• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KODE SIKAP PERILAKU DAN SANKSI

B. SANKSI

Pelanggaran terhadap Kode Sikap Perilaku Pelatihan Dasar CPNS, diberikan sanksi sebagai berikut:

1. Jika Peserta terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran terhadap Kode Sikap Perilaku Peserta sebagaimana dimaksud pada huruf A angka 1 diberikan sanksi sebagai berikut:

a. pada rentang 3 (tiga) sesi pertama diberikan peringatan lisan;

b. pada rentang 2 (dua) sesi berikutnya setelah rentang sebagaimana dimaksud pada huruf a diberi surat teguran;

37 dikembalikan kepada instansi asalnya; dan

d. pemberhentian dan pengembalian sebagaimana dimaksud pada huruf c disampaikan melalui surat pengantar dari pimpinan Lembaga Pelatihan Terakreditasi ditujukan kepada Pimpinan Instansi asal Peserta;

2. Jika Peserta terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran terhadap Kode Sikap Perilaku sebagaimana dimaksud pada huruf A angka 2 sampai dengan 8, diberikan sanksi sebagai berikut:

a. pelanggaran pertama diberikan peringatan secara lisan;

b. pelanggaran kedua diberi surat teguran;

c. pelanggaran ketiga Peserta diberhentikan status kepesertaanya dalam Pelatihan Dasar CPNS dan dikembalikan kepada instansi asalnya; dan d. pemberhentian dan pengembalian sebagamana dimaksud pada huruf c

disampaikan melalui surat pengantar dari Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah kepada Kepala BPSDM Hukum dan HAM, untuk diteruskan kepada Pimpinan Instansi asal Peserta;

3. Jika Peserta terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran terhadap Kode Sikap Perilaku Peserta sebagaimana dimaksud pada huruf A angka 7 sampai dengan angka 9, Peserta diberhentikan status kepesertaanya dalam Pelatihan Dasar CPNS dan dikembalikan kepada instansi asalnya;

4. Pemberhentian dan pengembalian sebagamana dimaksud pada angka 3 disampaikan melalui surat pengantar dari Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah kepada Kepala BPSDM Hukum dan HAM, untuk diteruskan kepada Pimpinan Instansi asal Peserta;

5. Pembuktian adanya pelanggaan terhadap kode sikap perilaku sebagaimana dimaksud pada angka 2, dilaksanakan dengan ketentuan:

a. Tim pendamping atau tim penilai sikap perilaku mengadakan rapat penegakan kode sikap perilaku setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Kepala BPSDM Hukum dan HAM;

b. Rapat sebagaimana dimaksud pada huruf a) membahas antara lain:

1) temuan pelanggaran dengan mengonfirmasikan kepada Peserta yang bersangkutan disertai bukti pelanggaran; dan

2) jenis sanksi yang akan diberikan dan tindak lanjutnya;

c. Hasil rapat dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada Kepala BPSDM Hukum dan HAM;

6. Pembuktian adanya pelanggaran terhadap kode sikap perilaku sebagaimana dimaksud pada angka 3, dilaksanakan dengan ketentuan:

a. Tim pendamping atau tim penilai sikap perilaku mengadakan rapat penegakan kode sikap perilaku dengan melibatkan unit kerja yang membidangi pengelolaan kepegawaian Instansi asal Peserta setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Kepala BPSDM Hukum dan HAM;

b. Rapat sebagaimana dimaksud pada huruf a, dipimpin oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM dan membahas, antara lain:

1) temuan pelanggaran dengan mengonfirmasikan kepada Peserta yang bersangkutan dan unit kerja yang membidangi pengelolaan kepegawaian Instansi asal Peserta dan/atau LAN disertai bukti pelanggaran;

2) temuan pelanggaran dengan mengonfirmasikan kepada unit kerja yang membidangi pengelolaan kepegawaian Instasi asal Peserta dan pihak lain yang relevan disertai bukti pelanggaran; dan

3) jenis sanksi yang akan diberikan dan tindak lanjutnya.

c. Hasil rapat dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada PPK Instansi asal Peserta.

7. Dalam rangka menjaga hal-hal yang akan berdampak hukum, Kepala BPSDM Hukum dan HAM dapat melakukan konsultasi kepada LAN melalui Deputi yang menyelenggarakan urusan di bidang kebijakan pengembangan kompetensi untuk mendapatkan pertimbangan tertentu.

8. Selain Kode Sikap Perilaku sebagaimana dimaksud pada huruf A, Penyelenggara Pelatihan dan Instansi asal Peserta dapat menetapkan Kode Sikap Perilaku Peserta yang lain dan sanksinya, disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan pelatihan atau pembelajaran dan ketentuan yang berlaku serta atas persetujuan tertulis dari Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara LAN.

