• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis klaster merupakan suatu alat analisis dimana responden dimasukkan ke dalam suatu klaster berdasarkan variabel yang ditentukan. Pada penelitian ini, suatu klaster ditentukan oleh variabel gaya hidup responden dimana responden tersebut merupakan konsumen minuman lidah buaya My Koki. Analisis klaster dilakukan dengan nilai α = 0.15 yang mengasumsikan bahwa 85% dari jawaban responden masih dapat dipercaya. Nilai Sig yang dihasilkan dari analisis klaster dan memiliki nilai kurang dari nilai α = 0.15 dapat dijadikan sebagai variabel yang dapat mewakilkan suatu klaster. Nilai Sig yang lebih besar dari nilai α = 0.15 dianggap tidak dapat mewakilkan suatu klaster dikarenakan suatu variabel memiliki tingkat homogen yang tinggi.

Analisis klaster yang dilakukan berdasarkan variabel gaya hidup menunjukkan bahwa konsumen minuman lidah buaya My Koki terbentuk atas 2 kelompok. Pengelompokkan konsumen dengan 3 kelompok tidak dapat dijadikan sebagai kelompok konsumen minuman lidah buaya dikarenakan jumlah konsumen dari salah satu kelompok berjumlah 2 orang konsumen. Hal ini tidak dapat dilanjutkan karena jumlah konsumen yang mewakilkan suatu kelompok berjumlah sedikit yang dapat berakibat kurang responsif nya suatu klaster terhadap suatu strategi.

Pengujian klaster melalui tabel ANOVA dilakukan agar peubah yang diuji memiliki peubah yang relatif heterogen sehingga dapat membedakan setiap klasternya. Pada pengujian awal klaster dengan memasukkan jumlah klaster yang diinginkan sebanyak tiga kelas, menghasilkan klaster dengan masing masing variabel gaya hidup yang dapat mewakilkan klaster tersebut. Pembagian klaster dengan jumlah 3 menghasilkan klaster dengan anggota sebuah klaster berjumlah

30

2. Hal ini tidak dapat dilanjutkan untuk menjadi sebuah klaster dengan anggota yang sedikit dikarenakan berakibat tidak efektif dalam perencanaan segmentasi bagi sebuah produk. Sehingga ditetapkan jumlah klaster yang optimal berada pada 2 kelas yang dibentuk. Pada pembentukan 2 klaster, peubah yang tidak signifikan dapat dilihat pada tabel 19.

Tabel 19 Atribut yang relatif homogen

No Variabel Indikator Sig

1 Aktivitas

Atribut hobi Saya bergabung dengan klub untuk menyalurkan hobi saya (var21)

0.628 Atribut kegiatan –

kegiatan

Saya tidak terlibat kegiatan sosial seperti gotong royong di daerah tempat tinggal saya (var22)

0.904 Atribut belanja Saya lebih memilih belanja di supermarket

daripada di pasar tradisional (var23)

0.989 Atribut hiburan Waktu senggang yang saya miliki digunakan untuk

membaca buku (var25)

0.319 Atribut olahraga Saya memiliki aktifitas olahraga yang rutin (var

24)

0.160 Atribut komunitas Saya memiliki komunitas lain selain klub yang

saya ikuti (var26)

0.180 Atribut liburan Saya senang ketika waktu liburan yang dimiliki,

digunakan untuk bersama keluarga (var27)

0.208

2 Minat

Atribut makanan Bagi saya, makan dimana saja tidak masalah yang penting enak (var30)

0.155 Atribut rekreasi saya menyempatkan waktu rekreasi keluar kota

sebulan sekali (var31)

0.712 Atribut fashion saya menyempatkan membeli pakaian sebulan

sekali (var32)

0.956 Atribut media Pada waktu senggang saya menyempatkan waktu

untuk membaca Koran daripada menonton TV (var35)

0.299

3 Opini

Atribut kebudayaan

Budaya lokal harus tetap di lestarikan(var40) 0.761 Atribut politik Saya menyukai menonton berita politik

dibandingkan dengan berita olahraga (var41)

0.200 Atribut produk Dengan meminum My Koki setiap hari, saya

merasa lebih sehat (var42)

0.207 Atribut bisnis Berwirausaha merupakan pekerjaan yang

menguntungkan (var43)

0.510 Atribut ekonomi Meningkatnya harga sembako di pasar

mengakibatkan pengeluaran saya semakin banyak (var44)

0.636

Atribut isu sosial Rasa kekeluargaan antar tetangga di daerah tempat tinggal saya semakin menurun (var45)

0.536

Pada pembentukan 2 klaster yang dilakukan, tabel ANOVA (lampiran) menunjukkan bahwa terdapat peubah – peubah yang tidak signifikan terhadap sebuah klaster dikarenakan tidak dominan pada salah satu klaster. Variabel yang

31 tidak signifikan tidak dapat dijadikan variabel yang mewakilkan suatu klaster karena dianggap memiliki tingkat homogenitas yang tinggi. Terdapat 16 peubah yang tidak signifikan.

Peubah atau variabel yang memiliki nilai Sig kurang dari 0.150 dianggap signifikan dalam mewakilkan suatu klaster sehingga dapat dijadikan nilai dominan pada suatu klaster. peubah yang memiliki nilai yang signifkan dapat dijadikan peubah yang dapat mewakilkan suatu klaster. Atribut – atribut yang dapat mewakilkan atau nilai Sig < α = 0.15 dapat dilihat pada Tabel 20.

Tabel 20 Atribut yang dapat mewakilkan klaster

No Variabel Indikator Sig 1 Aktivitas

Atribut pekerjaan Saya lebih suka pekerjaan diluar ruangan dibandingkan di dalam ruangan (var19)

0.011* Atribut hobi Saya memiliki hobi yang membutuhkan

banyak biaya (var20)

0.025* 2 Minat

Atribut keluarga Apabila ada waktu senggang, saya selalu memilih bersama keluarga (var28)

0.067** Atribut pekerjaan Saya senang bekerja sendiri untuk

menyelesaikan tugas daripada mengerjakannya bersama rekan (var29)

0.054**

Atribut rumah Memiliki rumah sederhana lebih baik daripada memiliki rumah yang mewah (var33)

0.023* Atribut komunitas Saya menganggap teman – teman komunitas

saya sudah sebagai keluarga (var34)

0.121*** Atribut prestasi Prestasi merupakan segala – galanya dalam

pendidikan (var36)

0.000* 3 Opini

Atribut terhadap diri sendiri

Saya tidak menyisihkan pendapatan untuk ditabung (var37)

0.134*** Atribut pendidikan Bagi saya, pendidikan bukan prioritas utama

(var38)

0.003* Atribut produk –

produk

Saya lebih menyukai produk lokal dibandingkan produk luar negeri (var39)

0.137*** *) Signifikan pada α = 0.05

**) Signifikan pada α = 0.10 ***) Signifikan pada α = 0.15

Dari peubah yang signifikan untuk dijadikan sebuah klaster dan jumlah anggota klaster, maka ditentukan jumlah optimal untuk jumlah klaster yaitu sejumlah 2. Berdasarkan hasil final cluster center maka peubah – peubah menjadi atribut yang dapat mewakilkan sebuah klaster. Pada Tabel 21, karakteristik klaster yang berdasarkan aktivitas, minat dan opini dilakukan tabulasi silang terhadap variabel demografi dan perilaku.

32

Tabel 21 Hasil tabulasi silang antara psikografi, demografi, dan perilaku Tipe Klaster 1 (Simply People) Klaster 2 (Family People) Demografi Pria (66.7 persen) Wanita (76.0 persen)

Usia 36-55 tahun (77.8 persen) Usia 36-55 tahun (56.0 persen) Sudah menikah (77.8 persen) Sudah menikah (68.0 persen) Tanggungan dalam keluarga

(orang)≥3 (55.5 persen)

Tanggungan dalam keluarga (orang)

≤1 (56.0 persen)

Pendidikan ≥ S1 (55.5 persen) Pendidikan S1 (56.0 persen) Pekerjaan PNS (44.5 persen) Pekerjaan Swasta (44.0 persen) Pendapatan (Rupiah) ≥1 700 000 – 3 500 000 (66.6persen) Pendapatan (rupiah) > 2 500 000 (66.6 persen) Pengeluaran (Rupiah)≥0–2 500 000 (55.5 persen) Pengeluaran (Rupiah)> 2 500 000 (60.0 persen)

Perilaku Pengenalan produk melalui

koperasi dan kemitraan (33.4 persen)

Pengenalan produk melalui Teman (28.0 persen) Lama konsumsi

0-14 bulan (66.6 persen)

Lama konsumsi 0-7 bulan (52.0 persen) Manfaat yang dicari dari My Koki

Kandungan gizi (55.6 persen)

Manfaat yang dicari dari My Koki Kandungan gizi (40.0 persen) Intensitas konsumsi

(per minggu) 1-2 kali (66.7 persen)

Intensitas konsumsi

(per minggu) 1-2 kali (64.0 persen) Kondisi pembelian

Tanpa perencanaan (88.9 persen)

Kondisi pembelian

Tanpa perencanaan (84.0 persen) Apabila produk tidak tersedia

Tidak membeli (88.9 persen)

Apabila produk tidak tersedia Tidak membeli (64.0 persen) Psikografi -Menyukai pekerjaan diluar

ruangan

- Memilih rumah sederhana - Produk lokal lebih baik

- Memiliki hobi yang butuh biaya banyak

- Waktu luang untuk keluarga - Memilih bekerja sendiri

-Teman komunitas adalah keluarga -Prestasi segalanya dalam

pendidikan

-Tidak ada alokasi dana untuk ditabung

- Pendidikan bukan prioritas utama Berdasarkan hasil tabulasi silang, setiap klaster memiliki perbedaan pada atribut dan karakteristik tertentu. Perbedaan karakteristik dan atribut yang ada pada klaster menunjukkan perbedaan satu klaster dengan klaster lainnya. Perbedaan karakteristik pada setiap klaster dapat menentukan kebutuhan dan keinginan terhadap suatu produk. Dominasi suatu variabel dalam klaster dapat dianggap sebagai karakteristik yang ada pada klaster. Hal ini disebabkan jumlah variabel dalam suatu klaster memiliki jumlah lebih dari 50 persen.

1. Klaster 1 (Simply People)

Kelompok ini memiliki beberapa atribut dominan atribut psikografi dengan variabel gaya hidup sebanyak 3 karakteristik dominan. Pada klaster ini terdapat 9 orang anggota klaster atau sebanyak 26.5 persen dari total

33 keseluruhan konsumen. Berikut merupakan karakteristik dominan dari kelompok Simply People.

a. Segmentasi Demografi

Pada klaster ini, konsumen pria memiliki jumlah yang dominan yaitu sebanyak 66.7 persen dari total keseluruhan anggota pada klaster ini dan berumur antara 36- 55 tahun dengan persentase 77.8 persen.. Pada klaster ini, anggota dominan dengan status sudah menikah dengan persentase 77.8 persen dan memiliki tanggungan keluarga sebanyak ≥ 3 orang dengan persentase 55.5 persen. Pada tingkat pendidikan, klaster ini memiliki karakteristik tingkat pendidikan dominan pada tingkat ≥S1 dengan jumlah persentase 55.5 persen. Pekerjaan yang paling banyak pada klaster ini yaitu pegawai negeri sipil dengan jumlah persentase 44.4 persen. Nilai pendapatan pada klaster ini dominan pada tingkat pendapatan antara ≥Rp 1 700 000 sampai dengan Rp 3 500 000 dengan jumlah persentase mancapai 66.6 persen dan tingkat pengeluaran ≤ Rp 2 500 000 dengan persentase 55.5 persen.

b. Segmentasi Perilaku

Berdasarkan variabel perilaku yang termasuk pada klaster ini, konsumen mengenal produk My Koki melalui koperasi ataupun kemitraan yang termasuk kedalam pilihan lainnya pada kuisioner. Dari total anggota yang termasuk pada klaster ini, 33.3 persen memilih pengenalan melalui koperasi dan kemitraan. Anggota pada klaster ini merupakan konsumen yang memiliki lama konsumsi yang beragam. Pada variabel lama konsumsi terdapat jumlah yang dominan pada rentang waktu antara 0-14 bulan dengan persentase 66.6 persen. Anggota pada klaster ini dominan memilih manfaat yang dicari pada My Koki sebagai minuman yang dapat menjaga kondisi tubuh dengan kandungan gizi yang terdapat pada lidah buaya dengan total persentase sebanyak 55.6 persen. Tingkat konsumsi atau intensitas anggota dalam mengkonsumsi My Koki dominan pada rentang 1-2 kali perminggu dengan persentase 66.7 persen. Pembelian tanpa perencanaan yang dilakukan anggota klaster untuk membeli My Koki menjadi pilihan 88.9 persen pada klaster ini. Anggota pada klaster ini menunjukkan memilih untuk tidak membeli produk lidah buaya lainnya dengan persentase sebanyak 88.9 persen.

c. Segmentasi Psikografi

Berdasarkan variabel gaya hidup, peubah yang dapat mewakilkan klaster ini ialah aktivitas yang memilih pekerjaan yang dilakukan diluar ruangan. Anggota pada klaster ini memlilih pekerjaan yang menarik merupakan pekerjaan yang dilakukan diluar ruangan, dengan kata lain anggota lebih menyukai kegiatan di lapang atau luar ruangan dibandingkan pekerjaan dalam ruangan. Peubah lainnya yang dapat mewakilkan klaster ini ialah minat anggota terhadap kepemilikan rumah yang sederhana dibandingkan dengan kepemilikan rumah mewah. Kesederhaan merupakan kata kunci yang terdapat pada klaster ini. Anggota memilih memiliki rumah sederhana dibandingkan memiliki rumah mewah dikarenakan kepraktisan dalam mengelola dan mengalokasikan dana untuk hal lainnya. Selain peubah kegiatan luar ruangan dan memiliki rumah sederhana, peubah lainnya yaitu kecintaan anggota terhadap produk lokal lebih

34

tinggi dibandingkan dengan produk luar negeri. Pemilihan produk lokal dibandingkan dengan produk luar negeri memperkuat asumsi kesederhanaan anggota dalam karakteristik yang dibangun dari variabel gaya hidup.

2. Klaster 2 (Family People)

Klaster ini merupakan klaster dengan atribut psikografi dengan variabel gaya hidup sebanyak 7 atribut dominan yang dapat mewakilkan klaster ini. Klaster Family People merupakan klaster dengan jumlah anggota paling banyak berjumlah 25 orang atau sebanyak 73.5 persen dari seluruh konsumen. Berikut merupakan karakteristik dominan dari peubah yang mewakilkan klaster ini.

a. Segmentasi Demografi

Pada klaster ini, konsumen wanita memiliki jumlah yang dominan yaitu sebanyak 76.0 persen dari total keseluruhan anggota pada klaster ini. Karakteristik peubah berdasarkan usia pada klaster ini dominan pada rentang umur 36-55 tahun dengan persentase 56.0 persen. Pada klaster ini, anggota dominan dengan status sudah menikah dengan persentase 68.0 persen dan dominan memiliki jumlah tanggungan pada keluarga ≤1 orang dengan persentase 56.0 persen. Pada tingkat pendidikan, klaster ini memiliki karakteristik tingkat pendidikan dominan pada tingkat S1 dengan jumlah persentase 56.0 persen. Pekerjaan yang paling banyak pada klaster ini yaitu pegawai swasta dengan jumlah persentase 44.0 persen. Nilai pendapatan pada klaster ini dominan pada tingkat pendapatan >Rp 2 500 000 dengan jumlah persentase mancapai 66.6 persen. Pada klaster ini, pengeluaran rata- rata perbulan dominan pada rentang > Rp 2 500 000 dengan persentase 60.0 persen

b. Segmentasi Perilaku

Berdasarkan variabel perilaku yang terbanyak pada klaster family People, konsumen mengenal produk My Koki melalui teman. Dari total anggota yang termasuk pada klaster ini, 28.0 persen mengaku mengenal produk My Koki dari teman yang ikut mengkonsumsi produk My Koki. Pada variabel lama konsumsi, anggota dari klaster ini dominan mengkonsumsi minuman lidah buaya selama 0-7 bulan. Persentase lama konsumsi pada rentang ini sebanyak 52. 0 persen atau lebih dari setengah total anggota. Anggota pada klaster ini paling banyak memilih manfaat yang dicari pada My Koki sebagai minuman yang dapat menjaga kondisi tubuh dengan kandungan gizi yang terdapat pada lidah buaya dengan total persentase sebanyak 40.0 persen. Tingkat konsumsi atau intensitas anggota dalam mengkonsumsi My Koki dominan pada rentang 1-2 kali perminggu dengan persentase 64.0 persen. Pembelian tanpa perencanaan yang dilakukan anggota klaster untuk membeli My Koki menjadi pilihan 84.0 persen anggota pada klaster ini. Klaster ini menunjukkan anggota memilih untuk tidak membeli produk lidah buaya merek lainnya dengan persentase sebanyak 64.0 persen.

35 c. Segmentasi Psikografi

Peubah – peubah psikografi menurut gaya hidup pada klaster ini cukup banyak dominan. Terdapat 7 peubah yang dapat mewakilkan klaster ini. Dalam atribut hobi, klaster ini memiliki hobi yang cukup menghabiskan banyak biaya. Anggota rela mengeluarkan dana nya untuk dialokasikan dalam memenuhi hobi. Salah satu hobi yang dilakukan anggota ialah berlibur keluar kota sebulan sekali. Peubah lainnya yang dapat mewakilkan klaster ini ialah kedekatan anggota terhadap keluarganya. Anggota memilih bersama keluarga dalam menghabiskan waktu senggang yang dimiliki. Karakteristik lainnya dalam variabel gaya hidup yaitu cara anggota dalam mengerjakan suatu tugas. Anggota pada klaster ini lebih memilih bekerja sendiri dibandingkan bekerja bersama orang lain. Hal ini mengindikasikan bahwa anggota pada klaster ini lebih mandiri dalam hal pelaksanaan tugas. Pada atribut komunitas, anggota klaster ini menganggap teman - teman komunitas sebagai keluarga baru dalam kehidupannya. Kemudahan anggota dalam bersosialisasi menjadikan klaster ini dominan dalam atribut komunitas yang menganggap bahwa teman – teman yang berada di komunitas sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Peubah lainnya yaitu tentang atribut pendidikan yang dominan pada klaster ini. Anggota merasa bahwa pendidikan bukan merupakan prioritas utama. Hal ini disebabkan anggota lebih merasa kepribadian yang baik dan sholeh merupakan hal utama, tetapi anggota berkeyakinan bahwa disetiap pendidikan yang dijalani, prestasi harus tetap diraih. Atribut lainnya yang dapat mewakilkan klaster ini adalah tentang tabungan yang dimiliki anggota. Anggota menyisihkan pendapatannya untuk ditabung untuk persiapan pengeluaran dana secara tiba – tiba dan persiapan di masa depan.

Target Pasar

Setelah mengetahui klaster – klaster yang menjadi konsumen dari My Koki, maka tahap selanjutnya ialah mengevaluasi segmen pasar mana yang akan dituju. Kriteria yang dipenuhi dalam memilih segmen pasar membantu dalam menentukan klaster mana yang akan dijadikan sebagai tujuan pasar yang akan dituju. Beberapa kriteria yang dijadikan pedoman dalam pemilihan segmen pasar ialah responsif, terdapat potensi penjualan, segmen pasar yang cukup besar, memiliki karakteristik berbeda, terdapat jangkauan media, dapat diukur, dijangkau oleh produsen, dan dapat digarap.

