BAB III METODOLOGI PENELITIAN
4.4 Pembahasan Penelitian
Berdasar hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila server-server yang memiliki utilitas prosesor dan memori rendah diatas (autentikasi, monitoring, unsla, dan user) dapat digantikan dengan sebuah server fisik yang di dalamnya berjalan 4 virtual server yang sama persis dengan 4 server nonvirtual dan running
secara stand alone serta memiliki utilisasi lebih optimal. Server - server virtual
tersebut tidak memiliki kapasitas hardware yang tinggi seperti server nonvirtual
di ICT center FKIP UNS, karena hanya memiliki kapasitas clock CPU 760 MHz dan kapasitas memori 512 Megabyte untuk masing - masing virtual machine. Berdasarkan data telah diketahui bahwa server-server mesin virtual tersebut bisa berjalan optimal hanya dengan menggunakan sedikit kapasitas clock CPU. Begitu juga halnya dengan kapasitas memori yang cukup menggunakan memori berkapasitas 512 Megabyte. Meskipun berkapasitas memori kecil untuk ukuran sebuah server, hal ini tidak menimbulkan gangguan terhadap operasional server
commit to user
dengan kapasitas minimal 128 megabyte saja (Olesen, 2011). Keterbatasan kapasitas tersebut tidaklah menjadikan masalah besar dalam pengoperasian server - server virtual itu untuk berfungsi sebagaimana keadaan server nonvirtual.
Server-server virtual tersebut memang tidak memiliki sumberdaya hardware
sebesar yang dimiliki server fisik di ICT center FKIP UNS karena kapasitas alokasi perangkat keras yang terbatas. Namun hal ini tidak menimbulkan masalah apabila diterapkan di ICT Center FKIP UNS, karena dalam kondisi riil server- server tersebut tidak menyediakan layanan yang diakses oleh pengguna umum (mahasiswa, dosen, karyawan FKIP UNS). Namun hanya diakses oleh NOC ICT-
Center FKIP UNS untuk keperluan manajemen IT di ICT-Center tersebut. Untuk penjelasan singkat mengenai masing – masing peran virtual server tersebut adalah sebagai berikut.
Virtual Server Autentikasi hanya berfungsi untuk autentikasi user yang terkoneksi ke dalam jaringan internal FKIP UNS, sehingga servis hanya berjalan sesaat saat user login ke captive portal dan mendapat autentikasi melalui daloradius di server autentikasi. Virtual Server monitoring hanya berfungsi sebagai pengamat/monitoring terhadap trafik bandwidth, load average, CPU dan
memory usage, serta beban kerja jaringan dari server – server lain yang terkoneksi di jaringan internal ICT Center FKIP UNS, sehingga tidak memerlukan beban kerja yang berat untuk sebuah server.Virtual Server User hanya berfungsi sebagai
control panel dari domain - domain website yang terdapat di server web dan
server multiuser ICT Center, sehingga server ini hanya diakses oleh seorang NOC untuk keperluan manajemen website dan domain. Tingkat akses dari server user
ini pun sangat jarang dilakukan selama penelitian berlangsung, oleh karena itu apabila peran server user digantikan oleh virtual server user hal ini tidak menimbulkan masalah. Virtual server yang terakhir adalah Virtual Server Unsla. Pada kondisi yang sebenarnya, server Unsla berisi sistem informasi perpustakaan yang digunakan untuk melakukan manajerial terhadap peminjaman,pengembalian dan rekap data buku pada perpustakaan FKIP UNS. Oleh karena itu server ini hanya diakses oleh administrator dari pihak perpustakaan dan oleh NOC ICT
commit to user
Center FKIP. oleh karena itu apabila peran server user digantikan oleh server user virtual hal ini tidak menimbulkan masalah.
commit to user
BAB V PENUTUP5.1 Kesimpulan
1. Prototype virtualisasi server di unit ICT-Center FKIP UNS menunjukkan adanya optimalisasi pada penggunaan sumber daya prosesor dan memori yang telah disesuaikan dengan beban kerja sehingga utilisasi perangkat keras mesin
server menjadi optimal.
2. Optimalisasi penggunaan prosesor dalam penelitian ini ditunjukkan dalam grafik perbandingan rata – rata penggunaan prosesor dan grafik penggunaan maksimal prosesor. Dalam grafik perbandingan rata – rata penggunaan prosesor menunjukkan rata – rata peningkatan penggunaan prosesor dari kondisinonvirtual ke kondisi virtual rata – rata adalah sebesar 3.35 kali lipat. Sedangkan dalam grafik perbandingan penggunaan maksimum prosesor menunjukkan, rata - rata peningkatan penggunaan prosesor dari kondisi
nonvirtual ke kondisi virtualadalah sebesar 4,19 kali lipat.
3. Optimalisasi penggunaan memori dalam penelitian ini ditunjukkan dalam grafik perbandingan sisa memori rata - rata dan sisa memori maksimum. Penggunaan memori dikatakan optimal apabila sisa memori semakin sedikit. Dalam grafik perbandingan rata – rata sisa memori menunjukkan rata – rata penurunan sisa memori dari kondisi server nonvirtual ke kondisi virtual server
rata - rata sebesar 23,24 kali lipat. Sedangkan dalam grafik perbandingan sisa memori maksimum menunjukkan rata - rata penurunan sisa memori dari kondisi server nonvirtual ke kondisi virtual server rata - rata sebesar 15,50 kali lipat.
4. Virtual server dalam penelitian ini tidak memiliki kapasitas hardware yang tinggi bila dibandingkan dengan server nonvirtual pada ICT Center FKIP UNS, namun tidak menimbulkan masalah bagi ICT Center FKIP karena dalam kondisi riil server-server tersebut tidak menyediakan layanan yang diakses oleh pengguna umum.
commit to user
5.2 Saran1. Ragam pengujian yang dilakukan penulis terbatas karena penelitian dilakukan di lingkungan ICT Center sebuah instansi pendidikan yang sumber daya perangkat keras pendukung virtualisasinya terbatas. Penelitian ini akan lebih efektif bila dilakukan di lingkungan perusahaan yang menggunakan blade server dengan sumber daya perangkat keras yang lebih tinggi.
2. Pengujian apache benchmarking terhadap aplikasi web yang berpengaruh kepada CPU dan memori sebaiknya dilakukan melalui koneksi internet dari luar (bukan koneksi lokal/intranet). Hal ini untuk mendapatkan data yang akurat, apabila server yang divirtualisasi adalah server yang diakses oleh pengguna umum tidak hanya diakses oleh NOC.
3. Dalam melakukan penelitian mengenai virtualisasi hypervisor, sebaiknya juga diulas tentang kekurangan dan kelebihan dari virtualisasi hypervisor
dibandingkan virtualisasi jenis lainnya.
4. Penelitian mengenai virtualisasi server menggunakan VMware ESXi masih luas, sebaiknya juga dilakukan penelitian mengenai cara mengatasi downtime
tanpa mengalami gangguan terhadap layanan server dan cara membackup server yang divirtualisasi.