BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis memberikan saran kepada beberapa pihak terkait, yaitu:
1. Bagi Mahasiswa
Sebagai harapan masa depan bangsa, seharusnya mahasiswa mengetahui benar tanggung jawab dan kewajiban besar yang dibebankan di bahu mereka. Oleh karena itu, agar tidak terjerumus ke hal-hal negative yang merugikan diri sendiri maupun pihak lain, maka mahasiswa harus membentengi diri dengan cara memperdalam pengetahuan agama, yang bisa dilakukan dengan cara memperbanyak membaca buku keislaman, rajin mengikuti ceramah keagamaan, mengikuti kegiatan/organisasi keagamaan atau organisasi lain yang bermanfaat, bergaul dengan teman-teman yang baik. Dengan cara-cara tersebut dapat terhindar dari pengaruh buruk lingkungan yang akan menjerumuskan dalam perbuatan maksiat, yang merupakan pelanggaran terhadap agama maupun norma masyarakat.
2. Bagi STAIN Jember
Meskipun di STAIN Jember sudah terdapat Forum Paguyuban yang berfungsi sebagai mediator kerjasama antara pihak kampus dengan masyarakat, namun dalam pelaksanaannya belum optimal. Hal itu disebabkan karena dalam penanganan perilaku seks pra nikah di kalangan mahasiswa, pihak kampus menunggu laporan dari masyarakat, sedangkan dari pihak masyarakat sendiri enggan untuk melaporkan penyimpangan tersebut. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar dibentuk sebuah
komite atau dewan pengarah dalam struktur STAIN Jember yang melibatkan masyarakat secara menyeluruh.
Untuk menekan adanya perilaku seks pra nikah di kalangan mahasiswa, maka penulis juga menyarankan bahwa asrama untuk mahasiswa yang telah direncakan agar segera direalisasikan. Selain itu, organisasi kemahasiswaan lebih dihidupkan kembali dan tidak hanya mengkaji tentang politik saja, tetapi lebih kepada keagamaan.
3. Bagi Orang Tua
Sikap orang tua yang kurang memperhatikan anak bahkan untuk hal sepele seperti cara berpakaian, ternyata berpengaruh terhadap perilaku seks pra nikah. Oleh karena itu, orang tua hendaknya lebih meluangkan waktu untuk memperhatikan anaknya, serta mengontrol kegiatan mereka, sekalipun mereka telah kos/kontrak. Orang tua juga harus menerapkan kedisiplinan beribadah/beragama dengan cara memberi teladan yang baik.
4. Bagi Masyarakat
Mengingat bahwa agama merupakan fondasi bagi kita untuk berperilaku, maka para tokoh agama atau tokoh masyarakat seharusnya secara kontinyu mengadakan kajian keagamaan di tempat masing-masing dengan melibatkan para mahasiswa. Sehingga dengan bekal keagamaan yang kuat, maka diharapkan perbuatan-perbuatan yang menyimpang pun dapat diberantas atau setidaknya dapat ditekan seminim mungkin.
Perilaku seks pra nikah di kalangan mahasiswa secara umum terjadi di kos-kosan/kontrakan, khususnya di lingkungan STAIN Jember.
Hal ini berkembang semakin serius dengan makin longgarnya control yang mereka terima. Mahasiswa yang melakukan perilaku seks pra nikah, pada kenyataannya terjadi karena pengaruh sikap permisif terhadap seks pra nikah yang mereka terima jauh lebih kuat dari kontrol yang mereka terima maupun pembinaan dari orang tua. Sementara itu tingkat pengawasan dari pemilik kos makin longgar atau bahkan tidak ada pemilik kos yang patut disegani. Sekuat-kuatnya mental seorang mahasiswa kalau terus-menerus mengalami godaan tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. Godaan bisa berawal dari perbuatan teman-teman se-kos yang dengan bebasnya melakukan hubungan seks. Oleh karena itu, hendaknya pemilik kos/kontrakan lebih meningkatkan pengawasan terhadap para mahasiswa yang menetap disana. Selain itu, agar segera melaporakan ke pihak STAIN Jember jika terjadi perilaku seks pra nikah yang dilakukan oleh mahasiswa. Laporan tersebut dapat melalui komite kampus atau dewan pengarah (jika nantinya ada).
