• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.1 Pengumpulan Data

4.1.1 Data Per mintaan Filter Rokok

Data permintaan filter rokok pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2011.

Tabel 4.1 Data Permintaan Filter Rokok (Batang) Tahun 2010 – 2011

Cust 1 Cust 2 Cust 3 Cust 4 Cust 5 Cust 6

J an’10 2.129.600 6.621.120 3.262.600 6.548.520 1.082.400 2.763.640 Feb’10 2.129.600 7.423.680 7.282.440 6.548.520 2.561.680 5.276.040 Mar ’10 2.129.600 6.621.120 5.422.560 6.548.520 2.561.680 5.527.280 Apr’10 2.129.600 6.219.840 5.863.000 6.548.520 2.164.800 2.763.640 Mei’10 2.129.600 8.828.160 4.804.390 6.548.520 2.164.800 2.763.640 J un’10 4.259.200 5.818.560 4.160.200 6.548.520 753.720 2.763.640 J ul’10 6.396.160 5.430.480 4.762.120 4.365.680 834.680 2.261.160 Agust’10 2.129.600 9.028.800 3.410.880 4.365.680 2.561.680 2.261.160 Sept’10 1.161.600 2.407.680 3.410.880 6.228.310 2.561.680 2.261.160 Okt’10 2.129.600 9.229.440 1.003.200 4.365.680 2.561.680 2.261.160 Nov’10 2.129.600 5.216.640 2.207.040 7.937.600 834.680 2.261.160 Des’10 4.259.200 9.036.720 2.207.040 2.182.840 834.680 2.261.160 J an’11 3.872.000 7.022.400 4.360.840 5.556.320 2.561.680 2.261.160 Feb’11 4.259.200 5.417.280 1.203.840 8.731.360 2.164.800 7.034.720 Mar ’11 2.129.600 7.022.400 1.203.840 6.548.520 2.164.800 5.527.280 Apr’11 2.129.600 7.824.960 2.706.000 2.182.840 1.313.400 10.552.080 Mei’11 2.129.600 7.022.400 751.080 8.136.040 1.313.400 2.261.160 J un’11 2.129.600 6.625.680 6.509.360 4.365.680 1.313.400 2.261.160 J ul’11 2.129.600 6.019.200 5.758.280 6.548.520 1.313.400 2.261.160 Agust’11 394.416 4.012.800 2.706.000 3.752.320 1.313.400 2.261.160 Sept’11 4.259.200 7.223.040 2.706.000 6.548.520 1.313.400 2.009.920 Okt’11 2.129.600 6.621.120 2.706.000 4.365.680 2.561.680 2.009.920 Nov’11 2.129.600 2.407.680 1.203.840 4.365.680 2.561.680 2.261.160 Des’11 2.129.600 2.407.680 1.203.840 2.182.840 2.561.680 2.261.160

Keterangan :

Customer 1 : PR. Dana Karya Sejahtera, Blitar Customer 2 : PT. Tembakau Djajasakti Sari, Malang Customer 3 : PT. Trisakti Purwosari Makmur, Pasuruan Customer 4 : PT. Bokor Mas, Mojokerto

Customer 5 : PR. Alam Subur (Martina), Probolinggo Customer 6 : PR. Chandra Surya Abadi, Ponorogo

Perhitungan rata-rata beban order customer 1 (PR. Dana Karya Sejahtera)

didapat dari jumlah permintaan customer selama periode Januari sampai dengan

Desember 2011, adalah sebagai berikut :

( )

periode Jumlah 2011 tahun selama permintaan Jumlah Order Beban =

( )

52 2129600 ... 600 . 129 . 2 200 . 259 . 4 3.872.000+ + + + = 493 . 573 = batang

Untuk perhitungan beban order berikutnya dapat dilihat pada lampiran C.

Tabel 4.2 Rata – Rata Besarnya Beban Order Untuk Tahun 2011

No Customer Beban Order

(Batang/ Minggu) 1 PR. Dana Karya Sejahtera, Blitar 573.493 2 PT. Tembakau Djajasakti Sari, Malang 1.338.974 3 PT. Trisakti Purwosari Makmur, Pasuruan 634.979 4 PT. Bokor Mas, Mojokerto 1.217.006 5 PR. Alam Subur (Martina), Probolinggo 431.860 6 PR. Chandra Surya Abadi, Ponorogo 826.193 Sumber : PT. Filtrona Indonesia

4.1.2 Data Rute Awal dan Kapasitas Alat Angkut

Data rute awal dan kapasitas alat angkut yang digunakan untuk

pendistribusian dari pabrik ke customer adalah:

Tabel 4.3 Rute Awal Pendistribusian Dari Pabrik Ke Customer

Rute Customer Kode Kota

I Pabrik – PR. Dana Karya Sejahtera – Pabrik G – C1 – G Blitar

II Pabrik – PT. Tembakau Djajasakti Sari – Pabrik G – C2 – G Malang

III Pabrik – PT. Trisakti Purwosari Makmur – Pabrik G – C3 – G Pasuruan

IV Pabrik – PT. Bokor Mas – Pabrik G – C4 – G Mojokerto

V Pabrik – PR. Alam Subur (Martina) – Pabrik G – C5 – G Probolinggo

VI Pabrik – PR. Chandra Surya Abadi –Pabrik G – C6 – G Ponorogo

Sumber : PT. Filtrona Indonesia

Tabel 4.4 Kapasitas Alat Angkut

Jenis Alat

Angkut Kapasitas Jumlah Keterangan

Truk 484 Tray = ± 2.700.000 batang filter 2 Milik sendiri Sumber : PT. Filtrona Indonesia

