BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
C. Pembahasan Temuan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang sudah dianalisis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi yang sudah disesuaikan antar kajian teori dengan fenomena yang ada di lapangan, maka dapat dijelaskan secara berlanjut tentang penelitian yang disesuaikan dengan sistematika pembahasan berdasarkan dengan rumusan masalah dan disesuaikan dengan kondisi lapangan mengenai “analisis komparatif biaya penjualan ikan nila bertulang dan tidak bertulang di Desa
58
kejayan kabupaten Bondowoso “ dan dapat dijelaskan oleh peneliti sebagai berikut :
1. Perbandingan biaya produksi antara ikan nila bertulang dan ikan nila tidak bertulang di Desa kejayan kabupaten Bondowoso.
Biaya produksi suatu produk akan meningkat sesuai dengan pengeluaran kebutuhan yang dilakukan pada penjualan suatu produk tertentu. Biaya penjualan merupakan suatu pengorbanan yang dapat mengurangi kas atau harta lainnya untuk mencapai tujuan, dan juga bentuk presentasi personal dari bagian penjualan dengan tujuan menciptakan penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan.
Hal tersebut sesuai dengan teori dalam buku Akuntansi Menejemen yang mengatakan bahwa biaya penjualan meliputi semua biaya yang berkaitan dengan pencarian dan pemenuhan pesanan pelanggan. Dengan demikian biaya penjualan meliputi gaji karyawan, penyusutan kendaraan, biaya periklanan dan biaya menyimpanan dan pengiriman barang-barang jadi.
Perbandingan biaya produksi yaitu untuk mengetahui perbandingan biaya penjualan antara ikan nila bertulang dan ikan nila tidak bertulang yang mana data yang didapat oleh peneliti adalah terdapat perbedaan biaya penjualan terhadap ikan nila betulang dan tidak bertulang. Biaya penjualan ikan nila tidak bertulang lebih banyak dibandingkan dengan yang bertulang karena ikan yang tidak bertulang setelah panen masih dipersiapkan untuk
dibersihkan tulangnya terlebih dahulu, hal ini juga memerlukan tenaga pekerja yang lain untuk membersihkan tulang tersebut, beda dengan ikan nila bertulang, setelah panen langsung dibungkus dan langsung disalurkan ke konsumen. Selain itu tempat finising yang dipakai juga berbeda, ikan yang tidak betulang itu di bungkus rapi menggunakan mika karena dapat disalurkan ke warung makan, sedangkan ikan nila bertulang hanya menggunakan plastik biasa, hal ini dapat menyebabkan perbedaan biaya penjualan yang berbeda antara kedua ikan nila bertulang dan tidak bertulang tersebut.
Proses pencabutan tulang ikan nila di daerah Desa Kejayan Bondowoso ini adalah satu-satunya yang menyediakan produk tulang ikan nila tanpa tulang, hal ini sangat diminati oleh masyarakat terbukti dengan terus meningkatnya minat masyarakat terhadap ikan nila tanpa bertulang.
Proses pencabutan tulang ikan nila ini tidaklah mudah, perlu ketelitian dan ketelatenan dalam melakukan proses tersebut. Berikut adalah Langkah-langkah untuk mencabut tulang pada ikan nila, yaitu:
a. Bersihkan sirip dada ikan nila menggunakan pisau b. Bersihkan sisik-sisik ikan nila menggunakan pisau c. Bersihkan sirip perut ikan nila menggunakan pisau
d. Kemudian lakukan fillet dari arah ekor sampai tulang rusuknya ikut terpotong sampai ke kepala ikan nila
60
e. Kemudian lakukan fillet lagi di sisi sebelahnya namun arahnya kebalikannyayaitu dari kepala kea rah ekor, lalu tinggal cabut tulang pada punggung ikan nila
f. Kemudian buang insang ikan nila, karena insang ini menyebabkan bau kurang enak pada saat mau dimakan dan juga menyebabkan minyak lebih cepat kotor
g. Berikutnya iris tipis di sekitar tulang rusuk ikan nila, hal ini bertujuan untuk memudahkan saat mencabut tulang-tulang yang ada dirusuk ikan nila
h. Kemudian cabut tulang ikan nila menggunakan setang
i. Setelah semua proses selesai cuci ikan nila menggunakan air bersih j. Ikan nila tanpa tulang sudah siap dimasak atau di sajikan68
Maka dapat disimpulkan bahwa biaya produksi yang dilakukan oleh pembudidaya ikan nila di Desa Kejayan Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso sesuai dengan teori yang ada. Oleh karena itu, biaya penjualan ini juga berpengaruh terhadap kesejahteraan dan perekonomian keluarga.
