• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab ini memuat kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang dapat digunakan untuk acuan penelitian berikutnya.

commit to user

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori 2.1.1 Virtualisasi

Dalam ilmu komputer, virtualisasi adalah istilah umum yang mengacu kepada abstraksi dari sumber daya komputer. Definisi lainnya adalah "sebuah teknik untuk menyembunyikan karakteristik fisik dari sumber daya komputer dari bagaimana cara sistem lain, aplikasi atau pengguna berinteraksi dengan sumber daya tersebut. Virtualisasi dalam hal ini termasuk membuat sebuah sumber daya tunggal (seperti server, sebuah sistem operasi, sebuah aplikasi, atau peralatan penyimpanan terlihat berfungsi sebagai beberapa sumber daya logikal; atau dapat juga termasuk definisi untuk membuat beberapa sumber daya fisik (seperti beberapa peralatan penyimpanan atau server) terlihat menggunakan satu sumber daya logikal" (Ruest, 2009).

Konsep virtualisasi pertama kali muncul pada awal tahun1960, ketika IBM mengenalkan penggunaan Time Sharing. Saat ini, istilah tersebut diasosiasikan dengan komputer mainframe dan On Demand Computing mesinx86. Pada tahun 1964,Gene Amdahl merancang IBM System/360 yang menyediakan kemampuan virtualisasi secara terbatas. Pada tahun 1998, VMware didirikan oleh Diane Greene dan Dr.Mendel Rosenblum, dibantu 2 mahasiswa Stanford University. Pada bulan Oktober 1998, diusahakan paten untuk metode virtualisasi berdasarkan penelitian yang dilakukan. Paten tersebut kemudian disahkan pada 28 Mei 2002. Pada tahun 1999, VMware mengenalkan produk VMware Virtual Platform.

Produk yang dianggap sebagai platform virtualisasi x86 pertama kali ini, kemudian dikembangkan menjadi produk yang sekarang dikenal sebagai VMware

Workstation. Pada akhir tahun 2000, VMware mengeluarkan produk virtualisasi

server VMware GSX Server 1.0. Produk ini masih diinstall di atas sistem operasi Linux atau Windows dan ditujukan untuk server kelas workgroup. Tidak lama kemudian, VMware mengeluarkan platform virtualisasi server kelas mainframe, yaitu VMware ESX Server 1.0. ESX Server memiliki keunggulan dibandingkan

commit to user

dengan GSX Server, yaitu lebih stabil, dan overhead yang lebih sedikit. Hal ini disebabkan ESX Server diinstal secara langsung pada mesin server, bertindak sebagai hypervisor, atau yang dikenal sebagai Virtual Machine Monitor (VMM) pada virtualisasi Xen.

Selain VMware dan Microsoft, juga muncul teknologi virtualisasi server

yang disebut dengan Xen. Xen awalnya dikembangkan oleh Research Group di laboratorium komputer Universitas Cambridge. Pada tahun 2006, Xen Source merilis Xen Enterprise3.0 untuk berkompetisi dengan VMware ESX Server. Kemudian pada tahun 2007 Xen Source merilis Xen Enterprise v4 yang lebih stabil dan lebih kaya fitur, mendekati VMware ESX Server (Ruest, 2009).

Gambar 2.1 Perkembangan Virtualisasi

1. Teknologi Virtualisasi

Sistem komputer modern tersusun atas beberapa layer, yaitu layer hardware, layer operating system, dan layer program aplikasi. Software

virtualisasi melakukan abstraksi dari mesin virtual dengan cara menambahkan

layer baru di antara 3 layer di atas. Posisi dari layer baru tersebut menentukan

level dari virtualisasi. Secara umum terdapat 3 level virtualisasi (Anonim, 2007a)

a. Level Hardware

Diterapkan oleh mainframe IBM. Mainframe tersebut menjalankan sistem operasi yang berfungsi untuk menyediakan servis virtualisasi, sehingga

mainframe tersebut dapat dipartisi dimana masing-masing partisi dapat menjalankan sistem operasi dan aplikasi sendiri. Layer virtualisasi berada tepat di atas layer hardware, sehingga akses ke hardware dari mesin

commit to user

virtual dapat dilakukan secara efisien. Arsitektur virtualisasi pada level hardware disebut juga sebagai arsitektur hypervisor(Gambar 2.2).