Adiningsih. 2004. Seks, Aborsi, HIV/AIDS. Dalam http://fenomenaremaja.com/, diakses 15/01/2014
Amti, Erman dan Prayitno. 2008. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:
Rineka Cipta
Anonim. 2005. Kesehatan Reproduksi Remaja. Dalam http://kesrepro.info/, diakses 15/01/2014
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Berita Jatim. 2013. 27 Pasang Mahasiswa Jember Terazia di 3 Hotel. Berita Jatim Edisi 17/04/2013
BKKBN. 2008. Survey Seks Bebas di Kalangan Mahasiswa di Yogyakarta.
http://one.indoskripsi.com/, diakses pada tanggal 11/10/2013
Depdiknas. 2005. Buku VI Suasana Akademik: Praktek Baik dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Jakarta: Depdiknas
Dinas Perumahan. 2013. Definisi Tempat Kos. http://dinasperumahan.go.id/, diakses 20/10/2013
Gemari. 2003. 51,5%, www.bkkbn.go.id, Majalah Gemari
Iriani. 2005. Dampak dan Penanggulangan Penyimpangan Perilaku Seksual Remaja. Dalam http://pikiran-rakyat.com/, diakses 15/01/2014
Istibsjaroh. 2012. Aborsi dan Hak-hak Reproduksi dalam Islam. Jakarta: LKis Jaguar. 2013. Pornografi Buat Siapa, http://sobatmuda.multiply.com//, Diakses
20/10/2013
Kartono, Kartini.1992. Patologi Sosial Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali KPAI. 2012. Pacaran Pertama Anak Indonesia Umur 12 Tahun, http://tempo.co.
Diakses 20/10/2013
KPAI.. http://kpai.co.id, diakses pada tanggal 11/10/2013
Malahayati. 2002. Studi Kasus di Semarang: 50% Mahasiswa Suka “Nyerempet-Nyerempet”. Semarang: Suara Merdeka
Moleong, Lexy. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Risdakarya
Sarwono, Sarlito Wirawan. 2008. Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Sayomukti, Nurani. 2008. Dari Demonstrasi Hingga Seks Bebas: Mahasiswa di
Era Kapitalisme dan Hedonisme. Yogyakarta: Garasi
Setyowati, Dewi. 2011. Gambaran Perilaku Seksual Pranikah Pada Mahasiswa Di Universitas X di Semarang. Skripsi. Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Semarang
Suriah. 2007.. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia Packer. 1996. Yogyakarta: Andi Offset
Yudha. 2007. D-III Kesehatan di Kota Kediri. Dalam http://digilib.uns.ac.id/
diakses 25/01/2014.
Nasrulloh Azzubeiry. http:// /2012/06/ mengatasi Sex pranikah dikalangan.
Html.diakses./diakses 07/02/2015
Cost dan Iklim Akademis di Lingkungan STAIN Jember
Cost
2. Iklim Akademis
seks pra nikah
2. Pengelolaan kos-kosan
1. Iklim Akademis
perilaku penyimpangan remaja
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penyimpangan
c. Dampak dari perilaku penyimpangan a. Fungsi dan tujuan
kos-kosan b. Karakteristik
kos-kosan
c. Jenis-jenis kos-kosan
a. Kegiatan akademik b. Hasil akademik
- Mahasiswa - Pengelola
kos - Civitas
akademis 2. Sekunder:
- Dokumenter - Kepustakaan
Penelitian:
Kualitatif 2. Jenis penelitian:
Kualitatif Deskriptif
3. Lokasi Penelitian:
Lingkungan STAIN Jember 4. Metode
Pengumpulan Data:
- Observasi - Interview - Dokumentasi 5. Metode Analisa
Data: Analisa Data Deskriptif 6. Validitas Data:
Triangulasi Sumber
Bagaimana Sex In The Cost dan Iklim Akademis di Lingkungan STAIN Jember?
