BAB III METODE PENELITIAN
E. Pembahasan Penelitian
Menurut pendapat Moh. Amin (1995: 3) anak tunagrahita kategori sedang adalah anak yang memiliki kemampuan intelektual umum dan adaptasi perilaku di bawah anak tunagrahita ringan, selain itu anak tunagrahita kategori sedang atau tunagrahita mampu latih dapat diberikan pembelajaran yang mengarah ke akademik fungsionalnya. Kesulitan dalam hal beradaptasi pada anak tunagrahita kategori sedang menyebabkan anak tunagrahita sedang ini mengalami permasalahan yang cukup kompleks. Dengan kondisi seperti ini anak tunagrahita kategori sedang memerlukan bimbingan dalam aktivitas kesehariannya, sehingga dalam penelitian ini subjek perlu dapat diarahkan serta dikembangkan pada aspek akademik fungsionalnya dan keterampilannya yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari-harinya dan kedepannya.
Moh Efendi (2006: 98) menjelaskan karakteristik pada anak tunagrahita bahwa beberapa hambatan dari segi kognitif dan merupakan karakteristik anak tunagrahita kategori sedang yaitu anak mengalami kesulitan dalam konsentrasi, kemampuan sosialisasinya terbatas, tidak mampu mengikuti instruksi yang sulit, kurang mampu dalam menganalisis suatu hal. Sehingga anak tunagrahita kategori sedang memiliki kelemahan dan kesulitan dalam mempelajari hal-hal yang baru, tidak mampu mengikuti instruksi atau perintah yang sulit, pada segi fisik anak tunagrahita kategori sedang lebih terlihat jelas.
Dalam melakukan aktivitas keseharian bagi anak tunagrahita kategori sedang terutama rutinitas untuk merawat diri memang tidaklah mudah karena aktivitas tersebut merupakan aktivitas yang rutin. Merawat diri juga berkaitan dengan pembelajaran akademik fungsional terutama pada mata pelajaran IPA yang berkaitan dengan anggota tubuh, selain itu dengan pembelajaran akademik fungsional mengajarkan anak dimulai dari mengenal bagian anggota tubuhnya sendiri hingga cara merawat bagian tubunya sendiri. Dengan kemampuan mengenal konsep anggota tubuhnya, maka selanjutnya anak akan lebih memahami mengenai cara merawat anggota tubuhnya. Selain itu dalam pembelajaran diperlukan sebuah media pembelajaran yang sesuai.
Media merupakan alat atau bahan yang digunakan pada saat mengajar. Selain itu, media yang digunakan juga harus konkrit agar pada saat pembelajaran siswa dapat memahami materi yang diajarkan. Menurut Yusufhadi Miarso (2009: 464) menjelaskan bahwa beberapa kombinasi dari multimedia terdiri dari objek berupa teks, grafik atau image, audio atau suara, animasi dan video yang masing-masing objek memiliki peran dalam keseluruhan sistem. Dalam sebuah multimedia, harus menyajikan informasi dalam bentuk yang menyenangkan, menarik, mudah dimengerti serta jelas. Sehingga peneliti menggunakan sebuah multimedia berbasis flash dalam penelitian ini. Multimedia berbasis flash merupakan sebuah media yang berguna untuk mempermudah anak atau peserta didik dalam memahami materi yang disajikan. Penggunaan multimedia berbasis flash
yang menyerupai game interaktif ini akan diberikan kepada siswa tunagrahita kategori sedang kelas I sekolah dasar luar biasa.
Pada penelitian ini peneliti mencoba memberikan stimulus menggunakan multimedia berbasis flash. Pemilihan multimedia yang digunakan selama proses intervensi melalui beberapa pertimbangan peneliti. Berdasarkan pengamatan di lapangan, diketahui bahwa anak belum mampu memahami konsep anggota tubuhnya. Anak juga tertarik dengan hal baru terutama pada saat melihat benda yang menurutnya menarik. Sehingga peneliti mencoba memodifikasi serta mengaplikasikan sebuah multimedia berbasis flash untuk mengenalkan konsep anggota tubuh kepada anak tunagrahita kategori sedang dan disesuaikan dengan kemampuan anak. Multimedia berbasis flash dapat diberikan secara berulang-ulang kepada anak tunagrahita kategori sedang. Ketertarikan yang ditunjukkan pada saat pemberian intervensi kepada anak terlihat senang pada multimedia berbasis flash dan terkadang tidak mau berhenti.