39 C. PEMBERHENTIAN PESERTA

Peserta diberhentikan tidak dengan hormat dari Pelatihan Dasar CPNS, karena:

1. Dinyatakan tidak lulus Pelatihan Dasar CPNS berdasarkan hasil rapat evaluasi akhir atau dinyatakan tidak lulus Pelatihan Dasar CPNS berdasarkan hasil rapat evaluasi akhir ulang; atau

2. Terbukti melanggar Kode Sikap Perilaku.

Peserta yang diberhentikan tidak dengan hormat tersebut dikembalikan kepada instansi asalnya yang disampaikan melalui surat pengantar dari Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah kepada Kepala BPSDM Hukum dan HAM, untuk diteruskan kepada Pimpinan Instansi asal Peserta.

Pemberhentian tidak dengan hormat Peserta yang dinyatakan tidak lulus Pelatihan Dasar CPNS berdasarkan hasil rapat evaluasi akhir, diberikan apabila jumlah ketidakhadiran Peserta dimaksud pada Distance Learning, ketidakhadiran Peserta sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf a, huruf b, dan huruf c diberlakukan untuk e- Learning dengan metode synchronous.

Atas pertimbangan kemanusiaan dan/atau alasan lain sesuai ketentuan yang berlaku, BPSDM Hukum dan HAM berdasarkan atas persetujuan tertulis dari Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara LAN, dapat memberikan jumlah ketidakhadiran Peserta melebihi ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf a, huruf b, dan huruf c dan/atau memberikan penugasan lain, dengan ketentuan:

1. Peserta mendapatkan tugas dinas instansi yang tidak bisa diwakilkan dan diperkuat dengan pernyataan dari PPK atau PyB Instansi asal Peserta;

2. Peserta mendapatkan kejadian di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan (bersifat force majeure), sehingga jumlah ketidakhadiran Peserta melebihi ketentuan dengan batas paling banyak 6 (enam) Hari Pelatihan;

3. Kejadian sebagaimana dimaksud pada huruf b antara lain: bencana alam, kecelakaan diri secara fisik dan/atau psikis dengan keterangan tertulis dari dokter pemerintah, atau kejadian lainnya berdasarkan atas penetapan pejabat berwenang;

4. Peserta sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2 diberikan tugas

tambahan yang setara sesuai dengan Mata Pelatihan yang ditinggalkan sebelum Pelatihan Dasar CPNS berakhir; dan

5. Dalam rangka menjaga hal-hal yang akan berdampak hukum, Kepala BPSDM Hukum dan HAM akan melakukan konsultasi kepada Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara LAN untuk mendapatkan pertimbangan tertentu.

41

BAB VI

TATA TERTIB DAN KETENTUAN LAIN

A. TATA TERTIB KEHADIRAN

1. Peserta wajib mengikuti setiap kegiatan diskusi yang dilakukan secara virtual melalui E-Learning maupun online video meeting/conference;

2. Peserta mengisi daftar hadir (presensi) melalui aplikasi yang telah disiapkan oleh penyelenggara pelatihan;

3. Peserta yang karena sesuatu hal berhalangan hadir mengikuti kegiatan belajar (ceramah, diskusi, seminar, atau kegiatan kurikuler lainnya), wajib memberitahukan kepada Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah dan mengisi surat ijin tertulis dengan menggunakan formulir yang sudah disediakan (dilakukan melalui sistem berbasis IT). Peserta Pelatihan Dasar CPNS yang berhalangan mengikuti pembelajaran karena sakit, wajib menyampaikan Surat Keterangan Dokter kepada Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah.

B. TATA TERTIB ONLINE VIDEO CONFERENCE

1. Peserta hadir dalam laman online video meeting/conference 30 menit sebelum pembelajaran dimulai;

2. Peserta diharapkan sudah standby di depan PC/laptop masing-masing 15 menit sebelum online video meeting/conference dimulai;

3. Peserta yang terlambat tanpa keterangan, maksimal 15 menit terhitung dari jadwal pembelajaran synchronous, tidak diizinkan mengikuti pembelajaran dan dianggap tidak hadir dalam sesi online video meeting/conference tersebut;

4. Peserta me-rename ID meeting sesuai dengan ketentuan dari penyelenggara dan menggunakan virtual background yang telah disediakan (sesuai kondisi);

5. Berpakaian rapi dan sopan serta menyalakan video selama online video meeting/conference berlangsung;

6. Memastikan pencahayaan, posisi duduk serta rasio wajah dengan layar proporsional;

7. Untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan peserta terlebih dahulu memahami hal-hal berikut atau sesuai dengan arahan pengampu materi pada sesi tersebut, dengan ketentuan:

a. Peserta menyebut nama lengkap dan instansi asal;

b. Pertanyaan hendaknya singkat, jelas dan sopan, dan mempersiapkan terlebih dahulu;

c. Disarankan memberikan konsep atau pemikiran dengan argumentasi yang tepat;

d. Peserta lainnya agar mendengarkan dengan seksama dan memberikan komentar secara proporsional.

e. Jika tidak sedang berbicara, microphone wajib dalam keadaan mute (nonaktif).

