HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Penelitian
Pada bagian ini akan dijawab pertanyaan pada Bab I yaitu “Bagaimana kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal statistika berorientasi PISA dengan konten uncertainty and data pada kelas VIII di SMP Guppi Samata berdasarkan tipe kesalahan Newman?”
Untuk mendapat gambaran tentang kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal, maka pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes soal uraian
kemudian dari hasil tes dipilih subjek penelitian berdasarkan tipe kesalahan Newman. Berikut diuraikan pembahasan dari masing-masing tipe kesalahan Newman.
1. Kesalahan Memahami Oleh Subjek 1 (ANW)
Berdasarkan hasil tes Subjek 1 dan wawancara pada soal nomor 1 dapat dilihat bahwa subjek 1 tidak menuliskan unsur yang diketahui dan unsur yang ditanyakan tapi saat wawancara subjek dapat memahami soal secara keseluruhan karena mengetahui unsur yang ditanyakan yaitu mencari jumlah total rumah tangga. Selanjutnya, pada hasil tes Subjek 1 dan wawancara pada soal nomor 2, subjek 1 tidak meuliskan diketahui dan apa yang ditanyakan. subjek 1 juga tidak mampu memahami arti secara keseluruhan karena tidak memahami maksud data dari isi gambar data pada soal nomor 2. Lalu, Pada hasil tes dan wawancara Subjek 1 pada soal nomor 3, siswa tidak menuliskan unsur yang diketahui dan unsur yang ditanyakan. Secara keseluruhan subjek 1 (ANW) dapat memahami soal karena mampu menjawab soal sesuai dengan permintaan soal, hanya saja jawabannya tidak disertai dengan data atau perhitungan yang ilmiah.
Berdasarkan dari paparan diatas, pengumpulan data subjek yang diperoleh dapat terlihat bahwa subjek 1 (ANW) belum sepenuhnya mampu dalam memahami soal. Subjek ANW ini dalam memahami masih belum fokus terbukti dalam menuliskan kembali ke dalam pemahaman awal yaitu diketahui. Terlihat dari hasil jawaban subjek tersebut saat mengerjakan soal langsung ke proses dijawab, sehingga subjek tersebut belum bisa memahami soal. Pemahaman siswa sangat penting, baik itu dilangkah awal atau langkah berikutnya dikarenakan itulahh harus saling berpengaruh dengan langkah diketahui, ditanya, dijawab, dan
kesimpulan. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Mulyadi (2015:378) bahwa kesalahan dapat ditimbulkan karena siswa tidak memahami apa yang diketahui sehingga mereka tidak lengkap dalam menuliskan apa yang diketahui.
2. Kesalahan Transformasi Oleh Subjek 2 (IWH)
Berdasarkan hasil tes Subjek 2 dan wawancara pada soal nomor 1 dapat dilihat bahwa subjek tidak tahu rumus apa yang seharusnya digunakan dalam menyelesaikan soal. subjek 2 (IWH) juga tidak dapat menentukan operasi matematika dalam menyelesaikan permasalahan serta tidak bisa mengidentifikasi operasi atau serangkaian operasi dalam soal. subjek 2 (IWH) juga tidak memahami soal secara keseluruhan. Selanjutnya, pada hasil tes Subjek 2 dan wawancara pada soal nomor 2, subjek 2 tidak tahu rumus apa yang seharusnya digunakan dalam menyelesaikan soal. subjek 2 (IWH) juga tidak dapat menentukan operasi matematika dalam menyelesaikan permasalahan serta tidak bisa mengidentifikasi operasi atau serangkaian operasi dalam soal. Lalu, Pada hasil tes dan wawancara Subjek 2 pada soal nomor 3, siswa tidak tahu rumus apa yang seharusnya digunakan dalam menyelesaikan soal. Subjek 2 (IWH) juga tidak dapat menentukan operasi matematika dalam menyelesaikan permasalahan serta tidak bisa mengidentifikasi operasi atau serangkaian operasi dalam soal. Subjek 2 (IWH) juga tidak mampu memberikan jawaban dengan perhitungan ilmiah.
