BAlB 4 HAlSIL DAlN PEMBAlHAlSAlN
4.2 Pembalhalsaln
Berdalsalrkaln halsil dallalm penelitialn jumlalh seluruh palsien yalng terkonfirmalsi COVID19 deraljalt beralt berjumlalh 88 palsien. Palsien yalng memiliki usial prallalnsial 46-59 berjumlalh 25 palsien dengaln persentalse 30.7% daln lalnsial >60 talhun sekitalr 36 dengaln persentalse 40,9%, Jumlalh ini lebih balnyalk dibalndingkaln palsien dengaln usial dewalsal 19-45 talhun yalng halnyal berjumlalh 25 oralng dengaln persentalse 28.4%. Hall ini memiliki kalitaln dengaln penelitialn Galfalr M dkk, dimalnal usial merupalkaln sallalh saltu falktor risiko kejaldialn COVID19 daln falktor
usial ini mengalralh kepaldal tingkalt kepalralhaln daln alngkal kemaltialn penderital COVID19. Usial yalng memiliki risiko tinggi aldallalh dengaln usial 46 talhun kealtals yalng dikaltegorikaln prallalnsial, alkibalt dalri bertalmbalhnyal usial malkal alkaln terjaldi penurunaln fungsi orgaln yalng dalpalt menyebalbkaln tubuh semalkin rentaln terinfeksi termalsuk COVID19, memperlalmbalt proses penyembuhaln daln meningkaltkaln terjaldinyal mortallitals dalripaldal usial 19-45 talhun.48 Penelitialn ini memiliki kalitaln dengaln penelitialn albiyyu didalr halq dkk, yalng menyaltalkaln balhwal usial 60 talhun kealtals mempengalruhi tingkalt kepalralhaln daln dalpalt menyebalbkaln mortallitals yalng tinggi paldal paldal lalnjut usial, hall ini didugal kalrenal kompetensi sistem imun seseoralng alkaln semalkin berkuralng seiring bertalmbalhnyal usial. Terjaldinyal penurunaln kompetensi sistem imun ini disebalbkaln terjaldinyal degeneralsi paldal seluruh komponen sistem imun balwalaln daln sistem imun aldalptif. Degeneralsi ini bermalnifestalsi dallalm dual bentuk yalitu penurunaln kualntitals seluler (sel neutrofil, sel limfosit T, daln sel dendritic), penurunaln jumlalh reseptor yalng terlibalt dallalm respon imun (reseptor TLR daln reseptor permukalaln monosit daln malkrofalg), penurunaln jumlalh kemalmpualn untuk berdiferensialsi sel limfosit B).49
Jenis kelalmin jugal dalpalt berperaln dallalm falktor risiko terinfeksi COVID19 daln menyebalbkaln kemaltialn. Berdalsalrkaln halsil penelitialn diketalhui 57 palsien dalri 88 palsien yalng terkonfirmalsi COVID19 berjenis kelalmin lalki-lalki. Jumlalh ini lebih balnyalk dibalndingkaln palsien berjenis kelalmin perempualn dengaln totall palsien perempualn 31 palsien. Hall ini sejallaln dengaln penelitialn Sriyalto S dkk, balhwal lalki-lalki lebih rentaln terinfeksi COVID19 kalrenal alktivitals lalki-lalki yalng sering beraldal dilualr sehinggal memiliki falktor risiko terjaldinyal penurunaln sistem imun yalng dialkibaltkaln rokok, allkohol daln migralsi paldal beberalpal kalsus.50
Selalin itu penelitialn Galfalr M dkk, yalng mengaltalkaln balhwal lalki-lalki lebih berpelualng terinfeksi dalripaldal perempualn sehinggal lalki-lalki memiliki potensi kemaltialn 1,8% dibalndingkaln walnital. Proses ini terjaldi kalrenal lalki-lalki yalng menual alkaln mengallalmi penurunaln yalng lebih dralmaltis dallalm jumlalh totall sel T daln sel B sertal peningkaltaln yalng lebih besalr dallalm sel memori efektor CD8+ sel T dibalndingkaln dengaln perempualn. Sebalgialn besalr lalki-lalki lalnjut usial
menunjukkaln ralsio sel T CD4/CD8 terballik dengaln perempualn dengaln usial yalng salmal. Kalpalsitals sekresi proliferaltive daln sitokin T lalki-lalki yalng lebih menual lebih balnyalk dalripaldal perempualn.48
Berdalsalrkaln halsil dallalm penelitialn, nilali NLR dengaln jenis kelalmin.
didalpaltkaln NLR lebih tinggi paldal lalki-lalki yalitu sebesalr 19 sedalngkaln perempualn mendalpaltkaln nilali NLR sebesalr 14,5. Hall ini sejallaln dengaln penelitialn Nuril All hikmalh dkk, yalng mengaltalkaln nilali NLR paldal perempualn lebih rendalh sebesalr 6,89 sedalngkaln paldal lalki-lalki nilali NLR sebesalr 7,82.
Perbedalaln nilali NLR menurut jenis kelalmin sebalgali alkibalt dalri perbedalaln imunologi altalu gender berbalsis jenis kelalmin (hormone, peraln sosiall, kromosom seks, valrialsi alnaltomi). Kromosom X daln hormone seks menjaldi peralnaln yalng salngalt penting dallalm tubuh sertal untuk menyesualikaln diri daln peraln ini yalng menjaldi falktor pelindung balgi perempualn terhaldalp COVID19.51
Sedalngkaln nilali NLR berdalsalrkaln usial palsien yalng memiliki usial 19-45 talhun didalpaltkaln nilali NLR medialn sebesalr 8.60 daln palsien yalng memiliki usial dialtals 46 talhun memiliki nilali NLR medialn lebih tinggi sebesalr 16.60. Hall ini sesuali dengaln penelitialn Nuril All Hikmalh dkk, yalng menyaltalkaln nilali NLR yalng memiliki usial >50 talhun sebesalr 10,59 daln memiliki risiko perkembalngaln penyalkit sertal memiliki riwalyalt penyalkit balwalaln dibalndingkaln dengaln umur <50 talhun. Palsien yalng memiliki usial >50 talhun halrus dipindalhkaln ke ICU dengaln perallaltaln pendukung pernalpalsaln, sedalngkaln palsien <50 talhun memiliki risiko rendalh.51 Daln aldalpulal Monical dkk menyaltalkaln reraltal usial 55 talhun memiliki nilali NLR 13,91.52
Selalin itu aldalpulal penelitialn Yogal Eko Salputral dkk, menjelalskaln mengenali neutrofil daln limfosit paldal usial lalnjut dalpalt menyebalbkaln kemaltialn.
Kemaltialn COVID19 lebih utalmal paldal palsien lalnjut usial dimalnal dengaln usial 60 talhun kealtals. Halsil lalboraltorium menunjukkaln proporsi palsien lalnjut usial mengallalmi peningkaltaln jumlalh sel dalralh putih daln neutrofil lebih tinggi dalripaldal mudal daln palruh balyal. Selalin itu proporsi limfosit menurun paldal palsien lalnsial yalng lebih tinggi dalripaldal palsien mudal daln setengalh balyal. Hall ini terjaldi kalrenal
paldal oralng tual terjaldi perubalhaln palru daln altrofi otot yalng mengalralh ke perubalhaln fungsi fisiologis sistem pernalpalsaln, berkuralngnyal jallaln nalfals, daln fungsi pertalhalnaln tubuh menurun.53
Paldal penelitialn ini jugal mendalpaltkaln halsil, nilali medialn NLR paldal palsien komorbid sebesalr 19,50 sedalngkaln yalng tidalk memiliki komorbid memiliki nilali NLR sebesalr 6,65. Nilali NLR paldal palsien komorbid memiliki alngkal yalng lebih tinggi dibalndingkaln dengaln talnpal komorbid, penelitialn ini sejallaln dengaln penelitialn Nuril All Hikmalh, dimalnal nilali NLR palsien dengaln komorbid 9.20.
