BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Penelitian
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya maka dapat digambarkan serta membahas data yang didapatkan, dikaitkan dengan kajian kepustakaan atau referensi yang digunakan pada penelitian ini.
Berikut ini akan dipaparkan lebih jelas pada hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti mengenai Reiventing Government di Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba yang ditinjau dari aspek berikut:
1. Pemerintahan berorentasi mekanisme pasar
Yaitu pemerintah yang dimaksud disini adalah pemerintah yang bisa melihat dan mengamati perkembangan pasar apa yang bisa dikembangkan dan dikelola pada ruang lingkup desa dengan tujuan meningkatkan pendapatan desa agar terwujudnya pemerintahan yang mandiri, dengan kreatifitas serta inovatif.
Pemerintahan Desa Manyampa dalam menjalankan fungsinya sebagai pelopor pelaksanaan Reiventing Government belum terlaksana dengan baik, itu terlihat dari lemahnya MSDM pada aparat desa. Pemerintah desa belum mampu membaca kondisi dan situasi dalam menghadapi perkembangan pasar. Jika pemerintah berpikir kreatif maka pemerintah mampu mengelola dan melakukan tugas dan fungsinya secara baik misalnya pada wirausaha peternakan sapi seharusnya pemerintah lebih berpikir cepat bagaimana peternakan sapi tersebut mempunyai hal yang baik agar nantinya sapi yang diternak dapat dijual pada pasar, dengan itu pemerintah memperoleh hasil yang diinginkan Pemerintah disini lebih memfokuskan pada pengembangan saja.
Kemudian wirausaha Pariwisata hutan Mangrove pemerintah desa mempunyai banyak kendala yang menjadi faktor penghambat dalam melakukan pengembangan pada wirausaha pariwisata tersebut. Pemerintah enggan melakukan koloborasi dengan pihak-pihak terkait misalnya pada pihak penyuplai modal baik itu dari pemerintah kabupaten maupun dari pihak swasta.
Wirausaha akan lebih maju lagi kedepannya jika pemerintah mengekspor pemikirannya dalam hal kerja sama pada seluruh elemen yang mendukung pada pengembangan wirausaha tersebut. Contonya dalam mendukung obsek wisata hutan Mangrove pemerintah bisa bekerja sama dengan dinas pariwisata. Pemerintah
desa lamban merespon perubahan difase yang akan dilewatinya pemerintah dalam berwirausaha masih belum cermat ddan kurang berfikir kreatif dalam memajukan dan mengembangkan wirausaha tersebut.
Pada wirausaha penyewaan sound sistem (alat Karaoke) berdasarkan pada orentasi pasar diketahui bahwa wirausaha ini tidak begitu menjamin pendapatan desa karna sifat penggunaannya yang jarang difungsikan atau dipergunakan oleh masyarakat desa karna wirausaha ini mempunyai banyak pesaingan. Kebanyakan masyarakat desa memiliki alat tersebut ini tentunnya dapat mengurangi pendapatan pada pemerintah desa. Perlu adanya suatu inovasi dan kreativitas dari aparat desa guna memaksimalkan wirausaha tersebut.
2. Pemerintahan yang Kompetitif/persaingan
Yaitu pemerintah desa harus mampu mendorong, merangsang dan menciptakan sistem yang berkompetisi pada penyelenggaraan pembangunan desa dengan melibatkan persaingan pemerintah dengan berbagai elemen sektor swasta dan pemerintah dengan pemerintah. Dengan demikian pemerintah desa dapat mengukur dan menganalisa kelemahan-kelemahan dan akan belajar dari pengalaman sebelumnya dan akan memperbaiki pada fase berikutnya.