4.1.3 Data Biaya Distr ibusi

Data biaya yang berkaitan dengan pendistribusian filter rokok dari pabrik

Tabel 4.5 Daftar Harga Untuk Biaya Distribusi

No Jenis Biaya Jumlah

1 Biaya bahan bakar :

Solar Rp. 4.500,-/ Liter 2 Biaya retribusi : a. Uang tol b. Uang makan c. Uang parkir Rp. 9.000,-/ PP Rp. 30.000,-/ Hari/ 2 Orang Rp. 5.000,-/ Parkir 3

Biaya tenaga kerja : a. Upah sopir

b. Upah pendamping sopir

Rp. 150.000,-/ Hari/ Orang Rp. 50.000,-/ Hari/ Orang Sumber : PT. Filtrona Indonesia

Keterangan : 1 liter solar dapat menempuh ± 6 Km

4.1.4 Data Koor dinat Lokasi

Data koordinat lokasi tiap customer diperoleh dari peta Jawa Timur seperti

pada gambar 4.1 dibawah ini :

Sumber : Pusaka Mitrajasa Express

Gambar peta Jawa Timur di atas merupakan contoh gambar peta Jawa

Timur, sedangkan peta Jawa Timur yang digunakan dalam penentuan jarak lokasi

untuk customer dalam penelitian ini merupakan peta Jawa Timur dengan skala 1 :

600.000. Penentuan besarnya jarak lokasi antara pabrik dengan customer dan

jarak lokasi antara satu customer dengan customer lainnya dilakukan dengan cara

penarikan titik koordinat.

Kemudian pada peta Jawa Timur dibuat titik koordinat dengan lokasi

pabrik (Sidoarjo) sebagai titik pusat koordinat (0,0) sedangkan untuk lokasi dari

tiap customer disesuaikan berdasarkan garis koordinat x dan garis koordinat y

yang ada pada peta Jawa Timur, kemudian koordinat yang telah diketahui diubah

per satuan kilometernya dengan menggunakan perbandingan skala pada peta yaitu

1 : 600.000 ( 1 cm pada peta mewakili 600.000 cm atau 6 km pada jarak

sebenarnya).

Tabel 4.6 Jarak Lokasi Dari Pabrik Ke Tiap Customer Dalam Koordinat

Kode Nama Customer Kota Jarak dalam koordinat (x ; y) C1 PR. Dana Karya Sejahtera Blitar -14,1 ; -19,4 C2 PT. Tembakau Djajasakti Sari Malang -3,2 ; -16,1 C3 PT. Trisakti Purwosari Makmur Pasuruan 3,5 ; -7,6 C4 PT. Bokor Mas Mojokerto -7,9 ; -3,2 C5 PR. Alam Subur (Martina) Probolinggo 11,6 ; -10,6 C6 PR. Chandra Surya Abadi Ponorogo -31,5 ; -13,9 Sumber : Pusaka Mitrajasa Express

4.2 Pengolahan Data

4.2.1 Menghitung J ar ak Lokasi Dar i Pabr ik Ke Customer

Menghitung jarak lokasi dari pabrik atau gudang ke tiap kota customer

diperoleh dengan menggunakan data koordinat lokasi customer.

Contoh perhitungan jarak dari Gudang ke lokasi Customer 1 (PR. Dana Karya

Sejahtera) pada peta dalam satuan cm:

2 C1 G 2 C1 G x ) (y y ) (x C1) J(G, = − + − 2 2 (-19,4)) -(0 -14,1)) ( (0 C1) J(G, = − + = 23,983 cm

Kemudian dihitung jarak sebenarnya dalam satuan km :

( )

100.000 peta skala x peta pada Jarak Jarak= 90 , 143 100.000 600.000 x 23,983 C1) J(G, = = km

Untuk perhitungan customer selanjutnya dapat dilihat pada lampiran D.

Tabel 4.7 Jarak Lokasi Dari Pabrik Ke Tiap Customer

Kode Nama Customer Kota Jarak pada peta (cm)

Jarak sebenarnya (km) C1 PR. Dana Karya Sejahtera Blitar 23,983 143,90 C2 PT. Tembakau Djajasakti Sari Malang 16,415 98,49 C3 PT. Trisakti Purwosari Makmur Pasuruan 8,367 50,20 C4 PT. Bokor Mas Mojokerto 8,523 51,14 C5 PR. Alam Subur (Martina) Probolinggo 15,714 94,28 C6 PR. Chandra Surya Abadi Ponorogo 34,431 206,58 Sumber : Pusaka Mitrajasa Express

Kemudian selanjutnya dilakukan perhitungan untuk jarak lokasi dari satu

Contoh perhitungan jarak dari Customer 1 (PR. Dana Karya Sejahtera) ke

Customer 2 (PT. Tembakau Djajasakti Sari) pada peta dalam satuan cm : 2 C2 C1 2 C2 C1 x ) (y y ) (x C2) J(C1, = − + − 2 2 (-16,1)) ((-19,4) (-3,2)) ((-14,1) C2) J(C1, = − + − = 11,389 cm

Kemudian dihitung jarak sebenarnya dalam satuan km :

( )

100.000 peta skala x peta pada Jarak Jarak= 33 , 68 100.000 600.000 x 11,389 C2) J(C1, = = km

Untuk perhitungan customer selanjutnya dapat dilihat pada lampiran D.

Tabel 4.8 Matriks Jarak

G C1 C2 C3 C4 C5 C6 C1 143,90 0 C2 98,49 68,33 0 C3 50,20 127,14 64,94 0 C4 51,14 104,08 82,38 73,32 0 C5 94,28 162,99 94,73 51,83 125,14 0 C6 206,58 109,49 170,31 213,37 155,47 259,36 0

4.2.2 Mengidentifikasi Matr iks J ar ak

4.2.2.1Penentua n Alokasi Customer Pada Rute Awal Ber dasarkan

Per mintaan 2011

Sebelum mengalokasikan customer ke kendaraan atau rute terlebih dahulu

menghitung total jarak tempuh pendistribusian filter rokok pada rute awal.

1. Rute I (G – C1 – G)

Panjang perjalanan = J(G,C1) + J(C1,G) = 143,90 + 143,90 = 287,80 km

Beban order rute I = C1 = 573.493 batang

Armada yang digunakan adalah Truk (Milik sendiri)

2. Rute II (G – C2 – G)

Panjang perjalanan = J(G,C2) + J(C2,G) = 98,49 + 98,49 = 196,98 km

Beban order rute II = C2 = 1.338.974 batang

Armada yang digunakan adalah Truk (Milik sendiri)

3. Rute III (G – C3 – G)

Panjang perjalanan = J(G,C3) + J(C3,G) = 50,20 + 50,20 = 100,40 km

Beban order rute III = C3 = 634.979 batang

Armada yang digunakan adalah Truk (Milik sendiri)

4. Rute IV (G – C4 – G)

Panjang perjalanan = J(G,C4) + J(C4,G) = 51,14 + 51,14 = 102,28 km

Beban order rute IV = C4 = 1.217.006 batang

Armada yang digunakan adalah Truk (Milik sendiri)

5. Rute V (G – C5 – G)

Panjang perjalanan = J(G,C5) + J(C5,G) = 94,28 + 94,28 = 188,56 km

Beban order rute V = C5 = 431.860 batang

Armada yang digunakan adalah Truk (Milik sendiri)

6. Rute VI (G – C6 – G)

Panjang perjalanan = J(G,C6) + J(C6,G) = 206,58 + 206,58 = 413,16 km

Beban order rute VI = C6 = 826.193 batang

4.2.3 Biaya Distr ibusi Pada Rute Awal Tahun 2011

Biaya distribusi sebelum penerapan metode Savings Matrix pada rute awal

dihitung untuk 1 kali pengiriman setiap minggu untuk masing-masing rute

berdasarkan permintaan tahun 2011. Untuk menghitung besarnya biaya distribusi

pada rute awal dengan melihat pada Tabel 4.5 Daftar Harga Untuk Biaya

Distribusi dan Tabel 4.7 Jarak Lokasi Dari Pabrik Ke Tiap Customer, maka

perhitungannya adalah sebagai berikut :

1. Biaya Bahan Bakar

Rute I (G – C1 – G ) menggunakan armada truk

= Total jarak tempuh x 6 1

x Harga bahan bakar (Solar)

= 287,80 x 6 1

x Rp. 4.500,-/ Liter = Rp. 215.850,-/ Minggu

= Rp. 11.224.200,-/ Tahun

Rute II (G – C2 – G ) menggunakan armada truk

= Total jarak tempuh x 6 1

x Harga bahan bakar (Solar)

= 196,98 x 6 1

x Rp. 4.500,-/ Liter = Rp. 147.735,-/ Minggu

= Rp. 7.682.300,-/ Tahun

Rute III (G – C3 – G ) menggunakan armada truk

= Total jarak tempuh x 6 1

x Harga bahan bakar (Solar)

= 100,40 x

6 1

x Rp. 4.500,-/ Liter = Rp. 75.300,-/ Minggu

Rute IV (G – C4 – G ) menggunakan armada truk

= Total jarak tempuh x

6 1

x Harga bahan bakar (Solar)

= 102,28 x 6 1

x Rp. 4.500,-/ Liter = Rp. 76.710,-/ Minggu

= Rp. 3.989.000,-/ Tahun

Rute V (G – C5 – G ) menggunakan armada truk

= Total jarak tempuh x 6 1

x Harga bahan bakar (Solar)

= 188,56 x 6 1

x Rp. 4.500,-/ Liter = Rp. 141.420,-/ Minggu

= Rp. 7.353.900,-/ Tahun

Rute VI (G – C6 – G ) menggunakan armada truk

= Total jarak tempuh x 6 1

x Harga bahan bakar (Solar)

= 413,16 x 6 1

x Rp. 4.500,-/ Liter = Rp. 309.870,-/ Minggu

= Rp. 16.113.300,-/ Tahun

Jadi, biaya bahan bakar untuk rute awal adalah :

Biaya bahan bakar = Rute I + Rute II + Rute III + Rute IV + Rute V + Rute VI

= Rp. 11.224.200,- + Rp. 7.682.300,- + Rp. 3.915.600,- +

Rp. 3.989.000,- + Rp. 7.353.900,- + Rp. 16.113.300,-

= Rp. 50.278.300,-/ Tahun

2. Biaya Retribusi

a. Biaya retribusi tanpa lewat tol (Blitar, Mojokerto, Ponorogo)

Uang makan (Mojokerto)

= Rp. 30.000,- x 1 hari perjalanan x 1 rute= Rp. 30.000,-

Uang parkir (Blitar, Mojokerto, Ponorogo)

= Rp. 5.000,- x 3 kota = Rp. 15.000,-

Biaya retribusi tanpa lewat tol

= Rp. 120.000,- + Rp. 30.000,- + Rp. 15.000,-

= Rp. 165.000,-/ Minggu

= Rp. 8.580.000,-/ Tahun

b. Biaya retribusi melewati tol (Probolinggo, Pasuruan, Malang)

Uang tol (Probolinggo, Pasuruan, Malang)

= Rp. 9.000,- x 3 rute = Rp. 27.000,-

Uang makan (Probolinggo, Pasuruan, Malang)

= Rp. 30.000,- x 1 hari perjalanan x 3 rute= Rp. 90.000,-

Uang parkir (Probolinggo, Pasuruan, Malang)

= Rp. 5.000,- x 3 kota = Rp. 15.000,-

Biaya retribusi lewat tol

= Rp. 27.000,- + Rp. 90.000,- + Rp. 15.000,-

= Rp. 132.000,-/ Minggu

= Rp. 6.864.000,-/ Tahun

Jadi, biaya retribusi untuk rute awal adalah :

Biaya retribusi = Biaya retribusi tanpa lewat tol + Biaya retribusi lewat tol

= Rp. 8.580.000,- + Rp. 6.864.000,-

3. Biaya Tenaga Kerja

Upah supir (Malang, Pasuruan, Mojokerto, Probolinggo)

= Rp. 150.000,- x 1 hari perjalanan x 4 rute = Rp. 600.000,-

Upah supir (Blitar, Ponorogo)

= Rp. 150.000,- x 2 hari perjalanan x 2 rute = Rp. 600.000,-

Total upah supir = Rp. 600.000,- + Rp. 600.000,-

= Rp. 1.200.000,-/ Minggu

= Rp. 62.400.000,-/ Tahun

Upah pendamping supir (Malang, Pasuruan, Mojokerto, Probolinggo)

= Rp. 50.000,- x 1 hari perjalanan x 4 rute = Rp. 200.000,-

Upah pendamping supir (Blitar, Ponorogo)

= Rp. 50.000,- x 2 hari perjalanan x 2 rute = Rp. 200.000,-

Total upah pendamping supir = Rp. 200.000,- + Rp. 200.000,-

= Rp. 400.000,-/ Minggu

= Rp. 20.800.000,-/ Tahun

Jadi, biaya tenaga kerja untuk rute awal adalah :

Biaya tenaga kerja = Total upah supir + Total upah pendamping supir

= Rp. 62.400.000,- + Rp. 20.800.000,-

= Rp. 83.200.000,-/ Tahun

Total Biaya Distribusi

= Biaya bahan bakar + Biaya retribusi + Biaya tenaga kerja

= Rp. 50.278.300,- + Rp. 15.444.000,- + Rp. 83.200.000,-

4.2.4 Mengalokasikan Per mintaan Customer Pada Rute Bar u (Pener apan

Savings Matrix) Tahun 2011

4.2.4.1Mengidentifikasi Matr iks Penghematan

Dalam menghitung penghematan jarak dari satu customer ke customer

lainnya, menggunakan rumus sebagai berikut :

( ) ( ) ( ) ( )

x y J G x J G y J x y

S , = , + , − ,

Berdasarkan data pada Tabel 4.8 Matriks Jarak, dapat dihitung penghematan jarak

(Savings Matrix) sebagai berikut :

Contoh perhitungan penghematan jarak dari lokasi C1 (PR. Dana Karya Sejahtera)

dan C2 (PT. Tembakau Djajasakti Sari) :

S

(

C1,C2

) (

=J G,C1

) (

+ J G,C2

) (

J C1,C2

)

= 143,90 km + 98,49 km – 68,33 km = 174,06 km

Untuk perhitungan penghematan jarak selanjutnya antara satu customer ke

customer lainnya dapat dilihat pada lampiran E.

Tabel 4.9 Matriks Penghematan

C1 C2 C3 C4 C5 C6 C1 0 C2 174,06 0 C3 66,96 83,75 0 C4 90,96 67,25 28,02 0 C5 75,19 98,04 92,65 20,28 0 C6 240,99 134,76 43,41 102,25 41,50 0

4.2.4.2Pengalokasian Customer Pada Kendar aan Dan Rute Bar u Tahun 2011

Pengalokasian customer pada kendaraan dan rute baru tahun 2011 :

1. Iterasi 1

Tiap customer dialokasikan seperti pada rute awal (Tabel 4.3) yang

memiliki 6 rute pendistribusian produk, sehingga pada iterasi 1 diperoleh 6

rute dalam pendistribusian produk ke customer dapat dilihat pada Tabel 4.9

Matriks Penghematan.

2. Iterasi 2

Dari Tabel 4.9 Matriks Penghematan, didapat penghematan tertinggi

yaitu 240,99 = S (C1,C6) dengan mengkombinasikan rute untuk C1 dan C6

dalam satu rute yaitu rute A. Kemudian dilakukan pengecekkan apakah

pengkombinasian tersebut layak atau tidak dengan berdasarkan nilai total

beban order customer tersebut dan kapasitas armada yang ada (Truk). Untuk

perhitungan beban dari tiap customer dilihat berdasarkan Tabel 4.2, dengan

perhitungan beban rute sebagai berikut :

Beban untuk rute A = Beban order Customer 1 + Customer 6

= 573.493 + 826.193

= 1.399.686 ( < 2.700.000 ) Layak

Hasil dari iterasi 2 dapat dilihat pada Tabel 4.10 Iterasi 2.

Tabel 4.10 Iterasi 2 Rute C1 C2 C3 C4 C5 C6 C1 A 0 C2 II 174,06 0 C3 III 66,96 83,75 0 C4 IV 90,96 67,25 28,02 0 C5 V 75,19 98,04 92,65 20,28 0 C6 A 240,99 134,76 43,41 102,25 41,50 0

3. Iterasi 3

Pada iterasi 3 didapat penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 174,06

= S(C1,C2) tetapi karena Customer 1 sudah masuk rute A sehingga pada tahap ini dilakukan pengecekkan apakah Customer 2 dapat ditambahkan pada rute

A, dengan perhitungan beban rute sebagai berikut :

Beban untuk rute A = Beban order Customer 1 + Customer 6 + Customer 2

= 573.493 + 826.193 + 1.338.974

= 2.738.660 ( > 2.700.000 ) Tidak layak

Beban untuk rute A dinyatakan tidak layak jika ditambahkan dengan

beban order Customer 2. Maka dicari penghematan tertinggi selanjutnya yaitu

134,76 = S(C2,C6) tetapi karena Customer 2 sudah dilakukan pengecekkan dan hasilnya tidak layak, maka dicari penghematan tertinggi selanjutnya yaitu

102,25 = S(C4,C6) tetapi karena Customer 6 sudah masuk rute A sehingga pada tahap ini dilakukan pengecekkan apakah Customer 4 dapat ditambahkan

pada rute A, dengan perhitungan beban rute sebagai berikut :

Beban untuk rute A = Beban order Customer 1 + Customer 6 + Customer 4

= 573.493 + 826.193 + 1.217.006

= 2.616.692 ( < 2.700.000 ) Layak

Hasil dari iterasi 3 dapat dilihat pada Tabel 4.11 Iterasi 3.

Tabel 4.11 Iterasi 3 Rute C1 C2 C3 C4 C5 C6 C1 A 0 C2 II 174,06 0 C3 III 66,96 83,75 0 C4 A 90,96 67,25 28,02 0 C5 V 75,19 98,04 92,65 20,28 0 C6 A 240,99 134,76 43,41 102,25 41,50 0

4. Iterasi 4

Pada iterasi 4 didapat penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 98,04 =

S(C2,C5) dengan mengkombinasikan rute untuk C2 dan C5 dalam satu rute yaitu rute B. Kemudian dilakukan pengecekkan apakah pengkombinasian

tersebut layak atau tidak dengan berdasarkan nilai total beban order Customer

tersebut dan kapasitas armada yang ada (Truk), dengan perhitungan beban rute

sebagai berikut :

Beban untuk rute B = Beban order Customer 2 +Customer 5

= 1.338.974 + 431.860

= 1.770.834 ( < 2.700.000 ) Layak

Hasil dari iterasi 4 dapat dilihat pada Tabel 4.12 Iterasi 4.

Tabel 4.12 Iterasi 4 Rute C1 C2 C3 C4 C5 C6 C1 A 0 C2 B 174,06 0 C3 III 66,96 83,75 0 C4 A 90,96 67,25 28,02 0 C5 B 75,19 98,04 92,65 20,28 0 C6 A 240,99 134,76 43,41 102,25 41,50 0 5. Iterasi 5

Pada iterasi 5 didapat penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 92,65 =

S(C3,C5) tetapi karena Customer 5 sudah masuk rute B sehingga pada tahap ini dilakukan pengecekkan apakah Customer 3 dapat ditambahkan pada rute

B, dengan perhitungan beban rute sebagai berikut :

Beban untuk rute B = Beban order Customer 2 + Customer 5 + Customer 3

Hasil dari iterasi 5 dapat dilihat pada Tabel 4.13 Iterasi 5. Tabel 4.13 Iterasi 5 Rute C1 C2 C3 C4 C5 C6 C1 A 0 C2 B 174,06 0 C3 B 66,96 83,75 0 C4 A 90,96 67,25 28,02 0 C5 B 75,19 98,04 92,65 20,28 0 C6 A 240,99 134,76 43,41 102,25 41,50 0 6. Iterasi 6

Berdasarkan iterasi 1 sampai 5, sehingga pada iterasi 6 diperoleh 2 rute

baru yaitu :

a. Rute A = C1 – C6 – C4

Beban rute A = 2.616.692 batang

Armada yang digunakan adalah Truk (Milik sendiri)

b. Rute B = C3 – C5 – C2

Beban rute B = 2.405.813 batang

Armada yang digunakan adalah Truk (Milik sendiri)

4.2.4.3Mengur utkan Customer Dalam Rute Bar u Tahun 2011

Dalam mengurutkan kunjungan pendistribusian filter rokok dari pabrik

sampai ke customer hingga kembali ke pabrik menggunakan metode Nearest

neighbour, dengan urutan kunjungan sebagai berikut :

1. Rute A (C1, C6, C4) Alternatif :

II. G C1 C4 C6 G = 143,90 + 104,08 + 155,47 + 206,58 = 610,03 km III.G C6 C4 C1 G = 206,58 + 155,47 + 104,08 + 143,90 = 610,03 km IV.G C6 C1 C4 G = 206,58 + 109,49 + 104,08 + 51,14 = 471,29 km V. G C4 C1 C6 G = 51,14 + 104,08 + 109,49 + 206,58 = 471,29 km VI.G C4 C6 C1 G = 51,14 + 155,47 + 109,49 + 143,90 = 460 km

Dari enam alternatif tersebut, maka yang dipilih adalah alternatif I (G C1

C6 C4 G) atau alternatif VI (G C4 C6 C1 G) karena kedua alternatif tersebut mempunyai jarak tempuh terpendek yaitu 460 km.

2. Rute B (C3, C5, C2) Alternatif : I. G C3 C5 C2 G = 50,20 + 51,83 + 94,73 + 98,49 = 295,25 km II. G C3 C2 C5 G = 50,20 + 64,94 + 94,73 + 94,28 = 304,15 km III.G C5 C2 C3 G = 94,28 + 94,73 + 64,94 + 50,20 = 304,15 km IV.G C5 C3 C2 G = 94,28 + 51,83 + 64,94 + 98,49 = 309,54 km

V. G C2 C3 C5 G

= 98,49 + 64,94 + 51,83 + 94,28 = 309,54 km

VI.G C2 C5 C3 G

= 98,49 + 94,73 + 51,83 + 50,20 = 295,25 km

Dari enam alternatif tersebut, maka yang dipilih adalah alternatif I (G C3

C5 C2 G) atau alternatif VI (G C2 C5 C3 G) karena kedua alternatif tersebut mempunyai jarak tempuh terpendek yaitu 295,25 km.

4.2.5 Biaya Distr ibusi Sesudah Pener apan Metode Savings Matrix

Ber dasar kan Per mintaan Tahun 2011

Untuk menghitung apakah biaya distribusi lebih kecil setelah penerapan

metode Savings Matrix, maka kita melakukan perhitungan biaya distribusi setelah

penerapan metode Savings Matrix berdasarkan permintaan tahun 2011 dan Tabel

4.5 Daftar Harga Untuk Biaya Distribusi, yaitu :

1. Biaya Bahan Bakar

Rute A (C1, C6, C4) menggunakan armada truk

= Total jarak tempuh x 6 1

x Harga bahan bakar (Solar)

= 460 x

6 1

x Rp. 4.500,-/ Liter = Rp. 345.000,-/ Minggu

Rute B (C3, C5, C2) menggunakan armada truk

= Total jarak tempuh x

6 1

x Harga bahan bakar (Solar)

= 295,25 x 6 1

x Rp. 4.500,-/ Liter = Rp. 221.437,- / Minggu

= Rp. 11.514.800,-/ Tahun

Jadi, biaya bahan bakar untuk rute baru adalah :

Biaya bahan bakar = Rute A + Rute B

= Rp. 17.940.000,- + Rp. 11.514.800,-

= Rp. 29.454.800,-/ Tahun

2. Biaya Retribusi

a. Biaya retribusi tanpa lewat tol untuk rute A

Uang makan = Rp. 30.000,- x 3 hari perjalanan x 1 rute = Rp. 90.000,-

Uang parkir = Rp. 5.000,- x 3 kota = Rp. 15.000,-

Biaya retribusi tanpa lewat tol = Rp. 90.000,- + Rp. 15.000,-

= Rp. 105.000,-/ Minggu

= Rp. 5.460.000,-/ Tahun

b. Biaya retribusi melewati tol untuk rute B

Uang tol = Rp. 9.000,- x 1 rute = Rp. 9.000,-

Uang makan = Rp. 30.000,- x 2 hari perjalanan x 1 rute = Rp. 60.000,-

Uang parkir = Rp. 5.000,- x 3 kota = Rp. 15.000,-

Biaya retribusi lewat tol = Rp. 9.000,- + Rp. 60.000,- + Rp. 15.000,-

= Rp. 84.000,-/ Minggu

Jadi, biaya retribusi untuk rute baru adalah :

Biaya retribusi = Biaya retribusi tanpa lewat tol + Biaya retribusi lewat tol

= Rp. 5.460.000,- + Rp. 4.368.000,-

= Rp. 9.828.000,-/ Tahun

3. Biaya Tenaga Kerja

Upah supir untuk rute A

= Rp. 150.000,- x 3 hari perjalanan = Rp. 450.000,-

Upah supir untuk rute B

= Rp. 150.000,- x 2 hari perjalanan = Rp. 300.000,-

Total upah supir = Rp. 450.000,- + Rp. 300.000,-

= Rp. 750.000,-/ Minggu

= Rp. 39.000.000,-/ Tahun

Upah pendamping supir untuk rute A

= Rp. 50.000,- x 3 hari perjalanan = Rp. 150.000,-

Upah pendamping supir untuk rute B

= Rp. 50.000,- x 2 hari perjalanan = Rp. 100.000,-

Total upah pendamping supir = Rp. 150.000,- + Rp. 100.000,-

= Rp. 250.000,-/ Minggu

= Rp. 13.000.000,-/ Tahun

Jadi, biaya tenaga kerja untuk rute baru adalah :

Biaya tenaga kerja = Total upah supir + Total upah pendamping supir

= Rp. 39.000.000,- + Rp. 13.000.000,-

Total Biaya Distribusi

= Biaya bahan bakar + Biaya retribusi + Biaya tenaga kerja

= Rp. 29.454.800,- + Rp. 9.828.000,- + Rp. 52.000.000,-

= Rp. 91.282.800,- per Tahun

Penghematan = Rp. 148.922.300,- – Rp. 91.282.800,-

= Rp. 57.639.500,- per Tahun

= 38,70 %

4.2.6 Per amalan Permintaan (For ecasting)

4.2.6.1Ploting Data Per mintaan Periode J anuar i 2010 – Desember 2011

Dalam menghitung peramalan permintaan filter rokok dilakukan dengan

menggunakan Time Series dengan terlebih dahulu melakukan plot data pada

Microsoft Excel untuk mengetahui pola data sehingga dapat diketahui jenis

metode yang akan digunakan dalam peramalan permintaan filter rokok untuk

periode Januari – Desember 2012.

Diagram pencar data permintaan untuk Customer 1 (PR. Dana karya

Sejahtera) adalah sebagai berikut :

Untuk diagram pencar data permintaan customer lain dapat dilihat pada

Lampiran F.

4.2.6.2Penetapan Metode Per amalan

Untuk menetapkan metode peramalan yang akan digunakan pada

peramalan periode Januari – Desember 2012 ditentukan berdasarkan pola dari

diagram pencar data permintaan sebelumnya. Dari diagram pencar data

permintaan customer periode Januari 2010 – Desember 2011 diperoleh metode

peramalan permintaan yang sesuai yaitu untuk customer 1 sampai dengan

customer 6 menggunakan metode Simple Average, Moving Average dan Single Exponential Smoothing. Peramalan data permintaan tersebut menggunakan

program WinQSB.

4.2.6.3Per hitungan Nilai Mean Squar e Er r or (MSE)

Dari hasil peramalan data permintaan dengan menggunakan WinQSB

akan didapatkan nilai Mean Square Error (MSE). Hasil Mean Square Error

(MSE) dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.14 Nilai MSE Dari 3 Metode Peramalan

Customer Simple Average Moving Average Single Exponential Smoothing

PR. Dana Karya Sejahtera 182,683 265,357 182,275 PT. Tembakau Djajasakti Sari 428,833 847,610 407,252 PT. Trisakti Purwosari Makmur 420,441 420,698 365,667 PT. Bokor Mas 363,346 793,272 367,829 PR. Alam Subur (Martina) 60,527 68,398 68,211 PR. Chandra Surya Abadi 480,111 580,169 469,864

Dari tabel diatas kemudian dicari metode yang mempunyai nilai kesalahan

(MSE) terkecil pada setiap customer. Hasil peramalan tiap-tiap customer dapat

dilihat pada lampiran G.

Tabel 4.15 Metode Yang Digunakan Untuk Peramalan Masing-Masing Customer

Berdasarkan MSE Terkecil

Customer Metode Nilai MSE PR. Dana Karya Sejahtera Moving Average 265,357 PT. Tembakau Djajasakti Sari Single Exponential Smoothing 407,252 PT. Trisakti Purwosari Makmur Single Exponential Smoothing 365,667 PT. Bokor Mas Simple Average 363,346 PR. Alam Subur (Martina) Simple Average 60,527 PR. Chandra Surya Abadi Moving Average 580,169

4.2.6.4Melakukan Uji Moving Range Chart (MRC)

Setelah mencari nilai MSE terkecil dari metode peramalan permintaan

maka selanjutnya dilakukan uji Moving Range Chart (MRC) hal ini dilakukan

untuk mengetahui apakah data permintaan terkontrol atau tidak berdasarkan

metode peramalan yang digunakan.

4.2.6.5Per hitungan Per amalan Per mintaan Customer Per iode J anuar i –

Desember 2012

Berdasarkan hasil uji MRC, maka dilakukan perhitungan peramalan

permintaan untuk periode Januari – Desember 2012 dengan menggunakan

software WinQSB dengan hasil peramalan dapat dilihat pada lampiran H. Dan

untuk permintaan customer periode Januari – Desember 2012 dapat dilihat pada

tabel berikut :

Tabel 4.16 Data Permintaan Filter Rokok (Batang) Tahun 2012

Cust 1 Cust 2 Cust 3 Cust 4 Cust 5 Cust 6

J an’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 Feb’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 Mar ’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 Apr ’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 Mei’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 J un’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 J ul’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 Agust’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 Sept’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 Okt’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 Nov’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 Des’12 2.129.600 5.766.185 2.859.616 5.500.885 1.830.620 2.261.160 Keterangan :

Customer 1 : PR. Dana Karya Sejahtera, Blitar Customer 2 : PT. Tembakau Djajasakti Sari, Malang Customer 3 : PT. Trisakti Purwosari Makmur, Pasuruan Customer 4 : PT. Bokor Mas, Mojokerto

Customer 5 : PR. Alam Subur (Martina), Probolinggo Customer 6 : PR. Chandra Surya Abadi, Ponorogo

Dari hasil peramalan permintaan customer periode Januari sampai dengan

Desember 2012, sehingga perhitungan rata-rata beban order customer 1 (PR.

Dana Karya Sejahtera) adalah sebagai berikut :

( )

periode Jumlah 2012 tahun selama permintaan peramalan Jumlah Order Beban = =

( )

52 600 . 129 . 2 ... 600 . 129 . 2 600 . 129 2. + + + = 491.446 batang

Untuk perhitungan beban order berikutnya dapat dilihat pada lampiran I.

Tabel 4.17 Rata – Rata Besarnya Beban Order Untuk Tahun 2012

No Customer Beban Order

(Batang/ Minggu) 1 PR. Dana Karya Sejahtera, Blitar 491.446 2 PT. Tembakau Djajasakti Sari, Malang 1.330.658 3 PT. Trisakti Purwosari Makmur, Pasuruan 659.911 4 PT. Bokor Mas, Mojokerto 1.269.435 5 PR. Alam Subur (Martina), Probolinggo 422.451 6 PR. Chandra Surya Abadi, Ponorogo 521.806

4.2.6.6Pengalokasian Customer Pada Rute Bar u Per iode J anuar i – Desember

2012

Pengalokasian customer pada kendaraan dan rute baru periode Januari –

Desember 2012 :

1. Iterasi 1

Tiap customer dialokasikan seperti pada rute awal (Tabel 4.3) yang

memiliki 6 rute pendistribusian produk, sehingga pada iterasi 1 diperoleh 6

rute dalam pendistribusian produk ke customer dapat dilihat pada Tabel 4.9

2. Iterasi 2

Dari Tabel 4.9 Matriks Penghematan, didapat penghematan tertinggi

yaitu 240,99 = S (C1,C6) dengan mengkombinasikan rute untuk C1 dan C6

dalam satu rute yaitu rute A. Kemudian dilakukan pengecekkan apakah

pengkombinasian tersebut layak atau tidak dengan berdasarkan nilai total

beban order customer tersebut dan kapasitas armada yang ada (Truk). Untuk

perhitungan beban dari tiap customer dilihat berdasarkan Tabel 4.17, dengan

perhitungan beban rute sebagai berikut :

Beban untuk rute A = Beban order Customer 1 + Customer 6

= 491.446 + 521.806

= 1.031.252 ( < 2.700.000 ) Layak

Hasil dari iterasi 2 dapat dilihat pada Tabel 4.18 Iterasi 2.

Tabel 4.18 Iterasi 2 Rute C1 C2 C3 C4 C5 C6 C1 A 0 C2 II 174,06 0 C3 III 66,96 83,75 0 C4 IV 90,96 67,25 28,02 0 C5 V 75,19 98,04 92,65 20,28 0 C6 A 240,99 134,76 43,41 102,25 41,50 0 3. Iterasi 3

Pada iterasi 3 didapat penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 174,06=

S(C1,C2) tetapi karena Customer 1 sudah masuk rute A sehingga pada tahap ini dilakukan pengecekkan apakah Customer 2 dapat ditambahkan pada rute

Beban untuk rute A = Beban order Customer 1 + Customer 6 + Customer 2

= 491.446 + 521.806 + 1.330.658

= 2.343.910 ( < 2.700.000 ) Layak

Hasil dari iterasi 3 dapat dilihat pada Tabel 4.19 Iterasi 3.

Tabel 4.19 Iterasi 3 Rute C1 C2 C3 C4 C5 C6 C1 A 0 C2 A 174,06 0 C3 III 66,96 83,75 0 C4 IV 90,96 67,25 28,02 0 C5 V 75,19 98,04 92,65 20,28 0 C6 A 240,99 134,76 43,41 102,25 41,50 0 4. Iterasi 4

Pada iterasi 4 didapat penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 134,76=

S(C2,C6) tetapi karena Customer 2 sudah dilakukan pengecekkan dan hasilnya layak, maka dicari penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 102,25 = S(C4,C6) tetapi karena Customer 6 sudah masuk rute A sehingga pada tahap ini

dilakukan pengecekkan apakah Customer 4 dapat ditambahkan pada rute A,

dengan perhitungan beban rute sebagai berikut :

Beban untuk rute A = Beban order Customer 1 + Customer 6 + Customer 2 +

Customer 4

= 491.446 + 521.806 + 1.330.658 +1.269.435

= 3.613.345 ( > 2.700.000 ) Tidak layak

Beban untuk rute A dinyatakan tidak layak jika ditambahkan dengan beban

order Customer 4. Maka dicari penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 98,04

mengkombinasikan rute untuk C3 dan C5 dalam satu rute yaitu rute B. Kemudian dilakukan pengecekkan apakah pengkombinasian tersebut layak

atau tidak dengan berdasarkan nilai total beban order Customer tersebut dan

kapasitas armada yang ada (Truk), dengan perhitungan beban rute sebagai

berikut :

Beban untuk rute B = Beban order Customer 3 +Customer 5

= 659.911 + 422.451

= 1.082.362 ( < 2.700.000 ) Layak

Hasil dari iterasi 4 dapat dilihat pada Tabel 4.20 Iterasi 4.

Tabel 4.20 Iterasi 4 Rute C1 C2 C3 C4 C5 C6 C1 A 0 C2 A 174,06 0 C3 B 66,96 83,75 0 C4 IV 90,96 67,25 28,02 0 C5 B 75,19 98,04 92,65 20,28 0 C6 A 240,99 134,76 43,41 102,25 41,50 0 5. Iterasi 5

Pada iterasi 5 didapat penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 90,96 =

S(C1,C4) tetapi karena Customer 4 sudah dilakukan pengecekkan dan hasilnya tidak layak, maka dicari penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 83,75 =

S(C2,C3) tetapi karena Customer 2 sudah masuk rute A dan Customer 3 sudah masuk rute B, maka dicari penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 75,19 =

S(C1,C5) tetapi karena Customer 1 sudah masuk rute A dan Customer 5 sudah masuk rute B, maka dicari penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 67,25 =

S(C1,C3) tetapi karena Customer 1 sudah masuk rute A dan Customer 3 sudah masuk rute B, maka dicari penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 43,41 =

S(C3,C6) tetapi karena Customer 6 sudah masuk rute A dan Customer 3 sudah masuk rute B, maka dicari penghematan tertinggi selanjutnya yaitu 41,50 =

S(C5,C6) tetapi karena Customer 6 sudah masuk rute A dan Customer 5 sudah

Dokumen terkait