• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

3. Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Menurut Harst (dalam Mau dan D Ambrosio, 2003), mengatakan bahwa: Interaksi pembelajaran dapat berlansung saat:(1) berada dalam grup (kelompok) kecil, (2) ketika sebuah grup atau kelompok Sharing dengan grup lain, (3) ketika seorang guru mencoba untuk mengikuti keterangan dari siswa dan membuat tanggapan atas pemikiran siswa.

Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu bentuk pembelajaran dengan berdasar pada paham konstruktivisme. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dimana siswa belajar pada kelompok kecil yang

commit to user

memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Dalam pembelajaran kooperatif, siswa belajar bersama dalam kelas/ kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang siswa, dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami bahan pelajaran.

Menurut Anita Lie (2010:72), sistem pengajaran yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas yang berstruktur disebut sistem pengajaran gotong royong atau

cooperative learning. Dari hasil penelitian, pada beberapa bidang studi yang

melibatkan suatu pelajaran yang kompleks dan memerlukan keterampilan dalam menyelesaikan, maka kerja kelompok lebih sesuai untuk mencapai tujuan dibandingkan dengan kompetisi, khususnya bagi mereka yang berkemampuan rendah.

Pendapat lain dinyatakan oleh Fengfeng K dan Grabowski (2007), bahwa dalam model pembelajaran kooperatif, keberhasilan yang dapat dicapai oleh tiap individu dalam kelompoknya sangat berarti dalam mencapai tujuan kelompok. Pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi akademik. Penelitian dalam pembelajaran matematika telah mengakui bahwa ada efek positif antara pembelajaran kooperatif dengan peningkatan kemampuan berpikir menguasai konsep.

b. Konsep Dasar Pembelajaran Kooperatif

Manusia memiliki derajat, potensi, latar belakang historis, serta harapan masa depan yang berbeda-beda. Karena perbedaan itu manusia dapat saling asah, asih dan asuh (saling mencerdaskan). Pembelajaran kooperatif

commit to user

menciptakan interaksi yang saling asah, asih dan asuh sehingga tercipta masyarakat belajar. Siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari semua siswa.

c. Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Elemen-elemen pembelajaran kooperatif menurut Johnson, Johnson dan Holubec (1999) dalam Effandi Zakaria dan Zonaton Iksan (2007) adalah:

1) Saling ketergantungan positif

Dalam pembelajaran kooperatif, guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan. Hubungan yang saling membutuhkan inilah yang dimaksud dengan ketergantungan positif.

2) Interaksi tatap muka

Interaksi tatap muka akan memaksa siswa saling tatap muka dalam kelompok sehingga mereka dapat berdialog. Dialog tidak hanya dilakukan dengan guru.

3) Akuntabilitas individual

Pembelajaran kooperatif menampilkan wujudnya dalam belajar kelompok. Penilaian ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran secara individual. Hasil penilaian secara individual selanjutnya disampaikan oleh guru kepada kelompok agar semua anggota kelompok mengetahui siapa anggota kelompok yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan. Nilai

commit to user

kelompok didasarkan atas rata-rata hasil belajar semua anggotanya, karena itu tiap anggota harus memberi sumbangan demi kemajuan kelompok. Penilaian kelompok secara individual ini yang di maksud dengan akuntabilitas individual.

4) Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi

Keterampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, mengkritik ide dan bukan mengkritik teman, berani mempertahankan pikiran logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri, dan berbagai sifat lain yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antar pribadi tidak hanya diasumsikan tetapi secara sengaja diajarkan. Siswa yang tidak dapat menjalin hubungan antar pribadi akan memperoleh teguran dari guru juga dari sesama siswa.

d. Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran yaitu penerimaan, pengembangan keterampilan sosial, prestasi akademik (Arends, 1997:111)

1. Penerimaan

Hal yang sangat penting dalam pembelajaran koperatif adalah penerimaan yang lebih luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, tingkat sosial dan kemapuan. Belajar kooperatif memberikan kesmpatan bagi siswa dengan berbagai latar belakang yang beragam untuk bekerja sama saling membantu dalam mengerjakan tugas-tugas.

commit to user 2. Pengembangan Keterampilan Sosial

Yang menjadi tujuan terpenting dalam pembelajaran koperatif adalah mengajarkan kepada siswa keterampilan-keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Hal ini menjadi penting karena siswa berasal dari masyarakat yang heterogen. Banyak anak-anak dan orang dewasa kurang mempunyai keterampilan kooperatif yang dibuktikan dengan ketidakharmonisan hubungan antar individu. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak puas jika diminta bekerja dalam situasi yang kooperatif.

3. Prestasi Akademik

Dalam Pembelajaran kooperatif selain mencakup berbagai tujuan sosial, juga tidak kalah penting untuk meningkatkan prestasi akademik. Pembelajaran koperatif dapat bermanfaat bagi siswa yang berprestasi rendah dan tinggi yang bersama-sama pada tugas akademik. Siswa yang berprestasi tinggi membantu siswa yang berprestasi rendah.

Sedangkan menurut Slavin ( 2005:15) bahwa tujuan yang paling penting dari pembelajaran kooperatif adalah untuk memberikan para siswa pengetahuan, konsep, kemampuan, dan pemahaman yang mereka butuhkan supaya bisa menjadi anggota masyarakat yang bahagia dan memberikan kontribusi. Sejak semula penelitian mengenai pembelajaran kooperatif telah memperlihatkan bagaimana strategi ini bisa mengembangkan pencapaian yang dibuat para siswa. Namun, penelitian ini juga memperlihatkan berbagai alasan bahwa pembelajaran kooperatif memang meningkatkan pencapaian dan, yang paling penting, penelitian juga menunjukkan bahwa unsur-unsur pembelajaran

commit to user

kooperatif harus ada pada tempatnya jika menginginkan dan pencapaian maksimal.

e. Keuntungan Pembelajaran Kooperatif

1. Siswa bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi kebersamaan dalam kelompok atau tim.

2. Siswa akan lebih aktif dalam membantu dan mendorong semangat untuk sama-sama berhasil.

3. Siswa yang berprestasi tinggi akan aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk dapat meningkatkan keberhasilan tim.

4. Interaksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat.

5. Interaksi antar siswa membantu meningkatkan perkembangan kognitif.

Dokumen terkait