BAB I. PENDAHULUAN
D. Pembahasan Penelitian Peranan Komunitas Misdinar
Berdasarkan jawaban dari 12 responden yaitu 8 anggota misdinar dan 4 pendamping komunitas misdinar di Stasi Waykandis, Gereja St. Maria Immaculata Bandarlampung, Lampung. Yang terdiri dari AM 1-AM 4 dan AM 8 yang saat ini sedang menempuh pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), sedangkan AM 5-AM 7 yang saat ini sedang menempuh pendidikan ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), serta 2 pendamping yang merupakan seksi liturgi Stasi Waykandis, 1 pendamping seorang suster kongergasi CB serta 1 pendamping adalah mahasiswi. Melalui wawancara menunjukkan bahwa mereka masih aktif ikut dalam kegiatan komunitas misdinar serta mendampingi anggota misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja di Stasi Waykandis Gereja St. Maria Immaculata Bandarlampung, Lampung. Pembahasan hasil penelitian ini berdasarkan data hasil wawancara yang dilengkapi dengan studi dokumen serta observasi di Stasi St. Maria Immaculata Bandarlampung, Lampung, pada 6
Juli-20 Juli Juli-2019. Tujuannya untuk mengetahui pelaksanaan peranan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja di Stasi Waykandis Gereja St. Maria Immaculata Bandarlampung, Lampung.
1. Pelaksanaan Peranan Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Remaja
Pada bagian ini, pembahasan mencakup jawaban responden yakni anggota komunitas misdinar dan pendamping komunitas misdinar yang meliputi pandangan tentang komunitas misdinar, motivasi dalam komunitas misdinar, keterlibatan dalam komunitas misdinar, peran komunitas sebagai wadah pembinaan iman remaja, bentuk-bentuk kegiatan dalam komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja, manfaat komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja
a. Pandangan tentang Komunitas Misdinar
Berdasarkan hasil wawancara dengan anggota komunitas misdinar menunjukkan ada beberapa anggota misdinar yang mengungkapkan bahwa komunitas misdinar sudah sungguh dapat menjadi wadah pembinaan iman bagi anggota misdinar seperti yang diungkapkan oleh AM 1, AM 2-AM 8 yaitu bahwa komunitas misdinar sudah sungguh menjadi wadah dikarenakan disetiap minggunya ada pembinaan iman. Berkaitan dengan komunitas misdinar Gabriel mengungkapkan bahwa:
“Komunitas misdinar dapat menjadi salah satu wadah bagi pembinaan iman remaja dikarenakan dalam komunitas misdinar beranggotakan sekelompok remaja Katolik yang berjiwa penuh pengabdian, tanpa pamrih, menyediakan dirinya dengan rela untuk melayani Gereja” (Gabriel, 1997: 11).
Sama halnya yang diungkapkan oleh Gabriel bahwa komunitas misdinar beranggotakan remaja katolik begitupula yang diungkapkan oleh AM 4 yang mengatakan bahwa komunitas misdinar juga digunakan sebagai tempat berkumpul dengan teman-teman seiman. Hal yang sama juga disampakan oleh P2 dan P3 yang mengungkapkan bahwa komunitas misdinar menjadi tempat untuk berkumpul untuk melayani Tuhan dengan tulus hati serta menjadi tempat untuk menjalin keakraban, menumbuhkan iman, serta tempat perjumpaan iman satu sama lain, hal yang sama juga penulis temukan melalui observasi yang menunjukkan bahwa komunitas misdinar menjadi tempat untuk berkumpul anggota misdinar untuk melakukan berbagai kegiatan seperti kegiatan pertemuan rutin, latihan misdinar, serta rapat kegiatan dengan para pengurus misdinar.
Selain menjadi tempat berkumpul komunitas misdinar juga dapat menjadi tempat untuk saling melayani seperti yang diungkapkan oleh P1 dan P4 yaitu bahwa komunitas misdinar sudah dimanfaatkan dengan baik sebagai wadah pembinaan dikarenakan anggota misdinar semakin paham akan sakramen dikarenakan anggota misdinar sudah mulai ambil bagian dalam Ekaristi serta kegiatan yang ada dalam komunitas misdinar sehingga komunitas misdinar juga sudah menjadi tempat dimana adanya saling membutuhkan satu sama lain untuk saling melayani dan memberi.