Penelitian menggunakan multimedia interaktif juga dilakukan oleh Diah Anita (2013) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melakukan sebuah penelitian yang berjudul Pengembangan Multimedia Mata Pelajaran IPA Kelas IV Pokok Bahasan Panca Indera di SD Negeri Lempuyangan 1 Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia yang diwujudkan dalam bentuk CD interaktif tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, penggunaan Multimedia berbasis flash “Mengenalkan Konsep Anggota
Tubuh” dalam penelitian ini merupakan suatu perlakuan yang diberikan
oleh peneliti untuk mengatasi kesulitan pada anak tunagrahita kategori sedang dalam memahami konsep anggota tubuh. Penggunaan Multimedia
berbasis Flash “Mengenalkan Konsep Anggota Tubuh” menimbulkan
adanya perubahan kemampuan pada subjek ITS dalam mengenal konsep anggota tubuh. Perubahan kemampuan pada subjek ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan mengenal konsep anggota tubuh dan Frekuensi Peningkatan Pemahaman Konsep yang dilakukan subjek sebelum diberikan intervensi lebih tinggi dibandingkan setelah diberikan intervensi. Selain itu Keefektifan multimedia berbasis flash untuk mengenalkan konsep anggota tubuh pada penelitian ini berdasarkan perbandingan hasil yang diperoleh pada baseline 1 dan baseline 2. Apabila Frekuensi Peningkatan Pemahaman Konsep pada baseline 1 lebih banyak dibandingkan pada baseline 2 maka Multimedia Berbasis Flash
“Mengenalkan Konsep Anggota Tubuh” efektif terhadap kemampuan
mengenal anggota tubuh pada anak tunagrahita kategori sedang. F. Keterbatasan Penelitian
Dalam penelitian ini, terdapat beberapa keterbatasan yang berpengaruh terhadap hasil penelitian, seperti:
1. Validasi media hanya dilakukan oleh ahli media, selain itu pelaksanaan validasi serta pembuatan media cukup lama waktunya
sehingga waktu pelaksanaan penelitian tidak sesuai dengan perencanaan.
2. Validasi media tidak melibatkan ahli anak tunagrahita, sehingga materi yang ditampilkan pada multimedia berbasis flash untuk mengenalkan konsep anggota tubuh masih memiliki beberapa kekurangan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Penggunaan Multimedia
Berbasis Flash “Mengenalkan Konsep Anggota Tubuh” efektif terhadap peningkatan kemampuan mengenal konsep anggota tubuh pada anak tunagrahita kategori sedang kelas 1 SD di SLB Yapenas Yogyakarta. Keefektifan tersebut dapat dilihat dengan adanya peningkatan kemampuan memahami konsep anggota tubuh pada anak tunagrahita yaitu bertambahnya frekuensi pemahaman konsep berdasarkan item tes pada
Baseline 2 dibandingkan Baseline 1 atau setelah diberikan intervensi
menggunakan Multimedia Berbasis Flash “Mengenalkan Konsep Anggota Tubuh”. Frekuensi peningkatan pemahaman konsep anggota tubuh ditunjukkan berdasarkan 3 sesi baseline 1 (A) yaitu: A1= 1, A2=1, A3=1, frekuensi peningkatan dapat dikatakan stabil karena cenderung menetap. Frekuensi peningkatan yang ditunjukkan subjek selama 5 sesi intervensi (B) yaitu: B1=3, B2=6, B3=8, B4=9, B5=9, sedangkan frekuensi peningkatan pemahaman konsep anggota tubuh pada 2 sesi baseline2 (A’)
yaitu: A’1=9, A’2=9. Keefektifan tersebut juga didukung oleh persentase
overlap yang rendah yaitu 0%. Perubahan level yang terjadi pada perbandingan kondisi intervensi dengan baseline 2 (A’/B) untuk
multimedia berbasis flash untuk mengenalkan konsep anggota tubuh pada penelitian ini berdasarkan perbandingan hasil yang diperoleh pada
baseline 1 dan baseline 2. Apabila Frekuensi Peningkatan Pemahaman Konsep pada baseline 2 lebih banyak dibandingkan pada baseline 1 maka
Multimedia Berbasis Flash “Mengenalkan Konsep Anggota Tubuh”
efektif terhadap kemampuan mengenal anggota tubuh pada anak tunagrahita kategori sedang.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka terdapat beberapa saran yang dapat diberikan peneliti, diantaranya yaitu:
1. Bagi Guru
Guru diharapkan dapat menerapkan Multimedia Berbasis Flash ini sebagai salah satu alternatif media pembelajaran untuk menyampaikan materi mengenal konsep anggota tubuh.
2. Bagi Kepala Sekolah
Hendaknya kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan pelatihan kepada guru mengenai pemanfaatan multimedia pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Rohani. (1997). “Media Instruksional Edukatif”. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Anas Sudijono. (2008). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Arief S. Sadiman, dkk. (2011). Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.
