• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembelajaran Mandiri melalui Aplikasi Massive Open Online Course

BAB II PENYELENGGARAAN

A. Pembelajaran Mandiri melalui Aplikasi Massive Open Online Course

Komponen pertama pada Pelatihan Dasar CPNS Metode Distance Learning adalah Pembelajaran Mandiri secara Daring melalui Massive Open Online Course (MOOC). Aplikasi MOOC dikelola oleh LAN dan dapat diakses langsung oleh CPNS dengan login menggunakan NIP pada laman http://swajar-asnpintar.lan.go.id/. Adapun tahapan pengoperasian aplikasi secara terperinci, peserta akan diberikan panduan penggunaan MOOC yang disampaikan secara terpisah dari panduan ini.

B. Distance Learning.

Komponen kedua pada Pelatihan Dasar CPNS adalah Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learning) terdiri dari E-Learning dan Aktualisasi di tempat kerja. Dalam tahap ini, CPNS akan didaftarkan oleh BPSDM Hukum dan HAM

19 Untuk memulai pembelajaran jarak jauh, peserta dapat mengakses laman http://kolabjar-asnpintar.lan.go.id/. E-Learning ini dikembangkan oleh LAN dan dikelola bersama BPSDM Hukum dan HAM. Untuk pengoperasian E- Learning lebih lanjut, user akan diberikan manual book yang disampaikan secara terpisah dari panduan ini.

BAB III

STRUKTUR KURIKULUM, MATA PELATIHAN DAN RINGKASAN MATA PELATIHAN

A. STRUKTUR KURIKULUM

A. Kurikulum Pembentukan Karakter PNS 1. Agenda Sikap Perilaku Bela Negara

Agenda pembelajaran ini diberikan untuk membekali Peserta dengan pemahaman wawasan kebangsaan melalui pemaknaan terhadap nilai-nilai bela negara, sehingga Peserta memiliki kemampuan untuk menunjukkan sikap perilaku bela negara dalam suatu kesiapsiagaan yang mencerminkan sehat jasmani dan mental menghadapi isu kontemporer dalam menjalankan tugas jabatan sebagai PNS profesional pelayan masyarakat.

2. Agenda Nilai–Nilai Dasar PNS

Agenda pembelajaran ini diberikan untuk membekali Peserta dengan menginternalisasi nilai-nilai dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan PNS secara profesional sebagai pelayan masyarakat yang meliputi kemampuan berakuntabilitas, mengedepankan kepentingan nasional, menjunjung tinggi standar etika publik, berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya, dan tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan instansinya.

3. Agenda Kedudukan dan Peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

Agenda pembelajaran ini diberikan untuk membekali Peserta dengan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS untuk menjalankan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa sehingga mampu mengelola tantangan dan masalah keragaman sosial-kultural dengan menggunakan perspektif Whole of Government dalam mendukung pelaksanaan tugas jabatannya.

4. Agenda Habituasi

Agenda pembelajaran ini diberikan untuk memfasilitasi Peserta melakukan proses aktualisasi substansi Mata Pelatihan agenda 2 dan agenda 3 di tempat kerja melalui pembiasaan diri terhadap kompetensi yang telah

21 diperolehnya melalui berbagai Mata Pelatihan yang telah dipelajari.

Selain keempat agenda pembelajaran tersebut, diberikan pembelajaran Agenda Orientasi Program. Pembelajaran Orientasi Program ini diberikan untuk membekali Peserta dengan pemahaman tentang orientasi yang membekali Peserta dengan kemampuan memahami esensi program Pelatihan Dasar CPNS, membangun kelompok pembelajaran yang dinamis dalam proses pembelajaran, kemampuan memahami pengembangan kompetensi hasil Pelatihan Dasar CPNS, kemampuan memahami pentingnya kebijakan pengembangan kompetensi menjadi PNS profesional dalam pelaksanaan tugas dan jabatan sebagai pelayan masyarakat, kemampuan memahami visi, misi, tugas, fungsi, dan kebijakan serta nilai-nilai organisasi instansinya.