2. Sub Fokus Masalah
a. Bagaimana potret perilaku Sex In The Cost di luar nikah di kalangan mahasiswa STAIN Jember?
b. Bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku Sex In The Cost di luar nikah dikalangan Mahasiswa STAIN Jember?
c. Bagaimana relasi antara perilaku Sex In The Cost dengan iklim akademis dilingkungan STAIN Jember?
d. Bagaimana upaya-upaya antisipatif dalam
menanggulangi perilaku Sex In The Cost diluar nikah di kalangan mahasiswa STAIN Jember?
wawancara, dan dokumentasi yang menjadi rujukan dalam penelitian dengan judul: Sex In The Cost dan Iklim Akademis di Lingkungan STAIN Jember.
A. Pedoman Observasi
Adapun matrik dalam pedoman observasi yang diteliti antara lain:
No. Aspek Sasaran Observasi
1 Potret perilaku Sex in the cost di luar nikah di kalangan
mahasiswa STAIN Jember
Perilaku seks yang dilakukan oleh mahasiswa STAIN Jember di kos-kosan atau di kontrakan
2 Faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku Sex in the cost di luar nikah di kalangan mahasiswa STAIN Jember
Faktor dari dalam (internal) dan faktor dari luar (eksternal).
3 Relasi antara perilaku Sex in the cost dan iklim akademis di lingkungan STAIN Jember
Dampak positif dan negative perilaku seks yang dilakukan mahasiswa terhadap perkembangan kegiatan dan hasil akademik.
4 Upaya-upaya untuk
menanggulangi perilaku Sex in the cost di luar nikah di kalangan mahasiswa STAIN Jember
Upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak kampus, masyarakat, dan organisasi kemahasiswaan, meliputi:
upaya pencegahan, penanganan, dan tindak lanjut.
B. Pedoman Wawancara
Pertanyaan yang dikemukakan dalam penelitian ini antara lain:
1. Bagaimana potret perilaku Sex in the cost di luar nikah di kalangan mahasiswa STAIN Jember yang meliputi:
a. Pengetahuan tentang seks pra nikah b. Pacaran di kalangan mahasiswa c. Bentuk-bentuk seks pra nikah d. Obyek/pelaku seks pra nikah
h. Sikap pelaku seks pra nikah i. Dampak perilaku seks pra nikah C. Pedoman Dokumentasi
Adapun dokumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu:
a. Data-data tentang gambaran umum STAIN Jember.
b. Data-data tentang potret perilaku Sex in the cost di luar nikah di kalangnan Mahasiswa STAIN Jember.
c. Data-data tentang faktor yang mempengaruhi Perilaku Sex in the cost diluar nikah dikalangn Mahasiswa STAIN Jember.
d. Data-data tentang upaya untuk menanggulangi perilaku Sex in the cost/
peraturan di STAIN Jember dan di tempat kos-kosan.
e. Data-data tentang sebaran lokasi tempat kos di STAIN Jember.
1 Wawancara dengan IM 05 Desember 2013
2 Wawancara dengan BD 05 Desember 2013
3 Wawancara dengan FD 06 Desember 2013
5 Wawancara dengan MD 06 Desember 2013
6 Wawancara dengan Delima 07 Desember 2013
7 Wawancara dengan Melati 07 Desember 2013
8 Wawancara dengan Waka III (STAIN Jember) 23 Desember 2013 9 Wawancara dengan Ketua STAIN Jember 25 Desember 2013 10 Wawancara dengan Fauzan (organisasi ekstra) 25 Februari 2014 11 Observasi di lingkungan STAIN Jember 27 Februari 2014 12 Wawancara dengan Ketua RT 01 Karang Meluwo 08 Maret 2014 13 Wawancara Ibu Elis (Pengelola Kos) 15 Maret 2014
Peneliti,
Syahroni Romadhon
Randu Agung kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada tanggal 06 April 1989, anak kedua dari dua bersaudara, pasangan Bapak Sumaryono dan Ibu Suryati.
