• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten

Berdasarkan surat edaran menteri dalam negeri nomor 440/2622/SJ tanggal 29 maret 2020 tentang pembentukan satuan tugas penanganan corona virus disease 2019 (covid-19) daerah. Di Kabupaten Gowa

pembentukan satgas Covid-19 dengan melibatkan SKPD yang terlibat dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 dengan No surat tugas 929.ASU/PD.01.02/11/2020. Dan dinas kesehatan mengeluarkan surat keputusan 440.1/13DK-GWIII/2020 tentang pembentukan posko siaga penyakit corona virus (Covid-19) dinas kesehatan Kabupaten Gowa.

sekurang-kurangnya terdiri dari: n1 (satu) ketua 3 (tiga) wakil ketua, 1 (satu) sekretaris, dan 6 (enam) bidang, yaitu data dan informasi komuniaksi publik, perubahan perilaku, penanganan kesehatan, penegakan hukum dan pendisplinan dan struktur satgas penanganan Covid-19 tingkat kecematan dan kelurahan, serta desa, dusun/RW/RT sekurang-kurangnya terdiri dari: 1 (satu) ketua, 1 (satu) bedahara, 1 (satu) sekteriat dan 4 seksi yaitu, komunikasi informasi dan edukasi, kesejahteraan sosial, kesehatan, dan penegakan hukum dan pendisiplinan.

Pemerintah Kabupaten Gowa telah menetapkan daftar seluruh kegiatan yang dapat dilaksanakan selama periode masa transisi. Adapun daftar kegiatan beserta kriterianya tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 563 Tahun 2020 tentang Pemberlakuan, Tahapan dan Pelaksanaan Kegiatan/Aktivitas Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif. Dalam Kepgub tersebut, disebutkan bahwa masa transisi diberlakukan selama 14 hari, yaitu sejak 5 Juni hingga 18 Juni 2020.

Kemudian, jika tidak terjadi peningkatan kasus baru Covid-19 secara signifikan selama periode ini, diberlakukan PSBB pada masa transisi selama 14 hari berikutnya, terhitung sejak 19 Juni hingga 2 Juli 2020. Berikut adalah jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan pada periode PSBB masa transisi:

1. Tempat/Kegiatan ibadah di rumah

a. Ibadah Kegiatan ibadah rutin di tempat ibadah Maksimal

a. Perkantoran Maksimal pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas

b. Rumah makan (berdiri sendiri) Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas

c. Perindustrian (pabrik) Maksimal pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas

d. Pergudangan Maksimal pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas

e. Layanan pendukung (bengkel, service, fotocopy) Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas

f. Pertokoan/Retail (berdiri sendiri) Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas

g. Showroom Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas

h. UMKM Binaan Pemprov (lokasi binaan/sementara) Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas Pasar, pusat perbelanjaan, dan mall Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari

i. kapasitas Salon dan barbershop Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas

3. Kegiatan sosial budaya

a. Fasilitas olahraga outdoor Maksimal pemilik usaha,

b. Museum Maksimal pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas Perpustakaan Maksimal pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas

c. Taman Maksimal pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas Pantai Maksimal pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas

4. Pergerakan orang menggunakan moda transportasi

a. Mobilitas kendaraan pribadi Maksimal 2 orang per baris kursi dan 100 persen dari kapasitas apabila berdomisili di alamat yang sama

b. Mobilitas angkutan umum massal Maksimal penumpang 50 persen dari kapasitas

c. Taksi (konvensional dan online) Maksimal penumpang 50 persen dari kapasitas

d. Kendaraan rental Maksimal penumpang 50 persen dari kapasitas

e. Ojek (online dan pangkalan) 100 persen dari kapasitas Kegiatan-kegiatan tersebut memiliki jadwal pelaksanaannya masing-masing pada periode antara 5 Juni hingga 18 Juni 2020.

Sementara itu, apabila dilanjutkan untuk periode 19 Juni hingga 2 Juli, kegiatan yang dapat dilaksanakan masih sama ditambah dengan taman rekreasi indoor, taman rekreasi outdoor, dan kebun binatang pada bidang tempat kerja dan tempat/fasilitas umum. Ketiga tempat dan

dihentikan apabila terjadi peningkatan kasus baru secara signifikan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Provinsi.

1. Kasus Positif Covid-19 Sehari Sebelum Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Di Kabupaten Gowa kasus positif Covid-19 per 28 maret 2020 sehari sebelum penerapan pembatasan sosial berskala besar, orang dalam pemantauan (OPD) 361 orang proses pemantauan 117 orang, selesai pemantauan 248 orang, di ambil specimen 20 orang, meninggal 6 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 173 orang, sementara di rawat 63 orang, pulang dan isolasi mandiri 101 orang, di ambil specimen 53 orang, meninggal 12 orang, sedangkan yang positif Covid-19 sebanyak 29 orang di rawat 4 orang, dalam pemantauan pasca keluar rumah sakit (RS) 14 hari 5 orang, sembuh 15 orang, meninggal 5 orang, dan negatif 24 orang.

Gambar 4.2 data pantauan Covid-19 Kabuapten Gowa DATA PANTAUAN

COVID19 KABUPATEN GOWA

UPDATE KAB.GOWA, SELASA 28 APRIL 2020, 16:45 WITA

ODP PDP POSITIF COVID-19

361 173 29

ORANG DALAM PEMANTAUAN PASIEN DALAM PENGAWASAN

DIRAWA

NEGATIF COVID-19 MENUNGGU HASIL

PROSES

Berikut wawancara penulis dengan Bagian DAFA TB admin Covid- 19 Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa terkait hasil penerapan pelaksanaan

pembatasan social berskala besar (PSBB) adalah sebagai berikut:

“Kami sebagai tugas gugus percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Gowa mengharapkan dengan adanya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dapat benar-benar memutus mata rantai penyebarang Covid-19 selama pembatasan sosial bersakala besar berlansung selama kurang lebih 2 (dua) pekan dan masyarakat salah satu kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19” (wawancara dengan A 15 juni 2021).

Hasil wawancara dengan informan dapat di maknai bahwa meskipun pemerinatah daerah Kabupaten Gowa telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) namun tetaplah masyarakat menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, jika masyarakat tidak mematuhi kebijakan yang ada dalam pembatasan sosial beskala besar (PSBB) serta mematuhi protokol kesehatan maka kasus Covid-19 akan terus mengalami peningkatan.

2. Kasus Positif Covid-19 Dua Hari Berjalannya Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Di kabupaten gowa 01 mei 2020, 2 (dua) hari berjalannya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) itu mengalami perubahan kasus Covid-19 di mana kasus sebelumnya hanya berjumlah 29 orang dan

bertambah sebanyak 31 orang yaitu, orang dalam pemantauan OPD 378 orang, proses pemantauan 113 orang, selesai pemantauan 260 orang, di ambil specimen 20 orang, meninggal 6 orang, pasien dalam pengawasan PDP 186 orang, sementara di rawat 67 orang, pulang dan isolasi mandiri 106 orang, di ambil specimen 53 orang, meninggal 13 orang, positif Covid- 19 31 orang, di rawat 6 orang, dalam pemantauan pasca keluar RS 14 hari

DATA PANTAUAN COVID19 KABUPATEN GOWA

UPDATE KAB.GOWA, JUMAT 01 Mei 2020, 17:20 WITA

ODP PDP POSITIF COVID-19

NEGATIF COVID-19 MENUNGGU HASIL

382 186 31

ORANG DALAM PEMANTAUAN PASIEN DALAM PENGAWASAN DALAM

PEMANTAU

Selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gowa seperti yang kita lihat pada gambar pertama sehari menjelan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kasus Covid-19 berjumlah 29 orang, namun mengalami peningkatan setelah

penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berjalan 2 (dua) hari di mana kasus Covid-19 meningkat menjadi 31 orang, itu artinya bahwa masyarakat tetap melakukan kegiatan kesehariannya tanpa mematuhi aturan dari penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sehingga kasus Covid-19 di Kabupaten Gowa terus meningkat.

Kasus Covid-19 di Kabupaten Gowa terus mengalami peningkatan meskipun telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kurang lebih dua pekan, 2 (dua) hari berjalannya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) namun kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan sampai akhir penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

3. Kasus Positif Covid-19 Hari Terakhir Berjalannya Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Kasus Covid-19 di kabupaten gowa per 12 mei 2020, orang dalam

pemantauan (OPD) 431 orang, proses pemantauan 126 orang selesai pemantauan 298 orang di ambil specimen 20 orang meninggal 7 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 207 orang, sementara di rawat 55 orang pulang dan isolasi mandiri 131 orang di ambil specimen 53 orang meninggal 22 orang, positif Covid-19 57 orang, di rawat 30 orang dalam pemantauan pasca keluar RS 14 hari 3 orang sembuh 19 orang meninggal 6 orang negatif Covid-19 24 orang.

Gambar 4.3 data pantauan Covid-19 Kabupaten Gowa DATA PANTAUAN

COVID19 KABUPATEN GOWA

UPDATE KAB.GOWA, SELASA 12 Mei 2020,19:00 WITA

ODP PDP POSITIF COVID-19

NEGATIF COVID-19 MENUNGGU HASIL

431 207 53

ORANG DALAM PEMANTAUAN PASIEN DALAM PENGAWASAN

DIRAWA

Berikut wawancara penulis dengan Bagian DAFA TB admin Covid- 19 Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa terkait hasil penerapan pelaksanaan

pembatasan social berskala besar (PSBB) adalah sebagai berikut:

“Penyebaran Covid-19 atau virus corona di wilayah Kabupaten Gowa semakin mengalami peningkatan yang cukup signifikan ini di sebabkan karena ketidaksiplinan masyarakat dalam mematuhi kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan melanggar protokol sehatan meskipun pemerintah telah menyiapkan bantuan pokok kepada masyarakat yang terdampak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) namun tetap masih banyak masyarakat yang tidak patut dengan aturan-aturan yang telah di keluarkan oleh pemerintah sehingga kasus peningkatan Covid-19 terus mengalami peningkatan” wawancara dengan A 15 juni 2021).

tidak mematuhi aturan-aturan di dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dari gambar-gambar di atas dapat di lihat bahwa kasus Covid-19 di Kabupaten Gowa terus meningkat meskipun berbagai upaya yang telah di lakukan pemerintah dalam menjalankan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tetapi kembali lagi kepada masyarakat yang menjadi kunci keberhasilan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun dapat di simpulkan di sini bahwa masyarakat tidak begitu berpartisipasi dalam mematuhi kebijakan-kebijakan yang telah di terapkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Gowa sehingga mata rantai penyebaran Covid-19 tidak dapat di putus sesuai dengan haparan malah bahkan terus saja mengalami peningkatan walaupun pemerintah daerah Kabupaten Gowa telah penerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari terhitung dari tanggal 29 april hingga 12 mei 2020.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Pemerintah daerah Kabupaten Gowa mengeluarkan keputusan berupa pelaksanaan pembatasan social berskala besar dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan beberapa peran

pemerintah sebagai berikut:

a. Regulator (Kebijakan)

Pemerintah daerah Kabupaten Gowa dalam kebijakan, peraturan pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan covid-19 ( lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 91, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6487 ).

b. Fasilitator (Sarana dan Prasarana)

Sarana dan Prasaran yang didapatkan masyarakat selama penerapan PSBB, barang kebutuhan pokok barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak orang dengan skala pemenuhan kebutuhan yang tinggi serta menjadi factor pendukung kesejahteraan masyarakat penduduk setiap orang berdomisili dana tau berkegiatan di daerah Kabupaten Gowa.

c. Katalisator (Koordinasi)

Peran pemerintah Kabupaten Gowa sebagai katalisator, gugus tugas percepatan penanganan covid Kabupaten Gowa yang

daerah.

2. Hasil penerapan pelaksanaan pembatasan social berskala besar (PSBB) menunjukkan bahwa meskipun pemerintah daerah Kabupaten Gowa sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) namun kasus covid-19 terus mengalami peningkatan setiap harinya karena banyak masyarakat yang tidak mematuhi aturan-aturan di dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Masyarakat tidak begitu berpartisipasi dalam mematuhi kebijakan- kebijakan yang telah di terapkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Gowa sehingga mata rantai penyebaran covid-19 tidak dapat di putus sesuai dengan haparan malah bahkan terus saja mengalami peningkatan walaupun pemerintah daerah Kabupaten Gowa telah penerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari terhitung dari tanggal 29 april hingga 12 mei 2020.

B. Saran

Adapun saran yang dapat diberikan mengenai peran pemerintah daerah dalam penerapan pembatasan social beskala besar (PSBB) di Kabupaten Gowa:

1. Diharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa mempertimbangkan kembali kebijakan-kebijakan yang diberikan kepada masyarakat pada saat Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung.

2. Sebaiknya Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa lebih memperhatikan hak-hak dan kewajiban masyarakat pada saat Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

3. Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa perlu mereview kembali mengenai Pelaksanaan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan menggantinya dengan kebijakan yang baru dalam menangani penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

Admiration, J. S., & Teknik, S. (2020). Kata kunci: Komunikasi Krisis Pemerintah Indonesia Menghadapi Pandemi Cocid-19, 5(1), 553–566.

ahmad fathoni. (2020). No Title. Dampak Covid-19 Dan Kebijakan PSBB Pemerintah Terhadap UMKM Di Wiyung Surabaya, 3(September 2019).

Covid, D. P. (2020). Gema publica. Menakar Efektivitas Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanggulangan Covid-19, 5, 98–106.

Endang, R. R., & Sulasih, S. (2020). No Title. Ketidakefektifan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, 9(1), 67–82.

Herdiana, D. (2019). ( PSBB ) SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 ( COVID-19 ). 2019.

Hukum, J., Tetap, D., & Surya, U. (2018). No Title. Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) Di Bidang Pembinaan Dan Pengawasan Indikasi Geografis, 48(4), 883–902.

Indonesia, B., Masyarakat, P. K., & Kesehatan, F. I. (2020). Resti Fatma Utami.

Efektivitas PSBB Dalam Menangani Pandemi Corona.

Ismi, H., Firdaus, E., & Lestari, M. M. (2020). Sosialisasi PSBB , perwako dalam rangka upaya pencegahan Covid-19 di Pekanbaru dan kaitannya dengan hak kesehatan masyarakat. 2, 566–570.

Kabupaten, D. I., & Utara, L. (2020). Jurnal I La Galigo | Public Administration Journal Jurnal I La Galigo | Public Administration Journal. 3(1), 32–40.

Lantika, P., Permadhi, O., Hukum, F., & Mahasaraswati, U. (2020). WILAYAH DAN PSBB DALAM PENANGGULANGAN COVID-19. 8(9), 1355–1365.

muh. hasrul. (2019). No Title. Aspek Hukum Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), 2019, 385–398.

Nurrahman, A. (2020). KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN UMUM ( STUDI PADA PENANGANAN PENYEBARAN VIRUS COVID 19 DI PROVINSI DKI JAKARTA ). 2(1), 1–16.

Padjajaran, U. (2020). No Title. Peran Aktor Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Mengatasi Penyebaran COVID-19 Di Indonesia, 2(2), 51–62.

Pramono, J., & Raharjo, F. S. (2020). JAWA DALAM PENANGANAN CORONA VIRUS DESIASE. 2(September), 57–69.

Psbb, D., & Jakarta, D. K. I. (2020). Media Kesehatan Masyarakat Indonesia.

16(3).

Ristyawati, A. (2020). Efektifitas Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Masa Pandemi Corona Virus 2019 oleh Pemerintah Sesuai Amanat UUD NRI Tahun 1945. 3(2), 240–249.

Roza, D. (2018). Peran Pemerintah Daerah untuk Mewujudkan Kota Layak

Anak di Indonesia. 25(1), 198–215.

https://doi.org/10.20885/iustum.vol25.iss1.art10

Septiadi, M. A. (2020). PANIC SYNDROM COVID-19 : PENEKANAN TERHADAP KEBIJAKAN YANG DIBERIKAN. 4(1), 44–53.

Soares, A., Nurpratiwi, R., & Makmur, M. (2015). PEMBANGUNAN DAERAH.

4(2), 231–236.

Stini, L. O. (2020). AKIBAT PSBB transportasi terutama transportasi massal . Meningkatnya kebutuhan transportasi terjadi secara manusia dengan mengubah letak geografis barang dan orang sehingga akan menimbulkan. 1(2), 104–115.

Suprayetno, R. (2014). KEWENANGAN ANTARA SATPOL PP DAN POLRI.

1– 15.

Taufiqurrahman, M., Sen, W. C., & Agung, U. D. (2020). PERAN DPRD DALAM MENGAWASI KINERJA GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN ( GTPP ) COVID-19 PEMERINTAH KOTA MEDAN.

2020(02), 134–142.

Wahyuni, S. (2020). FORCE MAJEURE DAN NOTOIR FEITEN ATAS KEBIJAKAN PSBB COVID-19. 6(152), 1–15.

Yazid, E. K., & Palani, H. (2020). Menakar Keberhasilan PSBB dalam Penanganan COVID-19 : Data danYazid, E. K., & Palani, H. (2020).

Menakar Keberhasilan PSBB dalam Penanganan COVID-19 : Data dan Peringatan bagi Pemerintah Daerah. May, 1–10. Peringatan bagi Pemerintah Daerah. May, 1–10.

L

A

M

P

I

R

A

N

Dokumentasi Wawancara bersama Kepala subbagian otonomi daerah bagian tata pemerintahan sekda Kabupaten Gowa

Dokumentasi Wawancara bersama Bagian DAFA TB admin Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa

RIWAYAT HIDUP

Asdir lahir di Kabupaten Sinjai tepatnya di Desa Terasa Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai pada tanggal 27 Desember 1998, dan merupakan anak Pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Sanudding dan mantang.

Adapun riwayat pendidikan penulis yaitu, menempuh pendidikan dasar (SD 74 TERASA) pada tahun 2004 kemudian lulus pada tahun 2011 ditahun yang sama meneruskan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP SATAP TERASA) dan Lulus pada tahun 2014, setelah lulus, penulis kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (MUHAMMADIYAH TENGAH LEMBANG) dan lulus pada tahun 2017, pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikannya disalah satu perguruan tinggi yang berada di ibu Kota Sulawesi Selatan yaitu Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH). Penulis lulus pada Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dokumen terkait