• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan 1. Siklus I

Dalam dokumen PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (2) (Halaman 30-41)

a. Perencanaan

1) Menyiapkan silabus

2) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

3) Standar kompetensi: Menerapkan akhlak terpuji dalam pergaulan remaja dan kompetensi dasar: Menjelaskan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja

5) Masalah yang disajikan adalah bagaimana akibatnya kalau remaja tidak mempunyai akhlak terpuji baik di lingkungan keluarga, sekolah atau masyarakat

6) Mempersiapkan sumber dan alat bantu yang dibutuhkan

7) Siswa mencatat hasil pengmatan dan pembahasannya pada lembar kerja siswa b. Tindakan

1) Menerapkan tindakan yang mengacu pada rencana pembelajaran 2) Siswa membaca materi yang terdapat pada buku sumber

3) Siswa mencari informasi lain yang berhubungan dengan masalah yang disajikan 4) Siswa mendiskusikan dengan kelompoknya tentang masalah yang disajikan 5) Siswa menjelaskan pendapatnya berdasarkan pengalaman dan buku sumber lain 6) Siswa mencatat hasil pengamatan dan pembahasannya pada lembar kerja siswa 7) Siswa melaporkan hasil pengamatan dan pembahasannya dalam tiap kelompok 8) Guru mencatat hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung 9) Mengadakan tes pada materi pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja

c. Pengamatan (Observasi) 1) Aktifitas Siswa

Pada kegiatan proses pembelajaran materi tentang akhlak terpuji dalam pergaulan remaja dan aktifitas yang dilakukan oleh siswa dapat diamati dari hasil perhitungan statistik yaitu tidak memperhatikan penjelasan guru 15,62%, keluar masuk kelas 21,87%, mengerjakan tugas lain 9,37%, mengobrol dengan teman 25,00% dan tidak mencatat hasil pembahasan 9,37%. Persentase aktifitas yang banyak dilakukan oleh siswa selama pembelajaran adalah mengobrol dengan teman 25,00% dan keluar masuk kelas 21,87%. Kedua jenis aktifitas tersebut banyak dilakukan siswa karena belum terbiasa dengan metode pembelajaran inkuiri terpimpin. Siswa yang melakukan aktifitas tersebut dikarenakan pengelolaan kelas dari guru yang belum maksimal, yaitu guru belum baik dalam memotivasi siswa, juga kurang

memimpin siswa ketika jalannya diskusi. Hal ini membuat siswa mengobrol dengan teman dan keluar masuk kelas.

2) Penguasaan Konsep

Dari hasil tes I yang dilaksanakan diperoleh nilai rata-rata kelas 70,32% pada materi akhlak terpuji dalam pergaulan remaja, ketuntasan belajar siswa yang mendapat nilai ≥ 65 sebesar 78,12% dari siswa sebanyak 32 orang. Pada siklus I ini nilai penguasaan konsep perlu ditingkatkan, karena masih terdapat 21,88% yang berlum tercapai ketuntasan belajarnya. Ketuntasan belajar klasikal belum tercapai karena masih ada siswa yang melakukan aktifitas keluar masuk kelas dan mengobrol dengan teman, dan kurangnya penguasaan guru dalam mengkondisikan kelas.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil dari tes pada siklus I terjadi peningkatan tetapi belum secara keseluruhan, karena siswa belum terbiasa dengan matode inkuiri terpimpin sehingga dalam akitifitas belajarnya pun belum maksimal, masih ada yang mengobrol dengan teman dan keluar masuk kelas. Hal ini perlu perhatian guru dalam pembelajaran siklus berikutnya dengan memperbaiki pengelolaan kelas dan membimbing siswa dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan. Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan.

2. Siklus II

a. Perencanaan 1) Menyiapkan silabus

2) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

3) Standar kompetensi: Menerapkan akhlak terpuji dalam peregaulan remaja dan kompetensi dasar: Menjelaskan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja

4) Materi tentang Bentuk dan contoh akhlak terpuji dalam pergaulan remaja

5) Masalah yang disajikan adalah carilah contoh-contoh perilaku remaja dalam kehidupan sehari yang sesuai dengan aturan Islam dan kemukakan alasannya

6) Mempersiapkan sumber dan alat bantu yang dibutuhkan

7) Siswa mencatat hasil pengamatan dan pembahasannya pada lembar kerja siswa b. Tindakan

1) Menerapkan tindakan yang mengacu pada rencana pembelajaran 2) Siswa membaca materi yang terdapat pada buku sumber

3) Siswa mencari informasi lain yang berhubungan dengan masalah yang disajikan 4) Siswa mendiskusikan dengan kelompoknya tentang masalah yang disajikan 5) Siswa menjelaskan pendapatnya berdasarkan pengalaman dan buku sumber lain 6) Siswa mencatat hasil pengamatan dan pembahasannya pada lembar kerja siswa 7) Siswa melaporkan hasil pengamatan dan pembahasannya dalam tiap kelompok 8) Guru mencatat hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung 9) Mengadakan tes pada materi pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan

c. Pengamatan 1) Aktifitas siswa

Pada siklus II kegiatan proses pembelajaran materi tentang akhlak terpuji dalam pergaulan remaja dan aktifitas dilakukan oleh siswa dapat diamati dari hasil perhitungan statistik yaitu tidak memperhatikan penjelasan guru 9,37%, keluar masuk kelas 15,62%, mengerjakan tugas lain 6,25%, mengobrol dengan teman 18,75% dan tidak mencatat hasil pembahasan 6,25%. Jenis aktifitas yang banyak dilakukan siswa pada silus I mengalami penurunan pada siklus II. Yaitu tidak memperhatikan penjelasan guru 6,25%, keluar masuk kelas 6,25%, mengerjakan tugas lain 3,12% , mengobrol dengan teman 6,25% dan tidak mencatat hasil

pembahasan 3,12%. Penurunan ini disebabkan siswa mulai terbiasa mengikuti model pembelajaran inkuiri terpimpin, walaupun penurunan tersebut belum signifikan.

2) Penguasaan Konsep

Dari hasil tes II yang dilaksanakan diperoleh nilai rata-rata kelas 73,84% pada materi akhlak terpuji dalam pergaulan remaja ada peningkatan dari siklus I 3,52%, sedangkan ketuntasan belajar siswa pada siklus II yang mendapat nilai ≥ 65 sebesar 84,37% ada peningkatan dari siklus I 6,25% dengan siswa sebanyak 32 orang. Hal ini menunjukan nilai pemahaman konsep ada peningkatan, walaupun masih belum tuntas seluruhnya, masih terdapat 15,68% yang belum tercapai ketuntasan belajarnya. Ketuntasan belajar klasikal belum tercapai karena masih ada siswa yang melakukan aktifitas keluar masuk kelas dan mengobrol dengan teman, dan kurangnya penguasaan guru dalam mengkondisikan kelas.

d) Refleksi

Berdasarkan hasil pengamatan dari siklus II terjadi peningkatan dari pada siklus pertama dari segi pemahaman dan terjadi penurunan aktifitas yang kurang baik, misalnya siswa yang mengobro dengan teman terjadi penurunan bagitu juga dengan keluar masuk. Tetapi peningkatan pemahaman dan penurunan aktifitas belum secara kesuluhan sehingga guru perlu memperbaiki pengelolaan kelasnya dan pengorganisasian kelas dengan membimbing siswa dalam memahami dan menyelesaikan lembar kerja siswa. Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan dan juga kepada kelompoknya

3. Siklus III a. Perencanaan 1) Menyiapkan silabus

3) Standar kompetensi: Menerapkan akhlak terpuji dalam peregaulan remaja dan kompetensi dasar: Menjelaskan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja

4) Materi tentang nilai-nilai positif dari akhlak terpuji dalam pergaulan remaja dalam fenomena kehidupan

5) Masalah yang disajikan adalah bagaimana pandangan masyarakat terhadap remaja yang mempunyai akhlak terpuji dan akhlak tercela

6) Mempersiapkan sumber dan alat bantu yang dibutuhkan

7) Siswa mencatat hasil pengamatan dan pembahasannya pada lembar kerja siswa b. Tindakan

1) Menerapkan tindakan yang mengacu pada rencana pembelajaran 2) Siswa membaca materi yang terdapat pada buku sumber

3) Siswa mencari informasi lain yang berhubungan dengan masalah yang disajikan 4) Siswa mendiskusikan dengan kelompoknya tentang masalah yang disajikan 5) Siswa menjelaskan pendapatnya berdasarkan pengalaman dan buku sumber lain 6) Siswa mencatat hasil pengamatan dan pembahasannya pada lembar kerja siswa 7) Siswa melaporkan hasil pengamatan dan pembahasannya dalam tiap kelompok 8) Guru mencatat hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung 9) Mengadakan tes pada materi pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan

c. Pengamatan 1) Aktifitas siswa

Pada siklus III kegiatan proses pembelajaran materi tentang akhlak terpuji dalam pergaulan remaja dan aktifitas dilakukan oleh siswa dapat diamati dari hasil perhitungan statistik yaitu tidak memperhatikan penjelasan guru 6,25%, keluar masuk kelas 6,25%, mengerjakan tugas lain 3,12%, mengobrol dengan teman 6,25% dan tidak mencatat hasil pembahasan 3,12%. Jenis aktifitas yang banyak dilakukan siswa pada silus II mengalami penurunan pada siklus

III. Yaitu tidak memperhatikan penjelasan guru 3,12%, keluar masuk kelas 9,37%, mengerjakan tugas lain 3,13% , mengobrol dengan teman 12,50% dan tidak mencatat hasil pembahasan 3,13%. Penurunan ini disebabkan siswa mulai terbiasa mengikuti model pembelajaran inkuiri terpimpin, sehingga siswa aktif mengikuti proses pembelajaran.

Pada siklus III ini dapat dilihat bahawa terjadi peningkatan setiap jenis aktifitas siswa selama proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat (Sardiman,AM,2004) bahwa dalam belajar memerlukan aktifitas karena tanpa aktifitas proses belajar tidak dapat berlangsung dengan baik.

2) Penguasaan Konsep

Dari hasil tes III yang dilaksanakan diperoleh nilai rata-rata kelas 84,50% pada materi akhlak terpuji dalam pergaulan remaja ada peningkatan dari test II 10,66% , ketuntasan belajar siswa yang mendapat nilai ≥ 65 sebesar 93,75% ada peningkatan 9,38% dengan siswa sebanyak 32 orang. Hal ini menunjukan nilai pemahaman konsep ada peningkatan.

Peningkatan pemahaman pada siklus III, dikarenakan siswa sudah terbiasa menggunkan model pembelajaran inkuiri terpimpin dan siswa terlihat aktif dalam proses pembelajaran di kelas. Pada siklus III menunjukan bahwa indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas telah tercapai dengan baik, karena 93,75% siswa tuntas dalam pembelajaran klasikalnya.

d. Refleksi

Setelah dilakukan siklus ketiga hasil yang diperoleh dari ketuntasan belajar siswa terhadap materi akhlak terpuji dalam pergaulan remaja mencapai 93,75%. Hal ini membuktikan bahwa dengan metode inkuiri terpimpin kemampuan pemahaman siswa terhadap materi akhlak terpuji dalam pergaulan remaja meningkat. Karena dengan model pembelajaran inkuiri terpimpin memungkinkan siswa untuk menemukan konsep sendiri dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru dan hasil diskusi kelompok , hal ini sejalan dengan tujuan pembelajaran inkuiri . Pembelajaran inkuiri juga mendorong siswa untuk belajar

dengan keterlibatan aktif dengan menemukan konsep sendiri (Nurhadi,dkk,2004). Dengan model inkuiri, pengetahuan yang diperoleh sebagian besar didasarkan pada hasil usaha sendiri. Pada model pembelajaran inkuiri memperlihatkan terjadinya proses sains dan mengembangkan sifat keingintahuan siswa (Wartono, 1996). Dengan penerapan model ini, siswa mampu mengembangkan kemampuan bertanya, menjawab masalah dan melakukan eksperimen; memakai pengetahuannya untuk keadaan baru dan berbeda; mengevaluasi serta mensintesis informasi baru, gagasan, dan masalah; dan memperkuat kemampuan berfikir kritis (Straits, W. J. dan Wike. R. R. 2004)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian pada bab IV, ada beberapa temuan dalam penelitian tindakan kelas, yaitu :

1. Aktifitas off task yang dilakukan siswa pada siklus I,II dan III mengalami penurunan, diantaranya :

a. Tidak memperhatikan guru siklus I 15,62% siklus III 6,25%, mengalami penurunan sebesar 9,37%

b. Keluar masuk kelas siklus I 21,87% siklus III 6,25, mengalami penurunan sebesar 15,62% c. Mengerjakan tugas lain siklus I 9,37% siklus III 3,12, mengalami penurunan sebesar 6,25% d. Mengobrol dengan teman siklus I 25,00% siklus III mengalami penurunan sebesar 18,75 e. Tidak mencatat hasil pembahasan siklus I 9,37 siklus III 3,12, mengalami penurunan sebesar

6,25%

2. Adanya peningkatan terhadap pemahaman konsep siswa dari siklus I 70,32% ke siklus III 84,50 , mengalami peningkatan sebesar 14.18%

3. Adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa dari siklus I 78,12% ke siklus III 93,75%, megalami peningkatan sebesar 15,63% .