Sedangkan P2 dan P3 memiliki pendapat yang berbeda. Mereka mengungkapkan bahwa komunitas misdinar belum dimanfaatkan dengan baik sebagai wadah pembinaan iman remaja dikarenakan masih banyak diantara para anggota misdinar yang pasif mengikuti kegiatan misdinar, P3 menegaskan bahwa
keaktifan para anggota misdinar baru sampai pada rutinitas saja. Dalam observasi penulis juga menemukan bahwa ketidakatifan para anggota komunitas misdinar dalam mengikuti kegiatan tampak pada waktu pelaksanaan kegiatan yang mundur dari jadwal yang telah ditetapkan. Berkaitan dengan hasil wawancara serta observasi nampak jelas bahwa komunitas sudah menjadi tempat untuk berkumpul dengan teman-teman seiman yang didalamnya terdapat perjumpaan iman terutama dalam Ekaristi namun sebagai wadah pembinaan iman masih perlu ditingkatkan kembali dikarenakan para anggota dalam komunitas misdinar ada yang pasif dalam mengikuti kegiatan yang diadakan.
b. Motivasi dalam Komunitas Misdinar
Hurlock (2002: 214) mengungkapkan bahwa perkembangan sosial remaja tampak dari berbagai kegiatan sosial yang banyak dilakukan oleh remaja, namun dalam aksinya remaja tergabung dalam kelompok teman sebaya dikarenakan kelompok teman sebaya memberikan kesempatan kepada mereka untuk melatih cara mereka dalam bertindak, berperilaku, dan melakukan hubungan sosial. Pendapat yang sama tentang kelompok sebaya juga disampaikan oleh P4 mengungkapkan motivasinya bahwa dalam hidup menggereja membutuhkan satu sama lain yang lebih dikenal dengan tim, melalui tim inilah Gereja memberikan pelayanan dengan sesamanya, inilah yang menjadi dasar motivasi remaja mengikuti kegiatan dalam komunitas misdinar seperti yang disampaikan oleh AM 7 motivasi bergabung dalam komunitas misdinar diawali dengan paksaan dari orangtua namun setelah berdinamika bersama, bergabung dengan komunitas misdinar menjadi keasyikan tersendiri dengan demikian anggota misdinar maupun
memiliki keinginan untuk ambil bagian untuk aktif dalam kegiatan menggereja selain itu AM 6 dan AM 8 motivasi bergabung dengan komunitas misdinar adalah untuk menambah kegiatan serta pengalaman untuk aktif di Gereja.begitu pula yang AM 1, AM 4, dan AM 5 mengungkapkan motivasi bergabung dalam komunitas misdinar adalah untuk melayani Tuhan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dinamika bersama menjadi motivasi bergabung kegiatan komunitas misdinar dengan tujuan untuk ambil bagian dalam kegiatan menggereja serta untuk melayani Tuhan
c. Keterlibatan dalam Komunitas Misdinar
Keterlibatan anggota misdinar dalam kegiatan baik dalam komunitas misdinar maupun Gereja merupakan bagian dari pembinaan iman dikarenakan pembinaan iman adalah proses dimana perkembangan iman berlangsung dalam kenyataan hidup yang konkret pada diri seseorang. Anggota komunitas misdinar AM 1-AM 8 sudah terlibat aktif dalam komunitas misdinar dengan mengikuti berbagai kegiatan yang ada dalam komunitas misdinar seperti ziarah, kunjungan ke susteran, outbout, menjadi petugas misdinar, pertemuan misdinar, koor misdinar, rekoleksi, temu remaja, serta live in namun dalam observasi ditemukan pula beberapa anggota misdinar yang belum terlibat aktif dalam kegiatan komunitas misdinar.
d. Peran Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Remaja 1) Peran Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Remaja
bagi Anggota Misdinar yaitu
a) Komunitas Misdinar Membantu Memperkembangkan Iman
Perkembangkan iman meliputi pemahaman serta penghayatan iman. Gabriel menyatakan bahwa pemahaman serta penghayatan iman adalah:
“Perjumpaan dengan Allah dalam liturgi dapat membantu remaja dalam menanggapi imannya melalui tinggal bersama Yesus, bekerja bersama Yesus, dan bekerja berserta Yesus serta kebersamaan dengan teman-teman seiman dalam katekese dalam menghayati iman dan untuk saling berbagi pengalaman iman yang membantu remaja untuk semakin beriman (Gabriel, 1997: 9)”
Perjumpaan dengan Allah dapat memperkembangkan iman diungkapkan juga oleh AM 1, AM 2-AM 6 dan AM 8 yaitu melalui perjumpaan dengan Allah dalam pendalaman iman sehingga anggota misdinar dapat memahami tentang doa, liturgi serta ajaran-ajaran Gereja secara umum.