Pendidikan Dasar ditempuh di MI Gedang Mas Randu Agung, lulus tahun 2003.
Kemudian melanjutkan ke MTs Darus Salam Randu Agung, lulus tahun 2006.
Selanjutnya, sekolah di MA Darul Muklasin Tegal Siwalan Probolinggo lulus tahun 2009. Sekarang masih menempuh studi S-1 Jurusan Tarbiyah (Manajemen Pendidikan Islam) di STAIN Jember semester akhir.
Pengalaman organisasi yang pernah diikuti yaitu Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Kependidikan Islam STAIN Jember tahun 2011-2012, Pengurus Rayon Tarbiyah Bidang Kaderisasi tahun 2012-2013.
Penulis mempunyai niat dan tekat yang kuat untuk melanjutkan ke Program Pascasarjana (S2) dan selalu produktif dalam berkarya. Dapat dihubungi melalui No. HP: 085853555193.
Website : http/stain-Jember.cjb.net – e-mail : [email protected]
Nomor : STi.07/ PP.009/ /2013 Jember, 3 Desember 2013 Lampiran : -
Perihal : Penelitian Untuk Penyusunan Skripsi
Kepada
Yth. Ketua STAIN Jember Di_
Tempat
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan ini kami mohon dengan hormat agar mahasiswa berikut ini :
Nama : Syahroni Romadhon
NIM : 084 093 093
Jurusan : Tarbiyah
Program Studi : Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Semester : Sebelas (XI)
Dalam rangka penyelesaian/ penyusunan skripsi, agar diizinkan untuk mengadakan penelitian selama + 30 hari di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember.
Penelitian yang akan dilakukan mengenai SEX IN THE COST DAN IKLIM AKADEMIS DI LINGKUNGAN SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) JEMBER
Sumber Wawancara 1. Ketua STAIN 2. Waka III 3. Mahasiswa
Demikian, atas perkenan dan kerjasamanya disampaikan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Kepala P3M
Moch. Chotib, S.Ag.,MM NIP. 19750702 200212 1 0
Website : http/stain-Jember.cjb.net – e-mail : [email protected]
Nomor : STi.07/ PP.009/ /2013 Jember, 17 Desember 2014 Lampiran : -
Perihal : Surat Selesai Penelitian
Kepada
Yth. Ketua STAIN Jember Di_
Tempat
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yang bertanda tangan dibawah ini kepala P3M Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) JEMBER, menyatakan bahwa Mahasiswa yang berindentitas dibawah ini :
Nama : Syahroni Romadhon
NIM : 084 093 093
Jurusan : Tarbiyah
Program Studi : Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Semester : Sebelas (XI)
Menyatakan sudah benar-benar sudah melakukan dan telah selesai penelitian di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember. Dalam rangka menyusun Skripsi yang berjudul “SEX IN THE COST DAN IKLIM AKADEMIS DI LINGKUNGAN SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) JEMBER”
Demikian surat keterangan ini kami buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Sumber Wawancara 1. Waka III 2. Mahasiswa
Demikian, atas perkenan dan kerjasamanya disampaikan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Kepala P3M
Moh. Chotib, S.Ag., MM NIP. 19750702 200212 1 0
Data sejarah STAIN Jember ini, peneliti rujuk dari buku Pedoman Pendidikan S-1 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember 2012, halaman 1-6. Berikut ini penjabaran detailnya.
