• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Oleh AYU ASHARI NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. Oleh AYU ASHARI NIM"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

(1)

UNCERTAINTY AND DATA PADA KELAS VIII DI SMP GUPPI SAMATA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh AYU ASHARI NIM 105361111316

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA 2020

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

SURAT PERNYATAAN

Nama : AYU ASHARI

Nim : 105361111316

Program Studi : Pendidikan Matematika

Judul Skripsi : Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Statistika Berorientasi PISA (Programme for International Student Assesment) dengan Konten Uncertainty and Data pada Kelas VIII di SMP Guppi Samata

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah asli hasil karya sendiri dan bukan hasil ciptaan atau dibuatkan oleh siapapun.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Desember 2020 Yang Membuat Pernyataan

Ayu Ashari NIM. 105361111316

(5)

v

SURAT PERJANJIAN

Nama : AYU ASHARI

Nim : 105361111316

Program Studi : Pendidikan Matematika

Judul Skripsi : Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Statistika Berorientasi PISA (Programme for International Student Assesment) dengan Konten Uncertainty and Data pada Kelas VIII di SMP Guppi Samata

Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya yang menyusunnya sendiri (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam penyusunan skripsi ini saya selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penciplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi ini.

4. Apabila saya melanggar perjanjian saya seperti butir 1, 2, dan 3 maka saya bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang ada.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, Desember 2020 Yang Membuat Perjanjian

Ayu Ashari NIM. 105361111316

(6)

vi

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

(Q.S Al-Insyirah : 6)

“Allah tak membebani seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

(QS. Al-Baqarah: 286)

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholatmu sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”

(QS. Al-Baqarah: 153)

Bersabar dalam berusaha, berusaha dengan tekun dan pantang menyerah, dan bersyukur atas apa yang diperoleh.

Percayalah bahwa Allah akan selalu memberikan hasil sebanding dengan usaha, doa dan tawakkal hamba kepada-Nya.

“Mulailah segala sesuatu dengan Bismillah”

Kupersembahkan karya ini untuk :

Kepada kedua orangtuaku tercinta, karena atas kasih sayang

yang tidak henti-hentinya, memberikan doa dalam setiap langkahku

serta tetesan keringat perjuangan, mendidik dengan penuh cinta tanpa

mengenal lelah. Dan karya ini juga saya persembahkan kepada teman-

teman seperjuangan serta almamaterku tercinta, Universitas

Muhammadiyah Makassar.

(7)

vii

Ayu Ashari. 2020. Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Statistika Berorientasi PISA (Programme For International Student Assessment) Dengan Konten Uncertainty And Data pada Kelas VIII Di SMP Guppi Samata. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika FakultasKeguruandanIlmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Sukmawati dan Pembimbing II Abdul Gaffar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal statistika berorientasi PISA dengan konten uncertainty and data pada kelas VIII di SMP Guppi Samata berdasarkan tipe kesalahan Newman.

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan tes tertulis dengan jumlah 3 soal uraian PISA yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan wawancara siswa yang terpilih guna memastikan tipe kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal statistika berorientasi PISA. Peneliti memilih empat orang siswa untuk dijadikan subjek penelitian dari 20 orang siswa kelas VIII.A yang mengerjakan soal melakukan kesalahan berdasarkan kesalahan terbanyak dalam menyelesaikan soal berdasarkan tipe kesalahan Newman dipilih 4 subjek penelitian dari masing- masing kesalahan untuk diwawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan.

Analisis kesalahan siswa mengacu pada analisis kesalahan Newman (Newman Error Analysis) yang terdiri dari 4 kategori yaitu kesalahan memahami, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Hasil penelitian diperoleh dari jenis tipe kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh siswa ANW, ASN, AS, FAS, F, G, IWH, ISK, MA, MFS, RNQ, dan Z yang menjadi subjek penelitian diwawancarai yaitu siswa yang melakukan kesalahan tipe memahami masalah yaitu ANW, tipe transfomasi yaitu IWH, tipe keterampilan proses yaitu MA, dan tipe keterampilan proses yaitu RNQ.

Kata Kunci : Analisis Kesalahan Siswa, Prosedur Newman, Soal PISA, Konten Uncertainty and Data

(8)

viii KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, Wr.Wb

Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan semangat, kesempatan dan kesehatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Statistika Berorientasi PISA (Programme for International Student Assesment) dengan Konten Uncertainty and Data pada Kelas VIII di SMP Guppi Samata”.

Dalam skripsi ini penulis menyadari bahwa masih banyak kesulitan yang dihadapi namun berkat usaha dan bantuan dari berbagai pihak akhirnya skripsi ini dapat penulis selesaikan walaupun masih jauh dari kesempurnaannya, untuk itu penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran untuk memperbaikinya.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak tercinta Muchlis Manakku dan Mama tercinta Hasna yang telah membesarkan, dan mendidik penulis dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan besar berupa moril dan materil yang tak terhingga.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

(9)

ix

3. Bapak Mukhlis, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Bapak Ma’rup, S.Pd., M.Pd., selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

5. Ibu Dr. Sukmawati M.Pd., selaku dosen pembimbing I dan bapak Abdul Gaffar, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam memberikan bimbingan dan memberi pengarahan kepada penulis.

6. Ibu Sri Satriani, S.Pd., M.Pd., dan Ibu Erni Ekafitria Bahar, S.Pd., M.Pd., selaku validator yang telah memberikan arahan dan petunjuk terhadap instrumen penelitian.

7. Para Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan ilmu selama penulis menempuh pendidikan.

8. Para staf Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah melayani dengan penuh sabar demi kelancaran proses perkuliahan.

9. Bapak Amri, S.Pd., MM. selaku kepala SMP Guppi Samata yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian.

10. Ibu Nurhikmah, S.Pd. selaku guru bidang studi matematika di kelas VIII yang telah membantu peneliti selama proses penelitian.

(10)

x

12. Teman-teman angkatan 2016 di Pendidikan Matematika khususnya kelas 2016 D dan The Queen yang menjadi sahabat dan bersedia menemani peneliti selama proses penelitian dan motivasi selama penyusunan skripsi ini.

13. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan skripsi ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semuanya. Demi perbaikan selanjutnya saran dan kritik yang membangun akan penulis terima dengan senang hati. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Amin.

Wassalamu’alaikum Wr, Wb.

Makassar, Desember. 2020 Penulis

Ayu Ashari

(11)

xi

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

SURAT PERJANJIAN ... v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Fokus Penelitian ... 4

C. Rumusan Masalah ... 4

D. Tujuan Penelitian ... 4

E. Manfaat Penelitian ... 4

F. Batasan Istilah ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7

A. Kajian Teori ... 7

1. Hakekat Matematika ... 7

2. Analisis Kesalahan ... 7

3. Kesalahan Menyelesaikan Soal Matematika ... 9

4. Soal Statistika Berorientasi PISA ... 13

(12)

xii

C. Kerangka Pikir ... 23

BAB III METODE PENELITIAN ... 25

A. Jenis Penelitian ... 25

B. Tempat Penelitian ... 25

C. Subjek Penelitian ... 25

D. Prosedur Penelitian ... 26

E. Instrumen Penelitian ... 27

F. Teknik Pengumpulan Data ... 28

G. Teknik Analisis Data ... 29

H. Keabsahan Data ... 30

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 31

A. Hasil Penelitian ... 31

B. Pembahasan Penelitian ... 52

C. Keterbatasan Penelitian ... 57

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 58

A. Kesimpulan ... 58

B. Saran ... 59 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP

(13)

xiii

Halaman Tabel 2.1 Indikator Kesalahan Newman... 10 Tabel 4.1 Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Berdasarkan Tipe

Kesalahan Newman... 32 Tabel 4.2 Daftar Nama Subjek Penelitian... 34

(14)

xiv

Halaman

Gambar 4.1 Jawaban S1 pada Soal Nomor 1... 37

Gambar 4.2 Jawaban S2 pada Soal Nomor 2... 39

Gambar 4.3 Jawaban S3 pada Soal Nomor 3... 40

Gambar 4.4 Jawaban S1 pada Soal Nomor 1... 41

Gambar 4.5 Jawaban S2 pada Soal Nomor 2... 42

Gambar 4.6 Jawaban S3 pada Soal Nomor 3... 44

Gambar 4.7 Jawaban S1 pada Soal Nomor 1... 45

Gambar 4.8 Jawaban S2 pada Soal Nomor 2... 46

Gambar 4.9 Jawaban S3 pada Soal Nomor 3... 48

Gambar 4.10 Jawaban S1 pada Soal Nomor 1... 49

Gambar 4.11 Jawaban S2 pada Soal Nomor 2... 50

Gambar 4.12 Jawaban S3 pada Soal Nomor 3... 51

(15)

xv LAMPIRAN A

A.1 : Lembar Soal

A.2 : Kunci Jawaban LAMPIRAN B

B.1 ; Pedoman Wawancara

LAMPIRAN C

C.1 : Daftar Nama Siswa

C.2 : Hasil Tes Siswa

C.3 : Lembar Jawaban Siswa C.4 : Transkip Hasil Wawancara

LAMPIRAN D

D.1 : Persuratan

LAMPIRAN E

E.1 : Dokumentasi

(16)

1 A. Latar Belakang

Kemajuan era saat ini serta dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, Indonesia mengalami tantangan yang tidak gampang dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas serta sanggup bersaing di era industri 4.0. Berbagai usaha yang dilakukan pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia itu merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia melalui pendidikan.

Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang mampu memberi bekal kemampuan menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Di bidang pendidikan yang berpengaruh besar yaitu matematika.

Matematika itu suatu ilmu yang pasti dan sangat berperan didalam kehidupan sehari-hari. Matematika selalu kita gunakan dalam setiap aktivitas, misalnya dalam aktivitas jual beli, dimana terdapat unsur rugi, untung, dan diskon. Oleh karena itu, matematika dimulai dari sejak siswa duduk dibangku sekolah dasar, sekolah menengah, bahkan di perguruan tinggi. Namun pada umumnya bagi siswa tingkat kesulitan ilmu matematika itu sulit memahami masalah konteks lalu diubah ke masalah matematika. Hal itulah yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika

(17)

dari kesalahan yang terus menerus dilakukan maka dapat mengakibatkan prestasi siswa mengalami penurunan.

Prestasi siswa setiap tahun pada mata pelajaran matematika diukur dari ujian nasional. Maka dari itu, hasil dari presetasi yang dicapai siswa di Indonesia dalam kancah nasional terjadi penurunan saat dibelakukan kurikulum. Semakin berat daya saing di Indonesia dapat menyebabkan siswa tersebut merasa sulit mencapai prestasi dalam ajang internasional. Dari berbagai jenis tes yang dilaksanakan secara Internasional dapat menjadi patokan untuk bisa diketahui kemampuan daya saing siswa di Indonesia secara global, dimana siswa yang duduk dibangku SMP yaitu tes PISA (Programme for International Student Assesment). Tes PISA adalah rancangan evaluasi 3 tahun yang dilaksanakan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operattion and development) yang ditujukan untuk siswa-siswi berusia umur 15 tahun. Dalam penilaian tes yang termasuk yaitu penilaian pada peniliaian keterampilan juga kemampuan membaca, matematika, dan sains dengan pendekatan literasi yang inovatif (Anna fauziah, 2016). Hasil survei PISA pada mata pelajaran matematika tahun 2015, posisi di Indonesia pada peningkat 62 dari 70 negara, OECD, 2016 (Husna, 2017:2). Hasil survei itulah yang menengaskan jika di Indonesia menyelesaikan soal PISA masih kurang mampu sehingga menyebabkan siswa termasuk lemah dari negara lain.

Rendahnya prestasi tersebut disebabkan beberapa faktor, salah satunya yaitu kebijakan pemerintah yang menjadikan hasil ujian nasional sebagai tolak ukur keberhasilan siswa di bidang matematika. Dimana yang kita tahu bahwa soal ujian nasional itu fokus pada penguasaan dalam keterampilan dasar sedangkan soal PISA lebih menekankan pada literasi yang inovatif. Pendekatan tersebut ada

(18)

pada kurikulum 2013 yaitu pembelajaran yang diberikan guru dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Lalu soal PISA juga berisikan materi yang ada kaitannya di kehidupan sehari-hari, tapi siswa masih banyak yang tidak terbiasa mengerjakan soal yang nyata hanya terbiasa mengerjakan contoh soal yang telah diberikan dari guru tanpa siswa tahu apa manfaat dikehidupan sehari-hari.

Soal PISA terdiri dari 4 konten yaitu quantity (bilangan), space and shape (ruang dan bentuk), change and relationships (perubahan dan hubungan), uncertainty and data (ketidakpastian dan data). Peneliti tersebut menggunakan konten uncertainty and data. Karena konten tersebut berkaitan dengan materi statistika, dimana konten uncertainty and data ini fokus pada kemampuan siswa juga keterampilan siswa bertujuan untuk mengetahui data yang disajikan pada tabel dan konten ini membahas sebab grafik yang tidak sesuai untuk menampilkan data.

Berdasarkan pengalaman pada saat magang di kelas VIII SMP Guppi Samata, menunjukkan bahwa siswa kesulitan mengerjakan soal statistika. Dimana siswa masih kadang salah baca diagram juga salah menghitung rata-rata dan siswa juga kurang dalam memahami soal sehingga mengalami kesalahan dalam mengubah masalah ke dalam bentuk matematika dan kurang teliti dalam mengoperasikan operasi hitung.

Dari pemaparan diatas, maka peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul “Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Statistika Berorientasi PISA (Programme for International Student Assesment) dengan Konten Uncertainty and Data pada Kelas VIII di SMP Guppi Samata”.

(19)

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini dimaksudkan agar dapat membatasi masalah yang ada dilapangan. Maka penelitian ini dipusatkan pada menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal statistika berorientasi PISA (Programme for International Student Assesment) dengan konten uncertainty and data berdasarkan teori analisis kesalahan Newman (Newman Error Analysis).

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan latar belakang diatas, maka rumusan masalah penelitian ini ialah bagaimana kesalahan dalam menyelesaikan soal statistika berorientasi PISA dengan konten uncertainty and data pada kelas VIII di SMP Guppi Samata berdasarkan teori analisis kesalahan Newman?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui kesalahan dalam menyelesaikan soal statistika berorientasi PISA dengan konten uncertainty and data pada kelas VIII di SMP Guppi Samata berdasarkan teori analisis kesalahan Newman.

E. Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini diharapkan bisa memberi manfaat baik secara teroritis maupun secara praktis

1. Manfaat teoritis

Secara teroritis, penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran atau penambahan informasi bagi perkembangan pendidikan matematika mengenai

(20)

berbagai jenis kesalahan yang dilakukan siswa ketika menyelesaikan soal statistika beriorientasi PISA

2. Manfaat praktis

a) Manfaat bagi siswa, diharapkan agar siswa terbiasa mengerjakan soal dan dapat mempelajari lebih mendalam soal PISA dengan konten uncertainty and data tersedia di internet dan juga akan memudahkan siswa dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

b) Manfaat bagi guru, dapat menambah bahan ajar yang berbentuk soal PISA pada konten uncertainty and data serta dapat pula mengapresiasi dalam perbaikan evaluasi pembelajaran.

c) Manfaat bagi peneliti, agar dapat menambah pengetahuan dan pengalaman secara langsung saat menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal statistika berorientasi PISA serta dapat pula memberi dorongan kepada peneliti selanjutnya untuk melaksanakan penelitian sejenisnya.

F. Batasan Istilah 1. Analisis kesalahan

Analisis kesalahan dalam penelitian ini adalah upaya menyelediki dan memaparkan data untuk dapat mengetahi kesalahan siswa kelas VIII SMP Guppi Samata dalam mengerjakan soal statistika beriorientasi PISA.

2. Kesalahan menyelesaikan soal

Kesalahan siswa yang peneliti maksud adalah siswa yang keliru atau salah dalam menyelesaikan soal statistika beriorientasi PISA. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal PISA berdasarkan Newman yaitu kesalahan memahami,

(21)

kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban akhir.

3. Soal statistika berorientasi PISA

Soal statistika yang berorientasi pada PISA merupakan soal yang mirip dengan karakteristik siswa yang akan diujikan pada siswa. PISA itu sendiri adalah singkatan dari (programme for international student assessment) yang merupakan bentuk evaluasi kemampuan dan pengetahuan yang dirancang untuk siswa berusia 15 tahun.

