• Tidak ada hasil yang ditemukan

YASTUTI BASIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "YASTUTI BASIR"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)

KINERJA KEUANGAN PADA PT. MARUKI INTERNASIONAL INDONESIA

YASTUTI BASIR 10573 02592 11

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR

2015

(2)

ii

Judul skripsi : ANALISIS SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS UNTUK MENGUKUR KINERJA LAPORAN

KEUANGAN PAADA PT.SEMEN BOSOWA MAROS MAKASSAR (STUDY KASUS PT.SEMEN BOSOWA MAROS MAKASSAR)

Nama Mahasiswa : YASTUTI BASIR Stambuk : 10573 02592 11

Fakultas ; EKONOMI DAN BISNIS

Jurusan : AKUNTANSI

Perguruan tinggi : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Makassar, agustus 2015

Menyatakan bahwa skrispsi ini telah di seminarkan pada hari kamis tangaal 08 oktober 2015 fakultas ekonomi dan bisnis

Disetujui oleh,

Pembimbing I Pembimbing II

Drs.H.Sultan Sarda.MM Abd.Salam HB,SE,MSi.Ak.CA

Mengetahui,

Dekan Fakultas Ekonomi KetuaJurusanAkuntansi

Dr. H. Mahmud Nuhung, SE.,M Ismail Badollahi SE, M.Si.,AK, CA

(3)

iii

(4)

iv

Perkembangan dunia bisnis yang semakin cepat menuntut pengelolaan perusahaan yang lebih baik. keuangan perusahaan merupakan aspek yang sangat penting untuk kemajuan suatu usaha, sebab kebanyakan kasus kebangkrutan suatu usaha bermula dari buruknya pengelolaan keuangan.

Tujuan penelitian untuk mengetahu apakah solvabilitas dan rentabilitas dapat mengukur kinerja laporan keuangan. berdasarkan hal tersebut, penulis terdorong untuk mencoba menjelaskan bagaimana solvabilitas dan rentabilitas terhadap kinerja laporan keuangan pada PT. Semen Bosowa Maros.

Pada penelitian ini adapun rumusan masalah yang penulis angkat adalah Bagaimana kinerja keuangan perusahaan PT. Semen Bosowa Maros jika diukur dengan analisis solvabilitas dan rentabilitas

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dalam Analisis sovabilitas yang dikemukakan untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan, sehingga dapat mengetahui bahwa perusahaan dapat melunasi utang jangka pendeknya sesuai analisis melalui neraca dan laporan rugi laba perusahaan. Analisis rentabilitas yang dikemukakan sebagaimana perusahaan menghasilkan laba selama periode tertentu. Dan Analisis Kinerja keuangan pada PT. Semen Bosowa dapat membantu manajemen dalam mengambil kebijakan untuk perkembangan perusahaan ke depannya

Keyword:solvabilitas,rentabilitas,kinerja keuangan .

(5)

v

Segala puji bagi allah SWT yang memenggenggam jantung ini dan membiarkannya tetap berdetak, mengalirkan nyawa dalam tubuh sehingga satu demi satu ibadah yang diberikan-nya dapat peneliti laksanakan. Syukur alhamdulilah peneliti panjatkan kehadirat allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya, serta senantiasa memberikan kesehatan, kemampuan, dan kekuatan kepada peneliti.sehingga dapat menyelesaikan skrips ini. Penulisan skripsi ini merupakan tugas akhir untuk mencapai gelar sarjana ekonomi (SE).

pada jurusan akuntansi fakultas ekonomi dan bisnis universitas muhammadivyah Makassar. Adapun judul skripsi ini adalah “ ANALISIS SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT. SEMEN BOSOWA MAROS MAKASSAR.”

Skripsi ini merupakan tugas akhir yang diajukan untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis di Universitas Muhammadiyah Makassar

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menghadapi banyak kesulitan dan rintangan disebabkan karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki. Namun berkat bantuan dan dorongan yang diberikan oleh berbagai pihak, maka penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu pada kesempatan yang

(6)

vi

1. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Dr. H. Mahmud Nuhung, M.A, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Ismail Badollahi SE., M.Si, AK selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Drs. H. Sultan Sarda,.MM dan Abd.Salam HB,SE,Msi.Ak.Ca selaku dosen pembimbing yang telah sabar memberikan bimbingan dalam penulisan skripsi ini.

5. Teristimewa penulis menyampaikan terima kasih yang tulus kepada kedua orang tua saya, BASIR SYAMSUDDIN DAN NIRWANA S yang telah mendidik dan membesarkan penulis sejak kecil hingga dewasa dengan segala pengorbananya serta iringan do’a yang tulus hingga penulis dapat menyelesaikan studi di perguruan tinggi ini.

6. Bapak/ibu staff Cabang PT. Semen Bosowa Maros Makassar yang telah memudahkan dan memberikan data terkait dengan pembahasan skripsi ini.

7. Bapak dan Ibu dosen beserta para pegawai di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

8. Saudara saudaraku Yasser basir, yasrul basir dan Muhammad agung yang selalu mendampingiku dan memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi.

(7)

vii

10. Spesial thanks Sahabat seperjuanganku yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsinya love you kalian Fila, Firda, fety.

11. Kepada semua pihak yang tidak sempat disebutkan namanya, penulis ucapkan terima kasih.

Sebagai penutup, kepada pembaca yang budiman penulis harapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi terwujudnya kesempurnaan skripsi ini.

Billahifiisabililhaq, AssalamualaikumWr. Wb

Makassar, Agustus 2015

Penulis

(8)

viii

ABSTRAK. ... iii

KATA PENGANTAR. ... iv

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

BAB I. PENDAHULUAN

... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan dan manfaat Penelitian ... 4

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

... 6

A. Pengertian dan jenis laporan keuangan ... 6

B. Pihak-pihak yang bekepentingan terhadap laporan keuangan ... 20

C. Pengertian solvabilitas ... 24

D. Pengertian rentabilitas ... 31

E. Kinerja keuangan perusahaan ... 36

F. Macam-macam analisis rasio keuangan ... 38

G. Kerangka pikir ... 39

H. Hipotesis ... 40

BAB III. METODE PENELITIAN

... 41

A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 41

(9)

ix

BAB IV. GAMBARAN PERUSAHAAN/INSTANSI

A. Profil PT. Semen Bosowa ... 44 B. Struktur Organisasi... 51 BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. hasil penelitian ... 52 B. pembahasan ... 63 BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN ... 68 B. SARAN ... 69

DAFTAR PUSTAKA

(10)

x

2.1. tabel neraca bentuk skonto ... 10

2.2. tabel neracabentuk laporan ... 11

2.3. tabel laporan laba/rugi single step ... 13

2.4. tabel laporan laba/rugi multiplestep ... . 14

2.5. tabel Neraca perusahaan PT, Semen Bosowa tahun 2011,2012,2013 ... 52

2.6 tabel neraca perusahaan PT.semen bosowa tahun 2011,2012,2013... 54

(11)

xi

2.2 struktur organisasi perusahaan PT.Semen Bosowa ... 51

(12)

1 A. Latar belakang

Perkembangan dunia bisnis yang semakin cepat menuntut pengelolaan perusahaan yang lebih baik. keuangan perusahaan merupakan aspek yang sangat penting untuk kemajuan suatu usaha, sebab kebanyakan kasus kebangkrutan suatu usaha bermula dari buruknya pengelolaan keuangan.

Analisis laporan keuangan berkaitan erat dengan bidang akuntansi .kegiatan akuntansi pada dasarnya merupakan kegiatan mencatat ,menganalisis, menyajikan dan menafsirkan data keuangan dari lembaga perusahaan dan lembaga lainnya dimana aktifitasnya berhubungan dengan produksi dan pertukaran barang dan jasa. Akuntansi dapat memberikan informasi tentang kondisi laporan keuangan dan hasil operasi perusahaan seperti tercermin pada laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan.

oleh karena itu, akuntansi (laporan keuangan ) dapat dipakai sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pihak –pihak yang berkepentingan dengan data keuangan perusahaan.karena fungsi-fungsi inilah akuntansi sering disebut language of business.

