Pengertian kooperatif tipe bamboo dancing (tari bambu) menurut Lie, A (2008:67) menjelaskan bahwa pembelajaran dengan model bamboo dancing (tari bambu) serupa dengan model inside out circle. Model ini diberi nama bamboo dancing (tari bambu), karena siswa berjajar dan saling berhadapan dengan model yang mirip seperti dua potong bambu yang digunakan dalam tari bambu Filipina yang juga populer di daerah Indonesia, dalam kegiatan belajar mengajar, siswa saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan. Bahan
pelajaran yang paling cocok digunakan dalam metode ini adalah bahan yang membutuhkan pertukaran pengalaman, pikiran, dan informasi antar siswa.
Keunggulan dalam menggunakan metode ini salah satunya adalah adanya struktur yang jelas dan memungkinkan siswa untuk berbagi dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Selain itu, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Bamboo dancing (tari bambu) bisa di gunakan untuk semua tingkatan usia anak didik.
Suprijono (2009: 98) menjelaskan bahwa bamboo dancing (tari bambu) merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran kooperatif untuk mengarahkan atensi peserta didik terhadap materi yang di pelajari dan mengajak siswa untuk belajar secara aktif. Pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya model pembelajaran kooperatif tipe bamboo dancing (tari bambu) akan membimbing peserta didik untuk belajar lebih aktif dan dapat saling bertukar informasi antar peserta didik lainnya, dalam bentuk kelompok yang sudah ditentukan. b. Kelebihan Model Kooperatif Tipe Bamboo Dancing (Tari Bambu)
Dewi, S (2013:7 Februari 2017) mengatakan bahwa model pembelajaran ini baik digunakan untuk materi yang membutuhkan pertukaran pengalaman, pikiran dan informasi peserta didik. Oleh karena itu kelebihan model ini adalah:
1) Siswa dapat bertukar pengalaman dengan sesamanya dalam proses pembelajaran
2) Meningkatkan kerjasama diantara siswa 3) Meningkatkan toleransi diantara sesama siswa
c. Kekurangan Model Kooperatif Tipe Bamboo Dancing (Tari Bambu) Dewi, S (2013:7 Februari 2017) mengemukakan bahwa selain mempunyai kelebihan model ini juga mempunyai kekurangan, yaitu: 1) Kelompok belajarnya terlalu gemuk sehingga menyulitkan proses
belajar mengajar
2) Siswa lebih banyak bermainnya daripada belajar 3) Memerlukan periode waktu yang cukup panjang.
d. Cara Mengatasi Kekurangan Model Kooperatif Tipe Bamboo dancing (Tari Bambu) yaitu:
1) Guru harus menguasai kelas, karena model ini membutuhkan waktu yang panjang dan guru harus bisa mengkondisikan siswa. 2) Supaya siswa tidak jenuh dalam mengikuti pembelajaran sebaiknya
guru memberikan ice breaking ataupun tepukan untuk membuat siswa lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran.
3) Ruang kelas sebaiknya dibuat lebih variatif, karena model ini membutuhkan penataan ruang kelas yang cukup luas sehingga siswa lebih leluasa bergerak ketika perpindahan kelompok.
e. Langkah-langkah Pembelajaran Bamboo Dancing (Tari Bambu)
Lie, A (2008:68) menjelaskan langkah langkah pembelajaran bamboo dancing (tari bambu) yaitu:
1) Satu kelompok berdiri di satu jajaran berhadapan dengan kelompok lain.
2) Separuh kelas lainnya berjajar dan menghadap jajaran yang pertama (jika dalam satu kelas siswanya terlalu banyak, bisa dibagi menjadi seperempat. Kelas yang digunakan peneliti berjumlah 36 siswa, karena terlalu banyak jadi peneliti membagi kedalam 4 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 9 siswa).