Jember adalah Kabupaten yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Pada tahun 1960-an di Kabupaten ini, banyak lembaga Pendidikan Islam, seperti: PGA, Mu’allimat, Muallimin dan Pondok Pesantren, selain Sekolah Menengah Umum. Apabila seseorang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama Perguruan Islam, maka ia harus ke luar daerah yang cukup jauh, misalnya ke Malang, Surabaya atau Yogyakarta.
Demikianlah, dari tahun ke tahun semakin terasa kuat keinginan masyarakat Jember untuk memiliki Perguruan Tinggi Islam. Kebutuhan masyarakat tersebut akhirnya disadari oleh para tokoh dan alim ulama di Jember. Pada tanggal 30 September 1964, diselenggarakan konferensi Syuriyah alim ulama Cabang Jember, bertempat di gedung PGAN, Jl. Agus Salim No. 65 yang dipimpin oleh KH. Sholeh Syakir. Di antara keputusan terpenting konferensi tersebut ialah akan didirikannya Perguruan Tinggi Islam di Jember, untuk mendidik kader-kader Islam yang berjiwa kuat.
Untuk merealisir keputusan tersebut, dibentuk suatu panitia kecil terdiri dari: KH. Achmad Shiddiq, H. Shodiq Machmud, SH, Muljadi, Abd.
Chalim Muchammad, SH, Drs. Sru Adji Surjadi dan Maqsun, Arr, BA.
Setelah beberapa kali rapat, panitia menentukan: (1) Perguruan Tinggi yang akan didirikan itu adalah Fakultas Tarbiyah; dan (2) Berkonsultasi kepada Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. KH. A. Sunarjo, SH dan Menteri Agama RI, Prof. KH. Saifuddin Zuhri, tentang kemungkinan di kemudian hari Fakultas Tarbiyah dapat dinegerikan. Konsultasi dilakukan oleh KH. Achmad Shiddiq dan kemudian diteruskan oleh H. Shodiq Machmud, SH. Hasil konsultasi pada prinsipnya menyetujui berdirinya Fakultas Tarbiyah di Jember.
dibentuklah pengurus Yayasan IAID, terdiri dari:
Penasehat : R. Oetomo (Bupati Jember) Ketua : KH. Dzofir Salam
Wakil Ketua : H. Shodiq Machmud, SH Sekretaris : Muljadi
Bendahara : Moch. Ichsan, BA Anggota : 1. KH. Achmad Shiddiq
2. R. Dadang Prawiranegara, SH 3. Drs. A. Djazuli
4. Abd. Chalim Muhammad, SH
Kantor IAID waktu itu di Jl. Dr. Wahidin 24, rumah H. Shodiq Machmud, SH. Bersamaan dengan berdirinya IAIN “Sunan Ampel” di Surabaya pada tanggal 5 Juli 1965, Pengurus Yayasan IAID tersebut dilantik sebagai Panitia Penegerian IAID menjadi IAIN oleh Menteri Agama K.A.
Fatah Yasin. Panitia yang hadir antara lain: R. Oetomo, KH. Dzofir Salam, H.
Sodiq Machmud, SH dan Muljadi.Panitia Penegerian IAIN Jember melakukan rapat pada tanggal 7 Juli 1965 dan telah menetapkan pimpinan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Jember sebagai berikut:
Dekan : H. Shodiq Machmud, SH Wakil Dekan I : Abd. Chalim Muhammad, SH Wakil Dekan II : Drs. Achmad Djazuli
Pendaftaran mahasiswa angkatan pertama cukup banyak peminatnya, yaitu 195 pendaftar dan yang dinyatakan lulus testing 167 orang, dengan soal testing masuk menggunakan soal testing masuk dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dan pada awal Agustus 1965 dilangsungkan MAPRAM/Masa Bhakti Mahasiswa (OPSPEK, sekarang) yang ditangani oleh mahasiswa PMII dari UNEJ dan IKIP Jember, di bawah pimpinan saudara Sandjaja, BA, bertempat di PGAN Jember.