(22)

7 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori

Adapun teori-teori yang mendukung pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Hakikat Matematika

Matematika berasal dari bahasa Yunani disebut mathemata artinya sesuatu tentang hal yang dipelajari dan matematika juga berasal dari bahasa Belanda disebut wiskunde artinya suatu ilmu yang pasti..Istilah dari matematika ada saat kurikulum 1968 dimana sebagai bagian dari mata pelajaran ilmu pasti dijenjang SMA, kemudian matematika saat kurikulum 1975 baru disebut nama mata pelajaran itu di tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Matematika di Indonesia pernah juga disebut bahwa itu ilmu pasti...

(Khadijah, 2018) menyatakan bahwa matematika merupakan pelajaran pokok yang harus diajarkan dalam pendidikan formal tingkat dasar dan menengah karena dianggap pelajaran yang essensial. Matematika sebagai ilmu yang selalu berkembang dalam merespons kebutuhan yang ada di masyarakat, sehingga diperlukan perubahan proses pembelajaran matematika di kelas (Abidin dkk, 2018:96). Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagdai disiplin dan mengembangkan daya piker manusia (Silva dkk, 2011).….

Dalam artian yang lebih luas Menurut Martini (2015:177) Matematika adalah satu bidang studi kehidupan, yang perlu dipelajari karena hakikat dari

(23)

matematika adalah pemahaman tentang pola perubahan yang terjadi didalam dunia nyata dan didalam fikiran manusia serta keterkaitan di antara pola-pola tersebut secara holistika.

Dari beberapa pendapat di atas, peneliti menyimpulkan bahwa matematika itu sangat perlu diajarkan kepada siswa karena matematika ilmu mengenai kehidupan yang nyata dan punya ciri khusus diantaranya ialah ilmu tentang penalaran yang sangat berguna bagi siswa untuk dapat menemukan pernyataan baru.

2. Analisis Kesalahan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:60), analisis adalah penyelidikan suatu peristiwa (karangan, perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahui apa sebab-sebabnya, bagaimana duduk perkaranya, dan sebagainya.

Menurut Rini dkk (2017:127) Analisis merupakan sekumpulan kegiatan, aktivitas dan proses yang saling berkaitan untuk memecahkan masalah atau memecahkan komponen yang jadi lebih detail dan digabungkan kembali lalu ditarik kesimpulan. Sedangkan, kesalahan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1247), kesalahan adalah kekeliruan, perbuatan yang salah (melanggar hukum dan sebagainya). Kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika adalah penyimpangan benar yang sifatnya sistematis, konsisten, atau tidak disengaja. Jadi analisis kesalahan merupakan upaya menyelidiki pada suatu peristiwa penyimpangan guna mengetahui penyebab terjadinya peristiwa tersebut.

Adapun cara agar bisa mengetahui dimana kesalahan siswa pada saat menyelesaikan soal matematika yaitu dilakukan dengan cara analisis kesalahan.

Hal ini perlu agar siswa juga tahu jenis kesalahan apa yang dilakukannya dan

(24)

tidak mengulagi kesalahan lagi. Maka dari itu, analisa yang perlu kita lakukan terhadap kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh siswa yaitu mengklasifikasikan kesalahan-kesalahan tersebut atas dasar kategori tertentu. Dengan demikian itulah, pembelajaran dapat diarahkan pada perbaikan kesalahan-kesalahan tersebut.

Analisis kesalahan yang akan dilakukan pada penelitian ini menganalisis kesalahan siswa VIII SMP Guppi Samata dalam mengerjakan soal statistika berorientasi PISA dengan cara analisis kesalahan Newman.

3. Kesalahan Menyelesaikan Soal Matematika

Pada umumnya kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal matematika dapat dilihat pada letak kesalahan yang sering dilakukan siswa. Letak kesalahannya itu antara lain salah dalam memahami soal, salah dalam pengerjaan soal dan salah dalam memahami konsep soal.

(Karnasih, 2015) terdapat 5 kegiatan khusus yang dapat membantu menemukan penyebab dan jenis kesalahan siswa saat menyelesaikan suatu masalah..Kegiatan itu merupakan pedoman atau yang tercantum didalam petunjuk wawancara metode analisis kesalahan Newman yakni sebagai berikut:….

a. Please read the question to me. If you don’t know a word, leave it out.(silahkan baca pertanyaannya pada saya. Jika kamu tidak mengetahui satu kata atau bilangan, tinggalkan).……

b. Tell me what the question is asking you to do.(katakan pada saya apa pertanyaan ditanyakan padamu untuk dikerjakan).). ……

c. Tell me how you are going to find the answer.(katakan atau tunjukkan pada saya bagaimana kamu mulai menemukan jawaban pada pertanyaan ini).……

(25)

d. Show me what to do to get the answer.”talk aloud”.as you do it, so that ican understand how you are thinking.(tunjukkan pada saya bagaimana kamu mendapat jawaban. “bicaralah dengan suara keras” saat anda melakukannya, agar saya bisa mengerti bagaimana kamu berpikir).………..

e. Now, write down your answer to the question.(tuliskan jawaban pertanyaannya).…………

Berdasarkan dari paparan diatas, kita bisa temukan jenis kesalahan siswa/siswa lakukan dalam menyelesaikan soal..Handayani dkk (2014) mengungkapkan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal PISA yaitu kesalahan inteprestasi bahasa, kesalahan konsep, kesalahan penarikan kesimpulan, kesalahan mengunakan data, dan kesalahan teknis.

Menurut Wijaya et al Singh (2014), kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal PISA berdasarkan Newman Error Analysis yaitu reading error (kesalahan membaca), comprehension error (kesalahan memahami), transformation error (kesalahan transformasi), process skill error (kesalahan keterampilan proses), dan encoding error (kesalahan penulisan jawaban akhir).

a. Reading Error (Kesalahan Membaca)

Dalam ini digunakan untuk menyelidiki pemaknaan siswa dalam membaca kata, symbol serta istilah dalam soal. Namun kategori ini tiidak sesuai untuk zzproses pemodelan dalam studi PISA (Wati, 2016: 200)

b. Comprehension Error (Kesalahan Memahami Soal)

Dalam hal ini siswa sudah mampu membaca semua kata dalam soal tetapi tidak dapat memahami maksud dari soal maka siswa gagal dalam menyelesaikan masalah tersebut.

(26)

c. Transformation Error (Kesalahan Transformasi)

Dalam hal ini siswa telah mampu memahami apa diketahui dalam penyelesaian masalah namun tidak mampu mengidentifikasikan operasi matematika yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan. …

d. Process Skills Error (Kesalahan Keterampilan Proses)

Dalam hal ini siswa mampu menentukan operasi matematika dengan benar namun tidak mengetahui prosedur dengan tepat. Ini kesalahan yang dilakukan siswa saat perhitungan.

e. Encoding Error (Kesalahan Penulisan Jawaban Akhir)

Dalam hal ini siswa telah mampu mengerjakan dengan benar masalah matematika namun kecerobohannya siswa menulis jawaban akhir yang salah.

Peneliti menggunakan kategori memahami, transformasi, keterampilan proses, dan encoding dalam menganalisis kesalahan siswa. Kategori membaca tidak digunakan pada analisis kesalahan siswa karena tidak sesuai untuk proses pemodelan dalam studi PISA (Wati, 2016: 200).

Berikut ini peneliti buat indikator-indikator kesalahan yang sama dengan analisis kesalahan Newman supaya bisa memudahkan peneliti menentukkan kesalahan siswa, maka dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.1 Indikator Kesalahan Newman.

No. Jenis Kesalahan. Indakator

1 Kesalahan Memahami. • Siswa tidak memahami atau tidak paham arti dari keseluruhan yang ada dalam soal tersebut.

(27)

• Siswa tidak dapat menuliskan apa yang diketahui dari soal.

• Siswa tidak dapat menuliskan apa yang ditanyakan dari soal.

2 Kesalahan Transformasi • Siswa tidak bisa menentukan rumus yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut.

• Siswa tidak bisa menentukan operasi matematika atau rangkaian operasi untuk menyelesaikan permasalahan dalam soal tersebut dengan tepat.

• Siswa tidak bisa mengidentifikasi operasi, atau serangkaian operasi.

3 Kesalahan Keterampilan Proses

• Siswa tidak bisa mengetahui proses atau algoritma untuk menyelesaikan soal.

• Siswa tidak bisa menjalankan prosedur dengan benar meskipun sudah mampu menentukan operasi matematika yang digunakan dengan tepat.

4 Kesalahan Penulisan Jawaban Akhir

• Siswa tidak bisa menuliskan jawaban yang mereka maksud dengan tepat sehingga menyebabkan berubahnya

makna dari jawaban yang mereka tulis.