Berdasarkan dari pengumpulan data subjek 2 IWH yang diperoleh dapat terlihat bahwa subjek 2 belum mampu untuk mentransformasikan dengan benar.
Karena subjek IWH tidak mampu menentukan rumus yang tepat untuk menyelesaikan soal. Banyak terjadi kesalahan saat siswa masuk ke langkah transformasi dan banyak siswa yang menganggap bahwa membuat model
matematika itu membingungkan bagi siswa yang belum paham. Seperti dalam pendapat Hidayat (2016: 188) menyebutkan bahwa siswa tidak terbiasa dalam menuliskan rencana.
3. Kesalahan Keterampilan Proses Oleh Subjek 3 (MA)
Berdasarkan hasil tes Subjek 3 dan wawancara pada soal nomor 1 dapat dilihat bahwa siswa tidak memenuhi indikator kesalahan Newman pada tipe kesalahan keterampilan proses. Hal ini dikarenakan subjek 3 (MA) tidak mengetahui proses atau prosedur menyelesaikan soal dan juga tidak bisa menjalankan prosedur dengan benar. Selanjutnya, pada hasil tes Subjek 3 dan terlihat bahwa siswa belum mampu untuk menyelesaikan dengan langkah-langkah yang benar. Kurangnya pemahaman subjek MA dalam memproses dapat mengakibatkan jawaban siswa salah. Langkah ini juga tidak kalah penting, sebab karena sebelum sampai ke langkah memproses ada beberapa langkah yang harus diselesaikan dengan benar dan tepat. Setiap langkah harus teliti agar tidak terjadi kesalahan dan apabila terjadi kesalahan langkah selanjutnya pasti mengalami kegagalan atau kesalahan. Subjek tersebut harus benar-benar cermat dalam semua langkah seperti membaca, memahami, menstransformasi dan memproses.
Langkah itulah yang akan menentukan hasil akhir. Dalam memproses biasanya
siswa kebingungan dalam menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara apa atau metode apa yang mau digunakan. Seperti dalam pendapat Wati (2016:207) mengemukakan bahwa siswa tidak terbiasa menggunakan langkah pengerjaan yang sistematis sehingga perhitungan tidak teliti.
4. Kesalahan Penulisan Jawaban Akhir Oleh Subjek 4 (RNQ)
Berdasarkan hasil tes Subjek 4 dan wawancara pada soal nomor 1 dapat dilihat bahwa subjek 4 (RNQ) dalam menuliskan jawab akhir yang kurang tepat tidak menyelesaikan sampai selesai. Selanjutnya, pada hasil tes Subjek 4 dan wawancara pada soal nomor 2 bahwa sudah hampir tepat memberikan kesimpulan atau jawaban akhirnya, namun keliru dalam menentukan informasi atau unsur yang diketahui pada soal nomor 2. Lalu, pada hasil tes dan wawancara Subjek 4 pada soal nomor 3 bahwa subjek mengalami kesalahan dalam penulisan jawaban akhir, meskipun subjek mampu memahami maksud soal.
Berdasarkan dari pengumpulan data subjek 4 (RNQ) yang diperoleh dapat terlihat bahwa subjek RNQ belum mampu memberikan jawaban akhir atau menyimpulkan dengan benar dan tepat. Jadi dalam jawaban akhir subjek tersebut masih salah dalam menyimpulkan. Karena siswa yang pekerjaannya kurang bagus biasanya dalam menyimpulkan juga asal. Kebanyakan siswa melakukan kesalahan dalam menyimpulkan karena jawaban dari memproses salah, karena dilangkah sebelum memproses biasanya juga sudah salah. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Wati (2016:207) bahwa siswa tidak terbiasa menuliskan kesimpulan.