Sesuai dengan hasil pembahasan pada tinjauan pustaka bahwa kinerja keuangan suatu perusahaan dapat dilakukan melalui analisis yang di lakukan managemen untuk mengetahui bahwa perusahaan telah melaksanakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran kinerja perusahaan disajikan pada laporan keuangan yang disebut laporan laba rugi, penghasilan bersih seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran lainnya. Unsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih ini adalah penghasilan (income) dan beban (expense).
Analisis rasio keuangan menggambarkan suatu hubungan matematis antara suatu jumlah dengan jumlah yang lain. Tujuan dari analisis rasio adalah untuk dapat menentukan tingkat likuiditas, solvabilitas, keefektifan operasi serta derajat keuntungan suatu perusahaan (profitability perusahaan). Rasio-rasio yang biasanya di gunakan dalam menganalisa kinerja keuangan suatu perusahaan adalah rasio likuiditas, rasio profitabilitas atau rentabilitas, rasio solvabilitas atau lezzzverage ratio, dan rasio aktifitas. Dan dalam skripsi yang penulis buat kali ini yaitu kinerja keuangan yang di analisis melalui rasio solvabilitas dan rentabilitas.
Adapun uraian dari hasil penelitian yang di lakukan penulis adalah sebagai berikut :
1. Rasio solvabilitas a. debt to assets ratio
Berdasarkan analisis debt to assets ratio dapat di ketahui ketahui perbandingan total assets dengan total debt ratio ini menunjukkan bahwa 1,06 pendanaan dibiayai dengan utang untuk tahun 2011. Artinya, bahwa setiap Rp.100,00 pendanaan perusahaan, 1,06 dibiayai dengan utang. Pada tahun 2012 menunukkan bahwa sekitar 0,45 pendanaan perusahaan dibiayai dengan utang untuk tahun 2012, sedangkan 2013 menunjukkan bahwa 0,46 pendanaan perusahaan dibiayai dengan utang. Kondisi tersebut juga menunjukkan perusahaan dibiayai hampir separuhnya utang. Jika perusahaan bermaksud menambah utang, perusahaan perlu menambah dulu ekuitasnya. Secara teoretis, apabila perusahaan dilikuidasi masih mampu menutupi utangnya dengan aktiva yang dimiliki.
b. Long term debt equity ratio
Rasio ini d gunakan untuk mengukur bag an dar send r yang d jadikan jaminan untuk hutang jangka panjang. Hasil di atas ditunjukkan bahwa pada tahun 2011 adalah ,tahun 2012 dan tahun 2013 ini menunjukkan”
bahwa long term debt equity ratio yang di miliki perusahaan telah mampu menutupi utang jangka panjang.
c. Times interest earned
Rasio ini untuk mencari jumlah kali perolehan bunga.Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa pada tahun 2011 ialah 1,42 dengan kata lain, biaya bunga ditutupi 1,42 kali dari laba sebelum bunga dan pajak. Tahun 2012 ialah : kali dari laba sebelum bunga dan pajak dan pada tahun 2013 ialah kali dengan kata lain biaya bunga dapat ditutupi 1,41 kali sebelum bunga dan pajak. Apabila rata-rata industry untuk usaha 1,42 kali untuk tahun 2011 baik dan 1,41 kali untuk tahun 2013. Akan tetapi, untuk 2012 dinilai kurang baik karena masih dibawah rata-rata industry.
d. Fixed charge coverage
Fixed charge coverage ratio ini dilakukan apabila perusahaan memperoleh utang jangka panjang atau menyewa aktvva berdasarkan kontrak sewa. Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa pada tahun 2011 ialah kali dan ini dinilai kurang baik pada tahun 2012 ialah kali juga kurang baik karena masih dibawah rata-rata industry dan tentu menyulitkan perusahaan untuk memperoleh pinjaman. Tahun 2013 ialah kali dengan rasio ini dianggap cukup baik karena berada di atas rata-rata industry sehingga memudahkan perusahaan untuk memperoleh pinjaman.