(28)

• Siswa tidak bisa mengungkapkan solusi dari soal yang dikerjakannya dalam bentuk tertulis yang dapat diterima.

• Siswa tidak bisa menuliskan kesimpulan pekerjaannya dengan tepat.

4. Soal Statistika Berorientasi PISA

Soal statistika yang berorientasi pada PISA merupakan soal yang mirip dengan karakteristik siswa yang akan diujikan pada siswa. PISA adalah singkatan dari (programme for international student assesment) yang merupakan bentuk evaluasi kemampuan dan pengetahuan yang dirancang untuk siswa berusia 15 tahun. Konten matematika pada PISA diusulkan berdasarkan fenomena matematika yang mendasari beberapa masalah dan menjadi motivasi pengembangan konsep matematika dan prosedur matematika tertentu (OECD, 2019).

Konten dalam studi PISA dimaknai sebagai isi atau materi atau subjek matematika yang dipelajari di sekolah. Materi yang diujikan dalam komponen konten berdasarkan (OCED, 2019) meliputi perubahan dan keterkaitan (change and relationship), ruang dan bentuk (space and shape), kuantitas (quantity), dan ketidakpastian data (uncertainty and data). Dalam penelitian ini, konten yang peneliti digunakan ialah konten uncertainty and data (ketidakpastian dan data).

Ketidakpastian adalah fenomena yang terletak di jantung analisis matematis dari berbagai situasi. Teori statistik dan probabilitas digunakan agar dapat menyelesaikan fenomena tersebut. Kategori ini mencakup tentang pengenalan

(29)

tempat dimana variasi suatu proses berada, pengetahuan tentang ketidakpastian dari suatu kesalahan dalam pengukuran dan juga pengetahuan tentang peluang (perubahan).

Adapun contoh soal statistika berorientasi PISA, sebagai berikut:

Soal 1:

Diagram berikut menunjukkan persentase populasi penduduk dunia berusia lebih dari 20 tahun.yang memiliki ≥ 30.

(30)

Lingkari “Benar” atau “Salah” untuk setiap pernyataan berikut ini berdasarkan diagram di atas.

Pernyataan

Pernyataan ini Benar atau salah?

Kurang dari 5% penduduk Asia Tenggara berada dalam Benar / Salah kategori gemuk

Persentase penduduk dengan IMT <30 untuk wilayah Benar / Salah Amerika lebih besar daripada wilayah Eropa

Di semua wilayah WHO, lebih banyak perempuan gemuk Benar / Salah daripada laki-laki gemuk

Di Afrika, Mediterania timur, dan Asia tenggara, untuk Benar / Salah hampir setiap laki-laki dengan IMT≥30 terdapat dua

perempuan dengan IMT≥30

(dikutip dari kumpulan soal PISA yang dimuat dalam Indonesia PISA Center)

Soal 2:

Perusahaan ponsel lain merk Vexian juga merakit 3 tipe ponsel terbaru: Vexian Charm, Vexian Core Mini dan Vexian Gio. Tabel berikut ini menunjukkan perbandingan banyak ponsel yang dirakit dan persentase kegagalan perakitan untuk kedua jenis perusahaan tersebut.

Perusahan Tipe Ponsel

Rata-rata banyak ponsel yang dirakit per hari

Persentase kegagalan perakitan ponsel per hari

Nito N125

N300

3000 7000

7%

4%

Vexian Charm Core Mini

Gio

3000 3500 5500

4%

3%

5%

(31)

Manakah diantara dua perusahaan: Nito atau Vexian, yang memiliki persentase total kegagalan perakitan ponsel lebih tinggi? Berikan alasanmu dengan menyertakan perhitungan berdasarkan data pada tabel di atas.

(dikutip dari kumpulan soal PISA yang dimuat dalam Indonesia PISA Center.

Soal 3:

315 hari pertahun adalah rata-rata penggunaan apartemen oleh tamu yang berlibur selama 10 tahun terakhir. Putuskan apakah pernyataan berikut dapat disimpulkan dari informasi ini. Lingkari “Ya” / “Tidak” untuk setiap pernyataan.

Pernyataan Bisakah pernyataan itu dideduksi dari data yang diberikan?

Dapat dikatakan dengan pasti bahwa hari libur apartemen digunakan tepat 315 hari oleh tamu liburan disetidaknya satu dari 10 tahun terakhir

Ya / Tidak

Secara teoritis mungkin dalam 10 terakhir tahun apartemen lebih dari digunakan 315 tiap tahun oleh tamu liburan

Ya / Tidak

Secara teoritis mungkin disalahsatu 10 tahun terakhir apatemen tidak di gunakan disemua oleh tamu liburan

Ya / Tidak

Note: asumsikan 1 tahun 365 hari

Jawaban: tiga tanggapan yang benar adalah tidak, tidak, ya dalam urutan tersebut.

(Soal Matematika Model PISA Indonesia Tahun 2012)

(32)

5. Tinjauan Materi Statistika

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data.

Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Beberapa istilah tersebut, maka Statistika adalah kumpulan metode untuk eksperimen perencanaan, memperoleh data, dan kemudian mengatur, meringkas, mempresentasikan, menganalisis, menafsirkan, dan menggambar kesimpulan berdasarkan pada penyajian data bentuk tabel distribusi serta bentuk diagram.

a. Penyajian data dalam bentuk tabel distribusi 1. Data Tunggal

Data tunggal dinyatakan dalam bentuk daftar numerik atau bilangan, tetapi terkadang dalam bentuk table distribusi frekuensi.

a) Mean (Rata-Rata)

Mean adalah nilai rata-rata yang diperoleh dari perjumlahan semua nilai setiap data, kemudian dibagi dengan banyaknya data yang tersedia.

Keterangan:

= rataan dari suatu data = nilai data tunggal

= banyak data tunggal yang diamati b) Modus

(33)

Modus untuk data tunggal adalah suatu nilai data tunggal yang paling selalu muncul / nilai data tunggal yang memiliki frekuensi yang terbesar.

c) Median

Median adalah nilai tengah dari kumpulan data yang diurutkan, jika jumlah datanya ganjil maka nilai median adalah satu nilai ditengah urutan, tetapi jika jumlah datanya genap maka median adalah jumlah dari kedua nilai tersebut dan jika di tengah urutan data itu kemudian hasilnya di bagi dua.

Data median tunggal dirumuskan sebagai berikut.

• Jika jumlah datanya genap, median dirumuskan sebagai berikut:

• jika banyak data ganjil, median dirumuskan sebagai berikut:

2. Data kelompok

Data kelompok yaitu data besar (n > 30) tepatnya disajikan di tabel distribusi frekuensi kelompok dimana cara penyajian datanya adalah dengan mengatur datanya dalam kelas-kelas tertentu. ……

a) Mean

Ada dua cara agar dapat menghitung data yang dikelompokkan yaitu: …..

1) Mean

Dengan:

Langkah pertama, tentukan nilai kali tentukkan nilai tengah setiap kelas

(34)

Langkah kedua, hitung hasil kali frekuensi dan nilai ( untuk tiap kelas Langkah ketiga, hitung mean dengan menggunakan rumus

2) Menentukan mean dengan rumus rata” yang sematara

Keterangan: ke-I

Nilai rata” sementara

Langkah yang pertama, ambil nilai tengah dan frekuensi terbesar sebagai mean sementara

Langkah yang kedua, kurangkan tiap nilai tengah kelas dengan mean sementara dan catat hasilnya ke kolom

Langkah yang ketiga, hitung hasil kali dan tuliskan juga hasilnya ke sebuah kolom lalu hitunglah total tersebut

Langkah yang keempat, hitung mean dengan menggunakan rumua rataan sementara

b) Modus

Adapun rumus modus yang digunakan:

Dimana:

(35)

c) Median

Dengan menggunakan rumus median:

Dimana:

b. Penyajian data dalam bentuk diagram 1. Diagram garis

Penyajian data statistik dengan menggunakan diagram garis lurus disebut dengan diagram garis. Ini diagram sering digunakan untuk disajikan data yang dicapai dari hasil pengamatan setiap waktu dengan berurutan.