Padabulan-bulan pertama perkuliahan bertempat di Gedung Tri Ubaya Sakti, AULA Masjid Jami’, SD Jember Kidul I dan PGAN Jember.
Ketika Menteri Agama menghadiri Musyawarah Alim Ulama di Surabaya beliau mengirim utusan ke Jember yang terdiri dari: (1) HA. Timur Djaelani, MA. Direktur Direktorat Perguruan Tinggi Agama dan Pesantren Luhur Departemen Agama; dan (2) Prof. Tk. H. Islamil Yakub, SH, MA.
Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya. Utusan tersebut menyampaikan pesan Menteri Agama bila dalam tempo dua hari Panitia Penegerian sanggup melengkapi syarat-syarat penegerian, maka penegerian akan dilaksanakan oleh Menteri Agama sendiri. Bila tidak, maka penegerian akan ditunda.
Panitia ternyata sepakat dan sanggup melaksanakan penegerian tersebut dengan biaya sekitar Rp. 5.000.000-, (lima juta rupiah) yang diperoleh dari sumbangan masyarakat dan pemerintah Daerah. Penegerian dilaksanakan pada 16 Pebruari 1966, bertempat di GNI Jember, dengan H.
Shodiq Machmud, SH sebagai Dekan yang pertama kalinya.
Berdirinya Fakultas Tarbiyah Jember IAIN Sunan Ampel Dengan SK Menteri Agama No. 4/1966, tanggal 14 Pebruari 1966, maka IAID dinegerikan menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN “Sunan Ampel” Jember.
Penegeriannya dilakukan oleh Menteri Agama sendiri, Prof. KH.Saifuddin Zuhri, pada tanggal 16 Pebruari 1966 di GNI Jember.Setelah dinegerikan, maka pimpinan Fakultas terdiri dari : Dekan: H. Shodiq Machmud, SH, Wakil Dekan I: Drs. M. Ilyas Bakri, Wakil Dekan II: KH. Muchit Muzadi dan mulai tahun 1967, ditambah: Wakil Dekan III: Drs. M. Abd Hakim Malik.
Dengan dinegerikannya IAID menjadi IAIN, maka Yayasan IAID juga mengalami perubahan menjadi Yayasan Pembinaan IAIN Jember, terdiri dari : Penasehat: R. Oetomo (Bupati Jember), Ketua: KH. Dzofir Salam, Sekretaris:
Muljadi, Bendahara: Moch Iksan, BA, Anggota: H. Sodiq Machmud, SH, H.
Djumin Abdullah
1971 memperoleh biaya rehab dari Departemen Agama. Pada tahun 1966/1967 atas usaha Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Jember, telah dibuka Sekolah Persiapan IAIN di Jember yang diresmikan dengan SK.
Menteri No. 31 tahun 1967 pada tanggal 1 Januari 1967. Kepala Sekolah KA.
Muchid Muzadi. Jumlah murid 63 orang, tenaga guru 36 orang tenaga tidak tetap.Sekolah Persiapan IAIN ini dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa dari berbagai sekolah untuk menjadi mahasiswa IAIN. Lulusan Sekolah Persiapan IAIN berhak memasuki IAIN tanpa test, kecuali psikotes. Sekolah Persiapan ini pada tahun 1978, telah diubah menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN).Berhubung Pengurus Yayasan banyak yang pindah, pengurus Yayasan mengalami penyempurnaan. Berdasarkan akte notaris no. 68 tertanggal 26 april 1983, dengan nama yayasan Pembinaan dan Pengembangan IAIN terdiri dari : Penasehat: Bapak Bupati Kepala Daerah TK.II Jember, Ketua DPRD TK. II Jember, Rektor IAIN Sunan Ampel Jember, Ketua kehormatan: KH.
