• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 JADWAL PENELITIAN DAN BIAYA PENELITIAN

5.2 Pembahasan

5.2.1 Distribusi Data Penelitian

5.2.1.1 Prevalensi Mikroorganisme Penyebab Meningitis Bakterial

Dari data penelitian yang ditampilkan di tabel 5.1, dari 31 sampel penelitian ditemukan bahwa bakteri terbanyak sebagai penyebab meningitis bakterial adalah kelompok bakteri Gram negatif sebanyak 19 orang pasien (61.3%) , sedang bakteri Gram positif berjumlah 12 orang pasien (38.7%). Berdasarkan tabel 5.2, jenis spesies yang terbanyak sebagai penyebab meningitis bakterial adalah Staphylococcus aureus sebanyak 9 orang pasien (29%), diikuti dengan Klebsiella pneumoniae berjumlah 8 orang pasien (25,8%). Hal ini tidak sejalan dengan studi meta-analisis Oordt-Speets et al (2018), dimana secara global penyebab meningitis bakterial yang paling banyak disebabkan oleh S. pneumoniae dan N. meningitidis. Kasus meningitis akibat infeksi Klebsiella pneumoniae umumnya hanya mencakup kurang dari 3% kasus yang didapat dari komunitas. Infeksi Klebsiella pneumoniae umumnya sering terjadi akibat infeksi nosokomial pada pasien paska operasi saraf (Lee et al, 2018). Menurut penulis, hal ini dapat terjadi akibat kurang kehigienisnya lingkungan di RS Haji Adam Malik. (Pangaribuan, J. 2014)

5.2.1.2 Prevalensi Mikroorganisme Berdasarkan Umur Pasien

Dari penelitian ini sebanyak 31 sampel penelitian, didapatkan infeksi meningitis terbanyak terjadi pada kelompok pasien usia 5-18 tahun, tercatat infeksi meningitis bakterial dengan jumlah sebanyak 16 pasien (51.61%), dan 11 pasien (68.75%) diantaranya terinfeksi oleh bakteri Gram negatif. Pada kelompok > 50 terdapat kasus meningitis bakterial sebanyak 4 kasus (12.90%) dan 2 kasus (50.00%) diantaranya akibat terinfeksi bakteri Gram negatif. Berdasarkan Centers for Diseases Control and Prevention bahwa usia yang memiliki kasus meningitis terbanyak berada di usia neonatus dan orang yang rentan status imunnya. Dalam kasus ini, kelompok usia 5-18

tahun diketahui belum punya imun tubuh yang lengkap, serta ada kemungkinan bahwa sang pasien belum pernah mendapatkan imunisasi untuk setiap infeksi yang terkait (CDC, 2019).

5.2.1.3 Prevalensi Mikroorganisme Berdasarkan Jenis Kelamin Pasien

Berdasarkan tabel 5.4 kelompok pasien laki laki berjumlah 15 (48.38%) pasien, yang sebanyak 9 pasien (60%) diantaranya terinfeksi dengan bakteri Gram negatif.

Sedangkan kelompok pasien perempuan berjumlah 16 (51.61%) dan 10 (62.5%) pasien diantaranya terinfeksi bakteri Gram negatif. Hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan di Benin pada tahun 2016-2018, dimana didapatkan hasil lebih banyak pada laki-laki dengan n = 1661 (55,5%) dari 2992 pasien (Godjedo et al, 2020).

5.2.1.4 Prevalensi Mikroorganisme dengan Tempat Tinggal

Pada penelitian ini ditampilkan di tabel 5.5, dengan jumlah pasien terbanyak berasal dari daerah dengan kemampuan keuangan menengah, dengan n = 15 (66,67%). Akan tetapi, daerah spesifik yang paling banyak untuk jumlah pasien adalah provinsi NAD, dimana n = 4 (12.9%) pasien dimana daerah NAD adalah daerah dengan kemampuan keuangan tinggi. Sementara daerah dengan prevalensi terendah dalam kasus ini adalah daerah dengan kemampuan keuangan rendah, yaitu n

= 7 (22,58%) pasien. Hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan di Benin pada tahun 2016-2018 yang menyatakan kejadian di daerah pinggiran lebih tinggi dengan jumlah 2290 pasien (78.2%) dari 2992 pasien yang terdaftar. Hal ini mungkin terjadi karena kesenjangan sosial dan kesenjangan material penduduk sumatera utara sangat bercampur dan kaya akan perbedaan dan toleransi, sehingga penyakit ini tidak memandang status sosial maupun materi serta kemampuan adaptasi serta perbedaan kemampuan keuangan antar daerah yang berbeda, sehingga menimbulkan perbedaan asupan makanan yang menghasilkan kemampuan daya tahan tubuh yang berbeda satu sama lain.