B. Kurikulum Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas

a. Agenda untuk memenuhi Kompetensi Teknis Administratif Kurikulum penguatan kompetensi teknis administratif, diberikan untuk memfasilitasi Peserta mempelajari Mata Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang bersifat umum/administratif dan diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas.

b. Agenda untuk memenuhi Kompetensi Teknis Substantif Kurikulum penguatan kompetensi teknis substantif, diberikan untuk memfasilitasi Peserta mempelajari Mata Pelatihan yang bertujuan untuk:

1. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang bersifat spesifik, substantif dan/atau bidang yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas; dan/atau

2. memfasilitasi Peserta untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan pada pembentukan jabatan fungsional sesuai dengan formasi jabatannya.

Penyusunan kebutuhan Kurikulum penguatan kompetensi teknis bidang tugas dilakukan oleh Kepala Bagian Kepegawaian (Unit Pusat) atau Kepala Sub Bagian/ Kepala Urusan Kepegawaian (Kantor Wilayah/UPT) mengacu pada standar kompetensi jabatan.

B. MATA PELATIHAN

A. Kurikulum Pembentukan Karakter PNS 1. Agenda Sikap Perilaku Bela Negara

Mata pelatihan untuk pembelajaran agenda sikap perilaku bela negara adalah sebagai berikut:

1. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara;

2. Analisis Isu Kontemporer; dan 3. Kesiapsiagaan Bela Negara.

Seluruh Mata Pelatihan tersebut dirancang dan disampaikan secara terintegrasi untuk mencapai tujuan Kurikulum agenda sikap perilaku bela negara dengan memberi penekanan pada kemampuan praktik.

2. Agenda Nilai–Nilai Dasar PNS

Mata pelatihan untuk pembelajaran agenda Nilai–Nilai Dasar PNS adalah sebagai berikut:

1. Berorientasis Pelayanan;

2. Akuntabel;

Seluruh Mata Pelatihan tersebut dirancang dan disampaikan secara terpisah dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan Kurikulum pembelajaran Agenda Nilai- nilai Dasar PNS, dengan memberi penekanan pada kemampuan dalam memaknai dan menginternalisasi nilai- nilai dasar PNS.

3. Agenda Kedudukan dan Peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

Mata pelatihan untuk pembelajaran agenda Nilai–Nilai Dasar PNS mendukung terwujudnya Smart Governance sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mata pelatihan untuk pembelajaran agenda Kedudukan dan Peran PNS untuk mendukung terwujudnya Smart Governance sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan adalah sebagai berikut:

23 Seluruh Mata Pelatihan tersebut dirancang dan disampaikan secara terpisah dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan Kurikulum pembelajaran agenda Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI, dengan memberi penekanan pada kemampuan berpikir kritis dan kreatif terhadap konsep dan praktik penyelenggaraan pemerintahan.

4. Agenda Habituasi.

Mata Pelatihan untuk pembelajaran agenda Habituasi adalah Aktualisasi, dengan pembagian tahap kegiatan pembelajaran sebagai berikut:

1. Konsepsi Aktualisasi;

2. Penjelasan Aktualisasi;

3. Rancangan dan Pembimbingan Aktualisasi;

4. Evaluasi Rancangan Aktualisasi;

5. Pembekalan Habituasi;

6. Aktualisasi di tempat kerja;

7. Persiapan Evaluasi Aktualisasi; dan 8. Evaluasi Aktualisasi.

Seluruh kegiatan pembelajaran tersebut dirancang dan disampaikan secara terpisah dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan Kurikulum agenda Habituasi.

Selain Mata Pelatihan dalam 4 (empat) agenda pembelajaran tersebut dilaksanakan pula Mata Pelatihan dalam Agenda Orientasi Program, yang terdiri dari:

a. Overview Kebijakan Penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS;

b. Dinamika Kelompok;

c. Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur dan Nilai-nilai ASN;

d. Etika dan Integritas ASN;

e. Profesionalisme ASN;

f. MTSL;

g. Review Kebijakan Penyelenggaraan Pelatihan

B. Kurikulum Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas

Mata Pelatihan dalam Kurikulum penguatan kompetensi teknis bidang tugas ditetapkan oleh Kepala Bagian Kepegawaian (Unit Pusat) atau Kepala Sub Bagian/ Kepala Urusan Kepegawaian (Kantor Wilayah/UPT) mengacu pada standar kompetensi jabatan.

Selain Kurikulum, agenda dan Mata Pelatihan sebagaimana dimaksud di atas, dilaksanakan pula kegiatan Evaluasi Peserta.

25

BAB IV

TENAGA KEPELATIHAN, EVALUASI DAN SERTIFIKASI

A. TENAGA KEPELATIHAN

Untuk kelancaran penyelenggaraan, pada Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2022 terdapat Tenaga Kepelatihan sebagai berikut:

1. Penceramah merupakan orang yang memberikan wawasan pengetahuan dan/atau berbagi pengalaman sesuai dengan keahliannya kepada Peserta pada kegiatan Pelatihan Dasar CPNS;

2. Pengajar merupakan orang atau tim yang memberikan informasi dan pengetahuan kepada Peserta dalam suatu kegiatan pembelajaran yang terdiri atas:

a. pengampu materi (widyaiswara atau pegawai lainnya);

b. penguji;

c. pembimbing (coach dan mentor); dan/atau d. pendamping;

3. Pengelola dan penyelenggara yaitu Pegawai ASN yang bertugas mengelola dan menyelenggarakan Pelatihan Dasar CPNS di lembaga penyelenggara pelatihan.

4. Person In Charge (PIC) yang akan mengelola sistem pembelajaran daring Pelatihan Dasar CPNS melalui Learning Management System (LMS) Lembaga Administrasi Negara dengan tugas:

a. Input data peserta;

b. Input data tenaga pelatihan;

c. Input bahan pembelajaran;

d. Input soal evaluasi akademik;

e. Penilaian evaluasi dengan memperhatikan tahapan pembelajaran; dan f. Melakukan pemantauan proses pembelajaran serta unggahan produk

pembelajaran peserta.

B. EVALUASI

A. Evaluasi Peserta

Penilaian terhadap Peserta meliputi: evaluasi sikap perilaku, evaluasi akademik, evaluasi aktualisasi, dan evaluasi penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas. Pelatihan Mandiri dan Distance Learning

10%

2. Sikap perilaku peserta selama aktualisasi di tempat kerja dan pembelajaran penguasaan Kompetensi Teknis Bidang Tugas

5%

b Evaluasi Akademik (20%)

1. MOOC 10%

2. Distance Learning 10%

c Evaluasi Aktualisasi (50%)

1. Rancangan Aktualisasi 20%

2. Pelaksanaan Aktualisasi 30%

d Evaluasi Penguatan Kompetensi Bidang Tugas (15%)

Evaluasi dilakukan oleh

Bagian/Subbag/Kaur Kepegawaian Instansi asal Peserta melalui penyelenggara pelatihan.

15%

B. Evaluasi Sikap Perilaku

Evaluasi sikap perilaku dilakukan dengan melakukan pemantauan sikap dan perilaku Peserta selama Pelatihan pada pembelajaran daring serta di tempat kerja, dengan rincian sebagai berikut:

1) Evaluasi sikap perilaku dengan bobot penilaian 15% (lima belas persen);

2) Dilakukan oleh Penyelenggara dengan bobot penilaian sebesar 10%

27 3) Dilakukan oleh Instansi asal Peserta dengan bobot penilaian sebesar 5% (lima persen) untuk menilai sikap perilaku Peserta selama Distance Learning melalui aktualisasi di tempat kerja dan pembelajaran penguasaan Kompetensi Teknis Bidang Tugas.

Bagi Peserta yang dinilai mempunyai sikap perilaku kurang memuaskan atau tidak memuaskan (bawah nilai 70 (tujuh puluh) diberikan konseling, dengan ketentuan:

1) konseling dilaksanakan melalui pendampingan dan pembinaan sikap perilaku yang dilakukan selama Pelatihan Dasar CPNS;

2) dilaksanakan oleh Penyelenggara, paling lambat sampai dengan dilaksanakannya rapat evaluasi akhir; dan

3) dilaksanakan oleh Instansi asal Peserta, paling lambat sampai dengan pembelajaran aktualisasi di tempat kerja selesai dilaksanakan.

Hasil Akhir proses pemberian konseling dilaporkan dan dikonsultasikan kepada Kepala Pusat Pengembangan Diklat teknis dan Kepemimpinan untuk pertimbangan akhir nilai sikap perilaku.

Nilai sikap perilaku, hasil konseling, hasil konsultasi dan laporan, digunakan sebagai bahan rapat evaluasi akhir untuk menentukan status kelulusan Peserta.

C. Evaluasi Akademik

Evaluasi akademik diberikan kepada Peserta untuk menilai pemahaman Peserta mengenai substansi Mata Pelatihan pada pembelajaran agenda 2 (Nilai-nilai Dasar PNS) dan agenda 3 (Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI).

Penilaian Evaluasi akademik diberikan secara daring (e-evaluation) dengan bobot 20% (dua puluh persen) untuk menilai pemahaman Peserta mengenai Mata Pelatihan agenda 2 (Nilai-nilai Dasar PNS) dan agenda 3 (Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI), dengan rincian:

1) evaluasi akademik pada pembelajaran mandiri (MOOC) yang dikembangkan oleh LAN diberikan dalam bentuk pilihan ganda dengan bobot 10% (sepuluh persen); dan

2) evaluasi akademik pada pembelajaran Distance Learning melalui E- Learning diberikan dalam bentuk soal kasus dengan bobot 10%

(sepuluh persen).

Penyelesaian soal kasus diukur melalui kualitas analisis pemecahan masalah yang ditunjukkan melalui jawaban Peserta dengan menggunakan indikator penilaian dan bobot sebagai berikut:

No. Indikator Bobot (10%)

Gol. II Gol. III 1. mendeskripsikan rumusan kasus dan/atau

masalah pokok, aktor yang terlibat dan peran setiap aktornya berdasarkan konteks deskripsi kasus.

3% 2%

2. Melakukan analisis terhadap:

a. bentuk penerapan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai dasar PNS, dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI oleh setiap aktor yang terlibat berdasarkan konteks deskripsi kasus.

b. Dampak tidak diterapkannya nilai- nilai dasar PNS dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI berdasarkan konteks deskripsi kasus.

3% 2%

3. Mendeskripsikan gagasan-gagasan alternatif pemecahan masalah berdasarkan konteks deskripsi kasus.

4% 3%

4. Mendeskripsikan konsekuensi penerapan dari setiap alternatif gagasan pemecahan masalah berdasarkan konteks deskripsi kasus.

- 3%

D. Evaluasi Aktualisasi

Evaluasi aktualisasi diberikan kepada peserta untuk menilai hasil pembiasaan diri di tempat kerja berbagai mata pelatihan yang telah dipelajari dalam pelatihan, terdiri atas:

1) evaluasi rancangan aktualisasi dengan bobot penilaian sebesar 20%

(dua puluh persen); dan

2) evaluasi pelaksanaan aktualisasi dengan bobot penilaian sebesar 30%

(tiga puluh persen),

yang masing-masing secara rinci dijelaskan sebagai berikut:

29 Penilaian RA dilakukan melalui presentasi seminar RA pada sesi evaluasi rancangan aktualisasi dengan indikator penilaian dan bobot sebagai berikut:

