• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Karya Lukis Purwanto JS tahun 2010-2012

Berikut ini adalah bentuk visualisasi karya lukis Purwanto JS yang dibuat antara tahun 2010-2012. Dalam lukisan Purwanto JS ini akan disampaikan juga deskripsi karya lukisan yang berkaitan dengan konsep pembuatan karya dan visualisasi dalam berkarya, yaitu sebagai berikut :

a. Karya Pertama

Gambar 4.16. Karya seni lukis berjudul Ngluku (Dokumentasi: Ayu Wulandari, 2013) Judul : “Ngluku”

Media : Cat Minyak diatas Kanvas Ukuran : 140 cm X 90 cm

Tahun : 2012 Pencipta : Purwanto JS

commit to user 1) Konsep Karya

Lukisan karya Purwanto JS diatas yang berjudul “Ngluku” menceritakan tentang seorang petani yang sedang menggarap sawahnya dengan cara tradisional yaitu ngluku. Ngluku adalah kata dari Bahasa Jawa yang berarti membajak. Ngluku pada gambar diatas dilakukan dengan bantuan dua ekor kerbau yang menarik suatu alat yang mirip dengan ujung cangkul dengan posisi miring, sehingga tanah yang dilewati akan membalik secara otomatis.

Kebanyakan orang beranggapan bahwa kerbau itu adalah hewan yang bodoh dan tidak tahu apa-apa. Tetapi disini, Purwanto JS tidak sependapat dengan hal tersebut, karena menurutnya kerbau itu justru diibaratkan sebagai hewan yang sangat disiplin dalam mengolah waktu, disaat kerbau harus bekerja maka ia bekerja, disaat istirahat maka kerbau juga istirahat.

Jadi kerbau adalah salah satu simbol dari kedisiplinan atau pekerja keras. Maka digambarkan kerbau yang sedang mengolah sawah dengan baik dan kerja keras. Dengan kerja keras maka kerbau akan bisa mengolah segala sesuatunya dengan baik. Sama seperti manusia, apabila ia mau bekerja keras dan berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan serta disiplin waktu maka suatu saat keinginan itu akan terpenuhi.

commit to user 2) Visualisasi Lukisan

Bentuk lukisan diatas menggunakan aliran seni lukis realis. Objek utama tampak pada penggambaran figur seorang petani dan dua ekor kerbau yang semangat sekali dalam membajak sawahnya dengan cara ngluku. Latar belakang terlihat hamparan sawah dengan tumbuhan padi yang menguning dan beberapa petak sawah yang masih dalam proses pengerjaan.

Penggunaan warna pada objek utama yaitu menggunakan warna yang gelap karena pada hakekatnya kerbau itu berwarna cokelat kehitaman. Sedangkan latar belakang dipenuhi dengan warna kuning kehijauan dari tanaman padi yang siap panen dan beberapa pohon besar yang tumbuh diantara persawahan. Langit di atasnya nampak begitu cerah, secerah semangat beberapa petani dalam melakukan aktifitasnya di sawah tersebut.

Penggunaan gelap terang pada objek utama yaitu kerbau didasarkan pada susunan perbedaan warna yang dihasilkan dari warna putih, kuning, cokelat dan hitam. Dan untuk tekstur lebih mengarah ke tekstur semu dengan penerapan tekstur yang memperlihatkan kesan kasar.

Lukisan tersebut direalisasikan dengan penggambaran suatu kondisi kehidupan yang nyata yaitu dengan adanya perwujudan seorang petani yang sedang membajak sawah dengan menggunakan dua ekor kerbau.

commit to user b. Karya Kedua

Gambar 4.17. Karya seni lukis berjudul Panen Padi#1 (Dokumentasi: Copy file dari Purwanto JS )

Judul : “Panen Padi #1”

Media : Cat Minyak diatas Kanvas Ukuran : 200 cm X 120 cm

Tahun : 2011

commit to user c. Karya Ketiga

Gambar 4.18. Karya seni lukis berjudul Panen Padi#2 (Dokumentasi: Copy file dari Purwanto JS )

Judul : “Panen Padi #2”

Media : Cat Minyak diatas Kanvas Ukuran : 200 cm X 120 cm

Tahun : 2011

commit to user 1) Konsep Karya

Pembuatan lukisan pada karya kedua dan karya ketiga memiliki konsep yang sama. Lukisan karya Purwanto JS diatas yang berjudul “Panen Padi” menceritakan tentang aktivitas para petani dalam memanen padi hasil tanamannya yang telah menguning. Disana terlihat para petani membagi tugasnya masing-masing dan saling bekerja sama satu sama lain. Ada seorang petani yang bertugas memotong tanaman padi, ada yang memisahkan padi dengan tangkainya, ada juga petani yang bertugas memasukkan padi kedalam karung beras.