Gambar 2.2. Virtualisasi Level Hardware

b. Level Sistem Operasi

Layer virtualisasi diletakkan di atas layer sistem operasi. Program aplikasi dijalankan di atas sistem operasi pada mesin virtual. Akses ke hardware

dari mesin virtual harus melalui sistem operasi dari mesin fisik, sehingga tidak seefisien pada arsitektur hypervisor(Gambar 2.3).

Gambar 2.3. Virtualisasi Level Sistem Operasi

c. Level Bahasa Tingkat Tinggi

Layer virtualisasi berada di atas layer program aplikasi, berfungsi untuk melakukan abstraksi mesin virtual yang dapat menjalankan program yang ditulis dan dikompilasi sesuai dengan definisi abstrak mesin virtual yang akan menjalankan program tersebut.

commit to user

2. Karakteristik Virtualisasi

Terdapat 3 kebutuhan formal untuk lapisan virtualisasi. Sebuah lapisan virtualisasi harus memenuhi karakteristik sebagai berikut (Ruest, 2009) : a. Equivalensi : lapisan virtualisasi menyediakan suatu kondisi yang identik

dengan mesin fisik bagi perangkat lunak sehingga perangkat lunak yang berjalan diatas mesin virtual seharusnya dapat berjalan seperti pada mesin asli.

b. Efisiensi : perangkat lunak yang berjalan di kondisi virtual, tidak mengalami penurunan performa yang signifikan. Sebagian besar instruksi seharusnya dapat dieksekusi secara langsung pada prosesor mesin fisik tanpa ada intervensi dari virtual machine monitor.

c. Kontrol Sumber Daya : lapisan virtualisasi mempunyai hak penuh untuk mengatur sumber daya perangkat keras. Sumber daya yang dimaksud adalah memori dan perangkat I/O. Sebuah lapisan virtualisasi dikatakan memiliki kontrol penuh terhadap sumber daya apabila suatu perangkat lunak tidak dapat mengakses sumber daya yang tidak dialokasikan kepada nya dan lapisan virtualisasi pada kondisi tertentu dapat mengambil kembali sumber daya yang telah dialokasikan.

3. Jenis –Jenis Virtualisasi a. Virtualisasi CPU

Proses yang berjalan pada arsitektur x86 memiliki hierarki instruksi. Hierarki tersebut menentukan hak untuk mengunakan fungsi CPU tanpa mengakibatkan fault. Terdapat 4 ring hierarki, yaitu 0,1,2, dan 3. Ring 0 memiliki hak akses paling tinggi (most privileged), sedangkan ring 3 memiliki hak akses paling rendah (leas privileged). Sebagian besar sistem operasi x86 menggunakan konfigurasi 0 - 3, dimana ring 0 digunakan oleh sistem operasi dan ring 3 digunakan oleh program aplikasi.

b. Virtualisasi Memori

Virtualisasi memori dilakukan dengan membagi memori fisik mesin server

commit to user

dengan alokasi memori pada sistem modern. Sistem operasi melakukan pemetaan page virtual ke nomor pagefisikal yang tersimpan di page table. Pada virtualisasi server, dibutuhkan 1 tingkat memori virtual lagi, untuk menghubungkan memori virtual guest operating system dengan memori mesin server.

c. Virtualisasi Perangkat I/O

Virtualisasi perangkat I/O dilakukan dengan mengatur request I/O antara perangkat virtual dengan perangkat fisik. Perangkat keras virtual

meneruskan request yang diterimanya ke hypervisor untuk kemudian diteruskan ke perangkat keras mesin. Proses ini dilakukan secara efisien tanpa membebani utilisasi prosesor.

2.1.2 Prosesor Pendukung Virtualisasi

Gambar 2.4. Rack Mount Server

Virtualization Technology adalah teknologi yang memungkinkan sebuah

processor bekerja seperti memiliki beberapa processor yang masing-masing bisa menjalankan operating system yang berbeda beserta program-programnya secara bersamaan. Virtualization Technology ini sebenarnya bukan hal baru. Dulu pada zaman pemakaian 486DX2, sebenarnya teknologi ini sudah dikenal. Teknologi ini pada saat itu bisa membuat beberapa virtual machine yang menjalankan operating system atau program-program/games under DOS secara bersamaan.

