• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran-Saran

Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan oleh penulis di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa BCD Yayasan Pembinaan Anak Cacat mengenai peran orang tua dalam pengembangan karir anak tunarungu pasca sekolah, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut:

1. Bagi SMALB BCD YPAC Jember

Pemberian pembelajaran kepada peserta didik sudah cukup baik.

Namun diharapkan kepada guru supaya lebih sering melakukan kunjungan ke orang tua siswa yang benar-benar

2. Bagi Orang Tua

a. Harapan untuk orang tua agar lebih sering menyempatkan waktu untuk anaknya.

b. Harapan untuk kedepannya orang tua bisa mempelajari lagi sedikit demi sedikit bahasa anak.

c. Perbanyak komunikasi dengan anak, berikan pengarahan dan pembelajaran dirumah.

71

DAFTAR PUSTAKA

Affandi, Rahmat “Huruf-Huruf Cinta Mendidik Anak Dengan Penuh Cinta dari A sampai Z” Jakarta:PT Elex Media Komputindo 2011.

Agusdiani, Demi “Bimbingan karir Bagi Anak Tunarungu di SLBN 1 Bengkulu”

Skripsi, IAIN Bengkulu, 2020.

Ahamadi, “Islamic Parenting In Disruption Era. Jawa Barat: Adab, 2021.

Ahmad, Lili Lutfiah. “Peran Orang Tua Dalam Perencanaan Karir Anak Tunarungu di Desa Karangnangka” Skripsi, UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto, 2022.

Ahmadi, “Islamic Parenting In Disruption Era” Jawa Barat : Penerbit Adab, 2021.

Asep Supena dkk “Pendidikan Inklusi Untuk ABK” Yogyakarta : CV Budi Utama 2022.

Awaru, A. Octamaya Tenri “Sosiologi Keluarga” Bandung : CV MEDIA SAINS INDONESIA, 2021.

Desiningrum, Dinie Ratri. Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus, Yogyakarta:

Ruko Jambusari, 2016.

Budiyanto, “Merancang Identifikasi, Asesmen, Planning Matriks dan Layanan Kekhususan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi”

Surabaya : CV. Jakad Publishing 2018.

Cia Cai Cien“Manajemen Sumber Daya Manusia” Padang Sidempuan: PT Inovasi Pratama Internasional 2021.

Maryam B. Gainau “Pengembangan Potensi Diri Anak & Remaja” Yogyakarta : PT Kanisius, 2019.

Ningsih, “Sekolah Inklusif Sekolah Dasar Merangkul Perbedaan Dalam Kebersamaan” (Surakarta : Muhammadiyah University Press 2020.

Rahmi Widyawati, Peningkatan Komitmen Organisasional Dosen Melalui Pengembangan Karir. Bandung: Media Sains Indonesia 2021.

Tatang Muhtar, Anggi Setia Lengkana, M.Pd “Pendidikan Jasmani dan Olahraga Adaptif” Jawa Barat : UPI Sumedang Press 2019.

Pradnya Paramita, MARS & Handayani, SKM. “Manajemen Sumber Daya Manusia” Bandung: CV Media Sains Indonesia 2022.

Efendi, Mohammad. Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan, Jakarta : Bumi Aksara, 2006.

Guru SMA/SMK/PKLK Peserta Bimtek Penulisan Fiksi dan Nonfiksi “Guru Is The Best Manager” Jawa Timur : Rose Book 2020.

Ihsan, Fuad “Dasar-dasar Pendidikan, VIII”. Jakarta : Rineka Cipta, 2013.

Imanuddin Hasbi dkk “Perkembangan Peserta Didik Tinjauan Teori dan Praktis”

Jawa Barat : Widina Bhakti Persada Bandung 2020.

James A. Black dan Dead J. Champion, Metode dan Masalah Penelitian Sosial, Bandung : PT Aditama, 2009.