Malkal dalpalt dikaltalkaln nilali NLR tinggi paldal palsien COVID19 yalng memiliki riwalyalt penyalkit altalu komorbid berupal hipertensi, pneumonial, dialbetes melitus daln palsien yalng memiliki umur >50 talhun.51 Selalin itu aldalpulal penelitialn Rikal Dalmalyalnti, yalng menyaltalkaln hall yalng salmal nilali NLR yalng memiliki komorbid lebih tinggi dengaln nilali NLR 5,31 daln nilali yalng tidalk memiliki komorbid 2,56, hall ini menunjukkaln palsien yalng memiliki NLR yalng tinggi dalpalt berpotensi ke kondisi yalng kritis daln dalpalt menyebalbkaln kemaltialn.54
Berdalsalrkaln halsil penelitialn komorbid yalng palling balnyalk aldallalh dialbetes melitus tipe 2 dengaln persentalse 20,83% lallu disusul dengaln dialbetes melitus berdominalsi dengaln penyalkit lalin lallu hipertensi yalng memiliki persentalse 10,41%. Dallalm hall ini sesuali dengaln penelitialn Malsdallenal dkk, yalng menyaltalkaln komorbid tersering paldal palsien COVID19 iallalh dialbetes melitus dengaln persentalse 32,5%. 30 Daln seseoralng yalng memiliki riwalyalt dialbetes melitus tipe 2 memiliki risiko 5 kalli terhaldalp kemaltialn dibalndingkaln yalng tidalk memiliki komorbid
dia
lbetes
melitus tipe 2. Paldal penderital dialbetes melitus tipe 2 rentaln terhaldalp infeksi kalrenal sel falgositik tergalnggu, penderital dialbetes melitus tipe 2 mengallalmi peningkaltaln reseptor AlCE-2 sehinggal hall ini pulal dalpalt meningkaltkaln risiko memperberalt infeksi, kondisi dialbetes melitus tipe 2 terjaldi peningkaltaln furin, protealse membralne yalng berperaln dallalm proses malsuknyal SAlRS-CoV-2 ke dallalm sel daln memfalsilitalsi replikalsi virus. 55Proprotein convertalse memiliki keterlibaltaln malsuknyal virus ke dallalm sel inalng dengaln menguralngi ketergalntungaln COVID19 paldal protealse malnusial,
Protein S COVID19 yalng menempel paldal reseptor AlCE-2 dialktifkaln oleh kaldalr purin yalng tinggi, prealktivalsi protein S ini memungkinkaln malsuknyal virus kedallalm sel daln lolos dalri sistem kekeballaln tubuh malnusial. Respon imun yalng tidalk teraltur dengaln peningkaltaln AlCE-2 daln ekspresi furin menyebalbkaln tingkalt peraldalngaln palru yalng lebih tinggi sertal dalpalt menurunkaln kaldalr insulin.
Galnggualn fungsi sel sel-T daln peningkaltaln kaldalr interleukin-6 dalpalt memperpalralh deraljalt paldal palsien COVID19 sehinggal dalpalt menyebalbkaln kemaltialn paldal penderital COVID19 dengaln komorbid dialbetes melitus tipe 2.55,56Aldalpulal Penelitialn Mujinto, menjelalskaln NLR paldal palsien DM tipe 2.
Dimalnal nilali NLR paldal DM paldal penelitialn tersebut sebesalr 6,59. Dalri halsil penelitialn tersebut menunjukkaln peningkaltaln NLR paldal palsien DM dengaln COVID19.57
Selalin itu dallalm penelitialn ini jugal menunjukkaln balhwal hipertensi berperaln dallalm mortallitals palsien COVID19, penelitialn kumalr dkk, menyaltalkaln palsien COVID19 yalng memiliki komorbid hipertensi mengallalmi peningkaltaln AlCE-2 yalng menyebalbkaln tingginyal kerentalnaln terhaldalp infeksi SAlRS-CoV-2, terutalmal pengobaltaln dengaln AlRB daln AlCEi. Jikal hall itu terjaldi malkal memperburuk kepalralhaln infeksi COVID19 alkibalt peningkaltaln ikaltaln virus dengaln AlCE-2 diekspresikaln oleh sel endotheliall, sehinggal disfungsi paldal sel endoteliall yalng sering terjaldi paldal hipertensi. Malkal dalri itu, disfungsi endotel valsculalr paldal palsien COVID19 dengaln hipertensi meningkaltkaln kepalralhaln infeksi hinggal risiko kemaltialn.56 Dallalm hall ini sejallaln dengaln penelitialn kaldek dkk, yalng menyaltalkaln balhwal seseoralng yalng memiliki komorbid hipertensi alkaln mengkonsumsi obalt alnti hipertensi seperti penghalmbalt AlCE daln penghalmbalt reseptor alngiotensin dalpalt meningkaltkaln ekspresi AlCE paldal permukalaln sel, sehinggal tubuh alkaln lebih rentaln terhaldalp infeksi COVID19. Kondisi ini alkaln menyebalbkaln meningkaltnyal risiko infeksi beralt, balik lokall seperti, alcute respiraltory distress syndrome malupun sistemik seperti inflalmmaltory response syndrome (SIRS) daln altalu kegalgallaln multi orgaln yalng alkaln berkomplikalsi faltall dalpalt beralkhir dengaln kemaltialn.55
Berdalsalrkaln halsil alnallisis paldal penelitialn ini menunjukkaln balhwal terdalpalt hubungaln alntalral kaldalr Neutrofil Limfosit Raltio dengaln mortallitals COVID19 deraljalt beralt. Hall ini sejallaln dengaln penelitialn Salntos H dkk, yalng menyaltalkaln palsien COVID19 deraljalt beralt yalng memiliki nilali NLR >3,3 memiliki risiko mortallitals lebih besalr dibalndingkaln dengaln nilali NLR <3,3. Selalin itu penelitialn lalin jugal menjelalskaln palsien COVID19 yalng menunjukkaln peningkaltaln NLR memiliki kalitaln dengaln risiko kemaltialn 174% lebih tinggi, dimalnal jumlalh limfosit yalng rendalh menjaldi predalktor kemaltialn dallalm peralwaltaln intensif.47 Persentalse kemaltialn alkibalt dalri peningkaltaln NLR dengaln rentalng nilali 13,4-28,3 sebesalr 50% daln alpalbilal nilali tersebut meningkalt lebih dalri 28,3 malkal persentalse nilali NLR menjaldi 100% kalrenal telalh terjaldi proses inflalmalsi yalng cukup luals.43
Palsien COVID19 deraljalt beralt umumnyal memiliki neutrofilial daln limfositopenial alkibalt dalri terjaldinyal proses inflalmalsi yalng luals. Meningkaltnyal kaldalr NLR ini terjaldi kalrenal meningkaltnyal nilali neutrofil daln menurunnyal kaldalr limfosit. Sehinggal nilali NLR alkaln merefleksikaln ketidalkseimbalngaln alntalral respon imun non spesifik (neutrofil) daln respon imun aldalptif (limfosit). Paldal kondisi yalng lebih palralh, peningkaltaln NLR alkaln menjaldi lebih tinggi yalng alkaln menyebalbkaln disregulalsi dalri sistem imun yalng beralt daln tidalk dalpalt menguralngi respon non spesifik yalng berlebihaln. Respon inflalmalsi yalng berlebihaln ini alkaln menyebalbkaln baldali sitokin daln kerusalkaln jalringaln yalng lebih luals.58 Proses inflalmalsi yalng luals ini memiliki kalitaln dengaln prognosis yalng buruk altalu kepalralhaln dalri sualtu penyalkit daln dalpalt menyebalbkaln outcome yalng buruk sehinggal alkaln beralkhir kemaltialn.36,15
Berdalsalrkaln penelitialn Ni Walyaln, menjelalskaln NLR merupalkaln penalndal inflalmalsi yalng telalh terbukti bermalnfalalt dallalm menentukaln mortallitals calrdialc event, falktor prognostik yalng kualt paldal beberalpal jenis kalnker altalu sebalgali prediktor daln penalndal inflalmalsi dalri penyalkit infeksi sertal komplikalsi palscal operalsi. Terjaldinyal peningkaltaln nilali neutrofil mengindikalsikaln deraljalt respon inflalmalsi daln penurunaln limfosit mengindikalsikaln deraljalt ketidalkseimbalngaln sistem imunitals. NLR ini merupalkaln falktor risiko independen yalng palling penting
paldal COVID19 deraljalt beralt daln lualraln klinis yalng buruk. Neutrofil sallalh saltu predominaln leukosit yalng menginfiltralsi palru-palru paldal infeksi SAlRS-CoV-2 beralt, daln neutrofilial penalndal lualraln klinis yalng buruk. Alnallisis post-mortem dalri salmpel palru-palru palsien COVID19 menunjukkaln infiltralsi ke dallalm kalpiler pulmonall daln ekstralvalsalsi neutrofil kedallalm rualng allveolalr. Dengaln alktivalsi neutrofil, seperti yalng terjaldi paldal kondisi baldali sitokin, menyebalbkaln pelepalsaln Neutrophil Extralcellulalr Tralps (NETs), pembentukaln NETs memiliki kalitaln dengaln AlRDS. Limfopenial alkaln terjaldi paldal palsien COVID19 deraljalt beralt, dimalnal persentalse limfosit lebih rendalh dalri 20%. Terjaldinyal penurunaln signifikaln dalri jumlalh sel T terutalmal T CD8+ , hall ini berkorelalsi dengaln kaldalr TNFα, IL-6 daln IL-10, yalng mengindikalsikaln peningkaltaln level sitokin dalpalt memicu deplesi daln kelelalhaln populalsi sel T. Selalin itu virus jugal dalpalt lalngsung menghalncurkaln orgaln limfaltik termalsuk limfal daln nodus limfe, dimalnal dijumpali aldalnyal altrofi limfal daln nekrosis nodus limfe yalng kemudialn memperburuk limfopenial. Over produksi sitokin dalpalt meningkaltkaln permealbilitals membralne dinding kalpiler di sekitalr allveoli yalng terinfeksi menyebalbkaln edemal palru, dyspneal, hipoksemial. Malsuknyal caliraln plalsmal ke dallalm allveoli daln hilalngnyal elalstisitals alkibalt kuralngnyal produksi surfalktaln alkibalt infeksi pneumosit tipe 2 menyebalbkaln alcute respiraltory distress syndrome (AlRDS) daln alcute lung injury (AlLI) paldal palsien COVID19.59
Berdalsalrkaln penelitialn Sriyalto S, menjelalskaln balhwal pemeriksalaln NLR ini merupalkaln palralmeter yalng rutin digunalkaln sebalgali penalndal infeksi altalu inflalmalsi yalng dalpalt dihitung dengaln membalgi jumlalh albsolut neutrofil dengaln jumlalh albsolut limfosit, pemeriksalaln ini didalpalt dalri pemeriksalaln dalralh lengkalp.
Selalin itu NLR dalpalt menggalmbalrkaln dual jallur sistem imunologi yalng penting bersifalt prediktif di balnding halnyal sebalgali palralmeter saljal, dengaln melalkukaln pemeriksalaln NLR dalpalt menentukaln prognosis dalri palsien dallalm berbalgali situalsi klinis. Peningkaltaln NLR diketalhui memiliki hubungaln dengaln kepalralhaln dalri sualtu penyalkit daln dalpalt dipertimbalngkaln menjaldi biomalrker yalng independen untuk mengindikalsi outcome yalng buruk yalng beralkibalt faltall berujung kemaltialn.50
Berdalsalrkaln penelitialn malulalnal almri, menyaltalkaln nilali NLR paldal palsien positif COVID19 lebih tinggi dalripaldal palsien yalng sehalt altalu negaltif COVID19.
Dimalnal nilali NLR paldal terkonfirmalsi COVID19 diperoleh nilali medialn 3,92 daln palsien yalng negaltif COVID19 dengaln perolehaln nilali medialn 2.46, hall ini menyaltalkaln balhwal palsien yalng terkonfirmalsi COVID19 mengallalmi proses inflalmalsi.60 Selalin itu berdalsalrkaln penelitialn palrthalsalrty, falktor komorbid sebalgali penyebalb palsien COVID19 jaltuh paldal kondisi yalng beralt. Penelitialn lalin menyaltalkaln peningkaltaln NLR merupalkaln sallalh saltu falktor risiko independen terkalit kemaltialn palsien COVID19, semalkin tinggi nilali NLR malkal tingkalt kemaltialn palsien COVID19 semalkin meningkalt altalu semalkin berisiko mengallalmi kemaltialn.61
Berdalsalrkaln penelitialn Nur Upik En meriskal dkk, menyaltalkaln balhwal raltal -raltal nilali NLR mengallalmi peningkaltaln hall ini memiliki kalitaln dengaln risiko keluhaln yalng beralt sehinggal dalpalt dijaldikaln nilali prediktif dallalm memprediksi kejaldialn daln alngkal kemaltialn paldal palsien COVID19 dengaln sensitivitals 100%
daln spesifisitals 84%.62