Dzofir Salam, Ketua: H. Moh. Syari’in, Wakil Ketua: Drs. HM. Ilyas Bakri, Wakil Ketua: Drs. Sahuri Rifa’i, Sekretaris: Drs. HM. Hafi Anshori, Wakil Sekretaris: Drs. H. Zainuddin Dja’far, Anggota: Drs. H. Yasin, H. Sodiq Machmud, SH, Drs. Abd. Manan, Drs. M. Hakim Malik, Drs. Alfan Jamil, HM. Saleh Sarfan, Ahmad Djazuli, BA, H. Muchson Sudjono, HF. Muslich Adenan, Hj. Nihayah As, BA, H. Masliah Fatchan, BA Setelah menyempurnakan Yayasan tersebut, maka pimpinan Fakultas bersama-sama Yayasan dengan rekomendasi Bapak Bupati memohon kebijaksanaan Bapak rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya agar di Jember diperkenankan membuka tingkat Doktoral kembali.
Berdasarkan SK Rektor tanggal 16 Juli 1983 No. 16/A/13/P/1983, pada tahun akademik 1983/1984, di Jember dibuka program Doktoral. Sebenarnya sejak semula Fakultas Tarbiyah Jember IAIN “Sunan Ampel” ini sudah pernah membuka program Doktoral. Bahkan telah meluluskan 16 orang
menggunakan sks, dengan masa studi 8 semester.
Perlu diketahui bahwa pengurus yayasan bersama-sama Pimpinan Fakultas telah sepakat menyerahkan gedung IAIN di Jl Wr. Supratman No 5 (sekarang Jl. Untung Suropati No. 5) kepada Bapak Bupati Kepala Daerah TK. II Jember untuk dipindahkan ke tempat lain yang lebih memungkinkan guna perluasan dan pengembangan IAIN, karena gedung yang ada sudah kurang memadai dan berada ditengah-tengah keramaian dan pusat pembelanjaan, sehingga kurang kondusif bagi pengembangan akademis.
Atas saran Bupati, Bapak H. Suryadi Setiawan, maka lokasi kampus Fakultas Tarbiyah Jember IAIN Sunan Ampel diarahkan di Karang Mluwo, Mangli Kecamatan Kaliwates Kebupaten Jember. Peletakan batu pertama pembangunan kampus dilakukan oleh Bapak Bupati Surjadi Setiawan, pada tanggal 19 Desember 1988, disaksikan oleh Ketua Yayasan Pembinaan dan Pengembangan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel, Bapak H. Moch Syari’in, Pimpinan Fakultas dan undangan lainnya. Pelaksana pembangunan kampus tersebut adalah CV. Puji Jaya Sakti, dan sambil menunggu peresmian pemakaiannya kampus tersebut telah ditempati. Dalam rangka pemanfaatan kampus baru, baik untuk kantor maupun perkuliahan dan kegiatan-kegaitan lainnya, maka pada tanggal 12 Maret 1991 jam 19.00 WIB telah dilaksanakan Khatmil Qur’an yang dihadiri oleh pimpinan Fakultas, Dosen, Karyawan, mahasiswa dan Ibu-Ibu Dharma Wanita. Selanjutnya pada tanggal 13 Maret 1991 jam 10.00 WIB diselenggarakan Tasyakuran dengan masyarakat setempat.Dan tepat pada tanggal 6 Juni 1991 kampus baru yang berlokasi di Jalan jumat Mangli diresmikan oleh Menteri Agama RI.
Perkembangan STAIN Jember Alih status IAIN menjadi STAIN Jember dimulai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 tahun 1997 tentangPendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dan ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Menteri
Dengan alih status itu, STAIN mempunyai peran yang semakin penting, mantap dan dinamis pada era reformasi dalam upaya meningkatkan kecerdasan, harkat dan martabat bangsa dengan menghasilkan tenaga ahli/sarjana Islam yang memiliki wawasan luas, terbuka, mempunyai kemampuan manajemen, teknologi dan profesional yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan zaman era globalisasi dan informasi saat ini. Pada awalnya sebelum menjadi STAIN Jember, Fakultas Tarbiyah Jember memiliki 3 jurusan, yaitu: (1) Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI); (2) Jurusan Pendidikan Bahasa Arab; dan (3) Jurusan Kependidikan Islam (KI).