2. Diagram batang

Pada umumnya diagram batang itu untuk bisa memberi gambaran dari hasil perkembangan suatu nilai objek penelitian dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Ini diagram mengarah pada deskripsi batang tegak maupun batang horizontal serta batang yang lebarnya sama.…

3. Diagram lingkaran

(36)

Diaram ini ialah suatu bentuk penyajian data statistik yang bentuk gambarnya melingkar. Pada area melingkar itulah yang menunjukkan bahwa bagian-bagian / persen dari secara menyeluruh dan dalam membuat suatu diagram lingkaran itu mulai dari tentukan persentase masing-masing objek ke data semua lalu pada pusat lingkaran ditentukan besar sudutnya. …………..……….

B. Penelitian Relevan

Penelitian yang relevan merupakan uraian mengenai hasil-hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh akademisi lain. Adapun beberapa hasil penelitian yang relevan dalam penelitian ini adalah:

1. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ismil Husna (2017). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh besaran presentase tiap jenis kesalahan yaitu kesalahan memahami masalah 30%, kesalahan menyusun rencana 18%, kesalahan melaksanakan rencana 53%, dan kesalahan menguji kembali 74%. Secara umum faktor penyebab kesalahan adalah rendahnya kemampuan siswa mengubah masalah ke dalam kontek nyata dan keterampilan dalam melakukan perhitungan matematis…...

2. Penelitian ini dilakukan oleh Aminatul Karimah dan Yusuf Fuad (2017).

Hasil analisis data penelitiannya itu terhadap 26 siswa, kesalahan dalam memahami soal sebanyak 46,4%, kesalahan dalam mentransformasi soal sebanyak 50%, kesalahan dalam keterampilan proses sebanyak 3,6 kemudian dari hasil tes itu, peneliti memilih 3 subjek penelitian secara purposif dan berdasarkan jenis kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal PISA.

(37)

Kemudian wawancara dilakukan untuk mengetahui penyebab kesalahan dan dilanjutkan dengan pemberian scaffolding……..

3. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Rahmawati Fitriatien (2019). Peneliti ini mengungkapkan bahwa jenis kesalahan yang dilakukan oleh subjek penelitian pertama (S1) mewakili siswa yang melakukan kesalahan pada 5 tahap, meliputi tahap membaca (reading error,T1), tahap memahami masalah (comprehension error, T2), tahap trasfomasi masalah (transformation error, T3), tahap keterampilan proses (process skill error, T4), dan tahap penulisan jawaban akhir (encoding error, T5). Kesalahan yang dilakukan subjek penelitian kedua (S2) yang mewakili siswa yang melakukan kesalahan pada 3 tahap, yaitu tahap memahami masalah (comprehension error, T2), tahap keterampilan proses (process skill error, T4), dan tahap penulisan jawaban akhir (encoding error, T5). Kesalahan yang dilakukan subjek penelitian ketiga (S3) yang mewakili siswa yang melakukan kesalahan pada 3 tahap, yaitu tahap trasfomasi masalah (transformation error, T3), tahap keterampilan proses (process skill error, T4), dan tahap penulisan jawaban akhir (encoding error, T5).……

Berdasarkan dari hasil penelitian relevan diatas, persamaan dari ketiga hasil penelitian dengan peneliti lakukan adalah sama-sama menggunakan prosedur Newman supaya dapat menganalisis kesalahan siswa yang dilakukan dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Sedangkan itu, perbedaannya antara hasil penelitian diatas dengan peneliti lakukan itu tidak hanya berbeda pada tempat penelitian dan waktunya saja tetapi peneliti tidak mencari faktor-faktor penyebab

(38)

terjadinya kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal dan juga dalam penelitian ini tidak memberikan scaffolding.

C. Kerangka Pikir

Matematika merupakan mata pelajaran yang sebagian orang menganggap bahwa matematika itu pelajaran yang sulit dan siswa masih banyak yang kurang minat. Mata pelajaran matematika yang dipelajari oleh siswa SMP yaitu salah satunya materi statistika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal statistika berorientasi PISA konten uncertainty and data pada kelas VIII di SMP Guppi Samata.……..

Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal statistika berorientasi PISA dengan konten uncertainty and data yang ingin diidentifikasi pada penelitian ini yaitu tipe kesalahan menurut toeri Newman. Sehubungan dengan menganalisis kesalahan dalam menyelesaikan masalah dalam konteks nyata seperti soal PISA, Newman mengembangkan model yang dikenal dengan Newman Error Analysis yaitu comprehension error (kesalahan memahami), transformation error (kesalahan transformasi), process skill error (kesalahan keterampilan proses), dan encoding error (kesalahan penulisan jawaban akhir)...

Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal masing-masing siswa pasti berbeda-beda. Untuk mengetahuinya, soal tes diberikan kepada siswa agar dapat tahu dimana letak kesalahan siswa-siswi saat mengerjakan soal dan juga dengan cara mewawancara siswa supaya dapat menggali data langsung dari subjek penelitian dengan mengadakan tatap muka secara langsung……

(39)

25 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah instrument kunci (Sugiyono, 2018:9). Metode deskriptif yang digunakan ialah untuk dapat mengetahui keadaan subjek/objek berdasarkan pada fakta yang ada.

B. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP Guppi Samata tepatnya berlokasi di jalan H.M Yasin Limpo, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini ialah siswa kelas VIII di SMP Guppi Samata. Adapun langkah pengambilan subjek pada penelitian ini ialah sebagai berikut:

1. Menentukkan kelas penelitian yaitu pada siswa kelas VIII.A dengan pertimbangan dari pendapat guru bahwa kelas VIII.A tersebut bisa dijadikan sebagai subjek penelitian.

2. Memberi tes uraian sebanyak 3 nomor kepada siswa kelas VIII.A berupa soal statistika berorientasi PISA pada konten uncertainty and data.

(40)

3. Setelah pemberian tes, peneliti memilih 4 orang siswa yang akan menjadi fokus penelitian untuk di wawancara. Adapun kriteria dalam menentukan subjek penelitian yaitu: siswa yang melakukan variasi kesalahan terbanyak berdasarkan tipe kesalahan Newman yaitu 1 siswa pada tipe kesalahan memahami, 1 siswa pada tipe kesalahan transformasi, 1 siswa pada tipe tahap kesalahan keterampilan proses dan 1 siswa pada tipe kesalahan penulisan jawaban akhir.

D. Prosedur Penelitian

Berikut tahap yang ditempuh peneliti dalam prosedur penelitian, yaitu:

1. Tahap perencanaan penelitian

Adapun kegiatan pada tahap ini dilakukan sebagai berikut:

a. Menyusun proposal yang telah dikonsultasikan kepada dosen pembimbing b. Menyiapkan alat bantu rekam seperti kamera atau handphone

c. Menyiapkan instrumen penelitian.

d. Melakukan validasi instrument dalam hal ini divalidasi oleh orang yang berkompeten yaitu dosen pendidikan matematika yang ahli dibidangnya.

2. Tahap pelaksanaan penelitian

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi:

a. Pemberian tes tertulis untuk memilih 4 subjek penelitian yang melakukan kesalahan terbanyak.

b. Melakukan wawancara kepada subjek penelitian untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan tes tertulis

c. Menganalisis hasil tes tertulis dan hasil wawancara d. membuat laporan hasil penelitian.

(41)

E. Instrumen Penelitian…

Adapun instrumen-instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Instrumen utama

Pada penelitian ini instrumen utama ialah peneliti itu sendiri. Hal ini disebabkan karena peneliti yang secara langsung terjun kelapangan sendiri untuk mengumpulkan data yang diperlukan.

2. Instrumen Pendukung a. Lembar Soal Tes

Pada penelitian ini digunakan lembar soal tes yang diberikan kepada siswa dan siswi. Soal tersebut memuat soal yang di adopsi dari soal PISA tahun 2018 yang kemudian divalidasi oleh tim validator. Soal-soal adopsi yang dimaksud itu ialah soal-soal PISA yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan pengetahuan siswa. Hal ini dikarenakan materi statistika diajarkan pada semester 2 kurikulum 2013, sehingga siswa kelas VIII belum memperoleh ilmu mengenai statistika untuk SMP. Soal yang diberikan berjumlah tiga (3) nomor berupa soal uraian. Berikut ini kisi-kisi soal:

Konten Deskripsi Indikator Soal Butir Soal Uncertainty & Data

(Ketidakpastian dan data)

Menerapkan proporsionalitas berdasarkan

kumpulan data 1

Menganalisis berbagai pernyataan terkait

diagram batang yang diberikan 2 Menafsirkan informasi statistik yang

melibatkan ketidakpastian 3

(42)

b. Wawancara

Pada penelitian ini digunakan wawancara agar dapat informasi lebih jelas dari siswa secara langsung dengan bertatap muka. Wawancara ini ditanyakan pada siswa/siswi yang terpilih sebagai subjek dalam penelitian. Berikut ini adalah pertanyaan yang pokok didalam wawancara:

1. Apa yang kamu mengerti maksud soal?

2. Apa saja unsur yang ditanyakan pada soal?

3. Apa saja unsur yang ditanyakan pada soal?

4. Bagaimana ide awal dalam menyelesaikan soal ini?

5. Apakah ada kendala dalam menyelesaikan soal ini?

F. Teknik Pengumpulan Data

Pada penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data yaitu berupa lembar soal tes. Dari hasil kerja siswa kemudian lanjut dengan wawancara dalam pengumpulan data, kemudian dianalisis dengan cara kualitatif, dan kemudian dilakukan interpretasi. Jenis wawancara digunakan dengan cara tak berstruktur atau dengan kata lain wawancara secara bebas. Dimana tidak perlu gunakan pedoman wawancara yang tersusun/tersistematis cuman hal-hal penting dari permasalahan saja yang akan ditanyakan kepada subjek penelitian yang terpilih.