Lestari S. Psikologi Keluarga :Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik Dalam Keluarga. Jakarta : Kencana 2012.

Lickona, Thomas. “Mendidik Untuk Membentuk Karakter : Bagaimana Sekolah Dapat Memberikan Pendidikan tentang Sikap Hormat dan Tanggung Jawab”. Jakarta : Bumi Aksara, 2012.

Lickona, Thomas.“Mendidik Untuk Membentuk Karakter : Bagaimana Sekolah Dapat Memberikan Pendidikan tentang Sikap Hormat dan Tanggung Jawab”. Jakarta : Bumi Aksara, 2012.

Melisa, Esti “Strategi Bimbingan Karir Dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa Tunarungu” Skripsi IAI Muhammadiyah Sinjai 2021.

Menteri Agama Republik Indonesia, Mushaf Aisyah; Al-Qur’an dan Terjemah untuk Wanita. Bandung: Penerbit Jabal, 2010).

Moleong, J Lexy, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung : PT Remaja Rosdakarya 2018.

Muhammad Budyatna, dan Leila Mona Ganiem, “Teori Komunikasi Antarpribadi” Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2014

Noor Arifin, “Manajemen Sumber Daya Manusia Teori dan Kasus”. Jepara:

UNISNU Press, 2017.

Nupin, Iswadi Syahrial. “Pola Pengembangan Karier Pustakawan Melalui Motivasi Kerja dan Pemahaman Jabatan Fungsional” Jawa Barat : CV Abhimata 2020.

Ode, Haruni “Pengembangan Organisasi Berbasis Spiritual”. Surabaya: CV.

Jakad Publishing 2019.

Wakhinuddin Perkembangan Karir Konsep dan Implikasinya. Padang: UNP Press 2020.

Puspitawati, Herien “Gender dan Keluarga: Konsep dan Realita Di Indonesia”

Bogor: IPB Press 2012.

Putranto, Bambang. “Tips Menangani Siswa Yang Membutuhkan Perhatian Khusus” Yogyakarta : Diva Press 2015.

Rafael Lisinus & Pastiria Sembiring “Pembinaan Anak Berkebutuhan Khusus (sebuah perspektif bimbingan dan konseling)” ( Yayasan Kita Menulis 2020

Rukajat, Ajat. Pendekatan Penelitian Kualitatif, Yogyakarta : CV Budi Utama, 2018.

Sandu Siyoto dan Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, Cet. Yogyakarta:

Literasi Media Publishing, 2015.

Sari, Jeli Novita “Peran Orang Tua Dalam Mengembangkan Potensi Anak Tunagrahita” Skripsi, IAIN Bengkulu, 2018.

Sejati , Sugeng. Psikologi Sosial, Cet-1. Depok Sleman Yogyakarta : 2012.

Seto Mulyadi, A.M Heru Basuki, dan Hendra Prabowo, Metode Penelitian Kualitatif dan Mixed Method, Depok :Raja Grafindo Persada, 2019.

Siswi Puji Astuti dan Santy Handayani “ Pengaruh Perhatian Orang tua dan Motivasi Berprestasi Terhadap prestasi Belajar Fisika jurnal SAP Vol 2 no 1, 2017.

Sudaryono, Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Kencana 2016.

Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta, 2018.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R&D, Bandung : ALFABETA 2014.

Sukardi, Dewa Ketut dan Nila Kusmawati, Proses Bimbingan dan Konseling Di Sekolah, Jakarta:PT. Rineka Cipta, 2008.

Sulthon, “Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus”, Depok: Rajawali Pers, 2020.

Suprajitno, “Asuhan Keperawatan Keluarga” Jakarta : EGC, 2004.

Susanto, Ahmad “Pendidikan Anak Usia Dini” Jakarta: PT Bumi Aksara 2018.

Syamsir, Torang, “ Organisasi& manajemen” Perilaku, Struktur, Budaya &

Perubahan Organisasi). Bandung : Alfabeta, 2014.