2. Perbandingan harga penjualan antara ikan nila bertulang dengan ikan nila tidak bertulang di Desa Kejayan Kabupaten Bondowoso
Dalam menjalankan usaha serta untuk mampu bertahan dalam dunia persaingan bisnis yang ketat saat ini, setiap pemilik usaha harus dapat mengambil keputusan-keputusan yang tepat salah satunya dalam menentukan harga jual. Sebagian besar dalam usaha pada umumnya bertujuan untuk
68 Muzayin. Cara Membersihkan ikan nila cabut tulang. Http//youtube/tUnqiQKPnKo. 2022
mendapatkan keuntungan yang optimum, untuk memperoleh keuntungan atau laba yang optimum peranan perhitungan harga pokok produksi dan perhitungan harga jual sangat berperan, perhitungan harga pokok produksi adalah hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan harga jual suatu produk.
Berdasarkan hasil temuan dari yang peneliti dapatkan pada para pembudidaya ikan nila dan konsumen nila di Desa Kejayan ini dalam penetuan harga ikan nila bertulang dan tidak bertulang terdapat perbedaan harga yang signifikan. Pada proses pencabutan tulang tersebut membutukan tenaga kerja lain yang mampu membersihkan tulang dengan waktu yang relative cepat sehingga dalam hal ini harga jual dari ikan nila yang tidak bertulang jauh lebih mahal.
Selain itu minat masyarakat terhadap ikan nila tanpa tulang ini terus meningkat karena memang untuk membersihkan tulang tersebut sangat sulit.
Sehingga permintaan pasar semakin hari semakin melunjak.
Hal tersebut sesuai dengan teori yang dijabarkan dalam buku Akuntansi Managemen pada tahun 2015 yaitu Harga jual adalah jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang sebersat pelayanannya. Penentuan harga jual merupakan salah satu keputusan manajemen. Hidup mati perusahaan dalam jangka Panjang bergantung pada keputusan pricing ini.
Maka dapat disimpulkan bahwa harga penjualan yang dilakukan oleh pembudidaya ikan nila di Desa Kejayan Kecamatan Pujer Kabupaten
62
Bondowoso sesuai dengan teori yang ada. Oleh karena itu, biaya penjualan ini juga berpengaruh terhadap kesejahteraan dan perekonomian keluarga.
3. Implikasi penjualan ikan nila bertulang dan tidak bertulang terhadap pendapatan pembudidaya ikan nila di Desa Kejayan Kabupaten Bondowoso
Untuk mempertahankan pendapatan di era modern ini, dimana setiap orang memiliki usaha yang sama maka perlu adanya trobosan baru. Seperti yang dilakukan pembudidaya ikan nila yang ada di wilayah desa kejayan ini.
Di desa tersebut memang banyak pembudidaya ikan air tawar dan ikan nila tapi ada salah satu pembudidaya yang melakukan perlakukan yang berbeda terhadap produksi ikan nila tersebut yaitu dengan cara memproduksi ikan nila tanpa tulang, artinya sebelum dipasarkan ikan nila tersebut dibersihkan terlebih dahulu tulang-tulangnya. Hal ini akan menambah pendapatan ikan nila tersebut.
Implikasi penjualan merupakan perbandingan harga jual ikan nila bertulang dengan ikan nila tidak bertulang. Implikasi dari penjualan ikan nila bertulang dan tidak bertulang, terdapat perbedaan pendapatan terhadap pembudidaya ikan nila. Minat para konsumen terhadap ikan nila tanpa tulang lebih banyak dibandingkan dengan ikan nila bertulang, karena tulang ikan nila sangat halus dan susah dibersihkan, sehingga para konsumen lebih tertarik membeli ikan nila tanpa tulang, selain itu pengemasannya juga berbeda, bersih dan mudah untuk diolah.