Saat ini ada beberapa software di pasaran yang mampu membuat

commit to user

software yang paling terkenal. Walaupun user bisa memanfaatkan software-software seperti VMware untuk virtualization technology ini, menggunakan processor yang memiliki feature virtualization technology ini sebenarnya memberikan keuntungan lebih seperti selain ada banyak instruksi-instruksi baru yang memudahkan pengaturan virtualisasi itu sendiri tentu saja memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan software

(Anonim.2009b).

Terdapat sedikit perbedaan antara virtualization dengan multitasking atau denganhyperthreading. Pada teknologi multitasking yang berjalan hanya 1 sistem operasi dengan beberapa program yang dijalankan di dalamnya. Pada

virtualization technology, user bisa menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan dan masing-masing sistem operasi tersebut bisa menjalankan beberapa

program. Masing-masing sistem operasi ini berjalan pada Virtual Machine atau

Virtual CPU. Sedangkan teknologi hyperthreading mensimulasikan dua CPU pada satu CPU yang berfungsi untuk menyeimbangkan performance

menggunakan SMP (Symmetric Multi Processing) dan kedua CPU tersebut tidak bisa dipakai secara terpisah. Teknologi virtualisasi CPU ini tidak dimiliki oleh semua prosesor intel.

2.1.3 Perangkat Lunak Virtualisasi

Berikut ini beberapa perangkat lunak virtualisasi yang paling sering digunakan dalam dunia enterprise untuk efisiensi data center (Ruest, 2009) :

1. Vmware Server

Merupakan produk gratis yang dikembangkan dari produk VMware

Workstation. Teknologi virtualisasi yang digunakan adalah instalasi diatas OS (host virtualization).

2. XenServer

Perangkat lunak ini juga diinstal diatas mesin langsung dan didukung oleh Intel dan AMD untuk menyediakan perangkat keras yang mendukung virtualisasi.

commit to user

3. VMware ESX Server

Perangkat lunak ini diinstal diatas mesin server langsung tanpa ada perantara

host operating system atau disebut juga arsitektur hypervisor. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga efisiensi dan performa serta menghindari overheat

memori.

4. Microsoft Virtual Server

Berbeda dengan ESX Server dan Xen Server, produk ini diinstal di atas sistem operasi host, yaitu Windows Server 2003. Performanya dibawah ESX Server maupun Xen Server karena overhead cukup tinggi.

5. Microsoft Hyper-V

Microsoft mengeluarkan perangkat lunak virtualisasi server baru yang diberi kode Veridian karena produk Virtual Server dianggap gagal. Teknologi

hypervisor ini dirilis dalam 2 versi, yaitu versi yang disertakan secara gratis dalam sistem operasi Microsoft Windows Server 2008 R2 dan versi instalasi diatas mesin langsung.

2.1.4 VMware ESXi 3.5

VMWare ESX Infrastructure adalah salah satu application suite yang dapat digunakan untuk membangun infrastruktur virtual server. ESXi dapat dikatakan sebagai fondasi untuk komponen virtual infrastructure 3 yang lain. ESXi adalah hypervisor atau lapisan virtualisasi yang diinstal diatas mesin (baremetal), tanpa memerlukan instalasi sistem operasi host terlebih dahulu. VMware mendesain ESXi untuk diinstal dengan perangkat lunak yang sudah dipilih dan diperlukan saja, sehingga mengurangi kode kernel untuk driver

perangkat keras. Ini membuat kernel ESXi memiliki respon cepat dan mengalami

overhead yang kecil. Performa juga lebih tinggi apabila dibandingkan dengan teknologi virtualisasi server yang mengharuskan instalasi sistem operasi terlebih dahulu, karena sistem operasi tersebut juga akan melakukan instalasi driver-driver

danfitur-fitur yang belum tentu diperlukan.

ESXi memiliki 2 komponen penyusun, yaitu VMkernel dan Service Console(COS). VMkernel yang merupakan inti dari ESXi memiliki tugas untuk

commit to user

mengatur akses mesin virtual terhadap sumber daya perangkat keras yang tersedia dengan menyediakan penjadwalan CPU, manajemen memori, dan pemrosesan data melalui switch virtual. COS digunakan untuk berkomunikasi dan mengatur

virtual machine kernel menggunakan command standar Linux dan sejumlah

command spesifik Vmware (Anonim. 2006).