Kondisi laporan keuangan dan hasil operasi perusahaan tercermin dalam laporan keuangan perusahaan pada hakikatnya merupakan hasil akhir dari kegiatan akuntansi perusahaan yang bersangkutan.informasi

(13)

tentang kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan sangat berguna misalnya tentang kemampuan perusahaan untuk melunasi utang-utang jangka pendek kemampuan perusahaan dalam membayar bunga dan pokok pinjaman, dan keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan besarnya modal sendiri.

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pihak yang berkepentingan dengan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan. Pihak-pihak yang berkepentingan lembaga pemerintahan lainnya seperti biro pusat statistic, dinas perindustrian ,kantor perdagangan,depertemen tenaga kerja,dan dinas lainnya, diperlukan laporan lainya yang bersifat khusus.

Khusus untuk kepentingan pimpinan perusahaan (manajemen) umumnya diperlukan sejumlah laporan akuntansi yang lebih terperinci beserta ikhtisarnya yang memperhatikan aktifitas dari bagian –bagian yang ada dalam peerusahaan. laporan akuntansi untuk kepentingan intern ini disusun secara harian, mingguan, bulanan, triwulan, atau pada waktu- waktu lain dimana laporan semacam itu diperlukan oleh manajemen.

Pimpinan perusahaan, dengan mengadakan analisis laporan keuangan perusahaannya akan dapat mengetahui keadaan perkembangan keuangan perusahaan dan hasil-hasil keuangan yang telah dicapai pada waktu-waktu yang lalu maupun sekarang. dengan mengadakan anlaisis

(14)

data keuangan dari waktu yang lalu akan dapat diketahui keberhasilan atau kegagalan di waktu yang lalu.hasil analsis tesebut akan sangat penting artinya untuk penyusunan kebijaksanaan yang akan dilakukan di waktu yang akan datang. keterangan yang diperoleh akan membantu manajemen dalam memilih dan menentukan cara pengawasan lebih efektif.

Pemilik perusahaan (untuk perusahaan dimana pimpinan diserahkan kepada orang lain). sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan. dari analisisnya pemilik dapat menilai berhasil tidaknya manajemen dalam memimpin perusahaannya.

Laporan keuangan merupakan media informasi yang merangkum semua aktifivitas perusahaan bagi manajemen, investor, bank, dan masyakarat umum. salah satu tugas penting yang dilakukan manajemen atau investor setelah akhir tahun adalah menganalisis laporan keuangan perusahaan dengan tujuan menggali informasi yang lebih luas dan mendalam dari laporan keuangan. sehingga dari hasil analisis tersebut dapat diketahui kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. selain itu, hasil analisis laporan keuangan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan bagi perusahaan untuk menentukan langkah langkah yang selanjutnya.

Laporan keuangan ada berbagai jenis , ada laporan keuangan untuk kepentingan intern dan ada untuk kepentingan ekstern.karena laporan keuangan sangat ekstern itu bersifat publik sehingga harus memiliki

(15)

proteksi perlindungan masyarakat.dan media perlindungannya adalah prinsip akuntansi.

Dengan demikian, tujuannya penyusunan laporan keuangan adalah untuk mengetahui apakah perusahaan sanggup melunasi hutang-hutangnya (solvabilitas) dan apakah perusahaan mendapatkan laba sesuai kemampuannya (rentabilitas).

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka penulis tertarik untuk mengangkat judul “analisis solvabilitas dan rentabilitas untuk mengukur kinerja keuangan pada PT.Maruki Internasional Indonesia”

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas ,maka permasalahan yang muncul di perusahaan :

“Bagaimana kinerja keuangan perusahaan PT.Maruki Internasional Indonesia jika diukur dengan analisis solvabilitas dan rentabilitas ?‟‟

C. Tujuan dan Manfaat penelitian 1. Tujuan penelitian

Untuk mengetahui analisis solvabilitas dan rentabilitas dapat mengukur kinerja keuangan PT.Maruki Internasional Indonesia”

(16)

2. Manfaat penelitian

a. Diharapkan dapat memberikan pengalaman dan menumbuhkan kemampuan untuk dapat meneliti permasalahan-permasalahan yang dihadapi perusahaan dengan cara membandingkan teori yang di dapatkan di bangku kuliah dengan kenyataan yang terjadi diperusahaan.

b. Penulisan ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi perusahaan khususnya dalam meningkatkan kinerja keuangan.

(17)

6 1. Laporan keuangan

laporan keuangan merupakan suatu informasi menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut (dwi prasetyo,2008:12).

Di sisi lain farid dan siswanto mengatakan “laporan keuangan merupakan informasi yang diharapkan mampu memberikan bantuan kepada pengguna untuk membuat keputusan ekonomi bersifat financial.

Lebih lanjut munawir mengatakan “laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil – hasil yang telah di capai oleh perusahaan yang bersangkutan dengan begitu laporan keuangan di harapkan akan membantu bagi para pengguna (users) untuk membuat keputusan ekonomi yang bersifat finasial.

Secara lebih tegas sofyan assauri „„laporan keuangan merupakan laporan pertanggung jawaban manajemen sumberdaya yang dipercayakan kepadanya ini sejalan yang dikemukan oleh farid harianto dan siswanto sudomo. Yakni laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), atau

(18)

pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya pihak manajemen memegang peranan penting dalam membuat laporan keuangan untuk dapat di pahami oleh pihak yang berkepentingan .ini ditekankan lebih lanjut oleh sofyan assauri bahwa dalam laporan keuangan terdapat informasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan.

Ini sebagaimana dikemukan oleh Leopold dan john bahwa

‘financial statement analysis applies tools and techniques to general purpose financial statements and realted data to derives and inferences useful to business decision.

2. Laporan keuangan dan pengaruhnya bagi perusahaan

Laporan keuangan yang di publikasikan dianggap memiliki arti penting dalam menilai suatu perusahaan. pernyataan ini ditegaskan oleh lev dan thiagarajan lebih jauh lev dan thigadarajan mengatakan bahwa analisis terhadap laporan keuagan yang merupakan informasi akuntansi ini di anggap penting dilakukan untuk memahami informasi yang tekandung dalam laporan keuangan tersebut.

Pada setiap perusahaan bagian keuangan memegang peranan penting dalam menentukan arah perencanaan perusahaan.ini seperti di katakana oleh Napa 1 bahwa ”berfungsinya bagian keuangan merupakan prasyarat bagi kelancaran pelaksanaan kegiatan pada bagian bagian lainnya dengan berfungsi secara baik bagian keuangan

(19)

membuat kinerja keuangan yang dillihat dari laporan keuangan perusahaan akan tersaji dengan baik.

Sehingga pihak-pihak yang membutuhkan akan dapat memperoleh laporan keuangan tersebut dan membantunya dalam proses pengambilan keputusan sesuai yang diharapkan. dalam analisis informasi keuangan setiap aktivitas bisnis harus di analisis secaara mendalam baik oleh manajemen maupun oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan yang bersangkutan.

Dari definisi di atas dapat di pahami bahwa manajemen menyajikan laporan keuaangan dan pihak luar perusahaan memanfaatkan informasi tersebut untuk membantu membuat keputusan. Bahwa seorang investor yang ingin membeli atau menjual saham biasa tertentu dengan memahami dan menganalisis laporan keuangan hingga selanjutnya bisa menilai perusahaan mana yang mempunyai prospek yang menguntungkan di masa depan.