Tafsir, Ahmad. “Pendidikan Agama dalam Keluarga, cet ke 4. Bandung : Pt.

Rosdakarya 2002.

Tarmansyah, Gangguan Komunikasi, Jakarta : Depdikbud Dikti 1996.

Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Jember: IAIN Jember Press, 2020.

Ukasyah Habibu Ahmad “Didiklah Anakmu Ala Rasulullah” Yogyakarta: Saufa 2015.

Umar, Munirwan “Peranan Orang Tua Dalam Peningkatan Prestasi Belajar Anak,”Jurnal Ilmiah Edukasi Vol 1, Nomor 1 (Juni 2015)

Yeyen Tiara Ari Sonia, “Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Kemampuan Anak Tunarungu-Wicara” Skripsi, IAIN Bengkulu, 2021.

75

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Nur Afifah NIM : D20183021

Prodi : Bimbingan Konseling Islam Fakultas : Dakwah

Institusi : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Peran Orang Tua Dalam Pengembangan Karier Anak Tunarungu Pascasekolah di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa BCD Yayasan Pembinaan Anak Cacat Jember” secara keseluruhan merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh saya sendiri, kecuali bagian-bagian yang dirujuk sumbernya.

Apabila kemudian hari ternyata hasil penelitian ini terdapat unsur-unsur penjiplakan dan ada klaim dari orang lain, maka saya bersedia untuk diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Demikian surat penrnyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Jember, 7 Desember 2022 Yang Menyatakan

Nur Afifah NIM. D20183021

MATRIK PENELITIAN

Nama :Nur Arifah NIM : D20183021

Judul Variabel Sub Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian Fokus Penelitian

Peran Orang Tua Dalam Pengemban gan Karier Anak Tunarungu pascasekola h di

SMALB BCD-YPAC Jember

1. Peran orang tua

2. Pengemban gan Karier

3. Tunarungu

1. Peran sebagai orangtua 2. Peran sebagai

pendidik 3. peran sebagai

pengasuh

1. Pengertian karier 2. Pengembangan

karier

3. Faktor dan indikator pengembangan karier

1. Pengertian Tunarungu 2. Klasifikasi anak

tunarungu

3. Karakteristik anak

1. Menanamkan peran pada orang tua 2. Mendorong

orang tua untuk mengembangka n karier anak 3. Kemampuan

orang tua dalam perannya 4. Memiliki rasa

tanggung jawab

1. Informan a. Kepala

sekolah b. Guru c. Orang tua 2. Hasil

Observasi 3. Dokumentasi 4. Kepustakaan

1. Metode penelitian kualitatif

2. Kualitatif deskriptif 3. Metode

pengumpulan data : a. Wawancara b. Observasi c. Dokumentasi 4. Metode analisis data

:

a. Kondensesi b. Penyajian data c. Penarik

kesimpulan 5. Keabsahan data :

1. Triagulasi sumber 2. Triangulasi

teknik

1. Bagaimana peran orang tua dalam pengembangan karier anak tunarungu pascasekolah di SMALB BCD-YPAC Jember ? 2. Apa saja faktor

pendukung dan penghambat peran orang tua dalam pengembangan karier anak tunarungu pascasekolah di SMALB BCD YPAC Jember?

tunarungu 4. Faktor penyebab

anak tunarungu 5. Dampak

ketunarunguan 6. Cara penanganan

anak tunarungu

TRANSKIP WAWANCARA Nama Informan : Giyanto S.Pd (Guru Bk)

Hari/Tanggal : Senin, 19 September 2022 Pukul : 09:00 WIB

Tempat Wawancara : Ruang Kelas

Pelaku Materi Wawancara Tema

Peneliti Assalamu’alaikum pak saya Nur Afifah mahasiswa dari UIN KHAS Jember mau minta izin wawancara jenengan terkait penelitian saya di SLB YPAC Jember

Informan Enggeh silahkan mbak

Peneliti Mungkin sebelumnya apakah ada bimbingan karir di sekolah pak?

Informan Program bimbingan karir ya ada mbak

Peneliti Bimbingan karir apa saja yang sudah diberikan kepada anak-anak disini?

Informan Biasanya bimbingan karirnya secara individu, sekarang programnya lebih menjurus lagi dari pada yang dulu, untuk anak-anak kayak gini kan seharusnya memang harus ada cara mandiri, kemandirian terutama disini kebanyakan anak tunagrahita jadi mandiri secara sederhana dulu basicnya lah, mandiri, mengurus dirinya sendiri. Kalau saya biasanya kemandirian untuk mengurus dirinya sendiri dulu, baik dari mandi, dari cara mencuci pakaian, pokoknya ngusrus diri sendiri tanpa ketergantungan dengan orang lain

Peneliti Dari bapak sendiri apakah ada kesulitan untuk memberikan bimbingan karir untuk anak-anak disini?

Informan Kalau kesulitan ya pasti ada mbak, setiap guru disini kesulitannya mungkin karena anak-anak disini anak-anak berkebutuhan khusus pastinya materi yang kita ajarkan tidak langsung paham beda dengan anak tunarungu kalo materi mereka bisa langsung paham tapi ya itu harus di

ulang-ulang terus, di latih

Peneliti Bagaimana respon anak-anak ketika diberikan bimbingan karir ?

Informan Ya kalo anak-anak sih seneng-seneng aja , karena dia kan kita kasihnya sambil bermain biar ga jenuh, kalau anak kayak gini kan ga bisa dipaksa mbak kalau dia udah bosen ya kita lepas gak kita kasih lagi.

Peneliti Apakah ada keterampilan khusus yang dilakukan disekolah sehari-hari?

Informan Biasanya ada tata boga, kalau yang tunarungu menjahit kemudian ada mewarnai, praktek bina diri,dan juga bikin kerajinan ya seperti itu saja mbak kesehariannya.

Peneliti Keterampilan apa yang biasanya dilakukan oleh anak-anak tunarungu ?

Informan Kalau untuk anak tunarungu biasanya menjahit mbak, selain itu ya tataboga, mewarnai, tetapi khusus untuk anak tunarungu lebih ke menjahit

Peneliti Pembelajaran apa yang biasanya bapak berikan kepada anak tnarungu ?

Informan Pelajaran menjahit dan juga menyulam Peneliti Apa peran bapak sebagai guru disekolah?

Informan Ya saya sebagai guru mbak hanya bisa memberikan yang terbaik untuk anak, harus emang sabar ngajar anak-anak seperti ini kan, selain anak-anak seperti ini ga bisa dipaksa kalau di ajarin kita ya sebisa mungkin buat anak ini tidak bosan ya diselingi sama bermain mbak

TRANSKIP WAWANCARA

Nama Informan : Ibu Likah

Hari/Tanggal : Senin, 26 September 2022 Pukul : 13:00 WIB

Tempat Wawancara : Pasar Tanjung

Pelaku Materi Wawancara Tema

Peneliti Assalamu’alaikum bu, mohon maaf menganggu waktunya ibu. Jadi gini bu saya yang chat jenengan kemarin mau minta izin wawancara untuk penelitian skripsi saya

Informan Wa’alaikumsalam enggeh mba monggo

Peneliti Ok ibu, mungkin pertanyaan saya yang ingin tanyakan tujuan menyekolahkan anak di SLB itu apa ya bu?

Informan Gini mbak kalo kecilnya dilingkungan normal semua, jadi dari pada anaknya gak nutut, gak mampu nanti kan di bully di apa gitu kan gak enak, terus kalo disekolah SLB kan banyak temen-temennya yang senasib

Peneliti Apa yang ibu ketahui tentang minat dan bakat anak?

Informan Kalo DN tu masak gak suka ya, kalo menjahit juga kurang tau. Tapi dia kalau saya ajarin bikin kue mau, minatnya ya lebih ke baking mbak

Peneliti Bagaimana peran ibu sebagai orang tua dalam pengembangan karir anak?

Informan Kalo saya sih minimal bisa mandiri kan ya, soalnya anak kayak gitu ya mbak kalo ikut orang kayak orang normal itu kan kurang bisa ya, kalo keinginan saya tuh bisa mandiri, bikin kerajinana apa kek, lebih ke berbisnis buka usaha sendiri. Kalo mungkin dia bisa jahit ya diteruskan belajar jahit. DN kan punya instagram ya mbak saya saranin kamu bikin kue di foto, diposting di instagram terus dijual. Nanti ketemuan sama orang-orang ngomong

mau ketemuan dimana dianter besok atau kapan gitu.

makanya saya tak ajari gitu mbak nanti kan bisa komunikasi walaupun ga bisa kan sama hp kan bisa begitu mbak.

Peneliti Sebagai orang tua apakah ada kesulitan untuk pengembangan karir anak?

Informan Ya itu kendala nya itu sulitnya saya nganter jemput, kalo mau kursus apa gitu kalo rumahnya jauh ya gitu mbak gak ada yang nganter jemput. Saya di pasar jualan bapaknya kerja jadi gak ada yang nganter sulitnya disitu mbak.

Peneliti Ada rasa khawatir tidak dari ibu sendiri akan karir anak karena keterbatasannya?

Informan Sebenarnya sih khawatir mbak, khawatirnya ya besok itu dia bisa mandiri apa enggak. Kalo mandiri kan enak mbak bisa saya lepas untuk kerja atau apapun itulah Peneliti Peran ibu sebagai orang tua terhadap pendidikan anak?

Informan Tapi alo pendidikan ya saya berikan yang terbaik lah buat dinda, kemarin dia kan gak betah disekolah lamanya pengen minta pindah ya, tapi tanggung saya bilang karena udah kelas 3 mbak sebentar lagi udh masuk SMA ya gitu kadang sering foto sepatunya bilang kesaya bosen, saya bilang sabar dulu, main sama temen-temennya diajak ngobrol, dia bilang gak ngerti dia bu, dinda gak ngerti temen-temen nya ngomong apa karena kan ga bisa bahasa isyarat ada temen nya satu udh pindah makanya DN minta pindah juga karena ga ada temenya. Yaudah saya bilang nanti keluar sekolah mau sekolah dimana? dia jawab mau pindah ke sekolah lain gak lanjut disini.

yaudah saya turuti ketimbang anaknya gak seneng mbak sekolah.

Peneliti Bagaimana cara ibu untuk mengembangkan karir anak?

Informan Ya itu lagi tergantung anaknya ya mbak, saya gak bisa maksa soalnya anak kayak gitu gak bisa dipaksa mbak.

Jadi saya turuti aja apa maunya dia mau apa saya turuti

biar bisa mandiri, punya skill, kalo cara saya ya ngikutin apa kata anak aja mbak.

Peneliti Apakah ibu mengikutkan anak keterampilan-keterampilan atau kursus untuk penunjang karirnya?

Informan Ga ada, kalo disekolahan nya ya ekstra yang disekolahnya, DN kan punya kekurangan kalo mungkin dia punya skill punya apa kepepetnya itu kan mungkin masih bisa, saya kalo dirumah kadang ya ngajarin juga keterampilan karena saya juga pengerajin mbak jadi saya ajarin sedikit-demi sedikit

Peneliti Apakah anak ibu pernah cerita terkait dengan keinginannya ingin menjadi apa, atau mau bekerja dimana menjadi apa?

Informan Ya kadang dia malah tanya saya mbak, “aku besok kerja apa”? masih binggung terus saya gini “loh kamu ingnya apa”? tapi dia tuh masi belum tau kayak memasak dia mulai dulu tuh kurang suka, kalo saya suruh di dapur tuh dia kurang suka, terus kalo kue-kue gitu dia agak seneng , kalo jahit katanya binggung saya gak tau bagi-bagi nya, motong-motong itu, kan ukuran nya dibagi-bagi toh mbak. Sebenarnya kalo ada guru yang telaten, terus ngajari mungkin dia juga bisa.

Peneliti Bagaimana peran ibu sebagai orang tua membimbing anaknya untuk pengembangan karir?

Informan Ya kalau saya mungkin kalo anaknya mau juga saya ikutkan kursus, kursus apapun itu yang anaknya suka gatau mbak tergantung anaknya sudah itu

Peneliti Bagaimana ibu memberikan arahan mengenai karir kepada anak?

Informan Gimana ya....ya paling saya ajarin dulu lah yang basic-basic minimal dia bisa mandiri mbak gitu sih

Peneliti Ibu sendiri pernah gak mengkomunikasikan ke anak perihal pengembangan karir untuk kedepannya?

Informan Pernah mbak, tapi ya itu tergantung anaknya lagi saya sering bilangin kamu ikut apa ta biar bisa nanti kalo udh lulus sekolah bisa kerja atau minimal buka usaha sendiri gitu mbak

Peneliti Bagaimana ibu memberikan contoh untuk kemandirian anak?

Informan Kalau saya mungkin saya ajarin anak dalam hal-hal kecil ya seperti mencuci pakaian sendiri, ya saya ajari nyetrika, pokoknya yang bisa dilakukan sendiri itu mbak. Jadi saya bisa melepas DN kalau dia sudah bisa mandiri

TRANSKIP WAWANCARA Nama Informan : Muhammad Slamet S.Pd (Guru Bk) Hari/Tanggal : Selasa, 11 Oktober 2022

Pukul : 09:00 WIB

Tempat Wawancara : Kantor Guru

Pelaku Materi Wawancara Tema

Peneliti Assalamu’alaikum pak saya Nur Afifah mahasiswa dari UIN KHAS Jember mau minta izin wawancara jenengan terkait penelitian saya di SLB YPAC Jember

Informan Enggeh monngo mbak

Peneliti Mungkin sebelumnya apakah ada bimbingan karir di sekolah pak?

Informan Ada mbak, mana anak yang punya bakat kita itu mencari kalo dibidang olahraga kita salurkan di bidang olahraga kalo semisal anak sudah lulus anak-anak itu kita bina Peneliti Bimbingan karir apa saja yang sudah diberikan kepada

anak-anak disini?

Informan Kalo bimbingan karir mungkin disini ya itu kita mengajrkan anak mandri, bagaimana mereka bisa melakukan hal-hal dasar untuk diri mereka sendiri intinya kemandirian anak itu nomor satu, soalnya kan anak-anak begini harus kita ulang terus supaya mereka bisa itu untuk anak tunagrahita, kalo yang tunarungu kan dikasih satu sekali udh paham cuman kita lebih ke mengingatkan aja begitu

Peneliti Dari bapak sendiri apakah ada kesulitan untuk memberikan bimbingan karir untuk anak-anak disini?

Informan Disini gudang nya masalah mbak, kalo kesulitan ya kita itu seberapa jauh anak itu menyesuaikan kemampuannya sendiri. jadi semisal ya anak butuh apa kita turuti, itu kadang-kadang yang dibilang sulit ya sult dikatakan tidak ya tidak juga.

Peneliti Bagaimana respon anak-anak ketika diberikan bimbingan karir ?

Informan Kalau anak-anak seneng-seneng aja, kita sebagai guru hanya mengikuti keinginan mereka

Peneliti Apakah ada keterampilan khusus yang dilakukan disekolah sehari-hari?

Informan Ya kalo keterampilan seperti biasa ya, ya masak-masak, untuk anak tunarungu menjahit, ngelas pagar, bikin-bikin kerajinan nanti itu hasil nya bisa dijual dan anak-anak bisa dapat komisi

Peneliti Keterampilan apa yang biasanya dilakukan oleh anak-anak tunarungu ?

Informan Anak tunarungu lebih ke menjahit aja sih mbak, soalnya sekolah udah bekerjasama dengan konveksi garment jadi nantinya ketika anak sudah mulai naik kelas sebelas ada PKL nah itu langsung terjun ketempat jahitnya, nanti kalau jahitannya bagus-bagus langsung dipakai dipekerjakan disana

Peneliti Pembelajaran apa yang biasanya bapak berikan kepada anak tnarungu ?

Informan Pelajaran menjahit, sulam menyulam, bikin kerajinan Peneliti Apa peran bapak sebagai guru disekolah ?

Informan Anak-anak kayak begini kan gak bisa dipaksa untuk mengikuti pembelajaran ya mbak, jadi sebagai guru ya kita kasih anak-anak ini pembelajaran yang tidak bikin dia jenuh, yaudah kita ikuti saja yang anak-anak mau

TRANSKIP WAWANCARA Nama Informan : Mudhofir S.Pd (Kepala Sekolah) Hari/Tanggal : Rabu, 12 Oktober 2022

Pukul : 09:30

Tempat Wawancara : Ruanga Guru

Pelaku Materi Wawancara Tema

Peneliti Assalamu’alikum pak, Mohon maaf menganggu waktunya. Saya Nur Afifah mahasiswa dari UIN KHAS Jember minta izin untuk mewawancarai bapak sebagai kepala sekolah untuk penelitian skripsi saya di SLB BCD YPAC Jember

Informan Wa’alaikumsalam, iya monggo-monggo silahkan

Peneliti Bagaimana bapak bisa melihat kemampuan anak-anak di YPAC ?

Informan Kalo anak-anak tergantung dari jenis kelainannya, disabilitasnya. Ada yang tunarungu kehambatan pendengaran, lah kalo penghambatan pendengaran ini dari segi keterampilannya memang ya tidak mengalami kehambatan kecerdasan ya karena kecerdasan itu yang terbatas tentunya otomatis secara penangkapan materi terkait dengan vokasi tentu juga ada hambatan

Peneliti Bagaimana kerjasama antara kepala sekolah, guru dan juga orang tua siswa ?

Informan Ya selalu ada sinergi, jadi kepalas sekolah dengan guru-guru ya betul-betul menjadi satu, biar dibangun keakrabannya, sehingga guru-guru juga bisa mengerjakan sesuai dengan porsinya, sesuai dengan tanggung

jawabnya. Kalau sama wali murid kita sering adakan pertemuan mbak jadi ya itu dalam pertemuan kita bahas apa saja yang perlu dibahas.

Peneliti apa saja fasilitas yang disediakan untuk pengembangan karir siswa?

Informan Fasilitas ada ruang tataboga, ruang menjahit, ruang komputer atau lab komputer, ada alat-alat untuk ngelas Peneliti Bagaimana bapak memandan arti penting sebuah

pemberian pembelajaran kepada siswa dan siswi yang memiliki keterbelakangan mental?

Informan Ya yang pertama kita sebagai seorang guru, ya walaupun saya kepala sekolah tapi kan juga sebagai guru, kepala sekolah itu hanya secara fungsional saja. Tapi umunya semua disini semua guru itu yang betul-betul yang pertama memahami karakter anak itu sendiri, kemudian kemampuan belajarnya, baru kita mengembangkan potensi yang ada pada anak masing-masing. Jadi kita memang tidak mentarjetkan suatu yang muluk-muluk tapi melihat dari hasil assesment itu dulu, assesment itu kan dilakukan oleh guru-guru nah dari hasil assesment itu kita kembangkan itu yang paling penting, ya berangkat dari assesment itu.

Dokumen terkait