Wirausaha bumdes peternkan sapi dilihat dari aspek persaingan dimana pemerintah desa dalam hal menghadapi persaingan pemerintah desa terus berupa mengembangkan wirausaha yang bergerak di bidang peternakan dan kedepannya peternakan sapi desa Manyampa ingin menjadikan sebagai desa yang menjadi pusat peternakan sapi dengan kualitas terbaik yang ada di Kecamatan desa bahkan Kabupaten. Seharusnya pemerintah desa mencoba hal yang baru yaitu dengan melakukan persaingan dengan pihak-pihak yang terkait guna mengukur kelemahan sampai sejauh mana pemerintah bisa mengelola wirausaha tersebut.
pemerintah desapada wirausaha pariwisata hutan Mangrove dilihat dari aspek kompetitif pemerintah terus melakukukan pengembangan hutan mangrove dengan cara merenovasi dan menambah spot foto guna memperindah suasana hutan Mangrove. Diketahui upaya strategis menghadapi saingan dengan desa lain pemerintah Desa Manyampa berinisiatif dengan membeli 2 perahu yang bisa digunakan oleh penggunjung untuk menikmati suasana hutan Mangrove. Hal ini adalah suatu langkah yang baik guna menambah minat wisatawan untuk berkunjung ke pariwisata hutan Mangrove.
Kemudian penyewaan sound sistem dilihat pada aspek persaingan wirausaha ini mempunyai banyak pesaing dari data dilapangan dilihat dan diketahui yakni yang memiliki sound sistem (alat Karaoke) selain yang disewakan oleh Desa Manyampa masyarakat desa cukup banyak juga memiliki alat tersebut. Ini tentunya dalam hal persaingan pemerintahan desa
terus melakukan upaya peningkatkan pendapatan asli desa kurang berjalan dengan baik.
Pemerintah desa upaya yang dilakukan untuk menghadapi suatu persaingan perlu adanya kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung wirausaha ini, dapat bersaing diruang lingkup desa secara sehat. Serta dibutuhkan suatu inovasi yang dapat menggait hati masyarakat desa yang melakukan suatu acara untuk menyewa alat karaoke yang ada di desa.
3. Pemerintahan berorentasi pada hasil
ialah pemerintah yang mengedepankan hasil ketimbang memanfaatkan (ADD). Sehingga pemerintah desa mempunyai masukan dan tidak bergantung pada anggaran dari pusat dengan demikian, pemerintah desa bisa mandiri, dan berperan kreatif, dalam proses pembangunan desa.
Wirausaha bumdes peternakan sapi dilihat dari aspek berorentasi hasil belum memproleh hasil dari ternak sapi. Karna pemerintah desa terus melakukan pengembangan. Sejak dirintis tahun 2017 pemerintah sampai sekarang terus berupa pada proses pengembangan saja karna mengingat pertumbuhan sapi yang sangat lamban. Kedepannya pemerintah desa akan menjadikan desa Manyampa sebagai pusat pengembangan sapi yang mempunyai kualitas terbaik.
Kemudian pariwisata hutan Mangrove dilihat dari aspek berorentasi hasil data dilapangan bahwa hasil diperoleh pada wirausaha tersebut sejak dirintis dari tahun 2019 menunjukkan pendapatan ± 30 Juta
selama beroprasi ini membuktikan minat pengunjung terkait pariwisata hutan Mangrove sangat tinggi.
Wirausaha Bumdes penyewaan sound sistem (alat Karaoke) dilihat pada aspek orentasi hasil diketahui bahwa wirausaha ini semenjak dirintis tahun 2018, selama ± dua tahun berjalan jauh dari kata makmimal terkait pendapatan asli desa. dapat lilihat banyaknya staf di desa yang memiliki sikap kurang baik dalam melakukan dan menjunjung tinggi amanat dalam bekerja. Dari hasil analisa terkait wirausaha tersebut dapat diketahui bahwa apabila yang menyewa oleh keluarga aparat desa mereka tidak membebankan biaya penyewaan alat karaoke tersebut.
Ini tentunya dapat merugikan desa serta mencederai wirausaha tersebut. Setelah dua tahun dirintis pendapatan dari hasil wirausaha penyewaan sound sistem (alat Karaoke) yang masuk pada pendapatan asli desa ± 2 Juta rupiah. Melihat dari angka pendapatan asli desa tersebut.
Wirausaha Bumdes penyewaan alat karaoke pada masyarakat selama terlaksana dalam kurung waktu dua tahun pendapatan desa dari wirausaha tersebut kurang terlaksana dengan baik dalam hal pendapatan asli desa. Yang disebabkan oleh banyaknya aparat desa yang masih menjunjung sikap kurang baik dalam menjunjung amanat dalam bekerja.
Tabel 3.6
Realisasi Pendapatan Bumdes Desa Manyampa Tahun 2018
No
Sumber data : pengelola Bumdes
Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa Bumdes desa mempunyai tiga bentuk wirausaha yang dijalankan awal dirintis tahun 2017 sampai saat ini. Pendapatan dari wirausaha bumdes pada wirausaha peternakan sapi statusnya masih pada tahap pengembangan saja. Kemudian wirausaha Pariwisata Hutan Mangrove yang dirintis pertengahan tahun 2019 sampai sekarang mempunyai pendapatan ± 30 juta rupiah. Dan wirausaha yang terahir yaitu wirausaha Penyewaan Sound sistem pada masyarakat sejak dirintis tahun 2018 mendatangkan input ± 2 juta rupiah.
38 A. Kesimpulan
Hasil penelitian yang dilakukan di lapangan tentang Reiventing Government maka dapat ditarik kesimpulan berikut ini:
1. Pemerintahan berorentasi mekanisme pasar
Pelaksanaan Reiventinng Government sudah terelialisasi akan tetapi pada pelaksanaannya belum terlaksana dengan baik dalam mengembangkan wirausaha bumdes. Pemerintah desa belum cermat menganalisa dan mengamati keadaan/kondisi pada mekanisme pasar pada pelaksanaan wirausaha bumdes yang dirintisnya.
Perlu diadankannya pelatihan dan sosialisasi tentang pengelolaan wirausaha bumdes bagi seluruh aparat desa agar kedepannya mendapatkan hasil yang prima atau perubahan yang lebih maju lagi dalam hal pelaksanaan dan pengembangan Reiventing Government.
2.
Pemerintahan yang kompetitif/persainganPada pelaksanaan pemerintahan yang kompetitif/persaingan pemerintah desa dalam menghadapi persaingan belum terlaksana dengan baik, hal ini terlihat dari pemerintah desa tidak melakukan kolaborasi/kerja sama dari pihak-pihak yang mendukung. Tujuan dari kolaborasi dengan berbagai pihak dapat meningkatkan kualitaas dan produktifitas dari wirausaha bumdes yang dijalankan agar, dapat
terwujud sesuai dengan apa yang diinginkan, pemerintah desa tidak berfikir kreatif dan inovatif dalam mengelola dan memanfaatkan SDA yang tersedia.
3. Pemerintahan yang berorentasi pada hasil
Pada pelaksanaan pemerintahan berorentasi hasil pemerintah desa belum memperoleh hasil sebagaimana yang diingikan perlu meningkatkan dan menjunjung tinggi sikap profesional dan kualitas dalam bekerja bagi seluruh elemen pemerintahan desa dan diperlukan kesadaran diri, untuk mengembangkan kreativitas wirausaha bumdes agar dapat memperoleh dan meningkatkan pendapatan asli desa
(PAD).
B. Saran
1. Pemerintahan desa perlu berpikir kreatif serta melakukan inovasi baru dalam melakukan pembangunan pemerintahaan desa yang berasaskan pada hasil atau input. Agar kedepannya dapat mewujudkan pemerintahan yang mandiri dalam menciptakan pemerintahan desa yang sejahtera dan makmur.
2. Perlu adanya hubungan kerja sama oleh pihak-pihak yang terkait dalam hal mengembangan dan membangun wirausaha yang dijalankan agar wirausaha bumdes tetap bertahan dan maju dimasa yang akan datang.
3. Pemerintah harus tanggap melihat keinginan/atau kebutuhan masyarakatnya agar terciptanya pola hubungan atau komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan wirausaha bumdes.
DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari. 2018. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta
Anggiyani, Sarfilianty. 2018. Kewirausahaan: Pola Pikir, Pengetahuan, Keterampilan. Jakarta: Prenadamedia Group
Dokumen desa RPJM desa 2019
Fatikha, Citra Annisa.2016. Reinventing Government dan Pemberdayaan Aparatur Pemerintah Daerah . Jurnal Administrasi pemerintah Daerah.
Vol 8 edisi 1. https://ejournal.ipdn.ac.id .diakses 12 Januari 2020
Kara, H. Muslimin., dan Jamaluddin. 2010. Pengantar Kewirausahaan. Makassar:
Alauddin Press
Osborn, David dan Ted Gaebler. 2017. Mewirausahakan Birokrasi: Reinventing Government. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.
Pasolong, Harbani. 2015. Kepemimpinan Birokrasi. Bandung: Alfabeta
Peraturan Menteri dalam Negeri No. 110 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa
Peraturan Menteri dalam Negeri No. 39 Tahun 2010 tentang Badan Usaha Milik Desa
Peraturan Menteri Desa No. 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengawasan, Pengelolaan dan Pembubaran BUMDES
Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa
Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 27 Tahun 2013 tentang Inkubator Wirausaha
Plastrik, Peter dan David Osborne. 2018. Memangkas Birokrasi: Lima Strategi Menuju Pemerintahan Wirausaha. Jakarta: Teruna Grafica.
Sayyidati, Adiba, HT.Amir. M. 2019. Mendorong Kinerja Birokrasi Melalui Strategi Entrepreneur di Kabupaten Jawa Timur. Jurnal Litbang Kebijakan Vol. 13 No. 1. https://scholar.google.co.id . diakses 12 Januari 2020
Sinaga, Irwan. 2017. Penerapan Reinventing Government (Mewirausahakan Birokrasi) di Kecematan Jekan Raya Kota Palangka Raya.
http://journal.umpalangkaraya.ac.id. diakses 12 Januari 2020
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Suhendra. 2012. Peranan Birokrasi dalam Pemberdayaan Masyarakat. Bandung:
Alfabeta
Sunarya, Abas PO, dkk. 2011. Kewirausahaan. Yogyakarta: C.V Andi Offset Thoha, Miftah. 2016. Birokrasi dan Dinamika Kekuasaan. Jakarta: Prenadamedia
Group
Tjokrowinoto, Moeljato dkk. 2011. Birokrasi dalam Polemik. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
UU No. 23 tahun 2014, tentang Pemerintah Desa UU No. 6 Tahun 2014, tentang Desa
UU No. 6 tahun 2014, tentang Kewenangan Desa
UU RI No. 6 tahun 2014, Nomor 6 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan urusan kepemerintahan dan kepentingan masyarakat
Wasistiono, Sadu. 2003. Kapita Selekta Manajemen Pemerintahan Daerah.
Bandung:FokusMedi
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
Tabel Matriks Instrumen Penelitian
1. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Reiventing Government yang berorentasi mekanime pasar di Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba?
2. Bagaimana Reiventing Government yang berorentasi pada persaingan di Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba?
3. Bagaimana Reiventing Government yang berorentasi pada hasil di Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba?
2. Fokus Masalah
1. Bagaimana Reiventing Government yang berorentasi mekanisme pasar di Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba?
2. Bagaimana Reiventing Government yang berorentasi pada persaingan di Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba?
3. Bagaimana Reiventing Government yang berorentasi pada hasil di Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba?
3.IndikatorFokus Masalah
1. Pemerintah yang berorentasi mekanisme pasar 2. Pemerintah yang kompetittif/persaingan 3. Pemerintah yang berorentasi pada hasil
4. Pertanyaan Penelitian
1. Pemerintahan yang berorentasi mekanisme pasar:
a. pemerintah desa manyampa menjalankan wirausaha desa apakah sudah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pada pasar serta kondisi pada masyarakat sekarang?
b. Bagaimana pemerintah desa mempertahankan wirausahanya dari sekian banyaknya wirausaha yang ada pada desa pendukumg agar wirausaha kedepannya bisa maju dan berkembang lagi ?
d. Apa yang menjadi pembeda wirausaha desa manyampa dengan wirausaha desa yang lain?
2. Pemerintahan yang kompetitif/persaingan
a. Apa strategi pemerintah desa manyampadalammempertahan kan keberadaan wirausaha yang dijalankan saat ini, untuk bersaing dengan desa yang lain dalam berwirausaha?
b. Adakah ide-ide atau terobosan baru dalam menghadapi persaingan dengan wirausaha yang ada pada desa yang lain?
c. Apa kelebihan atau nilai tambah wirausaha desa manyampa dengan desa yang lain?
d. Bagaimanacarapemerintah desa mempertahankan eksistensi wirausahanya saat ini?
3. Pemerintahan yang berorentasi pada hasil
a. Bagaimana hasil yang dipeloleh dari wirausaha yang dijalankan saat ini?
b. Melihat potensi desa yang ada, apakah pemerintah desa memanfaatkan potensi tersebut?
c. Setelah wirausaha tersebut berjalan bagaimana tentang pendapatan desa apakah ada hasil yang diperoleh dari wirausaha tersebut?
d. Sumber daya alam apa saja yang berpotensi kedepannya agar memproleh hasil dimasa yang akan datang?
5.Sumber Data
Informan Kunci
1. Kepala Desa Manyampa 2. Sekretaris desa
3. Ketua BPD
4. Pengelola BUMDES 5. Masyarakat desa Dokumen
Dokumen yang diperlukan dalam observasi: Profil desa, RPJM Desa, dokumen dalam bentuk file.
LAMPIRAN 2
Surat Izin Permohonan Penelitian
LAMPIRAN 3
Surat Izin Penelitian PTSP Kota Makassar
LAMPIRAN 4
Surat Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Bulukumba
LAMPIRAN 5
Surat Izin Penelitian DPMPTSP Kabupaten Bulukumba
LAMPIRAN 6
Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian
LAMPIRAN 7 Foto wawancara
Gambar 3.1
Wawancara peneliti dengan kepala desa
Gambar 4.1
Wawancara dengan pengelola/ketua Bumdes
Gambar 5.1
Wawancara dengan ketua BPD
Gambar 6.1
Wawancara dengan Masyarakat desa
Gambar 7.1
Gambar salah satu bentuk wirausaha desa (Hutan Mangrove)
RIWAYAT HIDUP
Asri Tandi atau yang lebih dikenal dengan nama Tandi lahir di Bulukumba, pada tanggal 11 April 1999. Anak pertama dari 3 bersaudara, lahir dari pasangan suami istri Bapak Bahar dan Ibu Sarti . Penulis pertama kali menempuh pendidikan di Sekolah Dasar SDN. 202 di Bulukumba. Dan selesai pada Tahun 2010, pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama di SMPN. 04 dan kini menjadi SMPN. 11 BULUKUMBA dan selesai pada tahun 2013. Kemudian penulis melanjutkan pendidikannya di SMAN. 15 BULUKUMBA. dan selesai di tahun 2016 . Karena memiliki keinginan kuat dalam hal pendidikan penulis melanjutkan jenjang pendidikannya di salah satu Kampus perguruan tinggi Swasta di Makassar yaitu Universitas Muhammadiyah Makassar, dan terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan mengambil jurusan Ilmu Administrasi Negara, dengan nomor Stambuk 105611127116.
Berkat petun juk serta pertolongan dari Allah SWT, usaha dan doa kedua orang tua dalam menjalani aktivitas akademik di perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Makassar, Alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan tugas akhir Skripsi yang berjudul “ Reiventing Government Studi Implementasi Bumdes di Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba “.