HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil
B. Pembahasan 1. Ranah Afektif
Berdasarkan uji hipotesis yang diakukan terlihat bahwa penerapan model serta media ini bisa meningkatkan hasil belajar siswa untuk materi Pemanasan Global. Penilaian afektif ini dilakukan oleh 1 orang observer.
Berdasarkan penganalisis data, didapat nilai ranah afektif pada kelas eksperimen 79,98 berpredikat Baik (B) dan kelas kontrol dengan nilai 64,21 berpredikat Cukup (C). Kelas eksperimen pembelajarannya menggunakan model dengan media tersebut dan kelas kontrol menggunakan pendekatan saintifik. Pada penilaian ranah afektif ini dilihat dari 2 indikator yaitu bertanggung jawab dan bekerjasama dalam kelompok.
Pada indikator bertanggung jawab, siswa dikelas eksperimen sangat bertanggung jawab. Hal ini terlihat saat siswa mengamati video, sehingga pada tahap mengidentifikasi masalah, membuat pertanyaan serta mengumpulkan laporan hasil disukusi siswa tidak mengalami kesulitan . peserta didik akan antusias dan tertarik jika pembelajarannya menggunakan media video (Diani &
Syafitri, 2016). Media yang digunakan pada kelas kontrol hanya buku paket, sehingga siswa kurang bertanggung jawab dalam membuat pertanyaan dan mengumpulkan data. Hal ini menyebabkan nilai siswa kelas kontrol pada indikator bertanggung jawab lebih rendah daripada kelas eksperimen.
Pada indikator bekerjasama dalam kelompok, yang dinilai ada beberapa aspek seperti mencari jawaban, menyampaikan pendapat, mengolah data dan memeriksa kembali jawaban yang telah dibuat bersama kelompok. Siswa pada kelas eksperimen dengan menggunakan model ini menjadi aktif bekerjasama, hal ini disebabkan siswa dibimbing sehingga pembelajaran menjadi terarah. Sesuai dengan penelitian Fairuzabadi (2017) menyatakan bahwa ―siswa akan lebih aktif dengan melakukan berbagai aktifitas seperti melakukan pengamatan, bertanya, mengeluarkan pendapat dan menulis laporan dan mandiri dikarenakan model pembelajaran ini dalam pembelajaran akan melibatkan kemampuan siswa secara penuh‖.
Pada kelas kontrol proses pembelajaran terlihat siswa kurang bekerjasama dalam bekerjasama. Siswa jarang mengeluarkan pendapat dan lebih sering bekerja sendiri sehingga kurangnya interaksi antara kelompok dalam mendiskusikan hasil laporan. Hal ini disebabkan pada kelas kontrol minat peserta berkurang saat proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan penelitian Ruth Rize Paas Megahati (2015) menyatakan bahwa ―belajar aktif membantu kegiatan pembelajaran sehingga kemampuan berpikir untuk penemuan ide pokok, menyelesaikan permasalahan, atau menerapkan apa yang baru dipelajari menjadi baik.
2. Ranah Kognitif
Hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai media tersebut bisa meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan perolehan nilai ranah psikomotor untuk kelas eksperimen dengan 62,38 berpredikat Cukup (C) dan kelas kontrol dengan nilai 53,22 berpredikat Kurang (D).
Pada ranah kognitif kelas eksperimen dikategorikan cukup serta dibawah KKM. Hal ini dkarenakan belum terbiasanya siswa menggunakan model pembelajaran ini dan hanya sebagian siswa yang mampu memahaminya. Hal ini membuat proses pembelajaran menjadi kurang maksimal. tetapi, keterlibatan siswa menjadi aktif dengan penerapan model serta media ini.
Rasa ingin tahu menjadi tinggi jika kegiatan pengamatan sesuai dengan materi yang ada di media video. Hal ini terlihat dalam pemahaman serta kemampuan daya ingat siswa bertambah setelah pengamatan video. Menurut (Akhmad Busyaeri, Tamsik Udin, 2016) menyatakan bahwa ―media video dapat merekam secara nyata kejadian terkini, dengan perpaduan warna, audio dan gerakan membuat karakter terlihat lebih hidup serta melihat video bisa memperkuat pemahaman peserta didik dalam materi mengenai menanya mengenai materi yang tidak dimengerti serta mencari jawaban dari buku sumber. Sesuai dengan pendapat Nurdyansyah dan Fahyuni (2016:148) bahwasannya model pembelajaran inkuri terbimbing memiliki kelebihan pada penekanan pembelajaran secara maksimal kepada siswa untuk pencarian dan penemuan agar
peranannya tidak hanya menerima melainkan juga berperan untuk menemukan sendiri dengan cara pengarahan.
Proses pembelajaran pada kelas kontrol nilai siswa rendah, dikarenakan dalam pembelajaran siswa tidak mendengarkan penjelasan disampaikan oleh pendidik. Terlihat dalam proses tanya jawab, hanya sebagian peserta didik yang menanggapi, sedangkan yang lain sibuk dengan kegiatannya sendiri. Hal ini disebabkan siswa hanya terfokus pada buku teks sehingga rasa ingin tahu siswa dalam belajar menjadi lebih rendah dibandingkan dengan kelas eksperime. Menurut Lufri (2007:1) hasil belajar akan maksimal jika terdapat hubungan guru dengan siswa.
3. Ranah Psikomotor
Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan terlihat bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai media video dapat meningkatkan hasil belajar pada ranah psikomotor pada materi pemanasan global yang dilakukan dengan membuat laporan.
Berdasarkan analisis data didapatkan nilai ranah psikomotor kelas eksperimen 56.74 berpredikat Kurang (D) dan kelas kontrol 46.03 berpredikat Kurang (D). hal ini dikarenakan dalam penulisan laporan siswa kurang memperhatikan sistematikan laporan dan keterbacaan laporan.
Pada indikator sistematika laporan kelas eksperimen memiliki predikat B (Baik) dikarenakan menerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai media video telah dituntut untuk membahas materi mulai dari proses identifikasi masalah sampai tahap kesimpulan. Melibatkan media video serta beberapa buku
sumber yang digunakan, sehingga materi bisa dikuasai oleh siswa dengan baik. Hal ini memudahkan siswa membuat laporan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan laporan relevan dengan teori. Sedangkan kelas kontrol mempunyai rata-rata nilai predikat D (Kurang) dikarenakan banyak siswa laporannya tidak sistematis baik dari pembahasan, maupun kesimpulan yang relevan dengan teori. Hal tersebut dikarenakan siswa merasa bosan dalam pembelajaran.
Pada indikator keterbacaan laporan baik kelas ekperimen maupun kelas kontrol mendapat predikat D (Kurang) karena banyak siswa yang tidak rapi saat menulis laporan, laporan masih banyak coretan, susunan kata tidak mudah dipahami, dan penulisan kata banyak yang disingkat. Hal ini dikarenakan siswa kurang memahami aspek yang akan dinilai pada keterbacaan laporan dan banyak siswa yang tergesa-gesa dengan waktu. Sesuai dengan pendapat Sugiono (2009:23) jika penulisan mudah dipahami dan rapi sesuai dengan topik yang dibicarakan maka tulisan itu bisa katakana dengan tulisan yang baik.
Jika guru memfasilitasi kegiatan dalam pembelajaran yang bertujuan untuk keterampilan belajar siswa dan mendapatkan pengalaman belajar, maka proses dan hasil dari belajar menjadi sangat penting. Dengan keterlibatan peserta didik secara raga dan pikiran sehingga proses pembelajaran akan menghasilkan hal yang baik. (Karyatin, 2013).
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai media video dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas VII SMPN 2 Lembah Gumanti Kabupaten solok tahun ajaran 2018/2019.
B. Saran
1. Kepada guru biologi, diharapkan bisa menerapkan kembali model pembelajaran serta media tersebut untuk materi yang lainnya.
2. Bahan masukan bagi peneliti selanjutnya, agar siswa menjadi aktif serta kreatif dengan menerapkan berbagai model pembelajaran.