Dalam hal ini peneliti dapat menyimpulkan bahwa pentingnya dalam hal menemukan ide-ide baru dalam mengolah suatu barang untuk diperjual belikan. Hal ini akan menambah penghasilan bagi pembudidaya ditengah maraknya pembudidaya ikan yang lainnya.
64
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan mengenai analisis komparatif biaya penjualan ikan nila bertulang dan ikan nila tidak bertulang di Desa Kejayan Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso sebagai berikut:
1. Biaya produksi ikan nila betulang dan tidak bertulang terdapat beberapa perbedaan. Terdapat perbedaan biaya produksi antara ikan nila bertulang dan ikan nila tidak bertulang yaitu, ikan nila betulang biaya produksinya Rp. 2.890.000 dan pendapatan laba Rp. 3.485.000. sedangkan untuk ikan nila tanpa tulang biaya produksinya Rp. 4.240.000 dan pendapatan laba sebesar Rp. 4.685.000.
2. Terdapat perbedaan harga penjualan ikan nila bertulang dan ikan nila tidak bertulang, dilihat dari proses yang dilakukan berbeda dan ikan nila tidak bertulang membutuhkan tenaga lain untuk mencabut tulang-tulang tersebut, sehingga dari perlakukan ini maka penjualan ikan nila tidak bertulang jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang masih bertulang. Harganya ikan nila bertulang Rp. 25.000/kg, sedangkan ikan nila tanpa tulang Rp.
35.000/kg.
3. Implikasi dari penelitian ini sangat jelas terlihat dari penjelasan bapak Muzayyin dan bapak Syukron, dimana beliau menjual produk yang sama
64
tapi perlakuan dan sasaran penjualannya berbeda. Hal ini juga dapat menmbah nilai saing suatu produk yang dijual belikan.
B. Saran
Berdasarkan deskripsi penelitian dan kesimpulan, maka pada akhir penulisan ini penulis memberikan beberapa saran yang kemungkinan dapat dijadikan pertimbangan bahan selanjutnya :
1. Untuk para pembudidaya ikan nila akan lebih baik menggunakan alat yang lebih mudah digunakan untuk mencabut tulang-tulang ikan nila (tidak menggunakan manual), karena permintaan produk yang akan meningkat, sehingga pengerjaanya menjadi lebih cepat dan lebih efektif.
2. Untuk ranah promosi harus lebih baik ditingkatkan misalnya ke media social, karena produk ikan nila tanpa tulang sangat diminati dan akan bernilai lebih tinggi jika di salurkan pada pasar modern seperti minimarket dan sebagainya.
66
DAFTAR PUSTAKA
Apri Andani. 2014. Analisis Pendapatan dan Resiko Usaha Budidaya Ikan Air Tawar di Kabupaten Bengkulu Selatan. Universitas Bengkulu. Vol 14 No.
1 ISSN 1412-8837
Burhanuddin Jiwandaru, Analisis Komparatif Biaya Hutan Sukuk dan Obligasi Perusahaan, STIE Tazkia, 2010. Vol 5 No. 2
Cron & Decarlo. 2010. Sales Management, Edisi 9. John Wiley & Sons Pte Ltd.
Dahuri, R. "Pendayagunaan Sumberdaya Kelautan Untuk Kesehjateraan Rakyat.
Lembaga Informasi dan Studi Pembangunan Indonesia (LISPI)". Jakarta.
2000
Danuri Sutanto. 2015. Budi Daya Nila. Pustaka Baru Press. Yogyakarta
Dheny Arina H. 2020."Kajian analisis usaha pembenihan Ikan nila di Kabupaten Sleman" Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.
Destanul Aulia, Sri Fajar Ayu & Nefanafratilova. 2016. “Analisis Perbandingan Biaya Langsung (Direct Cost) dan Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost) Pada Pasien Stroke Di Rumah Sakit”. Sumatera Utara. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, Vol 2 No 2.
Elvira Iskandar,2018.Analisis komparatif pendapatan usaha tani udang putih (litopenaeus vannamei) udang windu (penaeus monodon) di kecamatan Dewantara kabupaten Aceh Utara. Universitas Syiah Kuala.
Endang Siswati. " _Penyusunan Masterplan Minapolitan Kabupaten
Bondowoso"_ (Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya) 2016.