Vmware ESXi 3.5 memiliki 5 elemen penyusun infrastruktur virtualisasi antara lain adalah :

1. Sumber Daya Virtual dalam bentuk Host dan Cluster

Sumber daya dalam bentuk host dan cluster yaitu sumber daya perangkat keras dari mesin server (ESX Server). Sejumlah ESX Server kemudian digabungkan menjadi klaster, sehingga kemampuan dari sejumlah ESX Server tersebut dapat diatur sebagai suatu kesatuan. Secara dinamis kemampuan komputasi dapat ditambah atau dikurangi dengan penambahan atau pengurangan ESX Server yang tergabung di klaster. Host adalah representasi sumber daya perangkat keras dari sebuah mesin server x86. Misal suatu mesin server memiliki 4 buah prosesor

dual-core dengan masing-masing prosesor memiliki kecepatan komputasi 4

gigahertz dan memori sebesar 32 gigabytes, maka total sumber daya perangkat keras yang disediakan ke sejumlah mesin virtual adalah kecepatan komputasi 32

gigahertz dan kapasitas memori 32 gigabytes. Klaster adalah representasi dari gabungan sumber daya sejumlah host yang tergabung dalam sebuah jaringan dan berbagi media penyimpanan data. Misal, suatu klaster terdiri dari 8 server, masing-masing memiliki prosesor dual-core 4 gigahertz dan 32 gigabytes

memori, maka klaster akan memiliki kecepatan prosesor 256 gigahertz dan memori 256 gigabytes(Anonim, 2010).

2. Media Peyimpanan Virtual

Ruang penyimpanan data yang dimaksud adalah representasi dari kombinasi beberapa konfigurasidiskfisik yang dapat berupa fibre optic SAN, NAS (Network Attached Storage), atau iSCSI. VMware ESXi 3.5 menyediakan lapisan abstraksi yang dapat menyembunyikan keberagaman konfigurasi disk tersebut. Sebuah mesin virtual disimpan dalam bentuk kumpulan file di sebuah direktori di dalam

commit to user

datastore. Sebuah disk virtual di dalam setiap mesin virtual termasuk di dalam salah satu atau lebih file di direktori tersebut. Hal ini memberikan kemudahan dalam penyalinan (copy), migrasi atau backup. File dengan ekstensi .vmdk merupakan disk virtual mesin virtual, sedangkan file dengan ekstensi .vmx merupakan konfigurasi mesin virtual.

Ada 3 macam file system yang dapat dipakai pada datastore Vmware ESXi 3.5, yaitu VMware Virtual Machine File System (VMFS), Raw Device Mapping

(RDM) dan Network File System (NFS). Sebuah volume VMFS dapat berupa satu atau gabungan beberapa Logical Unit Number (LUN) dari beberapa konfigurasi disk fisik. Sistem operasi dari mesin virtual tidak dapat mengakses secara langsung ruang penyimpanan data. Akses dilakukan melalui lapisan virtualisasi yang menyediakan driver SCSI. Mesin virtual dapat menggunakan driver BusLogic atau LSI Logic. Kemudian dengan driver tersebut mesin virtual dapat menggunakan virtual SCSI HBA (Host Bus Adapter). Setiap mesin virtual dapat memiliki 1 hingga 4 virtual SCSI HBA. Virtual SCSI HBA memberikan akses mesin virtual ke perangkat SCSI virtual, sama dengan fungsi SCSI HBA fisik yang memberikan akses ke perangkat SCSI fisik (Anonim, 2010).

Gambar 2.5. Perangkat Jaringan Virtual dalam ESXi 3.5

Pada gambar 2.5 diatas terlihat bahwa Vmnic0 (virual machine network interface card0)host ESXi terkoneksi dengan lima virtual switch(vswif) dengan alamat IP

gateway dari ESXi adalah 192.168.71.31.

3. Perangkat Jaringan

Jaringan menghubungkan antar mesin virtual atau antara mesin virtual dengan area di luar infrastruktur virtual. Seperti mesin server fisik, virtual server juga

commit to user

memiliki komponen jaringan, yaitu virtual NIC (vNIC), vitual switch (vSwitch), dan port group. Setiap mesin virtual memiliki vNIC masing-masing. Sistem operasi dan aplikasi berkomunikasi dengan vNIC melalui driver yang disediakan oleh ESX Server. Seperti NIC, vNIC juga memiliki alamat MAC, 1 atau lebih alamat IP, dan respon terhadap protokol standar Ethernet.

