BAB III TINJAUAN UMUM MENGENAI POLIS, PREMI, DAN
D. Pembayaran Premi dan Klaim Asuransi
Penanggung menerima pengalihan resiko dari tertanggung dan tertanggung membayar sejumlah premi sebagai imbalannya dalam hubungan hukum asuransi.
91 Fia Fridayanti Adam dan Kahfi Irawan, “Analisa Perhitungan Cadangan Premi
Modifikasi”, Seminar Nasional Program Studi Administrasi Asuransi dan Aktuaria Vokasi Universitas Indonesia, (Jakarta, 2012), hal. 182
92
Apabila premi tidak dibayar, asuransi dapat dibatalkan atau setidak-tidaknya asuransi tidak berjalan.93
Asuransi baru berjalan jika kewajiban tertanggung membayar premi telah dipenuhi. Resiko atas benda beralih kepada penanggung sejak premi dibayarkan oleh tertanggung. Dengan kata lain ada tidaknya pertanggungan ditentukan oleh pembayaran premi. Premi merupakan kunci utama dari sebuah perjanjian asuransi.94
Penentuan tarif premi asuransi oleh perusahaan asuransi sangat penting dilakukan pada kegiatan asuransi, untuk mengetahui apakah nilai pertanggungan lebih besar atau tidak dari premi yang dibayarkan oleh tertanggung. Penentuan tarif premi asuransi dilakukan oleh Aktuaria dalam perusahaan asuransi. Aktuaria merupakan pegawai asuransi yang bertugas melaksanakan perhitungan keuangan perusahaan.
Pada dasarnya, perusahaan asuransi sebagai pihak yang menanggung dalam menetapkan besarnya premi harus memperhatikan beberapa faktor seperti perkiraan resiko yang akan penanggung hadapi, dan besarnya uang pertanggungan.95
Premi asuransi harus ditetapkan pada tingkat yang mencukupi, tidak berlebihan, dan tidak diterapkan secara diskriminatif.96
Tingkat premi asuransi dianggap tidak mencukupi apabila :
93
Abdulkadir Muhammad, Op.Cit, hal. 103 94
Ibid, hal 104 95
Man Suparman Sastrawidjaja, Op.Cit, hal. 31 96
Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1992 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, Pasal 20Ayat (1)
a. Sedemikian rendah sehingga sangat tidak sebanding dengan manfaat yang diperjanjikan dalam polis asuransi yang bersangkutan;
b. Penerapan tingkat premi secara berkelanjutan akan membahayakan tingkat solvibilitas perusahaan;
c. Penerapan tingkat premi secara berkelanjutan akan dapat merusak iklim kompetisi yang sehat.97
Tingkat premi dinilai berlebihan apabila ditentukan sedemikian tinggi, sehingga tidak sebanding dengan manfaat yang telah diperjanjikan dalam polis asuransi yang bersangkutan. Penerapan tingkat premi dinilai bersifat diskriminatif apabila tertanggung dengan luas pengadaan yang sama serta dengan jenis dan tingkat resiko yang sama dikenakan tingkat premi asuransi yang berbeda.98
Premi asuransi dapat dibayarkan langsung oleh tertanggung kepada perusahaan asuransi atau melalui perusahaan pialang asuransi untuk kepentingan tertanggung. Dalam hal premi asuransi dibayarkan melalui Perusahaan Pialang Asuransi, perusahaan ini wajib menyerahkan premi tersebut kepada Perusahaan Asuransi sebelum berakhir tenggang waktu pembayaran premi yang ditetapkan dalam polis asuransi yang bersangkutan.99
Pada asuransi yang diadakan untuk jangka waktu tertentu, premi dibayar lebih dahulu pada saat asuransi diadakan. Pada asuransi yang diadakan untuk 1 (satu) perjalanan, premi dapat dibayar pada saat bahaya mulai berjalan. Akan tetapi, ada asuransi yang diadakan untuk jangka waktu panjang seperti asuransi jiwa, pembayaran premi dapat dilakukan secara periodik setiap awal bulan.100
97
Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1992 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian Pasal 20 Ayat (2)
98
Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1992 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, Pasal 20 Ayat (3) dan (4)
99
Abdulkadir Muhammad, Op.Cit, hal. 106 100
Pada asuransi jiwa, pembayaran premi dapat dilakukan dengan cara premi meningkat dan premi merata. Premi Meningkat yaitu pembayaran premi makin lama makin bertambah besar, pada waktu tahun-tahun permulaan premi asuransi yang dibayar rendah tetapi setelah itu makin lama makin bertambah tinggi dari tahun ke tahunnya. Hal itu disebabkan karena umur pemegang polis bertambah tua sehingga risiko juga meningkat, kemungkinan untuk meninggal dunia lebih cepat, sedangkan premi merata yaitu besarnya premi yang dibayarkan oleh pemegang polis untuk setiap tahunnya sama (merata) besarnya pada level
premium.101
Tertanggung selain berkewajiban membayar premi juga berhak mendapatkan pembayaran klaim asuransi dari perusahaan asuransi yang menanggungnya apabila tertanggung mengajukan klaim atas peristiwa yang membuat dirinya menderita kerugian.
Klaim merupakan suatu permintaan salah satu dari dua pihak yang mempunyai ikatan, agar haknya terpenuhi. Salah satu dari dua pihak yang melakukan ikatan tersebut akan mengajukan klaimnya kepada pihak lainnya sesuai dengan perjanjian atau provisi polis yang disepakati bersama oleh kedua pihak.102
Syakir Sula menjelaskan dalam bukunya bahwa: “Klaim merupakan suatu
proses dimana peserta dapat memperoleh hak-hak berdasarkan perjanjian
101
Abbas Salim, Op.Cit, hal. 31 102
Yaslis Ilyas, Asuransi Kesehatan: Manajemen Utilisasi, Manajemen Klaim, dan Kecurangan Asuransi Kesehatan, (Jakarta: FKM UI, 2006), hal. 51
pertanggungan yang telah diadakan di antara penanggung dan peserta
asuransi”.103
Pembayaran klaim merupakan hak yang harus diperoleh oleh sesorang yang menggunakan jasa asuransi sebagai imbalan pembayaran premi yang dilakukannya secara rutin kepada perusahaan asuransi.
Cara pembayaran klaim berbeda-beda pada setiap jenis asuransi tergantung pada ketentuan yang dibuat oleh pihak penanggung dalam polis asuransi.
Pada asuransi kerugian, apabila asuransi telah berjalan dan terjadi
evenemen yang ditanggung, penanggung terlebih dahulu akan menyelidiki apakah
benar tertanggung mempunyai kepentingan atas benda yang diasuransikan, selain itu diselidiki juga apakah evenemen yang terjadi tersebut bukan karena kesalahan tertanggung sendiri dan sesuai dengan evenemen yang telah ditentukan dalam polis asuransi. Jika semuanya sesuai, maka dilakukan pemberesan berdasarkan klaim tertanggung. Pembayaran ganti kerugian dipenuhi oleh penanggung berdasarkan asas keseimbangan yaitu pembayaran klaim harus dibayarkan adil sesuai dengan jumlah premi yang dibayarkan oleh tertanggung.104
Pada asuransi kesehatan, cara pembayaran klaim dilakukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut :
1. Penyerahan Langsung (Direct Submission)
Dengan metode ini, pemegang polis dilengkapi dengan formulir klaim dan instruksi bagaimana mengajukan klaim. Pemegang polis
103
Syakir Sula, Asuransi Syariah Life and General, Konsep dan Sistem Operasional, (Jakarta: Gema Insani Press, 2004), hal. 259
104
mengajukan langsung klaim ke perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi menyimpan data cakupan asuransi pemegang polis dan melakukan verivikasi data tadi pada saat klaim diterima. Perusahaan asuransi kemudian membuat pembayaran klaim langsung kepada pemegang polis atau langsung ke penyelenggara pelayanan kesehatan/provider.
2. Metode Kartu
Dengan metode ini setiap peserta asuransi dilengkapi dengan kartu yang mengidentifikasikannya sebagai peserta asuransi dengan
benefit/jaminan sebesar yang dituliskan dalam kartu. Kartu tersebut
mengidentifikasikan bahwa benefits dapat dibayarkan langsung ke penyelenggara pelayanan kesehatan langsung oleh perusahaan asuransi dan penyelenggara pelayanan kesehatan menerimanya sebagai jaminan tersedianya asuransi untuk orang tersebut. Tidak ada formulir klaim yang dibutuhkan dan provider yang melayani menyerahkan tagihan langsung ke perusahaan asuransi setelah dilengkapi dengan identifikasi, rincian, dan informasi lain yang dibutuhkan untuk pembayaran.105
Pada asuransi jiwa, apabila tertanggung meninggal dunia klaim dapat diajukan oleh penikmat sesuai dengan kesepakatan yang tercantum dalam polis. Penikmat yang dimaksud adalah orang yang ditunjuk oleh tertanggung atau orang yang menjadi ahli warisnya sebagai yang berhak menerima dan menikmati santunan sejumlah uang yang dibayar oleh penanggung. Pembayaran santunan tersebut merupakan akibat terjadinya peristiwa yaitu meninggalnya tertanggung dalam jangka waktu berlaku asuransi jiwa, namun apabila sampai berakhirnya jangka waktu asuransi yang ditentukan tidak terjadi peristiwa meninggalnya tertanggung, maka tertanggung sebagai pihak dalam asuransi jiwa berhak memperoleh pengembalian sejumlah uang dari penanggung yang jumlahnya telah ditetapkan berdasarkan perjanjian.106
105
PAMJAKI, Dasar-Dasar Asuransi Kesehatan, (Jakarta: Yaslis Ilyas Editor, 2005), hal. 56
106
Pembayaran premi dan pembayaran klaim dalam praktik asuransi menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Premi dibayarkan oleh tertanggung kepada penanggung dan pembayaran klaim dibayarkan oleh penanggung kepada tertanggung, sebagaimana hal tersebut sesuai dengan hak dan kewajiban penanggung dan tertanggung.
Perjanjian asuransi yang telah disepakati kedua belah pihak harus dijalankan dengan itikad baik, namun kenyataannya walaupun telah diperjanjikan secara tegas dalam bukti tertulis berupa polis masih saja ada kelalaian dalam hal pembayaran premi maupun pembayaran klaim.
Pelaksanaan kegiatan perasuransian tidak selalu berjalan dengan baik, ada kalanya mengalami kegagalan. Pelaksanaan pembayaran klaim masih sering terjadi kegagalan namun tidak semua kegagalan pembayaran klaim disebabkan oleh perusahaan asuransi, bisa juga penyebabnya karena tertanggung tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh pihak penanggung, salah satunya yaitu tertanggung tidak membayar premi dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan mengakibatkan polis asuransi tertanggung tidak berlaku lagi sehingga membuat tertanggung tersebut tidak dilindungi perusahaan asuransi lagi.107
107 Juni Surbakti, “Kajian Hukum Terhadap Pelaksanaan Pembayaran Klaim”, Tesis Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, (Medan, 2009), hal. 8
BAB IV
PENGARUH KETERLAMBATAN PEMBAYARAN PREMI TERHADAP PENGAJUAN KLAIM ASURANSI PADA PT. SUN LIFE FINANCIAL
INDONESIA JAKARTA
A. Hak dan Kewajiban Nasabah dan PT. Sun Life Financial Indonesia Jakarta Yang Ditentukan Dalam Polis Asuransi
PT. Sun Life Financial Indonesia merupakan perusahaan asuransi yang telah berdiri sejak tahun 1995 bergerak di bidang asuransi konvensional maupun asuransi syariah dan menyediakan berbagai produk dan layanan yang lengkap mulai dari produk-produk proteksi dan pengelolaan kekayaan yang didalamnya termasuk asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, dan perencanaan hari tua.