Secara prinsip panen padi sendiri merupakan suatu budaya tradisi secara turun temurun yang ada di daerah-daerah di Indonesia. Panen padi adalah suatu kebahagiaan kepada seseorang yang menanam karena suatu saat orang tersebut akan menuai hasilnya. Dengan pengertian lain apabila kita menanam segala sesuatu yang baik atau positif maka suatu saat kita akan menuainya dengan kebahagiaan, begitupun sebaliknya.

Menanam padi disini diibaratkan seperti tingkah laku manusia di dunia, apabila tingkah laku manusia itu baik maka suatu saat dia akan menuai dengan kebaikan pula di dunia dan mungkin juga di akherat. Tetapi apabila tingkah laku manusia di dunia buruk, maka mereka akan mendapatkan seperti apa yang mereka lakukan sebelumnya. Jadi tingkah laku manusia itu ibarat menanam padi di sawah, yang suatu saat akan menuai hasil dari apa yang telah mereka tanam.

commit to user 2) Visualisasi Lukisan

Pada tampilan visualisasi lukisan di atas menggunakan aliran seni lukis realis. Fokus utama objek lukisan yaitu kerja sama beberapa petani yang sedang beraktivitas dalam memanen padi yang telah menguning. Dalam lukisan diatas tampak sekali beberapa petani tersebut sangat semangat dalam pekerjaannya masing-masing. Penggunaan warna pada objek utama sangat kontras dengan warna pada background. Objek utama lebih banyak menggunakan warna biru, sedangkan latar belakang dipenuhi dengan warna kuning keemasan agar objek utama tersebut mempunyai perbedaan yang cukup jelas.

Latar belakang pada lukisan tersebut tampak persawahan yang begitu luas dengan tanaman padi yang menguning dan siap untuk dipanen. Pewarnaan pada latar belakang cenderung menggunakan warna kuning cerah keemasan yang menandakan tanaman padi siap untuk dipanen dengan suasana di siang hari dengan matahari yang begitu terik. Disamping itu, pada lukisan tampak memperlihatkan penggunaan susunan gelap terang yang terdapat pada objek lukisan yang dihasilkan dari warna kuning, cokelat, biru dan hijau.

Tekstur pada objek lukisan lebih mengarah pada tekstur semu. Apabila hanya dilihat lukisan tersebut tampak begitu kasar karena banyaknya gambar benih-benih padi dan jeraminya yang memenuhi lukisan. Akan tetapi sebenarnya apabila diraba maka lukisan memiliki permukaan yang sangat halus.

Kedua lukisan tersebut direalisasikan dengan adanya penggambaran suatu kondisi alam yang benar-benar nyata di kehidupan desa yang dekat dengan pegunungan yaitu dengan adanya perwujudan sekelompok petani yang bergotong royong memanen benih-benih padi yang telah menguning di sawah yang begitu luas.

commit to user d. Karya Keempat

Gambar 4.20. Karya seni lukis berjudul Hutan#1 (Dokumentasi: Copy file dari Purwanto JS )

Judul : “Hutan#1”

Media : Cat Minyak diatas Kanvas Ukuran : 200 cm X 120 cm

Tahun : 2012

commit to user e. Karya Kelima

Gambar 4.20. Karya seni lukis berjudul Hutan#2 (Dokumentasi: Copy file dari Purwanto JS )

Judul : “Hutan#2”

Media : Cat Minyak diatas Kanvas Ukuran : 180 cm X 100 cm

Tahun : 2012

commit to user 1) Konsep Karya

Pembuatan lukisan karya Purwanto JS diatas yang berjudul “Hutan#1” dan “Hutan#2” menceritakan tentang keindahan alam atau pemandangan alam sebagai ciptaan Tuhan yang harus dilestarikan manusia. Secara prinsip konsep yang digunakan Purwanto JS dalam membuat lukisan berjudul “Hutan” ini adalah mengagumi keindahan alam sebagai ciptaanNya dengan beraneka warna dan bentuk, jadi Purwanto JS sangat senang dengan berbagai macam keindahan alam dengan segala isinya yang ada dibumi termasuk hutan.