2. Rasio rentabilitas a. Profit margin
Profit margin merupakan perbandingan antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan. Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa pada tahun 2011 ialah dapat dikatakan kurang baik, tahun 2012 sebesar dapat dikatakan baik karena berada diatas rata-rata industry. dan tahun 2013 sebesar dikatakan kurang baik karena dibawah rata-rata industry. ini juga dapat berarti bahwa harga barang-barang perusahaan ini relative rendah. Hasil ketiga tahun ini juga menunjukkan adanya penurunan rasio yang cukup besar. Dari hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa margin laba bersih justru turun sangat drastic. Hal ini berarti kemungkinan meningkatnya biaya tidak langsung yang relative tinggi terhadap penjualan.
b. Return On Investment
Return on investment merupakan rasio yang menujukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Dari hasil perhitungan ROI tahun 2011 menjukkan bahwa tingkat pengembalian investasi yang diperolehnya sebesar 0,04 tahun 2012 ialah artinya hasil pengembalian investasi berukurang sebesar 0,03 dan ini menunjukkan ketidakmampuan manajemen untuk memperoleh ROI. Dan sedangkan tahun 2013 ialah . ini menunjukkan mengalami peningkatan dari tahun 2012 sebesar 0,01.
Artinya hasil pengembalian investasi meningkat dan ini menunjukkan kemampuan manajemen untuk memperoleh ROI
c. Return On Equity
Return on equity merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih sesudah pajak dari modal sendiri yang digunakan oleh perusahaan. Seperti dari pembahasan sebelumnya dapat dilihat dari perhitungan diatas yaitu pada tahun 2011 nilai ROEnya adalah kemudian tahun 2012 adalah mengalami peningkatan. Dan tahun 2013 sebesar juga mengalami peningkatan dari tahun 2012. Artinya hasil pengembalian invesati meningkat sebesar 0,01 dan ini menunjukkan kekemampuan manajemen untuk memperoleh ROE seiring dengan meningkatnya ROI.
Hasil Analisis kinerja keuangan pada PT. Maruki Internasional Indonesia tidak dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan untuk perkembangan perusahaan ke depan. Sehingga perusahaan tidak dapat menutupi segala ketidak efesien dan efektifnya pengelolaan keuangan perusahaan.
78 A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dikemukakan pada pembahasan ini adalah sebagai berikut: .
1. Analisis sovabilitas yang dikemukakan untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan, sehingga dapat mengetahui bahwa perusahaan dapat melunasi utang jangka pendeknya sesuai analisis melalui neraca dan laporan rugi laba perusahaan., Berdasarkan hasil analisis diperoleh penulis, maka Adapun kesimpulan yang dikemukakan pada pembahasan ini adalah sebagai berikut: debt to asset ratio tahun 2011 ialah 1 , tahun 2012 ialah , dan tahun 2013 ialah . long term debt equity ratio tahun 2011 ialah tahun 2012 ialah dan tahun 2013 ialah . times interest earned untuk tahun 2011 ialah , tahun 2012 ialah dan tahun 2013 ialah . fixed charge coverage pada tahun 2011 ialah , tahun 2012 ialah dan tahun 2013 ialah
2. Analisis rentabilitas yang dikemukakan sebagaimana perusahaan menghasilkan laba selama periode tertentu.berdasarkan hasil analisis diperoleh penulis, maka adapun kesimpulan yang dikemukakan pada pembahasan ini adalah sebagai berikut: profit margin on sales untuk tahun 2011 ialah , tahun 2012 ialah dan tahun 2013 ialah .
Return on invesment untuk tahun 2011 ialah untuk tahun 2012 ialah , tahun 2013 ialah . dan return on equity untuk tahun 2011 ialah , tahun 2012 ialah dan tahun 2013 ialah
3. Analisis Kinerja keuangan pada PT. Maruki Internasional Indonesia tidak dapat membantu manajemen dalam mengambil kebijakan untuk perkembangan perusahaan ke depannya.
4. Dari hasil analisis dapat dinyatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan, berdasarkan rasio solvabilitas dan rentabilitas belum baik untuk PT.
Maruki Internasional Indonesia.
B. SARAN
Adapun saran-saran yang dikemukakan penulis, sebagai berikut :
1. Untuk mengimbangi kegiatan sebaiknya perusahaan manufaktur PT.
Maruki Internasional Indonesia untuk menentukan kebijaksanaan persediaan barang dagangan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, agar tidak terjadi kekelebihan persediaan. Karena hal ini mempunyai resiko tinggi. Justru bagaimana perusahaan mengambil kebijaksanaan dalam menyiapkan persediaan barang. Dengan mengadakan pengawasan dalam pembelanjaan, jadi dapatlah mengurangi resiko perusahaan yang mungkin timbul.
2. Perusahaan perlu menentukan kebijaksanaan penggunaan dana yang efektif dan efisien ditinjau dari berbagai aspek pembelanjaan, dengan
harapan perusahaan dapat menjaga kontinutasnya atau mengalami perkembangan sesuai dengan tujuan perusahaan.