Pada pemilihan segmen berdasarkan kriteria responsif, suatu klaster memiliki tingkat pengeluaran yang berada pada golongan menengah keatas atau pengeluaran lebih dari Rp 2 500 000 perbulan yang dapat responsif terhadap produk My Koki. Hal ini sesuai dengan keinginan dan tujuan produsen yang ingin mencapai pasar tersebut. Pada kriteria potensi penjualan dan segmen yang cukup besar, suatu klaster harus memiliki jumlah konsumen yang lebih potensial dalam hal pembelian. Jumlah anggota klaster yang dominan pada seluruh klaster yang ada mengindikasikan bahwa klaster tersebut memiliki konsumen yang cukup banyak. Pada kriteria karakteristik yang berbeda, pemilihan segmen dilakukan pada klaster yang memiliki jumlah anggota terbanyak yang didasari pada jenis kelamin dominasi pada konsumen keseluruhan My Koki. Pembeli dominan dari

36

My Koki ialah berjenis kelamin wanita, maka ditentukan karakteristik yang diambil dari kriteria segmen berbeda ialah klaster yang memiliki jumlah anggota klaster wanita lebih banyak dibandingkan pria. Untuk kriteria pada jangkauan media yang dapat dijangkau oleh produsen, kegiatan pemasaran melalui Mouth to Mouth dinilai efektif dan efisien dengan pertimbangan bahwa produsen masih kurang dalam melakukan pemasaran dalam skala luas. Untuk mendukung strategi ini maka ditetapkan bahwa pengenalan produk terbanyak pada suatu klaster melalui teman atau keluarga dapat dipilih. Pada kriteria dapat diukur, dijangkau dan digarap oleh produsen, anggota klaster merupakan pembeli aktual dari My Koki sehingga kriteria tersebut dapat dipenuhi.

Pemilihan target yang berdasarkan kriteria pemilihan segmen pasar dapat dilihat pada Tabel 22.

Tabel 22 Pemilihan target pasar Kriteria

pemilihan

Indikator Persentase Hasil

Simply People Family People 1. Memiliki tingkat potensi penjualan dan segmen pasar yang cukup besar. Memilih klaster dengan jumlah anggota klaster paling banyak. 26.5% 73.5% Anggota klaster

Family People lebih banyak dibandingkan dengan klaster Simply People 2. Responsif terhadap program pemasaran dan pengembangan produk. Memilih klaster dengan kriteria pengeluaran > Rp 2 500 000 44.4% 60.0% Anggota klaster

Family People yang memiliki pengeluaran rata - rata lebih besar dibandingkan anggota klaster Simply People

3. Memiliki karakteristik yang berbeda. Pemilihan segmen melalui jumlah jenis kelamin wanita paling banyak didalam suatu klaster.

33.3% 76.0% Anggota klaster yang berjenis kelamin wanita lebih banyak berada pada klaster

Family People

dibandingkan pada klaster Simply People 4. Terdapat

jangkauan media dalam hal pemasaran dan pasar dapat dijangkau. Pemilihan klaster dapat dilakukan berdasarkan pengenalan produk melalui teman dan keluarga.

11.1% 40.0% Pada atribut cara pengenalan produk melalui teman dan keluarga, anggota klaster Family People

lebih banyak

dibandingkan dengan anggota klaster

Simply People

Pada kriteria tingkat potensi penjualan dan segmen yang cukup besar, klaster Simply people memiliki anggota sebanyak 26.5% dari total seluruh konsumen My Koki, sedangkan klaster Family People memiliki jumlah mencapai 73.5%. Pemilihan segmen dilakukan terhadap klaster yang memiliki jumlah

