• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Variabel Ecommerceterhadap Kinerja Bisnis

PELAKU BISNIS ONLINE MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA)

5. Hasil Penelitian

6.1 Pembahasan Variabel Ecommerceterhadap Kinerja Bisnis

Hasil Uji Parsial(Uji-t) menunjukan bahwa nilai t hitung variabel ecommerce adalah 2.095 dan nilai ttabel 1.66 maka Nilai thitung˃ttabel (2.095 > 1.66). Artinya bahwa variabel ecommerce berpengaruh signifikan dengan nilai sebesar 0.039 <

0.05. Hal ini menunjukan bahwa variabel ecommerce menjadi perhatian penting bagi pelaku bisnis online untuk memperluas pasar dan meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. Hasil penelitian uji parsial berpengaruh positif dan signifiksn terhadap Kinerja Bisnis (Y) sebagai variabel terikat dengan nilai signifikan sebesar 0.039 < 0.05. Nilai 0.039 atau lebih kecil dari nilai sig menunjukan bahwa variabel ecommerce (X1) berpengaruh kuat terhadap kinerja bisnis dalam menjalankan bisnis online.

Hal ini diindikasikan bahwa pelaku bisnis online harus mampu merespon perkembangan teknologi untuk mampu melakukan pembaharuan sistem pada bisnis online karena bisnis yang mampu bersaing adalah bisnis yang mampu mengimplementasikan teknologi ke dalam bisnisnya, sehingga hal ini menjadikan bisnis online tersebut lebih unggul dan memiliki daya saing tinggi. Selain itu, sumber informasi pada bisnis online juga harus akurat sehingga pelanggan berleluasa dalam berbelanja tanpa ada unsur penipuan yang merugikan pelanggan.

Pelaku bisnis online sering mengalami penurunan dalam meningkatkan kinerja bisnis salah satu penyebabnya adalah kurang tanggapnya pelaku bisnis dalam merespon permintaan pelanggan sehingga dari segi pelayanan pelaku bisnis kurang maksimal dalam menjalankan bisnisnya.

Adapun 61.45 % responden menyatakan setuju dan 1.04 % responden menyatakan tidak setuju terhadap pernyataaan bahwa sumber informasi bisnis online saya akurat, responden yang kurang setuju sebanyak 11.45 % hal ini dikarena masih banyak dari pelaku bisnis online yang melakukan penipuan sehingga pelanggan masih ragu-ragu dalam berbelanja online. Oleh karena itu untuk membuat pelanggan percaya terhadap ecommerce yang di gunakan, sebaiknya pelaku bisnis online memberikan jaminan terhadap pelanggan seperti

pengembalian barang (purchase return) apabila tidak sesuai dengan harapan konsumen dan memberikan informasi yang akurat.

Pada pernyataan “manfaat dari berbisnis online lebih besar dari pada bisnis secara offline” responden yang kurang setuju pada pernyataan ini sebanyak 18.27 % hal ini menunjukkan bahwa pelaku bisnis online disarankan juga untuk membuka toko secara offline karena beberapa pelanggan menyukai pembelian secara langsung untuk menghindari penipuan dan ketidakpuasan terhadap produk yang dipesan secara online.

Untuk mengetahui hubungan antar variabel ecommerce dan kinerja bisnis dapat dilakukan uji regresi linear berganda. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda bahwa variabel Ecommerce berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis atau dengan kata lain jika Ecommerce ditingkatkan maka kinerja bisnis akan meningkat sebesar 0,070.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian wahyudi (2016), bahwa variabel ecommerce berpengaruh secara positif. Dimana variabel ecommerce merupakan varibel yang memilki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja usaha (Studi Kasus Perusahaan Fabrikasi Mie, Baso, Dan Sosis YEN Kota Bandung)

Pembahasan Variabel Locus Of Control terhadap Kinerja Bisnis

Hasil Uji Parsial (Uji-t) menunjukan bahwa nilai t hitung variabel locus of control adalah 2.078 dan nilai ttabel 1.66 maka Nilai thitung˃ttabel (2.078 > 1.66).

Artinya bahwa variabel locus of control berpengaruh signifikan dengan nilai sebesar 0.039 < 0.05. Hal ini menunjukan bahwa variabel locus of control menjadi perhatian penting bagi pelaku bisnis online untuk mengendalikan atau mengontrol diri dalam menjalankan bisnis.Hasil penelitian uji parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Bisnis (Y) sebagai variabel terikat dengan nilai signifikan sebesar 0.041 < 0.05. Nilai 0.041 atau lebih kecil dari nilai sig menunjukan bahwa variabel locus of control (X2) berpengaruh kuat terhadap kinerja bisnis dalam menjalankan bisnis online.

Hal ini menunjukan bahwa pelaku bisnis harus memiliki kepercayaan diri, motivasi diri dalam menjalankan bisnis, sehingga hal ini akan membuat pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik. Locus of control dalam menjalankan bisnis harus

mampu memberikan pengaruh yang baik sehingga pelaku bisnis tidak merasa pesimis dan percaya diri untuk menjadikan bisnis online nya sukses. Masalah yang sering dialami oleh para pelaku bisnis online adalah motivasi yang sering menurun sehingga menjadi penghambat dalam meningkat kinerja bisnis. Untuk itu dalam menjalankan bisnis online kita bisa mengandalkan kemampuan diri sendiri dan bisa untuk mencari partner kerja atau karyawan yang membantu dalam menjalankan bisnis, sehingga bisnis yang dijalani dapat maksimal dilaksanakan.