No. Indikator Bobot

a. Ketepatan Rencana Aktualisasi dikaitkan dengan Agenda 3

5%

b. Gagasan kreatif dalam pelaksanaan kegiatan 3%

c. Tahapan rencana kegiatan aktualisasi 5%

d. Relevansi rencana kegiatan dikaitkan dengan Aktualisasi Agenda 2

5%

e. Teknik Komunikasi 2%

Jumlah 20%

2) Evaluasi Pelaksanaan Aktualisasi

Penilaian pelaksanaan aktualisasi dilakukan melalui presentasi seminar pelaksanaan Aktualisasi pada sesi evaluasi pelaksanaan Aktualisasi dengan indikator penilaian dan bobot sebagai berikut:

No. Indikator Bobot

a. Capaian pelaksanaan kegiatan 5%

b. Kualitas dan kemanfaatan aktualisasi 20%

c. Teknik komunikasi 5%

Jumlah 30%

Hasil rancangan aktualisasi dan pelaksanaan aktualisasi oleh Peserta dikirimkan kepada Pembimbing (Coach dan Mentor), serta Penguji saat seminar melalui link yang telah disediakan oleh penyelenggara pelatihan.

Evaluasi rancangan aktualisasi dan evaluasi pelaksanaan aktualisasi tersebut, Pembimbing (Coach dan Mentor) serta Penguji memberikan penilaian deskriptif mengenai kemampuan Peserta selama proses pembelajaran aktualisasi di tempat kerja.

Nilai evaluasi rancangan aktualisasi dan pelaksanaan aktualisasi yang diperoleh pada setiap level nilai ditetapkan melalui nilai konversi dari masing-masing level sebagai berikut:

Level Nilai

4 80,01 – 100

3 70,01 – 80,00

2 60,01 – 70,00

1 0

.

E. Evaluasi Penguatan Kompetensi Bidang Tugas

Evaluasi penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas dilakukan setelah Peserta menyelesaikan pembelajaran pada Kurikulum penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas yang dapat dilaksanakan secara daring.

Penyelenggaraan evaluasi dilakukan oleh Instansi asal Peserta melalui penyelenggara pelatihan.

Pembobotan Evaluasi penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas pada Distance Learning dengan bobot penilaian 15% (lima belas persen).

F. Perolehan Nilai :

Perolehan nilai evaluasi Peserta ditetapkan dengan rincian kualifikasi sebagai berikut:

1) sangat memuaskan (skor 90,01 – 100);

2) memuaskan (skor 80,01 – 90,00);

3) cukup memuaskan (skor 70,01 – 80,00);

4) kurang memuaskan (skor 60,01 – 70,00); dan 5) tidak memuaskan (skor ≤60).

Kualifikasi penilaian Peserta diberikan kepada Peserta dan diumumkan pada saat penutupan (pelepasan) pelatihan, dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Peserta dinyatakan lulus jika memperoleh kualifikasi paling rendah cukup memuaskan untuk setiap aspek penilaian evaluasi Peserta;

2) Peserta dinyatakan ditunda kelulusannya jika memperoleh kualifikasi kurang memuaskan paling rendah pada 1 (satu) aspek penilaian pada evaluasi Peserta; dan

3) Peserta dinyatakan tidak lulus jika memperoleh kualifikasi tidak

31 Pada setiap kriteria penilaian evaluasi Peserta, Peserta harus memenuhi batas nilai kelulusan (passing grade) dengan nilai di atas 70 (tujuh puluh).

G. Remidial

Apabila dari kriteria penilaian ada yang belum memenuhi batas nilai kelulusan 70 (tujuh puluh), Peserta diberikan kesempatan untuk memenuhi batas nilai kelulusan (remedial), dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Evaluasi akademik

a) Evaluasi akademik dalam Pelatihan Mandiri, Peserta diberikan kesempatan perbaikan untuk memenuhi batas nilai kelulusan paling lambat sampai dengan 3 (tiga) hari sebelum Evaluasi Seminar Aktualisasi; dan

b) Evaluasi akademik dalam E-Learning, Peserta diberikan kesempatan 1 (satu) kali perbaikan untuk memenuhi batas nilai kelulusan paling lambat sampai dengan 3 (tiga) hari sebelum Evaluasi Seminar Aktualisasi.

2) Dalam evaluasi Rancangan Aktualisasi, Peserta diberikan kesempatan 1 (satu) kali perbaikan untuk memenuhi batas nilai kelulusan paling lambat sampai dengan 3 (tiga) hari setelah seminar rancangan aktualisasi melalui konsultasi dengan pembimbing;

3) Dalam evaluasi pelaksanaan Aktualisasi, Peserta diberikan kesempatan 1 (satu) kali perbaikan untuk memenuhi batas nilai kelululusan paling lambat 1 (satu) minggu setelah pelatihan berakhir atau sesuai kebutuhan yang ditetapkan dalam rapat kelulusan;

4) pelaksanaan perbaikan dalam evaluasi akademik, evaluasi rancangan aktualisasi dan evaluasi pelaksanaan aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS untuk memenuhi batas nilai kelulusan dilaksanakan tanpa alokasi pembiayaan; dan

5) evaluasi penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas diberikan kesempatan perbaikan untuk memenuhi batas nilai kelulusan paling lambat sampai dengan pembelajaran aktualisasi di tempat kerja selesai dilaksanakan.

C. Evaluasi Tenaga Pelatihan a. Evaluasi Penceramah

Evaluasi penceramah dilakukan oleh Peserta dan Tim Evaluator Widyaiswara yang ditetapkan oleh Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah yang dapat dilaksanakan secara daring melalui link yang akan disampaikan oleh panitia. Aspek yang dinilai adalah:

1) penguasaan materi;

2) cara penyajian materi;

3) cara menjawab pertanyaan dari Peserta; dan 4) pemberian motivasi dan inspirasi kepada Peserta.

b. Evaluasi Pengajar 1) Pengampu Materi

Evaluasi pengampu materi dilakukan oleh Peserta dan Tim Evaluator Widyaiswara yang dapat dilaksanakan secara daring dan/atau klasikal.

Aspek yang dinilai oleh Peserta adalah:

a) penguasaan materi;

b) sistematika dan cara penyajian;

c) ketepatan waktu dan kehadiran;

d) penggunaan metode dan media pembelajaran;

e) sikap dan perilaku;

f) kerapian berpakaian;

g) cara menjawab pertanyaan dari Peserta;

h) penggunaan bahasa;

i) pemberian motivasi kepada Peserta; dan j) kerja sama antarWidyaiswara (dalam tim).

Adapun aspek yang dinilai oleh Tim Evaluator Widyaiswara adalah implementasi dari sertifikat kompetensi yang dimiliki, meliputi:

a) pengelolaan pembelajaran, dengan sub kompetensi kemampuan dalam:

(1) membuat satuan acara pembelajaran (SAP)/ Rencana Pembelajaran (RP);

(2) menyusun bahan ajar;

33 b) melakukan komunikasi yang efektif dengan Peserta;

c) memotivasi semangat belajar Peserta; dan d) mengevaluasi pembelajaran.

Evaluasi Pengampu Materi dilakukan untuk menilai kemampuan Pengampu Materi yang dinilai berdasarkan aspek kompetensi sebagaimana ditetapkan oleh Kepala LAN.

2) Penguji

Evaluasi penguji dilakukan oleh Peserta dan coach di tempat pelatihan yang dapat dilaksanakan secara daring dan/atau klasikal. Aspek yang dinilaiadalah:

a) kemampuan menggali potensi belajar; dan b) pemberian motivasi dan inspirasi.