Pada tahun akademik 1997/1998 STAIN Jember melakukan refleksi ke arah perlunya dibuka program studi baru selain Tarbiyah, sehingga sejak tahun akademik itu pula STAIN Jember membuka dua jurusan baru, yaitu Syari’ah dan Dakwah.
Dengan demikian menjadi kian jelas, bahwa sejarah STAIN Jember adalah sejarah perjalanan dan perjuangan panjang, bukan sekedar sejak penamaan STAIN Jember melalui Keppres Nomor 11 tahun 1997 tentang Pendirian STAIN, tetapi harus runtut sejak sejarah berdirinya. STAIN Jember berdiri secara formal pada hari Senin 30 Syawal 1385 H bertepatan dengan tanggal 21 Pebruari 1966 M. lbarat menelusuri kapan seharusnya STAIN Jember berulang tahun, maka rentangannya harus dihitung sejak ia dilahirkan, bukan sejak penamaannya yang terakhir. Karena, nama bisa berubah setiap saat tapi kelahiran itu sendiri adalah hal yang takkan pernah berubah dan memang tidak bisa dirubah rubah, karena ia merupakan momentum dan fakta sejarah. Oleh karena itu, ke depan STAIN Jember harus selalu intens mengembangkan dinamika dalam merealisasi program program strategis, sedikitnya karena dua alasan. Pertama, karena keberadaannya, STAIN Jember harus selalu berkompetisi dengan sejumlah 14 (empat belas) kompetitor perguruan tinggi negeri dan swasta di Jember, dengan cara lebih
karena secara geografis STAIN Jember bisa disebut sebagai pusat penyanggah pengembangan Islam dari pintu Timur. Sepanjang sejarah, untuk mengambil
‘ibrah dari jejak tradisi yang dilakukan oleh para tokoh yang ikut mengembangkan STAIN, karena mereka pernah memimpin STAIN Jember (sejak awal sejarah IAID dan Fakultas Tarbiyah Jember IAIN Sunan Ampel) dengan langkah-langkah tertentu, untuk selanjutnya digunakan sebagai pemacu langkah guna merancang upaya upaya strategis pengembangan STAIN ke depan. Tokoh tokoh yang pernah meminpin STAIN Jember dimaksud adalah sebagai berikut: KH. Sodiq Machmud, SH. (1965-1973), Drs. H. M. Iljas Bakri (1973-1983), Drs. H. Sahilun A. Nasir (1983-1991), Drs. H. A. Nizar Hasjim (1991-1997), Drs. H. Satral (1998-2000), Drs.
Mahjuddin (2000-2004), Dr. Moh. Khusnuridlo, M.Pd (2004-2008), Prof. Dr.
H. Moh Khusnuridlo, M.Pd (2008-2012), dan Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM (2012-Sekarang).
B. Visi dan Misi STAIN Jember
Sebagai upaya memberikan arah, motivasi, dan kepastian cita-cita yang hendak diwujudkan pada waktu tertentu, maka ditetapkan visi dan misi STAIN Jember untuk kurun lima tahun ke depan (2010-2015). Visi dan misi itu penting untuk menyatukan persepsi, pandangan, cita-cita, harapan-harapan, dan impian semua pihak yang terlibat langsung dalam pengembangan STAIN Jember, sebagaimana tertuang dalam Pasal 6 dan 7 Statuta STAIN Jember.
1. Visi STAIN Jember
Adapun visi STAIN Jember adalah sebagai berikut:
a. Menjadi Perguruan Tinggi Islam yang kompetitif dalam melakukan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.