PT. Sun Life Financial Indonesia sebagai perusahaan asuransi selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan dengan memberikan pembaharuan produk dan peningkatan kinerja karyawan untuk memuaskan para nasabahnya.
PT. Sun Life Financial Indonesia merupakan suatu perusahaan asuransi seperti pada umumnya yang mana didalamnya terdapat perjanjian tanggung- menanggung diantara kedua belah pihak. Oleh karena merupakan suatu perjanjian maka didalamnya terdapat hak dan kewajiban yang masing-masing harus dijalankan oleh para pihak.
Hak dan kewajiban yang harus dijalankan oleh para pihak harus disebutkan dengan jelas dalam polis asuransi, sehingga para pihak dalam menjalankan kegiatan asuransi mengetahui secara jelas apa yang menjadi hak dan kewajibannya.
Hak dan kewajiban yang ditentukan dalam polis asuransi yang dibuat oleh perusahaan asuransi harus mencerminkan ketentuan yang adil dan tidak berat sebelah, karna seperti diketahui perjanjian asuransi merupakan perjanjian yang mana ketentuan didalamnya dibuat sepihak oleh pihak penanggung. Maksud dari berat sebelah disini bahwa perjanjian itu hanya mencantumkan hak-hak satu pihak saja yaitu pihak yang mempersiapkan perjanjian baku tersebut tanpa menyebutkan kewajiban-kewajibannya, dan sebaliknya perjanjian tersebut hanya menyebutkan kewajiban-kewajiban pihak lain (tertanggung), sedangkan hak-hak pihak lain tersebut tidak disebutkan.108
Polis asuransi PT. Sun Life Financial Indonesia memuat hak dan kewajiban para pihak dengan jelas, yaitu sebagai berikut :
1. Nasabah Wajib Mematuhi Ketentuan Dalam Polis Asuransi
Segala ketentuan yang dibuat oleh PT. Sun Life Financial Indonesia harus dipatuhi oleh nasabah, dengan menerima polis asuransi nasabah dianggap telah menyetujui ketentuan yang dibuat sepihak oleh perusahaan asuransi. Karena pada dasarnya memang perjanjian asuransi merupakan perjanjian baku yaitu suatu perjanjian yang hampir
108
Ahmadi Miru dan Sutarman Yodo, Hukum Perlindungan Konsumen, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), hal. 117
seluruh klausul-klausul yang dibakukan oleh pemakainya dan pihak lainnya tidak mempunyai peluang untuk dirundingkan atau dimintai perubahannya.109
Nasabah diberikan waktu untuk mempelajari isi polis yaitu 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak tanggal pengeluaran polis. Jika dalam masa mempelajari polis nasabah tidak setuju dengan ketentuan polis secara keseluruhan, maka nasabah dapat mengembalikan dokumen polis kepada perusahaan asuransi.
Ketentuan yang terdapat dalam polis asuransi tidak saja wajib dipatuhi oleh nasabah yang bersangkutan, namun semua pihak yang terkait dalam polis berkewajiban untuk terikat dan tunduk serta bersedia untuk melaksanakan seluruh ketentuan yang telah dicantumkan dalam polis asuransi, oleh karenanya nasabah wajib melibatkan pihak-pihak yang terkait untuk memahami dan mematuhi isi polis.
2. Nasabah Wajib Menjelaskan Dengan Lengkap Mengenai Keadaan Objek Pertanggungan
Nasabah wajib menjelaskan kepada PT. Sun Life Financial Indonesia selaku pihak penanggung mengenai keadaan objek pertanggungan seperti kesehatan tertanggung, tidak diperbolehkan menyembunyikan riwayat penyakit yang ada kepada pihak penanggung, karena keadaan
109
Sutan Remy Sjahdeini, Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan yang Seimbang bagi Para Pihak dalam Perjanjian Kredit Bank di Indonesia, (Jakarta: PT. Pustaka Utama Grafiti, 2009), hal. 74
kesehatan tertanggung dapat menjadi dasar pertimbangan apakah pertanggungan dapat diadakan atau tidak.
Apabila diketahui bahwa pernyataan yang disampaikan oleh nasabah tidak benar atau ada suatu hal yang disembunyikan kepada pihak penanggung maka perusahaan asuransi tidak berkewajiban untuk membayar atau pertanggungan menjadi batal.
3. Nasabah Wajib Membayar Premi Asuransi
Nasabah diwajibkan untuk membayar premi asuransi sebagai imbalan resiko yang dialihkan kepada dirinya. Besarnya premi telah ditentukan dalam polis asuransi sesuai dengan manfaat yang didapat oleh nasabah, jadi apabila nasabah tidak membayar premi maka nasabah dianggap tidak menjalankan prestasi dengan baik.
Premi yang nasabah bayarkan akan dianggap telah diterima apabila telah diuangkan oleh pihak PT. Sun Life Financial Indonesia, dan setiap nasabah asuransi PT.Sun Life Financial akan diberikan kwitansi pembayaran premi setelah melakukan pembayaran.
Kwitansi pembayaran premi adalah dokumen/kwitansi yang menjadi bukti yang sah bahwa telah dilakukan pembayaran premi oleh tertanggung dan dapat digunakan untuk kelengkapan alat bukti yang dipersyaratkan pada saat tertanggung mengajukan klaim apabila terjadi resiko yang diperjanjikan dalam suatu polis.110
110 Muhammad Yunanto, “Dokumen Perjanjian Asuransi”,
Modul Asuransi dan Manajemen Risiko Program Studi D3 Manajemen Universitas Gunadarma, hal. 1
4. Nasabah Wajib Memberitahukan Kejadian Penting Mengenai Objek Pertanggungan Kepada Perusahaan Asuransi
Nasabah berkewajiban untuk segera memberitahukan kepada PT. Sun Life Financial Indonesia setiap kejadian penting yang berhubungan dengan tertanggung atau penerima manfaat secara tertulis sehubungan dengan pertanggungan yang diadakan.
Apabila seseorang yang menjadi tertanggung meninggal dunia dalam masa pertanggungan, maka pemberitahuan secara tertulis harus diberikan kepada perusahaan asuransi dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah tertanggung meninggal dunia.
Pemberitahuan secara tertulis tersebut hanya dapat dilakukan dan diterima dengan menggunakan dua bahasa saja yaitu bahasa Indonesia atau bisa menggunakan bahasa Inggris.
5. Nasabah Berhak Mendapatkan Informasi Mengenai Pertanggungannya Nasabah berhak mendapatkan informasi dengan lengkap dan jelas mengenai segala hal yang menyangkut pertanggungannya maupun mengenai produk dan layanan yang terdapat pada PT. Sun Life Financial Indonesia.
Pelaku usaha jasa keuangan wajib menyampaikan menyediakan dan/atau menyampaikan informasi mengenai produk dan/atau layanan yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan.111
111
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, Pasal 4 Ayat (1)
Pada perjanjian asuransi, umumnya bahasa yang dibuat oleh pihak penanggung dalam polis memuat bahasa-bahasa hukum, juga teknis dan spesifik yang mana bagi pihak tertanggung sangat sulit untuk memahami isi polis asuransi tersebut.112 Oleh karena itu nasabah sebagai pengguna jasa asuransi berhak mendapatkan penjelasan yang lengkap dan jelas sejak sebelum dimulainya perjanjian pertanggungan sampai berakhirnya perjanjian pertanggungan.
6. PT. Sun Life Financial Indonesia Wajib Menerima Pelimpahan Resiko dan Membayar Ganti Kerugian
PT. Sun Life Financial Indonesia tidak boleh menolak pelimpahan resiko apabila objek pertanggungan dan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh penanggung dapat dipenuhi oleh nasabah.
Apabila sewaktu-waktu terjadi peristiwa yang merugikan tertanggung maka PT. Sun Life Financial Indonesia wajib mengganti kerugian sebesar yang diperjanjikan dalam polis asuransi.
Pada perjanjian asuransi jiwa, apabila sampai tanggal berakhirnya masa polis tertanggung masih hidup maka PT. Sun Life Financial Indonesia akan membayar nilai dana investasi yang ada yang dihitung berdasarkan harga unit yang berlaku pada saat tanggal berakhirnya masa polis, jika tertanggung meninggal dunia sebelum tanggal berakhirnya masa polis maka PT. Sun Life Financial Indonesia akan membayar uang pertanggungan ditambah dengan nilai dana investasi
112
yang ada, dan apabila tertanggung meninggal dunia karena bunuh diri maka PT. Sun Life Financial Indonesia tidak dapat membayarkan santunan kepada penerima manfaat namun penerima manfaat hanya berhak mendapatkan sejumlah uang yaitu premi yang telah dibayarkan oleh nasabah/tertanggung dengan dikurangi oleh biaya-biaya yang diperlukan.
7. PT. Sun Life Financial Indonesia Wajib Memberikan Laporan Berkala
PT. Sun Life Financial Indonesia wajib memberikan laporan berkala berupa Laporan Rincian Transaksi yang diberikan setiap 3 (tiga) bulan sekali. Laporan Rincian Transaksi tersebut berisi keterangan mengenai saldo awal, deposit, dan saldo akhir.
Pemberian laporan tersebut dikirim ke alamat terakhir yang tercatat pada perusahaan asuransi.
8. PT. Sun Life Financial Indonesia Berhak Mendapatkan Pembayaran Premi
PT. Sun Life Financial Indonesia berhak mendapatkan pembayaran premi dari nasabah sejak polis berlaku.
Pengalihan resiko dari tertanggung kepada penanggung harus diimbangi dengan pembayaran premi oleh tertanggung yang sesuai dengan beratnya resiko yang dialihkan, meskipun dapat diperjanjikan kemungkinan prestasi itu tidak perlu seimbang.113
113
B. Prosedur Pembayaran Premi Asuransi Pada PT. Sun Life Financial Indonesia Jakarta
Premi menurut Polis Asuransi Jiwa PT. Sun Life Financial Indonesia adalah :
Sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh nasabah kepada perusahaan asuransi sehubungan dengan diadakannya polis tertanggung sebagaimana tercantum dalam ringkasan polis yang terdiri dari :
1. Premi Asuransi Berkala yaitu premi tahunan yang terdiri dari premi asuransi dasar dan premi asuransi tambahan yang dibayarkan secara berkala kepada perusahaan asuransi setiap tanggal jatuh tempo premi. 2. Premi Investasi Berkala yaitu premi tambahan dana investasi secara
berkala yang dibayarkan pada saat tanggal jatuh tempo premi.
3. Premi Investasi Tunggal yaitu premi tambahan dana investasi yang besarnya bervariasi dan dibayarkan setiap saat sesuai dengan keinginan nasabah dengan syarat premi asuransi berkala dan premi investasi berkala selama setahun telah lunas dibayar oleh nasabah.114
Pembayaran premi merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh tertanggung sebagai imbalan perlindungan yang diberikan oleh penanggung terhadap harta benda atau jiwanya.
Tertanggung dianggap sebagai orang yang berhutang sedangkan pihak penanggung sebagai pihak yang berpiutang dalam hal pembayaran premi pada perjanjian asuransi.115
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menjelaskan mengenai
pembayaran bahwa: “Pembayaran harus dilakukan kepada kreditur/terpiutang atau
kepada seseorang yang dikuasakan kepadanya, atau juga kepada orang yang
114
Polis Asuransi Jiwa PT. Sun Life Financial Indonesia, Ketentuan Umum Pasal 1 115Rabithah Nazran, “Tinjauan Umum Terhada
p Sistem Pembayaran Uang Premi pada PT. Askes (Persero) Cabang Utama Medan”, Skripsi Fakultas Hukum USU, (Medan, 2007), hal. 41
dikuasakan oleh hakim atau oleh undang-undang untuk menerima pembayaran
bagi yang berpiutang”.116
Dari rumusan diatas dapat disimpulkan bahwa seseorang yang berhutang mempunyai kewajiban untuk melakukan pembayaran kepada yang berpiutang, dan pembayaran tersebut dapat dilakukan melalui pihak ketiga yang ditunjuk/disetujui oleh pihak yang berpiutang. Oleh karena itu dalam perjanjian asuransi, pembayaran premi oleh tertanggung tidak boleh dihilangkan karena premi merupakan hak dasar yang harus penanggung dapatkan dalam sebuah perjanjian.
Cara pembayaran premi yang berlaku pada PT. Sun Life Financial Indonesia Jakarta adalah dapat dibayarkan secara berkala seperti bulanan, 3 (tiga) bulanan, semesteran, atau tahunan. Nasabah dapat bebas memilih waktu pembayaran tergantung kemampuan membayar nasabah.
Pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan sistem pembayaran transfer melalui bank BCA atau CIMB Niaga dan dapat menggunakan sistem pembayaran auto debet bank melalui BCA, Mandiri, atau BNI, serta melalui kartu kredit. Bagi nasabah yang melakukan pembayaran premi ke bank CIMB Niaga akan diberikan 13 (tiga belas ) digit nomor khusus secara otomatis yang dapat digunakan pada setiap pemilik polis asuransi PT. Sun Life Financial Indonesia, pembayaran tersebut dapat disebut pembayaran dengan metode Virtual Account. Nomor VA yang berjumlah 13 (tiga belas) digit tersebut berbeda-beda dan tidak mungkin sama pada setiap pemilik polis.
116
Jumlah premi yang dibayarkan oleh nasabah kepada PT. Sun Life Financial Indonesia tergantung pada jenis produk yang dipilih oleh nasabah. Berdasarkan produk dan layanan yang ditawarkan pada PT. Sun Life Financial Indonesia, premi yang harus dibayarkan oleh nasabah/tertanggung adalah sebagai berikut :
1. Program Sun Medicash, merupakan sebuah program asuransi yang memberikan sejumlah santunan saat nasabah/tertanggung menjalani rawat inap di rumah sakit karena sakit atau kecelakaan.
Cara pembayaran premi dapat dilakukan secara bulanan, 3 (tiga) bulanan, semesteran, atau tahunan. Nasabah dapat bebas memilih frekuensi pembayaran premi asuransi.
Jumlah premi yang dibayarkan berkisar antara Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu) sampai dengan Rp. 5.400.000 (lima juta empat ratus ribu) tergantung pada plan yang dipilih yaitu apakah plan yang dipilih adalah silver, gold, atau platinum.
2. Program Term Life, merupakan sebuah program asuransi jiwa yang memberikan keamanan kepada nasabah dan keluarganya pada saat sekarang dan di masa datang.
Cara pembayaran premi dapat dilakukan secara bebas yaitu bulanan, 3 (tiga) bulanan, semesteran, atau tahunan. Nasabah juga dapat bebas memilih masa pembayaran premi yaitu 5 (lima) tahun, 10 (sepuluh) tahun, 15 (lima belas) tahun, atau 20 (dua puluh) tahun.
3. Program Sun Golden Life, merupakan program asuransi khusus jangka pendek yang digunakan untuk melindungi keuangan nasabah dan keluarganya apabila terjadi peristiwa yang tidak diharapkan.