Data dari hasil pekerjaan siswa/siswi agar lembar jawabannya disertai langkah- langkah, kemudian digunakan untuk bahan analisis mengenai kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal statistika berorientasi PISA. Adapun langkah-langkah peneliti yang dilakukan saat pengumpulan data yaitu mempersiapkan soal, membagikan soal kepada siswa-siswi, mengumpulkan hasil tes, dan menganalisa hasil tes.

(43)

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data pada penelitian ialah teknik analisis kualitatif dskriptif.

Adapun tahapan pada teknik analisis data sebagai berikut:

1. Reduksi Data

Reduksi data itu pengurangan data atau menyederhanakan data hasil penelitian yang telah diperoleh, dimana agar dapat memperoleh data yang penting saja. Adapun berikut ini tahap reduksi data pada penelitian sebagai berikut:

1) Memeriksa jawaban siswa, lalu ditentukkan yang mana siswa melakukan variasi kesalahan terbanyak kemudian bisa dapat dijadikan sebagai subjek penelitian.

2) Hasil jawaban subjek yang terpilih sebagai data mentah, dimana harus imasukkan ke catatan untuk bahan wawancara.

3) Dari hasil wawancara subjek dengan peneliti kemudian disederhanakan susunan kata/bahasanya dengan baik juga rapi, lalu dimasukkan lagi di catatan. Dari itulah, maka kegiatan ini dilakukan dengan cara mengelolah hasil dari wawancara subjek agar data tersebut siap untuk digunakan.

2. Penyajian Data

Penyajian data itu suatu kumpulan-kumpulan data yang sudah tersusun/terorganisai ataupun sudah terkategori yang bisa mungkin dilakukan penarik kesimpulan. Berikut inilah tahap penyajian data yang terdapat pada penelitian:

1) Menyajikan hasil dari pengerjaan siswa-siswi yang terpilih sebagai subjek penelitian agar dapat dijadikan bahan wawancara.

(44)

2) Menyajikan hasil petikan wawancara subjek dengan peneliti.

3. Kesimpulan

Kesimpulan itu membandingkan hasil analisis dari pekerjaan subjek penelitian yang terpilih dengan hasil wawancara siswa dan peneliti, agar bisa mengetahui tipe kesalahan subjek dalam menyelesaikan soal statistika beriorientasi PISA. Adapun kesimpulan akhir tidak akan muncul jika tak sampai titik pengumpulan data berakhir.

H. Keabsahan Data

Pada penelitian ini digunakan teknik keabsahan data yaitu triangulasi metode. Triangulasi ini membandingkan data dari hasil perkerjaan subjek dan juga hasil wawancara peneliti dengan subjek. Maka dari itu hasil perbandingan tersebut diharapkan adanya persamaan atau perbedaan dengan alasan-alasan tertentu.

(45)

31 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

Kegiatan pengambilan data dilakukan melalui daring wa grup di kelas VIII SMP Guppi Samata pada hari Kamis, 10 Agustus 2020 dan jumlah siswa yang mengikuti tes yaitu 20 siswa. Berdasarkan tes uraian yang diberikan kepada siswa kelas VIII.A yaitu soal statistika berorientasi PISA memperoleh hasil yang berbeda-beda. Tes ini dianalisis berdasarkan kesalahan Newman. Dari 20 siswa yang diberikan tes selanjutnya dipilih 4 siswa berdasarkan variasi kesalahan terbanyak siswa dengan tipe kesalahan Newman pada jawaban untuk dijadikan subjek penelitian. Untuk mendapatkan data yang valid mengenai jenis kesalahan yang dilakukan dengan triangulasi data yaitu dengan cara menyelaraskan analisis kesalahan jawaban siswa dan analisis hasil wawancara.

Berdasarkan hasil tes di lampiran dipilih masing-masing dari kesalahan Newman yaitu 1 siswa pada kesalahan memahami masalah, 1 siswa pada kesalahan transformasi masalah, 1 siswa pada kesalahan keterampilan proses, dan 1 siswa pada kesalahan penulisan jawaban akhir.

Berikut ini siswa kelas VIII.A yang mngerjakan tes dan kesalahan masing- masing siswa dalam penelitian disajikan dalam table 4.1.

(46)

Tabel 4.1 Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal berdasarkan tipe kesalahan Newman

Inisial Siswa

Soal 1 Soal 2 Soal 3 Jumlah

Kesalahan T1 T2 T3 T4 T1 T2 T3 T4 T1 T2 T3 T4

A S S S S B B S S S S S B 9

AP B B S S S S S S S S S S 10

ANW S S S S S S S S S S S S 12

APS S S S S B B S S B S S S 9

AMA S S S S S S S S S S S S 12

ASN S S S S S S S S S S S S 12

F B S S S S S S S B S S S 10

FAS S S S S S S S S S S S S 12

G S S S S B S S S S S S B 10

I B S S S B B S S S S S S 9

IA B S S S B B S S S S S B 8

ISK S S S S S S S S S S S S 12

IWH S S S S S S S S S S S S 12

MA S S S S S S S S S S S S 12

MFS S S S S S S S S S S S S 12

NL S S S S B B S S B S S S 9

RNQ S S S S S S S S S S S S 12

WW S S S S S S S S S S S S 12

Y B B S S B S B B S S S S 7

Z S S S S B B S S S S S S 10

Keterangan:

B: Benar dan S: Salah

T1: Tipe Kesalahan Memahami.

T2: Tipe Kesalahan Transformasi.

T3: Tipe kesalahan Keterampilan Proses.

T4: Tipe kesalahan Penulisan Jawaban Akhir.

(47)

Siswa mengalami kesalahan bervariasi, siswa yang mengalami kesalahan pada tipe kesalahan memahami pada soal nomor 1 ada 15 orang yaitu siswa dengan kode A, ANW, APS, AMA, ASN, FAS, G, IWH, ISK, MA, MFS, NL, RNQ, WW dan Z. Siswa yang mengalami kesalahan memahami masalah pada soal nomor 2 adalah 12 orang, dengan kode AP, ANW, AMA, ASN, F, FAS, IWH, ISK, MA, MFS, RNQ, dan WW. Siswa yang mengalami kesalahan memahami pada soal nomor 3 sebanyak 17 orang, yaitu A, AP, ANW, ASN, FAS, G, IWH, ISK, I, IA, MA, MFS, NL, RNQ, WW, Y, dan Z Selanjutnya, siswa yang mengalami kesalahan pada tipe kesalahan transformasi pada soal nomor 1 sebanyak 18 siswa, yaitu A, ANW, APS, AMA, ASN, F, FAS, G, I, IA, IWH, ISK, MA, MFS, NL, RNQ, WW, dan Z. Siswa yang mengalami kesalahan transformasi pada nomor 2 sebanyak 14 orang siswa, yaitu AP, ANW, AMA, ASN, FAS, F, G, IWH, ISK, MA, MFS, RNQ, WW dan Y. Siswa yang mengalami kesalahan transformasi pada soal nomor 3 adalah semua siswa atau 20 siswa yaitu, A, AP, ANW, AMA, ASN, APS, F, FAS, G, I, IA, IWH, ISK, MA, MFS, NL, RNQ, WW, Y dan Z. Siswa yang mengalami kesalahan pada tipe keterampilan proses pada nomor 1 sebanyak 20 orang atau semua siswa yaitu A, AP, ANW, AMA, ASN, APS, F, FAS, G, I, IA, IWH, ISK, MA, MFS, NL, RNQ, WW, Y dan Z. Siswa yang mengalami kesulitan keterampilan proses pada soal nomor 2 sebanyak 19 orang, yaitu A, AP, ANW, AMA, ASN, APS, F, FAS, G, I, IA, IWH, ISK, MA, MFS, NL, RNQ, WW dan Z. Siswa yang mengalami kesalahan pada tipe keterampilan proses pada soal nomor 3 sebanyak 20 orang siswa, yaitu A, AP, ANW, AMA, ASN, APS, F, FAS, G, I, IA, IWH, ISK, MA, MFS, NL, RNQ, WW, Y dan Z. Terakhir, siswa yang mengalami kesalahan pada

(48)

tipe kesalahan penulisan jawaban akhir pada soal nomor 1 sebanyak 20 siswa yaitu A, AP, ANW, AMA, ASN, APS, F, FAS, G, I, IA, IWH, ISK, MA, MFS, NL, RNQ, WW, Y dan Z. Siswa yang mengalami kesalahan tipe kesalahan penulisan jawaban pada soal 2 sebanyak 19 siswa yaitu A, AP, ANW, AMA, ASN, APS, F, FAS, G, I, IA, IWH, ISK, MA, MFS, NL, RNQ, WW dan Z. Siswa yang mengalami kesulitan tipe kesalahan penulisan jawaban akhir pada soal nomor 3 sebanyak 17 siswa, yaitu AP, ANW, AMA, ASN, APS, F, FAS, I, IWH, ISK, MA, MFS, NL, RNQ, WW, Y dan Z.

Selanjutnya di pilih 4 subjek penelitian dari masing-masing kesalahan.

Pemilihan subjek ini mengacu pada kesalahan terbanyak dalam menyelesaikan soal berdasarkan tipe kesalahan Newman. Adapun subjek penelitian disajikan dalam table 4.2.

Tabel 4.2 Daftar Nama Subjek Penelitian

No. Inisial Subjek Kesalahan Pada Tipe Newman Kode Subjek

1. ANW Memahami (Comprehension) S1

2. IWH Transformasi (Transformation) S2

3. MA Keterampilan Proses (Process Skill) S3 4. RNQ Penulisan Jawaban Akhir (Encording) S4

(49)

1. Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Statistika Berorientasi PISA Berdasarkan Tipe Kesalahan Newman

Berikut ini adalah soal yang diberikan kepada siswa sebanyak 3 soal berbentuk soal uraian yang berupa soal tes model PISA konten uncertainty and data mengacu pada soal PISA 2018. Soal berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

SOAL 1

Tabel di bawah ini menunjukkan data tentang kepemilikan rumah tangga yang memiliki televisi (TV) untuk lima Negara. Ini juga menunjukkan persentase rumah tangga yang memiliki TV dan juga berlangganan TV kabel.

Negara

Jumlah rumah tangga yang memiliki TV

Persentase dari rumah tangga itu sendiri dibandingkan untuk semua rumah tangga

Persentase rumah tangga yang berlanggangan kabel televisi dibandingkan dengan rumah

tangga yang memiliki TV

Jepang 48,0 juta 99,8% 51,4%

Prancis 24,5 juta 97,0% 15,4%

Belgia 4,4 juta 99,0% 91,7%

Swiss 2,8 juta 85,8% 98,0%

Norway 2,0 juta 97,2% 42,7%

Tabel tersebut menunjukkan bahwa di Swiss 85,8% dari semua rumah tangga yang memiliki TV. Berdasarkan informasi dalam tabel, apa perkiraan terdekat dari jumlah rumah tangga di Swiss?

(50)

SOAL 2

Gambar di bawah menunjukkan piramida penduduk Indonesia tahun 1990, tahun 2005 dan tahun 2020

Berapa perkiraan jumlah penduduk perempuan yang berumur di bawah 15 tahun di tahun 2020?

(51)

SOAL 3

Perusahaan Elektrik membuat dua jenis peralatan elektronik: video dan audio player. Pada akhir produksi harian, para pemain diuji dan mereka yang bermasalah dihilangkan dan dikirim untuk diperbaiki.

Tabel berikut menunjukkan jumlah rata-rata pemain dari setiap jenis yang dibuat per hari, dan persentase rata-rata pemain yang salah per hari.

Tipe Pemain

Jumlah Rata-rata Pemain Dibuat Per Hari

Persentase Rata-rata Pemain Yang Salah Per Hari Pemutar

Video 2000 5%

Pemutar

Audio 6000 3%

Salah satu penguji mengajukan klaim berikut:

"Rata-rata, ada lebih banyak pemutar video yang dikirim untuk diperbaiki per hari dibandingkan dengan jumlah pemutar audio yang dikirim untuk diperbaiki per hari".

Putuskan apakah penguji itu benar atau tidak. Berikan argumen matematis untuk mendukung jawaban Anda.

a. Kesalahan Siswa pada Tipe Kesalahan Memahami Oleh Siswa ANW Pada tipe kesalahan memahami terdapat 3 indikator yaitu siswa tidak memahami arti keseluruhan pada soal, siswa tidak dapat menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal. Berikut ini adalah analisis kesalahan Subjek 1 (ANW) pada setiap soal:

Kesalahan memahami pada soal nomor 1

Gambar 4.1 Jawaban S1 pada soal nomor 1

(52)

Berdasarkan hasil tes tertulis subjek 1 (ANW) di atas, dapat dilihat bahwa siswa tidak memenuhi indikator kesalahan Newman pada tipe kesalahan memahami soal. Hal ini dikarenakan subjek 1 (ANW) tidak menuliskan unsur yang diketahui dan unsur yang ditanyakan. Walau secara umum subjek 1 (ANW) dapat memahami soal secara keseluruhan karena mengetahui unsur yang ditanyakan yaitu mencari jumlah total rumah tangga. Karenanya, peneliti melakukan wawancara untuk memperoleh informasi. Lebih dalam berikut petikan wawancara peneliti dengan ANW:

P: Apakah kamu mengerti maksud soal?

S: iye kak

P: Apa saja unsur yang diketahui pada soal?

S: jumlah rumah yang memiliki TV di Swiss sebanyak 2,8 juta kak dan persentasenya adalah 85,8 %.

P: Apa unsur yang ditanyakan pada soal?

S: jumlah total rumah tangga di Swiss kak.

P: Bagaimana cara menyelesaikan soal ini?

S: langsung ku bagi kak. 2,8 juta dibagi 85,5%.

P: Apakah ada kendala dalam menyelesaikan soal ini?

S: tidak ku tahu apakah rumus yang gunakan benar atau salah.

Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat dilihat bahwa subjek 1 (ANW) sudah cukup tepat memahami masalah dalam menyelesaikan soal nomor 1.

Selanjutnya adalah jawaban hasil tes tertulis subjek 1 (ANW) pada soal nomor 2.

(53)

Kesalahan memahami pada soal nomor 2

Gambar 4.2 Jawaban S1 pada soal nomor 2

Berdasarkan hasil tes tertulis subjek 1 (ANW) di atas, dapat dilihat bahwa siswa tidak memenuhi indikator kesalahan Newman pada tipe kesalahan memahami soal. Hal ini dikarenakan subjek 1 (ANW) hanya menuliskan unsur yang diketahui dan tidak menuliskan unsur yang ditanyakan. subjek 1 (ANW) juga tidak mampu memahami arti secara keseluruhan karena tidak memahami maksud data dari isi gambar data pada soal nomor 2. Hal tersebut peneliti melakukan wawancara untuk memperoleh informasi. Berikut petikan wawancara peneliti dengan subjek 1 (ANW) yang dipaparkan secara singkat:

P: Apakah kamu mengerti maksud soal?

S: tidak terlalu ku mengerti kak

P: Apa saja unsur yang diketahui pada soal?

S: tidak terlalu ku mengerti maksud tabel kak P: Apa unsur yang ditanyakan pada soal?

S: jumlah penduduk perempuan di bawah 15 tahun kak P: Bagaimana ide awal dalam menyelesaikan soal ini?

S: bingung kak. Sembarang ku jumlahkan kak.

P: Apakah ada kendala dalam menyelesaikan soal ini?

S: tidak ku tahu bagaimana cara kerjanya itu soal kak.

Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat dilihat bahwa hampir tepat dalam memahami masalah soal nomor 2.

(54)

Kesalahan memahami pada soal nomor 3

Gambar 4.3 Jawaban S1 pada soal nomor 3

Berdasarkan hasil tes tertulis subjek 1 (ANW) di atas, dapat dilihat bahwa siswa tidak memenuhi indikator kesalahan Newman pada tipe kesalahan memahami soal. Hal ini dikarenakan siswa tidak menuliskan unsur yang diketahui dan unsur yang ditanyakan. Secara keseluruhan subjek 1 (ANW) dapat memahami soal karena mampu menjawab soal sesuai dengan permintaan soal, hanya saja jawabannya tidak disertai dengan data atau perhitungan yang ilmiah. Hal tersebut peneliti melakukan wawancara untuk memperoleh informasi. Berikut petikan wawancara peneliti dengan subjek 1 (ANW) yang dipaparkan secara singkat:

P: Apakah kamu mengerti maksud soal?

S: agak mengerti kak

P: Apa saja unsur yang diketahui pada soal?

S: pemutar video 2000 orang dan pemutar audio 6000 orang kak P: kenapa tidak adek tulis dilembar jawabannya

S: langsung-langsung ku jawab kak P: Apa unsur yang ditanyakan pada soal?

S: benar atau salahnya penguji kak.

P: Bagaimana ide awal dalam menyelesaikan soal ini?

S: langsung ku lihat yang mana yang paling banyak jumlah pemainnya kak P: Apakah ada kendala dalam menyelesaikan soal ini?

S: tidak ku tahu jawab pake rumus kak.

(55)

b. Kesalahan Siswa pada Tipe Kesalahan Transformasi Oleh Siswa IWH Pada tipe kesalahan transformasi terdapat 3 indikator yaitu siswa tidak bisa menentukan rumus yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal, siswa tidak bisa menentukkan operasi matematika untuk menyelesaikan permasalahan soal dengan tepat dan siswa tidak bisa mnegidentifikasi operasi atau serangkaian operasi matematika. Berikut ini adalah analisis kesalahan Subjek 2 (IWH) pada setiap soal:

Kesalahan transformasi pada soal nomor 1

Gambar 4.4 Jawaban S2 pada soal nomor 1

Berdasarkan hasil kerja subjek 2 (IWH) di atas, dapat dilihat bahwa siswa tidak tahu rumus apa yang seharusnya digunakan dalam menyelesaikan soal.

subjek 2 (IWH) juga tidak bisa menentukan operasi matematika untuk menyelesaikan permasalahan serta tidak bisa mengidentifikasi operasi atau serangkaian operasi dalam soal. subjek 2 (IWH) juga tidak memahami soal secara keseluruhan. Hal tersebut peneliti melakukan wawancara untuk memperoleh informasi. Berikut petikan wawancara peneliti dengan subjek 2 (IWH) yang dipaparkan secara singkat:

(56)

P: Apakah kamu mengerti maksud soal?

S: iye kak mengerti

P: Apa saja unsur yang diketahui pada soal?

S: jumlah rumah tangga swiss ada 2,8 juta dan persentase rumah tangga swiss 85,8 %.

P: Apa unsur yang ditanyakan pada soal?

S: perkiraan terdekat dari jumlah rumah tangga di swiss kak P: Bagaimana ide awal dalam menyelesaikan soal ini?

S: ku jumlahkanki kak itu jumlah rumah tangga swiss dan presentase rumah tangga swiss kak

P: Apakah ada kendala dalam menyelesaikan soal ini?

S: rumusnya tidak ku tahui kak jadi saya jumlahkanji saja kak

Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat dilihat bahwa subjek 2 (IWH) cukup memahami maksud soal namun tidak mampu menentukan rumus yang tepat untuk menyelesaikan soal nomor 1.

Kesalahan transformasi pada soal nomor 2

Gambar 4.5 Jawaban S2 pada soal nomor 2

(57)

Berdasarkan hasil kerja subjek 2 (IWH) di atas, dapat dilihat bahwa subjek 2 tidak tahu rumus apa yang seharusnya digunakan dalam menyelesaikan soal.

subjek 2 (IWH) juga tidak bisa menentukan operasi matematika untuk menyelesaikan permasalahan serta tidak bisa mengidentifikasi operasi atau serangkaian operasi dalam soal. Hal tersebut peneliti melakukan wawancara untuk memperoleh informasi. Berikut petikan wawancara peneliti dengan subjek 2 (IWH) yang dipaparkan secara singkat:

P: Apakah kamu mengerti maksud soal?

S: ngerti kak

P: Apa saja unsur yang diketahui pada soal?

S: umur 15 tahun kebawah kak itu 0-4 tahun, 5-9 tahun, dan 10-14 tahun P: Apa unsur yang ditanyakan pada soal?

S: perkiraan jumlah perempuan yang umur dibawah 15 tahun P: Bagaimana ide awal dalam menyelesaikan soal ini?

S: saya kalikan itu kak umur 15 tahun ke bawah adalah 8 x 9 x 10 maka jawabannya 720 perempuan

P: Apakah ada kendala dalam menyelesaikan soal ini?

S: saya tidak tahu juga pake rumus apa kak

Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat dilihat bahwa subjek 2 (IWH) sudah hanya memahami maksud soal, namun tidak mampu menentukan rumus dalam menyelesaikan soal nomor 2. Hal ini menunjukkan bahwa subjek termasuk pada indikator kesalahan tranformasi, karena tidak menentukan rumus dan operasi matematika dengan benar.

(58)

Kesalahan transformasi pada soal nomor 3

Gambar 4.6 Jawaban S2 pada soal nomor 3

Berdasarkan hasil kerja subjek 2 (IWH) di atas, dapat dilihat bahwa siswa tidak tahu rumus apa yang seharusnya digunakan dalam menyelesaikan soal.

Subjek 2 (IWH) juga tidak bisa menentukan operasi matematika untuk menyelesaikan permasalahan serta tidak bisa mengidentifikasi operasi atau serangkaian operasi dalam soal. Subjek 2 (IWH) juga tidak mampu memberikan jawaban dengan perhitungan ilmiah. Hal tersebut peneliti melakukan wawancara untuk memperoleh informasi. Berikut petikan wawancara peneliti dengan subjek 2 (IWH) yang dipaparkan secara singkat:

P: Apakah kamu mengerti maksud soal?

S: mengertija sedikit kak

P: Apa saja unsur yang diketahui pada soal?

S: jumlah rata-rata pemutar video itu 2000 sedangkan pemutar audio 6000 dan persentase rata-rata pemutar video 5% sedangkan pemutar audio 3%

P: Apa unsur yang ditanyakan pada soal?

S: apakah penguji itu benar atau tidak kak dari pernyataannya tersebut kak

Gambar

Tabel 2.1 Indikator Kesalahan Newman.
Diagram berikut menunjukkan persentase populasi penduduk dunia berusia  lebih  dari 20 tahun.yang memiliki ≥ 30
diagram batang yang diberikan  2  Menafsirkan  informasi  statistik  yang
Tabel  4.1  Kesalahan  siswa  dalam  menyelesaikan  soal  berdasarkan  tipe  kesalahan Newman
+7

Referensi

Dokumen terkait

Illo Djeer dalam permainan gitar keroncong tugu pada grup Orkes

dalam pelaksanaannya data yang pakai yakni untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran siswa yaitu data berdasarkan indikator kemampuan penalaran, yang diperoleh dari

Dari pengertian kompensasi diatas, dapat di simpulkan bahwa kompensasi adalah sesuatu yang diterima karyawan baik berupa uang ataupun penghargaan sebagai bentuk balas

(SENARAI KURSUS MENGIKUT FAKULTI, JABATAN DAN NAMA PENSYARAH) SEMESTER KEDUA SESI 2020/2021.. Tarikh: 06/01/2021 m/s 1/ 31 Fakulti PUSAT KOKURIKULUM Jabatan

untuk siswa yang memiliki sikap sosial rendah, ada perbedaan hasil belajar pkn antara siswa yang mengikuti pelajaran dengan model kooperatif tipe numbered head

Salah satu tujuan pembelajaran matematika yaitu: memahami konsep matematika, merupakan kompetensi dalam menjelaskan keterkaitan antar konsep dan menggunakan konsep

Masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser sudah berpuluh tahun memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagai tanaman obat, hutan alam tempat tanaman obat terdapat

Latar Belakang dari penelitian ini adalah Berdasarkan hasil pengamatan di KB Delima Indah Desa Delima Jaya Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak, pada bulan April 2014