3) Coach

Evaluasi coach dilakukan oleh Peserta yang dapat dilaksanakan secara daring dan/atau klasikal. Aspek yang dinilai adalah:

a) kemampuan membimbing;

b) ketepatan waktu dan kehadiran;

c) penggunaan metode dan media pembimbingan;

d) sikap dan perilaku; dan

e) pemberian motivasi dan inspirasi.

4) Mentor

Evaluasi mentor dilakukan oleh Peserta yang dapat dilaksanakan secara daring dan/atau klasikal. Aspek yang dinilai adalah:

a) kemampuan membimbing;

b) penggunaan metode dan media pembimbingan; dan c) pemberian motivasi dan inspirasi.

D. Evaluasi Penyelenggaraan

Aspek yang dinilai dari penyelenggaraan adalah implementasi dari sertifikat kompetensi yang dimiliki oleh pengelola dan penyelenggara Pelatihan.

Evaluasi penyelenggaraan dapat dilaksanakan secara daring melalui link yang akan disampaikan oleh panitia.

Untuk pengelola Pelatihan, meliputi:

a. Perencanaan program Pelatihan, dengan indikator:

1) kesesuaian perencanaan dengan standar program pelatihan; dan 2) penyampaian rencana pelatihan kepada LAN.

b. Pengorganisasian program pelatihan, dengan indikator:

1) keputusan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM mengenai panitia penyelenggara pelatihan; dan

2) uraian tugas panitia penyelenggara pelatihan.

c. Pelaksanaan program Pelatihan, dengan indikator:

1) kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan;

2) koordinasi dengan pihak-pihak terkait; dan

3) penyampaian laporan penyelenggaraan pelatihan kepada Kepala BPSDM Hukum dan HAM.

Untuk penyelenggara pelatihan, meliputi:

a. Pelayanan kepada Peserta, dengan indikator:

1) kelengkapan informasi pelatihan;

2) ketersediaan dan kebersihan asrama, kelas, ruang makan, toilet, dan prasarana lainnya;

3) ketersediaan, kebersihan dan keberfungsian fasilitas olahraga, kesehatan, tempat ibadah, dan sarana lainnya; dan

4) ketersediaan dan kelengkapan bahan pelatihan.

b. Pelayanan kepada Widyaiswara dan Tenaga Pelatihan lainnya dengan indikator:

1) kelengkapan informasi pelatihan;

2) ketepatan waktu menghubungi Widyaiswara dan Tenaga Pelatihan lainnya;

3) keresponsifan terhadap kebutuhan Widyaiswara dan Tenaga Pelatihan lainnya terkait proses pembelajaran; dan

4) ketersediaan, kelengkapan, dan keberfungsian sarana pengajaran dalam kelas.

c. Pengadministrasian pelatihan, dengan indikator:

1) kelengkapan surat menyurat;

2) ketersediaan instrumen-instrumen penilaian; dan 3) keseluruhan dokumen setelah penyelenggaraan.

35 Penilaian terhadap pengelola dan penyelenggara pelatihan dilakukan oleh Tim Evaluator yang ditetapkan oleh Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah, termasuk oleh Peserta sebagai pembanding.

Hasil penilaian diolah dan disampaikan oleh tim evaluator kepada Kepala BPSDM Hukum dan HAM dan panitia penyelenggara bersangkutan sebagai masukan untuk peningkatan kualitas pengelolaan dan penyelenggaraan pada masa mendatang.

E. SERTIFIKASI

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2022 yang telah mengikuti kegiatan pelatihan akan mendapakan surat keterangan dengan ketentuan:

1. Kepada Peserta yang telah menyelesaikan seluruh program dengan baik dan dinyatakan “lulus”, diberikan Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP).

2. Kepada Peserta yang dinyatakan “lulus” dan paling rendah mendapatkan 3 (tiga) peringkat nilai terbaik dengan kualifikasi paling rendah “memuaskan”

diberikan Piagam Penghargaan.

