BAB 6 : EVALUASI PENGEMBANGAN KOMPETENSI TEKNIS JF
G. POINTERS DALAM INSTRUMENT 1. Identitas pemangku JF
5.2.8 PEMBELAJARAN ALAM TERBUKA (OUTBOND) .1 DESKRIPSI
Pembelajaran alam terbuka (outbond) adalah pembelajaran melalui simulasi yang diarahkan agar Pemangku JF mampu: (a) menunjukkan potensi dalam membangun semangat kebersamaan memaknai kebajikan dan
keberhasilan bagi diri dan orang lain, dan (b) memaknai pentingnya peran kerjasama, sinergi dan keberhasilan bersama. Pembelajaran alam terbuka juga merupakan suatu program pembelajaran di alam terbuka yang berdasar pada prinsip experiential learning (belajar melalui pengalaman langsung) yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi dan petualangan sebagai media penyampaian. Jadi pada program outbound pemangku JF secara aktif dilibatkan dalam seluruh kegiatan yang dilakukan untuk dapat segera mendapat umpan balik tentang dampak dari kegiatan yang dilakukan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan diri pemangku JF dimasa mendatang. Metode outbound memungkinkan pemangku JF dalam aktivitasnya melakukan sentuhan-sentuhan fisik dengan latar alam yang terbuka sehingga diharapkan melahirkan kemampuan dan watak serta visi kepemimpinan yang mengandung nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, toleransi, kepekaan yang mendalam, kecerdasan serta rasa kebersamaan dalam membangun hubungan antar manusia yang serasi dan dinamis. Tujuan pelatihan melalui jalur pembelajaran alam terbuka (outbond) ini adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan hubungan kerjasama, solid, sinergi, dan kekompakan tim atau kelompok
2. Membentuk kerjasama tim untuk mencapai tujuan bersama
3. Meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, konsentrasi, kreativitas, strategy planning, analisis, dan kepercayaan diri
5.2.8.2 OUTPUT YANG DIHASILKAN
Output yang dihasilkan dari pembelajaran alam terbuka (outbond) adalah surat keterangan telah mengikuti pembelajaran alam terbuka (outbond) dari unit/lembaga penyelenggara dan dokumen laporan pelaksanaan pelatihan dari pemangku JF dan unit pengelola SDM Aparatur. Selain itu pemangku JF diharapkan mampu menunjukkan potensi dalam membangun semangat kebersamaan, memaknai kebajikan dan keberhasilan bagi diri dan orang lain.
Selain itu juga dapat memaknai pentingnya peran kerjasama, sinergi, dan keberhasilan bersama. Sehingga pemangku JF menjadi pribadi yang berkembang sesuai dengan nilai-nilai dan tuntutan bidang kerja.
5.2.8.3 BAHAN YANG DIPERLUKAN
Bahan yang diperlukan yaitu dokumen Rencana Tahunan Pengembangan Kompetensi Teknis JF dan kelender penyelenggaraan pembelajaran alam terbuka (outbond) dari unit/lembaga penyelenggara.
5.2.8.4 METODE YANG DIGUNAKAN
Metode yang digunakan adalah permainan sebagai bentuk penyampaian.
Selain itu dikombinasikan dengan simulasi dan diskusi.
5.2.8.5 PROSEDUR/MEKANISME PELAKSANAAN
Prosedur/mekanisme pelaksanaan program pembelajaran alam terbuka (outbond) dilakukan seperti mekanisme pengembangan kompetensi teknis jabatan fungsional melalui jalur pelatihan klasikal.
5.2.8.6 PELAKSANA/PENANGGUNG JAWAB
Pelaksana/penanggungjawab pada pelatihan melalui pembelajaran alam terbuka , sama dengan pelaksana pada pengembangan kompetensi teknis jabatan fungsional melalui jalur pelatihan klasikal.
5.2.8.7 PANDUAN DAN FORMULIR YANG DIGUNAKAN
Panduan dan formulir sama dengan yang digunakan pada pelaksanaan pengembangan kompetensi teknis jabatan fungsional melalui jalur pelatihan klasikal.
5.2.8.8 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jadwal waktu pelaksanaan pembelajaran alam terbuka (outbond) sama dengan pengembangan kompetensi teknis jabatan fungsional melalui bentuk pelatihan klasikal.
Tabel 5.14 Rangkuman Prosedur/Mekanisme Pelaksanaan Pengembangan Kompetensi Teknis JF Melalui Pembelajaran Alam Terbuka (outbond)
A. DESKRIPSI
Pembelajaran alam terbuka (outbond) adalah suatu program pembelajaran di alam terbuka yang berdasar pada prinsip experiential learning (belajar melalui pengalaman langsung) yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi dan petualangan sebagai media penyampaian.