37 anggota paling banyak. Anggota paling banyak terdapat pada klaster Family People. Pada kriteria responsif terhadap program pemasaran, klaster dengan jumlah anggota yang memiliki pendapatan lebih dari Rp 2 500 000 dapat dipilih pada kriteria responsif. Klaster Simply People memiliki jumlah anggota sebanyak 44.4% yang memiliki pengeluaran lebih dari Rp 2 500 000, sedangkan Family People memiliki jumlah anggota sebanyak 60.0%. Sehingga pemilihan klaster berdasarkan kriteria responsif dapat ditentukan yaitu klaster Family People. Berdasarkan kriteria karakteristik yang berbeda, klaster dipilih berdasarkan jumlah anggota wanita yang paling banyak tergabung pada klaster tersebut. Pemilihan jenis kelamin wanita sebagai kriteria pemilihan dikarenakan konsumen My Koki secara keseluruhan di dominasi oleh wanita. Klaster Simply People memiliki jumlah anggota wanita sebanyak 33.3 % sedangkan Family People memiliki jumlah anggota wanita sebanyak 76.0%. Maka dapat ditentukan bahwa pemilihan segmen berdasarkan kriteria karakteristik yang berbeda merupakan klaster Family People. Pada kriteria jangkauan media oleh produsen, dipilih variabel pengenalan produk melalui teman dan keluarga. Hal ini disebabkan karena pemasaran melalui jaringan yang dapat dilakukan oleh produsen pada saat ini dinilai efektif dan efisien. Alokasi sumber daya pada pemasaran produk masih belum di konsentrasikan oleh produsen. Sehingga pemilihan media yang sesuai dalam pengenalan produk dipilih variabel pengenalan produk melalui teman dan keluarga. Jumlah anggota klaster Simply people yang memilih mengenal produk melalui teman atau keluarga sebanyak 11.1%, sedangkan klaster Family People sebanyak 40.0%. Ditentukan bahwa klaster Family People dapat dipilih sesuai dengan kriteria jangkauan media oleh produsen.

Berdasarkan kriteria yang ada, klaster Family People memiliki semua keunggulan pada setiap kriteria yang ada, maka pemilihan segmen pasar yang dapat dipilih yaitu klaster Family People. Untuk melanjutkan ke tahap posisi produk di pasar, pemilihan satu target pada produk minuman lidah buaya dilakukan karena kemampuan produsen dalam melakukan pemasaran terdeferensiasi dinilai belum mampu. Pemasaran terdeferensiasi merupakan strategi pengembangan yang dilakukan oleh produsen dengan membedakan strategi – strategi pengembangan dan pemasaran dalam hal promosi, produk, dan kemasan.

Posisi Produk

Setelah Penetapan target pasar yang dituju, maka tahap selanjutnya ialah penentuan posisi produk dalam pasar. Pada penentuan posisi produk di pasar, segmen yang ditentukan pada penentuan target di analisis berdasarkan pada tingkat kepentingan terhadap atribut minuman lidah buaya pada umumnya dan kepuasan terhadap atribut yang ada pada minuman lidah buaya My Koki. Atribut yang digunakan pada analisis kuadran ialah ketersediaan produk, variasi rasa, kemudahan dalam mengkonsumsi, lokasi penjualan, manfaat bagi kesehatan, kesegaran, kemasan yang menarik, dan ukuran potongan lidah buaya yang ada di dalam kemasan. Atribut ketersediaan produk yang ditanyakan kepada responden digunakan untuk mengetahui apakah responden sudah puas dan dianggap penting terhadap ketersediaan produk di tempat penjualan. Pada atribut variasi rasa, digunakan untuk mengetahui apakah keberagaman rasa yang ada pada minuman

38

 Kemasan

 Kemudahan konsumsi

 manfaat Sangat penting

lidah buaya secara umum penting dan perlu pengembangan rasa pada produk My Koki. Atribut kemudahan dalam mengkonsumsi digunakan untuk mengetahui apakah produk minuman lidah buaya My Koki memiliki kemasan yang cukup baik untuk dibawa dan mudah untuk dikonsumsi. Atribut lainnya yang digunakan untuk menganalisis posisi produk ialah lokasi penjualan. Lokasi penjualan yang mudah diakses oleh konsumen dalam membeli produk digunakan untuk mengetahui apakah konsumen puas terhadap lokasi penjualan yang sudah ada. Atribut manfaat bagi kesehatan digunakan untuk mengetahui apakah produk bermanfaat nyata dan dapat menjadi suatu kekuatan yang ada pada produk. Efek kesegaran yang ada pada suatu produk juga digunakan pada atribut analisis kuadran. Kemasan menarik dalam sebuah produk yang meliputi keunikan gambar pada kemasan, warna, dan bentuk kemasan digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan dan kepentingan konsumen terhadap kemasan yang sudah ada. Atribut ukuran potongan lidah buaya menjadi indikator bagi produsen dalam pengembangan produknya. Ukuran potongan lidah buaya mempengaruhi

Dokumen terkait