• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN DAN KONSTRUKSI MESIN SLURRY ICE

5 PEMBAHASAN UMUM

Sejauh ini di Indonesia masih sangat sedikit informasi dan penelitian mengenai mesin pembuat slurry ice dan aplikasinya pada dunia perikanan. Hal ini

disebabkan masih sangat terbatasnya teknologi mesin yang digunakan untuk memproduksi slurry ice . Slurry ice tersebut biasanya digunakan untuk berbagai

bidang diantaranya : bidang kedokteran, perikanan, pertanian dan lain-lain.

Penanganan ikan diatas kapal pasca panen merupakan awal rantai dingin yang perlu di tangani secara serius. Hal ini ikan berpengaruh pada rantai dingin ikan selanjutnya, apa bila rantai dingin tahap pertama buruk maka akan berpengaruh signifikan pada proses pendinginan selanjutnya. Penanganan ikan yang selama ini di lakukan oleh nelayan kecil di Jakarta terdiri dari dua penanganan yaitu tidak menggunakan es dan menggunakan es, adapun untuk nelayan berskala besar sudah menggunakan refrigerated sea water (RSW) untuk

59 Desain dan membuat konstruksi mesin slurry ice

Mesin pembuat slurry ice adalah sebuah kontruksi pengembangan dari

sistem refrigerasi, yang berfungsi untuk menghasilkan slurry ice dengan bahan

dasar air laut. Penelitian yang dapat dilakukan dengan slurry ice antara lain:

biologi ikan, heat transfer, perubahan suhu, perubahan tekanan dan lain-lain. Aspek-aspek yang perlu di pertimbangkan dalam mendesain mesin slurry ice

adalah memilih jenis dan fungsi komponen dan menentukan kinerja dari komponen tersebut.

Hasil perancangan menggunakan program coolpack dan kontruksi mesin

slurry ice yang dilakukan dengan metode trial and error menghasilkan sebuah

mesin slurry ice dengan spesifikasi panjang 55 cm, lebar 45 cm dan tinggi 92 cm.

Berat kekeseluruhan sudah termasuk kerangka dan komponen total adalah 68 kg. Kapasitas maksimum tangki 8 liter. Bagian tas kerangka di tutup dengan plat stainless steel. Dipasang roda pada tiap sudut nya agar memudahkan untuk digerakan dan dipindah-pindah sesuai dengan kebutuhan.

Mesin slurry ice ini juga dilengkapi dengan enguler yang berfungsi untuk

mengaduk larutan slrry ice yang di jalankan dengan motor listrik yang di reduksi oleh gearbox untuk memutarkan anguler tersebut.

Uji Performa mesin slurry ice

Slurry ice merupakan patikel es yang ber dimater 0.1 mm s/d 1.1 mm,

sehingga dapat di pompakan, sehingga pemakaian slurry ice sebagai media

pendingin sangat efektif dan efisien. Mesin slurry ice yang telah di kontruksi

dilakukan pengujian terhadap unjuk kerjanya diantaranya kompresor, kondensor, motor dan SIG serta daya listrik yang digunakan. Daya yang di gunakan rata-rata 2,5 Amper pada compresor, sedangkan slurry ice dapat mencapai suhu -2,5oC,

suhu refrigrant pada kondensor keluar 35oC, suhu refrigrant keluar dari kompresor adalah 52oC, suhu pada motor mencapai 39 oC, suhu refrigrant untuk suhu masuk ke SIG adalah 17 oC.

Pengujian tingkat peningkatan suhu antara es balok dan slurry ice

menunjukan bahwa laju kenaikan suhu pada slurry es dalam waktu 200 menit menunjukan titik yang sama dengan es balok dalam hal kenaikan suhunya. Nilai tingkat kepercayaan untuk data es balok R2 = 0,992 dan nilai untuk

slurry ice

adalah R2 = 0,996.

Penurunan suhu ikan yang dilihat pada grafik menunjukan perbedaan yang signifikan dimana penurunan suhu pada penggunaan es balok tidak mencapai suhu 0oC tetapi suhu yang dicapai dengan menggunakan slurry ice dapat mencapai di bawah 0oC. Hal ini senada yang diteliti oleh (Campos et al, 2005) disebabkan bahwa pendinginan dengan es balok tidak semua tubuh ikan terselimuti oleh es sehingga suhu penurunan yang terendah hanya mencapai ± 2,5 oC. Sedangkan media pendingin slurry ice dapat menyelimuti ikan seluruh tubuh hingga masuk ke dalam rongga-rongga pada tubuh ikan hingga temperatur central ikan mencapai suhu di bawah 0oC

60

Unjuk kerja slurry ice

Mesin slurry ice yang telah dibuat tersebut mempunyai unjuk kerja

terhadap pendinginan ikan diatas kapal telah terbukti layak digunakan. Hal ini telah di uji cobakan terhadap ikan kembung sebagai ikan hasil tangkapan nelayan. Pengujian terhadap aspek kesegaran ikan di sini membandingkan media pendingin slurry ice dan es balok untuk mendinginkan ikan kembung. Menurut

(Losada V et al. 2006) Efek penggunaan slurry es dapat mempertahan kan

kesegaran mencapai 12 hari. Penurunan suhu pada slurry ice dapat mencapai titik

di bawah 0oC, sedangkan pada es balok penurunan suhu tersebut hanya sampai 2,5oC, secara interval didapat bahwa perbedaan rata-rata suhu ikan air laut pada box slurry ice dan box es balok berkisar antara -10.282oC sampai dengan -3.291

oC pada tingkat kepercayaan 95%.

Berdasarkan hasil penelitian dan pemaparan tersebut diatas, mesin pembuat slurry ice dapat dikatakan handal dalam memproduksi slurry ice

keperluan guna hasil tangkapan yang lebih baik pada penanganan ikan pasca panen atau setelah proses penangkapan. Begitu juga dikatakan oleh (Losada V et al. 2006) penggunaan slurry ice dapat mencegah pertumbuhan bakteri pada ikan.

Meskipun demikian pengembangan terhadap mesin slurry ice untuk keperluan

lain masih perlu dikembangkan yang lebih spesifik.

6

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

1. Mesin slurry ice hasil desain dan kontruksi mempunyai ukuran panjang 55

cm, lebar 45 cm dan tinggi 92 cm, berat bersih 68 kg , kapasitas produksi 380 liter per hari dengan daya yang dibutuhkan 923 watt.

2. Hasil pengujian pada ikan air laut dan darat terbukti slurry ice dapat

menurunkan suhu yang signifikan di bandingkan dengan media kontrol yaitu es balok dengan perbedaan suhu kecepatan penurunan

3. Hasil pengujian terhadap aspek performa yaitu semakin tinggi nilai salinitas semakin lama pula dalam produksi slurry ice.

4. Hasil pengujian terhadap aspek aplikasi di kapal penangkap ikan adalah penggunaan mesin slurry ice dapat digunakan dikapal ikan sehingga slurry

ice bisa menurunkan suhu ika lebih cepat di banding es balok, operasional lebih murah dan hemat tenaga kerja .

61 Sarana

Saran yang perlu dilakukan adalah pengembangan lebih lanjut terhadap mesin

slurry ice seperti:

1. Penambahan tingkat kecepatan pendinginan, penambahan campuran air laut untuk mempertahankan suhu slurry ice.

2. Pengembangan mesin slurry ice untuk menguji spesies ikan yang lain di

daerah tropis.

3. Kendala yang di hadapi dalam penelitian ini adalah belum berkembangnya teknologi slurry ice di Indonesia sehingga informasi teknologi tersebut kurang,

faktor ekonomi, sosial dan budaya masyarak nelayan belum paham tentang teknologi slurry ice.

Dokumen terkait