peningkatan penjualan agar menjaga eksistensi perusahaan dimata investor dan juga masyarakat.

Hasil tersebut tidak sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Hipotesis penelitian menjelaskan bahwa Sales Growth berpengaruh positif dan signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi sehingga dapat disimpulkan H3 ditolak. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya Sari, dkk (2014) yang menyimpulkan tidak adanya hubungan sales growth terhadap konservatisme akuntansi, dan hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan Yuliani (2013) menyimpulkan adanya pengaruh negatif dan signifikan Sales Growth terhadap Konservatisme Akuntansi.

4.7.4 Pengaruh Ukuran Perusahaan (X4) terhadap Konservatisme Akuntansi (Y)

Hasil pengujian variabel Ukuran Perusahaan Berdasarkan tabel 4.7 Regresi Common Effect Model memperoleh nilai t-hitung sebesar (3,061608) lebih besar dibandingkan dengan nilai t-tabel yaitu 1,65474 dan nilai signifikansi 0,0026 lebih kecil dibandingkan tingkat signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi.

Pada tabel Coefficient menunjukkan koefisien variabel Ukuran Perusahaan sebesar -0,007358 yang berarti memiliki pengaruh negarif terhadap Konservatisme Akuntansi. Setiap peningkatan Ukuran Perusahaan 1 kali akan menurunkan konservatisme akuntansi sebesar (0,007358) kali dengan asumsi variabel lain konstan. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Hal ini berarti semakin besar perusahaan, maka penerapan konservatisme akuntansi akan berkurang. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kecenderungan perusahaan

menyajikan laba yang optimis guna memperlihatkan kinerja yang baik, sedangkan perusahaan kecil cenderung untuk berhati-hati dalam menyajikan labanya dengan membentuk cadangan-cadangan biaya demi kelangsungan operasional perusahaan tersebut. Semakin besar ukuran perusahaan maka penerapan prinsip konservatisme berkurang juga dapat terjadi karena perusahaan besar cenderung ingin memperlihatkan kinerja yang baik kepada pihak ketiga.

Hipotesis penelitian menjelaskan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap Konservatisme Akuntansi sehingga dapat disimpulkan H4 ditolak.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitan yang dilakukan oleh peneniliti sebelumnya dari Dita (2017) yang menunjukkan adanya pengaruh negatif dan signifikan dari Ukuran Perusahaan terhadap Konservatisme Akuntansi, dan penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian dari Desak dan I Gusti (2013) yang menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi.

4.7.5 Pengaruh Profitabilitas (X1), Leverage (X2), Sales Growth (X3), Ukuran Perusahaan (X4) secara bersamaan terhadap Konservatisme Akuntansi (Y)

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.7 Regresi Common Effect Model diperoleh F hitung (F-statistic) sebesar 2,981350 dengan nilai signifikansi (Prob F-statistik) 0,020921. Berdasarkan F tabel diperoleh nilai F tabel sebesar 2,43, maka dengan itu diketahui bahwa nilai F hitung > F tabel (2,981350 > 2,43), dan nilai signifikansi (Prob F-statistik) sebesar 0,020921 lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi layak dan Profitabilitas (X ), leverage

(X2), Sales Growth (X3) dan ukuran perusahaan (X4), secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi (Y), sehingga hipotesis kelima (H5) diterima dan didukung oleh data yang sesuai dengan ekspektasi penelitian.

BAB V

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH EDWARD PRIMA PUTRA TARIGAN (Halaman 91-97)

Dokumen terkait