b) Komunitas Misdinar Membantu Mengekspresikan Diri
Martasudjita (2012: 21-22) mengungkapkan bahwa kegiatan dalam komunitas misdinar sebaiknya bervariasi seperti rekoleksi, pendalaman materi, permainan keakraban, temu misdinar dan masih banyak lagi sehingga para anggotanya dapat mengekspresikan dirinya. Seperti yang disampaikan oleh Martasudjita hal yang sama juga disampaikan oleh AM 1-AM 5 bahwa komunitas misdinar sudah membantu anggota misdinar untuk mengekspresikan dirinya melalui kegiatan koor yang sudah dijadwal oleh Gereja. Dengan demikian jelas menunjukkan bahwa komunitas misdinar sudah membantu anggota komunitas misdinar untuk menemukan identitas dirinya.
c) Komunitas Misdinar Membantu Mengembangkan Diri
Kedewasaan diri dicapai dengan mengembangkan apa yang ada didalam diri melalui interaksi dengan teman, kerjasama dan kebersamaan dalam menghayati iman yang pada akhirnya menumbuhkan sikap setia kawan dikarenakan merasa senasib dan sepenanggungan serta saling menguatkan satu dengan lainnya dalam menghadapi masalah yang dialami. Hal serupa diungkapkan oleh AM 1-AM 5 komunitas misdinar sudah membantu anggota misdinar untuk sampai pada kedewasaan diri dengan mengembangkan kegiatan seperti kunjungan, pertemuan misdinar, serta interaksi antara anggota misdinar yang berdampak pada beberapa anggota misdinar yang berani tampil di depan dan anggota misdinar pun sudah mau memberanikan diri untuk memimpin doa dalam pertemuan komunitas misdinar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa interaksi dengan sesama penting untuk mengembangkan diri untuk sampai pada kedewasaan diri.
d) Komunitas Misdinar Membantu Menyadari Tanggung jawab.
Dalam membantu anggota misdinar menyadari tanggung jawabnya Gabriel (2001:78) mengungkapkan bahwa:
“Melayani dengan penuh cinta berarti mengabdi tanpa pamrih yang didorong oleh cinta akan Allah dan sesama sehingga tugas seberat apapun akan terasa ringan serta menyenangkan. Melayani dengan penuh cinta dilakukan dengan cara kerelaan berkorban dalam melayani misa, kerendahaan hati bahwa apa yang dilakukan semua di kemuliaan Tuhan bukan untuk menyombongkan diri serta bertanggung jawab mencari pengganti bila berhalangan untuk bertugas” Gabriel (2001:78).
Seperti yang diungkapkan oleh Gabriel dalam wawancara ditemukan bagaimana anggota misdinar menyadari tanggung jawabnya yang disampaikan oleh AM
1-AM 8 dalam komunitas misdinar untuk membantu anggota misdinar menyadari tanggung jawabnya dengan cara mencari pengganti saat tidak dapat bertugas serta memberitahukannya kepada pendamping, pengurus, serta anggota komunitas yang lain.
2) Peran Pendamping dalam Komunitas Misdinar
Pelaksanaan komunitas tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya peran penting pendamping misdinar. P1-P4 mengungkapkan memiliki peran untuk mendampingi anggota misdinar secara langsung baik dalam pertemuan misdinar maupun dalam latihan misdinar. Selain mendampingi P1-P4 mengungkapkan bahwa memotivasi anggota misdinar merupakan bagian dari peran pendamping misdinar sehingga anggota misdinar merasa disapa serta membantu anggota misdinar menyelesaikan masalah yang dialami.
3) Bentuk-Bentuk Kegiatan dalam Komunitas Misdinar
Jawaban responden tentang bentuk kegiatan dalam komunitas misdinar berbeda-beda seperti yang diungkapkan oleh P4 yaitu:
“Minggu pertama pemahaman tentang liturgi, minggu kedua kunjungan baik di lingkungan stasi maupun diluar lingkungan stasi, minggu ketiga memberikan kebebasan pada anak misdinar untuk berekspresi, dan minggu keempat tugas koor Gereja yang tergabung dalam AMDIS.”