Menurut Purwanto JS sebagai pelukis realis, apapun yang ada di alam itu indah, misalnya rumput, pepohonan, bebatuan, ranting jatuh atau hanya sekedar daun kering yang jatuh. Selain itu, objek-objek yang ada di alam tersebut juga sangat menarik untuk diabadikan melalui gambar kamera atau ke dalam bentuk karya lukis.

2) Visualisasi Lukisan

Wujud visualisasi bentuk lukisan diatas menggunakan aliran seni lukis realis. Tampak beberapa objek pada lukisan diantaranya ada rumput-rumput yang tumbuh mengelilingi pepohonan dan beraneka macam pepohonan yang tumbuh lebat di hutan tersebut.

Penggunaan gelap terang pada karya tersebut sangat jelas tampak, lukisan pada objek depan terlihat lebih gelap dibandingkan objek bagian belakang atau latar belakang. Karena pengaruh sinar matahari pada lukisan yang datang dari arah belakang. Penggunaan warna gelap terang didasarkan pada susunan perbedaan warna yakni dari warna putih, kuning, hijau muda, hijau tua, cokelat sampai pada warna hitam.

commit to user

Warna yang paling dominan yaitu menggunakan warna kuning dan hijau yang berada pada dedaunan yang menandakan bahwa hutan tersebut sangat lebat dan subur, jadi keindahan alamnya masih terjaga.

Kedua lukisan tersebut direalisasikan dengan adanya penggambaran suatu keadaan alam yang sesungguhnya yaitu keadaan alam hutan yang sangat subur dengan ditumbuhi berbagai jenis pohon.

a. Karya Kelima

Gambar 4.21. Karya seni lukis berjudul Mampir Ngombe (Dokumentasi: Copy file dari Purwanto JS )

Judul : “Mampir Ngombe”

Media : Cat Minyak diatas Kanvas Ukuran : 190 cm X 90 cm

Tahun : 2010

commit to user 1) Konsep Karya

Lukisan karya Purwanto JS diatas yang berjudul “Mampir

Ngombe” menceritakan tentang keadaan pasar tradisional secara

realis. Saat ini suasana pasar tradisional memang jarang ditemui khususnya di daerah perkotaan. Kebanyakan daerah tersebut sudah dibangun gedung-gedung bertingkat yang digunakan untuk berbisnis. Padahal pasar tradisional itu sudah menjadi budaya tradisi masyarakat sejak dahulu.

Pasar didalam lukisan di atas diwujudkan sebagai penggambaran dari dunia ini. Diumpamakan seperti dalam hidup yang penuh dengan segala sesuatu yang baik seperti divisualisasikan seperti gambar tomat, terong, cabai atau dagangan yang bagus-bagus dan segar pada tempat yang baik pula. Maksudnya walaupun kita didunia memiliki banyak uang dan bergelimang harta tetapi secara hakekat kita hidup di dunia ini hanyalah sekedar mampir ngombe atau hidup sementara.

2) Visualisasi Lukisan

Terlihat objek utama yaitu seorang pedagang sayuran yang sedang meminum air dalam gelas untuk melepas rasa hausnya. Selain itu terdapat objek pendukung yaitu seorang pedagang sayuran yang sedang menghitung uang hasil dagangannya. Objek pendukung lain yaitu adanya barang dagangan yang berupa sayuran seperti tomat, terung, cabai, sawi, kubis dan sayuran lainnya yang berada di sekeliling pedagang tersebut. Suasana tersebut tampak menggambarkan keadaan pasar yang masih tradisional, dibuktikan dengan penataan barang dagangan yang kurang teratur dan hanya disembarang tempat.

Gelap terang sangat terlihat pada latar belakang objek yaitu terdapat pada sekeliling sayuran yang dihasilkan dari susunan warna dari warna putih, kuning, hijau, orange, merah, cokelat

commit to user

dan hitam. Purwanto JS sengaja menggunakan banyak warna-warna gelap seperti warna-warna ungu, merah, cokelat dan hitam untuk memperoleh kesan suasana yang kumuh karena tempat tersebut berada di pasar tradisional.