Adapun pada pernyataan “saya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik”

responden yang setuju pada pernyataan ini sebanyak 69.79 % sedangkan 7.29 % responden menyatakan kurang setuju terhadap pernyataan ini. Namun, 34.37 % responden menyatakan setuju dan 11.45 % responden menyatakan tidak setuju terhadap pernyataaan bahwa saya selalu mengharapkan bantuan dari orang lain dalam menyelesaikan pekerjaan bisnis online saya, responden yang kurang setuju sebanyak 38.54 %. Hal ini menunjukan bahwa pelaku bisnis belum mampu mengerjakan bisnis online secara induvidu tanpa bantuan orang lain, nah disarankan pelaku bisnis memiliki partner kerja maupun karyawan dalam menjalankan bisnis online sehingga kinerja bisnis dapat ditingkatkan.

Untuk mengetahui hubungan antar variabel locus of control dan kinerja bisnis dapat dilakukan uji regresi linear berganda. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda bahwa variabel locus of control berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis atau dengan kata lain jika locus of control ditingkatkan maka kinerja bisnis akan meningkat sebesar 0,175.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Aisyah (2014), bahwa variabel locus of control berpengaruh secara positif. Dimana variabel locus of control merupakan varibel yang memilki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Usaha Sentra Industri Rajut Binong Jati Bandung.

Pembahasan Variabel Inovasi terhadap Kinerja Bisnis

Hasil Uji Parsial(Uji-t) menunjukan bahwa nilai t hitung variabel Inovasi adalah 4.538 dan nilai ttabel 1.66 maka Nilai thitung˃ttabel (4.538 > 1.66). Artinya bahwa variabel Inovasi berpengaruh signifikan dengan nilai sebesar 0.000< 0.05. Hal ini menunjukan bahwa variabelInovasi menjadi perhatian penting bagi pelaku bisnis

online untuk menciptakan solusi-solusi kreatif dalam menjalankan bisnis agar pelanggan tidak bosan terhadap bisnis yang dijalani.Hasil penelitian uji parsial berpengaruh positif dan signifiksn terhadap Kinerja Bisnis (Y) sebagai variabel terikat dengan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05. Nilai 0.000 atau lebih kecil dari nilai sig menunjukan bahwa variabel Inovasi (X3) berpengaruh kuat terhadap kinerja bisnis dalam menjalankan bisnis online.

Hal ini menunjukan dalam menjalankan bisnis sangat diperlukan inovasi, Karena jika tidak adanya inovasi akan membuat konsumen merasa bosan, meninggalkan produk tersebut dan bisa dipastikan bisnis yang dijalani tidak bertahan lama tenggelam ditengah ketatnya persaingan. Oleh sebab itu, pelaku bisnis online harus berlomba-lomba bersaing untuk dapat menarik perhatian konsumen. Pelaku bisnis online harus memahami apa yang diinginkan konsumen yang sifatnya selalu berubah-ubah. Salah satu masalah yang sering terjadi pada pelaku bisnis online pada umumnya diwarnai oleh lemahnya kemampuan si pelaku bisnis dalam memprediksi atau membaca lingkungan internal dan eksternal. Dalam faktor internal permasalahanmuncul dari kurangnya inovasi dengan hal-hal yang baru sehingga mempengaruhi kinerja bisnis. Para pelaku bisnis kurang memperhatikan dalam hal melakukan perbaikan pada produk, proses, pemasaran yang telah ada, sehingga usahanya cenderung tidak memilki nilai lebih di mata para konsumen.

Pada pernyataan “saya mampu mendistribusikan produk-produk saya” responden yang setuju pada pernyataan ini sebanyak 71.87% dan 1.04% responden menyatakan tidak setuju terhadap pernyataan ini. Namun, 18.75% responden menyatakan kurang setuju terhadap pernyataaan bahwa saya memiliki kemampuan mengiklankan produk bisnis online saya berbeda dengan usaha sejenis lainnya. Hal ini menunjukan bahwa pelau bisnis online belum merata dalam berinovasi pada bisnisnya termasuk dalam memasarkan produk belum mampu menarik pelanggan, oleh sebab itu pelanggan merasa jenuh terhadap produk- produk yang ditawarkan sehingga hal ini akan menurunkan kinerja bisnis pada usaha tersebut.

Untuk mengetahui hubungan antar Variabel Inovasi dan kinerja bisnis dapat dilakukan uji regresi linear berganda. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda bahwa variabel Inovasi berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis atau dengan kata lain jika Inovasi ditingkatkan maka kinerja bisnis akan meningkat sebesar 0,202.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Widodo (2015), bahwa variabelInovasi berpengaruh secara positif. Dimana variabelInovasi merupakan variabel yang memilki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja usaha (survei pada sentra UKM Industry kaos sablon Suci Bandung.