• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN ELIT LOKAL DALAM KEMENANGAN PARTAI GOLKAR PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014

3.1 Aktivitas Elit lokal dalam Pemilu Legislatif

Dalam masyarakat yang menganut paham demokrasi, maka keberadaan elit tidak bisa dilepaskan dari adanya proses sosial yang berkembang. Dalam buku Larry Diamon “Developing Democracy toward

Consolidation” mengemukakan empat proses sosial utama yang

mendorong perkembangan elit yakni pertumbuhan penduduk,

pertumbuhan spesialisasi jabatan, pertumbuhan organisasi formal dan perkembangan keagamaan moral.32

Dalam pengertian elite menunjukkan sekelompok orang dalam masyarakat yang menempati kedudukan tertinggi. Dalam arti yang lebih khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan. Dalam istilah yang lebih umum elite dimaksudkan kepada posisi dalam masyarakat di puncak struktur-struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi Elit karena eksekutif terdiri dari orang-orang yang mempunyai posisi strategis di bidang tertentu. Dengan posisi

yang strategis, Elite memperoleh kekuasaan mengontrol dan

mempengaruhi orang lain.

32

tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.

Penelitian ini, sebagaimana disinggung elit politik lokal merujuk pada individu-individu yang menduduki posisi jabatan politik di ranah lokal. Seorang individu dapat meraih dan menduduki posisi jabatan tersebut apabila yang bersangkutan mempunyai sumber daya sebagai basis dan mampu mengoptimalkannya sehingga dapat mengantarkannya sebagai elit politik lokal.

Masyarakat yang memiliki keberagaman etnis tinggi, ikatan primordial etnisitas dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya oleh seseorang yang berupaya merebut posisi jabatan sebagai elit politik di ranah lokal. Hal ini karena dalam masyarakat tersebut tingkat kompetisi untuk meraih kekuasaan juga tinggi. Salah satu tujuan yang dilakukan elit yaitu berusaha untuk menjalankan program-program kerja yang telah ditetapkan seperti, peningkatan kapasitas kader, mewujudkan pengawasan kebijakan pemerintah, dan menyiapkan strategi dalam pemiliu. Hal ini dilakukan berdasarkan visi dan misi partai golkar agar dapat berjalan sesuai harapan masyarakat, sehinggah dapat meraih kekuasaan tertinggi.

Penelitian ini akan menjelaskan hasil dari peran elit lokal dalam pemenangan Pemilu legislatif tahun 2014 di Kabupaten Padang Lawas dimana fokus terhadap partai Golkar. Pemilu yang telah berlangsung pada

bulan april, sejumlah peran elit mengambil peran penting untuk pemenangan partai golkar dan mendapatkan kursi yang dominan di parlemen. Terkait dengan hal itu beberapa narasumber yang mempunyai kapasitas untuk memberikan data yang di butuhkan dalam pemenangan partai golkar yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Pertama-pertama peneliti merumuskan apa yang menjadi dasar pembahasan menyangkut tentang peran elit golkar dalam pemilu yang telah berlangsung. Berdasarkan data yang telah di peroleh dari narasumber mengenai proses pemenangan partai golkar, salah satu anggota elit golkar dan sekaligus ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas Bapak H. Sahwil Nasution mengatakan:

“Dari Tahun 1998, saya telah masuk sebagai kader partai golkar dan aktif pada tahun 2006, sejak saat itu mempunyai misi untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Padang Lawas. Beberapa tahun kemudian saya mempunyai pengaruh yang besar didalam partai maupun terhadap masyarakat dan sekaligus sebagai elit golkar itu sendiri. Hal ini yang menjadi pendorong dalam tubuh partai untuk bisa bangkit serta mempertahankan kursi di parlemen”.33

Dari pemaparan diatas bahwa jelas sekali, elit golkar mempunyai misi yang sangat kuat untuk membangun partai golkar serta menujukkan kualitasnya di masyarakat dengan melaksanakan berbagai program yang membangun mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, budaya dan sosial politik yang menjadi tujuan utama untuk mendapatkan

33

Hasil wawancaradengan Pak Syahwil Nasution, di kantor DPRD Kab. Padang Lawas, pada tanggal 06 Desember 2014

legitimasi dari masyarakat dan menjadi partai yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan sumber daya manusia.

