• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4. Pembahasan

4.4.1. Pengaruh Net Profit Margin terhadap harga saham

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Net Profit Magin mempunyai pengaruh tidak signifikan dan positif terhadap harga saham, ditunjukkan bahwa t hit sebesar 0,817

dengan tingkat signifikan sebesar 0,418.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Ina Rinati (2009) yang menyebutkan bahwa Net Profit Margin (NPM) tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham, Hasil NPM ini memilki pengaruh yang rendah terhadap harga saham sehingga kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba juga rendah. Keputusan yang harus diambil oleh pemilik perusahaan yaitu pemilik perusahaan harus meningkatkan penjualan agar menghasilkan laba yang tinggi karena semakin besar NPM, maka kinerja perusahaan akan semakin produktif, sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut.

4.4.2. Pengaruh Return On Assets terhadap har ga saham

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ROA tidak mempunyai pengaruh siginifikan dan negative terhadap harga saham, ditunjukkan bahwa t hit sebesar -0,726 dengan

tingkat signifikan sebesar 0,471, artinya perusahaan Real Estate and Property kurang mampu untuk memperoleh laba melalui sumber yang ada dalam perusahaan, akibatnya rasio tersebut tidak mampu digunakan untuk mempertimbangkan para investor untuk membeli saham pada perusahaan. Karena

rasio ini adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva, dengan kata lain semakin tinggi rasio ini maka semakin baik produktifitas asset dalam memperoleh keuntungan bersih (Lestari dan Sugiharto, 2007:196).

Penelitian ini sesuai dengan dengan penelitian Noer Sasongko (2006), yang menunjukkan bahwa harga saham tidak dipengaruhi oleh Return On Asset. Hal ini berarti dari total asset yang ada tidak dapat mempengaruhi perubahan harga saham. Dengan jumlah asset yang tinggi maka mengakibatkan banyak dana yang kurang produktif sehingga perlu adanya pengalokasian dana yang dapat menghasilkan keuntungan. Dalam hal ini Sebagian investor akan melakukan pembelian saham dan menanamkan saham dalam suatu perusahaan dikarenakan investor tersebut telah mengetahui kondisi perusahaan yang baik dan kemungkinan kecil akan mengalami kerugian, hal inilah yang dapat mempengaruhi kenaikan dan penurunan harga saham dalam perusahaan tersebut, sehingga bagaimana tingginya nilai ROA yang merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham, tetapi hal itu tidak dapat digunakan untuk menentukan nilai perusahaan.

4.4.3. Pengaruh Return On Equity terhadap harga saham

Berdasarkan hasil yang diperoleh setelah melakukan pengujian menunjukkan bahwa Return On Equity (ROE) mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap harga saham, ditunjukkan bahwa t hit sebesar 2,437 dengan

tingkat signifikan 0,018, hal ini dapat diartikan apabila ROE mengalami peningkatan maka harga saham akan naik, dan begitu pula sebaliknya. Kondisi

tersebut dapat menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bagi para pemegang saham. Pernyataan tersebut di perkuat oleh hasil penelitian Puji Astuti (2002), yang menyatakan bahwa ROE mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.

Hal ini dapat diartikan bahwa return on equity (ROE) yang merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bagi para pemegang saham mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan Real Estate and Property yang tercatat di bursa efek Indonesia.

Ini sesuai dengan pendapat Harahap (2007: 156) ROE digunakan untuk mengukur besarnya pengembalian terhadap investasi para pemegang saham. Angka tersebut menunjukkan seberapa baik manajemen memanfaatkan investasi para pemegang saham. ROE diukur dalam satuan persen. Tingkat ROE memiliki hubungan yang positif dengan harga saham, sehingga semakin besar ROE semakin besar pula harga pasar, karena besarnya ROE memberikan indikasi bahwa pengembalian yang akan diterima investor akan tinggi sehingga investor akan tertarik untuk membeli saham tersebut, dan hal itu menyebabkan harga pasar saham cendrung naik.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Net Profit Margin tidak berpengaruh terhadap harga saham, kondisi ini disebabkan perusahaan tidak mampu menghasilkan keuntungan bagi perusahaan sehingga mempengaruhi investor maupun calon investor untuk melakukan investasi pada perusahaan Real Estate and Property. Pada saat ini, investor tidak bersedia membeli saham dengan harga tinggi dengan nilai Net Profit Margin (NPM) perusahaan rendah, akibatnya Net Profit Margin (NPM) tidak mempengaruhi tingkat laba yang dibagikan kepada pemegang saham.

