BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2.1. Pembahasan Hipotesis Pertama
Temuan penelitian ini telah membuktikan adanya pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap sikap mahasiswa. Hasil uji serempak hipotesis pertama menunjukkan bahwa variabel produk, harga, promosi, tempat, orang, proses dan pelayanan berpengaruh terhadap sikap mahasiswa Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan. Hal ini berarti bahwa secara bersama-sama variabel produk, harga, promosi, tempat, orang, proses dan pelayanan menentukan sikap mahasiswa. Sikap mahasiswa positif jika produk seperti program studi sudah terakreditasi, kunjungan industri dilaksanakan secara rutin. Sikap mahasiswa positif jika diberikan potongan uang kuliah bagi yang berprestasi dan proses pembayaran uang kuliah tidak sulit. Mahasiswa bersikap positif jika mengetahui keberadaan Politeknik MBP Medan melalui pemasangan spanduk dan brosur. Mahasiswa bersikap positif jika jika berada di lokasi yang strategis dan dekat dengan perguruan tinggi lainnya. Mahasiswa bersikap positif jika dosen Politeknik MBP Medan menguasai materi yang diajarkan dan memiliki kompetensi keilmuan yang sesuai dengan mata kuliah yang diajarkan oleh dosen yang bersangkutan. Mahasiswa bersikap positif jika pendaftaran ulang tidak rumit dan memiliki tempat pendaftaran di beberapa tempat. Mahasiswa bersikap positif jika dosen memberikan pelayanan yang baik kepada mahasiswa serta memiliki ruang kuliah yang nyaman. Hasil penelitian ini memperkuat penelitian Kalsum (2008) yang menyatakan bahwa bauran pemasaran yang terdiri dari produk (program studi), harga (uang kuliah), lokasi, promosi, orang, proses, dan pelayanan secara
serempak berpengaruh terhadap keputusan memilih Fakultas Ekonomi Universitas Al-Azhar Medan.
Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian Khodri (2008) yang menyatakan bahwa secara simultan produk (program studi), harga (uang kuliah), lokasi, promosi, orang, proses dan pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa memilih kuliah pada Business College LP3I Medan. Rezeki (2004) juga berpendapat yang sama bahwa secara bersama-sama variabel bebas yang terdiri dari produk (program studi), harga (uang kuliah), lokasi, promosi, orang, proses, pelayanan mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap keputusan mahasiswa memilih belajar di STIE IBBI Medan.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Radiosunu (1993), menyatakan bauran pemasaran adalah merupakan kumpulan variabel-variabel yang dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen; Kotler (1993), menyatakan serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang dikehendaki perusahaan dari pasar sasarannya.
Hasil uji parsial menunjukkan variabel produk tidak berpengaruh terhadap sikap mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa dalam menggunakan jasa di Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan tidak dipengaruhi oleh akreditasi, reputasi/ mutu pendidikan, prospek lulusan, variasi program studi dan kunjungan industri. Bagi mahasiswa walaupun program studi sudah terakreditasi, reputasi/ mutu pendidikan baik, prospek lulusan baik, program studi bervariasi, kunjungan industri dilaksanakan secara rutin bukanlah indikator terhadap sikap mahasiswa.
Hasil uji parsial menunjukkan variabel harga sangat berpengaruh terhadap sikap mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa sikap mahasiswa sangat terpengaruh oleh indikator uang kuliah yang ditawarkan tergolong murah, proses pembayaran uang kuliah tidak sulit, diberikan potongan uang kuliah bagi yang berprestasi, tidak memungut uang ujian bagi mahasiswa, uang diktat/ buku tidak terlalu mahal, tidak ada pungutan liar dan syarat pembayaran pemberian bea siswa mudah. Bagi mahasiswa apabila uang kuliah yang ditawarkan tergolong murah, proses pembayaran uang kuliah tidak sulit, diberikan potongan uang kuliah bagi yang berprestasi, tidak memungut uang ujian bagi mahasiswa, uang diktat/ buku tidak terlalu mahal, tidak ada pungutan liar dan syarat pembayaran pemberian bea siswa mudah adalah indikator terhadap sikap mahasiswa.
Hasil uji parsial menunjukkan promosi tidak mempunyai pengaruh terhadap sikap mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak terpengaruh oleh indikator informasi yang diperoleh melalui surat kabar, radio, televisi, spanduk, pameran pendidikan, brosur atau melalui kunjungan kesekolah. Bagi mahasiswa meskipun promosi dilakukan melalui radio, televisi, surat kabar, pameran pendidikan, brosur maupun kunjungan ke sekolah bukanlah indikator terhadap sikap mahasiswa.
Hasil uji parsial menunjukkan tempat tidak mempunyai pengaruh terhadap sikap mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak terpengaruh oleh indikator berada di lokasi yang strategis, dekat dengan pusat perbelanjaan, dekat dengan perguruan tinggi lainnya, dekat dengan pemukiman masyarakat/ kos. Bagi mahasiswa meskipun tempat Politeknik MBP Medan berada di lokasi yang strategis,
dekat dengan pusat perbelanjaan, dekat dengan perguruan tinggi lainnya, dekat dengan pemukiman masyarakat/ kos bukanlah indikator terhadap sikap mahasiswa.
Hasil uji parsial menunjukkan orang tidak mempunyai pengaruh terhadap sikap mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak terpengaruh oleh indikator dosen Politeknik MBP memiliki kompetensi yang sesuai dengan mata kuliah yang diajarkan, dosen menguasai materi yang diajarkan, memiliki keperdulian yang tinggi terhadap pembinaan dan rencana profesi mahasiswa, memiliki manajemen yang profesional, staf pegawai memberikan pelayanan yang baik. Bagi mahasiswa meskipun dosen Politeknik MBP memiliki kompetensi yang sesuai dengan mata kuliah yang diajarkan, dosen menguasai materi yang diajarkan, memiliki keperdulian yang tinggi terhadap pembinaan dan rencana profesi mahasiswa, memiliki manajemen yang profesional, staf pegawai memberikan pelayanan yang baik bukanlah indikator terhadap sikap mahasiswa.
Hasil uji parsial menunjukkan proses berpengaruh terhadap sikap mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa sangat terpengaruh oleh indikator apabila perkuliahan di Politeknik MBP berjalan dengan lancar, dosen mengajar tepat waktu, melakukan prosedur penerimaan mahasiswa dengan tertib, memiliki tempat pendaftaran di beberapa tempat, proses testing yang dilakukan mudah dan pendaftaran ulang tidak rumit. Apabila perkuliahan di Politeknik MBP berjalan dengan lancar, dosen mengajar tepat waktu, melakukan prosedur penerimaan mahasiswa dengan tertib, memiliki tempat pendaftaran di beberapa tempat, proses testing yang dilakukan mudah dan pendaftaran ulang tidak rumit adalah indikator terhadap sikap mahasiswa. Hal ini mendukung terhadap teori Payne (1993)
menyatakan bahwa proses-proses di mana jasa diciptakan dan disampaikan kepada pelanggan merupakan faktor utama di dalam bauran pemasaran jasa, karena para pelanggan akan seringkali mempersefsikan sistem penyampaian jasa sebagai bagian dari jasa itu sendiri.
Hasil uji parsial menunjukkan pelayanan tidak berpengaruh terhadap sikap mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak terpengauh oleh indikator pelayanan pegawai terhadap calon mahasiswa yang berkunjung ramah, penerimaan pihak manajemen baik, pelayanan dosen kepada mahasiswa baik, fasilitas gedung memadai, memiliki laboratorium yang lengkap, area parkir yang luas dan nyaman, ruang kuliah yang nyaman, tersedia buku-buku yang baru di perpustakaan dan memiliki kantin yang nyaman. Walaupun pelayanan pegawai terhadap calon mahasiswa yang berkunjung ramah, penerimaan pihak manajemen baik, pelayanan dosen kepada mahasiswa baik, fasilitas gedung memadai, memiliki laboratorium yang lengkap, area parkir yang luas dan nyaman, ruang kuliah yang nyaman, tersedia buku-buku yang baru di perpustakaan dan memiliki kantin yang nyaman bukanlah indikator terhadap sikap mahasiswa.