• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL

D. Pembahasan

Perbedaan hasil belajar matematika materi garis singgung lingkaran ditinjau dari penggunaan metode ceramah dan diskusi di kelas VIII SMP Pangudi Luhur Moyudan dijabarkan sebagai berikut: dari hasil uji hipotesis menggunakan uji Z disimpulkan tidak ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan metode ceramah dan diskusi materi garis singgung lingkaran. Hal ini sesuai dari hasil menggunakan pada (Ho diterima) dan sesuai dengan hasil rata-rata posttest

kelompok kontrol 65.85 dan kelompok eksperimen 68.03.

Dari hasil belajar yang diperoleh dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi, masih ada beberapa siswa yang belum tuntas sesuai kriteria KKM. Akan tetapi kedua metode pembelajaran dapat meningkatkan rata-rata hasil belajar siswa kelas VIII. Hal ini sesuai hasil kelompok kontrol

(Ho ditolak), dan kelompok eksperimen pada

(Ho ditolak).

Kelompok eksperimen sebagai kelompok yang mendapatkan perlakukan, diharapkan memiliki nilai yang lebih tinggi jika dibanding dengan kelompok kontrol. Namun pada kenyataanya nilai pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki perbedaan. Berdasarkan hasil observasi, faktor waktu sangat mempengaruhi pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi.

Selama proses pembelajaran siswa kurang memperhatikan waktu yang sudah ditentukan oleh guru, ini mengakibatkan pada pertemuan ke lima guru tidak melakukan kegiatan pembahasan soal, refleksi dan pemberian tugas. Hal ini berdampak pada kurangnya pemantapan materi melukis lingkaran dalam dan luar segitiga yang diperoleh siswa. Sehingga siswa hanya bisa mengerjakan soal tanpa tahu ketepatan jawaban. Pernyataan ini didukung dengan hasil wawancara guru yang menyatakan bahwa siswa terkadang suka menyalahgunakan waktu untuk bermain sehingga membuang banyak waktu. Berdasarkan hasil wawancara siswa, pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menyatakan bahwa siswa masih mengalami kesulitan pada materi garis singgung lingkaran dalam dan luar segitiga dikarenakan submateri yang dipelajari mengandung rumus matematika yang cukup banyak.

Meskipun hasil penelitian ini tidak terdapat perbedaan, tetapi mentode diskusi dapat di terapkan pada pembelajaran matematika materi garis singgung lingkaran. Hal ini didukung berdasarkan perhitungan analisis statistika dan hasil wawancara siswa yang diperoleh bahwa siswa mengalami peningkatan menggunakan metode diskusi, siswa aktif dalam bertanya, saling membantu teman dengan yang lain.

E. Keterbatasan Penelitian

Pada dasarnya penelitian ini masih terdapat kekurangan, seperti Keterbatasan kelas yang ada disekolah SMP Pangudi Luhur Moyudan yang membuat peneliti harus mencari sekolah lain untuk melakukan uji coba instrumen soal pretest dan posttest agar instrumen dapat digunakan dalam penelitian.

100

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan penelitian mengenai “Perbedaan Hasil Belajar Matematika Materi Garis Singgung Lingkaran Ditinjau Dari Penggunaan Metode Ceramah dan Diskusi di Kelas VIII SMP Pengudi Luhur Moyudan Tahun Ajaran 2016/2017”, maka peneliti dapat membuat

beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah berjalan dengan lancar, tetapi untuk pembelajaran dengan metode diskusi tidak berjalan dengan maksimal dikarenakan banyak siswa yang menggunakan waktu untuk bermain.

2. Ada peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII menggunakan metode ceramah dan diskusi pada materi garis singgung lingkaran. Hal ini diperoleh dari metode ceramah pada Z

(Ho ditolak). Sedangkan metode diskusi pada Z

(Ho ditolak).

3. Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa kelas VIII antara metode ceramah dan diskusi pada materi garis singgung lingkaran. Hal ini terlihat dari rata-rata posttest kelompok kontrol 65.85 dan rata-rata

posttest kelompok eksperimen yaitu 68.03. Selain itu berdasarkan

dengan adalah , maka (Ho diterima).

