• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan Penelitian

1. Proses pembuatan bakul dari bahan daun kelapa oleh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Baraka Kabupaten Enrekang

Sebelum memulai proses pembuatan bakul terlebih dahulu kita mengetahui tahapan awal yang dilakukan siswa sebelum masuk dalam proses penganyam. Dalam pembahasan tahapan dalam proses pembuatan bakul dari bahan daun kelapa dikelompokkan atas beberapa bagian yaitu:

a. Pembagian kelompok

Dalam bagian ini dipaparkan awal sebelum memasuki proses pembuatan bakul. Pertama-tama siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, dalam satu kelompok terdiri atas 2 orang siswa. Hal ini bertujuan untuk

memudahkan siswa saat proses pembuatan bakul, juga untuk membangun kerjasama dan saling membantu antara siswa yang satu dengan yang lain.

b. Persiapan alat

Adapun alat dan bahan perlengkapan yang digunakan dalam proses pembuatan bakul cukup sederhana yaitu:

1. Pisau 2. Gunting

Pisau digunakan untuk memisahkan daun kelapa dari lidi. Sedangkan gunting digunakan untuk menggunting ujung daun kelapa untyk emudahkan saat proses menganyam.

Gambar 4.19 Pisau dan gunting

(Dokumentasi foto: Anugerah, 21 Januari 2016) c. Persiapan bahan

Dalam pembuatan bakul yang harus diperhatikan adalah pemilihan bahan baku agar karya yang dihasilkan lebih bagus. Bahan baku utama yang digunakan siswa dalam pembuatan bakul yaitu daun kelapa, siswa memilih

34

bahan daun kelapa yang paling baik. Setelah pemilihan bahan baku, siswa lalu mempesiapkan jumlah helai daun yang akan dipakai dalam pembuatan bakul. Dalam proses pembuatan bakul siswa mempersiapkan 12 helai daun kelapa, yakni 6 helai daun kelapa sebagai pakan dan 6 helai daun kelapa sebagai lungsi.

Gambar 4.20 Daun kelapa

(Dokumentasi foto: Anugerah, 21Januari 2016)

d. Teknik anyaman

Sebelum memasuki proses pembuatan bakul, penulis terlebih dahulu menjelaskan tentang teknik anyaman yang digunakan dalam proses pembuatan bakul. Dimulai dari anyaman dasar pada bakul, teknik anyaman yang digunakan pada dasar bakul adalah teknik anyaman tegak, yaitu anyaman yang letak lungsinya tegak lurus atau searah dengan si penganyam, sedangkan pakannya sejajar dengan si penganyanm.

Gambar 4.21 Anyaman tegak

(Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016)

Teknik anyaman yang kedua adalah teknik anyam serong, yaitu anyaman yang lungsi dan pakannya tegak lurus dengan sesamanya, tetapi keduanya terletak menyimpang 45 derajat ke kiri dan ke kanan terhadap si penganyam.

Gambar 4.22 Anyaman tegak

(Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016

36

e. Proses menganyam bakul

Sebelum penulis membahas tentang proses pembuatan bakul terlebih dahulu perlu diketahui, bahwa dalam proses pembuatan bakul tidak melalui proses pewarnaan. Hal ini disebabkan karena bakul merupakan suatu kerajinan tradisional yang bersifat turun-temurun. Adapun langkah-langkah yang dtempuh oleh siswa dalam proses pembuatan bakul, yaitu:

1. Langkah awal dalam menganyam bakul siswa mengatur helai daun kelapa yang berfungsi sebagai lungsi berjajar dalam jumlah genap dan pakan yang berjumlah genap pula.

Gambar 4.23

Mengatur helai daun kelapa

(Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016)

2. Kemudian lungsi-lungsi yang ada di sebelah kemudian diangkat kemudian ditahan dengan jari-jari tangan kita.

Gambar 4.24 Proses awal menganyam

(Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016)

3. Sehelai pakan disisipkan dengan anyaman beselang satu, maksudnya helai daun kelapa yang berfungsi sebagai pakan menumpangi dan di tumpangi satu buah lungsi atau singkatnya angkat satu turun satu.

Gambar 4.25 Proses awal menganyam

(Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016

38

4. Setelah anyaman dasar selesai maka anyaman dirapikan atau dirapatkan dengan menggunakan tangan, kemudian barulah lembaran tersebut dibentuk dengan membuat sudut dari bakul.

Adapun proses kerjanya yaitu mula-mula mulai dari lungsi telebih dahulu, ambil bagian tengah dari lungsi kemudian anyam menyerong dengan pola yang sama yaitu anyaman satu. Pada pakan juga dengan proses yang sama.

Gambar 4.26

Proses menganyam sudut bakul

(Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016)

Gambar 4.27

Proses menganyam sudut bakul

(Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016)

5. Setelah keempat sudut telah tebentuk barulah lungsi dan pakan dianyam agar semua sisi dari bakul berbentuk lingkaran.

Gambar 4.28 Proses menganyam bakul

(Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016)

40

6. Proses terakhir adalah penyelesaian tepi bakul yang disamping memperkuat hasil anyaman juga memperindah bakul.

Gambar 4.29

Proses penyelesaian tepi bakul

(Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016)

f. Finishing

Prosesnya yaitu ujung dari anyaman bakul dilipat bersilang lalu diselipkan ke dalam anyaman agar terlihat lebih rapi juga untuk memperkuat anyaman.

Gambar 4.30

Proses melipat pinggiran bakul

(Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016)

Gambar 4.31

Proses melipat pinggiran bakul

(Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016)

g. Hasil karya

Adapun hasil akhir dari “Proses Pembuatan Bakul dari Bahan Daun Kelapa oleh Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Baraka Kabupaten Enrekang”

yaitu:

Gambar 4.32

Hasil akhir dari proses pembuatan bakul (Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016)

42

Dari hasil karya siswa tersebut di atas masih terdapat kekurangan.

Yaitu pada bagian sisi bakul masih terlihat lubang-lubang kecil, itu artinya saat proses menganyam siswa tidak terlalu memperhatikan kerapatan anyaman. sedangkan pada bagian atas bakul yang berbentuk lingkaran, meskipun tekniknya sudah benar akan tetapi kerapian dari karya siswa masih harus diperhatiakan.

Berikut ini adalah contoh hasil karya yang sudah ada sebelumnya.

Karya ini dibuat oleh siswa kelas lain yang dusah lebih dulu mengetahui tentang cara membuat bakul dari bahan daun kelapa. Adapun contoh karyanya yaitu:

Gambar 4.33

Contoh hasil karya kerajinan bakul (Dokumentasi Foto: Anugerah, 21 Januari 2016)

Perbedaan hasil karya dari kelas VII dengan karya kerajinan yang sudah ada sebelumnya sangat terlihat jelas. Pada hasil karya di atas sudah tidak terdapat celah pada sisi bakul dan juga terlihat rapi.

h. Perbedaan bahan baku basah dengan bahan baku kering

Dalam pembuatan bakul dari bahan daun kelapa, ada dua jenis daun kelapa yang biasa digunakan yaitu daun kelapa yang masih basah dan daun kelapa yang sudah kering. Masing-masing bahan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

1. Daun kelapa basah

Dengan menggunakan bahan baku daun kelapa yang masih basah, tidak memerlukan proses pengeringan telebih dahulu dan dapat langsung digunakan untuk membuat anyaman bakul. Tapi kekurangan dari menggunakan bahan daun kelapa yang masih basah yaitu saat menganyam akan sedikit lebih sulit karena bahan yang masih basah akan kaku saat dilipat, dan kerajinan yang sudah jadi lama-kelamaan akan mengkerut dikarenakan daun kelapa menjadi layu. Karena itu menyebabkan kerajinan bakul akan terlihat tidak rapi dan akan terlihat celah pada sisi bakul.

2. Daun kelapa kering

Dengan menggunakan bahan baku daun kelapa yang sudah kering lebih mudah saat menganyam dibandingkan dengan daun kelapa yang masih basah, karena daun kelapa yang sudah kering sudah lentur sehngga memudahkan saat dianyam. Hasil kerajinan tetap akan seperti semula tidak sama halnya dengan menggunkan bahan baku daun kelapa yang masih basah.

Dan bakul yang terbuat dari bahan baku daun kelapa keing akan lebih tahan lama dan lebih kuat jika digunakan sebagai wadah.

44

2. Faktor-faktor penghambat dan penunjang dalam proses pembuatan bakul dari bahan daun kelapa oleh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Baraka Kabupaten Enrekang

Setelah penulis menguraikan secara khusus mengenai kegiatan proses pembuatan bakul dari bahan daun kelapa oleh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Baraka Kabupaten Enrekang, maka berikut ini duaikan penghambat dan penunjang yang dialami oleh siswa.

a. Faktor penghambat

Faktor penghambat dalam proses pembuatan bakul yang dialami oleh siswa, yang pertama yaitu pengambilan bahan baku yaitu daun kelapa.

Walaupun pohon kelapa banyak terdapat di sekitar pemukiman warga, tetapi saat pengambilan bahan baku ini menyulitkan siswa dikarenakan pohon kelapa yang tinggi. Sehingga siswa harus meminta bantuan kepada orang dewasa. Faktor pengambat yang kedua dalam proses pembuatan bakul yaitu saat menganyam bagian sudut dari bakul. Banyak siswa yang kesulitan saat mulai menganyam bagian sudut dari bakul. Selain itu faktor penghambat yang lain yaitu saat proses terakhir/ finishing dalam pembuatan bakul, siswa kesulitan saat melipat ujung bakul.

b. Faktor penunjang

Faktor penunjang dalam proses pembuatan bakul adalah bahan baku yang masih mudah didapat karena pohon kelapa masih banyak tersedia di sekitar pemukiman warga, sehingga memudahkan siswa untuk mendapatkan bahan baku tersebut.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasakan hasil penelitian tentang “proses pembuatan bakul dari bahan daun kelapa oleh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Baraka Kabupaten Enrekang” maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Proses pembuatan bakul meliputi:

a. Pembagian kelompok e. Proses menganyam bakul

- Langkah awal menganyam bakul, siswa mengatur helai daun kelapa yang berfungsi sebagai lungsi berjajar dalam jumlah genap dan pakan yang berjumlah genap pula.

- Kemudian lungsi-lungsi yang ada di sebelah kemudian diangkat lalu ditahan dengan jari-jari tangan.

- Sehelai pakan disisipkan dengan anyaman berselang satu, maksudnya helai daun kelapa yang berfungsi sebagai pakan

46

menumpangi dan ditumpangi satu buah lungsi atau singkatnya angkat satu turun satu.

- Setelah anyaman dasar selesai maka anyaman dirapikan atau dirapatkan menggunakan tangan, kemudian barulah lembaan tersebut dibentuk dengan membuat sudut dari bakul.

- Setelah keempat sudut telah terbentuk baulah lungsi dan pakan dianyam agar semua sisi dari bakul berbentuk lingkaran.

- Proses terakhir adalah penyelesaian tepi bakul yang disamping untuk memperkuat hasil anyaman juga memperindah bakul.

f. finishing

2. a. Faktor penghambat dalam proses pembuatan bakul yang dialami oleh siswa, yang pertama yaitu pengambilan bahan baku yaitu daun kelapa. Walaupun pohon kelapa banyak terdapat di sekitar pemukiman warga, tetapi saat pengambilan bahan baku ini menyulitkan siswa dikarenakan pohon kelapa yang tinggi.

Sehingga siswa harus meminta bantuan kepada orang dewasa.

Faktor pengambat yang kedua dalam proses pembuatan bakul yaitu saat menganyam bagian sudut dari bakul. Banyak siswa yang kesulitan saat mulai menganyam bagian sudut dari bakul. Selain itu 44

faktor penghambat yang lain yaitu saat proses terakhir/ finishing dalam pembuatan bakul, siswa kesulitan saat melipat ujung bakul.

b. Faktor penunjang dalam proses pembuatan bakul adalah bahan baku yang masih mudah didapat karena pohon kelapa masih banyak tersedia di sekitar pemukiman warga.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas tentang “proses pembuatan bakul dari bahan daun kelapa oleh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Baraka Kabupaten Enrekang”, maka beberapa saran peneliti sebagai berikut:

1. Disarankan kepada guru mata pelajaran untuk tetap mengajarkan tentang proses pembuatan bakul agar siswa bisa mengetahui tentang bagamana proses pembuatan bakul yang merupakan kerajinan tradisional.

2. Mengharapkan kepada rekan-rekan mahasiswa ataupun para tenaga edukatif pada jurusan pendidikan seni rupa dan kerajinan khususnya yang menyangkut mata kuliah seni kerajinan anyam, agar dapat dijadikan sebagai tambahan literatur.

3. Kepada peneliti yang akan mengadakan penelitian lanjutan, agar penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya guna meningkatkan kualitas pembelajaran seni rupa.

48

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2007. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Angkasa.

Artono Ario, dkk. 2007. Kreasi Seni Budaya SMA X. Jakarta. Geneca Exact

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Cetakan ke 2. Jakarta: Balai Pustaka.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Garha, Oho. 1990. Berbagai Motif Anyam. Bandung: Angkasa Bandung.

Hermawan, Sani. 2013. Proses Pembuatan Anyaman Niru. Skripsi tidak diterbitkan: UNM

Salam, Sofyan. 2007. Metodologi Penelitian. Hand Out pada Jurusan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar.

St, Sumiati, UUM, 1985. Berkreasi Dengan Bambu 2. Bandung: Remaja Karya.

Syamsuri. Sukri. A, dkk. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: FKIP UNISMUH Makassar.

W.J.S. Poerwadarminta, 1982. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

Kamus Umum Bahasa Indonesia. 1991. Cetakan ke 2. Jakarta: Balai Pustaka.