B. OUTPUT YANG DIHASILKAN
1. Surat keterangan telah mengikuti pembelajaran alam terbuka (outbond) dari unit/lembaga penyelenggara
2. Dokumen laporan pelaksanaan pelatihan dari pemangku JF dan unit pengelola SDM Aparatur
3. Pemangku JF diharapkan mampu menunjukkan potensi dalam membangun semangat kebersamaan, memaknai kebajikan dan keberhasilan bagi diri dan orang lain
4. Pemangku JF dapat memaknai pentingnya peran kerjasama, sinergi, dan keberhasilan bersama. Sehingga pemangku JF menjadi pribadi yang berkembang sesuai dengan nilai-nilai dan tuntutan bidang kerja
C. BAHAN YANG DIPERLUKAN
Bahan yang diperlukan yaitu dokumen Rencana Tahunan Pengembangan Kompetensi Teknis JF dan kelender penyelenggaraan pembelajaran alam terbuka (outbond) dari unit/lembaga penyelenggara
D. METODE YANG DIGUNAKAN
Metode yang digunakan adalah permainan sebagai bentuk penyampaian.
Selain itu dikombinasikan dengan simulasi dan diskusi E. PROSEDUR/MEKANISME PELAKSANAAN
1. Tahapan Persiapan
a. Prosedur/mekanisme tahapan monitoring sama dengan mekanisme jalur pelatihan klasikal
2. Tahapan Pelaksanaan
a. Prosedur/mekanisme tahapan pelaksanaan sama dengan mekanisme jalur pelatihan klasikal
3. Tahapan Monitoring
a. Prosedur/mekanisme tahapan monitoring sama dengan mekanisme jalur pelatihan klasikal
4. Tahapan Pelaporan
a. Prosedur/mekanisme tahapan pelaporan sama dengan mekanisme jalur pelatihan klasikal
F. PELAKSANA
Sama dengan pelaksana pada bentuk pelatihan klasikal G. POINTERS DALAM INSTRUMENT
Sama dengan poin-poin dalam instrumen pelatihan klasikal H. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Sama dengan jangka waktu pelaksanaan bentuk pelatihan klasikal 5.2.9 KOMUNITAS BELAJAR (COMMUNITY PRACTICES/NETWORKING) 5.2.9.1 DESKRIPSI
Komunitas belajar adalah suatu perkumpulan beberapa pemangku JF yang sama yang memiliki tujuan saling menguntungkan untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, dan sikap pemangku JF sehingga mendorong terjadinya proses pembelajaran. Suatu komunitas belajar sebaiknya terdiri dari pemangku JF dari berbagai tingkat jabatan, agar dapat memperkaya pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang akan dibagi.
5.2.9.2 OUTPUT YANG DIHASILKAN
Output yang dihasilkan dari komunitas belajar adalah sebagai berikut:
1. Dokumen catatan hasil diskusi per topik yang dibahas.
2. Dokumen laporan pelaksanaan komunitas belajar per kelompok
3. Adanya pengembangan karakter pemangku JF disesuaikan dengan nilai-nilai dan tuntutan bidang kerja
5.2.9.3 BAHAN YANG DIPERLUKAN
Bahan yang diperlukan sama dengan bahan yang diperlukan pada program belajar mandiri (self development).
5.2.9.4 METODE YANG DIGUNAKAN
Metode yang digunakan sama dengan metode pada program belajar mandiri (self development).
5.2.9.5 PROSEDUR/MEKANISME PELAKSANAAN
Prosedur/mekanisme pelaksanaan program komunitas sama dengan mekanisme pada pengembangan kompetensi teknis jabatan fungsional melalui program belajar mandiri (self development).
5.2.9.6 PELAKSANA/PENANGGUNG JAWAB
Pelaksana/penanggung jawab pada program komunitas belajar sama dengan pelaksana pada program belajar mandiri (self development)
5.2.9.7 PANDUAN DAN FORMULIR YANG DIGUNAKAN
Panduan dan formulir sama dengan yang digunakan pada program belajar mandiri (self development).
5.2.9.8 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jadwal waktu pelaksanaan komunitas belajar dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh masing-masing komunitas pada tahun berjalan.
Tabel 5.15 Rangkuman Prosedur/Mekanisme Pelaksanaan Pengembangan Kompetensi Teknis JF Melalui Komunitas Belajar (Community of Practices/Networking) A. DESKRIPSI
Suatu perkumpulan beberapa pemangku JF yang sama yang memiliki tujuan saling menguntungkan untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, dansikap pemangku JF sehingga mendorong terjadinya proses pembelajaran.
B. OUTPUT YANG DIHASILKAN
Dokumen catatan hasil diskusi per topik yang dibahas dan dokumen laporan pelaksanaan komunitas belajar (community of practices) per kelompok
C. BAHAN YANG DIPERLUKAN
Sama dengan bahan yang diperlukan program belajar mandiri (self development)
D. METODE YANG DIGUNAKAN
Sama dengan metode pada program belajar mandiri (self development).
E. PROSEDUR/MEKANISME PELAKSANAAN
Sama dengan prosedur/mekanisme pelaksanaan pada program belajar mandiri (self development)
F. PELAKSANA
Sama dengan pelaksana pada program belajar mandiri (self development) G. POINTERS DALAM INSTRUMENT
Sama dengan poin-poin dalam instrumen program belajar mandiri (self development)
H. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh masing-masing komunitas pada tahun berjalan
5.2.10 DETASERING (SECONDMENT)