Penggunaan garis menekankan pada garis melengkung yang halus dan spontan sesuai dengan karakter manusia dan sayuran yang ada di sekelilingnya. Tekstur yang digunakan Purwanto JS dalam karya ini yaitu tekstur halus karena sifat dari sayur-sayuran yang dijual di pasar tersebut juga sangat halus, supaya memperoleh kesan yang realis.

Lukisan tersebut direalisasikan dengan adanya penggambaran aktifitas sehari-hari manusia dan cenderung menangkap kondisi kehidupan nyata manusia. Objek yang digambarkan adalah gejala sosial manusia yang berada di pasar tradisional yaitu adanya beberapa pedagang sayuran yang menjual barang dagangannya di pasar tersebut.

commit to user b. Karya Keenam

Gambar 4.22. Karya seni lukis berjudul Sinar di Pagi Hari (Dokumentasi: Copy file dari Purwanto JS )

. Judul : “Sinar di Pagi Hari” Media : Cat Minyak diatas Kanvas Ukuran : 200 cm X 120 cm

Tahun : 2010

commit to user 1) Konsep Karya

Lukisan karya Purwanto JS diatas yang berjudul “Sinar Di Pagi Hari” menceritakan tentang suasana perkebunan pada pagi hari saat matahari mulai terbit dari arah timur. Karena Purwanto JS mengagumi keindahan alam maka digambarkan objek-objek seperti daun, rumput, pohon, jalan setapak dan beberapa cahaya sinar pagi yang masuk ke dalam perkebunan tersebut.

Menurutnya sinar pagi diibaratkan sebagai suatu dorongan semangat untuk melakukan aktivitas keseharian. Jadi dengan melihat atau merasakan hangatnya sinar di pagi hari tersebut maka kita akan nempunyai semangat yang lebih bugar untuk menjalankan aktivitas keseharian di dunia.

2) Visualisasi Lukisan

Bentuk lukisan di atas menggunakan aliran seni lukis realis. Pada lukisan hanya terdapat dua macam objek yaitu objek tanaman dan jalan setapak. Tanaman yang ada mempunyai beberapa jenis diantaranya ada pohon kelapa, pohon mahoni, pohon mangga dan rumput-rumput yang tumbuh mengelilingi pohon tersebut. Pepohonan terlihat tumbuh sangat subur karena memiliki batang yang menjulang tinggi keatas dan berdaun hijau lebat. Sedangkan objek pendukungnya yaitu adanya sinar matahari di pagi hari yang masuk ke dalam celah-celah pepohonan yang mengakibatkan perkebunan tersebut terlihat sangat hangat dan sejuk.

Pada objek terdapat susunan gelap terang yang didasarkan pada perbedaan beberapa warna yang mendominasi objek yaitu susunan warna kuning, hijau dan cokelat. Warna yang digunakan dalam objek yang berada di depan cenderung menggunakan warna gelap yaitu warna hijau tua, cokelat tua dan hitam. Sedangkan warna yang digunakan pada objek yang

commit to user

berada di belakang cenderung menggunakan warna cerah seperti putih, kuning, hijau muda dan cokelat muda karena pencahayaan berada di objek belakang.

Penerapan garis melengkung ataupun garis lurus cenderung bersifat tegas dengan menekankan aspek spontanitas. Pada keseluruhan objek garis yang banyak digunakan yaitu garis lurus. Garis lurus yang berukuran panjang dan pendek banyak digunakan pada batang-batang pohon dan daun pohon kelapa. Lukisan tersebut direalisasikan dengan adanya penggambaran suatu kondisi alam yang benar-benar nyata di suatu daerah. Penggambaran objek tersebut diambil dari adanya objek yang ada di alam nyata.

c. Karya Ketujuh

Gambar 4.23. Karya seni lukis berjudul Sungai Kecil (Dokumentasi: Copy file dari Purwanto JS )

Judul : “Sungai Kecil”

Media : Cat Minyak diatas Kanvas Ukuran : 100 cm X 80 cm

Tahun : 2011 Pencipta : Purwanto JS

commit to user 1) Konsep Karya

Lukisan karya Purwanto JS diatas yang berjudul “Sungai Kecil” di atas mengekspose tentang air. Air memiliki sifat yang jernih dan berguna bagi sumber kehidupan manusia. Purwanto JS selalu menampilkan air dengan wujud yang begitu bersih dan jernih seakan-akan ia bisa masuk kedalam air tersebut dan bisa merasakan kesegaran air yang berada pada sungai yang jernih.