C. PAKAIAN

Selama kegiatan pembelajaran peserta wajib menggunakan pakaian sopan dan rapi dengan ketentuan, sebagai berikut:

1. Kemeja putih polos lengan panjang.

2. Celana panjang berwarna hitam (bagi pria).

3. Rok hitam (bagi wanita), kerudung hitam polos (bagi wanita yang mengenakan hijab).

4. Mengenakan tanda pengenal (name tag).

D. PEMBENTUKAN PENGURUS KELAS

Untuk kelancaran penyelenggaraan pelatihan, peserta agar membentuk pengurus Angkatan yang terdiri dari Ketua Angkatan, Wakil Ketua Angkatan serta seksi-seksi yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan. Adapun maksud pembentukan kepengurusan adalah untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pelatihan dan membangun kebersamaan dan kekompakan bagi sesama peserta.

Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah telah menunjuk 4 (empat) orang peserta dalam tiap kelompok pada masing-masing Angkatan, dengan tugas pada saat pembelajaran online (synchronous) antara lain:

1. Bertindak sebagai ketua kelompok;

2. Ketua kelompok dapat menunjuk pengurus lainnya atau sesuai dengan

43 3. Menyampaikan laporan kepada pengajar di awal dan akhir pembelajaran

dimulai;

4. Memimpin doa di akhir dan awal pembelajaran;

5. Melakukan perekaman kegiatan virtual dan mengunggah hasil rekaman pembelajaran tersebut ke drive yang ditentukan oleh penyelenggara;

6. Memastikan setiap anggota kelompok mengetahui informasi/ pengumuman yang disampaikan oleh penyelenggara;

7. Berkoordinasi dengan penyelenggara terkait kendala yang dihadapi;

E. LAIN-LAIN

1. Peserta ikut menjaga tata tertib baik selama online video meeting/conference maupun dalam diskusi online, serta berupaya menghindarkan diri dari perselisihan. Masalah yang timbul hendaknya diselesaikan dengan musyawarah dan secara baik.

2. Perbuatan peserta pelatihan yang bersifat menghina terhadap pejabat negara, simbol-simbol negara maupun instansi penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS dikenakan sanksi dikembalikan kepada unit kerja/instansi asal dan dianggap tidak pernah mengikuti Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2022.

3. Peserta wajib menjaga ketertiban dan mematuhi peraturan yang berlaku.

4. Kritik dan saran terhadap penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS dapat disampaikan melalui pengurus kelas kepada pihak penyelenggara pelatihan.

BAB VII PENUTUP

A. PERSON IN CHARGE (PIC)

Selama kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Metode Distance Learning di BPSDM Hukum dan HAM berlangsung, Contact Person PIC yang dapat dihubungi:

Penyelenggara

• Diah Yuli Pratiwi (082220936281)

• Ranid Petra Zudha (082237764343)

• Lavin Janis P.H. (085640204400) Program dan Evaluasi

• Anita Dwi Fatmaningrum (081901027631)

• Galih Fajriansyah (082135509277)

• Eni Wiyastuti (081215225030)

B. BIAYA PENYELENGGARAAN

Segala biaya yang berhubungan dengan penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Metode Distance Learning di Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah Tahun 2022 dibebankan pada anggaran DIPA Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah Tahun Anggaran 2022.

Demikian panduan ini disusun untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya, apabila terdapat perubahan atau kekeliruan akan dilakukan perbaikan.

Semarang 9 Mei 2022 Kepala,

Kaswo

NIP 197404261999031001

1

Master Jadwal Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2022 Metode Distance Learning

Balai Diklat Hukum dan HAM Jawa Tengah

HARI KE WAKTU JP AGENDA MATERI PENGAMPU MATERI KET

1 09.00 - 10.30 2 Kebijakan

Pengembangan Sumberdaya Aparatur dan Nilai-Nilai ASN

Kelas Besar Kepala BPSDM

HARI KE WAKTU JP AGENDA MATERI PENGAMPU MATERI KET

1

HARI KE WAKTU JP AGENDA MATERI PENGAMPU MATERI KET

penguatan) Kelompok III Kelompok IV

HARI KE WAKTU JP AGENDA MATERI PENGAMPU MATERI KET

1

HARI KE WAKTU JP AGENDA MATERI PENGAMPU MATERI KET

Agenda 3 Kelompok II

HARI KE WAKTU JP AGENDA MATERI PENGAMPU MATERI KET

1

HARI KE WAKTU JP AGENDA MATERI PENGAMPU MATERI KET

Aktualisasi Kelompok I Kelompok I

HARI KE WAKTU JP AGENDA MATERI PENGAMPU MATERI KET

1

HARI KE WAKTU JP AGENDA MATERI PENGAMPU MATERI KET

Kelompok III HABITUASI DI TEMPAT KERJA (30 HARI KERJA)

36 08.00 - 10.15 3

HARI KE WAKTU JP AGENDA MATERI PENGAMPU MATERI KET

1. Pembelajaran/Distance Learning : 35 Hari Kerja;

2. Habituasi Peserta di Tempat Kerja : 30 Hari Kerja;

3. Evaluasi Aktualisasi/Distance Learning : 5 Hari Kerja

Dokumen terkait