2. Return On Assets tidak berpengaruh terhadap harga saham, kondisi tersebut dikarenakan perusahaan Real Estate and Property tidak dapat menghasilkan laba yang maksimal. Sehingga para investor tidak tertarik untuk berinvestasi akibatnya tidak berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan tersebut.

3. Return On Equity berpengaruh terhadap harga saham, kondisi tersebut ditunjukkan oleh tingkat pengembalian ekuitas perusahaan Real Estate and

Property yang baik. Tingkat pengembalian menunjukkan kinerja perusahaan di dalam menghasilkan laba sehingga menarik para investor untuk berinvestasi.

5.2. SARAN

Untuk itu berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan, maka saran- saran yang dapat diberikan yaitu :

a. Bagi Perusahaan

Mengingat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba / keuntungan akan dilihat oleh investor sebagai salah satu pertimbangan dalam membeli saham, maka perusahaan harus dapat meningkatkan labanya dari tahun ketahun. Tanpa adanya laba, perusahaan sulit mendapatkan tambahan dana ketika hendak melakuan ekspansi usaha, terutama yang berasal dari para pemodal.

b. Bagi Investor dan Calon Investor

Untuk mengetahui kinerja perusahaan sebelum melakukan investasi sebaiknya para investor maupun calon investor mencari tahu mengenai profil perusahaan. Profil perusahaan dapat diperoleh melalui Bursa Efek Indonesia dan Instansi Pemerintah yaitu Bapepam sebagai pihak yang menentukan kebijakan di BEI dalam menjamin keakuratan data informasi keuangan dan memberikan informasi yang berkualitas dengan sarana teknologi yang canggih sehingga kualitas laporan keuangan perusahaan lebih akurat dan relevan. Dalam

penelitian ini Informasi ROE merupakan hal utama yang perlu diperhatikan dan dijadikan tolok ukur yang lebih baik oleh investor dalam membuat keputusan investasinya, sehingga hal tersebut akan memepengaruhi permintaan terhadap saham perusahaan yang bersangkutan yang pada akhirnya akan mempengaruhi harga saham, dimana apabila investor menganggap bahwa nilai ROE perusahaan baik dan tingkat pengembalian ekuitas perusahaan sepadan dengan resiko yang ditanggungnya, maka permintaan terhadap harga saham perusahaan tersebut akan meningkat, yang berarti harga saham perusahaan tersebut juga akan meningkat.

c. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian berikutnya diharapkan menggunakan rasio keuangan perusahaan yang berbeda, yang belum dimasukkan dalam model penelitian ini karena masih terdapat rasio keuangan lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap harga saham selain Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA), dan Return On Equity (ROE). Selain itu juga diharapkan dapat memperpanjang periode pengamatan agar hasil penelitian yang diperoleh akan lebih maksimal dan kesalahan lebih sedikit.

DAFTAR PUSTAKA

Alexandri, Moh. Benny. 2008. Manajemen Keuangan Bisnis. Cetakan Kesatu. Bandung : Alfabeta.

Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti. 2001. Pengantar Pasar Modal. Edisi Revisi. Jawa Tengah: Rineka Cipta.

A.Sartono. 2001. Manajemen keuangan; aplikasi dan teori. Yogyakarta : BPFE- Yogyakarta

Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan.Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.

Bastian, Indra dan Suhardjono. 2006. Akuntansi Perbankan. Edisi 1. Jakarta : Salemba Empat.

Charles, Gibson. 2001. Financial Reporting and Analysis : Using Financial

Accounting Information, USA : South Western – Thompson Learning.

Darmadji, Tjiptono dan Hendi M. Fakhruddin. 2001. Pasar Modal di Indonesia :

Pendekatan Tanya Jawab. Edisi Pertama. Jakarta : Salemba Empat.

Denda Wijaya, Lukman. 2003. Manajemen Perbankan. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Fred, Weston, J. dan Eugene Brigham. 2001. Dasar-Dasar Manajemen

Keuangan. Edisi 9. Jakarta: Erlangga.

Ghozali, Imam. 2007. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Edisi Keempat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati, D.N. 2003. Basic Ekonometrics, Fourth Edition. McGrawhill. New York.

Hansen dan Mowen. 2005. Management Accounting. Buku 2. Edisi ke 7. Salemba Empat. Jakarta.

Harahap, Sofyan Syafri. 2007. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta : PT. Raja Grasindo Persada.

Hartono, Jogiyanto. 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Ketiga. Yogyakarta: BPFE.

Hartono, Jogiyanto. 2004. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan

Pengalaman-Pengalaman, Edisi 2004/2005, Cetakan Pertama, BPFE

UGM. Yogyakarta.

http://www.beritasatu.com/mobile/bisnis/57587-mesin-uang-bakrie- melempem.html

Husnan, Suad. 2001. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi Ketiga, Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN.

Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuti. 2004. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan.

Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Indonesian Capital Market Directory (ICMD).

Lestari, Maharani Ika dan Toto Sugiharto. 2007. Kinerja Bank Devisa dan Bank Non Devisa dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya. Procceding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil). 21 – 22 Agustus. Vol.2 Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma.

Mardiyanto, Handoyo. 2009. Intisari Manajemen Keuangan. Jakarta : PT. Grasindo.

Mulyono, Sugeng. 2000. Pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Tingkat BungaTerhadap Harga Saham. Jurnal Ekonomi dan Manajemen. Vol. 1 No. 2. Pasca Sarjana Universitas Gajayana, Malang.

Nachrowi, N.D dan Usman, H. 2006. Pendekatan Populer dan Praktis

Ekonometrika untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan, Lembaga Penerbit

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Riyadi, Slamet. 2006. Banking Asset and Leability Management. edisi 3. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sari, Whida. 2004. Hubungan Antara Volatilitas Perdagangan danVolatilitas Harga Intraday di Bursa Efek Jakarta. Tesis S2 Tidak Dipublikasikan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Sunariyah. 2004. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Syamsir, H. 2004. Solusi Investasi di Bursa Saham Indonesia: Pendekatan Analisis Teknikal Melalui Kasus Studi Riil dengan dilengkapi Formulasi

Tambunan, Andy. 2007. Menilai Harga Wajar Saham. Cetakan Kedua. Jakarta : PT. Grasindo.

Widoatmojo, S. 2000, Cara Sehat Investasi di pasar Modal, cetakan ke tiga, Jurnalindo Aksara Grafika, Jakarta.

Weston, J. Fred dan Thomas E. Coopland. 1996. Manajemen Keuangan. Jilid Dua. Terjemahan oleh Jaka Wasana dan Kibrandoko. 2000. Bina Rupa Aksara, Jakarta.

www.idx.co.id.

Penelitian Sebelumnya :

Rinati, Ina (2009). Pengaruh Net Profit margin (NPM), Return On assets (ROA), Return On equity (ROE), Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan yang Tercantum Dalam Indeks LQ45.

Nurmalasari, Indah (2009). Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham Emiten LQ45 Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005- 2008.

Priana, Gede (2009). Pengaruh PBV, DER, EPS, DPR dan ROA Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Food and Beverage Yang Terdaftar di BEI).

Hartono, Jogiyanto (2008). Analisis Hubungan Profitabilitas Dengan Pergerakan Harga Saham Pada Sektor Usaha Perbankan Di Bursa Efek Indonesia.

Astuti, Puji (2002). Analisis Variabel- Variabel yang Mempengaruhi Harga Pasar Saham Perusahaan Perbankan di PT BEJ.

Dokumen terkait