Objek air diatas digambarkan dengan wujud yang begitu indahnya secara jernih dan kemilau dengan tujuan Purwanto JS ingin menyampaikan pesan bahwa dimanapun air berada maka kita sebagai manusia wajib menjaga kebersihan dan kemurnian air dengan tidak menyebabkan pencemaran di sekitarnya karena tanpa air manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Air mempunyai banyak fungsi diantaranya untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Jadi air merupakan simbol kemakmuran dan simbol kehidupan umat manusia.

2) Visualisasi Lukisan

Pada tampilan objek lukisan “Sungai Kecil” di atas menggunakan aliran seni lukis realis. Fokus utama objek yaitu aliran air sungai yang dilukiskan dengan sangat bersih dan jernih. Objek pendukungnya yaitu adanya bebatuan yang berada di tengah dan di sekeliling air tersebut. Sedangkan obyek latar belakang pada lukisan yaitu dengan adanya tumbuhan yang hidup di sekitar objek utama.

Pewarnaan yang digunakan untuk objek air yaitu cenderung menggunakan warna yang cerah seperti warna putih karena air mempunyai sifat yang jernih. Pada objek tumbuh-tumbuhan juga cenderung bewarna cerah seperti kuning dan hijau muda karena tanaman di sekitar sungai dapat tumbuh subur karena dipengaruhi oleh keberadaan air yang berada di sekitar tanaman

commit to user

tersebut. Sedangkan bebatuannya bewarna gelap karena batuan sungai memang bewarna hitam atau gelap.

Pada aspek penggunaan garis yaitu cenderung menggunakan garis melengkung. Garis melengkung terlihat jelas pada objek-objek batuan karena berbentuk bulat tak beraturan dan pada daun-daun tanaman yang tumbuh di sekitar sungai tersebut. Penggunaan gelap terang yang terdapat pada objek lukisan dihasilkan dari susunan warna putih, kuning, hijau dan hitam.

Lukisan tersebut direalisasikan dengan adanya penggambaran suatu kondisi alam yang sesungguhnya, dengan mengambil objek sungai yang terlihat jernih dengan bebatuan disekelilingnya.

commit to user d. Karya Kedelapan

Gambar 4.24. Karyaseni lukis berjudul Macan (Dokumentasi: Copy file dari Purwanto JS )

Judul : “Macan”

Media : Cat Minyak di atas Kanvas Ukuran : 140 cm X 90 cm

Tahun : 2012

Pencipta : Purwanto JS 1) Konsep Karya

Lukisan karya Purwanto JS diatas yang berjudul “Macan” menceritakan tentang kewibawaan yang ada di hutan. Macan itu diibaratkan oleh Purwanto JS sebagai simbol dari kekuasaan atau kewibawaan. Macan hidup di sebuah hutan dengan binatang-binatang lainnya. Tetapi hanya macanlah binatang yang mempunyai kewibawaan tinggi untuk menjadi penguasa di hutan tersebut.

Begitu juga dengan seorang seniman dalam berkarya. Ketika seorang seniman dalam berkaryanya mampu menunjukan sifat berwibawa dengan baik maka secara otomatis ia akan

commit to user

berguna di masyarakat. Begitu pula dengan Purwanto JS yang mempunyai keinginan untuk berkarya tentang realis maka ia harus mempunyai kewibawaan dalam hal realis tersebut. Karena menurutnya sifat tersebut sangat penting dalam menjalankan kehidupan di masyarakat.

2) Visualisasi Lukisan

Bentuk lukisan diatas menggunakan aliran seni lukis realis. Objek utama tampak pada penggambaranseekor macan yang berjalan tegak di tengah-tengah hutan. Penggambaran seekor macan sangatlah detail dengan pembuatan bulu-bulu pada macan yang nampak halus serta kehadiran garis-garis loreng hitam yang berada di sekitar tubuh macan sehingga macan tersebut menjadi semakin nyata atau mirip dengan aslinya. Latar belakang objek yaitu menggambarkan keadaan hutan dengan banyaknya rumput, tumbuhan dan pohon yang berada di sekitar macan tersebut.

Pada objek utama terdapat susunan gelap terang yang didasarkan pada perbedaan beberapa warna yaitu susunan warna putih, kuning, cokelat dan hitam. Sedangkan gelap terang pada objek latar belakang yaitu menggunakan susunan warna yang dihasilkan dari warna putih, hijau dan cokelat.

Penerapan garis melengkung ataupun garis lurus cenderung bersifat tegas dengan menekankan aspek spontanitas. Pada keseluruhan objek garis yang banyak digunakan yaitu garis melengkung. Garis tersebut banyak bermunculan pada objek macan, karena macan mempunyai garis-garis loreng hitam yang tidak beraturan.

Lukisan tersebut direalisasikan dengan adanya penggambaran seekor macan yang berjalan tegak di suatu hutan.

commit to user

objek utama yakni seekor macan digambarkan begitu nyata atau sama persis dengan keadaan yang sesungguhnya.

e. Karya Kesembilan

Gambar 4.25. Karya seni lukis berjudul Membersihkan Diri (Dokumentasi: Copy file dari Purwanto JS )

Judul : “Membersihkan Diri” Media : Cat Minyak diatas Kanvas Ukuran : 140 cm X 90 cm

Tahun : 2011

Pencipta : Purwanto JS 1) Konsep Karya

Lukisan karya Purwanto JS diatas yang berjudul “Membersihkan Diri” menceritakan tentang pentingnya manusia hidup di dunia dalam membersihkan diri baik rohani atau jasmaninya. Jadi dapat diibaratkan seperti gambar bebek-bebek yang sedang mandi di sungai yang jernih. Bebek-bebek tersebut sedang membersihkan diri dari kuman-kuman penyakit yang ada di dalam tubuhnya untuk memperoleh kesegaran.

commit to user

Pada gambar tersebut, bebek diibaratkan seperti seorang manusia. Manusia hidup di dunia pasti mempunyai berbagai macam kesalahan baik itu yang disengaja ataupun tidak, maka dari itu manusia harus bisa membersihkan diri dari segala sesuatu yang buruk yang telah dilakukannya menjadi lebih baik untuk kemudian hari. Karena manusia yang berakhlak mulia itu adalah manusia yang mau mengakui kesalahannya dan segera memperbaiki kesalahan tersebut atau mau membersihkan diri dari kesalahannya.

2) Visualisasi Lukisan

Wujud visualisasi bentuk lukisan diatas menggunakan aliran seni lukis realis. Tampak penggambaran objek utama yaitu bebek-bebek yang sedang mandi atau membersihkan diri di sebuah sungai.Sedangkan objek latar belakangnya yaitu sungai kecil dan adanya bebatuan yang berlumut. Di sekitar sungai juga banyak ditumbuhi pohon pisang yang daunnya sudah mulai mengering. Dan sungai tersebut juga terdapat banyak sampah dedaunan kering yang jatuh ke bawah yang mengakibatkan sungai menjadi sedikit kotor.

Penggunaan warna gelap terang pada objek lukisan didasarkan pada susunan perbedaan warna yakni warna kuning, hijau, cokelat dan hitam. Pewarnaan keseluruhan objek cenderung menggunakan warna gelap seperti cokelat dan hitam karena sedikitnya cahaya yang masuk. Cahaya sinar matahari sebagian besar tertutup oleh daun-daun dari pohon yang ada di atas sungai tersebut.

Tekstur pada objek lukisan ini cenderung menerapkan pada penggunaan tekstur dengan semu dengan kesan yang kasar karena adanya penggambaran daun-daun kering atau ranting-ranting jatuh yang banyak terdapat di sekitar sungai.

commit to user

Lukisan tersebut direalisasikan dengan adanya penggambaran suatu kondisi alam yang benar-benar nyata di suatu tempat. Objek yang digambarkan yaitu dua ekor bebek yang sedang membersihkan diri di sungai, keadaan tersebut menangkap kondisi alam yang sesungguhnya.

Dokumen terkait