Ariesto Hadi Sutopo. (2003). Multimedia interaktif dengan flash. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SDLB-C1. Jakarta: Depdiknas.
Daryanto. (2011). “Media Pembelajaran”. Bandung: CV.Vrama Widya.
Darma, Jarot S dan Shenia Ananda. (2009). “Buku Pintar menguasai Multimedia”. Jakarta: Media Kita
Diah Anita. (2013). “Pengembangan Multimedia Mata Pelajaran IPA Kelas IV
Pokok Bahasan Panca Indera di SD Negeri Lempuyangan 1 Yogyakarta”.
Skripsi. Yogyakarta: FIP UNY
Edi Purwanto. (2007). Pengembangan Sains SDLB. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Hamzah B Uno dan Nina Lamatenggo. (2011). “Teknologi Komunikasi dan
Informasi Pembelajaran”. Jakarta: Bumi Aksara.
Haryanto. (2000). “Evaluasi Media Instruksional”. Yogyakarta: FIP UNY. Haryanto. (2007). “Sains Untuk Sekolah Dasar Kelas 1”. Jakarta: Erlangga. Isnaini Rodhiya. (2014). “Keefektifan Penggunaan Media Permainan Bowling
Dalam Materi Operasi Pengurangan Bilangan Pada Anak Tunagrahita
Kategori Sedang”.Skripsi. Yogyakarta: FIP UNY.
Juang Sunanto, dkk. (2006). “Penelitian dengan Subyek Tunggal”. Bandung: UPI Press.
Kemis dan Ati Rosnawati. (2013). “Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita”. Jakarta: PT. Luxima Metro Media.
Maslichah Asy’ari. (2006). “Penerapan Pendekatan Sains-Teknologi-
Masyarakat: Dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar”. Jakarta:
Dirjendikti.
Mayer, Richard E. (2009). “Multimedia learning: Prinsip-prisip dan aplikasi”.
Penerjemah: Teguh Wahyu Utomo. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Moh. Amin. (1995). “Ortopedagogik Anak Tunagrahita”. Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Moh. Efendi. (2009). Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara.
Moh. Nazir. (2005). “ Metode Penelitian”. Bogor: Ghalia Indonesia.
Mumpuniarti. (2007). “Pendekatan Pembelajaran Bagi Anak Hambatan Mental”. Yogyakarta: Kanwa Publiser.
Nana Syaodih Sukmadinata. (2006). “Metode Penelitian Pendidikan”. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Parwoto. (2007). “Strategi Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus”. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional.
Riduwan, M.B.A. (2007). “Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian”. Bandung: Alfabeta.
Smaldino, Sharon E, dkk. (2011). “Instructional Technology &Media For Learning (Teknologi Pembelajaran dan Media Untuk Belajar)”. Jakarta:
Kencana.
Suharsimi Arikunto. (2002). “Prosedur Penelitian”. Edisi Revisi V. Jakarta: Rineka Cipta.
Sutjihati Somantri. (2006). “Psikologi Anak Luar Biasa”. Bandung: Refika Aditama.
Sutan Zanti Arbi dan Syahmiar Syahrun. (1992). “Dasar-dasar Kependidikan”. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Usman Samatowa. (2006). “Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar”. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Wardani, dkk. (2008). “Pengantar Pendidikan Luar Biasa”. Jakarta: Universitas Terbuka.
Zainal Arifin. (2012). “Evaluasi Pembelajaran”. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Lampiran 1. Isi Multimedia Berbasis Flash Untuk Mengenalkan Konsep
Anggota Tubuh Manusia”
Gambar 1. Petunjuk Penggunaan Multimedia Berbasis Flash Untuk Mengenalkan Konsep Anggota Tubuh
Gambar 2. Tampilan Halaman Awal
Gambar 3. Tampilan Menu Pembuka
Gambar 8. Tampilan Menu
Materi Bagian Kaki
Gambar 9. Tampilan Menu Permainan
Gambar 7. Tampilan Menu Materi Bagian Tangan Gambar 6. Tampilan Menu
Materi Bagian Kepala
Gambar 5. Tampilan Menu Materi
Gambar 4. Tampilan Menu Utama Multimedia Berbasis Flash
Gambar 12. Tampilan Menu
Evaluasi
Gambar 13. Tampilan Profil
Gambar 14. Tampilan Saat Ingin Keluar dari Aplikasi Gambar 10. Tampilan Menu
Permainan Tebak Gambar
Gambar 11. Tampilan Menu Permainan Susun Tubuh
Lampiran 2. Instrumen Kemampuan Mengenal Konsep Anggota Tubuh