Untuk mempermudah dalam membedakan NIC fisik dengan NIC virtual, selanjutnya digunakan vmnic untuk menyebut NIC fisik dan vNIC untuk menyebut NIC virtual.Virtual switch mirip dengan switchfisik yang beroperasi di lapisan 2 Ethernet (lapisan Data Link). Setiap host memiliki minimal 1 vSwitch, dengan jumlah maksimal 248. Setiap vSwitch memiliki 2 sisi, sisi pertama adalah

port group yang menghubungkan sejumlah virtual machine di host tersebut (jaringaninternal). Sisi yang lain bertindak sebagai uplink yang terhubung dengan vmnic di mesin server (jaringan eksternal).

Sebuah vSwitch dapat mempung virtual port internal sebanyak 1016 port dan

virtual port eksternal sebanyak 32 port. Jadi, mesin virtual berkomunikasi dengan dunia luar melalui vmnic yang terhubung dengan sisi uplink vSwitch.

Administrator juga dapat mengatur vSwitch agar tidak memiliki koneksi uplink, hanya koneksi internal antar mesin virtual saja. Hal ini berguna ketika ESX Server

digunakan untuk percobaan suatu aplikasi TI dalam proses development. Sebuah

uplink vSwitch dapat terkoneksi dengan lebih dari 1 vmnic untuk membuat konfigurasi teaming. NIC teaming digunakan untuk membagi beban trafik jaringan (load balancing) atau menyediakan jalur cadangan untuk berjaga-jaga ketika salah satu dari vmnic rusak (failover).Port group adalah mekanisme untuk mengatur kelompok jaringan. Port group memiliki fungsi yang mirip dengan VLAN pada switch fisik. Sebuah vSwitch dapat memiliki beberapa port group.

Virtual Machine dapat menghubungkan vNICnya di port mana saja. Selama terhubung dalam port group yang sama, 2 virtual machine juga tergabung dalam jaringan yang sama, tentu saja hanya di dalam lingkungan virtual tersebut (Anonim, 2010).

commit to user

4. MesinVirtual

Mesin Virtual adalah virtualisasi dari server fisik. Mesin Virtual ini mengkonsumsi sumber daya perangkat keras secara dinamis, sesuai dengan beban kerjanya. Ketika beban kerjanya meningkat, maka konsumsi terhadap sumber daya CPU dan memori juga meningkat. Demikian sebaliknya, jika beban kerjanya menurun, maka sumber daya yang sebelumnya digunakan akan dikembalikan (Anonim, 2010).

5. Virtual Infrastructure Client

VMware Virtual Infrastructure Client atau biasa disebut VI Client (VIC) merupakan sebuah tools yang digunakan untuk remote server dan digunakan untuk mengelola host ESXi dan virtual machine di dalamnya. Melalui tools ini,

user dapat melakukan berbagai macam konfigurasi terhadap host ESXi seperti manajemen alokasi memori, manajemen alokasi resource CPU, pengelolaan media penyimpanan data dan media penyimpanan data virtualnya. Selain itu user

juga dapat menambahkan virtual machine di dalam host dan melakukan konfigurasi spesifikasi mesin virtual sesuai kebutuhan.

2.1.5 Sistem Operasi Server dan Perangkat Lunak Pendukung

1. Ubuntu Server 10.04

Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian. Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd yang merupakan perusahaan milik seorang kosmonot asal Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.

2. Apache 2.0

Server HTTP Apache atau web server apache adalah web server yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas

commit to user

web ini menggunakan HTTP. Apache memiliki fitur-fitur canggih seperti pesan kesalahan yang dapat dikonfigurasi, autentikasi berbasis basis data dan lain-lain.

3. MySQLServer

MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basis data relasional yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). SQL (Structured Query Language) adalah sebuah konsep pengoperasian basis data, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.

4. PhpMyAdmin

Perangkat lunak bebas yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP yang digunakan untuk menangani administrasi MySQL pada World Wide Web. phpMyAdmin mendukung berbagai operasi MySQL, diantaranya (mengelola basis data, tabel-tabel, fields, relations, indeks, pengguna, permissions, dan lain-lain).