B. Saran

Sehubungan dengan judul “Perbedaan Hasil Belajar Matematika Materi Garis Singgung Lingkaran Ditinjau Dari Penggunaan Metode Ceramah dan Diskusi di Kelas VIII SMP Pengudi Luhur Moyudan Tahun Ajaran 2016/2017”, penulis dapat mengemukakan saran-saran sebagai berikut:

1. Bagi guru

a. Metode diskusi bisa dijadikan salah satu alternatif oleh guru di sekolah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi garis singgung lingkaran.

b. Agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai tujuan yang maksimal. Guru perlu menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan tujuan pemmbelajaran.

c. Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal, guru memiliki kesempatan untuk memadukan model, pendekatan, dan metode pembelajaran yang bervariasi.

2. Bagi siswa

Hendaknya siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur lebih belajar giat kembali dengan banyak membaca dan berlatih soal pada pelajaran Matematika.

3. Bagi sekolah

Hendakya menyediakan fasilitas media pembelajaran yang baik dan dapat digunakan dalam pembelajaran agar guru tidak mengalami kesulitan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia di: http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php. Diakses 27 April 2017 Asep Jihad, & Abdul Haris. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi

Pressindo.

Avianti Agus, Nuniek. (2007). Mudah Belajar Matematika untuk Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Azwar, Saifuddin.(2004). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset

Budi, Kartika. (2001). Berbagai Strategi Untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif Dalam Proses Pembelajaran Fisika di SMU, Efektivitasnya, dan Sikap Mereka Pada Strategi Tersebut.Yogyakarta : Jurnal Fisika

Candra Dewi Mawarti. Perbedaan Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi Tipe Brainstroming Dengan Metode Ceramah Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS Di SMAN 1 Kalitidu-Bojonegoro. Universitas Negeri Surabaya http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/article/13535/40/article. Diakses tanggal 28 Juni 2017.

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.

--- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta : Depdiknas.

Djamarah dan Zain. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : RINEKA CIPTA Dris.J, & Tasari. (2011). Matematika Jilid 2 Untuk SMP dan Mts Kelas VIII.

Jakarta: Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional. Eko Putro Widoyoko,S. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta.

Herman Hudojo.H (2001). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Universitas Negeri Malang.

Melati, Rosevita. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Menggunakan Paradigma Pedagogi Refleksi yang Mengakomodasi Group Investigation di Kelas VIII SMP Negeri 1 Yogyakarta. Skripsi Strata Satu. Universitas Sanata Dharma.

Pepi Mulia Sari. Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Metode Kooperatif dengan Metode Ceramah Pada Mata Pelajaran Ekonomi. Universitas Negeri Padang http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php. Diakses pada 26 Juni 2017.

Poerwadarminta,W.J.S. (1976). Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka

Prabaningrum, Clara Prasetywati. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif yang Mengakomodasi Teori Van Hiele Pokok Bahasa Balok di Kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta. Skripsi Strata Satu. Universitas Sanata Dharma.

Program Pengalaman Lapangan (PPL). (n.d.). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Rohmad. H, & Supriyanto. (2015). Pengantar Statistika Panduan Praktis Bagi Pengajar dan Mahasiswa. Yogyakarta: KALIMEDIA.

Ruseffendi, E.T. (1980). Pengajaran Matematika Moderan untuk Orang Tua Muria Guru dan SPG. Bandung : TARSITO

Slameto. (2013). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya Edisi Revisi.

Jakarta : RINEKA CIPTA

Soedjadi.R. (2000). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Sudjana, Nana. (2005). Penilain Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Sudrajat, Ahmad. (2013).

www.wordpress.com/pendekatan.saintifik/ilmiah_dalam_proses_pembelaj aran. [Online]. Diakses tanggal 20 Januari 2017 Pukul 17.00

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta

Tukiran Taniredja & Hidayati Mustafidah. (2011). Penelitian Kuantitatif.

Bandung: Alfabeta

Wulandari, Asih.(2015). Pengaruh Pendekatan Saintifik Terhadap Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran IPA Kelas IV Di SD Muhammadiyah Pendowoharjo, Bantuk, Yogyakarta. Universitas Negeri Yogykarta http://eprints.uny.ac.id. Diakses pada 19 Juli 2017.

Dokumen terkait