Seperti yang diungkapkan oleh P1, AM 1 dan AM 2 menngungkapkan bahwa kegiatan dalam komunitas misdinar adalah kunjungan ke susteran dan temu misdinar, AM 3 menambahkan kegiatan lainnya yaitu koor dan refresing, AM 4 juga menambahkan kegiatan lain ada live in dan temu remaja. AM 5 menambahkan kegiatan lain yaitu ziarah serta rekoleksi. Dan AM 6–AM 8 adalah retret. Dalam studi pustaka penulis juga ditemukan bahwa kegiatan yang diikuti
dan diadakan oleh komunitas misdinar adalah temu remaja se-paroki, sedangkan dalam observasi penulis menemukan kegiatan yang ada dalam komunitas misdinar adalah pertemuan rutin, latihan koor, serta latihan misdinar. \
Pendalaman iman dalam komunitas misdinar sudah diadakan menurut AM 1-AM 4 pelaksanaan pendalaman iman diadakan dua bulan sekali namun AM 5 mengungkapkan bahwa pelaksanaan pendalaman iman dilakukan di minggu ketiga. Suasana yang terdapat dalam pendalaman iman menurut AM 1-AM 5 menyenangkan dikarenakan cara penyampaiannya menggunakan dialog atau ceramah, tanya jawab, serta video. Sedangkan P2-P4 mengungkapkan bahwa pelaksanaan pendalaman iman sesuai dengan liturgi Gereja yaitu pada saat adven, prapaskah, serta BKSN. Dengan demikian jelas bahwa pembinaan iman menjadi salah satu cara untuk membina iman remaja. Pembinaan iman dapat diartikan sebagai suatu usaha atau tindakan untuk menolong orang agar semakin memahami, menghayati, dan mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga iman yang telah dimiliki semakin berkembang, mendalam bahkan mengakar dalam hidupnya sehingga dapat sampai pada kedewasan iman. Hal yang sama juga disampaikan oleh AM 6 mengungkapkan bahwa diadakannya pendalaman iman dikarenakan aksi tanpa adanya iman menjadi hampa serta dapat menjadi kebiasaan semata serta AM 5 mengungkapkan alasannya setuju dengan diadakannya pendalaman iman agar dapat belajar tentang iman begitupula yang disampaikan oleh P3 juga mengatakan pelaksanaan pendalaman iman diadakan supaya anggota misdinar tidak bosan serta belajar berefleksi.
4) Manfaat Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Remaja Salah satu manfaat komunitas misdinar dalam Gereja adalah sebagai wadah penumbuhkembangkan iman terutama bagi remaja dikarenakan remaja sedang mengalami keraguan keyakinan oleh karena itulah remaja diajak untuk menyadari iman yang dimiliki bukan hanya sebagai iman yang diterima dari orang tua dan lingkungan namun menjadi iman yang siap dan mantap untuk berpartisipasi dalam kegiatan Gereja. Hal yang sama diungkapkan AM 7 adalah belajar berani, belajar tentang iman, dan belajar berrelasi dengan teman. AM 8 dan P1 juga menambahkan manfaat yang didapat dalam komunitas misdinar adalah semakin dekat dengan Tuhan. Begitu pula yang disampaikan oleh P3 yang ungkapkan manfaat dalam komunitas misdinar adalah iman semakin diteguhkan.
Selain iman komunitas misdinar juga bertujuan untuk membantu remaja memahami serta menemukan identitasnya dirinya seperti yang disampaikan oleh AM 1 manfaat yang didapat dalam komunitas misdinar adalah melatih kepercayaan diri serta bertanggung jawab dengan tugas yang telah diberikan. AM 4 mengungkapkan manfaat yang didapat adalah lebih mengenal diri untuk melayani serta lebih percaya diri serta AM 6 yang menambahkan manfaat yang didapat dalam komunitas misdinar yaitu percaya diri, bertanggung jawab, belajar public speaking, dipercaya oleh umat dan Gereja, serta meningkatkan mental untuk lebih baik.
2. Faktor-Faktor yang Mendukung dan Menghambat Pelaksanaan Peranan Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Remaja
Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja disebabkan oleh berbagai faktor yang berasal dari dalam diri maupun dapat juga dari luar diri. Dalam studi dokumen yang dilakukan oleh penulis faktor pendukung pelaksanaan komunitas misdinar tampak dalam kegiatan temu remaja se-paroki. Dalam kegiatan ini tampak bahwa dukungan dari umat maupun stasi sangat besar baik berupa dana maupun kerjasama, hal yang sama juga disampaikan oleh AM 8 dan P4 mengungkapkan faktor pendukung adalah kerjasama antara anggota misdinar serta dukungan dari Gereja dan umat. Selain itu dalam hal perkembangan sosialnya remaja memiliki keinginan untuk bergaul dan diterima di lingkungan kelompok sebaya. Kelompok sebaya memberikan pengaruh yang sangat kuat, bahkan kadangkala melebihi pengaruh keluarga seperti yang disampaikan oleh AM 2-AM 7 serta P1 mengungkapkan hal yang sama tentang faktor pendukung yaitu relasi dengan teman-teman dengan adanya geng antara anggota misdinar dapat membuat anggota misdinar tidak tercerai berai dan bisa saling berkomunikasi sesuai dengan usia mereka.