5. Radius

Radius sebagai aplikasi untuk autentikasi, dengan nama paket freeradius dan freeradius-mysql agar radius dapat bekerjasama dengan MySQL Pada Freeradius, terdapat aplikasi Daloradius untuk memudahkan pengaturannya. Aplikasi Daloradius bisa didapat di daloradius.com. Daloradius merupakan aplikasi berbasis web yang memudahkan pembuatan basis data pada konfigurasi radius, melihat status server, menambah user, serta beberapa fungsi lain.

6. SNMP

Protokol standard industri yang digunakan untuk memonitor dan mengelola berbagai perangkat di jaringan Internet meliputi hub, router, switch, workstation dan sistem manajemen jaringan secara jarak jauh (remote) (Berry, 2007).

commit to user

7. EHCP

EHCP adalah control panel webhosting gratis yang dikembangkan oleh http://ehcp.net. didalamnya sudah terinstall fitur-fitur pendukung seperti webftp, phpmyadmin, hosting control panel, domain control panel, webmail, pengaturan reseller. EHCP hanya bisa digunakan untuk distro linux berbasis Ubuntu.

8. CactiNetwork Monitoring

Cacti adalah aplikasi monitoring jaringan dengan lisensi open source dan berbasis web. Pada umumnya digunakan untuk membuat data grafik seperti kinerja CPU, Memory, Load Average dan bandwidth. Cacti khususnya digunakan pada interface switch dan router jaringan lewat SNMP untuk memonitor trafik jaringan. Cacti memanfaatkan RRD tool untuk data storage

dan fungsi graphing. Cacti menyediakan polling yang cepat, multiple data acquisition methods, dan user management yang diperbolehkan untuk mengakses graph / hasil network monitoring (Berry, 2007).

2.1.6 Pengukuran Optimalisasi Utilisasi Prosesor dan Memori

Utilisasi prosesor didefinisikan sebagai rata-rata penggunaan prosesor oleh setiap proses atau kerja tertentu, sedangkan utilisasi memori adalah rata – rata penggunaan memori, untuk semua aplikasi yang melakukan proses pada server

(Qodarsih, 2007). Peningkatan utilisasi sumber daya prosesor dan memori disebabkan oleh kenaikan beban kerja yang dialami server. Frekuensi penggunaan layanan yang tinggi ketika jam operasi kantor, akan membuat beban kerja mesin

virtual lebih tinggi daripada waktu istirahat. Secara akumulasi, peningkatan beban kerja sejumlah mesin virtual akan meningkatkan beban kerja suatu host. Peningkatan beban kerja tersebut ditandai dengan utilisasi prosesor dan memori yang bertambah.

Layanan HTTP dipilih sebagai representasi layanan yang umum digunakan dalam dunia TI untuk diujikan dalam uji kinerja. Dari segi utilisasi CPU, HTTP akan memakan sumber daya CPU seiring dengan bertambahnya jumlah

commit to user

server HTTP terhadap sekumpulan peraturan yang sudah didefinisikan sebelumnya, dan akan dibalas dengan sebuah HTTP-reply berdasarkan aturan tadi.

Utilisasi CPU ini akan bertambah jika server HTTP dikombinasikan dengan pemrosesan output secara dinamis, seperti HTML preprocessor, komputasi database, autentikasi user, dan lain lain (Haris, 2009).

2.1.7 Cara Pengukuran dan Pengujian Utilisasi Prosesor dan Memori

1. Pengukuran Utilisasi CPU dan Memori Menggunakan Cacti

Untuk mengukur tingkat utilisasi CPU dan memori diperlukan sebuah

software untuk memvisualisasikan data – data yang ada sebelum diolah dan dibandingkan performansinya.

Gambar 2.6. Halaman Login Cacti

Gambar 2.6 menunjukkan halaman login dari cacti, untuk mengelola jaringan yang akan di monitoring, seorang NOC harus login ke dalam cacti dengan mengetikkan URL dari direktori instalasi cacti tersebut, misalnya http://192.168.71.54/cacti kemudian login dengan menginput user name dan

password

commit to user

Gamb Denga bandw a. Co A d h C P d a d A se

Dokumen terkait