3. Kepada Peserta yang dinyatakan “ditunda kelulusannya” diberikan Surat Keterangan yang ditandatangani oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM.

4. Kepada Peserta yang dinyatakan “tidak lulus” diberikan surat keterangan yang ditandatangani oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM.

5. Kepada Peserta Pelatihan yang telah menyelesaikan pembelajaran pada kurikulum penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas diberikan Surat Keterangan.

6. Bentuk Surat Keterangan Pelatihan sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 5:

g. mengacu pada kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala LAN.

h. dapat diberikan secara elektronik atau nonelektronik.

BAB V

KODE SIKAP PERILAKU DAN SANKSI

A. KODE SIKAP PERILAKU

Kode Sikap Perilaku adalah pedoman perilaku yang meliputi kewajiban dan larangan bagi Peserta selama mengikuti Pelatihan Dasar CPNS.

Rincian Kode Sikap Perilaku antara lain sebagai berikut:

1. hadir tepat waktu mengikuti kegiatan pembelajaran tidak kurang dari 5 (lima) sesi pembelajaran pada pembelajaran synchronous;

2. menghormati Pengajar, penyelenggara, dan sesama Peserta lainnya;

3. menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh penceramah, Pengajar, dan penyelenggara pelatihan;

4. berpakaian sopan selama mengikuti kegiatan pelatihan;

5. selama pembelajaran synchronous Peserta tidak melakukan aktivitas lainnya dan mengaktifkan kamera (kecuali tidak memungkinkan secara sistem);

6. tidak merokok selama pembelajaran berlangsung;

7. tidak melakukan plagiarisme dalam bentuk apa pun selama mengikuti Pelatihan;

8. tidak memberi gratifikasi kepada Penceramah, Widyaiswara, Pengelola, dan Penyelenggara Pelatihan;

9. tidak melakukan pelanggaran norma hukum, moral, dan susila selama mengikuti pelatihan.

B. SANKSI

Pelanggaran terhadap Kode Sikap Perilaku Pelatihan Dasar CPNS, diberikan sanksi sebagai berikut:

1. Jika Peserta terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran terhadap Kode Sikap Perilaku Peserta sebagaimana dimaksud pada huruf A angka 1 diberikan sanksi sebagai berikut:

a. pada rentang 3 (tiga) sesi pertama diberikan peringatan lisan;

b. pada rentang 2 (dua) sesi berikutnya setelah rentang sebagaimana dimaksud pada huruf a diberi surat teguran;

37 dikembalikan kepada instansi asalnya; dan

d. pemberhentian dan pengembalian sebagaimana dimaksud pada huruf c disampaikan melalui surat pengantar dari pimpinan Lembaga Pelatihan Terakreditasi ditujukan kepada Pimpinan Instansi asal Peserta;

2. Jika Peserta terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran terhadap Kode Sikap Perilaku sebagaimana dimaksud pada huruf A angka 2 sampai dengan 8, diberikan sanksi sebagai berikut:

a. pelanggaran pertama diberikan peringatan secara lisan;

b. pelanggaran kedua diberi surat teguran;

c. pelanggaran ketiga Peserta diberhentikan status kepesertaanya dalam Pelatihan Dasar CPNS dan dikembalikan kepada instansi asalnya; dan d. pemberhentian dan pengembalian sebagamana dimaksud pada huruf c

disampaikan melalui surat pengantar dari Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah kepada Kepala BPSDM Hukum dan HAM, untuk diteruskan kepada Pimpinan Instansi asal Peserta;

3. Jika Peserta terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran terhadap Kode Sikap Perilaku Peserta sebagaimana dimaksud pada huruf A angka 7 sampai dengan angka 9, Peserta diberhentikan status kepesertaanya

3. Jika Peserta terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran terhadap Kode Sikap Perilaku Peserta sebagaimana dimaksud pada huruf A angka 7 sampai dengan angka 9, Peserta diberhentikan status kepesertaanya

Dokumen terkait