Ada faktor pendukung pasti juga ada faktor penghambat dalam pelaksanaan peranan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja. Dalam observasi penulis menemukan faktor penghambat pelaksanaan komunitas misdinar adalah waktu pelaksaan kegiatan misdinar yang mundur seperti yang diungkapkan oleh AM 1 dan P3 ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan. Relasi
dengan teman dapat menjadi faktor pendukung namun juga dapat menjadi faktor penghambat seperti yang disampaikan oleh AM 3 malas untuk pertemuan misdinar dikarenakan tidak bisa menolak ajakan teman untuk bermain bersama 3. Harapan Pendamping dan Anggota Misdinar terhadap Peranan
Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Remaja
a. Harapan Anggota Misdinar dan Pendamping terhadap Pelaksanaan Peranan Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Remaja
Sebagai generasi penerus, Gereja memiliki harapan pada komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja dikarenakan Gereja menuntut partisipasi dan keterlibatan umat beriman secara penuh, sadar, dan aktif. Keterlibatan itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya terlibat aktif dalam pembinaan iman (DFI, 2014: 36-37). AM 1, AM 2, AM 4, AM 7 yang mengungkapkan harapannya agar anggota komunitas misdinar semakin aktif mengikuti kegiatan komunitas misdinar, AM 5 juga menambahkan agar anggota komunitas misdinar lebih solidaritas, sopan santun serta menyapa satu sama lain. Harapan lain anggota misdinar terhadap komunitas misdinar disampaikan oleh AM 3 yang mengungkapkan bahwa dalam menjelaskan materi tentang liturgi dengan cara yang lebih menarik. AM 8 yang mengungkapkan agar kegiatan lebih menarik, pemateri yang memberi materi menggunakan bahasa yang sederhana serta AM 6 juga menambahkan harapannya agar komunitas misdinar semakin dipercaya oleh Gereja untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan Gereja, anggota komunitas misdinar semakin aktif untuk ikut dalam kegiatan serta dapat menjalin hubungan yang erat dengan Gereja yang lain melalui komunitas misdinar.
Sedangkan P1 berharap dengan adanya komunitas misdinar dapat membantu mempersiapkan anggota misdinar baik secara pribadi, psikologis, serta iman untuk semakin dewasa. P2 mengungkapkan dengan adanya komunitas misdinar dapat membantu anggota misdinar melayani dengan tulus hati, dengan hati ikhlas ambil bagian dalam kegiatan menggereja.
Sedangkan P3 mengungkapkan dengan adanya komunitas misdinar dapat membantu anggota misdinar untuk menjadi pribadi yang utuh. P3 juga menambahkan berharap dari faktor fasilitas yaitu komunitas misdinar memiliki tempat untuk pertemuan serta pendamping ditambah dengan orang yang sesuai dengan bidangnya, serta dapat membuat silabus untuk kegiatan misdinar agar arah kegiatan semakin jelas. Dan P4 mengungkapkan dengan adanya komunitas misdinar dapat membantu memberikan bekal pada anak-anak misdinar untuk dekat dengan Gereja.
b. Harapan tentang Pelaksanaan Pendalaman Iman
Dalam pelaksanaan pendalaman iman anggota misdinar memiliki harapan yang berbeda-beda. AM 1 berharap agar pendalaman iman dapat mendalami tentang liturgi serta lebih mengenal Yesus. AM 2 mengharapkan dapat mengetahui tugas misioner, arti tanda salib, serta arti pakaian yang dipakai oleh romo. Untuk AM 3 mengharapkan dapat mendengarkan bacaan Kitab Suci. AM 4 dan AM 7 berharap agar pendalaman iman dapat dilaksanakan dikarenakan dalam komunitas misdinar belum ada kegiatan pendalaman iman serta anggota misdinar jarang ikut doa lingkungan sehingga melalui pendalaman iman dapat mengenal iman. AM 5 menambahkan dengan adanya pendalaman iman dapat belajar tentang
iman dipertegas lagi oleh AM 6 berharap melalui pendalaman iman dapat mengenal iman yang sampai aksi karena tanpa adanya iman serta aksi menjadi hampa serta dapat menjadi kebiasaan semata. AM 8 mengungkapkan dengan adanya pendalaman iman maka dapat menjadi tempat untuk berkumpul. Pendamping juga memiliki harapan untuk pelaksanaan pendalaman iman yaitu P2 mengungkapkan melalui pendalaman iman dapat memperdalam iman dan kesempatan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Sedangkan P3 mengungkapkan melalui pendalaman iman anggota misdinar dapat belajar berefleksi.
c. Harapan tentang Bentuk Pendalaman Iman
Bentuk pendalaman iman anggota misdinar berharap AM 1 dan AM 5 bentuk pendalaman iman dapat berupa rekoleksi serta ziarah. AM 2 mengungkapkan bentuk pendalaman iman berupa mendalami alkitab serta pelatihan misdinar. AM 3 mengungkapkan bentuk pendalaman iman berupa doa bersama, mendengarkan bacaan Kitab suci serta mendalami Kitab Suci. AM 4 mengungkapkan bentuk pendalaman yang tidak membosankan untuk anggota misdinar. AM 6 dan AM 8 mengungkapkan hal yang sama tentang bentuk kegiatan pendalaman iman yaitu berupa outbout, rekoleksi, live in, serta refleksi. AM 8 menambahkan pendalaman iman bentuk kegiatan adalah temu remaja. sedangkan AM 7 mengungkapkan bentuk pendalaman iman berupa retret sehingga dapat menginap. Sementara P1 mengungkapkan agar kegiatan pembinaan iman tidak monoton dan membosankan. P2 mengungkapkan kegiatan pendalaman iman berupa sharing serta rekoleksi. Sedangkan P3 mengungkapkan
bentuk kegiatan pendalaman iman adalah drama, outbout, audivisual. Dan P4 mengungkapkan agar kegiatan pendalaman iman berupa sharing dan merenungkan isi kitab suci
d. Harapan tentang Waktu Pelaksanaan Pendalaman Iman
Untuk waktu pelaksanaan pendalaman AM 1, AM 4, AM 5, serta AM 7 mengungkapkan hal yang sama agar waktu pelaksanaan pendalaman iman adalah liburan sekolah. AM 2 mengungkapkan agar pelaksanaan pendalaman iman dilaksanakan dua minggu sekali. AM 3 mengungkapkan agar pelaksanaan pendalaman iman dilaksanakan pada hari minggu. Sedangkan AM 6 dan AM 8 berharap agar pelaksanaan pendalaman iman dilakukan setelah pekan suci, natal, atau liburan semester. Sementara P1, P2, P3, P4 setuju jika pelaksanaan pendalaman iman dilaksanakan saat hari libur semester.
e. Harapan Materi yang Dibahas
AM 1 berharap materi yang dibahas adalah makna Gereja serta makna liturgi. AM 2 dan AM 4 berharap materi yang dibahas adalah pengenalan riwayat santo/santa. AM 3 mengungkapkan materi yang dibahas berupa tentang Gereja dan tentang doa. AM 5 juga mengungkapkan materi yang dibahas adalah tentang tata cara misdinar. AM 6 mengungkapkan materi yang dibahas adalah tanggung jawab, spiritualitas misdinar, jati diri sebagai remaja, hal yang sama disampaikan oleh AM 7 namun AM 7 juga menambahkan materi yang dibahas berupa siapakah misdinar, St. pelindung misdinar serta peran misdinar. Sedangkan AM 8 mengungkapkan materi yang dibahas berupa solusi untuk teman-teman yang tidak
aktif, tanggung jawab sebagai misdinar, serta kerjasama, toleransi serta kejujuran dalam bertindak.
Sementara P1 berharap materi yang dibahas adalah tentang pertemanan, kasih orangtua, serta tanggung jawab. P2 juga mengungkapkan materi yang dibahas adalah public speaking, pacaran yang baik, seksualitas, serta menjadi misidnar yang baik. Sedangkan P3 mengungkapkan materi yang dibahas tentang menjadi pribadi yang utuh serta jadi diri sebagai remaja. Dan P4 mengungkapkan materi yang dibahas adalah tentang sikap solidaritas, gotong royong, kebersamaan, serta persekutuan.
E. Kesimpulan Penelitian Peranan Komunitas Misdinar
Pada bagian ini penulis akan menyampaikan tiga kesimpulan mengenai pelaksanaan peranan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja