HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan Penelitian
Berdasarkan skor pretest dan posttest yang diperoleh. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan jumlah skor rata-rata pada kedua kelompok. Hasil perhitungan skor rata-rata kelompok eksperimen setelah dilakukan bimbingan kelompok lebih tinggi dari pada kelompok kontrol.
Rata-rata skor pretest kelompok kontrol adalah 111,067 dan rata-rata skor posttest yang diperoleh adalah 111,867. Maka rata-rata skor peserta didik kelompok kontrol mengalami peningkatan sebesar 0,8. Angka ini lebih rendah dari pada peningkatan skor yang diperoleh oleh peserta didik kelompok eksperimen yang telah melaksanakan bimbingan kelompok.
Rata-rata skor pretest kelompok eksperimen adalah 105,933. Rata-rata skor posttest yang diperoleh adalah 117,267. Maka rata-rata skor kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 11,333.
Rata-rata skor peserta didik kelompok kontrol mengalami peningkatan sebesar 0,8. Rata-rata skor peserta didik kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 11,333. Selisih peningkatan rata-rata skor posttest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol adalah 10,533. Maka dapat disimpulkan rata-rata skor kelompok eksperimen setelah melaksanakan bimbingan kelompok lebih tinggi dari pada rata-rata skor kelompok kontrol.
Kelompok eksperimen adalah kelompok peserta didik yang mendapatkan bimbingan kelompok. Kelompok kontrol adalah kelompok yang tidak mendapatkan bimbingan kelompok. Kedua kelompok melaksanakan pretest dan posttest pada waktu yang sama. Berdasarkan perhitungan statistik independent
sample t-test yang telah dilakukan diperoleh nilai adalah 3,762. Nilai pada adalah 1,70. Maka diperoleh > , yaitu 3,762 > 1,70 maka hipotesis yang menyatakan ada pengaruh bimbingan kelompok terhadap rasa percaya diri peserta didik kelas XI-Ak Smk Swasta YASPI Labuhan Deli Medan diterima.
Diterimanya hipotesis penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok memberikan pengaruh terhadap rasa percaya diri peserta didik. Bimbingan kelompok memberikan pengaruh dalam meningkatkan rasa percaya diri peserta didik. Peningkatan skor posttest yang diperoleh oleh seluruh peserta didik kelompok eksperimen menunjukkan bahwasanya seluruh peserta didik kelompok eksperimen mengalami peningkatan rasa percaya diri setelah melaksanakn bimbingan kelompok. Pada pelaksanaan pretest skor rata-rata yang diperoleh 105,93. Setelah pelaksanaan bimbingan kelompok meningkat menjadi 117,267. Besar peningkatan rata-rata skor adalah 11,337.
Percaya diri merupakan keyakinan yang dimiliki seseorang terhadap kemampuan dirinya sendiri. Kesuksesan seseorang untuk melakukan apa yang ia rencanakan bergantung pada kepercayaannya pada dirinya sendiri. Kepercayaan diri adalah suatu kondisi dimana peserta didik merasa mampu melakukan sesuatu dengan baik dan dengan penuh keyakinan. Dengan keyakinan maka peserta didik akan terbebas dari rasa ragu-ragu untuk melakukan sesuatu. Ia akan merasa mampu untuk melaksanakan suatu tindakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Maka kepercayaan diri harus dimiliki oleh setiap orang sebagai modal dasar untuk melakukan sesuatu.
Dengan kepercayaan diri yang baik peserta didik akan dapat melakukan tindakannya dengan maksimal.Terutama bagi peserta didik kelas XI yang sedang dalam masa belajar dan masa remaja. Kepercayaan diri sangat dibutuhkan agar peserta didik dapat melaksanakan apa yang ia inginkan dengan baik sehingga mencapai tujuan yang diharapkan. Baik dalam kegiatan belajar di sekolah sebagai peserta didik, maupun sebagai individu dalam kegiatan di rumah dan dilingkungannya.
Namun kepercayaan diri adalah suatu kondisi yang tidak stabil. Sikap percaya diri dalam diri seseorang mengalami naik turun. Bahkan seseorang bisa mengeluhkan rasa percaya diri yang tidak ada atau hilang dalam menghadapi sesuatu.134 Terlebih bagi peserta didik yang dalam masa remaja. Oleh sebab itu meningkatkan rasa percaya diri sangat penting bagi peserta didik.