Sumber Internet :

http://manfaat.co.id/Manfaat-pohon-kelapa. Diakses tanggal 20 Oktober 2015 http://id.m.wikipedia.org/wiki/Bakul. Diakses tanggal 20 Oktober 2015 http://eripurnamasari02.blogspot.com Diakses tanggal 4 Desember 2015

http://nurh4nim.tripod.com/anyamanbakul.htm Diakses tanggal 4 Desember 2015 http://tulisansebuahpensil.blogspot.com Diakses tanggal 4 Desember 2015

https://id.wikipedia.org/wiki/Bakul

48

http://kamus.cektkp.com/penunjang/

http:// azamherbal.com

Format observasi

Hal yang diobservasi:

1. Proses pembuatan bakul

a. Proses pemotongan bahan dan sarana yang dilakukan

b. Proses menganyam dan sarana yang dilakukan

c. Proses finishing kerajinan bakul dan sarana yang dilakukan

No. Hal-hal yang diamati Deskripsi

1. Proses pengolahan bahan a. Menyiapkan alat dan bahan b. Memisahkan daun kelapa dari lidi dengan menggunakan pisau

c. Setelah itu gunting bagian ujung daun kelapa untuk memudahkan saat poses menganyam.

2. Proses menganyam Langkah awal dalam

menganyam bakul siswa mengatur helai daun kelapa yang berfungsi lungsi berjajar dalam jumlah genap dan pakan yang

berjumlah genap pula. Lalu kemudian lungsi-lungsi yang ada di sebelah kemudian diangkat kemudian ditahan dengan jari-jari tangan kita, sehelai pakan disisipkan dengan anyaman beselang satu, maksudnya helai daun kelapa yang berfungsi sebaga pakan menumpangi dan di tumpangi satu buah lungsi atau singkatnya angkat satu turun satu.

Setelah anyaman dasar selesai maka anyaman dirapikan atau dirapatkan dengan menggunakan tangan, kemudian barulah lembaan tersebut dibentuk dengan membuat sudut dari bakul. Adapun proses kerjanya yaitu mula-mula mulai dari lungsi telebih dahulu, ambil bagian tengah dari lungsi kemudian anyam bersilang dengan pola yang sama yaitu anyaman satu. Setelah itu ujung dari anyaman di tusuk dengan jarum untuk menahan agar anyaman tidak terbuka kembali.

Pada pakan juga dengan proses yang sama. Setelah keempat sudut telah tebentuk barulah

Proses terakhir adalah penyelesaian tepi bakul yang disamping memperkuat hasil anyaman juga memperindah bakul.

3. Finishing Prosesnya yaitu ujung dari

anyaman bakul dilipat bersilang lalu diselipkan ke dalam anyaman agar terlihat lebih rapi juga untuk memperkuat anyaman.

Lampiran 2

Format wawancara

Wawancara ini dilakukan dalam rangka pengumpulan data dalam penelitan yang berjudul “Proses Pembuatan bakul dari Bahan Daun Kelapa oleh Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Baraka Kabupaten Enrekang”.

Proses pembuatan bakul dari bahan daun kelapa

1. Bagaimana cara memperoleh bahan yang digunakan dalam pembuatan bakul?

2. Alat-alat apa saja yang digunakan dalam mengolah bahan baku?

3. Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memulai menganyam?

4. Bagaimana tahap-tahap dalam menganyam bakul?

5. Berapa lamakah waktu yang digunakan dalam menganyam bakul?

6. Apa sajakah yang menjadi faktor penghambat dalam proses pembuatan bakul?

7. Apa saja yang menjadi faktor penunjang dalam proses pembuatan babkul?

Bakul dengan anyaman segilima

Bakul dengan anyaman satu-satu

2. Teknik menganyam

Teknk anyaman tegak

Teknik anyaman serong

Lampiran 6

1. Alat dan bahan

RIWAYAT HIDUP

ANUGERAH, lahir di Pasui Kec. Buntu Batu Kab.

Enrekang pada tanggal 14 Juni 1992. Anak kelima dari lima bersaudara dan merupakan buah kasih sayang dari pasangan Illa dan Samia. Adapun jenjang pendidikan yang penulis lalui yaitu masuk ke SD Negeri 5 Pasui mulai tahun 1998 sampai tahun 2004. Kemudian pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Baraka dan tamat pada tahun 2007. Kemudian pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Pasui dan tamat pada tahun 2010. Kemudian pada tahun 2010 penulis berhasil lulus pada jurusan pendidikan seni rupa, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas muhammadiyah makassar program strata 1 (S1) kependidikan. Di akhir studinya penulis menyelesaikan judul skripsi “Proses Pembuatan Bakul Dari Bahan Daun Kelapa Oleh Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Baraka Kabupaten Enrekang”.

Dokumen terkait