Berdasarkan temuan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa motode inkuiri terpimpin dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam materi akhlak terpuji dalam pergaulan remaja, bidang studi aqidah akhlak pada siswa MTs.Al-Jawami Kelas IX B.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan, disarankan bagi guru yang akan menggunakan metode inkuiri terpimpin memperhatikan hal-hal sebagai berikaut :

1. Meningkatkan kemampuan dalam membuat pertanyaan dan membimbing siswa dalam menemukan sebuah konsep

2. Memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk mengajukan gagasan-gagasan, meskipun gahasan-gagasan itu belum tepat

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman An-Nahlawi, Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam, Diponegoro, Bandung, 1995 Abin Syamsudin Makmun, Psikologi Kependidikan, CV.Remaja Rosda Karya,2004

Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf , Grofinda Persada, Jakarta, 2008 Al-Quran dan Terjemahnya, PT.Intermasa, 1986 Hamzah Ya’qub, Etika Islam, Diponegoro Bandung, 1988

Hisyam Zaini, dkk, Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi, CTSD IAIN Sunan Kalijaga, 2002 Hisyam Zaini, dkk, Desain Pembelajaran di Perguruan Tinggi, CTSD IAIN Sunan Kalijaga, 2002 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Remaja Rosdakarya Bandung, 2000

Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi guru. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya , 2007

Nurhadi, dkk. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang, IKIP Malang , 2004 Nan Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Remaja Rosdakarya Bandung, 2004

Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Remaja Rosdakarya Bandung, 2000

Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, PT.Bumi Aksara Jakarta, 2005

Poewadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka Jakarta, 1984

Sudjana, MetodeStatistik, Tarsito Bandung, 1996

Suharsimi arikunto, Prosedur penelitian, Rineka Cipta Jakarta, 1998

Wahid, Aqidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah, Kelas IX. Bandung Armico , 2008

Yusuf Syamsu, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Bandung, PT.Remaja Rosdakarya , 2004 Zakiah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara Jakarta, 1996

ABSTRAK

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP AKHLAK TERPUJI DALAM PERGAULAN REMAJA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI TERPIMPIN (Penelitian Tindakan Kelas di MTs.Al-Jawami)

Berdasarkan hasil pengamatan di MTS.Al-Jawami kelas IX B pada materi akhlak terpuji dalam pergaulan remaja tahun ajaran 2009-2010 diperoleh nilai rata-rata 6,00 dan 71,87% siswa yang mendapat nilai 65. Hal ini menunjukan bahwa pemahaman siswa terhadap materi ini masih rendah. Salah satu penyebab rendahnya pemahaman siswa adalah

kurangnya variasi guru dalam menyampaikan materi. Upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa adalah dengan memilih metode yang sesuai dengan kemampuan siswa, maka dalam kesempatan ini penulis memilih metode inkuiri terpimpin, yaitu metode yang dalam proses pembelajarannya guru hanya sebagai fasilitator dengan memberikan beberapa pertanyaan atau masalah-masalah yang perlu dipecahkan atau diselesaikan oleh siswa, sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran dan siswa dapat menemukan konsep sendiri sebagai hasil dari bacaan dari litelatur lain dan hasil diskusi kelompok.

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana metode inkuri dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi akhlak terpuji dalam pergaulan remaja.

Penelitian ini bertolak dari hasil pengamatan penulis, bahwa pemahaman siswa dapat meningkat dengan menggunakan metode yang bervariasi, salah satunya adalah metode inkuiri terpimpin. Dari asumsi tersebut dapat ditarik hipotesis yakni metode inkuri tepimpin dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi akhlak terpuji dalam pergaulan remaja.

Untuk membuktikan hipotesis tersebut diadakan penelitian dengan mengunakan metode penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan tes , observasi dan studi kepustakaan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, setelah diterapkannya metode inkuiri terpimpin pada materi akhlak terpuji dalam pergaulan remaja diperoleh hasil pemahaman siswa meningkat. Pemahaman siswa meningkat berkaitan dengan perbaikan aktivitas belajar yang relevan dan penurunan off task siswa. Pemahaman siswa dari siklus I ke siklus III mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 14,18. Ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus III meningkat sebesar 15,63%. Adanya peningkatan aktivitas yang relevan dari siklus I ke siklus III sebesar 25,51%. Terdapat penurunan aktifitas off task siswa dari siklus I ke siklus III sebesar 12,15%. Hal ini menunjukan bahwa dengan diterapkannya metode inkuiri terpimpin maka pemahaman siswa pada materi akhlak terpuji dalam pergaulan remaja meningkat.

Dalam dokumen PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (2) (Halaman 30-41)

Dokumen terkait