Sebuah laporan keuangan pada umumnya terdiri dari :

1) Neraca

Neraca merupakan salah satu laporan keuangan yang terpenting bagi perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan diharuskan untuk menyajikan laporan keuangan dalam bentuk neraca.

Neraca biasanya disusun pada periode tertentu, misalnya satu tahun.

Namun, neraca juga dapat dibuat pada saat tertentu untuk mengetahui kondisi perusahaan saat ini bila diperlukan. Biasanya hal ini sering

(20)

dilakukan pihak manajemen pada saat tertentu. Berikut ini beberapa definisi Neraca menurut para ahli akuntansi. mendefinisikan Neraca sebagai berikut :

“Neraca adalah suatu laporan yang sistematis tentang aktiva (assets), utang (liabilities), dan modal sendiri (prive) dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu”. (Jumingan ,2006:13)

Dalam menyusun neraca, perusahaan dapat menggunakan beberapa bentuk sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya. Disamping itu, bentuk neraca yang dipilih sesuai dengan aturan dan kelaziman yang berlaku. Artinya penyusunan neraca didasarkan kepada bentuk yang telah distandarisasi, terutama untuk tujuan pihak luar perusahaan.

Dalam praktiknya terdapat beberapa bentuk neraca. Perusahaan dapat memilih salah satu dari bentuk, yaitu :

1. Bentuk skontro (account form)

Neraca bentuk skonto merupakan neraca yang bentuknya seperti huruf “T”. Oleh karena itu, sering juga disebut T Form.

Dalam bentuk ini neraca dibagi kedalamdua posisi, yaitu sebelah kiri berisi aktiva dan disebelah kanan yang berisi kewajiban dan modal. Bentuk neraca jenis ini sering pula disebut dengan bentuk horizontal.

2. Bentuk laporan (report form)

Dalam bentuk laporan isi neraca disusun mulai dari atas terus ke bawah, yaitu mulai dari aktiva lancar seperti kas, bank,

(21)

efek, ialah komponen aktiva tetap, komponen aktiva lainnya, komponen kewajiban lancar, komponen utang jangka panjang dan terakhir adalah komponen modal (ekuitas).

Untuk lebih jelasnya, mengenai masing-masing bentuk neraca, berikut ini contoh masing-masing bentuk tersebut :

1. Bentuk skonto (account form )

PT. xxx

Neraca per 31 Desember 2007

Aktiva Pasiva

Aktiva lncar Utang Lancar

- Kas - Bank

- Surat-surat Berharga - Piutang

- Persediaan -

Aktifa Tetap - Tanah - Bangunan - Mesin –mesin - Peralatan

Aktiva Lainnya Gedung Dalam Proses

Total Aktiva

Xx Xx Xx Xx Xx

000

Xx Xx Xx Xx 000

Xx 000 000

- Utang Wesel - Utang dagang - Utang Bak 1 tahun - Utang pajak - Dan lain-lain

Utang Jangka Panjang - Obligasi

- Hipotek

- Utang Bank 3 tahun

Ekuitas - Modal Setor - Laba Ditahan

Total Pasiva

Xx Xx Xx Xx Xx

000

Xx Xx Xx

000

Xx Xx

000 000 Sumber : Kasmir, Analisis Laporan Keuangan (2013 : 37)

Tabel 2.1

(22)

1. Bentuk laporan (report form)

PT.XXX, Tbk

Neraca per 31 Desember 2007 Aktiva Lancar

- Kas - Bank

- Surat-surat Berharga - Piutang Persediaan Total Aktiva Lancar

Aktiva Tetap - Tanah - Bangunan - Mesin-mesin - Peralatan

Total Aktiva Tetap Aktiva Lainnya Gedung Dalam Proses Total Aktifa Lainnya Total Aktiva

Utang Lancar - Utang Wesel - Utang Dagang - Utang Bank 1 tahun - Utang Pajak

Total Utang lancar UtangJangkaPanjang - Obligasi

- Hipotek

- Utang Jangka 3 tahun TotalUtangJangkaPanjang Modal

- Modal Setor - Cadangan Laba Total Modal total Passiva

Xx Xx Xx Xx

Xxxx Xx

Xx Xx Xx

Xxxx Xx

Xxxx Xxxxx Xx

Xx Xx Xx

Xx Xx Xx

Xxxx Xx

Xx

Xx Xxxxx Sumber : Kasmir, Analisis Laporan Keuangan: (2013 : 38)

Tabel 2.2

(23)

2) Laporan laba rugi

Pengertian laba/rugi suatu daftar yang membuat ikhtisar tentang penghasilan, biaya serta hasil neto suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. ( Sadeli M Lili ,2011 : 24)

Dalam praktiknya, laporan laba-rugi dapat disusun dalam dua bentuk, yaitu:

1. Bentuk tunggal (single step)

Bentuk tunggal atau dikenal dengan namasingle step merupakan gabungan dari jumlah seluruh penghasilan, baik pokok (operasional) maupun diluar pokok (non operasional) dijadikan satu, kemudian jumlah biaya pokok dan diluar pokok juga dijadikan satu. Dengan demikian, faktor pengurangnya adalah jumlah seluruh penghasilan.

2. Bentuk majemuk (multi step)

Bentuk majemuk merupakan pemisahan antara komponen usaha pokok (operasional) dengan diluar pokok (non operasional).Artinya terlebih dulu dikurangi antara penghasilan pokok dengan biaya pokok, kemudian baru ditambah dengan hasil pengurangan penghasilan di luar pokok dengan biaya di luar pokok.

(24)

Contoh bentuk laporan laba rugi single step dapat dilihat berikut ini:

PT.xxx Laporan Laba Rugi Per 31 Desember 2007

Komponen Jumlah

Pendapatan pokok (operasional) Pendapatan diluar usaha pokok

Total Pendapatan Harga pokok penjualan Rp xx Biaya pokok Rp xx Biaya diluar usaha pokok Rp xx

Total Biaya

Laba bersih sebelum pajak (EBIT) Pajak

Laba bersih setelah pajak (EAT) Earning per share

Xxxxxx Xxxxx

Xxxxxxxx

Xxxxxx Xxxxx Xx

Xxxxxx

Sumber : Kasmir, Analisis Laporan Keuangan: (2013:50) Tabel 2.3

(25)

Contoh bentuk laporan laba rugi multiple step dapat dilihat berikut ini:

PT.xxx Laporan laba rugi Per 31 Desember 2007

Komponen Jumlah

Total Penjualan (operasional) Harga pokok penjualan

Laba Kotor Operasional Biaya Operasional

Biaya umum dan administrasi Biaya penjualan

Biaya lainnya

Total biaya operasional

Laba Bersih Operasional Pendapatan nonoperasional

Biaya nonoperasional

Laba bersih setelah pajak (EAT)

Pajak

Laba bersih sebelum pajak (EBIT)

Earning per Share

Xxxxxx Xxxxx

Xxxxxxxx Xxxx

Xxxx Xxxx Xxxx

Xxxxx Xxxxx

Xxx

Xxxxx Xx

Xxxxxxx

Sumber : Kasmir, Analisis Laporan Keuangan: (2013:51) Tabel 2.4

3) Laporan perubahan modal

Laporan perubahan modal merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki pada saat ini. Kemudian, laporan ini juga menjelaskan perubahan modal dan sebab-sebab terjadinya perubahan modal di perusahaan. Laporan perubahan modal jarang dibuat bila tidak terjadi perubahan modal. Artinya laporan ini baru dibuat bila memang ada perubahan modal.

(26)

4) Laporan arus kas

Laporan arus kas memberikan informasi bagimana arus kas diperoleh dan dihasilkan pola penggunaan dan penerimaan kas peerusahaan dapat dilihat dari laporan arus kas. Laporan arus kas (Cash flow ) diharapkan mampu menjelaskan tentang bagaimana kas dihasilkan dan digunakan. Laporan arus ini juga sekaligus untuk mengatasi kekurangan laporan laba rugi yang menggunakan basis akrual. Laporan arus kas di harapkan bebas dari beberapa pilihan metode akuntansi seperti penyusutan walaupun demeikian arus kas tidak sama sekali bebas kepentingan.( toto prihadi, 2011:52)

Standar pelaporan dalam arus kas membagi arus kas menjadi tiga kelompok ,yaitu :

1. Aktivitas operasi 2. Aktivitas pendanaan 3. Aktivitas investasi

5) Laporan catatan atas laporan keuangan

Laporan catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang memberikan informasi apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu. Artinya terkadang ada komponen atau nilai dalam laporan keuangan yang perlu diberi penjelasan penjelasan telebih dulu sehingga jelas. Hal ini perlu dilakukan agar pihak-pihak yang berkepentingan tidak salah dalam menafsirkannya.

(27)

3. Kegunaan laporan keuangan

Berdasarkan konsep keuangan maka laporan keuangan sangat diperlukan untuk mengukur hasil usaha dan perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu dan untuk mengetahui sudah sejauh mana perusahaan mencapai tujuannya. bahwa laporan keuangan pada dasarnya merupakan hasil proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang bekepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Sehingga laporan keuangan memegang peranan yang luas dan mempunyai suatu posisi yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

Standar akuntansi keuangan memberikan pengertian tentang laporan keuangan yaitu, ikatan akuntasi Indonesia menjelaskan bahwa

“laporan keuangan ialah neraca dan perhitungan laba laporan perubahan posisi keuangan (misalnya, laporan arus kas atau laporan arus dana).

4. Tujuan laporan keuangan

Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan tentang kondisi suatu perusahaan dari sudut angka-angka dalam satuaan moneter.SFAC no.1 menyatakan tujuan dari pelaporan keuangan perusahaan yaitu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pembuatan keputusan

(28)

bisnis dan ekonomis oleh investor yang ada dan yang potensial, kreditor, manajemen, pemerintah, dan pengguna lainnya (FASB,1978).

Menurut standard akuntansi keuangan (ikatan akuntansi Indonesia) bahwa ‟‟tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. ‟‟adapun tujuan laporan keuangan menurut PAPI (pedoman akuntansi perbankan Indonesia)‟‟ tujuan laporan keuangan kinerja perubahan ekuitas, arus kas dan informasi lainnya yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan ekonomi serta menjukkan pertanggung jawaban manajemen atau penggunaan sumber daya yang di percayakan kepada mereka.

5. Keterbatasan laporan keuangan

Seluruh informasi yang diperoleh dan bersumber dari laporan keuangan pada kenyataanyan selalu saja terdapat kelemahan, dan kelemahan tersebut di anggap sebagai bentuk keterbatasan informasi yang tersaji dari laporan keuangan harus memahami dan menyadari dengan benar setiap keterbatasan tersebut sebagai sebuah realita yang tidak bisa dipungkiri, walaupun dalam kenyataannya setiap akuntan selalu berusaha memberikan informasi yang maksimal, termasuk menempatkan catatan kaki (footnotes) sebagai pendukung informasi.

(29)

Adapun bentuk kelemehan atau keterbatasan dari laporan keuangan ini sebaiknya kita lihat pendapat dari PAI (prinsip akuntansi Indonesia), menurut PAI sifat dan keterbatasan laporan keuangan sebagai berikut :

1. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya laporan keuangan tidak dapat di anggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.

2. Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.

3. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan.

4. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. demikian pula penerapan prnsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal itu tidak menimbulkan pengaruh yang material tehadap kelayakan laporan keuangan.

5. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, lazimnya dipilih alternative yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.

(30)

6. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu persitiwa/transaksi daripada bentuk hukumanya (formalitas) (substance over from).

7. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.

8. Adanya berbagai disusun alternative metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.

9. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya diabaikan.

6. Langkah-langkah dalam menganalisa laporan keuangan

Bagi investor beserta pihak lainnya yang berkeinginan untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan, maka perlu melakukan analisis laporan keuangan secara sestematis dan terukur.

Dengan tujuan agar hasil yang diperoleh dapat dijadikan pendukung dalam proses pengambilan keputusan, terutama dukungan dalam keputusan jangka panjang, penafsiran keputusan jangka panjang disini dilihat dari sisi prespektif investor, baik investor berkategori real investment dan financial investment.

Adapun perbedaan antara real investment dan financial investment adalah :

(31)

1. Real investment(investasi nyata) secara umum melibatkan asset berwujud,seperti tanah,mesin-mesin,atau pabrik.

2. Financial investment (investasi keuangan) melibatkan kontrak tertulis,seperti saham biasa (common stock) dan obligasi (bonds).

B. Pihak-pihak yang Berkepentingan terhadap Laporan Keuangan Suatu Perusahaan.

ada beberapa pihak yang selama ini dianggap memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan suautu perusahaan,yaitu :

a. Kreditor

Kreditor adalah pihak yang memberikan pinjaman baik dalam bentuk uang (money), barang (goods), maupun dalam bentuk jasa (service) contoh kreditor yang memberikan pinjaman dalam bentuk uang adalah perbankan atau leasing.

b. Investor

Investor di sini biasa mereka yang membeli saham tersebut atau bahkan komisaris perusahaan. seorang investor berkewajiban untuk mengetahui secara dalam kondisi perusahaan dimana ia akan berinvestasi atau pada saat ia sudah berinvestasi. Karena dengan memahami laporan keuangan perusahaan tesebut artinya ia akan mengetahui berbagai informasi keuangan perusahaan.

c. Akuntan public

Akuntan public adalah mereka yang ditugaskan untuk melakukan audit pada sebuah perusahaan. Dan yang menjadi bahan audit seorang

(32)

akuntan public adalah laporan keuangan perusahaan,untuk selanjutnya pada hasil audit ia akan melaporkan dan memberikan penilaian dalam bentuk rekomendasi.

d. Karyawan perusahaan

Karyawan merupakan mereka yang terlihat secara penuh di suatu perusahaan. Dan secara ekonomi mereka mempunyai ketergantungan yang besar yaitu pekerjaan dan penghasilan yang diterima dari perusahaan tempat bekerja telah begitu berperan dalam membantu kehidupanya, terutama jika karyawan tersebut telah berkeluarga.

e. Bapepan

Bapepan adalah badan pengawas pasar modal, bagi suatu perusahaan yang akan go public. maka perusahaan tersebut berkewajiban untuk memperlihatkan laporan keuangannya kepada bapepan dalam hal ini PT.Bursa efek Indonesia. bapepan bertugas untuk mengamati dan mengawasi setiap kondisi perusahaan.yang go public tersebut, termasuk berkewajiban untuk tidak menerima atau mengeluarkan perusahaan yang dianggap sudah tidak layak lagi untuk go public.

f. Underwriter

Underwriter adalah penjamin emisi bagi setiap perusahaan yang akan menertibatkan sahamnya di pasar modal.

g. Konsumen

Konsumen adalah pihak yang menikmati produk dan jasa yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan.dari sudut marketing konsumen

(33)

dibagi dua yaitu ada yang dimaksud dengan konsumen yang loyal terhadap produk dan jasa yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan.

h. Pemasok

Pemasok (supplier) merupakan mereka yang menerima order untuk memasok setiap kebutuhan perusahaan mulai dari hal-hal yang dianggap kecil sampai yang terbesar yang mana semua itu dihitung dengan skala financial. tentunya dari setiap barang yang dipasok tersebut ada yang dibayar dimuka sebagian saja dan pelunasannya adalah dilakukan dalam kurun jangka waktu tertentu yang bias terlaksana setiap persemester atau juga juga setiap akhir tahun.

i. Lembaga penilai

Lembaga penilai disini berasal dari berbagai latar belakang seperti GCG (good corporate governance), WALHI (wahana lingkungan hidup, majalah, televisi, tabloid, surat kabar, dan lainnya yang secara berkala membuat rangking perusahaan berdasarkan klafikasi masing-masing seperti 10 perbankan terbaikversi majalah.

j. Asosiasi perdagangan

Asosiasi perdagangan ini mencakup mulai dari KADIN (kamar dagang dan indutri). HIPMI (himpunan pengusaha muda indoensia), asosiasi pertekstilan Indonesia dan lainnya. dimana organisasi tersebut menaungi berbagai perusahaan yang menjadi anggotanya dan setiap waktunya diadakan rapat tahunan atau berbagai pertemuan lainnya yang membahas berbagai hal yang menjadi hambatan dalam aktivitas bisnis

(34)

yang dijalankan dan tidak terkecuali seperti terjadinya penurunan angka penjualan.

k. Pengadilan

Laporan keuangan yang dihasilkan dan disahkan oleh pihak perusahaan adalah dapat menjadi barang bukti pertanggungjawaban kinerja keuangan, dan pertanggungjawaban dalam bentuk laporan keuangan tersebut.

l. Akademis dan peneliti

Pihak akademis dan peneliti adalah mereka yang melakukan research terhadap sebuah perusahaan. Sehingga dengan begitu kebutuhan akan informasi sebuah laporan keuangan yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan adalah mutlak,apalagi jika nanti penelitian tersebut dipublikasikan ke berbagai jurnal dan media massa nasional dan internasional.

m. Pemda

Pemerintah daerah atau loved government adalah mereka yang mempunyai hubungan kuat dengan kajian seperti akan lahirnya suatu perda (peraturan daerah) yang berkaitan dengan berbagia aspek seperti aspek lingkungan.

n. Pemerintah pusat.

Pemerintah pusat adalah dengan segala perangkat yang dimilikinya lelah menjadikan laporan keuangan perusahaan sebagai data fundamental acuan untuk melihat perkembangan pada berbagai sector bisnis

(35)

o. Pemerintah asing

Pemerintah asing merupakan pihak yang mengamati perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di suatu Negara,dimana misalnya Negara tersebut saling memiliki keterkaitan dalam bentuk perjanjian dagang (trade contract) yang mencakup dalam berbagai bidang usaha.

p. Organisasi internasional

Organisasi internasional disini seperti IMF (internasional monetary found), WB (world bank), .ADB (asian development bank ), ASEAN, PBB, dan lainnya.

C. Pengertian Solvabilitas 1. Solvabilitas

Untuk menjalankan operasinya setiap perusahaan memiliki berbagai kebutuhan, terutama yang berkaitan dengan dana agar perusahaan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dana selalu dibutuhkan untuk menutupi seluruh atau sebagaian dari biaya yang diperlukan baik dana jangka pendek maupun jangka panjang . dan juga dibutuhkan untuk melakukan ekspansi atau perluasan usaha atau investasi baru. Artinya di dalam perusahaan harus selalu tersedia dana dalam jumlah tertentu sehingga tersedia pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini, tugas manajer keuanganlah yang bertugas memenuhi kebutuhan tersebut.

(36)

Dalam praktiknya untuk menutupi kekurangan akan kebutuhan dana, perusahaan memeliki beberapa pilihan sumber dana yang dapat digunakan. pemilihan sumber dana ini tergantung dari tujuan, syarat- syarat, keuntungan, dan kemampuan perusahaan tentunya. Sumber- sumber dana secara garis besar dapat diperoleh dari modal sendiri dan pinjaman (bank atau lembaga keuangan lainnya). Perusahaan dapat memilih dana dari salah satu sumber atau kombinasi dari keduannya.

Rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang.

Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. (kasmir, 2012:150)

Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikulidasi).

Penggunaan rasio solvabilitas bagi perusahaan memberikan banyak manfaat yang dapat di petik, baik rasio rendah maupun rasio tinggi.

Menurut Fred Weston rasio solvabilitas memiliki bebrapa implikasi berikut :

1. Kreditor ,mengharapkan ekuitas (dana yang disediakan pemilik) sebagai marjin keamanan. Artinya jika pemilik memeliki dana yang kecil sebagai modal. resiko bisnis terbesar akan ditanggung oleh kreditor.

(37)

2. Dengan pengadaan dana melalui utang, pemilik memperoleh manfaat, berupa tetap dipertahankannya penguasaan atau pengendalian perusahaan.

3. Bila perusahaan mendapat penghasilan lebih dari dana yang dipinjamkannya dibandingkan dengan bunga yang harus dibayarnya. Pengembalian kepada pemlik diperbesar.

2. Tujuan dan manfaat solvabilitas

Untuk memilih menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman haruslah menggunakan beberapa perhitungan. Seperti di ketahui bahwa penggunaan modal sendri atau dari modal pinjaman akan memberikan dampak tertentu bagi perusahaan.pihak pinjaman manajemen harus pandai mengatur rasio kedua modal tersebut. Pengaturan rasio yang baik akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan guna menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi . namun semua kebijakan ini tergantung dari tujuan perusahaan secara keseluruhan.

Berikut adalah beberapa tujuan perusahaan dengan menggunakan rasio solvabilitas yakni:

1. Untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya (kreditor )

2. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga).

(38)

3. Untuk menilai keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal.

4. Untuk menilai seberapa besar aktiva perusahaan di biayai oleh utang.

5. Untuk menilai seberapa besar pengaruh utang perusahaan terhadapa pengelolaan aktiva.

6. Untuk menilai atau mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang.

7. Untuk menilai berapa dana pinjaman yang segera akan ditagih, terdapat sekian kalinya modal sendiri yang demikian.

Sementara itu manfaat rasio solvabilitas atau leverage ratio adalah :

a. Untuk menganalisis kemampuan posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya.

b. Untuk menganalisis kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga)

c. Untuk menganalisis keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal.

d. Untuk menganalisis seberapa besar aktiva perusahaan di biayai oleh utang.

e. Untuk menganalisis seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.

(39)

f. Untuk menganalisis atau mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang di jadikan jaminan utang jangka panjang.

g. Untuk menganalisis berapa dana pinjaman yang segera akan di tagih ada terdapat sekian kali modal sendiri.dan h. Manfaat lainnya.

3. Jenis jenis rasio solvabilitas

Biasanya penggunaan rasio solvabilitas atau leverage di sesuaikan dengan tujuan perusahaan. Artinya perusahaan dapat menggunakan rasio leverage secara keseluruhan atau sebagaian dari masing masing jenis solvabilitas yang ada. Penggunaan rasio secara keseluruhan ,artinya seluruh jenis rasio yang dimiliki perusahaan,sedangkan sebagaian artinya perusahaan hanya menggunakan beberapa jenis rasio yang di anggap perlu untuk diketahui.

Dalam praktiknya ,terdapat beberapa jenis rasio solvabilitas yang ssering digunakan perusahaan, adapun jenis-jenis rasio yang ada dalam rasio solvsbilitas antara lain :

1. Rasio Hutang terhadap Aset (Debt to asset ratio (debt ratio ) 2. Rasio hutang terhadap ekuitas (Debt to equity ratio)

3. Rasio hutang jangka panjang terhadap ekuitas (Long termdebt to equity ratio)

4. Waktu bunga yang diperoleh (Times interest earned.) 5. Cakupan biaya tetap (Fixed charge coverage)

(40)

1. Rasio Hutang Terhadap Aset (Debt to asset ratio)

Debt ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain,seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.

Dari hasil pengukuran,apabila rasionya tinggi, artinya perusahaan dengan utang semakin banyak, maka semakin sulit bagi perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan perusahaan tidak mampu menutupi utang-utangnya dengan aktiva yang dimilikinya. Demikian pula apabila rasionya rendah, semakin kecil perusahaan di biayai dengan utang. Standar pengukuran untuk menilai baik tidaknya rasio perusahaan diggunakan rasio rata-rata industry yang sejenis.