Ferdinand, 2000. Manajemen Pemasaran. Sebuah Pendekatan Stratejik.
Semarang: Badan Penerbit UNDIP
Filisita. 2012. Analisis Penentuan Harga Pokok Penjualan dalam Rangka Penetapan Harga Jual Makanan. Universitas Sam ratulangi.
Gracea Elyda Safaret Sembiring. 2015. “Analisa Biaya Tetap Dan Variabel Pada Penetapan Harga Pokok Sewa Apartemen Di Yogyakarta”. Skripsi.
Surabaya.
Gusrina. 2008. Budidaya Ikan Jilid 2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan: Jakarta
Hasan & Nurul Afifah, 2020. Budidaya Ikan Nila pada Kolam Tanah. Universitas Muhammadiyah Enrekang. ISSN Vol 1 No. 2
Helda. "Analisis Nilai Tambah Pengolahan Ikan Teri di Pulau Pasaran, Provinsi Lampung. Skripsi. Institut Pertanian Bogor". Bogor. 2004.
Hapsawati Taan. 2010.“ Peran Riset Pemasaran Dalam Pengambilan Keputusan Manajemen”. Jurnal Mnajemen Dan Akutansi. Gorontalo, Vol 11 No 2.
Ida ayu ketut marini. 2018"Analisis studi kelayakan usaha budidaya ikan nila di Desa Sigerongan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat" , UNMAS Mataram.
Juang Tegas Pribadi. 2015.“Pengaruh Biaya Promosi terhadap Volume Penjualan Implikasinya terhadap Peningkatan Laba Bersih Survei Pada Tiga Perusahaan Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2014,” (Skripsi, Program Sarjana, “UKI Bandung”, Bandung:).
Khairuman dan Amri, K. 2008. Budidaya Ikan Nila Agro Media Pustaka.Jakarta.
Krismiaji, Y Anni Aryani. 2011. Akuntansi Manajemen. Edisi 2. UPP STIM YKPN, Yogyakarta.
Lexy J Moeleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005) h. 131.
Martha, E., & Kresno, S. 2016. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Jakarta:
Rajawali Press.
Meldasari. 2018."Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Ikan Nila di Desa Kupang Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan (Studi Kasus Pada Kelompok Perikanan Kupang Maju)" , Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai.
Morisan, Metode Penelitian Survey, (Jakarta: Kencana,2017)
Mohammad kanzunnudin. 2018. konsep penjualan dan konsep pemasaran.
Semarang
Muzayin.2020.Cara membersihkan ikan nila cabut tulang.
https://youtu.be/tUnqiQKPnKo.
Nugroho Edan Kristanto. A. H. 2008. Panduan Lengkap ikan Konsumsi Air Tawar Populer. PenebarSwadaya. Jakarta.
68
Nana Herdiana.2015.“Manajemen Strategi Pemasaran”.(Bandung: CV Pustaka Setia).
Rahayu, Wiwit. 2011. Analisis Pendapatan Usaha Pembesaran Ikan Nila Merah (Oreochromis Sp) Pada Kolam Air Deras Di Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. Jurnal Ilmu Pertanian. Vol 07 No. 01. Yogyakarta.
Rahma Lisa, Analisis sistem sukatan pada transaksi jual beli bibit ikan nila pada masyarakat kabupaten Nagan raya menurut fiqih muamalah, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam – Banda Aceh, 2019.
Rahmi. (2012). Identifikasi Ektoparasit pada Ikan Nila (Orechromis Niloticus).
Jurnal Ilmu Perikanan, 1(1), 19-23.
Rukmana, R. 2006. Ikan Nila Budi Daya dan Prospek Agribisnis. Kasensus.
Simamora, Henry. 2012. Akuntansi Menejemen. Jakarta: Salemba empat Sodikin, 2015. Akuntansi Managemen. UPP STIM YKPN, Yogyakarta.
Soetriono, & Suwandari. (2016). Pengantar Ilmu Pertanian. Malang: Intimedia.
Suemarso, SR. 2009. Akuntansi suatu Pengantar. Jakarta: Salemba Empat.
Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: ALFABETA, 2002), 130.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:Alfabeta, 2011), 227.
Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta:Balai Pustaka,2002)206
Sulistiyanti dan Wahyudi " Pengembangan Ekonomi Wilayah Berbasis Sektor Perikanan di Provinsi Jawa Timur". (Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana). 2015.