3) Dua siswa yang berpasangan dari kedua jajaran berbagi informasi 4) Kemudian, satu atau dua siswa yag berdiri di ujung salah satu
jajaran pindah ke ujung lainnya di jajarannya. Jajaran ini kemudian bergeser. Dengan cara ini, masing-masing siswa mendapatkan pasangan yang baru untuk berbagi. Pergeseran bisa dilakukan terus menerus sesuai kebutuhan.
f. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif yang di kolaborasikan dengan tipe bamboo dancing (tari bambu) untuk digunakan pada saat penelitian
1) Fase 1: Mengklarifikasikan tujuan dan establishing set
a) Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memotivasi siswa
2) Fase 2: Mempresentasikan informasi
a) Guru menayangkan video pembelajaran dengan memberikan penguatan penjelasan materi perkembangan teknologi produksi, komunikasi dan transportasi yang akan dipelajari 3) Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam tim-tim belajar
a) Guru mensosialisasikan model pembelajaran kooperatif tipe bamboo dancing (tari bambu)
b) Guru membagi siswa kedalam 4 kelompok besar, kelompok ini di sebut kelompok awal. Satu kelompok terdiri dari 9 siwa, masing-masing kelompok berjajar dan saling berhadapan dengan jajaran yang lainnya. Misalkan, kelompok 1 berjajar saling berhadapan dengan jajaran kelompok 2
c) Masing siswa dalam kelompok di bagikan materi yang berbeda-beda sebagai bahan untuk pertukaran informasi.
d) Siswa bersama dengan kelompok jajaran diminta untuk membaca dan mempelajari materi yang telah ia dapat terlebih dahulu.
4) Fase 4: Membantu kerja tim dan belajar
a) Dua siswa yang berpasangan dari kedua jajaran berbagi informasi.
b) Materi untuk jajaran 1 dan 3 sama, demikian juga untuk jajaran 2 dan 4
siswa yang berada di jajaran 2 dan 4 bergeser satu atau dua langkah searah perputaran jarum jam. Dalam pergeseran ini musik di putar untuk perpindahan tempat.
d) Giliran siswa yang berada di jajaran 2 dan 4 membagikan informasinya, demikian seterusnya sampai siswa kembali ke pasangan awal.
e) Pertukaran informasi selesai ketika siswa kembali ke pasangan awal masing-masing jejeran.
5) Fase 5: Mengujikan berbagai materi
a) Setelah itu,guru membagi siswa kedalam kelompok kecil yang beranggotakan 6 siswa masing-masing kelompok.
b) Guru membagikan kartu gambar untuk penguaatan materi dan lembar kerja kelompok untuk diskusi.
c) Setelah berdiskusi, hasil diskusi dipersentasikan di depan kelas. d) Siswa dengan bimbingan guru membahas hasil pekerjaan siswa
dalam kelompoknya.
e) Siswa dan guru membahas hasil diskusi.
f) Guru bertanya jawab dengan siswa untuk membahas materi yang belum dipahami dan menerangkannya mengenai pengertian teknologi, teknologi produksi, komunikasi dan transportasi.
6) Fase 6: Memberikan pengakuan
a) Guru memberikan penghargaan bagi kelompok yang telah aktif dan tepat dalam menyelesaikan tugas
b) Guru memberi penguatan kepada siswa yang telah bisa menjawab soal – soal latihan dan memberikan penghargaan bagi kelompok atau siswa yang telah berpartisipasi aktif.
Inovasi yang digunakan dalam penelitian pada pembelajaran dengan menggunakan bamboo dancing (tari bambu) ini yaitu setelah siswa dibagi menjadi empat kelompok besar dan saling berbagi informasi, siswa juga dibagi menjadi kelompok kecil yang berjumlah 6 siswa untuk mempermudah melakukan diskusi dan ketika diskusi peneliti menggunakan media kartu gambar untuk mempermudah pemahaman siswa pada materi yang di ajarkan sedangkan video diputar ketika awal pembelajaran untuk mempermudah guru dalam penyampaian materi, musik diputar saat pergeseran kelompok. Pendapat dari beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa model kooperatif tipe bamboo dancing (tari bambu) merupakan model pembelajaran secara berkelompok yang berguna untuk mengaktifkan seluruh siswa dengan kerjasama masing-masing untuk bertukar informasi bersama temannya secara interaktif dan teratur.
Model pembelajaran kooperatif tipe bamboo dancing (tari bambu) membantu siswa untuk mengasuh keterampilan berbicara, mendengarkan dan bertanya. Melalui pembelajaran inilah diharapkan
siswa dapat meningkatkan sikap kerja keras hingga menjadikan prestasi belajarnya meningkat. Penelitian dalam pembelajaran ini, model pembelajaran kooperatif tipe bamboo dancing (tari bambu) di terapkan di kelas IV materi perkembangan teknologi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.