Bab VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dan data yang diperoleh, maka kesimpulan yang peneliti dapat simpulkan adalah sebagai berikut :

1. Mikroorganisme penyebab meningitis bakterial tertinggi adalah bakteri Gram negatif sebanyak 19 (61.3%) orang pasien dari keseluruhan dan spesies bakteri penyebab terbanyak adalah Staphylococcus aureus pada 9 orang pasien (29%).

2. Prevalensi meningitis bakterial berdasarkan umur, kelompok umur terbanyak yang dijumpai menderita meningitis bakterial adalah kelompok umur 5-18 tahun sebanyak 16 orang pasien (51,61%) dari keseluruhan.

3. Berdasarkan jenis kelamin, kasus meningitis bakterial paling banyak dijumpai pada pasien perempuan yakni sebanyak 16 orang pasien (51,61%).

4. Berdasarkan tempat tinggal pasien, penderita meningitis bakterial umumnya berasal dari daerah dengan tingkat keuangan daerahnya menengah, sebanyak 15 orang (48.38%).

6.2 Saran

Pencatatan rekam medik diharapkan dapat lebih dilengkapi. Pencatatan rekam medik yang lengkap dapat membantu untuk memberikan gambaran suatu kasus penyakit yang terjadi pada suatu wilayah.

DAFTAR PUSTAKA

1. Abdelkader, M; Aboshanab, K. (2017). Prevalence of MDR pathogens of bacterial meningitis in Egypt and new synergistic antibiotic combinations.

Available from :

https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0171349

2. Alam A. (2011). Kejadian Meningitis Bakterial pada Anak Usia 6-18 bulan yang Menderita Kejang Demam Pertama. Sari Pediatri. 2011. 13(4)

3. Ataee,R; Tavana, A; Izadi, M; Hosseini, S; and Ataeea. M; (2011). Bacterial meningitis: a new risk factor. Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3214305/#

4. Biol, J. (2019). The Pathogenesis of Tuberculous Meningitis. Available From : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6355360/

5. Brouwer MC, Tunkel AR, van de Beek D. (2010). Epidemiology, diagnosis, and Antimicrobial Treatment of Acute Bacterial Meningitis. Clin Microbiol Rev.

2010; 23(3):467-492. Doi: 10.1128/CMR.00070-09

6. Brouwer, MC. (2006). Community-Acquired Listeria monocytogenes Meningitis in Adults. Available from :

https://academic.oup.com/cid/article/43/10/1233/514671

7. Bundy LM, Noor A. (2019). Neonatal Meningitis. In: StatPearls [Internet].

Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-

8. Carroll KC, Hobden JA, Miller S, Morse SA, Mietzner TA, Detrick B, et al.

(2016). Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology. 27th ed. New York: McGraw-Hill Education

9. Casselbrandt, M; Mandel, E. (2020). Acute Otitis Media and Otitis Media with Effusion. Available From : https://www.clinicalkey.com/#!/content/book/3-s2.0-B9781455746965001950?scrollTo=%23hl0001113

10. Centers for Disease Control and Prevention. (2019). Meningococcal Disease.

Available from: https://www.cdc.gov/meningococcal/about/causes-transmission.html

11. Coureuil M, Join-Lambert O, Lecuyer H, Bourdoulous S, Marullo S, Nassif X.

(2012). Mechanism of Meningeal Invasion by Neisseria meningitides. Virulence.

2012; 3(2):164-172. Doi: 10.4161/viru.18639

12. Gondim, F. MD, PhD, MSc, FAAN. (2018). Overview of Meningitis Tubercolosis. Available from : http://emedicine.medscape.com/article/1165557-overview

16. Hersi K, Gonzalez FJ, Kondamudi NP, (2020). Meningitis. StatPearls : Treasure Island (FL), Figure, Expected CSF Findings in Bacterial. Available from:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459360/figure/article-24962.image.f1/

17. Kanamori, B;; Geldhoff, M; Poll, T; Beek, D. (2011) Pathogenesis and Pathophysiology of Pneumococcal Meningitis. Available From : https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21734248/

18. Kassebaum NJ. (2013). Global, Regional, and National Burden of Meningitis, 1990-2016: A Systematic Analysis for the Global Burden of Disease Study 2016.