Suparinto C. 2009. Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal. Penebar Swadaya:
Semarang
Sutrisno iwantoro. 2002. Kiat sukses Berwirausaha. PT Grasindo: Jakarta Suyanto R. 1994. Nila. PenebarSwadaya. Jakarta
Swastha Basu. 2010. Manajemen Penjualan Edisi 3, BPFE,Yogyakarta.
Tambunan, T. (2012). Survey of Business Models for Agricultural. TKN Report, international Institute of Sustainable
Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, (Jember: IAIN Jember,2017) Winda Harefa.2021."Perbandingan pendapatan pemilik keramba jaring apung
(KJA) Ikan Nila dan Ikan Mas skala kecil di Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara" Universitas Riau Kota Pekanbaru.
Yuniarti T, & basuka, F (2017). IBM Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Ungaran Melalui Pengkayaan Madu dalam pakan untuk menghasilkan Benih Monosex dalam Upaya Penningkatan Produksi dan Pendapatan Benih Nila Larasati. Juarnal info, 19(1), 13-23
MATRIK PENELITIAN
Judul Variabel Indikator Sumber Data Metodologi Penelitian Fokus Penelitian
Analisis Komparatif
Harga Jual Nila Bertulang Dan Tidak Bertulang Di
Desa Kejayan Kecamatan
Pujer Kabupaten Bondowoso
A. Perbandingan biaya
Produksi ikan nila bertulang dan tidak
bertulang
B. Perbandingan Harga Jual Ikan Nila bertulang dan tidak
bertulang
a. Biaya Produksi (Gaji Karyawan, Biaya Promosi)
b. Harga Jual (harga pemasaran)
Informan:
a. Pembudidaya ikan nila b. Konsumen
ikan nila Kepustakaan:
a. Buku b. Jurnal c. Artikel
DLL
1. Pendekatan penelitian:
a. Kualitatif 2. Jenis penelitian:
a. Field Research 3. Teknik pengambilan
sampel:
Purposive
4. Metode pengumpulan data:
a. Observasi b. Wawancara c. Dokumentasi 5. Teknik analisis data:
a. Reduksi data b. Penyajian data c. Penyimpulan dan
verifikasi 6. Keabsahan data:
Triangulasi sumber
a. Bagaimana perbandingan biaya produksi antara ikan nila bertulang dan tidak bertulang di Desa Kejayan Kabupaten Bondowoso?
b. Bagaimana perbandingan harga penjualan ikan nila bertulang dan tidak bertulang di Desa Kejayan Kabupaten Bondowoso?
c. Bagaimana implikasi penjualan ikan nila bertulang dan tidak bertulang terhadap pendapatan pembudidaya ikan nila di Desa Kejayan Kabupaten Bondowoso?
Wawancara dengan Pembudidaya Ikan Nila
Proses Pembersihan Tulang Ikan Nila
A. Fokus observasi
1. Bagaimana perbandingan biaya produksi antara ikan nila bertulang dan tidak bertulang di desa kejayan kabupaten Bondowoso?
2. Bagaimana perbandingan harga penjualan ikan nila bertulang dan tidak bertulang di desa kejayan kabupaten Bondowoso?
3. Bagaimana implikasi penjualan ikan nila bertulang dan tidak bertulang terhadap pendapatan pembudidaya ikan nila di desa kejayan kabupaten Bondowoso?
B. Pedoman wawancara
1. Wawancara kepada pembudidaya ikan nila
a. Bagaimana proses budidaya ikan nila dari awal hingga panen?
b. Bagaimana perbandingan biaya produksi antara ikan nila bertulang dan tidak bertulang?
c. Bagaimana proses membersihkan ikan nila tanpa tulang?
d. Berapa selisih harga antara ikan nila bertulang dan tidak bertulang?
e. Apa dampak dari adanya ikan nila tidak bertulang?
2. Wawancara kepada konsumen ikan nila
a. Bagaimana perbandingan penjualan antara ikan nila bertulang dan tidak bertulang?
b. Lebih menguntungkan mana antara ikan nila bertulang dan tidak bertulang?
c. Apa dampak dari adanya ikan nila tidak bertulang bagi pelanggan?