Rumusan untuk mencari debt rasio dapat digunakan sebagai berikut :

2. Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt to equity ratio)

Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini di cari dengan cara membandingkan antara seluruh utang,termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan. Dengan

(41)

kata lain, rasio ini berfungsi untuk mengetetahui setiap rupiah modal sendiri yang di jadikan untuk jaminan utang.

Rumus untuk mencari debt to equity ratio dapat digunakan perbandingan antara total utang dengan total ekuitas sebagai berikut:

( ) ( )

3. Hutang Jangka Panjang Terhadap ekuitas (Long tern debt to equity ratio)

LTDtER merupakan rasio antara utang jangka panjang dengan modal sendiri. Tujuannya adalah untuk mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang dengan cara membandingkan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri yang disediakan oleh perusahaan.

Rumusan untuk mencari long term debt equity ratio adalah dengan menggunakan perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri,yaitu :

4. Waktu Bunga Yang Diperoleh (Times interest earned)

Menurut j.fred Weston times interest earned merupakan rasio untuk mencari jumlah kali perolehan bunga. Rasio ini diartikan oleh james c.van hoerne juga sebagai kemampuan perusahaan untuk membayar biaya bunga, sama seperti coverage ratio.

(42)

Rumus untuk mencari times interest earned dapat digunakan dengan cara sebagai berikut

( )

Atau

( )

5. Cakupan Biaya Tetap (Fixed charge coverage(FCC)

Fixed charge coverage atau lingkup biaya tetap merupakan rasio yang menyerupai times interest earned ratio. hanya saja perbedaannya adalah rasio ini dilakukan apabila perusahaan memperoleh utang jangka panjang atau menyewa aktiva berdasarkan kontrak sewa (lease contract). biaya tetap merupakan biaya bunga di tambah kewajiban sewa tahunan atau jangka panjang.

Rumus untuk mencari fixed charge coverage (FCC) adalah sebagai berikut:

( ) ( )

D. Pengertian rentablitas 1. Rentabilitas

Rentabilitas adalah suatu perusahaan menunjukkan perrbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.

(moh.aris pasigai,se.mm, 2012) Dengan kata lain, rentabilitas adalah

(43)

kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu dan umumnya dirumuskan sebagai berikut :

Rentabilitas

Dimana:

Laba ; jumlah laba yang diperoleh selama periode tertentu.

Modal:jumlah modal yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.

Cara itu menilai rentabilitas suatu perusahaan adalah bermacam- macam dan tergantung pada laba dan aktiva atau modal mana yang akan diperbandingkan antara satu dengan yang lainnya. Apakah yang akan diperbandingkan itu laba yang berasal dari operasi atau usaha,atau laba netto sesudah pajak dengan aktiva operasi, atau laba netto sesudah pajak diperbandingkan dengan keseluruhan aktiva

’tangilble’ , ataukah laba netto sesudah pajak dengan jumlah modal sendiri.

Dengan bermacam-macamnya cara dalam penilaian rentabilitas suatu perusahaan, maka tidak mengherankan kalau ada beberapa perusahaan yang berbeda-beda dalam cara menghitung rentabilitasnya.

Yang penting adalah rentabilitas mana yang akan digunakan sebagai alat pengukur efisisensi penggunnaan modal dalam perusahaan yang bersangkutan. Dlam pokok bahasan ini akan di bicarakan dua cara

(44)

penilaian rentabilitas,yaitu rentabilitas ekonomi (RE) dan rentabilitas modal sendiri (RMS).

2. Rentabilitas ekonomi (RE)

Rentabilitas ekonomi ialah perbandingan antara laba usaha/operasi dengan modal sendiri dan modal asing total (total modal) yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam presentase. Oleh karena pengertian rentabilitas sering dipergunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal di rentabilitas sering dipergunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal di dalam suatu perusahaan, maka rentabilitas ekonomi sering pula dimaksudkan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba.rentabilitas ekonomi dapat dirumuskan. Sebagai berikut :

Karena yang diperhitungkan dalam menghitung rentablitas ekonomi hanya modal yang bekerja di dalam perusahaan (operating capital/assets), maka modal yang dipertanamkan dalam perusahaan lain atau modal yang perhitungkan dalam menghitung rentabilitas ekonomi. Demikian pula dengan laba yang di perhitungkan, hanyalah laba yang berasal dari operasinya perusahaan, yaitu yang disebut laba usaha (net operating income). sehingga laba yang diperoleh dati usaha-

(45)

usaha diluar perusahaan atau dari efek tidak perhitungkan dalam menghitung rentabilitas ekonomi.

Untuk mempertinggi rentabilitas, pertama-tama kita harus mengetahui factor-faktor apakah yang menentukan tinggi rendahnya rentabilitas ekonomi/earning power. Tinggi rendahnya earning power ditentukan oleh dua factor yaitu :

1. Profit margin :yaitu perbandingan antara „‟net operating income „‟(laba usaha/operasi) dengan „‟net sales‟‟(penjualan bersih), dimana perbandingannya dinyatakan dengan presentase.

2. Turnover of operating assets (tingkat perputaran aktiva usaha/operasi, yaitu kecepatan berputarnya operating assets dalam suatu periode tertentu, yang dapat dihitung dengan membagi „‟net sales‟‟ dengan ‟‟operating assets, yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

3. Rentabilitas modal sendiri (RMS)

Rentabilitas modal sendiri atau sering juga dinamakan rentablitas usaha adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri di satu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut dilain pihak. Atau dengan kata lain

(46)

rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan keuntungan.

Laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitasnya modal sendiri adalah laba usaha setelah dikurangi dengan bunga modal asing dan pajak perseroan atau income tax. Atau EAT (Earning After Tax).

Sedangkan modal sendiri yang bekerja dalam perusahaan.rentabilitas modal sendiri dapat dihitung dengan rumus :

Sebaliknya Penambahan modal asing akan memberikan efek yang menguntungkan terhadap modal sendiri apabila „’rate of return’’

daripada tambahan modal asing tersebut lebih kecil daripada merugikan (unfavorable financial leverage) terhadap modal sendiri apabila‟‟rate of return „‟daripada tambahan modal asing tersebut lebih kecil daripada biaya modalnya atau bunganya (ROR> biatya bunganya). Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa tambahan modal asing tidak dibenarkan apabila rentabilitas modal sendiri dengan tambahan modal asing lebih kecil daripada rentabilitas modal sendiri dengan tambahan sendiri (RMS+MA < RMS+MS).

E. Kinerja keuangan perusahaan

Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan

(47)

aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. ( Fahmi 2012:2).

Unsur dari kinerja keuangan perusahaan sebagai berikut : Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran kinerja perusahaan disajikan pada laporan keuangan yang disebut laporan laba rugi, penghasilan bersih seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran lainnya. Unsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih ini adalah penghasilan (income) dan beban (expense).

Ada tiga macam ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja secara kuantitatif (Mulyadi dikutip dalam Praytino 2010:9), yaitu:

a. Ukuran kriteria tunggal Ukuran kriteria tunggal (single criteria) adalah ukuran kinerja yang hanya menggunakan satu ukuran untuk menilai kinerja manajer.

b. Ukuran kriteria beragam Ukuran kriteria beragam (multiple criteria) adalah ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran untuk menilai kriteria manajer.

c. Ukuran kriteria gabungan Ukuran kriteria gabungan (composite criteria) adalah ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran , untuk memperhitungkan bobot masing-masing ukuran dan menghitung rata-ratanya sebagai ukuran yang menyeluruh kinerja manajer.

(48)

Analisis Rasio Keuangan menggambarkan suatu hubungan matematis antara suatu jumlah dengan jumlah yang lain. Penggunaan alat analisis berupa rasio dapat menjelaskan penilaian baik dan buruk posisi keuangan pada perusahaan, terutama bila angka rasio ini dibandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar. Kasmir (2008: 104) menjelaskan analisis rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka yang lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada di antara laporan keuangan. Tujuan dari analisis rasio adalah untuk dapat menentukan tingkat likuiditas, solvabilitas, keefektifan operasi serta derajat keuntungan suatu perusahaan (profitability perusahaan). Kasmir (2008: 68) mengungkapkan ada beberapa tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan, yaitu:

1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.

2. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan.

3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki.

4. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan ke depan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.

(49)

F. Macam - macam analisis rasio keuangan perusahaan

Dalam mennghitung kinerja keuangan suatu perusahaan diperlukan suatu analisis rasio keuangan dengan cara membuat dan menghitung aspek- aspek rasio keuangan.

Ada beberapa macam-macam rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas,rasio aktivitas,rasio profabilitas. Dalam setiap rasio keuangan mememiliki fungsi-fungsi tersendiri untuk aplikasinya, seperti contoh berikut ini :

1. Rasio likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban financial jangka pendek. Intinya adalah seberapa cepat (likuid perusahaan memenuhi kinerja keuangannya, umumnya kewajiban jangka pendek,kewajiban kurang dari hasil satu periode/tahun)

2. Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumberdaya yang dimiliki, sumber daya yang dimaksud seperti piutang dan modal maupun aktiva.

3. Rasio aktivitas adalah rasio untuk mengukur seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang atau dibiayai oleh pihak luar. Pihak luar disini bias berupa investor maupun bank.

4. Rasio profitabilitas adalah rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam

(50)

hubungan dengan penjualan, aktiva maupun laba dan modal sendiri.

G. Kerangka Pikir

Kerangka pikir merupakan bagian dari tinjauan pustaka yang berisikan rangkuman atas semua dasar-dasar teori yang dijadikan landasan dalam penelitian ini. Dimana dalam kerangka pikir ini diberikan skema singkat mengenai alur pnelitian yang menggambarkan proses penelitian yang dilakukan.

Gambar 2.1.

Skema Kerangka Pikir

H. Hipotesis penelitian

Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan, maka hipotesis yang diajukan adalah di duga bahwa :

„„analisis solvabilitas dan rentabilitas dapat digunakan sebaga alat ukur kinerja keuangan”

PT.MARUKI INTERNASIONAL INDONESA Laporan Keuangan

Analisis Laporan Keuangan

Solvabilitas Rentabilitas

Kinerja laporan keuangan

(51)

40

Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, maka penulis memilih obyek penelitian pada perusahaan PT. Semen Bosowa Makassar provinsi Sulawesi selatan sedangkan waktu penelitian dan penyusunan laporan di perkirakan kurang lebih dua bulan yaitu pada bulan mei sampai juni 2015.

B. Metode pengumpulan data

Pada penelitian ini digunakan metode studi kasus, dan pengumpulan data melalui penelitian sebagai berikut :

1. Penelitian pustaka (library research),yaitu pengumpulan data teoritis dengan cara menelaah berbagai buku literature dan bahan pustaka lainnya yang berkaitan dengan masalah yang di bahas. Setelah literature dibaca dan dianalisis kemudian dikutip dengan beberapa kutipan antara lain :

a. Kutipan langsung, yaitu mengutip pendapat dari berbagai tulisan dengan tidak merubah redaksinya maupun maknanya.

b. Kutipan tidak langsung, yaitu kutipan pendapat dari berbagai tulisan dengan merubah redaksinya, namun tidak mengurangi arti dan maknanya.

2. Penelitian lapangan (flied research), yaitu pengumpulan data lapangan yang dilakukan untuk mendapatkan data-data dan informasi pada perusahaan yang bersangkutan,dengan cara sebagai berikut ;

(52)

Dengan cara mendatangi PT. Maruki Internasional Indonesia yang merupakan subyek penelitian untuk mendapatkan gambaran tentang PT. Maruki Internasional Indonesia dengan cara :

a. Metode wawancara

Dilakukan dengan pihak yang terkait perusahaan yaitu bagian accouting.

b. Metode dokumentasi

Diperoleh dengan mencatat data pada subyek penelitian dengan mempelajari kebijakan perusahaan, sejarah perusahaan serta penerepan pengakuan pendpatan dan beban terhadap standar akuntansi keuangan.

C. Jenis dan sumber data 1. jenis data :

a. Data kuantitatif. yaitu data yang bebentuk angka-angka yang relevan dengan yang akan di bahas.

b. Data kualitatif, yaitu data yang berbentuk informasi baik lisan maupun tulisan yang berperan sebagai pendukung data yang lain.

2. Sumber data :

a. Data primer, yaitu data yang diperoleh dengan cara mengadakan pengamatan langsung pada perusahaan dan wawancara secara langsung dengan pimpinan beserta stafnya yang ada kaitannya dengan penulisan ini.

(53)

b. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari perusahaan berupa dokumen-dokumen dan buku literature serta laporan tertulis dari luar perusahaan yang ada hubungannya dengan penilitian ini.

D. Populasi dan Sampel

Populasi dan sampel yang dilakukan penulis dalam penelitian untuk memperoleh data pada PT. Maruki Internasional Indonesia, populasi yang dimaksud disini adalah laporan keuangan PT. Maruki Internasional Indonesia selama 3 tahun yaitu tahun 2011,2012 dan 2013.

E. Metode analisis

Untuk membuktikan hipotesis yang telah penulis kemukakan, maka penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menjelaskan tentang solvabilitas dan rentabilitas terhadap kinerja keuangan perusahaan.

a. Rumus solvabilitas :

1.

2.

3. ( )

4.

b. Rumus rentabilitas :

1.

2. ( ) 3. ( )

4.

(54)
(55)

44 1. Profil Perusahaan

PT Maruki Internasional Indonesia berdiri pada tanggal 18 juni 1997 dengan nama PT Tokai Material Indonesia dan pada tanggal 14 Januari 2003 berubah nama menjadi PT Maruki Internasional Indonesia. Perusahaan ini dipimpin oleh Mr. Yukihiro Kitagawa selaku Presiden Direktur. Lokasi Perusahaan berada di Kawasan Industri Makassar (KIMA) dengan luas sekitar 6 Ha. Secara geografis lokasi tersebut sangatlah strategis, akses Pelabuhan dan Bandar Udara yang dekat memberikan kemudahan dan kelancaran untuk distribusi ekspor, bahan baku dan mobilisasi pendukung lainnya.

Produk utama perusahaan adalah furniture untuk budaya masyarakat Jepang yang disebut Butsudan. Butsudan berfungsi sebagai tempat untuk menghormati dan berkomunikasi dengan para leluhur yang telah wafat.

Butsudan dalam bahasa sehari-harinya disebut lemari abu jenazah untuk nenek moyang dan leluhur budha.

Terdapat berbagai macam jenis dan tipe Butsudan, namun umumnya berbentuk lemari. Butsudan produksi PT Maruki Internasional Indonesia berasal dari bahan baku Kayu. Komposisi penggunaan material kayu adalah 40% kayu lokal dan 60% kayu import. Negara asal kayu import, yakni Afrika (Gabon), Asia (Thailand, Laos), dan

(56)

Amerika (Mexico). Hasil produksi Butsudan hanya di export ke Jepang, karena sifatnya sebagai produk budaya jepang. Dari sisi Sumber Daya Manusia

(SDM), saat ini tercatat 508 orang karyawan. Terdiri dari 387 orang laki-laki dan 121 orang perempuan. Hampir 60% dari jumlah karyawan merupakan warga sekitar areal perusahaan yang telah ditraining sebelum bekerja di perusahaan. Sebahagian lainnya merupakan orang-orang keluaran Balai Latihan Kerja yang melakukan praktek kerja atau

magang di Jepang selama dua hingga tiga tahun. Fasilitas-fasilitas Perusahaan yang disediakan untuk karyawan antara lain : Klinik kesehatan, bus karyawan, asuransi kesehatan, jamsostek, sarana ibadah, kantin dan ruang makan.