Lancet Neurol. 2018; 17:1061-82

19. Levinson W. (2016) Review of Medical Microbiology and Immunology. 14th ed.

New York: McGraw-Hill Education;

20. Liwang F, Estiasari R. (2013). Infeksi Sistem Saraf Pusat. Dalam: Tanto C, Liwang F, Hanifati S, Pradipta EA (eds). Kapita Selekta Kedokteran. 4th ed.

Jakarta: Media Aesculapius; 2014

21. Lohia, P. MD, MHA. (2002). Background of Haemophylus Influenzae Meningitis, Available from : http://emedicine.medscape.com/article/1164916-overview

22. Mayer, L. (2019). Bacterial Meningitis. Available from:

https://www.cdc.gov/meningitis/bacterial.html

23. Mayer, L. (2011). Chapter 2: Epidemiology of Meningitis Caused by Neisseria meningitidis, Streptococcus pneumoniae, and Haemophilus influenza. Available From : https://www.cdc.gov/meningitis/lab-manual/chpt02-epi.html

24. Mbaeyi, S; McNamara, L. (2019). Centers for Disease Control and Prevention.

Travelers’ Health. Meningococcal Disease. Available from:

https://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2020/travel-related-infectious-diseases/meningococcal-disease

25. Meisadona, G; Soebroto AD; R, Estiasari. (2015). Diagnosis dan Tatalaksana Meningitis Bakterialis. CDK. 2015; 42(1)

26. Misulis KE, Head TC. (2017). Netter’s Concise Neurology – Updated Edition.

Philadelphia: Elsevier;

27. Mook-Kanamori BB, Geldhoff M, van der Poll T, van de Beek D. (2011).

Pathogenesis and Pathophysiology of Pneumococcal Meningitis. Clin Microbiol Rev. 2011; 24(3):557-591. Doi: 10.1128/CMR.00008-11

28. Murray PR, Rosenthal KS, Pfaller MA. (2020). Medical Microbiology. 9th ed.

Philadelphia: Elsevier;

29. Mycobacterium tuberculosis [Internet], cited 1 June 2016, available from : http://www.microbiologyinpictures.com/mycobacterium%20tuberculosis.html 30. Nath A. (2020). Meningitis: Bacterial, Viral and Other. In: Goldman L, Schafer

AI. Goldman-Cecil Medicine. 26th ed. Philadelphia: Elsevier

31. NICE, (2010). Meningitis (bacterial) and meningococcal septicaemia in under 16s: recognition, diagnosis and management (CG102). Available from : https://www.clinicalkey.com/#!/content/nice_guidelines/65-s2.0-CG102

32. Nguyen, T. (2008). Streptococcus suis Meningitis in Adults in Vietnam.

Available from : https://academic.oup.com/cid/article/46/5/659/286421

33. Oordt-Speets AM, Bolijn R, van Hoorn RC, Bhavsar A, Kyaw MH. (2013).

Global Etiology of Bacterial Meningitis: A Systematic Review and Meta-Analysis. PLoS One. 2018; 13(6): e0198772. Doi: 10.1371/journal.pone.0198772 34. Pangaribuan, J. 2014. Mortalitas Penderita Sepsis Berat Yang Dirawat Di Unit

Perawatan Intensif RSUP Haji Adam Malik Medan Periode Juli 2012 – Juni 2013. Available from : http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/39924

35. Parisi DN, Martinez LR. (2014). Intracellular Haemophilus influenza Invades the Brain: Is Zyxin a Critical Blood Brain Barrier Component Regulated by TNF-α?.

Virulence. 2014; 5(6): 645-647. Doi: 10.4161/viru.36086

36. Ramachandran, T. MBBS, MBA, MPH, FAAN, FACP, FAHA, FRCP, FRCPC, FRS, LRCP, MRCP, MRCS. (2017). Tubercolosis Meningitis, Available from : http://emedicine.medscape.com/article/1166190-overview

37. Roos KL, Tyler KL. (2013). Meningitis, Encephalitis, Brain Abscess and Empyema. Longo DL, Kasper DL, Jameson JL, Fauci AS, Hauser SL, Loscalzo J (eds). Harrison’s Neurology in Clinical Medicine. 3rd ed. New York: McGraw-Hill Education;

38. Shaban, L; Siam. R. (2009). Prevalence and antimicrobial resistance pattern of bacterial meningitis in Egypt. Availabe From : http://ann-clinmicrob.biomedcentral.com/articles/10.1186/1476-0711-8-26

39. Sirait, M. (2011). Karakteristik Penderita Meningitis Rawat Inap di RSUP H.

Adam Malik Medan Tahun 2005-2008. Available from : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23705/4/Chapter%20II.pdf

40. Tim UJDIH BPK Perwakilan Provinsi Papua. (2018). Available from :

https://jayapura.bpk.go.id/wp-content/uploads/2019/03/2-Tulisan- Hukum_Pengelompokan-Keuangan-Daerah_Pelaksanaan-Pertanggungjawaban-DO_.pdf

41. Todar, K; (2016). Haemophilus influenzae and Hib Meningitis. Available From : http://textbookofbacteriology.net/haemophilus_2.html

42. Todar, K. PhD. (2008). Streptococcus pneumonia. Available from : http://textbookofbacteriology.net/S.pneumoniae.html

43. World Health Organization. (2018). Meningococcal Meningitis. Available

from:https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/meningococcal-meningitis

44. Zumo, L. (2018). Staphylococccal Meningitis. Available From : https://emedicine.medscape.com/article/1165941-overview#a4

Lampiran 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. Data Pribadi

Nama : Oscar Dirgantara

Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 5 Oktober 1995 Jenis Kelamin : Laki-Laki

Agama : Katholik

Alamat : Jl. Ngumban Surbakti, Perumahan

Sejahtera indah 1 no. 58

Telepon : 08118808585

II. Riwayat Pelatihan

1. Tahun 1999-2002 : TK A/B RICCI I 2. Tahun 2002-2008 : SD RICCI I 3. Tahun 2008-2011 : SMP RICCI I 4. Tahun 2011-2013 : SMA RICCI I

III. Riwayat Kepanitiaan

1. Koordinator Transport Baksos KMK tahun 2012 2. Koordinator Peralatan dan Tempat acara Natal 2013

3. Koordinator Publikasi dan Dokumentasi Pemilihan Gubernur USU tahun 2012

Lampiran 2

NamaBakteri

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Staphylococcus epidermidis 2 6.5 6.5 77.4

Staphylococcus haemoliticus 7 22.6 22.6 100.0

Total 31 100.0 100.0

JenisBakteri

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Gram Negatif 19 61.3 61.3 61.3

Gram Positif 12 38.7 38.7 100.0

Total 31 100.0 100.0

NamaBakteri * JenisKelamin Crosstabulation

Count

JenisKelamin

Total

Lk Pr

NamaBakteri Haemophylus Influenzae B 4 4 8

Lysteria Monocytogenes 1 1 2

Neisseria Meningitidis 3 1 4

Pseudomonas Aeruginosa 1 3 4

Staphylococcus Aureus 6 6 12

Staphylococcus Epidermidis 0 2 2

Streptococcus Pneumoniae 10 5 15

Total 25 22 47 Gram Negatif Gram Positif

TempatTinggal Menengah 10 5 15

Rendah 5 2 7

Tinggi 4 5 9

Total 19 12 31

TempatTinggal * JenisBakteri Crosstabulation

Count

JenisBakteri

Total Gram Negatif Gram Positif

TempatTinggal Asahan 1 2 3

Bangun 2 0 2

Batubara 1 0 1

Bengkalis 0 1 1

Binjai 1 1 2

Dairi 1 0 1

Deli Serdang 1 1 2

Humbang Hasundutan 1 1 2

Labuhan Batu 2 1 3

NAD 2 2 4

Padang Lawas Utara 0 1 1

Serdang Bedagai 1 0 1

Simalungun 2 0 2

Tanjung Balai 2 1 3

Tapanuli Selatan 0 1 1

Tigapanah 1 0 1

Tobasa 1 0 1

Total 19 12 31

Lampiran 3

Dokumen terkait