Hal ini sangat berkaitan erat dengan apa yang dikatakan oleh Pareto, masyarakat terbagi dalam dua kategori yaitu: lapisan elite yang jumlahnya kecil dan mempunyai kemampuan memerintah (governing

elite), dan lapisan non elite yang jumlahnya besar yang ditakdirkan untuk

diperintah (non elit).34

“Ini tidak terlepas dari keinginan masyarakat dan kepercayaan masyarakat kepada Golkar yang sudah menjadi partai besar dan partai tertua”. Jadi termasuk Kepala Daerah, dalam hal ini Bupati Kab.Padang Lawas dan juga ketua DPP Kab.Padang Lawas. Kemenagan ini tidak terlepas dari figur beliau sebagai Ketua partai Golkar dan selama menjabat Bupati Kab. Padang Lawas sudah banyak dirasakan masyarakat dalam hal perubahan. Termasuk dalam masyarakat desa seperti pembangunan infrastruktur, kesehatan, pertanian dan pendidikan dan pelayanan masyarakat”.

Dari teori ini sangat jelas sekali bahwa antara

governing elite dan non elite saling membutuhkan dimana elite di dalam

partai menjadi roda pergerakan didalam partai maupun di masyarakat untuk memberikan kesejahteraan yang maksimal. Seperti yang di sampaikan oleh tokoh elite lainya yang mempunyai kedudukan sebagai ketua fraksi partai golkar dan sekaligus sebagai anggota DPRD Bapak Amri Fikal Siregar mengatakan bahwa:

35

Dari pemaparan pak Amrin Fikal bahwa Bupati sebagai ketua partai Golkar Kab. Padang Lawas dikatakan sebagai figur yang sangat berpengaruh. Sesuai cita-cita partai Golkar Suara Golkar Suara Rakyat.

34

SP. Varma. Op.Cit. Hal 199

35

Membangun dari desa. kepercayaan masyarakat yang besar tidak terlepas dari karya Golkar yang sudah nyata yang sudah dirasakan oleh masyarakat. Pendekatan yang dilakukan elit tidak terlepas dari pendekatan membangun. Dengan karya nyata. Figur bupati Kab.Padang Lawas dan juga sebagai ketua Golkar Kab. Padang Lawas mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Golkar sehinga memperoleh hasil yang sangat signifikan di padang lawas ditahun 2014 ini. Kemudian hal ini juga tidak terlepas dari kader yang sangat solid dan bekerja keras untuk meraih suara. Kader dari koordinator desa, pengurus kecamatan sampai DPP kabupaten berusaha keras untuk mendekati masyarakat dan selalu menanyakan apa saja yang diingin kan masyarakat. Dengan demikian dari kader menerima aspirasi mereka.

Pemilu yang telah berlangsung di Kabupaten Padang Lawas memberikan sebuah tolak ukur bahwa golkar mempunyai eksistensi serta mampu menunjukkan kualitasnya di tengah masyarakat maupun partai lainnya. Seperti yang dikatakan oleh salah satu elit golkar Syarifuddin Hasibuan sebagai wakil ketua bidang pemenangan pemilu:

“Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mendekatkan partai dengan masyarakat. Hal ini yang dipakai oleh partai golkar dengan menurunkan semua kader-kader yang di desa maupun di tingkat kecamatan dengan tujuan untuk melihat secara langsung apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan membuat program kerja untuk memenuhi kebutuhan masyarakata yang ada di padang lawas. Selain itu golkar berusaha untuk mendekatkan diri dengan Ormas-ormas dan juga tokoh agama dalam mewujudkan apa yang menjadi misi dari partai dengan hadir ditengah-tengah masyarakat supaya

dalam pemilu memilki kekuatan suara yang paling banyak dan mendapatkan mandat secara lagsung dari masyarakat ”.36

Aktivitas elit golkar dalam pemenangan pemilu merupakan hal yang paling utama untuk mencapai hasil yang maksimal dan memperoleh suara terbanyak serta kursi di parlemen. Hal ini yang menjadi tujuan dari kader-kader partai golkar untuk menjaga eksistensinya di tengah-tengah partai politik maupun masyarakat. Kemudian Golkar selalu melihat kondisi masyarakat yang ada di Kab. Padang Lawas, kemudian melihat masyarakat di tingkat pedesaan, Golkar bergerak untuk menawarkan program-program agar masyarakat mau dan tetap memilih Golkar dan masyarakat mau bersama partai Golkar. Adapun kegiatan kegiatan sosial yang dilakukan oleh golkar dan ormas-ormas ditengah-tengah masyaraakat seperti memberikan bantuan kepada masyarakat desa seperti membantu pembangunan tempat-tempat ibadah dan membangun jembatan di daerah areal perkebunan dan melaksanakan acara-acara perlombaan, seperti MTQ dan juga perlombaan olahraga

Kemudian langkah berikutnya golkar, menghimpun seluruh aspirasi yang muncul dari masyarakat dengan turun langsung dengan melihat, mendengar apa yang menjadi persoalan baik persoalan aspirasi pembangunan desa persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat, menyangkut sengketa konflik agraria yang terjadi dimasyarakat, baik antara masyarakat, kelompok, perusahaan dengan masyarakat. Persoalan

36

didalam masyarakat yang menjadi bahan langkah utama partai Golkar khusunya DPRD yang di Golkar untuk memperjuangkannya.

Dalam pemenangan partai golkar pengaruh Ormas sangatlah penting untuk mencari dukungan seperti Soksi, IPK, dan LMP. Karena mereka menduduki jabatan-jabatan strategis dan mempunyai pengaruh untuk memerintah orang lain dalam lingkup masyarakat. Organisasi kemasyaraatan diperhitungkan untuk mendapatkan keuntungan dalam memperoleh suara dalam ajang pemilihan umum legislatif yang terjadi di Kab. Padang Lawas.

Partai golkar dengan beberapa dukungan dari sayap partai maupun dari Ormas menjadi salah satu kekuatan untuk mencapai suara terbanyak. Seperti organisasi IPK dan LMP (Laskar Merah Putih). Seperti yang di sampaikan oleh salah satu non elit dari Ormas Bapak Darman MT Hasibuan, sebagai ketua Soksi menyatakan bahwa:

“Kami sangat dekat dengan partai golkar karena kami merupakan sayap dari partai golkar. Hubungan kami sangat harmonis. Kami membentuk dan menjaring semua elemen kader dari Soksi yang ada di desa maupun di tingkat kecamatan untuk mendukung partai golkar dan semua calon legislatif yang bertarung setiap Dapilnya.”37

Dari pemaparana pak Darman diatas bahwa sayap partai golkar mendukung sepenuhnya terhadap patai golkar, semua kader diturunkan untuk menarik perhatian masyarakat baik dari kader yang ada di desa samapai dengan kecamatan. sayap partai golkar mempunya tugas dan

37

Hasil wawancara dilakukan dengan Pak Darman MT Hasibuan, Ketua Soksi, di kediamannya yang bertempat di Sibuhuan Kec. Barumun Pada tanggal 5 Desember 2014

fungsi masing-masing, salah satunya adalah sayap partai golkar menerima aspirasi dan mewakili masyarakat dan menyampaikannya kepada pemerintahan selain itu juga Soksi menceritakan elektablitas partai Golkar kepada masyarakat dan meyakinkan kepada mereka bahwa Golkar sebagai partai yang besar sebagai penampung aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya di parlemen. kemudian dari non elit yang mempunyai dukungan penuh adalah IPK seperti yang disampaikan oleh Bapak Sahrul Dalimunte sebagai ketua IPK menyatakan bahwa:

“Kalau saya secara pribadi dekat dengan golkar, Saya sudah lama mengenal partai golkar dan saya secara pribadi sering ikut dengan golkar.Lebih tepatnya saya masih mengetahui Visi dan Misi golkar. Sedangkan IPK sendiri sangat dekat dengan partai golkar dan kami mendukung visi misi golkar dan program-program kerjanya serta pemenangan kader-kader golkar yang bertarung di DPRD dan juga mendukung seutuhnya kemenangan golkar”38

Dari pemaparan diatas bahwa IPK menghimbau kepada seluruh kader di kecamatan untuk turun langsung ke masyarakat desa untuk mendukung Golkar dan menyampaikan progaram-program Golkar kedepannya. dan meyakinkan kepada masyarakat bahwa Golkar itu adalah partai yang besar dan dengan kebesarannya itu akan berpihak kepada masyarakat bawah. IPK memberikan dukungan kepada golkar secara sukarela untuk memberikan kemajuan secara keseluruhan di Kabupaten Padang Lawas. Selanjutanya LMP mencari dukungan kepada masyarakat dan sekaligus memnghimpun kader untuk bisa bergabung dan

38

mempejuangkan hak setiap masyarakat. Sedangkan ketua LMP (Laskar Merah Putih) Bapak Sultan Harahap memberikan penjelasannya terkait dukungan LMP terhadap Golkar, ia mengatakan bahwa:

“Saya mengenal partai Golkar dari dulu, karena partai golkar itu salah satu partai yang tertua, dan saya tahu betul pemerintahan sekarang yang ada di Kabupaten Padang Lawas kebanyakan dominan oleh kader-kader partai golkar. Sebagai ketua LMP saya memberikan dukungan penuh dengan tujuan untuk melakukan pembenahan dan ikut berperan aktif membangun kebersamaan dan menyatukan komitmen untuk mendukung program pemerintah yang memenuhi kepentingan rakyat dengan turun langsung bersama kader-kader golkar terutama yang bertarung di legislative dan menerima aspirasi masyarakat serta mengajak masyarakat untuk memilih partai golkar dalam pemilu legislative yang akan berlangsung”39

Dari pemaparan pak Sutan dalam memberi dukungan kepada partai golkar, organisasi LMP turun lansung kemasyarakat dalam menyampaikan program yang membangun mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan dan infrastruktur serta mengajak masyarakat untuk memilih partai golkar lewat pemilu yang akan berlangsung dengan harapan bisa tercapai kesejahteraan rakyat. Dengan kekuasaan yang dimiliki oleh partai golkar dan LMP mempunyai kekuatan yang besar untuk mempengaruhi masyarakat serta mewujudkan mimpi dan cita-cita masyarakat seperti yang dikatakan oleh Max Weber bahwa kekuasaan adalah kesempatan dari seseorang atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat akan kemauan kemauannya sendiri, dengan sekaligus menerapkannya terhadap tindakan-tindakan perlawanan dari orang-orang atau golongan-golongan

39

Wawancara dengan Bapak Sultan Harahap Ketua LMP bertempat di Lubuk Bunut pada tanggal 10 Desember 2014

tertentu.40

Beberapa dukungan baik dari sayap partai maupun dari Ormas mempunyai tujuan yang sama untuk mewujudkan tujuan dari golkar. dukungan didapat dari Soksi IPK dan LMP yang menjadi basis kekuatan partai golkar untuk bertarung dalam pemilu legislative, hal ini yang menjadi kekuatan golkar yang telah memperoleh suara terbanyak dan kursi di parlemen dengan menempatkan mereka di urutan pertama dan memperoleh kursi yang mewakili setiap Daerah pemilihan

Dengan demikian kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk memengaruhi pikiran atau tingkah laku orang atau kelompok orang lain, sehingga orang yang dipengaruhi itu mau melakukan sesuatu yang sebetulnya orang itu enggan melakukannya.

3.2. Pandangan Masyarakat Terhadap Partai Golkar dalam Pemilu Legislatif 2014 di Kab. Padang Lawas.

Ramlan Surbakti dalam Bukunya yang berjudul “Memahami Ilmu Politik” menyatakan bahwa pilihan rasional melihat kegiatan perilaku memilih sebagai produk kalkulasi antara untung dan rugi.41

40

Soerjono Soekanto. OP.Cit.Hal. 262

Ini disebabkan karena pemilih tidak hanya mempertimbangkan ongkos memilih dan kemungkinan suaranya dapat mempengaruhi hasil yang diharapkan, tetapi juga perbedaan dari alternatif-alternatif berupa pilihan yang ada. Pemilih di

41

dalam pendekatan ini diasumsikan memiliki motivasi, prinsip, pendidikan, pengetahuan, dan informasi yang cukup. Pilihan politik yang mereka ambil dalam pemilu bukanlah karena faktor kebetulan atau kebiasan melainkan menurut pemikiran dan pertimbangan yang logis. Berdasarkan informasi, pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki pemilih memutuskan harus menentukan pilihannya dengan pertimbangan untung dan ruginya untuk menetapkan pilihan atas alternatif-alternatif yang ada kepada pilihan yang terbaik dan yang paling menguntungkan baik untuk kepentingan sendiri (self-interest) maupun untuk kepentingan umum.

Terkait dengan kondisi bermasyarakat, pandangan adalah proses penilaian seseorang atau sekelompok orang terhadap objek, peristiwa dengan melibatkan pengalaman-pengalaman yang berkaitan dengan objek tersebut, melalui proses kognisi dan afeksi untuk membentuk objek tersebut. Pengetahuan masyarakat dapat didefinisikan sebagai rangkaian proses kognisi atau pengenalan dan afeksi atau aktifitas evaluasi emosional ketertarikan masyarakat terhadap suatu objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan cara menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan tersebut dengan menggunakan media pendengaran, penglihatan, peraba dan sebagainya. Dalam ini jelas, Elit lokal menjadi tolak ukur masyarakatnya dikarenakan banyak hal yang berkenaan dengan masyarakat mengenai peran yang sudah dilakukan oleh Elit – elit lokal di

atas. hal ini sesuai dengan wawancara dengan ketua fraksi partai Golkar pak Amrin Fikal bahwa:

“Kita sebagai kader, menyampaikan informasi tentang program yang mendukung masyarakat. Dan hadir ditengah-tengah masyarakat sebagai pejuang kepentingan rakyat. Kita menjaga amanah rakyat sesuai konstitusi. Yang terakhir sesuai visi misi golkar yang menjadi garda terdepan dan terutama pencetus ide dan melakukan perubahan-perubahan baik secara pemikiran konsep maupun tindakan.”42

Dari pemaparan beliau bahwa elite harus menjaga kepercayaan dan memperjuangkan setiap aspirasi masyarakat dan melakukan perubahan-perubahan yang mendukung kepada maasyarakat agar tetap bisa menarik perhatian dengan harapan agar masyarakat memilih partai Golkar dan elit yang mencalonkan diri sebagai caleg di dalam tubuh partai Golkar pada pemilihan umum legilslatif tahun 2014 di Kab. Padang Lawas.

Melihat elite dalam melaksanakan kekuasaanya sebagai kader golkar dalam hal mempengaruhi masyarakat Dengan melakukan berbagai kegiatan yang menunjang kemenangan partai golkar pada pemilihan umum legislative tahub 2014. Disamping itu kekuasaan diartikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan. Kekuasaan terdapat di semua bidang kehidupan dan dijalankan. Kekuasaan mencakup kemampuan untuk memerintah dan juga untuk memberi keputusan-keputusan yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi tindakan-tindakan pihak-pihak lainnya.

42

Meriam budiardjo dalam bukunya yang berjudul “Dasar-dasar Ilmu Politik” menyebutkan bahwa kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau sekelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mmpunyai kekuasaan itu.43

Pandangan masyarakat dalam hal ini, tidak terlepas dari bagaimana mereka melihat partai golkar yang ada di Padang Lawas, begitu juga dengan peran elit yang mempunyai kekuasaan untuk bisa mempengaruhi dan mengajak masyarakat untuk bisa berpartisipasi. Sesuai dengan hasil wawancara dengan tokoh masyarakat, salah satunya Bapak Abdul Gani ia mengatakan bahwa:

“Menurut saya yang paling berpengaruh, adalah Bupati dan Ketua DPRD Padang Lawas yang sekarang, dan juga kader-kader dari partai itu sendiri”.44

Dari pemaparan beliau, masyarakat melihat bahwa yang paling berpengaruh adalah Bupati Padang Lawas, yakni TSO dan ketua DPRD Kab.Padang Lawas sekarang. Mereka melihat bahwa sosok atau figur Bupati Kab. Padang Lawas yang notabene merupakan kader partai Golkar sangatlah Kuat didalam pikiran masyarakat setempat yang ada di Kab.Padang Lawas. Adapun Unsur – unsur kekuasaan yang didapat dijumpai dalam masyarakat mempunyai beberapa unsur pokok yaitu.45

43

Merian Budiardjo.Op.Cit. Hal 17-18

Di dalam sistem pemujaan,

44

Hasil wawancaradenganAbdul Gani (Mantan Kepala Desa Parmainan) di kediamnnya yang bertempat di Desa Parmainan Kec. Hutaraja tinggi pada tanggal 15 Desember 2014

45

seseorang atau sekelompok orang yang memegang kekuasaan mempunyai dasar pemujaan dari orang-orang lain. Akibatnya adalah segala tindakan penguasa dibenarkan atau setidak-tidaknya dianggap benar.

Pendekatan yang dilakukan calon legislatif dari partai golkar kepada masyarakat dengan memberikan bantuan untuk pembangunan masjid, dan memberikan bantuan untuk pembuatan jembatan di lahan lahan perkebunan yang tersebar luas di Kab. Padang Lawas. bahkan mereka langsung mendatangi rumah rumah penduduk untuk dapat memperoleh kemenangan pada saat dilangsungkannya pemilu legislatif tahun 2014 di Kab. Padang Lawas. Salah satu tokoh masyarakat lain, Bapak H. Gading Hasibuan mengatakan bahwa:

“Mereka melakukan pendekatan dengan melalui tokoh masyarakat dan toko agama yang ada di daerah ini. Dan mereka juga terlihat melakukan perlombaan olahraga sepak bola tingkat kcmatan selain itu mereka memberikan bantuan bantuan kepada masyarakat. Seperti bantuan untuk pembangunan mesjid dan juga membangun jembatan di daerah perkebunan. Menurut saya pendekatan yang dilakukan mereka itu sudah cukup bagus di desa ini.”46

Dari pemaparan Pak H. Gading Golkar dalam pemiliu legislatif tahun 2014 yang lalu juga meminta dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh di daerah ini. Secara keseluruhan narasumber mengatakan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh elit lokal partai Golkar maupun ormas yang mendukung partai Golkar dalam pemenangan pada pemilu legislatif sudah cukup baik dan efektif. Strategi menurut

46

Hasil wawancaradenganH. Gading Hasibuan di kediamnnya yang bertempat di Sibuhuan kec Barumun pada tanggal 18 Desember 2014

Arnold Steinberg adalah rencana untuk tindakan penyusunan dan pelaksanaan strategi mempengaruhi suskses atau gagalnya strategi pada akhirnya.47

Masyarakat disetiap daerah pemilihan masing-masing sangat responsif dan antusias terhadap pemilihan umum legislatif pada tahun 2014 di Kab.Padang Lawas. Hal ini sesuai dengan wawancara dengan bapak Herman Lubis

Dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.

“Respon masyakat didesa ini dalam pemiu legislatif terbilang masyarakat semua memilih pilihannya sendiri.”48

Dalam pemaparan beliau bahwa setiap masyarakat sudah mempunyai calon sendiri untuk dipilih dalam pemilihan umum legislatif 2014 dan sangat sedikit masyarakat yang golput atau tidak memilih pada pemilu legislatif. Pada dasarnya political marketing menurut Adam Nursal, yakni sebagai strategi kampanye politik untuk membentuk serangkain makna politis tertentu didalam pikiran para pemilih. Serangkain makna politis yang terbentuk didalam pikiran para pemilih untuk memilih para

Dokumen terkait