• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN

2.2. Pembahasan

2. Investasi, bank islam menginvestasikan dana yang ditempatkan pada dunia usaha

dengan menggunakan alat-alat investasi yang konsisten dengan syariah.

3. Jasa-jasa keuangan, bank islam dapat juga menawarkan berbagai jasa keuangan lainnya berdasarkan upah (fee based) dalam sebuah kontrak perwakilan atau penyewaan.

4. Jasa sosial, konsep perbankan islam mengharuskan bank islam melaksanakan jasa sosial yang sesuai dengan ajaran islam.

Adapun Peranan Bank Islam menurut Muhammad (2005:15) adalah

1. Memurnikan operasional perbankan syariah sehingga dapat lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat.

2. Meningkatkan kesadaran syariah umat islam sehingga memperluas segmen dan pasar perbankan syariah.

3. Menjalin kerjasama dengan para ulama karena bagaimanapun peran ulama khususnya di Indonesia sangat dominan bagi kehidupan islam.

2.2. PEMBAHASAN

2.2.1. SEJARAH PERBANKAN DI INGGRIS

Praktik Perbankan Syariah di Eropa Dalam perkembangan berikutnya, kegiatan yang dilakukan oleh perorangan kemudian dilakukan oleh institusi yang saat ini dikenal sebagai bank. Ketika bangsa Eropa melakukan praktik perbankan, mulai timbul masalah karena transaksi yang menggunakan konsep bunga yang dalam ilmu fiqh disebut dengan riba, dan haram hukumnya. Transaksi bunga ini merebak ketika Raja Hensy VIII pada tahun 1545memperbolehkan instrument ini meskipun tetap mengharapkan asalkan tidak boleh berlipat ganda. Ketika wafat dan digantikan oleh Edward VI yang membatalkan konsep ini, dan tidak berlangsung lama. Ketika dia wafat dan digantikan Elizabeth I, konsep bunga kembali diperbolehkan untuk dipergunakan . Pada masa kebangkitannya dan mengalami Renaissance, bangsa eropa melakukan penjajahan dan perluasan ke seluruh dunia sehingga sebagian besar aktivitas didominasi oleh bangsa eropa. Pada saat yang sama, peradaban muslim mengalami kemerosotan dan jatuh satu – persatu ke dalam cengkeraman eropa. Akibatnya, institusi perekonomian islam mulai runtuh dan digantikan

23 oleh institusi perekonomian bangsa eropa dan berlangsung terus sampai zaman modern ini. Oleh karena itu, institusi perbankan di Negara – Negara yang mayoritasnya muslim adalah warisan dari bangsa eropa yang menggunakan konsep bunga (interest).

Di Eropa tercatat sebagai bank syariah yang pertama kali beroperasi adalah The Islamic Bank International of Denmark di kota Copenhagen. , pada tahun 1983. Sepanjang perjalanan waktu, kajian akademis maupun praktek operasional mengenai ekonomi Islam dan perbankan syariah terus dikembangkan. Untuk kajian akademis terdapat di University of Durham (Inggris), University of Portsmouth (Inggris), University of Harvard (Amerika) dan University of Wulongong (Australia). Kemudian Inggris telah menerbitkan sukuk (obligasi syariah), dan menjadi negara Barat pertama yang mengizinkan sukuk. Sampai januari 2007, diperkirakan ada 300 bank dan institusi finansial bebasis syariah di seluruh dunia yang asetnya diproyeksikan akan tumbuh sebesar 1 triliun dollar pada 2013. Ketimbang negara-negara Eropa lainnya, Inggris paling dulu merealisasikan sistem keuangan syariah. Awalnya adalah kelimpahan dana dari negara-negara Timur Tengah saat harga minyak bumi meroket pada sekitar 2000-an. Jadilah, Inggris bersiap diri untuk mengolah dana ini.Dalam catatan, jumlah penduduk London pada 2005 berada di angka 7,4 juta jiwa. Total penduduk Inggris sebanyak 60 juta orang. Dari jumlah itu, 1,8 juta jiwa beragama Islam. Pemerintah berikut industri perbankan Inggris melihat kenyataan ini sebagai pasar yang potensial. Kekompakan pemerintah dan industri perbankan memang berbuah. Paling tidak, bank ritel macam Lloyds TSB sudah menyediakan produk-produk berbasis syariah seperti tabungan serta pinjaman untuk pembelian rumah. Lloyds TSB adalah bank kelima terbesar di Inggris. Maka, diharapkan Inggris sebagai pintu gerbang majunya perbankan syariah di Eropa.

Menjelang akhir 2004 lalu, Inggris memroklamasikan sebuah bank berbasis Islam di negara itu. Ini merupakan bank Islam pertama di Inggris yang lahir untuk menjawab permintaan dari lebih kurang 1,8 juta penduduk Muslim Inggris sekaligus merupakan bank Islam pertama di Eropa.

Masyarakat keuangan di Inggris pun menyambut baik kehadiran bank Islam di negaranya. Bank yang pertama memperoleh izin untuk menyelenggarakan prinsip perbankan yang murni syariah ini diberi nama Islamic Bank of Britain (IBB). Bank ini

24 dipimpin oleh seorang presiden direktur bernama Abdul Rahman Abdul Malik yang juga merupakan mantan pemimpin di Abu Dhabi Islamic Bank.

Terbentuknya bank ini merupakan hasil kerja sama Islamic Joint Venture Partnership (IJVP) dengan kepemilikan saham yang didominasi oleh saham perseorangan, yaitu dari Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Izinnya (lisensinya) diperoleh langsung dari The Financial Services Authoritys (FSA) atau semacam lembaga keuangan di Inggris.

Selama beberapa dekade, komunitas Islam di Inggris memang dikenal banyak yang tidak berinteraksi dengan bank. Alasannya adanya pendapat mengenai bunga bank yang hukumnya haram. Karenanya, tanggapan posistif pun turut berdatangan pascapeluncuran bank Islam ini.

Sebenarnya, sebelum kelahiran bank Islam di Inggris, masyarakat Inggris sudah bisa mengakses layanan perbankan Islam dari beberapa bank konvensional yang membuka unit syariah atau divisi syariah. Tapi, ketersediaan divisi syaraih di bank-bank tersebut ternyata belum mampu mengakomodasi banyak keinginan nasabah Muslim di Inggris. Bukan karena kualitas dan jumlah pelayanan cabang atau divisi syariah yang mereka miliki, tapi lebih kepada pesatnya perkembangan dan permintaan masyarakat akan layanan unit syariah ini.

Bank yang membuka layanan syariah melalui cabang maupun divisi syariahnya, yaitu Citibank, Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC), dan ANZ Bank. Bank-bank ini ternyata telah lama melihat peluang dan cepat tanggap merespons keinginan banyak nasabah Muslim di Inggris.

2.2.2. Kondisi Lingkungan Perbankan Dan Layanan Keuangan Di Inggris

Keuangan Islam telah menjadi semakin signifikan di pusat-pusat keuangan di Barat, terutama London, meskipun hambatan regulasi yang disajikan oleh beroperasi di non Lingkungan keuangan Islam. Pertumbuhan keuangan Islam sebagian mencerminkan permintaan dari warga Muslim dan non-penduduk untuk fasilitas penyimpanan Islam dan jasa manajemen yang melibatkan kepatuhan dana syari'ah . Pada saat yang sama metode pembiayaan syariah dipandang sebagai tantangan dan kesempatan oleh Bankir Barat, banyak dari mereka telah berusaha untuk terlibat tumbuh dalam industri ini . Dalam masyarakat klien didorong adanya kemauan dari orang-orang pada layanan keuangan

25 untuk mendengarkan dan belajar dari pengalaman bank syariah, yang dalam jangka panjang dapat membawa terobosan besar melalui perbankan syariah di tingkat ritel di Barat.

Britania Raya adalah salah satu yang memiliki sektor perbankan dan layanan keuangan di dunia yang paling maju dan canggih dengan berbasis lemabaga yang kokoh, dengan banayak pengalaman lebih dari satu abad . London adalah pasar terbesar di dunia untuk devisa dealing, dan pusat terbesar untuk transaksi antar bank dan sindikasi pinjaman, sebagian besar yang terakhir dalam denominasi dolar. Pada tingkat ritel sektor perbankan berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena pengaruh Perbankan Act of 1987, demutualisasi dari masyarakat bangunan terkemuka, masuknya pemain eksternal seperti organisasi ritel dalam jasa keuangan dan laju yang cepat dari perubahan teknologi.

Akibatnya dominasi empat besar, Barclays, NatWest, Lloyds dan Midland Bank telah berakhir. Lloyds setelah merger dengan Wali Amanat Bank Tabungan (TSB) telah mengambil alih memimpin pasar, sedangkan akuisisi sebelumnya bermasalah jaringan Midland Bank oleh Hong Kong Bank telah menghasilkan kenaikan yang signifikan dalam pangsa pasarnya dalam hubungannya dengan First Direct, Hong Kong Layanan perbankan melalui telepon yang dimiliki Bank. Barclays telah berhasil mempertahankan sebagian besar pangsa pasar, namun NatWest telah tergelincir, dan demutualized Halifax Bank menjadi bank terbesar ketiga.

Perkembangan baru-baru ini yang paling signifikan adalah masuk ke perbankan dari kelompok supermarket Sainsbury, pengecer Marks and Spencer, dan asuransi Perusahaan Standard Life. Semua perusahaan-perusahaan ini memiliki nama merek yang kuat dan reputasi baik , tetapi dapat menawarkan layanan perbankan melalui jaringan mereka yang baiayanya jauh lebih rendah dari bank dengan cabang berdedikasi dan tingkat tinggi staf. Sebagai hasilnya bank-bank besar yang memotong biaya dengan menutup dan mengkonsolidasikan cabang, sementara mereka mencoba untuk menyediakan berbagai layanan yang lebih luas melalui pusat yang melayani banyak populasi yang lebih besar. Semua menawarkan fasilitas perbankan telepon dan paling menyediakan on-line layanan untuk klien bisnis sementara banyak memperluas dispenser kas (anjungan tunai mandiri) ke pusat-pusat perbelanjaan dan pusat transportasi utama

26 seperti perkeretaapian stasiun dan bandara. Keseimbangan kekuasaan telah bergeser dari pemasok untuk konsumen.

Bank dagang Inggris sebagian besar telah diambil alih oleh internasional besar bank, Fleming menjadi pengecualian, meskipun itu jauh lebih besar daripada sebagian besar orang lain dan mengembangkan kemampuan utama untuk pengelolaan dana. Ini Perkembangan yang sangat signifikan bagi keuangan Islam, sebagai salah satu utama bank yang terlibat, Kleinwort Benson, diambil alih Dresdner Bank Jerman. Sebagian besar perbankan syariah di Inggris bisa dikategorikan sebagai investment banking dan perusahaan keuangan, bukan ritel atau perbankan pribadi, meskipun banyan layanan perbankan swasta yang ditawarkan untuk klien Muslim.

London telah muncul sebagai pusat utama untuk perbankan dan keuangan Islam di Barat. Produk keuangan Islam yang ditawarkan di tingkat ritel termasuk investasi account, manajemen portofolio Islam, komoditas dan ekuitas dana berbasis fasilitas manajemen dan hipotik Islam. Klien perusahaan Muslim dapat memperoleh perdagangan jangka pendek dan keuangan serta hal penyewaan media untuk peralatan, meskipun saat ini pada skala yang sangat terbatas. .

2.2.3. Karakter Pasar Inggris

Ada lebih dari dua juta warga Muslim di Inggris14, sebagian besar adalah warga negara Inggris, dan mayoritas kini telah lahir di country15. Masyarakat terdiri dari 350.000 rumah tangga, keluarga khas yang dua kali lebih besar sebagai ukuran rata-rata keluarga di Inggris. Mayoritas generasi tua berbicara bahasa Urdu atau bahasa lain dari sub-benua India, tetapi kebanyakan berbicara Inggris setidaknya beberapa selain dan dapat membaca dengan berbagai tingkat kemahiran. Generasi muda memiliki bahasa Inggris sebagai bahasa pertama mereka, dan lebih belajar bahasa-bahasa Eropa lainnya di sekolah seperti Perancis daripada bahasa Asia. Minoritas generasi tua yang berasal dari Afrika Timur berbicara Inggris sebagai bahasa pertama mereka. Muda dan tua

14

1991 sensus menunjukkan 476.555 orang dari kelompok etnis Pakistan, hampir setengah dari yang lahir di Inggris, 162.835 orang Bangladesh, India 840.255, mungkin 40 persen di antaranya adalah Muslim, 200.000 orang Asia lainnya, mayoritas dari mereka adalah Muslim dan 150.000 orang Arab. Lihat Etnis Kelompok dan Negara Lahir, HMSO, 1991, Volume 1, hlm. 403-407. Sejak itu penduduk Muslim telah tumbuh, dan pada tahun 1998 mungkin melebihi 1,5 juta warga negara dan penduduk tetap dan 500.000

15Muhammad Anwar, “Muslims in Britain” in Syed Z. Abdein and Ziauddin Sardar, (eds.),

27 kebanyakan memiliki beberapa pengetahuan tentang Arab, dan dapat membaca ayat-ayat Al-Quran.

Populasi asal Timur Tengah yang heterogen. paling lama didirikan adalah sebuah komunitas Yaman yang berasal dari pelaut yang menetap di akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh. Banyak yang menikah, dan sebagian besar memiliki pengetahuan yang terbatas akan bahasa Arab dan belum pernah ke Yaman, tapi Islam tetap kuat dalam komunitas ini. Ada juga sebuah komunitas Siprus Turki, terutama penduduk di utara London, di mana ukuran masyarakat melebihi mereka yang tersisa di Siprus. Ada juga sebuah komunitas Arab yang kecil, terutama dari Mesir dan asal Palestina, namun sebagian besar kini juga warga negara Inggris.

Ada juga sejumlah besar mahasiswa muslim yang bersifat penduduk sementara Inggris untuk masa studi mereka, kelompok terbesar berasal dari Malaysia. Banyak pengunjung, terutama dari kawasan Teluk, merupakan sebuah komunitas sementara, tetapi banyak mempunyai rekening bank Inggris dan penggunaan jasa keuangan lainnya, terutama yang melibatkan valuta asing dan uang transfer. Transfer keuangan ke sub-benua India telah menurun, sebagai Masyarakat Asia telah menjadi menetap di Inggris dan hubungan dengan kerabat jauh melemah.

Beberapa Muslim Inggris memiliki usaha kecil, mungkin lebih dari 100.00016. Ini termasuk toko makanan lingkungan, yang bersaing dengan jaringan supermarket yang dominan dengan berada di lokasi yang lebih nyaman bagi mereka yang tidak memiliki mobil atau tidak bisa mengemudi. Ada juga beberapa Muslim berbisnis tekstil dan manufaktur pakaian milik, yang memiliki tenaga kerja lebih rendah daripada biaya dari pesaing mereka, meskipun mereka mungkin akan terpengaruh oleh undang-undang upah minimum untuk diperkenalkan pada tahun 199917. Bangladesh imigran memiliki telah sangat aktif di restoran dan katering bisnis, dan account untuk up sampai dua puluh persen dari jumlah total restoran nasional. Semua kelompok ini memiliki kebutuhan pembiayaan usaha kecil, terutama untuk menutupi hipotek di lokal, persediaan dan keuangan saham dan pembelian peralatan.

16

Rodney Wilson, 2000, Challenges And Opportunities For Islamic Banking And Finance In The West:The United Kingdom Experience, London, Islamic Economic Studies Vol. 7, Nos. 1 & 2,

Oct.’99 & Apr. 2000 17

28 2.2.4. Strategi Promosi Bank Islam Di Inggris Untuk Menarik Pelanggan

Sudah bukan menjadi rahasia bahwa bank syariah bukan hanya ditujukan kepada umat yang beragama Islam saja, tetapi juga bisa ditujukan kepada berbagai umat beragama, bahkan umat yang tidak beragama sekalipun. Islam sebagai sebuah agama yang memiliki comprehensive way dalam kehidupan mengandung unsurrahmatan lil alamin yang dapat diterjemahkan bahwa ajaran yang dikandung Islam mampu membawa berkah bagi seluruh alam, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, budaya, derajat, jenis kelamin, dsb. Hal ini tidak terlepas dari kesempurnaan Islam sebagai sebuah agama yang telah diridhai oleh Allah SWT sebagaimana tertulis dalam Surat Al Maidah ayat 3:

Artinya: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha

29 Gerakan perbankan modern Islam telah tumbuh secara signifikan selama 40 tahun terakhir dan sangat mapan di Inggris, terutama di London, karena beberapa alasan. Sejak awal 1880-an London Metal Exchange telah digunakan oleh lembaga-lembaga Islam Timur Tengah keuangan untuk memanfaatkan kelebihan likuiditas mereka, ada sekitar dua juta Muslim di Inggris dengan keinginan tulus di antara mereka untuk menggunakan fasilitas perbankan yang sesuai dengan iman mereka; Inggris hukum dan akuntansi perusahaan memainkan peran kunci dalam transaksi keuangan Islam global, dan, akhirnya, pemerintah Inggris telah berkomitmen untuk memerangi pengecualian keuangan dan memperkuat posisi London sebagai pusat keuangan terkemuka di bidang keuangan Islam. Hal ini akan menyebabkan arus masuk modal dan bantuan dalam mengembangkan hubungan dagang dengan negara-negara Islam.

Saat ini ada dua sepenuhnya syariah-compliant bank-bank Islam di UK: IBB dan Bank Investasi Eropa Islam, yang mencakup ritel dan pasar grosir masing-masing. Ada beberapa pemain lain juga – HSBC Amanah, Lloyds TSB, Alburaq (anak perusahaan Arab Banking Corporation), Ahli United Bank, dan United National Bank. Aplikasi lebih lanjut untuk lisensi ini dengan FSA. Ada sejumlah relatif kecil dari pemain utama dalam perbankan ritel Inggris dan syariah-compliant perbankan menempati ceruk dalam ini. Choudhury menunjuk empat faktor kunci yang mempengaruhi nasabah perbankan: kualitas pelayanan, merek, biaya dan produk / jasa yang ditawarkan. Sementara masing-masing adalah penting, bank harus fokus pada satu atau dua. IBB telah memilih untuk fokus pada merek dan produk / jasa. Ini telah memperluas portofolio produk jauh dan telah menempatkan banyak usaha dalam mempromosikan IBB merek melalui saluran pemasaran langsung dan tidak langsung. Mereka berusaha untuk membedakan dirinya dari pemain lain.

IBB adalah bank baru (dua setengah tahun) dan cukup kecil dibandingkan dengan bank-bank Inggris lainnya ritel. Hal ini membawa keuntungan: struktur organisasi yang sederhana, sebuah kesempatan untuk membuat manfaat besar dalam jangka panjang dengan memanfaatkan peran perintis; fleksibilitas; lebih mudah untuk menerapkan skema reward dan staf untuk fokus pada pelanggan dalam membangun produk dan layanan, dan menawarkan harga yang kompetitif dan istilah yang sederhana dan kondisi untuk pelanggan. Bukti awal dari keberhasilan model bisnis ini dapat dilihat.

30 Produk inovasi, manajemen hubungan yang baik, segmentasi yang efektif dan terlatih personil adalah penting untuk keberhasilan bank. Untuk memastikan kepatuhan syariah produk, baik Syariah lokal dan internasional ahli sangat di papan dan IBB mempertahankan dialog dengan masyarakat pada tingkat yang berbeda. Choudhury menyimpulkan dengan mengatakan bahwa IBB merek didasarkan pada kepatuhan syari’ah penuh sementara menjadi bank Inggris diatur oleh FSA. Identitas perusahaan dipromosikan meskipun semua saluran pemasaran dan ada rencana untuk ekspansi Uni Eropa di masa depan juga.

Selain itu bank syariah memiliki keunggulan bukan hanya dalam hitung-hitungan bisnis, namun juga memiliki keunggulan dalam sisi moral bila dibandingkan bank konvensional. Contohnya seperti adanya nilai keterbukaan, transparansi, kemitraan, kejujuran dan akuntabilitas dalam mengoperasikan banknya baik dengan nasabah maupun di internal manajemen bank. Nilai-nilai seperti ini adalah nilai-nilai yang mampu menembus batas ideologis umat non muslim sehingga tertarik dan mau bergabung dengan bank syariah.

Dari penjelasan startegi-strategi promosi yan telah dijelaskan diatas bahwa bank syariah di Inggris terutama IBB melakukan promosi dengan mengunakan produk, layanan nasbah, merek, manajemen yang baik, serta kapatuhan sayriah dan nilai moral, maka kita akan tinjau strategi tersebut. Pertama, menurut Sun Tzu :

1. Menang Tanpa Bertempur.

Bank syari’ah bisa melakukan “menang tanpa bertempur” dengan

beberapa cara, seperti menyerang bagian pasar yang selama ini terlayani oleh produk bank syari’ah maupun lembaga keuangan lain. Dalam hal ini bank syari’ah bisa melakukannya dengan penyediaan pembiayaan bagi para pengusaha kecil yang selama ini belum banyak tersentuh oleh bank syari’ah. Bank syari’ah juga bisa menggarap pasar mengambang (floating market) yang mempunyai potensi sangat besar. Pasar mengambang ini terdiri dari para nasabah rasional, bukan nasabah loyalis syariah. Bank syari’ah dapat memperkenalkan keunggulan return yang kompetitif dari sistem bagi hasil yang berprinsip keadilan. Return yang kompetitif ini tentu dapat menarik nasabah yang berpikir rasional dan mengharap keuntungan yang tinggi. Dengan begitu bank syari’ah akan memperoleh pangsa pasar yang lebih besar tidak hanya nasabah loyalis syariah saja.

31 Jadi dalam hal ini bank syariah khususnya IBB harus dapat membuat dan mempromosikan suatu produk perbankan yang sangat dibutuhkan oleh semua masyarakat baik masyarakat muslim maupun non muslim. Semisal pembiayan bagi pengusaha kecil, apabila produk ini tidak dimiliki oleh perbankan syariah lain serta mengenalkan semua keunggulan produk tersebut maka IBB akan mendapatkan pasar-pasar yang mengambang sehingga pasar yang mengemabang tersebut dapat menajadi nasabah.

2. Hindari Kekuatan Lawan dan Serang Kelemahannya

Sun Tzu mengarahkan kita fokus pada kelemahan kompetitor, yang bakal memaksimalkan profit karena dapat meminimalkan sumber daya yang digunakan. “Pasukan itu ibarat air. Agar bisa mengalir, dia harus menghindari tempat tinggi dan mencari tempat rendah. Makanya, hindarilah kekuatan dan seranglah kelemahan lawan,” demikianlah petuah Sun Tzu. Dalam pemasaran, lokasi strategis sangat menentukan bagi penigkatan laba. Pemilihan lokasi pendirian bank syari’ah haruslah disesuaikan dengan potensi pasar (medan perang) yang akan menjadi fokus garapannya. Banyak pemasaran bank syari’ah yang familiar dengan teknik analisis SWOT sebagai cara untuk menganalisa situasi bank syari’ah. Kebanyakan strategi pemasaran sudah menggunakan secara implisit, namun tidak begitu sempurna karena kurang eksplisit. Bank syari’ah sebaiknya menggunakan strategi “flanking” (menyerang sisi) terhadap pesaing lewat diferensiasi, perluasan atau membentuk kembali kebutuhan nasabah. Serangan bisa juga dilakukan ketika pesaing tak menduganya sama sekali.

Kelemahan bank syari’ah adalah pada sisi modal atau aset, sehingga bank syari’ah harus menghindari persaingan harga secara terbuka. Bank syari’ah tidak perlu terpancing dengan pergerakan suku bunga konvensional dalam menentukan nisbah bagi hasilnya. Selain tidak sehat dari aspek syariah, persaingan ini juga kan membahayakan kelangsungan aset bank syari’ah

Sebaliknya, bank syari’ah harus menyerang kelemahan pesaing dari aspek

syariah yaitu, bunga yang ribawi.

Dari penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa peghindaran kekuatan lawan dengan menggunakan analisis SWOT. Pemilihan tempat yang

Dalam dokumen Tinjauan Strategi Promosi Dalam Meningka (Halaman 26-43)

Dokumen terkait