134
Hoeda, Jadilah Dirimu Sendiri, Rahasia Menjadi Remaja Hebat (Semarang: Effhar, 2005), h.91.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa bimbingan kelompok yang dilaksanakan dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik. Bimbingan kelompok adalah proses bantuan yang diberikan oleh seorang pembimbing atau guru kepada beberapa orang peserta didik berupa pemberian informasi, pembahasan terhadap suatu topik tertentu yang dibutuhkan peserta didik dalam kehidupannya baik sebagai seorang individu dan sebagai makhluk sosial.
Menurut Sukardi layanan bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber tertentu (terutama dari pembimbing/konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat.135 Oleh sebab itu dalam pelaksanaan bimbingan kelompok pada penelitian ini terdapat kegiatan pemberian informasi dan pembahasan topik-topik yang berhubungan dengan rasa percaya diri peserta didik.
Informasi atau topik dalam bimbingan kelompok dibahas secara bersama-sama agar dapat dipahami peserta didik dengan benar sehingga dapat bermanfaat bagi peserta didik dalam meningkatkan rasa percaya diri peserta didik. Ada beberapa topik yang dibahas dalam bimbingan kelompok pada penelitian ini. Topik yang dibahas dalam pelaksanaan bimbingan kelompok pada penelitian ini adalah percaya diri, pemahaman diri, konsep diri, kemandirian, harga diri, keberanian dan keyakinan. Topik yang dibahas pada pelaksanaan bimbingan kelompok merupakan topik penting dan berhubungan dengan rasa percaya diri.
Winkel menyatakan tujuan bimbingan kelompok adalah supaya orang yang dilayani menjadi mampu mengatur kehidupannya sendiri, memiliki pandangannya sendiri, dan tidak sekedar mengikuti pendapat orang lain, mengambil sikap sendiri dan berani menanggung sendiri efek serta konsekuensi dari tindakan-tindakannya.136 Sikap-sikap yang menjadi tujuan bimbingan
135
Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di
Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), h. 48.
136
Winkel,W.S, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan (Yogyakarta: Media Abadi, 2004), h.564.
kelompok tersebut merupakan sikap yang dimiliki oleh seseorang yang percaya diri. Maka bimbingan kelompok memiliki hubungan dengan rasa percaya diri. Bimbingan kelompok bertujuan agar peserta didik yang dilayani memiliki rasa percaya diri.
Bimbingan kelompok adalah layanan yang diberikan kepada sekelompok peserta didik untuk membahas topik tertentu. Pembahasan topik dalam pelaksanaan bimbingan kelompok menyebabkan terjadinya interaksi antara para peserta didik. Interaksi yang terjadi pada setiap pertemuan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.
Dalam layanan bimbingan kelompok interaksi peserta didik ditunjukkan dengan saling bertukar pendapat tentang topik yang dibahas. Bertukar pendapat merupakan bagian dari perwujudan rasa percaya diri peserta didik. Sebab peserta didik yang tidak percaya diri akan mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapatnya. Bertukar pendapat sama artinya dengan berdiskusi. Menurut Hakim diskusi merupakan suatu cara yang sangat efektif untuk membangun rasa percaya diri siswa137. Oleh sebab itu diskusi dalam bimbingan kelompok merupakan cara yang efektif untuk membangun rasa percaya diri peserta didik.
Berdasarkan hasil wawancara tertulis dengan peserta didik kelompok eksperimen mereka menyatakan bahwa mereka merasa senang mengikuti bimbingan kelompok, sebab materi-materi yang dibahas sangat bermanfaat bagi mereka dalam meningkatkan rasa percaya diri mereka. Samida adalah peserta didik kelompok eksperimen menyatakan “saya akan lebih percaya diri kedepannya” dan ia juga menyatakan “kalau bisa satu kelas aja ikut bimbingan kelompok”. Sintya menyatakan “Bimbingan kelompok ini menurut saya adalah kegiatan positif untuk peserta didik termasuk saya. Saya ingin lebih lama mengikuti bimbingan kelompok ini karena dengan mengikuti bimbingan kelompok ini saya lebih percaya diri dan mendapatkan pengalaman yang positif dan bermanfaat.”
Dari hasil analisa data dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok memberikan pengaruh terhadap rasa percaya diri peserta
137 Thursan Hakim, Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri (Jakarta: Puspa Swara, 2002), h. 139.
didik. Bimbingan kelompok dapat meningkatkan rasa percaya peserta didik. Peserta didik kelompok eksperimen memiliki rasa percaya diri yang lebih baik setelah melaksanakan bimbingan kelompok.