2. VISI DAN MISI a. Visi

Pembentukan visi sebuah perusahaan merupakan suatu konsep yang mengarah pada tujuan perusahaan untuk pengembangannya ke depan. Pembentukan visi perusahaan juga merupakan proyeksi untuk melihat dan memandang ke depan untuk mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan.

Visi yang jelas dan matang akan mendorong pengembangan perusahaan. Adapun visi PT Maruki International Indonesia adalah menjadi perusahaan yang mengedepankan peningkatan kualitas produksi

(57)

dengan menanamkan semangat kualitas dan menjunjung tinggi semangat kerja keras.

b. Misi

Misi merupakan perumusan mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan perusahaan untuk mewujudkan visinya. Misi perusahaan PT Maruki International Indonesia adalah melibatkan segenap unsur karyawan yang mengarah kepada proses perbaikan yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

Perusahaan juga memiliki misi yang lebih khusus selain misi utama perusahaan, misi tersebut sesuai dengan bidang usaha bagian yang bersangkutan yang terdapat dalam perusahaan. Misi dari tiap-tiap bagian organisasi tersebut, diharapkan tetap mengacu dan sejalan dengan misi utama perusahaan.

Fungsi dari misi bagian-bagian di perusahaan harus dirumuskan sebagai pedoman dan kerangka acuan bagi setiap aktivitas, dalam usaha untuk mencapai visi perusahaan secara menyeluruh. Adapun misi bagian- bagian pada PT Maruki International Indonesia sebagai berikut :

1. Purchasing

Departemen purchasing berfungsi untuk mengatur segala pembelian keperluan perusahaan baik yang ada di pabrik maupun keperluan administrasi dengan mengeluarkan surat pembelian dan diberikan kepada masing-masing unit untuk melakukan pembelian tersebut

(58)

sesuai kebutuhan. Departemen ini terbagi atas dua unit, yaitu unit pembelian raw material dan unit pembelian material (kayu).

Unit pembelian raw material bertugas untuk melakukan pembelian raw material sesuai kebutuhan pabrik dan juga perlengkapan administrasi kantor, sedangkan unit pembelian material bertugas untuk membeli bahan baku pokok pembuatan Butsudan berupa material kayu.

Adapun misi dari departemen purchasing adalah mengatur dengan sebaik-baiknya segala keperluan yang dibutuhkan oleh perusahaan baik yang ada di pabrik maupun keperluan administrasi.

2. Human Resource Department (HRD)

Human Resource Department (HRD) berfungsi mengelola pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa dan pengelolaan tenaga kerja serta menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kerja, kompensasi karyawan dan hubungan perburuhan. HRD terbagi kedalam beberapa unit Employee Administration, Employee Control dan Employee Services.

Employee Administration bertugas untuk membuat serta mencatat surat masuk dan surat keluar yang berhubungan dengan HRD, mengarsip setiap dokumen yang berhubungan dengan kegiatan HRD, membuat laporan bulanan HRD, menyiapkan kontrak kerja dan surat keputusan mengenai status karyawan serta menyiapkan administrasi dan operasional penggajian perusahan.

(59)

Employee control bertugas untuk melaksanakan komponen kerja yang banyak berkaitan dengan pengawasan karyawan dalam lingkup perusahaan, yakni : absensi, cuti, audit karyawan, surat peringatan, pemecatan dan pengunduran diri serta melaksanakan komponen kerja yang berkaitan dengan program karir karyawan berupa rotasi, mutasi, dan promosi.

Employee service bertugas untuk melaksanakan beberapa komponen kerja yang berkaitan dengan karyawan berupa fasilitas yang terdapat dalam lingkup perusahaan yaitu : pelayanan kesehatan, Jamsostek, Olahraga, Makanan, Pakaian Seragam, Surat perjanjian dinas dan pembayaran intensif karyawan serta menangani usulan maupun keluhan dari karyawan dan segera mengkoordinasikan dengan pimpinan departemen.

Adapun misi HRD adalah memberikan pelayanan yang baik, cepat dan tepat bagi karyawan, menyediakan data dan informasi yang kurat bagi karyawan, memposisikan karyawan sesuai hak dan kewajiban tanpa ada perbedaan serta pembinaan dan pelatihan yang berkesinambungan

3. Finance Department

Finance Department mempunyai fungsi dan tugas yang berhubungan dengan pencatatan dan pembukuan segala transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan, misalnya : mencatat kwitansi yang masuk dan membuat buku besar perusahaan.

(60)

Misi Finance Department adalah mengatur alur keuangan perusahaan agar tetap stabil sehingga dapat mendukung aktivitas perusahaan serta mencatat segala bentuk transaksi keuangan perusahaan ke dalam pembukuan akuntansi sebagai pedoman keuangan perusahaan.

4. Eksport – Import Department

Eksport – Import Department berfungsi melaksanakan kegiatan ekspor dan impor serta segala aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan- kegiatan yang berhubungan dengan kawasan berikat. Eksport – Import Department terbagi kedalam beberapa unit yaitu unit service, unit administrasi dan unit store butsudan.

Unit service berfungsi mengatur administrasi departemen EXIM, membuat dokumen ekspor dan impor baik berupa Invoice, Packing List, Pemberitahuan ekspor barang, BC, 2.3 dan Berita Acara Pemusnahan Barang Reject, serta dokumen lainnya yang terkait dengan kegiatan EXIM.

Membuat Sales Confirmation, memonitoring dan melaksanakan pembayaran kepada relasi departemen Exim, menerima data hasil produksi, raw material dan indirect material impor untuk digunakan departemennya, membuat label untuk ekspor produk jadi perusahaan, membuat laporan bulanan Departemen EXIM serta membuat laporan berkala tentang kawasan berikat termasuk LKPM.

Unit administrasi bertanggung jawab terhadap layanan expor- impor baik berupa ekspor hasil produksi maupun impor bahan baku produksi, membantu melakukan pendataan dan palabelan di lapangan yang

Referensi

Dokumen terkait

Walaupun pada masa ini hampir kesemua PP dapat membentangkan penyata kewangan dalam mesyuarat agung pada tempoh yang ditetapkan Undang-undang setiap tahun, namun

Skripsi ini diajukan kepada panitia ujian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara untuk memenuhi syarat ujian memperoleh gelar Sarjana Sastra dalam bidang Ilmu

Penyebab yang kedua yaitu masuknya benda-benda asing, seperti kapas lidai atau ranting-ranting pohon, bila masuk ke dalam meatus akustikus eksternus dapat menimbulkan cidera

Pada pertemuan kedua, peneliti masih menggunakan LKS dalam proses pembelajaran tersebut dan siswa diminta untuk kembali pada kelompoknya. Pada pertemuan ini siswa telah

Dalam menulis rumusan, pelajar-pelajar dikehendaki menulis sebanyak 2, 3 atau 4 isi tersirat. Isi-isi tersirat yang hendak dikemukakan mestilah tidak terdapat dalam petikan.

Pendapatan merefleksikan nilai yang diperoleh petani dari penerimaan dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan oleh petani dalam melakukan usahatani pepaya

Hard disk hibrida menghadirkan pengalaman game yang lebih baik karena hard disk ini menggabungkan kinerja saingan SSD (untuk proses memuat game dan level yang cepat) dengan

Guru membagikan kartu pertanyaan dan kartu jawaban tenatng materi pembelajaran, (d) jika masing masing kelompok sudah berada di posisi yang telah ditentukan, maka